Anda di halaman 1dari 47

30/11/2014

sainstechstory
0

More NextBlog

sainstechstory
blog tentang sains,teknologi n cerita

SELASA,20DESEMBER2011

I. FORMULA ASLI
Salep mata Tetrasiklin
II. RANCANGAN FORMULA
Tiap 3,5 g salep mata mengandung :
Tetrasiklin HCl 1%
Klorobutanol 0,5%
Alfa Tokoferol 0,05%
Basis ad 100%
-Parafin cair 10%
-Lanolin anhidrat 10%
-Vaselin kuning 80%
III. MASTER FORMULA
Nama Produk : Tetralin Salep Mata
Jumlah Produk : 1 tube @ 3,5 g
Tanggal Formulasi : 03 Februari 2009
Tanggal Produksi : 02 Maret 2009
No. Registrasi : DKL 0900400131 A1
No. Batch : J 09035301

PT. DUA FARMA


Tusklin Salep Mata
Tanggal Formulasi:
03 Februari 2009 Tanggal Produksi:
02 Maret 2009 Dibuat oleh:
Kelompok II Disetujui oleh:
Eka Gusnawati
Kode Bahan Nama Bahan Kegunaan Per Batch
TH 01
KB 02
AT 03
PC 04
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

1/47

30/11/2014

sainstechstory

LA 05
VK 06 Tetrasiklin HCl
Klorobutanol
Alfa tokoferol
Parafin Cair
Lanolin anhidrat
Vaselin kuning Zat aktif
Pengawet
Antioksidan
Basis
Basis
Basis 35 mg
17,5 mg
1,75 mg
344,03 mg
378,43 mg
3027,49 mg

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Mata adalah organ untuk melihat. Bola mata terletak dalam lubang tengkorak dan dialasi oleh lemak
dan jaringan penghubung. Bagian anterior terpapar dan terdiri dari kornea yang transparan, sklera
yang opak dan membran konjungtiva. Bola mata dilindungi oleh kelopak mata dan alis.(1)
Sediaan mata sama dengan produk steril lainnya dalam hal kekarakteristikan, kesterilan, dan bebas
dari bahan partikulat. Dengan pengecualian dari sejumlah injeksi mata, bentuk topikal untuk mata
yang digunakan untuk efek lokal dan untuk itu tidak perlu bebas pirogen. (2)
Jika satu batasan pertimbangan dan mekanisme pertahanan mata, bahwa sediaan mata harus steril.
Air mata, kecuali darah, tidak mengandung antibodi atau mekanisme untuk memproduksinya. Oleh
karena itu, mekanisme pertahanan utama melawan infeksi mata secara sederhana aksi pertahanan
oleh air mata, dan sebuah enzim ditemukan dalam air mata (lisozim) dimana mempunyai kemampuan
untuk menghidrolisa polisakarida dari beberapa organisme ini. Organisme ini tidak dipengaruhi oleh
lisozim. Satu yang paling mungkin yang menyebabkan kerusakan mata adalah Pseudomonas aeruginosa
(Bacillus pyocyaneus). (3)
Salep mata (oculenta) adalah salep steril untuk pengobatan mata menggunakan dasar salep yang
cocok. Pembuatan bahan obat ditambahkan sebagai larutan steril atau serbuk steril termikronisasi
pada dasar salep steril. Hasil akhir dimasukkan secara aseptik ke dalam tube steril. (4)
Salep mata memberikan keuntungan dimana waktu kontaknya lebih lama dan bioavailabilitas total
lebih besar meskipun dengan onset yang lebih lambat dan waktu untuk mencapai puncak absorpsi leb
lama dan disamping itu juga salepmata memiliki cakupan tempat kerja yang lebih luas bila
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

2/47

30/11/2014

sainstechstory

dibandingkan dengan tetes mata yaitu kelopak mata, kelenjar sebasea, konjungtiva, kornea dan iris..
(5)
I.2 Maksud dan Tujuan Percobaan
I.2.1 Maksud Percobaan
Mengetahui dan memahami cara pembuatan salep mata steril.
I.2.2 Tujuan Percobaan
Membuat sediaan salep mata steril Tetrasiklin HCl.
I.3 Prinsip Percobaan
Pembuatan salep mata steril Tetrasiklin HCl dengan menggunakan alat dan bahan yang telah
disterilkan dengan cara yang sesuai dan dalam kondisi aseptis.

II.1.5 Metode-metode Sterilisasi


A. Sterilisasi Secara Fisika
1. Pemanasan Kering
a. Udara Panas Oven (Scovilles : 404)
Bahan yang karena karakteristik fisikanya tidak dapat disterilisasi dengan uap destilasi dalam udara
panas-oven. Yang termasuk dalam bahan ini adalah minyak lemak, parafin, petrolatum cair, gliserin,
propilen glikol. Serbuk steril seperti talk, kaolin dan ZnO, dan beberapa obat yang lain. Sebagai
tambahan sterilisasi panas kering adalah metode yang paling efektif untuk alat-alat gelas dan banya
alat-alat bedah.
Ini harus ditekankan bahwa minyak lemak, petrolatum, serbuk kering dan bahan yang sama tidak
dapat disterilisasi dalam autoklaf. Salah satu elemen penting dalam sterilisasi dengan menggunakan
uap aotoklaf. Atau dengan adanya lembab dan penembusannya ke dalam bahan yang telah disterilkan
Sebagai contoh, organisme pembentuk spora dalam medium anhidrat tidak dibunuh oleh suhu sampai
121oC (suhu yang biasanya digunakan dalam autoklaf bahkan setelah pemanasan sampai 45 menit).
Untuk alasan ini, autoklaf merupakan metode yang tidak cocok untuk mensterilkan minyak, produk
yang dibuat dengan basis minyak, atau bahan-bahan lain yang mempunyai sedikit lembab atau tidak
sama sekali.
Selama pemanasan kering, mikroorganisme dibunuh oleh proses oksidasi. Ini berlawanan dengan
penyebab kematian oleh koagulasi protein pada sel bakteri yang terjadi dengan sterilisasi uap panas.
Pada umumnya suhu yang lebih tinggi dan waktu pemaparan yang dibutuhkan saat proses dilakukan
dengan uap di bawah tekanan. Saat sterilisasi di bawah uap panas dipaparkan pada suhu 1210 C selam
12 menit adalah efektif. Sterilisasi panas kering membutuhkan pemaparan pada suhu 1500 C sampai
1700 C selama 1-4 jam.
Suhu yang biasa digunakan pada sterilisasi panas kering 1600 C paling cepat 1 jam, tapi lebih baik 2
jam. Suhu ini digunakan secara khusus untuk sterilisasi minyak lemak atau cairan anhidrat lainnya.
Bagaimanapun juga range 1500-1700 C digunakan untuk streilisasi panas kering dan lain-lain, sebagai
contoh : bahan-bahan gelas, dapat disterilkan pada suhu 1700C. Dimana beberapa serbuk seperti
sulfonilamid harus disterilkan pada suhu rendah dan waktu yang lebih lama.
b. Minyak dan penangas lain (Scovilles : 404)
Bahan kimia yang stabil dalam ampul bersegel dapat disterilisasi dengan mencelupkannya, dalam
penangas yang berisi minyak mineral pada suhu 1620C. larutan jenuh panas dari natrium atau amonia
klorida dapat juga digunakan sebagai pensterilisasi. Ini merupakan metode yang mensterilisasi alatalat bedah. Minyak dikatakan bereaksi sebagai lubrikan, untuk menjaga alat tetap tajam, dan untuk
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

3/47

30/11/2014

sainstechstory

memelihara cat penutup.

c. Pemijaran langsung (Scovilles : 404)


Pemijaran langsung digunakan untuk mensterilkan spatula logam, batang gelas, filter logam bekerfiel
dan filter bakteri lainnya. Mulut botol, vial, dan labu ukur, gunting, jarum logam dan kawat, dan alatalat lain yang tidak hancur dengan pemijaran langsung. Papan salep, lumpang dan alu dapat disterilisa
dengan metode ini. Dalam semua kasus bagian yang paling kuat 20 detik. Dalam keadaan darurat amp
dapat disterilisasi dengan memposisikan bagian leher ampul kearah bawah lubang kawat keranjang
dan dipijarkan langsung dengan api dengan hati-hati. Setelah pendinginan, ampul harus segera diisi
dan disegel.
2. Cara Bukan Panas
Sinar ultraviolet (Lachman : 628)
Sinar ultraviolet umumnya digunakan untuk membantu mengurangi kontaminasi di udara dan
pemusnahan selama proses di lingkungan. Sinar yang bersifat membunuh mikroorganisme (germisida)
diproduksi oleh lampu kabut merkuri yang dipancarkan secara eksklusif pada 2537 . sinar UV
menembus udara bersih dan air murni dengan baik, tetapi suatu penambahan garam atau bahan
tersuspensi dalam air atau udara menyebabakan penurunan derajat penetrasi dengan cepat. Untuk
kebanyakan pemakaian lama penetrasi dihindarkan dan setiap tindakan membunuh mikroorganisme
dibatasi pada permukaan yang dipaparkan.

Aksi letal (Lachman : 628)


Ketika sinar UV melewati bahan, energi bebas ke elektron orbital dalam atom-atom dan mengubah
kereaktivannya. Absorpsi energi ini menyebabkan meningginya keadaan tertinggi atom-atom dan
mengubah kereaktivannya. Ketika eksitasi dan perubahan aktivitas atom-atom utama terjadi dalam
molekul-molekul mikroorganisme atau metabolit utamnya, organisme itu mati atau tidak dapat
berproduksi. Pengaruh utamanya mungkin pada asam nukleat sel, yang diperhatikan untuk
menunjukkan lapisan absorpsi kuat dalam rentang gelombang UV yang panjang.
Radiasi pengion (Lachman : 628)
Radiasi pengion adalah energi tinggi yang terpancar dari radiasi isotop radioaktif seperti kobalt-60
(sinar gamma) atau yang dihasilkan oleh percepatan mekanis elektron sampai ke kecepatan den energ
tinggi (sinar katode, sinar beta). Sinar gamma mempunyai keuntungan mutlak karena tidak
menyebabkan kerusakan mekanik, namun demikian, kekurangan sinar ini adalah di hentikan dari,
mekanik elektron akselerasi (yang dipercepat) keuntungan elektron yang dipercepat adalah
kemampuannya memberikan output laju doisis yang lebih seragam. Aksi latal radiasi pengionan
menghacurkan mikroorganisme dengan menghentikan rep-roduksi sebagai hasil mutasi letal. Mutasi i
disebabkan karena tarnsformasi radiasi menjadi molekul penerima pada sinar x, menurut teori
langsung. Mutasi ini dapat disebabkan oleh tindakan tidak langsung, dimana molekul-molekul air
diubah menjadi kesatuan yang berenergi tinggi seperti hidrogen dan ion hidroksil.semua ini pada
kahirnya, menyebabkan perubahan energi pada asam nukleat dan molekul lain sehingga hilangnya
keberadaannya bagi metabolisme molekul sel bakteri.
Penerapan untuk sterilisasi ini (Lachman : 628)
Elektron dipercepat atau sinar gamma dapat digunakan untuk mensterilkan produk-produk pilahan
dengan suatu proses berkesinambungan. Kebanyakan prosedur sterilisasi produk lain harus
diselenggarakan dalam batch setrilisasi dengan proses berkesinambungan memerlukan pengendalian
yang tepat, sehingga tidak ada bagian yang lepas dari keefektifan sterilisasi.
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

4/47

30/11/2014

sainstechstory

Radiasi Ionisasi (RPS 18 th : 1476)


Radiasi ionisasi digunakan untuk sterilisasi industri untuk alat-alat rumah sakit, vitamin, antibiotik,
steroid hormon dan transplantasi tulang dan jaringan dan alat pengobatan seperti alat untuk suntik
plastik, jarum, alat beda, tube palstik, pemotong, benang bedah dan cawan Petri. Radiasi ioniasasi
dapat menghasilkan perubahan dalam molekul organik yang dapat mempengaruhi kemujaraban sediaa
atau dapat menginduksi toksisitas. Radiasi produk juga dapat menghasilakn perubahan warna dan
kerapuhan beberapa wadah gelas dan bahan plastik.
Sterilisasi radiasi dapat dilakukan baik dengan radiasi elektromagnetil dan radiasi partikel. Radiasi
elektromagnetik dan energi photon, termasuk ultra dari bahan radioaktif seperti kobalt 60 atau
sesium 137 adalah yang paling sering digunakan sebagai sumber energi sterilisasi adhesi
elektromagnetik. Radiasi partikel atau molekul termasuk daftar partikel yang steril. Satu-satunya
sekarang yang digunakan untuk sterilisasi radiasi pada obat-obat rumah sakit dan laboratorium.
Bagaimanapun banyak prosedur sterilisasi industri manggunakan radiasi, termasuk penjelasan
singkatnya. Beberapa informasi mengenai efek sterilisasi ultraviolet juga dihadirkan.
Prinsip bermuatan negatif sepeti elektron yang berinteraksi langsung dengan bahan menyebabkan
ionisasi seperti elektron elektromagnetik menyebabkan ionisasi pada mekanisme yang bervariasi yan
menghasilkan perpindahan suatu orbital elektron dengan mekanisme jumlah tertentu dari energi yan
ditransfer dalam insiden sinar gamma. Perpindahan elektron ini kemudian bentindak sebagai partikel
beta dalam reduksi. Oleh sebab itu baik partikel maupun elektromagnetik, dipertimbangkan sebagai
radiasi ionisasi yang berbeda dengan radiasi sinar ultraviolet.
Kerugian penggunaan germisida radiasi sinar UV adalah penetrasinya terbatas, pada panjang
gelombang 253,7 nm, diserap oleh banyak bahan dan membuat penggumpalan organisme dan hal
tersebut dilindungi oleh debu dan puing-puing. Untuk menghindari aksi letal panggunaan radiasi sinar
UV sebagai cara sterilisasi tidak direkomendasikan lemak jika bahan-bahan yang diradiasi sangat
bersih dan bebas yang dapat melindungi mikroorganisme.

3. Uap Panas
A. Uap bertekanan
Penggunanaan uap bertekanan atau metode sterilisasi yang paling umum memuaskan dan efektif yang
ada. Ini adalah metode yang diinginkan untuk sterilisasi larutan yang ditujukan untuk infeksi pada
tubuh, pembawa pada sediaan mata, bahan-bahan gelas. Untuk penggunaan darurat, pakaian dan alat
kesehatan dan benda-benda karet. Kerugian yang paling prinsip dan penggunaan uap ini adalah
ketidaksesuaiannya untuk penggunaan pada bahan sensitiv terhadap panas dan kelembaban. Metode
ini tidak dapat digunakan untuk sterilisasi misalnya, produk yang dibuat dari basis minyak dan serbuk
Uap jenih pada 121oC mampu membunuh secara cepat semua bentuk vegetatif mikroorganisme hidup
dalam waktu 1 atau 2 menit. Uap jenuh ini dapat menghancurkan spora vegetatif yang tahan terhada
pemanasan tinggi. Keefektifan sterilisasi uap bertekanan tergantung pada 4 sifat dari uap jenuh
kering yaitu :
1. Suhu
2. Panas tersembunyi yang berlimpah
3. Kemapuan untuk membentuk kondensasi air
4. Kontraksi volume yang timbul selama kondensasi
Waktu yang dibutuhkan untuk mensterilkan larutan saat suhu 1210C selama 12 menit, ditambah wakt
tambahan untuk larutan dalam wadah untuk mencapai 121 C setelah termometer pensteril
menunjukkan suhu ini. Secara umum larutan dalam botol 100-200 ml akan membutuhkan kurang 5
menit botol 500 ml antara 10-15 menit.
4 sifat ini tersedia hanya pada level yang optimal. Ketika uap pada batas fase diantaranya dan
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

5/47

30/11/2014

sainstechstory

kondensasi pada temperatur yang sama. Hubungan minimum ditunjukkan pada gambar 7.5. Efek
sterilisasi uap sebagai fase yang berpotongan
Gambar 7.5

Semenjak uap pada tekanan atmosfer tidak pernah melebihi temperatur 1000C. Jika terbatasi dalam
chamber pada sebuah autoklaf temperatur meningkat sebagai peningakatan tekanan. Tabel 4.1
menunjukkan hubungan antara tekanan dan temperatur. Tekanan hanya mungkin dicapai pada
temperatur yang lebih tinggi. Tidak ada yang dilakukan dan membunuh uap properti juga penting
untuk mengingat bahwa hanya tekanan digunakan oleh uap adalah efektif. Tekanan udara tidak
efektif untuk alasan ini udara seharusnya diselesaikan dengan sempurna si autoklaf untuk
memastikan keefektifan sterilisasi uap dibawah tekanan membunuh bakteri dan spora dengan
mengkoagulasi protein dari badan bakteri. Dalam kehadiran uap koagulasi mengambil peranan pada
temperatur rendah daripada ketika panas. Udara kering digunakan untuk metode selanjutnya
kematian bakteri dihasilkan oleh proses oksidasi.
Panas tersembunyi (latent) dibentuk ketika pemanasan dilanjutkan setelah air dicapai pada
temperatur mendidih. Ini hanya setelah panas total penguapan air ditingkatkan sekitar 5 kali lipat.
Bentuk uap pada fase boundary (batas) mempunyai temperatur yang sama dengan air mendidh yang
dibentuk, tetapi itu mengandung sejumlah besar panas tersembunyi tanpa merendahkan tersedia
secara cepat ketika berkontak dengan permukaan yang lebih sejuk. Contohnya, sementara chamber
menerima penambahan 971 bta uap latent ke bentuk uapa pada tekanan atmosfer. Ketersediaannya
yang cepat ini relatif besar jumlah dari panas latent adalah faktor yang penting dalam efektifitasny
sterilisasi.
Tabel 4.1
TEKANAN TEMPERATUR WAKTU
10 lb 115,50C (2400F) 30 menit
15 lb 121,50C (2500F) 12 menit
30 lb 126,50C (2600F) 9 menit
Ketika uap kontak dengan material untuk disterilisasi, dia dipekatkan dan secara cepat ditransfer
panas latent ke permukaan bahan. Panas yang sensibel dari uap dikembalikan oleh kondensasi supaya
tidak ada temperatur rendah local dibawah kondensasi panas latent dan kondensasi menjadi sangat
penting pada sterilisasi yaitu membunuh mikroorganisme.
B. Uap panas pada 1000 C.
Uap panas pada suhu 1000 C dapat digunakan dalam bentuk uap mengalir atau air mendidih. Metode
ini mempunyai keterbatasan penggunaan uap mengalir dilakukan dengan proses sterilisasi bertingkat
untuk mensterilkan media kultur. Metode ini jarang memuaskan untuk larutan yang mengandung
bahan-bahan karena spora sering gagal tumbuh dibawah kondisi ini, bentuk vegetatif dari kebanyaka
bakteri yang tidak membentuk spora. Temperatur suhu titik mati bervariasi, tetapi tidak ada bentuk
non spora yang bertahan.
Dalam prakteknya, 2 metode uap mengalir digunakan, suatu perpanjangan pemaparan uap selama 2060 menit akan membunuh semua bentuk vegetatif bakteri tapi tidak akan menghancurkan spora.
Untuk meyakinkan penghancuran spora, sterilisasi berjeda yang juga disebut sterilisasi tidak
berlanjut. Penjedahan dan bertahap adalah tindalisasi digunakan. Dengan metode ini bahkan
dipaparkan pada uap mengalir pada periode waktu bervariasi dari 20-60 menit setiap hari selama 3
menit. Antara pemaparan bahan terhadap uap yang disimpan pada suhu kamar atau pada inkubator
pada 370 C. prinsip dari metode ini adalah pada saat waktu pertama kali pemaparan pada uap
membunuh bakteri vegetatif tapi tidak sporanya. Tapi pada saat bahan disimpan pada inkubator atau
pada suhu ruangan selam 24 jam, banyak spora akan tumbuh ke dalam bentuk vegetatif bentuk spora
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

6/47

30/11/2014

sainstechstory

yang telah tumbuh ini akan dimatikan pada pemanasan hari ke dua. Kesuksesan dari proses ini
tergantung pada spora yang berkembang ke bentuk vegetatif selama masa istirahat.
C. Pemanasan dengan bakterisida
Ini menghadirkan aplikasi khusus dari pada uap pans pada 1000 C. adanya bakterisida sangat
meningkatkan efektifitas metode ini. Metode ini digunakan untuk larutan berair atau suspensi obat
yang tidak stabil pada temperatur yang biasa diterapkan pada autoklaf. Larutan yang ditumbuhkan
bakterisida ini dpanaskan dalam wadah bersegel pada suhu 1000 C selama 20 menit dalam
pensterilisasi uap atau penangas air. Bakterisida yang dapat digunakan termasuk 0,5% fenol, 0,5%
klorbutanol, 0,2% kresol atau 0,002% fenil merkuri nitrat saat larutan dosis tunggal lebih dari 15 m
larutan obat untuk injeksi intratekal atau gastro intestinal sehingga tidak dibuat dengan metode ini.
D. Air mendidih
Penangas air mendidih mempunyai kegunaan yang sangat banyak dalam sterilisasi jarum spoit, penutu
karet, penutup dan alat-alat bedah. Bahan-bahan ini harus benar-benar tertutupi oleh air mendidih
dan harus mendidih paling kurang 20 menit. Setelah sterilisasi bahan-bahan dipindahkan dan air
dengan pinset yang telah disterilisasi menggunakan pemijaran. Untuk menigkatkan efisiensi
pensterilan dari air, 5 % fenol, 1-2% Na-carbonat atau 2-3% larutan kresol tersaponifikasi yang
menghambat kondisi bahan-bahan logam.

RPS 18 th : 1471
Panas lembab merupakan bentuk uap jenuh di bawah tekanan yang merupakan cara sterilisasi yang
paling banyak digunakan. Penyebab kematian dengan cara sterilisai panas terhadap lembab berbeda
dengan cara panas kering, kematian mikroorganisme oleh panas lembab adalah hasil koagulasi protein
sel, berbeda dengan cara panas kering, kematian mikroorganisme yang paling penting adalah proses
oksidasi.
USP menentukan sterilisasi uap sebagai penerapan uap jenuh di baeah teakana paling kurang 15 meni
dengan temperatur minimal 1210 C dalam jaringan tekanan. Bentuk yang paling sederhana dari
autoklaf adalah home preasure cooker.
PTM : 123
Pemanasan Kering
Panas kering pada temperatur lebih 1600 C efektif menghancurkan mikroorganisme hidup dengan
sebuah proses kehilangan kelembaban secara irreversible. Proses ini berjalan relatif lambat,
mengisyaratkan sedikitnya 1 jam pada suhu 160oC tetapi lebih cepat pada temperatur yang tinggi.
Panas kering ini sering merugikan beberapa produk.
Penerapan panas dengan keberadaan lembab lebih efektif untuk pembunuhan mikroorganisme
diisyaratkan 15 menit pada suhu 121oC.

RPS 18th : 1471


Pemanasan Kering
Beberapa bahan yang tidak dapat disterilkan dengan uap, paling baik disterilkan dengan panas kering
misalnya petrolatum jelly, minyak mineral, lilin, wax, serbuk talk. Karena panas kering kurang efisien
dibanding panas lembab, pemaparan lama dan temperatur tinggi dibutuhkan. Range luas waktu
inaktivasi dalam temperatur bervariasi telah diterapkan berdasarkan tipe indikator steril yang
digunakan, kondisi kelembaban dan faktor lain. Jumlah air dalam sel mikroba diketahui mempengaruh
resistensinya terhadap destruksi panas kering. Umumnya, ini diterima bahwa sel mikroba dalam
daerah yang betul-betul kering menunjukkan resistensi terhadap inaktivasi panas kering. Ini jelas
bahwa perhatian harus diberi untuk mendisain siklus sterilisasi panas kering untuk produk-produk
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

7/47

30/11/2014

sainstechstory

rumah sakit dan validasi sistematis sterilisasi dengan metode sterilisasi standar.
Oven digunakan untuk sterilisasi panas kering biasanya secara panas dikontrol dan mungkin gas atau
elektrik gas.
Beberapa waktu dan suhu yang umum digunakan pada oven :
1700C (3400 F) sampai 1 jam
1600C (3200 F) sampai 2 jam
1500C (3000 F) sampai 2,5 jam
1400C (2850 F) sampai 3 jam
B. Sterilisasi Secara Kimia
Parrot 280
Sterilisasi gas adalah cara menghilangkan mikroorganisme dengan menggunakan gas atau uap yang
membunuh mikroorganusme dan sporanya. Meskipun gas dengan segera berpotensi menyerap serbuk
padat. Streilisasi ini adalah fenomena permukaan dan mikroorganisme occluded dengan kristal akan
dibunuh. Sterilisasi gas digunakan dalam bidang farmasi unutk mensterilisasi bahan-bahan termolabi
Gas bakterisida yang paling sering digunakan adalah gas Etilen Oksida. Meskipun sterilisasi uap
merusak beberapa bahan dan dipindahkan dari bahan yang dicobakan melalui jalur sterilisasi. Gas ini
tidak inert dan kereaktivannya terhadap bahan yang disterilisasi antara lain : Tiamin, Riboflavin,
Streptomisin kehilanngan potensi dengan adanya etilen oksida.
Etilen oksida bereaksi sebagai bakterisida dengan alkilasi asam, amin, hidroksil dan gugus sulfhidril
dari protein dan sel enzim. Kelembaban dibutuhkan untuk etilen oksida berpenetrasi dan merusak se
Etilen oksida bersifat eksplosif ketika bercampur dengan udara. Sifat ini dapat dihilangkan dengan
menggunakan campuran etilen oksida dengan CO2. Carboxide 20 atau campuran etilen oksida
dengan hidrokarbon berfluoresensi.
Sterilisasi dengan gas berjalan lambat, waktu sterilisasi tergantung pada keberadaan kontaminasi,
kelembaban, temperature dan konsentrasi dari gas etilen oksida. Konsentrasi minimum adalah 450
mg/l pada tekanan 27psi.
Cara ini digunakan digunakan untuk mensterilkan obat serbuk seperti Penisilin, juga telah digunakan
unutk sterilisasi benang, plastik, tube. Penggunaan etilen oksida juga untuk sterilisasi akhir peralata
parenteral tertentu seperti kertas kraft dan lapisan tipis polietilen. Semprot aerosol etilen oksida
telah digunakan untuk mensterilkan daerah sempit dimana dilakukan teknik aseptik.
C. Sterilisasi Cara Mekanik (Scoville`s : 417)
Larutan dapat dibebaskan dari mikroorganisme vegetatif dan sporanya melalui filter bakteri. Filter
bakteri tidak dapat membebaskan larutan dari virus bagaimanapun alat ini tidak mengurangi jumlah
virus. Pada prinsipnya dengan absorbsi ke dalam dinding filter dan dengan menghilangkan partikel
kasar dari bahan yang mengandung virus.
Sterilisasi dengan filter bakteri digunakan untk larutan farmasetik atau bahan biologi yang
dipengaruhi oleh pemanasan. Berbeda dengan metode filtrasi lain, filter bakteri ditujukan untuk
fltrat bebas bakteri. Metode sterilisasi ini membutuhkan penggunaan teknik aseptic yang benar.
Sediaan obat yang disterilkan dengan metode ini membutuhkan penggunaan bahan bakteriostatik
kecuali diarahkan lain. Larutan yang ditujukan untuk injeksi intravena atau merupakan larutan dosis
tunggal intravena dengan volume lebih dari 15 ml tidak boleh ditambahkan bahan bakterisid. Parafin
cair dan minyak lain, tidak disterilkan dengan metode ini karena dapat meningnkatkan permeabilitas
dari filter terhadap bakteri. Unutk dapat membuat larutan bebas bakteri dan steril, digunakan filte
dengan berbagai tipe. Tipe ini termasuk filter yang terbuat dari silicon murni, porselin, asbes, dan
glass-fritted. Karena alat-alat ini mudah dibersihkan, filter Seitz yang menggunakan lapisan asbes
dan fliter fritted glass mungkin lebih berguna untuk farmasis. Yang kadang-kadang dubutuhkan untu
menyaring larutan dalam jumlah kecil.
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

8/47

30/11/2014

sainstechstory

Mekanisme filtrasi bakteri adalah kompleks. Meskipun ukuran pori filetr penting, tapi bukan itu saja
criteria untuk keefektifan filtrasi. Fliter dengan pori lebih kecil menghilangkan bakteri tetapi
beberapa filtrasi sangat lambat umtuk tujuan praktek. Dengan meningkatkan ketebalan filter lilin
memungkinkan untuk mencapai efisiensi filtrasi, tetapi nkerugiannya adalah bahwa kebanyakan bahan
aktif dari larutan dihilangkan dengan penyerapan oleh lilin. Bagaimanapun, dengan mengatur ukuran
pori dan ketebalan filter yang optimum, mungkin diperoleh filter yang efisien dan baik secara cepat.
factor lain dilibatkan dalam filtrasi bakteri termasuk keseimbangan permukaan antara bahan filter
dan bakteri dan larutan, suhu, tekanan yang digunakan, waktu filtrasi, muatan listril filter, pH bahan
yang difiltrasi, dan adsorbsi protein dan bahan lain.
Filter Seitz
Filter ini dibuat dari bahan asbes yang dijepit pada dasar wadah besi. Keuntungan utama dari filter
Seitz ini adalah lapisan filter dapat dibuang setelah digunakan dan masalah pembersihannya
berkurang. Efisiensi tergantung pada pengembang serat dari lapisan filter dari air. Karena larutan
alkohol pekat tidak membuat mengembang, filter ini tidak digunakan untuk mensterilkan larutan yang
mengandung alkohol dalam jumlah besar.
Filter ini mampu dengan volume dari 30 ml hingga lebih dari 100 ml. Kerugian pertama dari filter ini
adalah cenderung memberikan komponen magnesium pada filtrat. Bahan alkali ini dapat menyebabkan
konsentrasi pengendapan alkaloid bebas dari garamnya dan dapat menginaktifkan seperti insulin,
ekstrak pituari, epinefrin dan apomorfin. Hal ini dapat diatasi dengan perawatan pertama filter
dengan dibasahkan dengan HCl lalu dibilas dengan air.
Kerugian kedua dari seitz adalah permukaan serat pada lapisan filter membuat larutan tidak cocok
untuk injeksi. Ini dapat diatasi dengan menempatkan ayakan dari nilon atau sutra dibawah lapisan
filter sebelum menempatkan lapisan dalam filter, atau sebuah filter gelas fritted dapat ditempatka
pada saluran keluar untuk menghilangkan serat. Filter seitz ini juga cenderung untuk menghilangkan
bahan dari filtrat bahan adsorbsi.
Filter Swinny
Sebuah adaptasi dari filter seitz, filter swinny mempunyai adat terkhusus yang terdiri dari lapisan
hasbes, bersama dengan screen dan pencuci. Utamanya untuk digunakan filter swinny dibungkus
dengan kertas dan diotoklaf. Bagian yang dipasang dihubungkan pada spoit Luer-lola dan cairan
dimasukkan melalui disk asbes dengan menggunakan tekanan pada saluran spoit.
Filter Fritted-Glass
Filter fritted-glass disusun dari dasar serbuk, tombol bulat dari gelas digabung bersama dengan
penggunaan panas untuk menentukan sebelumnya ukuran dalam bentuk disk. Permeabilitas filter
barbanding secara tidak langsung dengan ukuran butiran. Setelah disk dibentuk, kemudian disegel
dengan pemanasan kedalam corong gelas pyrex dibentuk seperti corong buchner.
Filter fritted-glass yang baru harus dicuci dengan penghisap dengan HCl panas dan kemudian dibilas
dengan air sebelum digunakan. Filter dapat dibersihkan dengan membilasnya dengan air dibawah
tekanan. Jika air tidak dapat membersihkan filter, suatu konsentrasi larutan asam sulfat mengandun
1 % sodium nitrat dipanaskan pada suhu 80oC dapat digunakan. Filter fritted dirancang utamanya
untuk filtrasi vakum. Jika digunakan filtrasi dibawah tekanan, perbedaan maksimum pada diks harus
tidak boleh dari 15 pouns inci persegi (p.si).
Filter Berkefeld & Mandler
Tes bentuk tube filter pembanding ini, yang dihubungkan dengan dasar logam dan saluran keluar
tubuh adalah lama pada keduanya. Felter mandler dibuat dari silikat murni, asbes, dan kalsium sulfat
(gips dari paris) filter berkefeld terdiri dari silika murni. Kedua filter ini bermuatan negatif. Filter
ini tersedia dalam beberapa tingkatan porositas berdasarkan pada permeabilitas terhadap air, pada
berkefeld atau pada mandler berdasarkan pada jumlah tekana air dalam pons yang dibutuhkan untuk
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

9/47

30/11/2014

sainstechstory

mendorong udara melalui saluran keluar melawan air.


Saluran berkefeld dan mandler dibersihkan dengan menggunakan air destilasi melalui saluran dari
luar kedalam diikuti dengan menggosok bagian luarnya menggunakan sikat dalam aliran air. Saluran
berkefeld dan mandler dapat disterilkan dengan autoklaf pada 121oC selama 20 menit. Tabung harus
dibungkus dengan kain atau kertas secara langsung setelah dibilas dan saat masih basah sebelum
ditempatkan di autoklaf.
Selas Filter
Filter porselen buatan Amerika sekarang tersedia dengan nama selas filter porselen microporous.
Filter ini secara kimia inert, menjadi tahan terhadap semua larutan yang tidak menyerang silica.
Saluran gelas filter dapat dibersihkan dengan menggosoknya dengan sikat, dengan membilas,
pencucian, dengan menggunakan alkali atau detergen asam atau dengan pemanasan dalam tungku
dilaboratorium pada temperatur maksimum 1200oC dan dapat disterilkan dengan autoklaf.
Saluran Filter Chamberland Pasteur
Filter ini mempunyai bentuk yang mirip dengan berkefeld tetapi filter ini terbuat dari porselen
penyerap yang tidak berlapis dengan pori-pori kecil yang menghasilkan filtrasi yang lambat. Filter ini
dapat dibersihkan dan disterilkan dengan cara yang sama dengan yang digunakan untuk saluran
bekerfield.
Kesimpulan:
Metode Sterilisasi Prinsip Kerja Mekanisme Kerja Alat & Bahan
Sterilisasi Fisik
Panas Kering
- Panas Oven

- Penangas minyak dan lainnya

http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

10/47

30/11/2014

sainstechstory

- Pemijaran langsung

Panas Lembab
- Uap bertekanan

- Panas lembab pada 1000C

- Pemanasan dengan bakterisid

http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

11/47

30/11/2014

sainstechstory

- Air mendidih

Cara Bukan Panas


Sinar UV

Radiasi Pengionan

Memiliki sumber panas, mengandung pengatur suhu otomatis dan termometer, udara disirkulasi
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

12/47

30/11/2014

sainstechstory

olehsuatu penggerak aliran udara, mencapai suhu sterilisasi yang digunakan 1600C pada paling kurang
1 jam dan biasanya lebih dipilih 2 jam (scoville405)
Pada pemanasan dengan panas kering, panas ditransfer dengan memakai sistem konveksi dan
konduksi. Ini diperlukan agar lingkungan gas dapat berpindah selama benda disterilisasi (DOM
Martin 605)
Dengan mencelupkan alat dan bahan yang akan disterilkan ke dalam penangas yang berisi minyak
mineral pada suhu 1620C. Larutan jenuh panas dari natrium dan amonium klorida dapat digunakan
sebagai pensterilisasi (Scoville407).
Dalam beberapa kasus bagian yang bercahaya dari api langsung harus dipaparkan pada tiap bagian
paling tidak 20 detik ( Scoville 407)

Ketika uap panas memasuki autoklaf, ia mengisi area bagian atas dari ruangan dan menekan udara
pada bagian bawah dan mendorongnya keluar melalui pipa atau tempat pembuangan udara. Waktu yan
dibutuhkan kurang lebih 12 menit pada suhu 1210C (Scoville 408)
Udara ditarik melalui penyiapan vakum pada 15 mmHg ( tekan absolut). Udara sisa/ residu setelah
pengvakuman penting/ utama telah siap ditampung (DOM Martin 600)
Periode awal pada permukaan untuk uap panas membunuh sel vegetatif bakteri tetapi tidak sporanya
Panas lembab pada 1000C dapat menggunakan 2 bentuk aliran uap panas dan air mendidih
(Scoville412)
Larutan ditambahkan bakterisid dan dipanaskan dalam wadah bersegel pada suhu 1000C selama 30
menit dalam pensteril uap panas atau waterbath (Scoville 413)
Alat dan bahan direndam pada air mendidih dan mendidih setelah 20 menit, Setelah mendidih
diangkat dengan gunting tang yang telah disterilkan dengan pemanasan( Scoville 413)

Sinar yang bersifat membunuh mikroorganisme (germisida) diproduksi oleh lampu merkuri yang
dipanaskan secara ekslusif pada 2537 (Lachman628)

Sumber radiasi UV adalah lampu uap merkuri bertekanan rendah. Kemampuan dari sejumlah kecil
lampu uap merkuri cenderung dapat membuat sterilisasi UV(DOM Martin 618)

Sterilisasi produk harus diselenggarakan dalam sterilisasi batch dengan proses berkesinambungan
memerlukan pengendalian yang tepat, sehingga tidak ada bagian yang lepas dari keefektifan
sterilisasi (Lachman628)
Sterilisasi radiasi dapat dilakukan dengan baik radiasi elektromagnetik dan energi photon, termasuk
ultra dari bahan radioaktif seperti Co-60 atau sesium -137 ( RPS 18th1476)
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

13/47

30/11/2014

sainstechstory

Sumber radioisotop sinar memiliki daya penetrasi tinggi daripada elektron dan mudah dikontrol
(DOM Martin 608)
Mikroorganisme dibunuh melalui proses oksidasi (Scoville405)

Panas kering menghancurkan mikroorganisme melalui mekanisme oksidasi. (DOM Martin 603)

Minyak bereaksi sebagai lubrikan untuk menjaga alat tetap tajam dan dan untuk memelihara cat
penutup (Scoville 407)

Panas uap bertekanan membunuh mikroba dengan koagulasi protein dari tubuh bakteri (Scoville 408

http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

14/47

30/11/2014

sainstechstory

Denaturasi protein pada tubuh mikroba. (DOM Martin 599)

Ketika benda disimpan pada suhu kamar selama 24 jam, sebagian akan berubah menjadi bentik
vegetatifnya. Ini akan matikan ketika dipanaskan pada hari ke-2 ( Scoville 412)
Menggunakan zat-zat bakterisid yang dapat membunuh bakteri. Biasanya menggunakan 0,5 % fenol
0,2 % clorokresol atau 0,002% fenil merkuri nitrat (Scoville413)
Menghambat korosi dari alat-alat logam (Scoville 414)

Ketika UV melewati bahan, energi bebas ke elektron orbital dalam atom-atom dan mengubah
kereaktivannya. Ketika eksitasi dan perubahan aktivitas asam-asam utama terjadi dalam molekulmolekul m.o atau itu mati atau tidak dapat berproduksi. Pengaruh utamanya mungkin pada asam
nukleat sel. (Lachman628)
Keefektifan dari radiasi UV pada panjang gelombang 2400-2800 menghancurkan m.o disebabkan
oleh koefisien absopsi tinggi dari beberapa substansi seperti protein dan asam nukleat untuk energi
sinar ini. (DOM Martin617)
Menghancurkan m.o dengan menghentikan reproduksi sebagai hasil mutasi letal. Mutasi ini dapat
disebabkan karena transformasi radiasi menjadi molekul penerima pada sinar X (lachman 628)

Elektron yang berinteraksi langsung dengan bahan menyebabkan ionisasi seperti elektron
elektromagnetik menyebabkan ionisasi pada mekanisme yang bervariasi yang menghasilkan
perpindahan suatu orbital elektron dengan mekanisme jumlah tertentu dari energi yang ditransfer
dalam insiden sinar (RPS 18th1476)
Merusak bahan inti atau merusak struktur sitoplasma (DOM Martin607)

Minyak lemak, parafin, vaselin kuning, parafin cair, gliserin, propilen glikol, serbuk stabil seperti talk
kaolin, dan ZnO. Alat-alat gelas dan alat bedah. (Scoville404)
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

15/47

30/11/2014

sainstechstory

Cawan petri, tube, alat pemotong yang tajam, spoit dan jarumnya, minyak dan salep, vaselin tipis atau
ayakan (DOM Martin 605)

Bahan kimia stabil dalam ampul bersegel, alat-alat bedah. (scoville 407)

Spatula logam, filter logam bekerfield, jarum logam dan kawat, papan salep, lumpang dan alu
(Scoville407)

Lar. Injeksi, pembawa sediaan mata, alat-alat gelas untuk keadaan darurat pakaian dan alat bedah,
benda dari kertas ( Scoville 408)

Botol dan kaleng, beberapa tipe kateter dari karet, alat-alat gelas dan perkakas, popok, sarung
tangan karet, alat-alat bedah, atas panci, sikat, dan spoit dan jarum (DOM Martin600)
Larutan yang mengandung bakterisi, jarum dan poit, ampul, dan botol ( Scoville 413)

Larutan borat atau suspensi obat yang tidak stabil pada suhu autoklaf (Scoville 413)

Spoit dan jarum, tube karet, sumbat penutup, dan alat-alat bedah (Scoville 413)

http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

16/47

30/11/2014

sainstechstory

Mengurangi kontaminasi dari udara dan dari lingkungan (Lachman628)

Produk makanan, bahan pembungkus, daerah pengerjaan, dan penghancuran bakteri/organisme tahan
udara (anaerob). (DOM Martin617)

Alat-alat rumah sakit, vitamin, antibiotik, steroid hormon, dan transplantasi tulang dan jaringan, alat
pengobatan seperti alat suntik plastik, jarum, alat bedah, tube plastik, katter, benang bedah, da
cawan petri ( RPS 18th 1476)

Alat suntik plastik, disposible,jarum suntik, sarung tangan, lubrikan, kateter, alat penahan darah
(DOM Martin608)
II.1.6 Keuntungan dan kerugian metode sterilisasi
a. Sterilsasi metode fisika
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

17/47

30/11/2014

sainstechstory

Sterilisasi Panas Kering


Keuntungan :
1. Dapat digunakan untuk membunuh spora dan bentuk vegetatifnya dari semua mikroorganisme
(Lachman Industri 1263)
2. Umumnya digunakan untuk senyawa-senyawa yang tidak efektif disterilkan dengan uap air panas
(Ansel 413)
3. Metode pilihan bila dibutuhkan peralatan yang kering atau wadah yang kering seperti pada zat
kimia kering atau larutan bukan air (Ansel 414).
Kerugian :
1. Hanya digunakan untuk zat-zat yang tahan penguraian pada suhu diatas kira-kira 140oC (Lachman
Industri 1263)
2. Karena panas kering efektif membunuh mikroba dengan uap air panas, maka diperlukan temperatu
yang lebih tinggi dan waktu yang lebih panjang (Ansel 413)
Sterilisasi Uap Panas
Keuntungan :
1. Adanya uap air dalam sel mikroba menimbulkan kerusakan pada temperatur yang relatif rendah
daripada tidak ada kelembaban (Ansel412)
2. Metode ini digunakan untuk sediaan farmasi dan bahan-bahan yang dapat tahan terhadap
temperatur yang digunakan dan penembusan uap tetapi tidak timbul efek yang tidak dikehendaki
akibat uap air (Ansel :413)
3. Sel bakteri dengan kadar air besar umumnya lebih mudah dibunuh (Ansel : 413)
4. Dipergunakan untuk larutan jumlah besar, alat-alat gelas, pembalut operasi dan instrument (Ansel
:413)
5. Dapat membunuh semua bentuk mikroorganisme vegetatif (Scoville`s:408).
Kerugian :
1. Tidak digunakan untuk mensterilkan minyak-minyak lemak, sediaan berminyak dan sediaan yang
tidak dapat ditembus oleh uap air atau pensterilan serbuk terbuka yang mungkin rusak oleh uap jenu
(Ansel413)
2. Spora-spora yang kadar airnya rendah, sukar dihancurkan (Ansel413)

b. Sterilisasi Gas
Keuntungan :
1. Beberapa senyawa yang tidak tahan terhadap panas dan uap dapat disterilkan dengan baik dengan
memaparkan gas etilen oksida atau propilen oksida bila dibandingkan dengan cara lain (Ansel :416)
2. Dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme dan spora lain (Parrot : 280).
Kerugian :
1. Gas-gas (etilen dan propilen oksida) mudah terbakar bila tercampur dengan udara (Ansel :417)
2. Tindakan pengemasan yang lebih besar diperlukan untuk sterilisasi dengan cara ini daripada denga
cara lain karena waktu, suhu, kadar gas dan kelembaban jumlahnya tidak setegas seperti pada
sterilisasi panas kering dan lembab panas (Ansel :417)
3. Gas-gas sulit hilang dan kebanyakan bahan-bahan setelah pemaparan (Lachman Industri :1283)
4. Iritasi jaringan dapat terjadi jika etilen oksida tidak dihilangkan sama sekali, sifat karsinogenik
dan mutagenik dari etilen oksida dari sisa-sisa pada bahan yang digunakan pada manusia (Lachman
Industri1285)
5. Waktu siklus untuk sterilisasi dengan etilen oksida agak lama (Lachman :1286).
c. Sterilisasi Dengan Penyaringan
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

18/47

30/11/2014

sainstechstory

Keuntungan :
1. Penyaringan dapat digunakan untuk memisahkan partikel termasuk mikroorganisme dari larutan
tanpa menggunakan panas (Lachman Industri :1285)
2. Saringan tidak harus mengubah larutan/gas segala cara (Lachman Ind1265)
3. Tidak menghilangkan bahan yang diinginkan atau membawa komponen yang tidak diinginkan
(Lachman Industri :1265)
4. Kecepatan penyaringan sejumlah kecil larutan, kemampuan untuk mensterilkan secara efektif
bahan tahan panas (Ansel :416)
5. Peralatan yang digunakan relatif tidak mahal dan mikroba hidup dan mati serta partikel-partikel
lengkap semua dihilangkan dari larutan (Ansel :416).
Kerugian :
1. Penyaringan cairan dengan volume besar akan memerlukan waktu yang lebih lama terutama bila
cairan kental dibandingkan dengan bila memakai cara sterilisasi lembab panas (Ansel : 414).
2. cara ini diharuskan menjalani pengawasan yang ketat dan memonitoring karena efek hasil
penyaringan dapat diperngaruhi oleh banyaknya mikroba dalam larutan (Ansel : 414).
3. Filter bakteri tidak efektif menghilangkan virus dari larutan (Scovilles:419).
4. Muatan dalam pH yang sesuai yang bersifat alkali menyebabkan kerusakan filter dan partikel yang
kecil pada filter merupakan masalah yang khusus (Scovilles: 419)
5. Tiap kebocoran yang mungkin terjadi pada sistem ini menyebabkan kerusakan pada bagian luar
tanpa kontaminan filtrat yang steril (Lachman:1282-1283 )
6. Kesulitan mempertahankan kondisi aseptis seperti merupakan masalah besar sehubungan dengan
sterilisasi melalui penyaringan (Lachman Industri: 1283 ).

11. Keuntungan dan Kerugian Salep Mata


I. Keuntungan
RPS 18th : 1584, 1587
- Salep mata umumnya biovalailabilitas yang lebih besar dibandingkan larutan berair. Karena waktu
kontak obat yang lebih lama dan diperpanjang dan absorpsi obat ditingkatkan.
- Dari tempat kerjanya yaitu bekerja pada kelopak mata, kelenjar sebasea, konjungtiva, kornea dan
iris.
SDF : 368
Salep mata dapat mempertahankan kontak lama dengan mata.
RPS 18th :
Ansel 563
Penambah waktu hubungan antara obat dengan mata, waktu kontak antara obat dengan mata 2-4 kali
lebih besar apabila dipakai salep dibandingkan larutan garam
Kesimpulan :
1. Waktu kontak antara obat dengan mata lebih lama
2. Bioavailabilitas obat lebih besar
3. Tempat kerjanya lebih banyak daripada tetes mata yaitu pada kelopak mata, kornea, iris, kelenjar
sebasea, dan konjungtiva.
4. Tidak mudah tercuci air mata
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

19/47

30/11/2014

sainstechstory

II. Kerugian Salep Mata


a. RPS 18th : 1585
- Onset dan waktu puncak absorpsi lebih lama
- Variasi dosis besar
b. RPS 16th 1502
Pada sisi negatif, salep mata cenderung membentuk lapisan pada mata dan menyebabkan pandangan
kabur. Salep mata mengganggu bila normal dapat menyebabkan masalah-masalah pencampuran antara
pembawa salep dengan cairan mata dan termasuk tambahan parameter partisi untuk obat antara
salep dengan lapisan air mata.
c. Modern Pharmaceutical E-book
Kerugian penggunanan salep mata adalah penggunaan bahan berminyak dan pengaburan penglihatan
yang dihasilkan. Umumnya digunakan sebagai terapi adjuntif pada malam hari, dengan penggunaan
tetes mata.
d. Ansel 563
Salah satu kekurangan bagi salep mata adalah kaburnya pandangan yang terjadi begitu dasar salep
meleleh dan menyebar melalui lensa mata.
Kesimpulan :
1. Onset dan waktu absorpsi lebih lama
2. Variasi dosis besar
3. Kaburnya pandangan yang terjadi ketika salep mata dioleskan
4. Ada kecenderungan pencampuran antara pembawa salep dan cairan mata
12. Anatomi dan Fisiologi Mata
DOM King : 141
Mata adalah organ untuk melihat. Bola mata terletak dalam lubang tengkorak dan dialasi oleh lemak
dan jaringan penghubung. Bagian anterior terpapar dan terdiri dari kornea yang transparan, sklera
yang opak dan membran konjungtiva. Bola mata dilindungi oleh kelopak mata dan alis.
Kulit dari kelopak mata lebih tipis daripada kulit bagian tubuh yang lain. Ini tentu saja mempermudah
kelopak mata untuk membuka dan menutup. Permukaan kedua bagian dalam kelopak mata ditutupi ole
perluasan membran seperti membran konjungtiva yang menutupi sklera.
Sekresi kelenjar kelopak air mata memberikan perlindungan mata dengan membantu melindungi
kehilangan cairan. Sekresi kelenjar meibomian adalah lipoidal dan membentuk bagian lapisan air mata
pada prekornea. Sekresi meibomian juga membantu aliran air mata dari tepi ke kelopak mata.
Permukaan kelopak mata bagian dalam membentuk cul de sac, terbagi atas formix superior dan
inferior.
Kornea adalah lensa pertama dalam sistem optalmik mata. Secara anatomi kornea adalah struktur
multilayer, tidak mengandung pembuluh darah tetapi kaya akan saraf sensorik. Kornea terdiri dari
tiga lapisan utama yaitu epithelium luar dan epitelium dalam yang kaya akan lemak, dan stroma tenga
yang hidrofilik. Jaringan kornea biasanya mengandung air 75-80%. Keseimbangan air kritis terhadap
integritas kornea.
Kornea normal seluruhnya devoid aliran darah. Kekurangan vaskuler ini mungkin untuk perbaikan
jaringan kornea normal yang rapat dan tinggi. kornea dan juga konjungtiva, namun demikian disuplai
banyak oleh reseptor nyeri pada ujungnya. Sesungguhnya kornea adalah salah satu daerah pada tubu
yang paling sensitif.
Kornea tak berpembuluh darah tergantung pada permeabilitas nutrisinya. Oksigen dan bahan-bahan
lain diserap dari lapisan air mata dan cairan lain. Permeabilitas kornea juga faktor utama dalam
penyerapan obat untuk penggunaan mata.
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

20/47

30/11/2014

sainstechstory

Sisanya, penampakan "mata putih" dibuat dari yang rapat, opak, sklera fibrous dengan penutupnya
membran konjungtiva. Membran konjungtiva menutupi permukaan luar sklera dan membentang
permukaan dalam kelopak mata. Membran hanya kehilangan sambungan ke bola mata, memberikan
kebebasan pergerakan, dengan pengangkatan membrane, injeksi subkonjungtival obat dapat
digunakan.
Cairan air mata adalah cairan yang lebih kompleks yang terbuat dari elektrolit, protein, karbohidrat
enzim lisozim dan asam organik. Total padatan sekitar 1,8%.
Cairan lakrimal terdiri dari kelenjar lakrimal dan sekresi kelenjar mukus dari konjungtiva. pH air
mata kira-kira 7,4 dengan range 7,3-7,7. Konsentrasi osmotik yang sama dengan 0,9% NaCl.
Permukaan mata dilapisi dengan lapisan air mata. Ini adalah lapisan ketiga dari komposisi yang sangat
berbeda. Lapisan terdalam dari lapisan mata terbuat dari bahan yang dikeluarkan dari sel goblet
konjugtiva. Bagian luar adalah lapisan ketiga yang superficial yang terbuat dari sekresi meibomian
lipoid. Lapisan tengah, 6,5-7 m tebal, terbuat dari cairan air mata.
Total volume cairan mata adalah kecil, tetapi kecepatan pergerakannya adalah signifikan. Kira-kira
7L, cairan lakrimal kontak dengan kornea dalam beberapa waktu kecepatan pergerakan kira-kira 1
L/menit pada mata manusia. Normalnya, mata mengandung 10 L cairan mata dan beberapa keluar
mengalir dengan cepat dari mata melalui sistem pengairan lakrimal. Regular rubber bulb dropper ata
penetes tipis khusus dalam wadah plastik adalah maksud utama untuk penggunaan larutan mata.
Volume satu drop/tetes dari maksud ini biasanya 25-50 L. oleh karena itu banyak larutan obat
digunakan pada mata dengan segera hilang dengan cairan dari cul de sac. Kecepatan larutan melalui
sistem drainase lakrimal juga meningkatkan volume larutan. Volume lebih kecil (10 L) lebih pekat
obatnya akan mungkin memberikan bioavailabilitas yang lebih baik daripada volume besar (50L) dari
larutan yang mengandung 1/2-1/3 konsentrasi dari obat yang sama.

Gambar AnatomiMata

RPS 18th 1581


Mata manusia adalah subjek yang menarik untuk pemberian topikal obat. Dasar ini dapat ditemukan
dalam susunan anatomi dari jaringan permukaan dan dalam permeabilitas kornea. Tindakan
perlidnungan dari kelopak mata dan sistem lakrimal adalah seperti penghilangan dengan cepat dari
bahan yang dimasukkan kedalam mata, kecuali bahannya bervolume kecil dan secara kimia dan
fisiologis dapat bercampur dengan jaringan permukaan.
Kelopak Mata
Kelopak mata memiliki 2 tujuan : perlindungan mekanik terhadap bola mata dan mensekresikan suatu
cairan optimum untuk kornea. Kelopak mata dilicinkan dan dijaga kandungan airnya oleh sekret
kelenjar lakrimal dan dikhususkan pada sel-sel yang terletak pada konjungtiva bulbar. Ruang
penyokong memiliki bentuk tipis yang terpisah secara langsung lewat didepan bola mata, dengan
perluasan kantong menaik dan menurun. Kantong-kantong tersebut disebut ruang superior dan
inferior serta semua tempat, cul-de-sac. Celah antara kelopak mata disebut celah palbebra.
Bola mata
Dinding bola mata manusia (bulbus, bula) disusun atas tiga lapisan konsentris :
a. Lapisan fibrous luas
b. Lapisan vaskular tengah sistem uvea atau traktus uveal, mengandung koroid, badan siliar dan iris
c. Lapisan saraf retina
Lapisan terluar kuat, dapat disentuh dan sedikit longgar. Pada bagian depan, bagian yang menghadap
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

21/47

30/11/2014

sainstechstory

keluar. Struktur halus pada lapisan terluar sangat tertaur dan kandungan airnya sangat seksama
diatur sehingga bertindak sebagai jendela yang jernih dan trasnparan (kornea). Ini mencegah
pembuluh darah. Diatas 2/3 dari selaput serat yang tersisa nampak buram (bagian putih dari mata)
dan disebut sklera. Sklera mengandung mikrosirkulasi yang memberikan nutrisis jaringan pada bagian
atas anterior dan biasanya putih kecuali ketika terjadi iritasi dan dilatasi pembuluh darah
Ruangan bola mata adalah suatu alat optik yang menyebabkan penampakan yang terbalik diperkecil
yang terbentuk pada retina, yang mana merupakan membran tipis yang tembus cahaya. Secara
berurutan alat optik terdiri dari : kornea, pupil, lensa kristal dan retina, dengan lapisan cairan yang
jernih atau bahan seperti gel yang terjepit antara struktur yang padat. Pupil, lubang bulat dalam
suatu bagian membran kontraktil (disebut iris), bertindak sebagai fungsi penampakan dari sistem.
Lensa kristal adalah suatu unsur retraktif dengan kemampuan fungsi yang dikontrol dan didukung
oleh suatu jaringan otot dalam badan siliar. Koroid adalah metabolit yang mendukung retina
Fungsi optikal dari mata harus stabil secara dimensi yang mana dilakukan oleh sebagian selaput bagia
luar, keefektifannya adalah suatu faktor penstabil pada tekanan intraokuler, yang mana akan
mengeluarkan tekanan yang sama pada jaringan disekitarnya. Tekanan intraokuler ini menghasilkan
produksi cairan spesifik yang mantap, cairan homur yang asli dari proses siliar dan mata menjadi
sistem yang berbeli-belit dari kanal alirannya. Tahanan yang ditemui selama pelewatan dan kecepata
pembentukan cairan merupakan faktor utama yang menentukan tingkat tekanan intraokular. Sebagai
tambahan untuk fungsi mekanis hidronya, cairan humor bertindak sebagai carrier nutrient, substrat
dan metabolit untuk jaringan ovaskular mata. Tulang pada rangka juga mendukung bentuk yang
mendekati piramid yang ditempati oleh bola mata, disebut orbit
Konjungtiva
Membran konjungtiva menutupi permukaan terluar dari bagian putih mata dan bagian dalam dari
kelopak mata. Pada kebanyak tempat terikat dengan longgar dan dengan demikian memungkinkan
gerakan bebas dari bola mata. Ini memungkinkan pemberian injeksi subkonjungtival kecuali untuk
kornea, konjungtiva merupakan bagian terluar dari mata
Sistem lakrimal
Permukaan konjungtiva dan kornea ditutupi dan dilicinkan oleh suatu lapisan air yang disekresi oleh
kelenjar lakrimal dan konjungtiva. Sekresi dari kelenjar lakrimal, air mata, diantara ke beberapa
duktus kecil ke dalam formix konjungtiva, sekretnya jernih, berair, mengandung berbagai garamgaram, glukosa, komponen organik lainnya, sekitar 0,7 % protein dan enzim lisosom. Bagian kelenjar
lakrimal dikondisikan pada fornix konjungtiva. Sekretnya cocok untuk meleicinkan dan membersihkan
dibawah kondisi biasa dan untuk mempertahankan lapisan tipis berair yang menutupi kornea dan
konjungtiva (lapisan prekorneal). Lapisan protein musin dari lapisan khususnya penting dalam
mempertahankan stabilitas dari lapisan. Kelenjar lakrimal utama disebut memerankan hanya pada
fungsi yang khusus. Kelenjar sebaseus terdapat pada kelopak mata mensekresi cairan berminyak yan
membantu mencegah air mata yang berlebihan pada tepi kelopak dan mengurangi penguapan
permukaaan yang terpapar pada mata dan menyebar diatas lapisan air mata
Kedipan mata membantu lapisan cair dengan menekan lapisan tipis dari cairan didepan tepi kelopak
mata pada saat keluar bersama-sama. Kelebihan cairan menuju ke penampungan lakrimal, suatu
daerah segitiga kecil terhampar pada sudut bagian paling dalam dari kelopak mata. Kulit kelopak mat
tipis dan dapat terlipat dengan mudah, sehingga memberikan pembukaan yang cepat dan penutupan
pada celah palpebral. Gerakan kelopak mata termasuk penyempitan celah palpebral dalam suatu
kantong mata, seperti tindakan chantus lateral melewati chantus (chant : sudut dimata bertemu). In
akan membantu transport atau gerakan cairan melewati bagian lakrimal
Lapisan Prekorneal
Kornea harus basah untuk menjadi permukaan mata yang memadai, ketika kurang basah kornea
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

22/47

30/11/2014

sainstechstory

kehilangan permukaannya yang halus dan sifat transparannya. La[isan prekorneal, bagian dari larutan
air mata, memberikan kelembaban yang penting pada permukaan. Sifat dari lapisan prekorneal
tergantung dari kondisi epitel kornea. Lapisan tersebut bercampur dengan sediaan mata berair dan
lipid, disusun dari lapisan lipid tipis terluar. Lapisan berair yang tebal ditengah dan suatu lapisan
mukoid tipis bagian dalam. Hal ini diperbaharui pada setiap kediapan dan ketika berkedip mengalami
tekanan, baik oleh obat atau secara mekanik, akhirnya akan mengering pada potongannya. Ini
memperlihatkan tidak berpengaruhnya penambahan konsentrasi hingga 2 % NaCl terhadap cairan
konjungtiva. pH dibawah 4 atau diatas 9 akan menyebabkan kekacauan lapisan. Lapisan ini
mempengaruhi gerakan lensa kontak dan terbentuk cepat dengan mudah pada gelas daripada plastik
Kornea
Kornea tebalnya 0,5 1 mm terdiri dari struktur berikut (dari depan ke belakang) :
1. Epitel kornea
2. Substantia propia (stroma)
3. Endotel kornea
Kornea transparan untuk mendifusikan cahaya secara luar biasa, besarnya cahaya karena susunan
tegak lurus dari sel dan serat dan karena tidak adanya pembuluh darah. Pengaburan kornea mengkin
satu dari beberapa faktor termasuk tekanan bola mata sebagai glaukoma jaringan bebas luka karen
dilukai, injkesi atau kekurangan O2 atau kelebihan air seperti yang dapat terjadi karena pemakaian
kontak lensa.
Gambar Anatomi Mata
Modern Pharmaceutics 492
Gambar Anatomi dan Sistem Lakrimal

Tabel 1 Struktur anatomi dari mata


Konjungtiva
Sac konjungtiva inferior
Sac konjungtiva superior
Kornea
Epitelium
Membrane Bowmans
Stroma (substansia propia)
Membran Descemet
Endotelium
Ruang anterior
Sudut ruang anterior
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

23/47

30/11/2014

sainstechstory

Kanal Schlemm
Ruang Fontana Iris
Uvea
Ruang posterior
Zonules dari Zinn
Lensa
Vitreous humor
Kapsul Tenon
Retina
Badan Siliar (zone)
Kelenjar Meibomian
Ruang Posterior
Ruang Vitreous

Kesimpulan:
Anatomi mata:
1. Bola mata tersusun atas
- Lapisan luar
a. Otot-otot oblik berfungsi untuk menggerakkan mata
b. Sklera berfungsi melindungi mata
c. Konjungtiva berfungsi sebagai selaput lendir yang melapisi sisi dalam kelopak mata serta menutup
bagian depan sklera.
- Lapisan tengah (khoroid) berfungsi sebagai pembentuk iris yang berlubang di tengahnya, atau
disebut pupil(manik) mata.
- Lapisan dalam
a. Kornea berfungsi melindungi struktur halus di belakangnya dan membantu memfokuskan bayangan
pada retina.
b. Iris berfungsi mengendalikan cahaya yang masuk ke dalam mata.
c. Pupil berfungsi sebagai celah masuknya cahaya guna mencapai retina.
d. Lensa berfungsi sebagai organ fokus utama yang membiaskan berkas-berkas cahaya dari bendabenda yang dilihat menjadi bayangan yang jelas pada retina.
e. Vitreus humor berfungsi memberi bentuk dan kekokohan pada mata, serta mempertahankan
hubungan antara retina dengan selaput khoroid dan sklerotik.
f. Retina berfungsi menghantarkan impuls saraf dari luar menuju diskus optik.
2. Alis berfungsi melindungi mata dari sinar matahari yang kelewat terik.
3. Kelopak mata
- Bulu mata berfungsi melindungi mata dari debu dan cahaya

13. Mengapa salep mata harus steril


SDF 359
Steril harus merupakan syarat yang paling penting. Larutan mata yang dibuat dapat membawa banyak
mikroorganisme, ini khususnya berbahaya untuk penggunaan produk-produk nonsteril pada mata saat
kornea terkena. Bahan epartikulat dapat mengiritasi mata menghasilkan ketidaknyamanan pada
pasien.
RPS 18th : 1583
Pseudomonas auruginosa (Bacillus pyocyaneus, Pseudomonas pyocyanea, Blu pas bacillus). Ini
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

24/47

30/11/2014

sainstechstory

merupakan mikroorganisme berbahaya dan opurtunis yang tumbuh baik pada banyak kultur media dan
menghasilkan toksin dari produk antibakteri. Cenderung untuk membunuh kontaminan lain dan
membiarkan Pseudomonas aeruginosa untuk tumbuh pada kultur murni. Bacillus gram negative juga
tumbuh pada sediaan mata yang menjadi sumber infeksi serius pada kornea. Ini dapat menyebab
antimikroba akan kehilangan penglihatan pada 24-48 jam. Pada konsentrasi yang ditoleransi oleh
jaringan mata menunjukkan bahwa semua zat antimikroba didiskusikan pada bagian berikut dapat
tidak efektif melawan beberapa strain dari aeruginosa ini.
Prescription : 181
Jika suatu anggapan bahwa batasan mekanisme pertahanan mata menjelaskan dengan sendirinya
bahan sediaan mata harus steril. Air mata tidak mengandung antibody atau mekanisme untuk
memproduksinya. Mekanisme utama untuk pertahanan melawan infeksi mata adalah aksi sederhana
pencucian dengan air mata dan suatu enzim yang ditemukan dalam air mata (Lizosim) yang mempunya
kemampuan menghidrolisa selubung polisakarida dari beberapa mikroorganisme. Satu dari
mikroorganisme yang tidak dipengaruhi oleh lizosim yakni yang paling mampu menyebakan kerusakan
mata yaitu Pseudomonas aeruginosa . Infeksi serius yang disebabkan mikroorganisme ini ditunjukkan
dengan suatu pengujian literature klinis yang penuh dengan istilah-istilah seperti enukleasi mata dan
transplantas kornea. Penting untuk dicatat bahwa ini bukan mikroorgnisme yang jarang namun juga
ditemukan pada saluran intestinal, kulit normal manusia dan dapat sebagai kontaminan di udara.
DOM Martin :892
Jika lapisan epitel sesekali rusak, mata tidak aka nada pertahanan dan organism memasuki kornea
secara bebas dan menyebabkan infeksi. Satu organisme yang sangat berbahaya dan mikroorganisme
opurtunis yang sebenarnya tumbuh dalam kornea lebih baik dari semua media lain yang dikenal adalah
P.aeruginosa. Oleh karena itu, ada 2 standar untuk sediaan mata yang direkomendasikan :
Untuk mata yang bagian epitel kornea belum rusak, larutan steril dikemas dalam wadah dosis ganda
untuk penggunaan dirumah menggunakan penetes tunggal, sedangkan dalam klinik dokter dipisahkan
penetes steril untuk tiap pasien.
Untuk bagian epitel kornea yang telah rusak, digunakan unit kecil yang mengandung larutan steril
untuk penggunaan pasien tunggal.

Kesimpulan :
Jika lapisan epitel kornea rusak maka mikroorganisme dapat masuk secara bebas dan akhirnya dapat
menyebabkan infeksi. Namun, air mata tidak mengandung antibody atau mekanisme untuk
memproduksinya. Mekanisme sederhana untuk melawan infeksi mata adalah melalui pencucian dengan
air mata dan dengan adanya enzim dalam air mata yaitu lizosim. Namun ada satu mikroorganisme yan
tidak dapat di pengaruhi oleh enzim lizosim tersebut, sehingga mikroorganisme ini dapat
menyebabkan infeksi dan parahnya dapat menyebabkan kebutaan 24-48 jam. Sehingga untuk sediaan
mata haruslah steril untuk bisa mengatasi hal tersebut.

14. Cara pembuatan salep mata


FI III : 20
Bahan obat ditambahkan sebagai larutan steril adalah sebagai serbuk steril termikronisasi pada
dasar salep, hasil akhir dimasukkan secara aseptis dalam tube steril. Bahan obat dan dasar salep
disterilkan dengan cara yan cocok.
Scovilles : 357
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

25/47

30/11/2014

sainstechstory

Salep mata dibuat dengan menggunakan salah satu dari 2 metode berikut:
Jika bahan obat larut dalam air dan membentuk larutan stabil maka bahan obat dilarutkan dalam
jumlah minimum air untuk injeksi. Larutan yang dihasilkan kemudian digabungkan dengan basis yang
telah dilebur dan campuran diaduk terus menerus sampai mengental.
Jika bahan obat tidak segera larut dalam air, maka bahan obat dimikronisasi sampai menjadi serbuk
yang sangat halus dengan melevigasinya dengan sejumlah kecil basis. Campuran yang dihasilkan
digabungkan dengan sisa basis.
Ansel : 562
Zat obat ditambahkan ke dalam dasar salep, apakah dalam bentuk larutan adalah dalam bentuk
serbuk yang dibuat halus sekali sampai ukuran mikron lalu obat dicampur sampai sempurna dengan
dasar salep dan biasanya memakai penggiling.
Parrot : 369
Salep mata membutuhkan obat yan dimikronisasi atau dalam larutan. Metode ini baik dilakukan untuk
menghasilkan salep mata yang steril. Pada umumnya obat-obat steril ditambahkan secara aseptis ke
dalam basis steril. Setelah campuran salep homogen, dimasukkan ke dalam tube steril secara aseptis
Text Book of Pharmaceutics :363
Bahan obat yang larut air dilarutkan dalam sejumlah kecil air murni, larutan ini disterilkan melalui
pemanasan pada otoklaf atau filtrasi dan larutan steril ditambahkan / dicampurkan dalam campuran
larutan yang sebelumnya basis telah disterilkan melalui stirring hingga dingin dan pengerjaan secara
aseptis. Sediaan / preparasi kemudian dipindahkan tube salep mata yang telah disterilkan sebelumny
dan segera ditutup sehingga terhindar dari mikroorganisme. Bahan yang digunakan dalam salep mata
adalah termolabil dan dalam keadaan seperti itu filtrasi digunakan untuk sterilisasi.
Untuk bahan obat tidak larut. Pada metode ini, bahan obat yang serbukkan dan ditriturasi dengan
sejumlah kecil dari larutan, basis yang sebelumnya telah disterilkan. Campuran kemudian ditambahka
dengan sisa campuran basis dan salep mata dipindahkan dalam tube salep steril yang segera ditutup
sehingga terhindar dari mikroorganisme. Ini khusus untuk bahan obat-obat tidak larut diserbukan
dahulu sehingga mencegah kemungkinan partikel berair dari obat masuk dalam mata.
Kesimpulan :
Bahan obat yang larut air dilarutkan dengan sejumlah kecil aqua pro injeksi, larutan dicampur
dengan basis yang telah dilelehkan dan campuran di aduk terus menerus hingga kental.
Bahan obat yang tidak larut, harus dihaluskan bahannya hingga benar-benar halus dan cara digiling
dengan penggiling (industri)atau termikronisasi kemudian bahan obat ditriturasi dengan sejumlah
kecil dari basis yang dicairkan yang telah disterilkan terlebih dahulu. Hasil campuran kemudian
dicampur dengan sisa basis. Pengerjaan dilakukan seaseptik mungkin.

15. Cara memasukkan salep mata ke dalam tube


Ansel : 511
- Salep mata yang telah dibuat digulung diatas kertas perkamen menjadi bentuk silinder, diameter
silinder sedikit lebih kecil dari tube supaya dapat diisikan dengan panjang kertas yang lebih dari
silinder.
- Dengan tutup dari tube dilepas supaya udara keluar, silinder dari salep dengan kertas dimasukkan
ke dalam bagian ujung-ujung bawah tube yang terbuka.
- Potongan kertas yang meliputi salep dipegang oleh satu tangan sedang lainnya menekan dengan
spatula yang berat kea rah tutup tube sampai tube tadi penuh, dan sambil menarik perlahan-lahan
kertas salep tadi dilepaskan. Ratakan permukaan salep dengan spatula, kurang lebih inchi dari ujun
bawah.
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

26/47

30/11/2014

sainstechstory

- Bagian bawah yang disisakan lipatan 2 kali dan dibuat dari ujung bawah tube yang dipipihkan,
ditekan / dijepit penyegel tepat diatas dilipatan untuk menjamin sudah betul-betul tertutup. Penjep
dapat digunakan dengan tang tangan atau dengan mesin lipatan (crimper) yang dijalankan dengan
tangan atau kaki.
Scovilles : 361
Cara yang paling mudah untuk mengisi tube untuk menempatkan salep pada sepotongan kertas
perkamen kemudian lipat kertas sehingga ke 2 ujungnya bertemu dengan menempatkan batang
pengaduk pada ujung lipatan dan menggulung kertas ke bagian bawah lipatan, salep dalam kertas di
tekan jadi bentuk silinder, kertas tube kemudian dimasukkan pada bagian belakang yang terbuka
besar dari tube yang dapat dilipat dan ketika kertas ditarik keluar melalui jari, salep akan tertahan
dan tertinggal di dalam tube. Pada saat memasukkan salep penutup dari tube harus dibuka untuk
memungkinkan pengisian yang sempurna. Tube seharusnya diisi sampai jarak 1 inchi dari ujung tube
sehingga memberikan tempat untuk penutupan tube. Penutupan dilakukan dengan meratakan dasar
salep dengan spatula dan melipatnya lebih dari 2 kali dan menjaganya dengan penjepit khusus tube
salep yang dilakukan dengan sepasang pinset.
Kesimpulan :
Cara yang paling mudah untuk mengisi tube untuk menempatkan salep pada sepotongan kertas
perkamen kemudian lipat kertas sehingga ke 2 ujungnya bertemu dengan menempatkan batang
pengaduk pada ujung lipatan dan menggulung kertas ke bagian bawah lipatan, salep dalam kertas di
tekan jadi bentuk silinder, kertas tube kemudian dimasukkan pada bagian belakang yang terbuka
besar dari tube yang dapat dilipat dan ketika kertas ditarik keluar melalui jari, salep akan tertahan
dan tertinggal di dalam tube

16. Pewadahan salep mata


Ansel : 563
Setelah pembuatan salep mata ini dimasukkan ke dalam tube yang terbuat dari plastik atau timah
dimana sebelumnya telah dibuat steril. Tube-tube ini khas kecil, yang isinya kurang lebih 3,5 gram
salep dan dicocokkan dengan ujungnya berliku sempit yang memungkinkan lompatan segumpal kecil
salep. Hal ini sesuai untuk menempatkan salep pada garis tepi kelopak mata, suatu tempat yang biasa
dalam pemakaian obat. Hal ini harus dikerjakan tanpa menyentuh mata.
Scovilles : 360
Wadah yang paling baik untuk penyimpanan salep adalah gelas yang berwarna kuning atau hijau Wada
ini disebut tabung atau plat dan tersedia dalam kisaran yang luas dari -160. Wadah disini
disesuaikan dengan komposisi dari tutup alir logam dan garis yang tidak reaktif, sehingga tabung
dapat ditutup dengan rapat.
Ketika mengisi tabung salep, ahli farmasi harus menjaga agar terkemas seragam khususnya untuk
menghindari kantung-kantung udara. Ketika pengisian tabung sempurna, permukaan dari salep harus
dilembutkan, secara berhati-hati dengan spatula membentuk permukaan yang cekung. Hal ini
menghasilkan penampakan yang rapi dengan mencegah kontak salep dengan tepi ulir.
Kaleng salep kadang-kadang digunakan untuk menyimpan, dan membagi salep tetapi penggunaannya
tidak direkomendasikan. Sangat banyak obat dan reaksi logam lalu dan salep menjadi kehilangan
warnanya. Wadah tanah liat kadang-kadang digunakan untuk menyimpan salep. Meskipun tidak sama
baiknya dengan wadah, jelas karena biasanya berpori dan jika salep disimpan dalam wadah tanah liat,
tempatnya tidak mudah dibersihkan.
Tube kaleng yang dilipat adalah wadah yang sangat baik untuk menyimpan salep yang sangat lembut
yang tidak reaktif. Meskipun kekerasan dan kekentalan salep tidak harus disimpan dalam wadah ini.
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

27/47

30/11/2014

sainstechstory

Tube tersedia dalam variasi yang luas (ukuran) untuk salep yang umum sebagai tambahan tube dan
penggunaan khusus untuk penggunaan salep mata, hidung, dan vagina yang tersedia.
Text Book of Pharmaceutics : 363
Salep mata biasanya disimpan dalam tube logam atau plastik yang dilipat atau dalam wadah dosis
tunggal. Tube plastik biasanya digunakan beberapa formulasi dari salep mata, tapi tidak ada standar
wadah kosong untuk tipe ini tersedia untuk maksud khusus.
Tube logam yang biasa dilipat sejauh mungkin dibebaskan dari debu dan partikel logam sebelum
penggunaan mungkin paling baik dicapai melalui meniup dengan kuat dari filter, udara bebas debu.
Pencucian tube kurang efektif dan seringkali pertikel bertambah lebih banyak daripada yang
dihilangkan. Ini mungkin ditemukan, dengan kahadiran metode pembuatan, ini tidak mungkin
menghasilkan tube logam yang bisa dilipat yang sama sekali bebas partikel disemua partikel tidak
hilang untuk pembersihan.
Formulasi dari salep mata tersedia dalam dosis tunggal. Ini bentuknya lonjong, kapsul gelatin
fleksibel dengan satu ujung mengerut, dan dibuka melalui pemutusan urutan akhir yang digunting
steril. Wadah/kemasan salep mata, sebelum disalurkan, sebainya pada tutupnya dilampirkan wadah
atau kemasan mudah pecah untuk menunjukkan bahwa belum dibuka sebelumnya. Ini dapat berupa
kertas tertutup atau amplop plastik atau karton tertutup.
Modern pharmaceutics : 522
Salep mata ditempatkan dalam tube kaleng kecil, biasanya berukuran 3,5 gram. Tube kaleng dapat
digunakan pada hamper semua obat dalam basis salep petrolatum. Tube aluminium dipertimbangkan
dan mungkin digunakan karena harga-harganya yang murah dan sebagai alternative bahan baku kalen
menjadi sebuah masalah.Selama pengisian tube menguntungkan, tube aluminium menjadi pilihan ke du
dalam pewadahan. Tube plastik dibuat dari resin LDPE yang fleksibel juga dipertimbangkan sebagai
bahan alternative tapi tidak mengempis dan cenderung menarik/menghisap kembali salep. Tube
plastic baru-baru ini diperkenalkan sebagai wadah untuk pasta gigi telah diteliti dan menjadi
alternatif terbaik daripada kaleng. Tube ini merupakan lapisan plastic dan bahan lain seperti kertas,
kertas perak/timah dan sebagainya.
Sebuah tube dapat didesain melalui seleksi lapisan bahan-bahan disusun dan dibuat untuk
menyediakan kebutuhan kompatibilitas, sterilitas dan barier.
Variasi tipe tube logam disegel menggunakan lapisan adesif hanya menutupi bagian dalam dari dasar
tube terbuka untuk membentuk lipatan yang tidak memiliki kontak dengan produk. Tube yang dilapisi
biasanya disegel dengan panas. Lipatan biasanya terdiri dari banyak kode dan tunggal kadaluarsa.

Kesimpulan :
Salep mata dapat diwadahkan dalam :
- Tube kaleng
- Tube aluminium
- Tube plastic
Tube-tube pada salep isinya 3,5 gram.
II.1.21. Cara Pengujian Salep mata
FI IV 1086
Uji Kebocoran Salep mata
Pilih 10 tube salep mata dengan segel khusus jika disebutkan. Bersihkan dan keringkan baik-baik
permukaan luar tiap tube dengan kain penyerap. Letakkan tube pada posisi horisontal di atas
lembaran kertas penyerap dalam oven dengan suhu yang diatur pada 60o 3oC selama 8 jam. Tidak
boleh terjadi kebocoran yang berarti selama atau setelah pengujian selesai, abaikan bekas salep yan
diperkirakan berasal dari bagian luar dimana terdapat lipatan dari tube atau dari bagian ulir (tutup
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

28/47

30/11/2014

sainstechstory

tube). Jika terdapat kebocoran pada 1 tube tapi tidak lebih dari 1 tube, ulangi pengujian dengan
tambahan 20 tube salep. Pengujian ini memenuhi syarat jika tidak satu pun kebocoran dari 10 tube u
pertama atau kebocoran yang diamati tidak lebih dari 1 atau 30 tube yang diuji.

RPS 18 th 1585
a. Uji Partikel dan Ukuran
Undang-undang resmi dapat disetujui untuk partikel yang berbeda yang mungkin terdapat dalam sale
mata. Dalam uji ini, keluarkan isis dari 10 tube salep pertama-tama lebur dalam cawan petri, kemudia
biarkan memadat memberikan suatu uji yang dirancang untuk membatasi tingkat yang
dipertimbangkan untuk jumlah atau ukuran yang. Lalu diamati dengan mikroskop berkekuatan rendah
yang dilengkapi dengan mikrometer dan lensa okuler untuk partikel yang berukuran 50 m atau lebih
dalam beberapa dimensi. Pengujian memenuhi syarat jika jumlah total dari partikel logam dalam 10
tube tidak lebih dari 50 g atau tidak lebih dari 1 tube ditemukan mengandung 8 partikel yang sama
b. Uji Sterilitas
Uji sterilitas dari salep mata dilakukan dengan uji steril atau membran yang menahan bakteri dengan
nilai porositas 0,45 atau 0,22 m. untuk salep yang larut dalam isopropil miristat (pelarut yang
digunakan secara resmi untuk uji sterilitas). Sampel salep dilarutkan dalam pelarut untuk tes steril.
Untuk salep yang tidak larut dalam isopropil miristat, disuspensikan pada pembawa berair yang cocok
yang mengandung bahan pendispersi dalanm prosedur umum yang konvensional

MP 523
Tube berisi dapat diuji kebocoran dengan menempatkan mereka pada posisi horizontal dalam oven
pada 60 C selama 8 jam. Tidak boleh ada bukti kebocoran, kecuali jika berasal dari kerutan tube ata
tutup tube.
Kesimpulan:
Cara pengujian salep mata, antara lain :
1. Uji kebocoran
2. Uji Sterilitas
3. Uji partikel dan ukuran
II.1.22. Perbedaan levigasi dan triturasi
Scovilles 353
Triturasi merupakan metode yang sering digunakan dalam peresepan. Biasanya disebut metode
lumpang, digunakan untuk pulverasi dan pencampuran, dan secara praktek kombinasi serbuk bisa
dicampur dengan lumpang dan alu jika membutuhkan teknik yang perlu. Untuk pulverasi lumpang dan
alu, wedgwood lebih sering digunakan.
Levigasi merupakan proses yang bertujuan untuk menyiapkan salep lembut. Bisa diartikan sebagai
sebuah proses dimana bahan padatan ditriturasi dengan cairan dimana bahan tersebut tidak larut,
yang membuatnya akhirnya terbagi dan menyebabkan kurangnya keadaan seperti berpasir dalam
salep. Contoh yang tepat dalam proses ini adalah pembuatan salep yang mengandung ZnO.
II.1.23. Ruang-ruang produksi steril
FI IV 1116
Fasilitas meliputi sistem sawar primer (di dekat tempat bahan terpapar) dan sekunder (tempat
proses aseptik berlangsung). Untuk fasilitas proses aseptik dan lingkungan tempat pengisian secara
aseptik yang didesain dengan baik, berikan perhatian untuk bagian yang penting, seperti permukaan
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

29/47

30/11/2014

sainstechstory

tidak berpori dan licin, termasuk dinding dan langit-langit hingga dapat secara berkala disanitasi
tempat ganti pakaian kerja dengan ruangan yang cukup memadai untuk pekerja dan menyimpan
pakaian yang steril pemisahan yang memadai antara ruang persiapan bagi pekerja dan ruang proses
aseptik, jika perlu tersedia perlengkapan tertentu seperti ruang tertutup, kedap udara dan
penyemprotan udara, perbedaan tekanan yang sesuai antarruangan, tekanan yang paling positif adala
ruangan atau lingkungan proses aseptik penggunaan ruang bersih (satu arah) di tempat yang paling
dekat dengan produk atau komponen yang terpapar dan aliran udara tersaring ke tempat tersebut,
dengan frekuensi pergantian udara yang cukup kelembaban yang sesuai dan pengendalian suhu
lingkungan dan satu program sanitasi dan terdokumentasi.
II.1.24. Contoh-contoh sediaan mata
Ansel 557
Larutan obat mata Produk dagang sesuai [ ] zat aktif Keterangan
Adrenergik
Larutan Obat Mata Epinefrin bitartrat
Larutan Obat Mata Nafazolin HCl
Larutan Obat Mata Feniefrin HCl
Anestetika
Larutan Obat Mata Prokain HCl
Larutan Obat Mata Tetrakain HCl

Antibakteri
Larutan Obat Mata Kloramfenikol
Larutan Obat Mata Gentamisin Sulfat
Larutan Obat Mata Natrium Sulfasetamid

Antikolinergik
Larutan Obat Mata Atropin Sulfat
Larutan Obat Mata Homatropin HBr
Larutan Obat Mata Skopolamin HBr
Larutan Obat Mata Tropikamid

Antiviral
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

30/47

30/11/2014

sainstechstory

Larutan Obat Mata Idoksuridin


Larutan Obat Mata Zink Sulfat

Antiinflamasi
Larutan Obat Mata Deksametason Natrium Fosfat
Larutan Obat Mata Prednisolon Natrium Fosfat
Kolinergik
Larutan Obat Mata Karbakol

Larutan Obat Mata Pilokarpin HCl

Larutan Obat Mata Fisostigmin Salisilat

Protektan
Larutan Obat Mata Metilselulosa
Epitrate Ophthalmik Solution (Ayerst)
Naphcon Forte Ophthalmic Solution (Alcon)
Mydfrin Ophthalmic Solution (Alcon)

Ophthaine Ophthalmic Solution (Squibb)


Anacel Sterile Ophthalmic Solution (Professional Pharmacal)

Ophthochlor Ophthalmic Solution (Parke Davis)


Garamycin Ophthalmic Solution (Schering)
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

31/47

30/11/2014

sainstechstory

Sodium Sulamyd Ophthalmic Solution (Schering)

Isopto Atropin Ophthalmic Solution (Alcon)


Isopto Homatropine Ophthalmic Solution (Alcon)
Isopto Hyoscine Ophthalmic Solution (Alcon)
Mydriacyl Ophthalmic Solution (Smith Kline & French)

Stoxil Ophthalmic Solution (Smith Kline & French)


Bufopto Zinc Sulfate Ophthalmic Solution (Professional Pharmacal)

Decadron Phosphate Ophthalmic Solution (Merck Sharp & Dohme)


Metreton Ophthalmic Solution (Schering)

Isopto Carbachol Ophthalmic Solution (Alcon)


Isopto Carpine Ophthalmic Solution (Alcon)

Miocel Sterile Ophthalmic Solution (Professional Pharmacal)

Methopto Sterile Ophthalmic Solution (Professional Pharmacal)


2%

0,1 %

2,5 %

http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

32/47

30/11/2014

sainstechstory

0,5 %
0,5 %

0,5 %
0,3 %
10 dan 30%

0,125- 4%

2 5%

0,25 %

0,5 1%

0,1 %

0,25 %

0,1 %
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

33/47

30/11/2014

sainstechstory

0,55 %

0,75 3 %

0,25 10%

0,250,5%

0,25 0,5 dan 1 %


Digunakan dalam mengatur glaukoma kronik yang biasa (sudut terbuka)
Digunakan sebagai vasokontriktor mata topikal
Digunakan sebagai vasokontriktor dan midriatik.

Anestetik lokal dengan kerja cepat

Digunakan untuk infeksi permukaan mata karena m.o yang rentan


Dipakai dalam pengobatan konjungtivitis, ulser (tukak) kornea, infeksi permukaan mata karena m.o
yang rentan
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

34/47

30/11/2014

sainstechstory

Untuk menghasilkan midriasis dan sikloplegia

Untuk pengobatan Keratitis herpes simpleks


Dipakai untuk konjungtivitis dan catarrhal konjingtivitis (mata merah muda) disebabkan
Pneumococcus atau basil Koch-Weeks seperti juga infeksi m.o nonspesifik

Melawan peradangan karena sebab mekanis, kimia, atau imunologik.

Mengurangi tekanan intraokular pada glaukoma dengan sudut terbuka atau sudut sempit
Dipakai sebagai miotik dalam pengobatan glaukoma, terutama glaukoma dengan sudut terbuka. Juga
dipakai untuk menetralkan midriasis yang menyertai tindak operasi atau pemeriksaan mata.
Antikolenestrase miotik dengan kerja pendek dipakai untuk mengurangi ketegangan intraokular pada
glaukoma.

Larutan pengawet dipak sebagai air mata tiruan pada pengobatan mata dan juga sebagai larutan lens
kontak.

http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

35/47

30/11/2014

sainstechstory

II.2 Dasar Formulasi


A. Alasan Formulasi
a. Farmakologi Dasar dan Klinik 42
Tetrasiklin HCl lebih mudah larut, larutan-larutan semacam ini bersifat asam dan cukup stabil,
kecuali klortetrasiklin
b. Remington's Pharmaceutical Science, 18th Edition 1583
Salep mata tetrasiklin dibuat dalam bentuk garamnya karena banyak obat mata adalah basa lemah
dan digunakan untuk mata sebagai larutannya dalam bentuk garamnya. Basa bebas dan garam akan
berada dalam kesetimbangan dimana bergantung pada pH dan karateristik individu dan senyawa.
Untuk tujuan kestabilan dan kelarutan pada penyimpanan obat mungkin asam pada saat penggunaan
tetapi aksi netralisasi dari aliran maksimal akan segera cepat ke range pH fisiologi sekitar pH 7,4
dimana akan cukup basa bebas untuk memulai penetrasi pada epitel kornea.
c. Martindale The Complete Drug Reference, 32nd Edition e-book
Tidak digunakan doksisiklin karena sebagai salep mata doksisiklin secara normal diberikan melalui
mulut.
d. Scoville's:The Art of Compounding 520
Tetrasiklin HCl larut dalam air dan alkohol dan membentuk larutan asam yang terhidrolisis dan
menjadi keruh.

e. Farmakologi dan Terapi edisi V 694


Tetrasiklin merupakan basa yang sukar larut dalam air, tetapi bentuk garam HClnya mudah larut.
Dalam keadaan kering, bentuk basa dan garam HCl tetrasiklin bersifat relative stabil. Dalam larutan
Kebanyakan tetrasiklin sangat labil sehingga cepat berkurang potensinya.
B. Alasan Penggunaan Bahan
1. Tetrasiklin HCl
- Indikasi
a. Farmakologi dan Terapi edisi V 697
Pemakaian topical hanya dibatasi untuk infeksi mata saja. Salep mata golongan tetrasiklin efektif
untuk mengobati trachoma dan infeksi lain pada mata oleh kuman gram positif dan gram negatif yang
sensitif. Selain itu salep mata ini dapat pula digunkan untuk profilaksis ophtalmia neonatorum pada
neonatus.
b. Obat-Obat Penting edisi V 75
Spektrum kerjanya luas dan meliputi banyak Cocci gram positif dan gram negatif serta kebanyakan
basil, kecuali Pseudomonas dan Proteus. Begitu pula aktif terhadap mikroba khusus seperti Chlamidia
trachomatis (penyebab penyakit mata trachoma dan penyakit kelamin PID), Ricketsia (Scrubtyphus)
Spirokheta (sifilis, framboesia), leptospirae (penyakit Weil), Actinomyces dan beberapa protozoa
(amuba).
c. AHFS Drug Information e-book
Tetrasiklin digunakan dalam pengobatan infeksi yang disebabkan Ricketsia, Chlamidia, Mycoplasma,
dan jenis bakteri gram positif dan gram negatif yang tidak umum.
d. Martindale The Complete Drug Reference 32thedition e-book
Tetrasiklin telah digunakan secara topical pada pengobatan infeksi Chlamidia dari mata.
e. Dinamika Obat V 647
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

36/47

30/11/2014

sainstechstory

Tetrasiklin bekerja pada semua mikroba yang peka terhadap Penisilin, bakteri gram negatif,
Mycoplasma, Spirokhaeta, dan Leptospira, Ricketsia, Chlamydia.
- Mekanisme kerja
a. Obat-obat Penting V 75
Mekanisme kerjanya berdasarkan diganggunya sintesa protein kuman. Spektrum kerjanya luas dan
meliputi banyak cocci gram (+) dan gram (-) serta kebanyakan bacilli kecuali Pseudomonas dan
Proteus.
b. Dinamika Obat 650
Mekanisme kerjanya yaitu hambatan pada sintesis protein ribosom yaitu dengan menghambat
pemasukan asil t-RNA pada fase pemanjangan yang termasuk fase translasi. Ini akan menyebabkan
blockade perpanjangan rantai peptide.
c. Farmakologi dan Terapi V 694
Golongan tetrasiklin menghambat sintesis protein bakteri pada ribosomnya. Paling sedikit terjadi 2
proses dalam masuknya antibiotik ke dalam ribosom bakteri gram negatif, pertama secara difusi
pasif melalui kanal hidrofilik, kedua melalui sistem transport aktif. Setelah masuk antibiotic
berikatan secara reversibel dengan ribosom 30S dan mencegah ikatan t-RNA aminoasil pada
kompleks mRNA-ribosom. Hal tersebut mencegah perpanjangan rantai peptide yang sedang tumbuh
dan berakibat terhentinya sintesis protein.
d. AHFS Drug Information e-book
Tetrasiklin menghambat sintesis protein dengan berikatan secara reversibel pada sub unit ribosom
30S. Penghambatan pengikatan t-RNA amino asil atau amino asil t-RNA pada ribosom itu. Lagipula
tetrasiklin juga berikatan secara reversibel dengan sub unit ribosom 50S. Tetrasiklin juga bias
mengganggu membrane sitoplasma dari organisme yang menyebabkan nukleotida dan komponen
intraseluler lain pada suatu sel.
e. Farmakologi Ulasan Bergambar 315
Masuknya obat ini dalam organisme yang rentan diperantarai oleh transport protein kedalam
membran sitoplasma bakteri. Pengikatan obat ke sub unit 30S ribosom bakteri dipercaya dapat
menghambat akses perubahan amino asil t-RNA menjadi kompleks ribosom mRNA di akseptor,
sehingga menghambat sintesis protein bakteri.
- Dosis
a. Farmakologi dan Terapi V 699
Tetrasiklin sebagai salep mata atau obat tetes mata 1%
b. Martindale The Complete Drug Reference, 32nd Edition e-book
Tetrasiklin HCl digunakan 1% sebagai salep mata
c. Remington's Pharmaceutical Science, 18th Edition 1215
Sebagai salep mata 1%
d. Obat-Obat Penting 77
Salep mata 1%
e. AHFS Drug Information 2865
Larutan topical 0,22%
Salep 3%
- Efek samping
a. Informasi Spesialite Obat 2007 450
Pada individu tertentu dapat menimbulkan reaksi alergi seperti urtikaaria, edema palpebra serta
menjadi peka terhadap cahaya (fotosensitasi kulit)
b. Farmakologi dan Terapi V 697
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

37/47

30/11/2014

sainstechstory

Reaksi kulit yang mungkin timbul akibat pemberian golongan tetrasiklin ialah erupsi mobiliformis,
urtikaria dan dermatitis eksfoliuatifa. Reaksi yang lebih hebat ialah edema angioneuritik dan reaksi
anafilaksis. Demam dan eosinofilia dapat pula terjadi waktu terapi berlangsung. Sensitasi silang
antara berbagai derivate tetrasiklin sering terjadi.
c. AHFS Drug Information 404
Reaksi hipersensitivitas seperti berbagai bentuk erithema.
d. Martindale The Complete Drug Reference, 32nd Edition e-book
Reaksi alergi dari tetrasiklin dan analoginya telah dilaporkan, sensitasi silang diantara tertasiklin
sudah umum terjadi, fotosensitivitas dari kulit dan kuku.
e. Obat-Obat Penting Edisi V 76
Efek samping lain yaitu fotosensitasi yaitu kulit menjadi kemerahan, gatal-gatal dan sebagainya, mak
selama terapi dengan tetrasiklin hendaknya jangaan terkena sinar matahari yang kuat.
- Kontraindikasi
a. Farmakologi Ulasan Bergambar 318
Tetrasiklin tidak boleh diberikan pada perempuan hamil dan menyusui serta anak dibawah umur 8
tahun
b. British National Formulary 54th edition e-book
Tetrasiklin tidak boleh diberikan pada anaak-anak di bawah 12 tahun atau pada wanita hamil atau
menyusui
c. Informasi Spesialit Obat 2007 450
Penderita yang alergi terhadap tetrasiklin

d. Dinamika Obat1097
Penderita-penderita yang hipersensitif terhadap tetrasiklin.
2. Alfa Tokoferol (Antioksidan)
Alasan Penggunaan Antioksidan
a. Scovilles The Art of Compounding 341
Vaselin distabilkan dengan penambahan sejumlah alfa tokoferol.
b. RPS 18th 1310
Karena sebelum dimurnikan, paraffin cenderung teroksidasi dan menimbulkan bau yang tak sedap. In
dicegah dengan pemakain alfa tokoferol.
Macam-macam Antioksidan
Berdasarkan mekanisme kerjanya, antioksidan dapat dibagi menjadi: (Kenneth99)
- sebagai senyawa pengkhelat untuk ion logam atau merupakan senyawa yang akan membentuk
kompleks dan mengikat ion logam yang bersifat mengionisasi suatu radikal bebas. Agen pengkhelat
yang bekerja sebagai antioksidan dengan mengikat ion metal, misalnya etilen diamin tetra asetat
(EDTA), asam sitrat, beberapa asam amino asam fosfor, asam tartrat.
- sebagai reduktor, yaitu mereduksi bahan pengoksidasi. Sodium tiosulfat dan asam askorbat adalah
2 agen pereduksi yang telah digunakan.
- terminator rantai, yaitu bahan yang mampu bereaksi dengan radikal dalam larutan untuk membentu
senyawa baru rantai radikal terminal yang tidak masuk kembali ke dalam siklus preparasi radikal.
Radikal baru secara intrinsik stabil atau dapat untuk membentuk molekul netral. Mekanisme alfa
tokoferol sebagai antioksidan yaitu berdasarkan mekanisme kerja. Berdasarkan diskusi terakhir
tentang antioksidan. Contohnya adalah bisulfin dan fenol.
- senyawa yang teroksidasi lebih dahulu, yaitu bahan yang lebih cepat dioksidasi daripada bahan yang
dilindungi.misalnya sodium bisulfit dan asam askorbat.
c. The Theory and Practise of Industrial Pharmacy, Third Edition 1066
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

38/47

30/11/2014

sainstechstory

Mekanisme ketengikan
Ketengikan yang dapat mempengaruhi hampir semua minyak dan lemak adalah istilah yang terkenal
luas dan mencakup berbagai macam bau tak sedap yang terbentuk melalui autooksidasi asam lemak
tidak jenuh yang ada dlam minyak/lemak. Bau yang khas ini disebabkan oleh senyawa atsiri yang
terbentuk pada oksidasi minyak dan lemak. Bau yang khas ini disebabkan oleh senyawa atsiri yang
terbentuk pada oksidasi minyak dan lemak. Senyawa atsiri ini umumnya monomer berantai pendek
yang terbentuk melalui pemecahan hidropolisakarida yang tidak menguap yang merupakan
hasiloksidasi primer. Mekanisme radikal bebas yang tertera disini menggambarkan oksidasi minyak
dan lemak yang terjadi dengan adanya oksigen, udara, cahaya, dan sejumlah kecil katalisator. oksigen
udara, cahaya, dan sejumlah kecil katalisator.
R-CH2-CH CH-R + O2 R-CH-CH CH-R +H2O
OO
R-CH2-CH CH-R + O2 R-CH-CH CH-R
OO
R-CH-CH CH-R + R-CH2-CH CH-R
OO
R-CH-CH CH-R + R-CH2-CH CH-R + R-CH-CH CH-R
O OH
2R-CH-CH CH-R R-CHO + R-CH CH + OH
Hidroperoksida tidak menguap
R-CH CH-CHO-R + OH
menguap atau
O
2R-C-CH CH-R + 2OH

Alasan Penggunaan Alfa Tokoferol


a. Scovilles The Art of Compounding 341-342
Campuran yang telah dimurnikan dan hidrokarbon semisolid diperoleh dari petrolatum. Ini distabilka
dengan penambahan DL--tokoferol.
Lemak bulu domba mempunyai 2 kerugian yaitu karakteristik dan baunya dan kecendrungannya untuk
menjadi tengik ketika terpapar pada cahaya, udara dan kelembaban selama periode waktu yang lama
meskipun digunakan dalam konsentrasi 5-25% dalam basis berminyak lainnya, baunya tidak
menyenangkan.
b. Handbook of Pharmaceutical Excipient e-book
Konsentrasi sebagai antioksidan 0,001%-0,05%.
c. The Theory and Practise of Industrial Pharmacy, Third Edition 1066
Konsentrasi -tokoferol 0,001%-0,1%.
Bahan pengkhelat adalah ion logam pemicu reaksi oksidasi radikal bebas.
Bahan pereduksi yaitu bahan-bahan yang mereduksi obat-obat yang teroksidasi
Senyawa-senyawa yang teroksidasi terlebih dahulu yaitu bahan-bahan yang lebih cepat dioksidasi
daripada bahan yang dilindungi
Terminator rantai yaitu bahan yang mampu bereaksi dengan radikal dalam larutan untuk
menghasilkan jenis baru, rantai radikal terminator yang tidak masuk kembali ke dalam siklus
preparasi radikal.
3. Klorobutanol
Alasan Penggunaan Pengawet
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

39/47

30/11/2014

sainstechstory

a. Remington's Pharmaceutical Science, 18th Edition 1585


Salep mata harus mengandung bahan yang cocok atau campuran bahan untuk mencegah pertumbuhan
atau menghancurkan mikroorganisme yang ada ketika wadah dibuka selama pemakaian. Bahan
antimikroba yang biasa digunakan adalah klorobutanol, parabens atau merkuri organik.
b. Scovilles The Art of Compounding 237
Penghambat yang baik untuk organisme gram positif dan gram negative termasuk P.aeruginosa
sebaik beberapa jamur.
Mempunyai range yang luas dalam kebercampuran
Merupakan larutan asam yang stabil dengan pembatasan yang telah disebutkan sebelumnya.
Sedikit atau tidak mengiritasi
Tidak mengiritasi ketika dimaukkan ke dalam anterior mata.
Alasan Digunakan Klorbutanol
a. Handbook of Pharmaceutical Excipient e-book
Klorbutanol secara luas digunakan sebagai pengawet pada sediaan farmasetik sebagian besar pada
sediaan mata. Konsentasi yang digunakan sebagai pengawet pada sediaan mata adalah 0,5%.
Klorbutanol aktif melawan bakteri gram positif dan gram negatif dan beberapa jamur seperti Candid
albicans, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus albus.
Metil paraben dan beberapa paraben lainnya digunakan secara luas sebagai pengawet pada kosmeti
dan oral serta sediaan topikal tetapi sekarang dianggap tidak cocok digunakan untuk tipe formulasi
sediaan mata karena berpotensi menyebabkan iritasi.
4. Basis
Alasan Penggunaan Basis
- Lanolin anhidrat
a. Scovilles The Art of Compounding 354
Banyak antibiotic memburuk dalam larutan berair, khususnya ketika tidak mengandung buffer.
Mereka berupa garam dari penisilin, tetrasiklin, klortetrasiklin, oksitetrasiklin dan basitrasin.
Meskipun neomisin, throthrisin dan polimiksin B relatif stabil dalam air pada salep. Ketika antibiotic
tidak stabil dalam air dan dibuat salep, sangat baik menggunakan basis anhydrat. Antibiotic dilevigas
dengan sejumlah kecil petrolatum cair dan lalu dicampurkan ke dalam basis anhidrat.
b. Remington's Pharmaceutical Science, 18th Edition 1314
Banyak salep mata dibuat dengan basis dari petrolatum putih dan minyak mineral sering kali dari
lanolin anhidrat.
c. Handbook of Pharmaceutical Excipient e-book
Lanolin digunakan dalam formula sediaan topical dan kosmetik. Lanolin dapat digunakan sebagai
pembawa hidrofobik dan dalam preparat krim air dalam minyak dan salep mata. Jika dicampur minyak
sayur yang cocok atau paraffin lembut menghasilkan bahan krim yang berpenetrasi ke kulit dan
menyebabkan terabsorpsi
- Parafin Cair
a. Pharmaceutical Technology Fundamental Pharmaceutics 369
Sebuah salep mata yang lembut dapat dihasilkan dari penambahan paraffin cair ke vaselin
b. Scovilles The Art of Compounding 342
Jika diinginkan 10% dari vaselin kuning dapat digantikan dengan paraafin cair untuk menghasilkan
salep yang lebih lembut.
c. Handbook of Pharmaceutical Excipient e-book
Konsentrasi untuk salep mata 3-60%
- Vaselin kuning
a. Pharmaceutical Technology Fundamental Pharmaceutics 369
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

40/47

30/11/2014

sainstechstory

Petrolatum adalah basis yang paling sering digunakan dalam salep mata karena petrolatum stabil dan
dapat dihasilkan dengan 2 jam terpapar 170oC. Salep mata yang lembut dapat dihasilkan dengan
penambahan minyak mineral dalam petrolatum.
b. Prescription Pharmacy, 2nd Edition 249
Banyak salep mata dibuat dengan basis petrolatum, basis minyak petrolatum mineral atau basis
petrolatum- lanolin.
c. Remington's Pharmaceutical Science, 18th Edition 1310
Petrolatum merupakan campuran murni yang mengandung hidrokarbon setengah padat. Pada
penggunaan luas petrolatum digabung dengan minyak mineral sehingga diperoleh petrolatum
murni.Dari penggabunggan ini menyebabkan hilangnya antioksidan secara alami, sehingga perlu
ditambahkan -tokoferol atau antioksidan lainnya.
d. Handbook of Pharmaceutical Excipient e-book
Vaselin digunakan utamanya dalam formulasi sediaan topical sebagai emollient basis salep konsentras
hingga 100%
Alasan Kombinasi Basis
a. Prescription Pharmacy, 2nd Edition 249
Banyak salep mata disiapkan dengan basis petrolatum, petrolatum-minyak mineral atau basis
petrolatum lanolin. Basis petrolatum-lanolin kadang-kadang digunakan dalam larutan berair dari baha
aktif dicampurkan dengan basis salep mata. Bagaimanapun tipe basis yang digunakan harus tidak
mengiritasi mata, seharusnya dapat mendifusikan zat aktif dari basis dengan menekresikan cairan
mata.
Codex Pharmaceutical British memberikan suatu formula untuk sediaan salep mata.
Paraffin lembut 80,0
Paraffin cair 10,0
Lanolin anhidrat 10,0
b. Scovilles The Art of Compounding 342
Basis yang cocok untuk salep mata terdapat pada farmakope British :
-Lemak bulu domba 10g
-Vaselin kuning 90g

II.3 Uraian Bahan


1. Tetrasiklin (FI III 595)
Nama Resmi : Tertracycline Hidrochloridum
Sinnonim :
: Tetrasiklin HCl
RM / BM C22H24N2O8. HCl / 480,91
Pemerian : Serbuk hablur, kuning, rasa pahit, amfoter
Kelarutan : Larut dalam 10 bagian air dan dalam 100 bagian etanol 95% P, Larut dalam air jika
dibiarkan akan keruh karena pengendapan tetrasiklin, praktis tidak larut dalam kloroform P, dalam
eter P, dalam aseton P, dan dalam larutan alkali hidroksida dan dalam larutan alkali karbonat.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, jika dalam udara lembab terkena
sinar matahari warna menjadi gelap, larutan dengan pH tidak lebih dari 2. Rusak pada pH 7 atau lebi
Kegunaan : Zat aktif
Stabilitas : Akan terhidrolisis dalam larutan alkali dan menjadi kabur, sebaiknya stabil di udara dan
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

41/47

30/11/2014

sainstechstory

menjadi gelap jika terpapar cahaya yang kuat (Scovilles : 20)


Incomp : Tetrasiklin mempunyai potensi untuk rusak atau adanya asam kuat. (Scovilles : 520)
Sterilisasi : Disterilkan dengan radiasi sinar gamma (MD e-book)
2. -tokoferol (FI III, 606)(Exp 18)(Lach 1060)
Nama Resmi : -tocopherolum
Sinnonim
RM / BM :
: Vitamin E
C29H50O2 / 92,09
Rumus Bangun :

Pemerian : Tidak berbau atau sedikit berbau, tidak berasa atau sedikit berasa cairan, seperti minya
kuning jernih
Kelarutan : Praktis tiak larut dalam air, larut dlam etanol (95%) P, dan dapat bercampur dengan eter
P, dan dengan aseton P, dengan ,minyak nabati, dengan kloroform P
Penyimpanan : Harus disimpan di bawah gas inert dalam wadah kedap udara pada temperature yang
sejuk dan kering, terlindung dari cahaya
Kegunaan : Sebagai antioksidan
Kestabilan : Teroksidasi perlahan oleh oksigen atmosfer dan cepat oleh garam ferri dan perak.
Incomp : Dengan peroksida dan ion logam terutama besi, tembaga dan perak. Tokoferol dapat
diabsorbsi plastik.
Kesetraan : 1 mg -tokoferol = 1,49 UI
Konsentrasi : 0,001 0,05 %, 0,001 0,1 %
Sterilisasi : Distrerilisasi dengan oven pada suhu 150oC selama 1 jam.

3. Klorobutanol (Exp126)
Nama Resmi : Chlorobuthanol
Sinnonim
RM / BM :
: Klorobutanol
C4H7Cl3O / 177,46
Pemerian : M3nguap, sedikit berwarna ataua kristal putih yang rapuh, bau kamfer.
Kelarutan : Larut bebas dalam kloroform, eter dan minyak menguap, 1 bagian dalam 0,6 ml etanol (95
%) P
Penyimpanan : Serbuk materiil disimpan pada wadah tertutup baik pada temperature 8 15oC
Kegunaan : Pengawet
Incomp : Incomp dengan vial plastik, penutup karet, bentonit, Mg trisilikat, polietilen dan polihidroks
etil metoksilat.
Kestabilan : Dalam degradasi larutan berair dikatalisis oleh ion hydrogen, stabil pada pH 3 tetapi
berkurang dengan peningkatan pH. Dalam larutan klorobutanol cair 0,5 %, pada temperature kamar
hampir saturasi atau jenuh dan mengkristal jika temperature dikurangi.
Sterilisasi : Radiasi sinar
Konsentrasi : Sampai 0,5 %
Titik lebur : 95 97oC
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

42/47

30/11/2014

sainstechstory

4. Parafin cair ( FI III 474)(Exp: 345)


Nama Resmi : Parafinnum liquidum
Sinnonim : Parafin cair
Pemerian : Cairan kental, transparan, tidak berfluoresensi, tidak berwarna, hampir tidak berbau,
hampir tidak mempunyai rasa.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95 %) P, larut dalam kloroform P dan
dalam eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat,
Kegunaan : Sebagai basis
Kestabilan : Teroksidasi oleh panas dan cahaya dan dapat ditambah pengstabil.
Incomp : Bahan pengoksidasi kuat.
Khasiat : Laksatif
Sterilisasi : Oven pada suhu 150oC selama 1 jam
5. Vaselin kuning (FI III 633) (Exp 362)
Nama Resmi : Vaselinum flavum
Sinnonim : Vaselin kuning
Pemerian : Massa lunak, lengket, kuning, bening, sifat ini tetap setelah zat dilebur dan dibiarkan
hingga dingin tanpa diaduk, berfluoresensi lemah. Jika dicairkan tidak berbau, hampir tidak berasa.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, dan dalam etanol (95 %) P, larut dalam kloroform P, dalam
eter P dan dalam eter minyak tanah, larutan kadang-kadanag teropalesensi lemah
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Kegunaan : Sebagai basis
Kestabilan : Kebanyakan masalah stabilitas terjadi karena sejumlah kecil larutan dengan pemaparan
cahaya, kotoran ini teroksidasi yang dapat merupah petrolatum dan menciptakan bau yang tidak
sedap.
Incomp : Bahan inert yang memiliki beberapa sifat incomp
Jarak lebur : 38,56 38,60oC
Sterilisasi : Oven pada suhu 150oC selama 1 jam

6. Lanolin anhidrat (FI III 61) (Exp 256)


Nama Resmi : Adeps lanae
Sinnonim : Lanolin anhidrta
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, odourless, tidak berasa
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol, mudah larut dalam kloroform
P dan eter P
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk dan kering.
Kegunaan : Sebagai basis
Kestabilan : Dapat mengalami autooksidasi selama penyimpanan untuk menghambat proses ini dapat
ditambah BFIT sebagai antioksidan
Incomp : Lanolin dapat mengandung prooksidan yang dapat mengandung bahan aktif.
Sterilisasi : Oven pada suhu 150oC selama 1 jam, salep mata steril yang mengandung lanolin dapat
disterilkan dengan cara filtrasi atau disinari dengan radiasi .

http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

43/47

30/11/2014

sainstechstory

BAB III
METODE KERJA
III.1 Alat dan Bahan
III.1.1 Alat
Adapun alat-alat yang digunakan adalah batang pengaduk, cawan porselen, lumpang, alu, pinset,
sendok tanduk, spatel, dan sudip.
III.1.2 Bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan, aluminium foil, kertas timbang, kloramfenikol, klorobutanol,
lanolin anhidrat, parafin cair, vaselin kuning, dan -tokoferol.
III.2 Perhitungan
1. Perhitungan bahan
Dibuat 3,5 g, dilebihkan 10% = 3,85 g = 3850 mg
Tetrasiklin HCl =
-tokoferol =
Klorobutanol =
Basis = 3850 mg (38,5 +1,925+19,25)mg = 3,79 mg
- Parafin cair = =
- Lanolin anhidrat =
- Vaselin kuning =
2. Perhitungan pengenceran
Tetrasiklin HCl 38,5 mg
Tetrasiklin HCl 50 mg
Basis steril 50 mg
100 mg

Klorobutanol 19,25 mg
Klorobutanol 50 mg
Basis steril 100 mg
150 mg

-tokoferol 1,925 mg
1 mg -tokoferol = 1,49 UI
1 kapsul natur E = 100 UI
-tokoferol yang dibutuhkan =
Pengenceran =
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

44/47

30/11/2014

sainstechstory

III.3 Cara Kerja


1). Disiapkan alat dan bahan yang digunakan kemudian disterilkan sesuai dengan metode masingmasing.
2). Alat gelas dicuci dengan deterjen lalu dibebasalkalikan dengan cara direndam dalam HCl 0,1 N
panas selama 30 menit lalu dibilas dengan air suling steril, dinginkan lalu disterilkan.
3). Alat karet dibersihkan dan dibebas sulfurkan dengan cara dipanaskan dalam 2% Na2CO3 yang
mengandung 0,1% Na Lauril Sulfat, selama 15 menit, didinginkan lalu dibilas dengan air suling steril
dan disterilkan.
4). Ruangan disterilkan dengan menyemprotkan alkohol 70%. Basis salep dibuat dengan mencampurka
ketiga basis lalu disterilkan di oven suhu 150oC selama 1 jam dengan filtrasi (menggunakan kain kasa
di capor).
a. Dibuat pengenceran tetrasiklin HCl, -tokoferol, dan klorobutanol dengan menggunakan campuran
basis.
5). Tetrasiklin HCl dimikronisasi , lalu dilevigasi dengan sejumlah kecil campuran basis steril.
6). Semua hasil pengenceran dimasukkan dalam lumpang steril lalu dicampur hingga homogen.
7). Ditambahkan seluruh sisa basis lalu digerus hingga homogen.
8). Salep dimasukkan ke dalam tube steril.
9). Semua pengerjaan dilakukan secara aseptis.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil
No. Pengamatan Hasil
1 Wadah ++++
2 Penampilan ++
4 Viskositas ++++
5 Warna ++++
7 Partikulat +
Keterangan:
+ : Tidak baik
++ : Kurang baik
+++ : Baik
++++ : Baik sekali

IV.2 Pembahasan
Pada percobaan ini, dilakukan pembuatan sediaan salep mata tetrasiklin HCl dengan indikasi untuk
pengobatan konjungtivis akut (radang pada konjungtiva akibat bakteri seperti Haemophillus
influenzae, P. aeruginosa, Staphylococcus, Streptococcus, dsb).
Salep mata merupakan sediaan steril yang dimaksudkan untuk pengobatan mata dimana menggunakan
dasar salep yang cocok, dikerjakan secara aseptis, dan tempat kerjanya di iris, konjungtiva, kornea,
kelopak mata, dan kelenjar sebaseus. Dibuat dalam bentuk salep mata sebab tempat kerjanya di
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

45/47

30/11/2014

sainstechstory

kelopak mata dan konjungtiva dari mata, sedangkan tetes mata tidak bisa bekerja dikelopak mata.
Viskositas dari salep mata tidak boleh terlalu encer atau terlalu kental. Bila terlalu encer maka pada
saat penggunaan dapat mengotori mata pemakai karena dapat mengalir keluar dari mata, sedangkan
bila terlalu kental maka pada saat penekanan untuk pemakaian, salepnya sulit keluar dari tube.
Warna dari salep tidak boleh terlalu kuning atau terlalu putih juga jangan terlalu pucat. Maka
hendaknya warna salep mengikuti warna dari basis, biasanya berwarna kuning muda.
Salep mata harus bebas dari bahan partikulat yaitu bahan atau zat yang kasar yang bisa merusak
permukaan mata. Oleh karena itu, dalam pembuatan, bahan harus betul-betul digerus sampai halus
saat dilevigasi dengan basis.
Pada pembuatan salep mata ini digunakan 3 campuran basis yaitu lanolin anhidrat, parafin cair, dan
vaselin kuning. Kombinasi 3 basis ini adalah yang paling baik karena dapat membantu cepatnya
absorbsi obat ke tempat aksinya.
Selain basis, juga digunakan pengawet klorbutanol. Klorbutanol adalah pengawet yang sukar larut
dalam air, sehingga tepat digunakan untuk pengawet pada salep mata yang dasarnya adalah lemak
(lipofilik). Selain itu, klorbutanol mempunyai keuntungan yaitu menghambat dengan baik gram positif
dan gram negatif termasuk P.aeruginosa dan juga beberapa jamur, mempunyai range yang luas dalam
ketercampuran, sedikit atau tidak mengiritasi, dan tidak mengiritasi ketika dimasukkan dalam
anterior mata.
Dalam sediaan salep mata yang basisnya berupa lemak sangat perlu ditambahkan zat antioksidan.
Karena lemak merupakan senyawa yang sangat mudah teroksidasi. Maka digunakan -tokoferol
sebagai antioksidan. -tokoferol merupakan bentuk yang paling penting karena mengandung 90% dar
tokoferol yang berasal dari hewan dan aktifitas biologisnya besar.
Salep mata tertrasiklin HCl ini dibuat dengan cara melevigasinya dengan sedikit campuran basis yang
telah disterilkan terlebih dahulu hingga terbentuk massa yang lembut. Setelah itu dicampur dengan
klorobutanol dan -tokoferol hingga homogen. Terakhir ditambahkan sisa basis dan dihomogenkan.
Setelah massa salep jadi, massa salep tersebut dimasukkan ke dalam wadah yang telah disterilkan
terlebih dahulu dengan cara yang telah tertera pada literatur.
Salep yang telah selesai ternyata masih terdapat partikulat yang kasar. Ini terjadi karena proses
levigasi yang tidak terlalu baik ketika pengerjaan berlangsung. Tapi, viskositas dari massa salep suda
sangat baik, karena sesuai dengan warna yang diinginkan untuk sediaan salep mata yaitu berwarna
kuning.
BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Dari hasil percobaan maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Viskositas yang dihasilkan dari massa salep sudah sangat baik
2. Warna dari massa salep yaitu berwarna kuning
3. Masih terdapat partikulat kasar
4. Penampilan dan wadahnya sudah baik
V.2 Saran
Sebaiknya dalam laboratorium enkas yang digunakan diperbaiki dan ditambah jumlahnya demi
efesiensi pengerjaan ketika praktikum berlangsung.
Diposkan oleh hafis di 18.37
http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

Rekomendasikan ini di Google

46/47

30/11/2014

sainstechstory

1komentar:

mutia mandela 28 Mei 2013 17.08


makasih bgt, sangat membantu
Balas
MasukkankomentarAnda...

Berikomentarsebagai:

GoogleAccount

Publikasikan

Pratinjau

Posting Lebih Baru

Beranda

Posting Lam

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger.

http://hafisimron2821.blogspot.com/2011/12/i.html

47/47