Anda di halaman 1dari 5

TANGGA

Tangga adalah sebuah konstruksi yang dirancang untuk menghubungi dua


tingkat vertikal yang memiliki jarak satu sama lain.
Pekerjaan Persiapan
Sebelum memulai pekerjaan tangga, maka yang perlu dilakukan setelah
mempersiapkan bahan & alat tersebut diatas adalah langkah-langkah sebagai berikut
untuk mendapatkan hasil yang memuaskan :
Pelat Badan Tangga
Sebenarnya tidak perlu pabrikasi secara khusus, karena bisa dipabrikasi pada saat
penyetelan langsung. Yang perlu dipersiapkan adalah posisi kemiringan badan tangga
serta pipa galvanis (panjang disesuaikan bentang badan tangga) yang disusun sesuai
kemiringan badan tangga.
Dinding Tangga
Dibuat sesuai dengan ukuran tangga (tebal plat + tinggi trape tangga)
Cara pabrikasi sama seperti pabrikasi dinding balok.
Anak Tangga
Plywood 12 mm dipotong sesuai dengan tinggi trape (optrade) dan lebar tangga,
kemudian diberi rangka.
Penyetelan
Bordes Tangga
Sebelum memulai pekerjaan bordes tangga, perlu diperhatikan elevasi/ ketinggian
dari lantai dibawahnya sehingga diketahui kombinasi alat yang diperlukan, apakah
menggunakan pipe support.
Pekerjaan bordes tangga dimulai dari pekerjaan Balok bordes, yang cara
penyetelannya sama seperti balok biasa. Kemudian antar dinding balok dipasang kayu
5/7 (jarak maksimum 25 cm). Kayu ini berfungsi sebagai pengganti pipa (karena
bentang pendek). Setelah selesai pemasangan kayu 50/10, lalu diikuti pemasangan
plywood yang ukurannya disesuaikan dengan panjang dan lebar bordes.
Badan Tangga
Badan tangga ada 2 buah, yaitu antara bordes dengan lantai dibawahnya dan antara
bordes dengan lantai di atasnya.
Dinding Tangga dan Bordes
Setelah pekerjaan bordes dan badan tangga selesai, kemudian dipasang dinding
tangga kanan-kiri dan dinding bordes diatas badan tangga dan bordes.

Dinding tangga dipaku dengan badan tangga dan diberi perkuatan dengan potongan
kayu 5/7 (jarak maksimum 40 cm). Potongan kayu 5/7 dipaku antara badan tangga
dengan dinding tangga sehingga benar-benar kuat, rapi, dan tidak goyang,. Dinding
ini ttelah dipabrikasi sebelumnya.
Trape/ Dinding Anak Tangga
Anak tangga dipasang setelah dilakukan pengecekan terhadap elevasi bordes,
kemiringan badan tangga, penggambaran trape/ anak tangga pada dinding badan
tangga dan pembesian.
Pemasangan bordes dan badan tangga salah apabila jumlah anak tangga tidak pas,
dengan antrade dan uptrade yang telah ditentukan ukurannya (bisa kurang bisa lebih).
Bila kesalahan ini terjadi maka harus dibetulkan tterlebih dahulu.
Trade/ dinding anak tangga dipasang diantara dinding badan tangga sesuai dengan
yang telah digambar pada dinding badan tangga dan dipaku dari dinding tangga
kearah dalam. Untuk memudahkan pemasangan dapat dilakukan dari bawah keatas.
Setelah semua terpasang, kemudian antar anak tangga dirangkai dengan kayu 5/7
memanjang dari atas ke bawah pada dua tempat kanan-kiri dan dipaku. Sama halnya
dengan dinding badan tangga, dinding anak tangga inipun telah dipabrikasi
sebelumnya.
Alat-alat
Gergaji
Meteran
Palu
Scaffolding set
Pipe Support
Lot/ Water pas
Benang

KOLOM
Kolom adalah struktur yang merupakan penyangga atau pilar yang akan
menyalurkan beban atau gaya vertikal dan lateral ke pondasi. Konstruksi kekakuan
kolom akan menentukan besarnya gaya lateral yang akan dipikul oleh kolom tersebut.
Adapun besar kecilnya kolom (dimensi kolom) tergantung pada distribusi
pembebanan di dalam manajemen proyek.
Pekerjaan Kolom
Prosesnya adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan lantai kerja dan beton decking.
Lantai kerja dibuat setelah dihamparkan pasir dengan ketebalan yang cukup sesuai
gambar dan spesifikasi. Digunakan beton decking untuk menjaga posisi tulangan dan
memberikan selimut beton yang cukup.
2. Pekerjaan pembesian.
Fabrikasi pembesian dilakukan di tempat fabrikasi, setelah lantai kerja siap maka besi
tulangan yang telah terfabrikasi siap dipasang dan dirangkai di lokasi. Pembesian pile
cap dilakukan terlebih dahulu, setelah itu diikuti dengan pembesian sloof. Panjang
penjangkaran dipasang 30 x diameter tulangan utama.
3. Pekerjaan bekisting.
Bekisting dibuat dari multiplex 9 mm yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6 dan
diberi skur-skur penahan agar tidak mudah roboh. Jika perlu maka dipasang tie rod
untuk menjaga kestabilan posisi bekisting saat pengecoran.
4. Pekerjaan kontrol kualitas.
Sebelum dilakukan pengecoran, perlu dilakukan kontrol kualitas yang terdiri atas dua
tahap yaitu :
1. Sebelum pengecoran.
Sebelum pengecoran dilakukan kontrol kualitas terhadap :
Posisi dan kondisi bekisting.
Posisi dan penempatan pembesian.
Jarak antar tulangan.
Panjang penjangkaran.
Ketebalan beton decking.
Ukuran baja tulangan yang digunakan.
Posisi penempatan water stop

2. Pada saat pengecoran.


Pada saat berlangsungnya pengecoran, campuran dari concrete mixer truck
diambil sampelnya. Sampel diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam
spesifikasi.
Pekerjaan kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama-sama dengan konsultan
pengawas untuk selanjutnya dibuat berita acara pengesahan kontrol kualitas.
5. Pekerjaan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu dengan menggunakan
Concrete Pump Truck. Pengecoran yang berhubungan dengan sambungan selalu
didahului dengan penggunaan bahan Bonding Agent.
6. Pekerjaan curing
Curing dilakukan sehari ( 24 jam ) setelah pengecoran selesai dilakukan dengan
dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan basah.
Jadi, untuk kolom pada bangunan berlantai 2 atau lebih, di butuhkan kolom yang kuat
dan kokoh sebagai dasar penopang beban yang besar dari atas, kolom yang baik
untuk bangunan ini adalah dengan ukuran 30/40 atau 40/40 ke atas. Ukuran kolom ini
disesuaikan dengan kebutuhan pada beban bangunan.

Urutan pelaksanaan pekerjaan kolom sebagai berikut:

Stek Tulangan Kolom


Pabrikasi Tulangan Kolom
Pemasangan Tulangan Kolom
Pemasangan Sepatu Kolom
Instalasi Pipa Elektrikal
Pabrikasi Bekisting Kolom
Instalasi Bekisting yang Telah Diberi Oil Form
Pemberian Beton Eksisting dengan Calbond
Pengecoran Kolom
Pembongkaran Bekisting Kolom
Perawatan Beton

Metode Kerja Pembongkaran Bekisting Kolom


1. Persiapan Lahan
2. Pembersihan Area Kerja

3. Pada saat dilakukan bongkaran kolom area kerja harus bebas dari aktifitas
pekerja dan material proyek
Perawatan Bekisting
Untuk menghasilkan dan menjaga life time bekisting, umumnya dilakukan perawatan
sebelum dan sesudah pemakaian bekisting. Metode perawatan yang umum diberikan
adalah oli bekisiting.
Macam-macam Oli yang disarankan pada bekisting :
1. Oli bekas
2. Solar
3. Oli Sika, dan lain-lain.