Anda di halaman 1dari 5

METODE PARAFIN

Metode parafin adalah suatu cara pembutan sediaan baik itu tumbuhan ataupun hewan
dengan menggunakan parafin. Kebaikan-kebaikan metode ini ialah irisan jauh lebih tipis dari
pada menggunakan metoda beku atau metoda seloidin. Dengan metoda beku, tebal irisan ratarata diatas 10 mkron, tapi dengan metode parafin tebal irisan dapat mencapai rata-rata 6 mikron.
Irisan-irisan yang bersifat seri dapat dikerjakan dengan mudah bila menggunakan metode ini.
Kelemahan dari metode ini ialah jaringan menjadi keras, mengerut dan mudah patah. Jaringanjaringan yang besar tidak dapat dikerjakaan, bila menggunakan metode ini. Sebagian besar
enzim-enzim yang terdapat pada jaringan akan larut dengan menggunakan metode ini (Rina,
2010).
Prosedur pembuatan sediaan menggunakan metode parafin pada umumnya sama baik pada
jaringan hewan maupun tumbuhan yaitu diseksi, fiksasi, pencucian dan dehidrasi, dealkoholisasi,
infiltrasi, embedding, penyayatan, affixing, pewarnaan, penutupan dan pemberian nama atau
pelabelan (Hasan, 2010).
Diseksi merupakan proses pengambilan jaringan atau bagian jaringan dari sumber alami
baik berupa tumbuhan ataupun hewan yang akan digunakan sebagai bahan dasar dalam
mikroteknik. Fiksasi adalah usaha yang dapat mempertahankan elemen-elemen sel atau jaringan
agar tetap berada pada tempatnya dan tidak mengalami perubahan bentuk maupun ukuran.
Tujuan dilakukan fiksasi dalam pembuatan preparat dengan menggunakan metode paraffin
adalah:
1. mematikan (menghentikan proses-proses metabolisme)jaringan dengan cepat, sedangkan
keadaan sedikit banyaknya mendekati keadaan semula.
2. mencegah terjadinya kerusakan jaringan yang disebabkan oleh mikroorganisme ataupun
kerusakan oleh jenis enzim yang terkandung oleh jaringan itu sendiri, yang dikenal dengan
autoloisis.
3. Meningkatkan daya pewarnaan karena adanya bahan-bahan keras (mordant) yang merupakan
komponen jaringna fiksatif.
Dehidrasi adalah proses penarikan air dari dalam jaringan dengan menggunakan bahanbahan kimia tertentu. Dehidrasi bertujuan untuk mengeluarkan air dari dalam jaringan yang telah
difiksasi. Dealkoholisasi merupakan proses harus segera dilakukan setelah dehidrasi. Tujuan dari

penjernihan ini adalah menggantikan tempat alcohol sementara dalam jaringan yang telah
mengalami proses dehidrasi dengan suatu solven atau medium penjernih sebelum proses
penanaman dalam paraffin.
Infiltrasi adalah suatu usaha menyusupkan media penanaman (embedding media) ke
dalam jaringan dengan jalan menggantikan kedudukan dehidran dan bahan penjernih (clearing
agents). Media penanaman yang digunakan dalam infiltrasi ini adalah paraffin. Proses infiltrasi
ini umumnya dilakukan di dalam oven yang suhunya dapat diatur sesuai titik leleh jenis paraffin
yang digunakan. Pada jaringan
Embedding atau penanaman merupakan proses memasukan atau penanaman jaringan ke
dalam balok-balik paraffin (cetakan) sehingga memudahkan proses penyayatan dengan bantuan
mikrotom. Tujuan dari tahap ini adalah untuk membuat balok paraffin yang berisi jaringan yang
akan dibuat preparat permanen.
Proses penyayatan adalah pembuatan sayatan atau pita dari balok parafin yang telah
terbentuk dengan menggunakan mikrotom, yang bertujuan untuk membuat sayatan jaringan dan
dapat dilihat jelas dari dalam mikroskop. Pembuatan irisan dengan metode parafin memiliki
beberapa keuntungan,
Affixing adalah proses pelekatan atau penempatan sayatan jaringan pada kaca objek
dengan bantuan media pelekat tertentu. Tujuan penempelan ini adalah untuk menempelkan pita
paraffin yang sudah berisi sayatan jaringan pada kaca objek. Deparafinasi adalah suatu tahap
menjelang proses pewarnaan dengan menggunakan xilol untuk membersihkan paraffin dari
jaringan dan kaca objek
I.
II.

TUJUAN : Untuk mengetahui bahan, alat dan cara pembuatan sediaan irisan jaringan
tumbuhan dengan metode parafin.
ALAT & BAHAN
1.
ALAT

a.
b.
c.
d.
e.

Nama alat
Wadah untuk proses dehidrasi-clearing
Staining jar
Label
Pinset
Kotak parafin

Jumlah
secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya

f.
g.
h.
i.
j.

Rotary mikrotome
Hot plate
Waterbath
Objek glass
Deg glass

secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya

2. BAHAN

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.

Nama bahan
Akar kaktus
Akar Enceng Gondok (Eichornia crassipes)
Batang Seledri (Apium graveolens)
Batang Bayam (Amaranthus sp)
Daun Jeruk purut (Citrus hystrix)
Daun Karet kebo (Ficus elastica)
Bunga Belimbing (Averrhoa carambola)
Bunga Cabe (Capsicum annum)
Biji Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi)
Biji Cabe besar (Capsicum annum)
Buah Pisang (Musa paradisiaca)
Buah Cabe (Capsicum annum)

Jumlah
secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya
secukupnya

III. CARA KERJA


Hari ke I
:
A. Pencucian
Mencuci organ dengan air, jangan sampai merusak organ. Kemudian
memasukkan kedalam flakon.
B. Koleksi organ tumbuhan:
a. Bunga
1. Mengambil bunga yang masih kuncup
2. Potong bagian ujung untuk mendapatkan benang sari dan putik, dan potong
bagian pangkal untuk mendapatkan ovul.
b. Daun
1. Memotong daun dengan bentuk persegi empat pada bagian daun yang terdapat
tulang daun atau urat daun.
c. Akar
1. Memotong akar secara melintang
d. Batang
1. Memotong batang secara melintang
e. Biji
1. Mengambil bagian biji

C. Fiksasi : Dipakai larutan FAA


Formalin ................................................................................ 5 bagian
Asam asetat glasial ................................................................ 5 bagian
Alkohol 70% ........................................................................ 90 bagian
Diamkan selama 24 jam
Hari ke II
: Pencucian dan dehidrasi:
Fiksatif dibuang lalu diganti berturut-turut dengan:
Alkohol 70% .................................................. 30 menit
Alkohol 80% .................................................. 30 menit
Alkohol 95% .................................................. 30 menit
Alkohol 100% ................................................ 30 menit
Alkohol 100% ................................................ 30 menit
Dealkoholisasi:
Alkohol / xilol 3:1 ......................................... 30 menit
Alkohol / xilol 1:1 ......................................... 30 menit
Alkohol / xilol 1:3 ......................................... 30 menit
Xilol .............................................................. 30 menit
Xilol .............................................................. 30 menit
Campuran Xilol / parafin 1:9 dengan temperatur 57C selama 24 jam
Hari ke III
: Infiltrasi: Campuran xilol/parafin dibuang diganti dengan paraffin
murni.
Temperatur tetap 57C selama 24 jam.
Hari ke IV
: Penyelubungan: Parafin dibuang diganti dengan parafin murni yang
baru.
Setelah 1 jam dibuat balok.
Hari ke V
: Pengirisan: Dibuat irisan-irisan dengan menggunakan Rotary mikrotome
dengan ketebalan 6-12m (mikronmeter).
Perekatan: Irisan direkatkan pada gelas benda dengan campuran
Gliserin: Albumin yang dibubuhi air, kemudian gelas benda ditaruh diatas
Hot plate dengan temperatur 45C sampai pita paraffin merenggang.
Hari ke VI
: Pewarnaan : dengan safranin 1% dalam alkohol 70%. Berturut-turut
gelas benda dimasukkan dalam:
Xilol ................................................................ 3 menit
Xilol ................................................................ 3 menit
Alkohol / xilol 1:3 ........................................... 3 menit
Alkohol / xilol 1:1 ........................................... 3 menit
Alkohol / xilol 3:1 ........................................... 3 menit
Alkohol 100% ................................................. 3 menit
Alkohol 100% ................................................. 3 menit
Alkohol 95% ................................................... 3 menit

Alkohol 80% ................................................... 3 menit


Alkohol 70% ................................................... 3 menit
Safranin 1% dalam Alkohol 70% ...................... 1 jam
Alkohol 70% ................................................... 1 menit
Alkohol 80% ................................................... 1 menit
Alkohol 95% ................................................... 1 menit
Alkohol 100% ................................................. 1 menit
Alkohol 100% ................................................. 1 menit
Alkohol / xilol 3:1 ........................................... 1 menit
Alkohol / xilol 1:1 ........................................... 1 menit
Alkohol / xilol 1:3 ........................................... 1 menit
Xilol ................................................................ 1 menit
Xilol ................................................................ 1 menit
Penutup: Irisan ditutup dengan gelas penutup dengan pemberian Balsam
Kanada terlebih dahulu.
Pemberian nama: Disebelah kiri gelas penutup dilekatkan etiket dan
diberi keterangan: nama spesies, organ, penampang, dsb.