Anda di halaman 1dari 4

Pemanfaatan Kitosan Limbah Kulit Kepiting Menjadi

Edible Coating

DISUSUN OLEH :

Aldi Nazar
Indra Saputra
Taufiq
Ainayah J

(125)00300111013)
(125100301111003)
(125100301111019)
(125100307111082)

Pemanfaatan Kitosan Limbah Kulit Kepiting Menjadi Edible Coating


Permasal
ahan

Kajian pustaka

Hipotesa

1. Apakah kulit
kepiting dapat
dijadikan
sebagai bahan
baku
pembuatan
edible coating

Kitosan adalah hasil proses deasetilasi dari senyawa


kitin yang banyak terdapat dalam kulit luar hewan golongan
Crustaceae seperti udang dan kepiting. Bila dikonsumsi di
dalam tubuh manusia, kitosan bisa berfungsi menyerap
lemak. Kemampuan Kitosan untuk menyerap lemak
tergantung pada derajat deasetilasinya (Hargono, dkk,
2008).

Diduga kulit kepiting dapat


digunakan sebagai bahan baku
pembuatan edible coating.

Edible coating merupakan suatu metode yang digunakan


untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan
mutu dari buah-buahan pada suhu ruang. Edible coating
adalah lapisan tipis yang bertujuan untuk memberikan
penahanan yang selektif terhadap perpindahan masa.
Edible coating dapat dibuat dari tiga jenis bahan yang
berbeda yaitu hidrokoloid (protein dan polisakarida), lipida,
dan komposit (Mulyadi, dkk, 20)
Pemanfaatan kulit udang menjadi edible coatingchitosan
bukan saja memberikan nilai tambah pada usaha
pengolahan udang, akan tetapi juga dapat menanggulangi
masalah pencemaran lingkungan yang ditimbulkan,
terutama masalah bau yang dikeluarkanserta estetika
lingkungan yang kurang bagus(Swastawati, 2008).

Permasalaha
n

Kajian pustaka

Hipotesa

2. Berapa banyak
proporsi kitosan
dalam kulit kepiting
untuk membuat
edible coating yang
baik ?

Khitin yang diperoleh dari hasil isolasi


limbah kulit udang adalah 300 gram dengan
persentase khitin 75%. Dan jumlah khitosan yang
diperoleh dari hasil transformasi khitin dari
isolasi limbah kulit udang 100 gram dengan
persentase
khitosan hasil transformasi khitin adalah
33,3% (Suharjo, 2005).

Proporsi kitosan dalam kulit


kepiting
yang
dapat
digunakan untuk membuat
edible coating sebanyak 300
gram

DAFTAR PUSTAKA
Mulyadi,A.F Kumalaningsih, S. Giovany, D. Swastawati, L. Aplikasi Edible Coating Untuk
Menurunkan Tingkat Kerusakan Jeruk Manis (Citrus Sinensis) (Kajian
Konsentrasi Karagenan Dan Gliserol). Prosiding Seminar Nasional, Program Studi
Teknologi Industri Pertanian bekerjasama dengan Asosiasi Profesi Teknologi
Agroindustri (APTA).
Swastawati, F. W ijayanti,I. Susanto, E.2008. Pemanfaatan Limbah Kulit Udang
Menjadi Edible Coating Untuk Mengurangi Pencemaran Lingkungan. Universitas
Diponegoro: Jurusan Perikanan. Volume 4 No. 4.
Suharjo dan Darini, N. 2005. Optimasi Deasetilasi Khitin dari Kulit Udang dan Cangkang
Kepiting Limbah Restoran Seafood Menjadi Khitosan Melalui Variasi
Konsentrasi NaOH. Jurnal Perikanan. Vol 4 (4) Hal : 101 -106.