Anda di halaman 1dari 29

ASUHAN KEPERAWATAN NEONATUS PADA BY E.

DENGAN BBLR PNEMONIA


KONGENITAL
DI NICU RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN
Disusun untuk memenuhi
tugas Stase Keperawatan Anak

Disusun oleh :
Fanita Ardiyanti

( J230145 079 )

Dwi Wahyu Pangestu

( J230145 087 )

Satria Irawan

( J230145 090 )

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014

ASUHAN KEPERAWATAN NEONATUS PADA BY E. S DENGAN BBLR PNEMONIA


KONGENITAL
DI NICU RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN

A. IDENTITAS

Nama bayi

: By. Ny. E

Jenis kelamin

: Laki-laki

Tanggal lahir/Umur

: 18 September 2014 / 53 hari

Tanggal dirawat

: 4 November 2014

Alamat

: Gantiwarno, Klaten

Tanggal pengkajian

: 10 November 2014 Jam 09:45 Wib

Nama Ibu

: Ny. E

Pendidikan

Ibu

: SMA

Pekerjaan Ibu

: IRT/Swasta

Usia Ibu

: 37 Tahun

Diagnosa medis masuk

: BBLR

B. RIWAYAT BAYI

Apgar skor
Usia gestasi
Berat badan/panjang badan
Komplikasi

Menit 1 skor 5
28 minggu
960gr / 38cm
Perdarahan

Menit 5 skor 7

C. RIWAYAT IBU

Usia ibu
Gravida/Partus/Abortus
Jenis persalinan
Komplikasi persalinan

37 tahun
P2 A0
Spontan dengan pacuan
Persalinan Premature

D. REVIEW SISTEM
No
1

Sistem
Umum

Hasil
Keadaan umum lemah, respirasi bayi tidak spontan, bayi menggunakan
alat bantu pernapasan Ventilator, warna kulit bayi kemerahan, aktifitas
bayi tenang, tonus otot normal, bayi mengalami kelemahan dalam

Kulit

menghisap. Terpasang OGT, dan Syiring pump.


Warna kulit kemerahan, tidak ada oedem, kulit lembab, turgor kulit
elastis, kulit disekitar anus kemerahan, lembab pada daerah genital

dan anus, akral bayi hangat, kulit tipis, tidak ada sianosis, tidak
ada tanda lahir, terdapat lanugo di pelipis dan dibagian bahu
sampai lengan kanan dan kiri.
3

Kepala

Terpasang iv cateter 3ways KAEN 4B 1ml/jam dan syringpump

Dobutamin 5mcg/BB/mnt dengan dosis 1ml/jam. fontanel anterior &

posterior lunak dan datar, sutura sagitalis tepat dan belum rapat.
4

Mata

Tidak ada infeksi pada mata, simetris kanan dan kiri, sklera ikterik dan

Hidung

tidak anemis. Pupil isokor.


Terpasang Endotrakealtube dengan ventilator mekanik., tidak ada
Epistaksis, lubang hidung paten, terdapat kerusakan septum nasal karena
pemasangan Nasal CPAP terlalu lama, bersih, tidak terdapat nafas cuping

6
7

Telinga
Mulut

hidung.
Bentuk simetris, tidak ada serumen yang keluar.
Terpasang OGT Tidak ada perdarahan gusi, bibir normal, tidak ada
kelainan bentuk, tidak terdapat bibir sumbing, terdapat hipersaliva di

8
9

Tenggorokan

daerah OGT.
Ketidak mampuan menelan dan reflek hisap tak adekuat, terpasang OGT

Leher

sejak klien masuk NICU tanggal 4 November 2014


Tidak terdapat kaku kuduk, aktifitas leher bayi kurang aktif, bayi hanya
tidur terlentang Simetris, tidak terdapat lipatan lemak pada leher, tidak
ada kaku leher saat bayi digerakan ke kanan dan ke kiri pada kepalanya,
pergerakan kurang aktif karena terpasang ET ventilator mekanik mode

SMV O2 conc 25% PEEP 5 cmH2O SIMV rate 40b/min. PC Above


PEEP 8 cmH2O.
10

Dada

Terdapat retraksi dinding dada, pergerakan dada kanan-kiri simetris,

11

Pernafasan

pergerakan reguler.
Pasien mengalami kesulitan bernafas, napas dangkal. Respirasi tidak

spotan, terdapat produksi seputum pada paru-paru kanan dan kiri lobus
atas dan hipersaliva, whezing lobus bawah paru kanan dan kiri
terpasang bantuan ogksigenasi SMV O2 CONC 25% PEEP 5 CMH2O
SIMV RATE 40B/MIN. PC ABOVE PEEP 8 CMH2O PEEP 5 H2O, O2 5
12
13

Kardiovaskular

lpm, RR 40x/mnt.
HR 165 x/menit, waktu pengisian kapilerirefil 2 detik, pasien tidak

Gastrointestinal

sianosis, tidak ada murmur.


Minum ASI menggunakan OGT 54 cc/ 8 jam (OGT terpasang sejak
tanggal 4 november 2014) , kelemahan dalam menghisap, bising usus

14

Genitourinary

12x/menit. tidak diare.


Jenis kelamin laki-laki, tidak ada hematuria, nokturia, tidak ada pus,

15
16

Gynekologi
Musculoskeletal

testis dan skrotum normal.


Tidak ada edema, tidak ada bendungan kandung kemih.
Ada kelemahan, tidak ada kekakuan, ekstermitas bayi bergerak aktif,
tidak ada kekakuan sendi atau punggung, tidak ada deformitas ataupun

17

Neurologi

fraktur
Bayi mengalami kejang dan tremor, bayi bereaksi. Terdapat jitenises

18

Endokrin

(kejang tak terkontrol)


Normal, tidak ada keringat berlebih, suhu tubuh 37,40C, pasien didalam
inkubator dengan suhu inkubator 29.10 C.

E.

PEMERIKSAAN FISIK NEONATUS


1. Refleks

Babinski :
Saat di tekan pada lateral telapak kaki dari tumit ke atas respon bayi terjadi

hiperektensi pada semua jari kaki, reflek babinski normal.


Mata boneka
Saat dilakukan pengkajian, kepala bayi ditolehkan ke samping kanan dan kiri

dikuti bola mata bergerak. Refleks mata boneka normal.


Berkedip:
Saat dilakukan pengkajian bayi dapat berkedip saat di beri sinar secara tiba-tiba

pada mata, Reflek berkedip normal.


Grasping :
Bayi dapat menggengam jari perawat, Reflek grasping normal.
Moro :
Saat bayi dikejutkan bayi berespon meregang (kaku) dan lengan bayi mendekat
ke tubuh bayi dan kemudian bayi menangis. Reflek moro normal.
Pupil
Saat dilakukan pengjkajian. Pupil pada mata bayi berspon saat diberikan sorotan
cahaya penlight. Reflek pupil normal.
Rooting
Mulut bayi tidak bereaksi saat di sentuh pipinya. Tidak ada reflek rooting.
Sucking
Reflek hisap bayi lemah
Stepping
Tidak dapat terkaji
Galant
Saat kulit disepanjang sisipunggung bayi digosok, maka bayi akan berayun
menuju sisi yang digosok. Reflek Galant normal.

2. Pengukuran Umum
- Berat badan/panjang badan
- Lingkar kepala/ lingkar dada
3. Tanda Vital
- Suhu aksila
- Denyut jantung
- Pernafasan
- Tekanan darah
4. Kulit
- Warna
- Sianosis

: 1900gr / 38 cm
: 25 cm/ 22 cm

: 37,4 C
: 181 x/menit
: 40 x/menit
:: Kemerahan/Pink
:Tidak terdapat sianosis. kulit tipis, integritas kulit baik, kulit
lembab dan kulit disekitar anus kemerahan, Lembab pada

daerah genital dan anus, akral hangat.


Tanda lahir
: Tidak ada tanda lahir
Lanugo/vernix caseosa : Terdapat lanugo di pelipis dan dibagian bahu sampai

lengan kanan dan kiri


Turgor kulit
: Elastis
Edema
: Tidak terdapat edema

5. Kepala
- Fontanel anterior
- Fontanel posterior

: Lunak dan datar


: Lunak dan datar

Sutura sagitalis

: Tepat, belum rapat

6. Mata
- Kesimetrisan/kebersihan/Warna
- Sclera/iris
- Epicanthal fold/Jarak kantus

: Simetris kanan dan kiri, mata bersih


: Ikterik, kornea mata bening
: 2 cm

7. Telinga
- Bentuk/simetris/bersih : Bentuk simetris, tidak ada serumen yang keluar
- Letak pinna
: Sejajar / simetris
8. Hidung
- Kepatenan nasal/ kotoran/bersin :
Lubang hidung paten, terdapat kerusakan septum nasal karena pemasangan Nasal
CPAP terlalu lama, bersih, tidak ada obstruksi pada hidung, tidak ada epistaksis.
-

Tidak terdapat nafas cuping hidung

9. Mulut
- Bibir sumbing
-

sumbing.
Lidah
Saliva

: Bibir normal, tidak ada kelainan bentuk, tidak terdapat bibir


: Bersih, dapat bergerak
: Terdapat hipersaliva didekat OGT

10. Leher
- Bentuk :

Simetris, tidak terdapat lipatan, tidak ada kaku leher saat bayi digerakan ke
-

kanan dan ke kiri pada kepalanya


Gerakan : gerakan terbatas karena terpasang nasal CPAP ventilator dengan mode
SMV yang di fixsasi

11. Dada
- Bentuk
- Diameter anteroposterior dan lateral
- Terdapat retraksi dinding dada
12. Paru paru
- Suara nafas

: Bentuk simetris
: tidak dapat terkaji
: ada

: - Whezing di paru kanan dan kiri saat diauskultasi.


- Pergerakan dada simetris kanan kiri
- Terdapat produksi sputum pada paru-paru kanan dan kiri lobus atas

Pernafasan

: RR 40 x/menit. Tidak spontan, menggunakan alat bantu

pernafasan terpasang bantuan ogsigenasi Ventilator dengan mode SMV O2 conc 25%
PEEP 5 cmH2O SIMV rate 40b/min. PC Above PEEP 8 cmH2O.
13. Jantung
- Letak apeks
- Murmur
- Pengisian kapilerirefil
- Nadi brakhialis
- Nadi femoralis

: Mid clavikula sinistra intercosta 5


: Tidak terdapat suara murmur
: Kembali 2 detik
: Teraba kuat
: Taraba kuat

14. Abdomen
- Bentuk/karakteristik
- Keadaan umbilicus
- Peristaltic

: Datar, supel
: Tali pusat sudah terlepas.
: 12 x/menit

Palpasi
Perkusi

15. Genetalia

: Hepar teraba kurang dari 2 cm.


: Tympani
: Jenis kelamin laki-laki, tidak ada hematuria, nokturia, tidak
ada pus, testis dan skrotum normal.

16. Punggung dan Rectum


- Tulang belakang: Tidak mengalami deformitas
- Anus
: Paten
17. Ekstremitas
- Ekstremitas atas :

Simetris antara tangan kanan dan kiri, jumlah jari tangan kanan 5 dan tangan kiri
-

5.
Ekstremitas bawah :
Simetris antara kaki kanan dan kiri, jumlah jari kaki kiri 5 dan kaki kanan 5.
Tidak ada kelainan konginetal
ROM
: Aktif
Tonus otot
: Gerakan ekstermitas bayi aktif
Dislokasi
: Tidak terdapat dislokasi

18. Neuromuscular

:
Normal, tidak ada gangguan neuromuscular, bayi bereaksi saat di beri sentuhan di
telapak kaki.

19. Pengkajian nyeri (Neonatal Infant Pain Scale/NIPS)

a. Ekspresi wajah : Rileks = 0


Meringis = 1 (nilai=0)
b. Menangis
: Tidak Menangis = 0 Meringis = 1 Menangis
c.
d.
e.
f.

Keras

(nilai=1)
Pola napas
: Rileks = 0
Perubahan Pola Napas = 1 (nilai=0)
Lengan
: Tertahan/Rileks = 0 Fleksi/Ekstensi = 1 (nilai=0)
Tungkai
: Tertahan/Rileks = 0 Fleksi/Ekstensi = 1 (nilai=0)
Keadaan terangsang
: tidur/bangun = 0
rewel = 1 (nilai=0)

Skore Nyeri = 1
F. RIWAYAT SOSIAL

a. Stuktur Keluarga (genogram)

Keterangan

Laki-laki

Perempuan

Tinggal Serumah

Klien

Garis keluarga

b. Antisipasi vs pengalaman nyata kelahiran


c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

: Keluarga mengatakan sangat bahagia

atas kelahiran anaknya dan sangat sedih dengan keadaan anaknya saat ini.
Budaya
: Jawa
Suku
: Jawa
Agama
: Islam
Bahasa utama
: Bahasa jawa
Perencanaan makanan bayi
: ASI
Masalah sosial yang penting
: Tidak ada masalah sosial
Hubungan orangtua dan bayi
: Baik
Orangtua

Tingkah laku
Berkunjung untuk memberikan ASI nya, dan

Ibu

menengok bayinya ibu selalu memandangi


bayinya.
Berkunjung

Ayah

dan

melihat

bayinya

ayah

menanyakan keadaan bayinya pada perawat

j. Orang terdekat yang dapat dihubungi


: Ayah dan ibu bayi
k. Orang tua berespon terhadap penyakit dan hospitalisasi : Orang tua pasrah kepada
tuhan dan menyerahkan semua kepada dokter dan tenaga medis dan selalu berdoa
untuk kesembuhan anaknya.
G. RIWAYAT ANAK LAIN

Jenis kelamin anak


Laki-laki

Riwayat Persalinan
Persalinan spontan BBL 2900gr

Riwayat Imunisasi
Bcg. Polio1.Hib.
DPT/HB1. Polio2.
DPT/HB2. Polio3.
DPT/HB3. Polio4.Campak

H. DATA TAMBAHAN (Pemeriksaan Diagnostik)


1.
Hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 8 november 2014
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Normal

Kimia Klinik
Albumin
3,2 g/dl
3,7 5,2
Hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 10 November 2014
Pemeriksaan
Hematologi Rutin
WBC
RBC
HGB
HCT
MCV
MCH
MCHC
PLT

Interpretasi

Low

Hasil

Nilai Normal

Interpretasi

24.4
4.09
11.5
35.8
87.5 fL
28.1 fL
32.1 pg
67 AG

4.8 10.8
3 6.1
12 - 18
37 52
80 - 99
27 - 31
33 - 37
150-450

High
Normal
Low
Low
Normal
Normal
Low

RDW
2.

I.

51.7

35 - 47

High

Foto Babygram tanggal 6 November 2014


Thorax
- Pneumonia
- Konfigurasi cor normal
- Ujung EET di airway setinggi corpus VTh II
Abdomen
- Distensi cavum abdomen dengan udara di sistema usus tampak prominent
- Hepatomegaly menyokong sepsis
- Ujung UVP di proyeksi paravertebral dextra setinggi corpus VTH X
- Ujung gastric tube di proyeksi gaster

PROGRAM TERAPI
Tanggal 10 November 2014
Kafein 5mg/kg/12 jam 10mg/24 jam (po)
Dobutamin 5mcg/kg/mnt IV
Zamel 1x0.3 cc PO
Fetriz 1x0.3 cc PO
Ampicillin Sulbactam 100mg/kg/hr, 100mg/12j (h3)
Gentamicin 8mg/24jam IV (h3)
Tanggal 11 November 2014
Kafein 5mg/kg/12 jam 10mg/24 jam (po)
Dobutamin 5mcg/kg/mnt IV
Zamel 1x0.3 cc PO
Fetriz 1x0.3 cc PO
Ampicillin Sulbactam 100mg/kg/hr, 100mg/12j (h3)
Gentamicin 8mg/24jam (h4)
Dexamethasone 3x0.2mg/12jam
Tanggal 12 November 2014
Kafein 5mg/kg/12 jam 10mg/24 jam (po)
Zamel 1x0.3 cc PO
Fetriz 1x0.3 cc PO
Ampicillin Sulbactam 100mg/kg/hr, 100mg/12j (h3)
Gentamicin 8mg/24jam (h4)
Dexamethasone 2x0.2mg/12jam

J. Balance Cairan

Balance cairan pada tanggal 10 Nov 2014


Jam 07:00 - 14.00

jam 14:00 - 20:00

Intake

Intake

Jam 20:00 - 07:00


Intake

OGT (ASI dan air )

: 106 ml

: 108 ml

: 218 ml

Infuse (KAEN 4B 1ml/jm)

: 7 ml

6 ml

: 11 ml

Syring (Dobutamin 1ml/jm)

: 7 ml

6 ml

: 11 ml

: 1ml

ml

ml

Injeksi
- Ampicilin Sulbactam

( 2 x 100mg/12jam = 1cc )

1ml

- Gentamicin

( 1 x 8mg/24jm = 0.2cc )
Total Intake

0.2ml

: 121.2 ml

: 120 ml

: 241ml = 482.2 ml

Urine

: 50 ml

: 140 ml

: 140 ml

OGT ( Muntah)

: 10 ml

ml

: 40 ml

BAB

: 20 ml

: 10 ml

: 20 ml

IWL

: 22.2 ml

: 18.9 ml

: 34.8 ml

Total Output

: 102.2 ml

: 168.9 ml

: 234.8ml = 505.9

Output

ml
Balance Cairan selama 24 jam

(input-output) 482.2ml 505.9 ml = - 23.7 ml

Diurisis selama 24 jm(total urine 24jam/KgBB/24jm) : 330/1.9/24 = 7.24cc/KgBB/24jm


Balance cairan pada tanggal 11 Nov 2014
Jam 07:00 - 14.00

jam 14:00 - 20:00

Intake

Intake

Jam 20:00 - 07:00


Intake

OGT (ASI dan air )

: 112 ml

: 112 ml

: 228 ml

Infuse (KAEN 4B 1ml/jm)

: 7 ml

1 ml

: 11 ml

Syring (Dobutamin 1ml/jm)

: 7 ml

1 ml

: 11 ml

1ml

ml

1ml

0.2ml

ml

ml

Injeksi
- Ampicilin Sulbactam

( 2 x 100mg/12jam = 1cc )
- Gentamicin

( 1 x 8mg/24jm = 0.2cc )
- Dexametasone

( 3 x 0.5mg/12jam = 0.1cc

: 0.1ml

: 0.1 ml

: 0.1 ml

Total Intake

: 127.3 ml

: 114.1 ml

:251.1 ml = 492.5ml

Urine

: 60 ml

: 100 ml

: 130 ml

OGT ( Muntah)

ml

BAB

2 ml

IWL
Total Output

Output
ml

5 ml

: 20 ml

: 10 ml

: 22.2 ml

: 18.9 ml

: 36.8 ml

: 84.2 ml

: 138.9 ml

: 176.8ml = 399.9

ml
Balance Cairan selama 24jam

(input-output) 492.5ml 399.9 ml = + 92.6 ml

Diurisis selama 24 jm(total urine 24jam/KgBB/24jm) : 290/1.9/24 = 6.36cc/KgBB/24jm

Balance cairan pada tanggal 12 Nov 2014


Jam 07:00 - 14.00

jam 14:00 - 20:00

Intake

Intake

Jam 20:00 - 07:00


Intake

OGT (ASI dan air )

: 114 ml

: 114 ml

: 228 ml

Infuse (KAEN 4B 1ml/jm)

7 ml

6 ml

: 11 ml

1ml

ml

1ml

0.2ml

ml

ml

0.1ml

ml

: 0.1 ml

Injeksi
- Ampicilin Sulbactam

( 2 x 100mg/12jam = 1cc )
- Gentamicin

( 1 x 8mg/24jm = 0.2cc )
- Dexametasone

( 2 x 0.5mg/12jam = 0.1cc
Total Intake

: 122.3 ml

: 120 ml

:240.1 ml =472.4

Urine

: 50 ml

: 100 ml

: 120 ml

OGT ( Muntah)

BAB

: 50 ml

: 10 ml

: 20 ml

IWL

: 22.2 ml

: 18.9 ml

: 36.8 ml

Total Output

: 122.2 ml

: 128.9 ml

: 176.8ml = 427.9

ml
Output
ml

ml

ml

ml
Balance Cairan selama 24jam

(input-output) 472.4ml 427.9 ml = + 44.5 ml

Diurisis selama 24 jm(total urine 24jam/KgBB/24jm) : 270/1.9/24 = 5.92cc/KgBB/24jm

K.

RESUME PENGKAJIAN
a. Riwayat Masuk Hingga saat ini
Pada tanggal 17 September 2014. Ny. E datang ke IGD RSST klaten dengan keluhan
terjadi pendarahan banyak yang keluar dari jalan lahir. Dengan usia kehamilan 28
Minggu. Setelah di lakukan pemeriksaan Ny. E terdapat pembukaan 4cm. pada
tanggal 18 September 2014, Bayi lahir secara spontan dengan pacuan di VK RSST,
jenis kelamin bayi laki-laki, berat badan lahir 960gr. Apgar skor 5-7-7. Bayi di
pindahkan ke ruang Nicu/Picu RSST pada tanggal 18 september 2014. Setelah
dirawat di PICU/NICU selama 16 hari bayi Ny. E membaik dan dipindahkan ke
bangsal Bakung pada tanggal 4 Okt 2014. Setelah dirawat di ruang bakung dengan
CMC. Bayi Ny E mengalami sianosis dan kemudian di kembalikan ke ruang
PICU/NICU pada tanggal 6 Okt 2014. Dirawat di PICU/NICU selama 25 hari. Pada
tanggal 31 Okt 2014 bayi Ny. E membaik dan di pindahkan ke bangsal bakung. Di
bangsal bakung By. Ny E mengalami sianosis kembali setelah di lepas O2 dan
dilakukan CMC. Pada tanggal 4 November 2014 bayi Ny E dibawa ke PICU/NICU
dan sampai sekarang..

ANALISA DATA
No
1

Data focus
DS : DO:
1. Pasien mengalami kesulitan
bernafas
2. Respirasi tidak spotan, terdapat
produksi Hipersaliva. whizing
pada paru-paru kanan dan kiri
lobus atas
3. Bayi tidak menangis
4. Terdapat hipersaliva di daerah
OGT
5. Terpasang endotrakealtube
dengan ventilator mekanik
DS : DO:
1. Pasien mengalami kesulitan
bernafas
2. Terdapat retraksi dinding dada
3. Bayi mengunakan bantuan
Oksigenasi menggunakan
dengan Ventilator SMV O2
conc 25% PEEP 5 cmH2O
SIMV rate 40b/min. PC Above
PEEP 8 cmH2O
4. Usia kehamilan 28 minggu
5. BB 1900 gr

Problem
Bersihan jalan nafas
tidak efektif

Etiologi
Obstruksi jalan nafas
(mukus berlebihan)

Pola nafas tidak efektif

Immaturitas

6. Terdapat retraksi dinding dada


7. HR 181 x/menit
8. Nafas dangkal
DS : DO :
A=
1. Saat lahir BB: 960 gr, PB:
38 cm, LD: 22 cm, LK: 25
cm.
2. Saat pengkajian BB: 1900
gr, PB: 38 cm, LD: 22 cm,
LK: 25 cm.
B=
1. Albumin = 3,2 g/dl

Resiko
ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh

Absorbsi tidak
adekuat

Resiko Kekurangan
volume cairan

Immaturitas, radiasi
lingkungan, kehilangan melalui kulit/
paru.

Resiko hipotermi

Imaturitas Kontrol
Pengatur Suhu Dan
Kurangnya Lemak
Subcutan Didalam
Tubuh.

Resiko infeksi

Defisiensi
pertahanan tubuh,
(imunologi)

C=

1. Reflek hisap bayi masih


lemah
2. Bayi muntah
D=
1 ASI 108 ml tiap 8 jam
Ds : Do :
1. Balance cairan 24 jam = - 23.7
ml
2. S = 37,4 0 C.
3. HR = 181 x/mnt
4. Usia kehamilan 28 minggu
5. BB : 1900 gram
6. Reflek hisap tidak adekuat
7. HCT : 35.8 %
8. Keadaan umum bayi lemah,
tidak dapat menangis dengan
keras
Ds : Do :
1. Usia kehamilan 28 minggu
2. Berat Badan 1900gr
3. Bayi terlihat lemah, menangis
tidak kuat.
4. Riwayat Sianosis setelah dilepas
O2 Ventilator CPAP
5. HR 181x/mnt
6. Kapilerefile 2 detik
DS : DO :
1. Kulit tipis
2. Akral hangat
3. Sklera ikterik
4. TTV = S = 37, 4 C, HR =
181x/menit, RR = 40 x/menit,
score nyeri 1
5. Terpasang OGT dan Ventilator
CPA
6. Leukosit 24,4 ribu/uL

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obstruksi jalan nafas (mukus
yang berlebihan)
2. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan proses inflamasi pada saluran pernapasan
3. Ketidaseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan absorbsi
tidak adekuat.
4. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan immaturitas, radiasi lingkungan,
kehilangan melalui kulit/ paru.
5. Resiko hipotermi Berhubungan dengan imaturitas kontrol pengatur suhu dan kurangnya
lemak subcutan didalam tubuh.
6. Resiko infeksi berhubungan dengan defisiensi pertahanan tubuh (imunologi)
INTERVENSI
No No dx Tujuan & Kriteria hasil
1
1
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selama 3x24 jam,
bersihan jalan nafas
efektif Kriteria hasil:
1. Bunyi nafas bersih
2. Sputum berkurang
3. RR 30-60 x/ menit

Intervensi
a. Kaji /pantau
frekuensi
pernafasan

b. Auskultasi bunyi
nafas

Setelah dilakukan
asuhan keperawatan
3x24 jam diharapkan
masalah Pola nafas
tidak efektif
berhubungan dengan
Imaturitas neurologi
daoat teratasi dengan
kriteria hasil :
1. RR 30-60 x/ menit
2. Suara nafas
vasikuler

c. Lakukan suction
jika sputum saliva
berlebih
d. Kolaborasi
pemberian terapi.
1.
Obs RR bayi
2.

Obs adanya
sianosis

3.

Kaji frekuensi,
pola nafas,
kedalaman dan
irama pernafasan

4.

Auskultasi
bunyi nafas

Rasional
a. Tachipneu biasanya
ada pada beberapa
derajat dapat
ditemukan pada
penerimaan atau
selam stress/ proses
infeksi akut.
Pernafasan melambat
dan frekuensi
ekspirasi memanjang
disbanding inspirasi.
b. Derajat spasme
bronkus terjadi
dengan obstruksi
jalan nafas dan
dapat /tak
dimanisfestasikan
adanya bunyi nafas.
c. Memperlancar jalan
nafas
d. Mempercepat proses
penyembuhan.
1. Memantau
perkembangan bayi
2. Memantau adanya
apnue pada bayi
3. Mengetahui
karakteristik pola
nafas pasien
4. Mengetahui adanya
masa dalam paru atau
jenis sumbatan

tambahan
5.

Kaji adanaya
sumbatan jalan
nafas

6.
3

Setelah dilakukan
asuhan keperawatan
3x24 jam diharapkan
masalah
Ketidaseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan dapat
teratasi dengan kriteria
hasil :
1.
BB bayi naik 30
gram/ hari.
2.
Bayi dapat
terpenuhi nutrisinya
100- 200 kalori tiap
hari.
3.
KU bayi baik
4.
Reflek sucking
dan rooting kuat (+)
5.
Bayi tidak
terpasang OGT
Setelah dilakukan
asuhan keperawatan
3x24 jam diharapkan
masalah Kekurangan
volume cairan dapat
teratasi dengan kriteria
hasil :
1. balance cairan bayi
seimbang
2. kebutuhan cairan
bayi terpenuhi
sesuai dengan BB
dan usia
3. Turgor baik
4. Vital sign dalam
batas normal:
HR: 100-180
x/menit
RR: 40-60x/menit
S: 36,5-37,5 C

Kolaborasi
dalam pemberian
terapi oksigen
1.
Obs KU bayi
2.

Timbang bayi
setiap hari

3.

Memberi ASI
sesuai kebutuhan
bayi
4.
Anjurkan ibu
untuk menyiapkan
ASI
5.
Menghitung
balance cairan,
deurisis
6.

Kolaborasi
untuk pemasangan
OGT jika di
perluakan

1. Berikan cairan
sesuai kebutuhan
bayi & usia.
2.

3.

4.

5.

5. Subatan dapat
mempengaruhi pola
nafas dan kepatenan
jalan nafas
6. Pemberian oksigen
sesuai kebutuhan
1.

Mengetahui
perkembangan
2.
Mengetahui
perkembangan nutrisi
bayi
3.
Memberi nutrisi
adekuat pada bayi
4.

Bayi tercukupi
nutrisinya
5.
Mengetahui
keutuhan cairan pada
bayi
6.

Pemasangan
OGT dapat membantu
masukan nutrisi yang
adekuat

1. Untuk mencegah/
menghindari
terjadinya
ketidakseimbangan
cairan.
Timbang BB setiap 2. Untuk memantau
hari.
apabila terjadi
perubahan, sehingga
dapat segera diatasi.
Monitor & catat
3. Upaya pencegahan
intakeoutput setiap
sedini mungkin bila
hari, bandingkan
terjadi
jumlah untuk
ketidakseimbangan.
menentukan status
ketidakseimbangan.
Pertahankan suhu
4. Untuk mencegah
lingkungan tetap
terjadinya kehilangan
normal.
cairan karena
peningkatan/penuruna
n suhu tubuh.
Kaji tanda-tanda
5. Untuk dilakukan
peningkatan
upaya pencegahan &
kebutuhan cairan &
penanganan sedini &
TTV:
setepat mungkin.
- Peningkatan suhu
tubuh.
- Hipovolemik

- shock.
- Sepsis.
- Asfiksia &
hipoksia
6. Monitor
laboratorium.

6. Untuk memantau
perkembangan/peruba
han yang terjadi
secepat mungkin,
terutama bila ada
kecurigaan terjadinya
ketidakseimbangan
cairan.
Setelah dilakukan
1.
Observasi
1. mengetahui
asuhan keperawatan
tanda-tanda vital.
perkembangan
3x24 jam diharapkan
2.
Tempatkan
2. mempertahankan
masalah resiko
bayi pada incubator.
suhu tubuh bayi
hipotermi tidak terjadi
3.
Awasi dan atur 3. mempertahankan
dengan kriteria hasil :
control temperature
suhu inkubator sesuai
1. KU bayi baik
dalam incubator
dengan suhu bayi
2. Vital sign dalam
sesuai kebutuhan.
batas normal:
4.
Monitor tanda- 4. menghindari
HR: 100-180 x/menit
tanda Hiportermi.
terjadinya hipertermi
RR: 40-60x/menit
5.
Hindari bayi
5. agar tidak terjadi
dari pengaruh yang
hipotermi
S: 36,5-37,5 C
dapat
menurunkan
3. Bayi tidak dirawat
suhu tubuh.
dalam inkubator
6.
Ganti pakaian
6. menghindari
setiap basah.
terjadinya hipotermi
7.
Observasi
7. mengetahui terjadinya
adanya sianosis.
hipotermi
Setelah dilakukan
asuhan keperawatan
3x24 jam diharapkan
masalah resiko infeksi
tidak terjadi dengan
kriteria hasil:
1.
Tidak ada
tanda-tanda infeksi
(tumor, rubor, dolor,
kalor, dan fungsio
laesa)
2.
Leukosit 5.011,0 rubu/ui
3.
Vital sign dalam
batas normal:
HR: 100-180 x/menit
RR: 40-60x/menit
S: 36,5-37,5 C
4. Tidak terpasang ET,
OGT dan infus

1. Obs tanda-tanda
infeksi
2. Cuci tangan
sebelum dan sesudah
kontak dengan bayi
3. Menganjurkan ibu
untuk mencuci
tangan sebelum
kontak dengan bayi
4. Minimalkan kontak
lansung dengan bayi
jaga tehnik aseptik
jika melakukan
tindakan pada bayi
5. Lakukan perawatan
tali pusat dan ganti
selang iv line/ infus
minimal 3 hari sekali
6. Kolaborasi
pemberian antibiotik

1.

Mengetahui
tanda-tanda infeksi
2.
Untuk mencegah
infeksi
3.

Untuk mencegah
terjadinya penyebaran
nosokomeal

4.

meminimalkan
penyebaran virus
nosokomeal

5.

Mencegah
terjadinya infeksi

6.

Antibiotik
membantu mencegah
infeksi secara
farmakologi

IMPLEMENTASI
Hari/tanggal
Senin, 10

No.Dx Jam
Implementasi
6
07.30 Mencuci tangan

november

sebelum kontak

2014

dengan bayi
3

08.00
Mengobservasi KU

08.15
Mengobservasi

Respon
S :O: Tangan tampak bersih
dan bebas kuman.
S:O: KU sedang ;
aktifitas lemah
bayi tenang

Dwi
Wahyu

dada, nafas dangkal,


RR: 40x/menit

08.20
Memonitor alat
bantu pernapasan

Dwi
Wahyu

S: O: Terdapat retraksi

adanya pola nafas


1

Paraf

Satria I

S: O: Oksigenasi
menggunakan dengan

O2

ventilator SMV O2
conc 25% PEEP 5
2

cmH2O SIMV rate

08.25

Satria I

40b/min. PC Above
Mengkaji
frekuensi, pola
napas, kedalaman
dan irama
pernapasan

PEEP 8 cmH2O
S:
O:
RR = 40 x/menit
Retraksi dinding dada
Respirasi tidak spotan,
terdapat produksi seputum

pada paru-paru kanan dan Satria I


kiri lobus atas.

08.30

hipersaliva

whezing
6

08.40

Menyibin bayi

Mengobservasi
tanda-tanda infeksi
6

08.50

lobus

bawah

paru kanan dan kiri

S:
O : bayi tampak bersih,
akral teraba hangat.

S : 37.2c
4

08.55 Mengganti popok


bayi

S:
O: Tidak terdapat tanda-

Fanita

tanda infeksi. Seperti


5

09.00

oedema kemerahan
Menimbang berat

dan penegeluaran pus

popok bayi

pada daerah iv line

09.05
Memonitor suhu

09:10

tubuh dan suhu


inkubator

Fanita

S: O: popok sudah diganti


terdapat BAB dalam
pempers

Memberikan ASI
pada bayi
6

09.15

S:
O : berat popok 40gr x
1ml = 40 ml

Memberikan obat
per Oral melalui
OGT - Kafein
5mg/kg/12 jam
6
6

10.00
10.03

10mg/24 jam
Mengobservasi

S:O : Suhu tubuh 37.3oC

Dwi
Wahyu

Suhu inkubator: 29,1


o

S: O: Bayi minum ASI 54

Dwi
Wahyu

ml melalui OGT

TTV
S:
O: Obat masuk dengan
4

11.00

lancar dan tidak

Fanita

muntah
6

11.05 Memberikan
injeksi ampicillin

2 x 100 ml = 1 cc
11.15 Injeksi gentamicin
1 x 8 mg = 0,2 cc
Injeksi

11.30

Mengobservasi
12.00

Fanita

yang odema
RR: 40 x/menit
S: 37,3 oC,
HR: 181x/menit

Mengobservasi
masukan infus

S: O: Tidak ada bagian

S: O: Obat masuk melalui

Fanita

IV, tidak ada oedema

TTV
Memberikan ASI
kepada bayi

S:
O: Infus jenis KAEN 4B

Satria I

13.00
Mengobservasi
masukan syringe

13.05 pump

Kecepatan 1ml/jm
S: O: RR: 40 x/menit
S: 37,4 oC.
HR: 186x/menit
S:
O: Bayi minum ASI 54
ml melalui OGT

Mengganti popok
bayi

S: O: Terpasang syringe

Dwi
Wahyu

pump Dobutamin
5mg/kg dgn
Menimbang popok

kecepatan 1ml/jm

bayi
S:
O: popok sudah diganti
Menghitung
6

14:01

balance cairan per


8 jam

terdapat bekas cairan


urine dalam pempers
S:
O: berat popok 30gr x
1ml : 30ml

14:06

Satria I

S: O: Input: 121.3 ml
Infus KAEN 4B :

Fanita

Fanita

7ml
ASI : 106 ml
Syring pump

Mencuci tangan
sebelum kontak
dengan bayi
Mengobservasi
TTV

Dobutamin : 7ml
Injeksi : 1.3 ml
Output: 102.2 ml
Urine: 50 ml
Muntah : 10 ml
BAB :20 ml
IWL : 22,2 ml
BC= +19,1 ml
Deurisis :
3.75ml/KgBB/jm

Satria I

Fanita

S:
O: Tangan tampak bersih
dan bebas dari kuman
S:
O: bayi Nampak tenang
dan tidur. S: 37.6c
Saturasi O2 86%

Fanita

Dwi
Wahyu

Fanita

Fanita
Selasa, 11
november
2014

07.30 Mencuci tangan


sebelum kontak
dengan bayi

S :O: Tangan tampak bersih


dan bebas kuman.

08.00 Mengobservasi KU

S:O: KU sedang ; bayi


aktifitas lemah
bayi tenang

08.15 Mengobservasi
pola nafas

08.20 Memonitor alat


bantu pernapasan
O2

S: O: Terdapat retraksi
dada, RR: 40x/menit

Dwi
Wahyu
Dwi
Wahyu

Dwi
Wahyu

S: O: Oksigenasi
menggunakan dengan Dwi
Ventilator SMV O2
Wahyu
conc 25% PEEP 5
cmH2O SIMV rate

40b/min. PC Above
PEEP 8 cmH2O

S:
O:
RR = 40 x/menit
Retraksi dinding dada
Respirasi tidak spotan,

08.25 Mengkaji
frekuensi, pola
napas, kedalaman
dan irama
pernapasan

Satria I

08.30 Menyibin bayi

Fanita
S:
O : bayi tampak bersih,
akral teraba hangat.
S : 37.4c

08.40 Mengobservasi
tanda-tanda infeksi

S:
O: Tidak terdapat tandatanda infeksi. Seperti
oedema kemerahan
dan penegeluaran pus
pada daerah iv line

08.50 Mengganti popok


bayi

S: O: popok sudah diganti


terdapat BAB dalam
pempers.

08.55 Menimbang berat


popok bayi

S:
O : berat popok 30gr x
1ml : 30ml

09.00 Memonitor suhu


tubuh dan suhu
inkubator

S:O : Suhu tubuh 37,1oC


Suhu inkubator: 32,5
o
C

09.07 Memberikan ASI


pada bayi

S: O: Bayi minum ASI 54


ml melalui OGT

09:14 Memberikan obat

S:
O : Obat dapat masuk
dengan lancar tidak
terjadi muntah

hipersaliva

per Oral melalui


OGT - Kafein

Fanita

Satria I

Satria I

Fanita

Fanita

Fanita

5mg/kg/12 jam
10mg/24 jam
6

Mengobservasi
09.15 TTV

Memberikan
10.00 injeksi ampicillin
2 x 100 ml = 1 cc

S: O: Tidak ada bagian


yang odema
RR: 40 x/menit
S: 36,6 oC,
HR: 168x/menit
S: O: Obat masuk melalui

Fanita

Dwi

Injeksi gentamicin
10.02 1 x 8 mg = 0,2 cc
Injeksi
dexametason 3 x
10.03 0,5 mg = 0,1 cc

Mengobservasi
10.30 masukan infus

Mengobservasi
11.00 TTV

Memberikan ASI
11.20 kepada bayi
Mengobservasi
11.30 masukan syringe
pump
Mengganti popok
12.00 bayi

Menimbang popok
12.20 bayi
Menghitung
13.00 balance cairan per
8 jam

IV, tidak ada oedema

Wahyu

S:
O: : Infus jenis KAEN
4B Kecepatan 1ml/jm

Dwi
Wahyu

S: O: RR: 40 x/menit
S: 36,8 oC,
HR: 184x/menit
S:
O: Bayi minum ASI 55
ml melalui OGT
S: O: Terpasang syringe
pump Dobutamin
1ml/jam
S:
O: popok sudah diganti
terdapat bekas cairan
urine dalam pempers

Fanita

Satria I

Fanita

S:
Fanita
O: berat popok 30grx1ml
: 30ml
S: O: Input: 127.3 ml
Infus KAEN 4B :
7ml
ASI : 112 ml
Syring pump
Dobutamin : 7ml
Injeksi : 1.3 ml
Output: 84.2 ml
Urine: 60 ml
Muntah : 0 ml
BAB :2 ml
IWL : 22,2 ml
BC= + 43.1 ml
Deurisis :
4.5ml/KgBB/jm
S:
O: Tangan tampak bersih
dan bebas dari kuman

Mencuci tangan

Satria I

Dwi
Wahyu

6
Rabu, 12
November
2014

14.00 sebelum kontak


dengan bayi
Mengobservasi
14:05 TTV

S:
Dwi
O: bayi Nampak tenang
Wahyu
dan tidur. S: 37.0c
Saturasi O2 80%

07.30 Mencuci tangan


sebelum kontak
dengan bayi

S :O: Tangan tampak bersih


dan bebas kuman.

08.00 Mengobservasi KU

S:O: KU sedang ; bayi


bayi tenang. Menagis
lirih tidak kuat.

2
1

08.15 Mengobservasi
pola nafas
08.20 Memonitor alat
bantu pernapasan
O2

08.25 Mengkaji
frekuensi, pola
napas, kedalaman
dan irama
pernapasan

S: O: Terdapat retraksi
dada, RR: 30x/menit

Dwi
Wahyu
Dwi
Wahyu

Dwi
Wahyu

Dwi
Wahyu

S: O: Oksigenasi
menggunakan dengan Dwi
Ventilator SMV O2
Wahyu
conc 25% PEEP 5
cmH2O SIMV rate
40b/min. PC Above
PEEP 8 cmH2O
S:
O:
RR = 30 x/menit
Terdapat Retraksi
dinding dada
Respirasi tidak spotan,

Dwi
Wahyu

hipersaliva

08.30 Menyibin bayi

S:
O : bayi tampak bersih, Fanita
akral teraba hangat.
S : 37.0c

08.40 Mengobservasi
tanda-tanda infeksi

S:
O: Tidak terdapat tandatanda infeksi. Seperti
oedema kemerahan
dan penegeluaran pus
pada daerah iv line

08.50 Mengganti popok


bayi

S: O: popok sudah diganti


terdapat BAB dalam
pempers.

08.55 Menimbang berat


popok bayi

S:
O : berat popok 35gr x

Fanita

Satria I

Satria I

1ml : 35ml
5

09.00 Memonitor suhu


tubuh dan suhu
inkubator

S:O : Suhu tubuh 37,0oC


Suhu inkubator: 31,5
o
C

Dwi
Wahyu

09.05 Memberikan ASI


pada bayi

S: O: Bayi minum ASI 54


ml melalui OGT

Dwi
Wahyu

09:11 Memberikan obat

S:
O : Obat dapat masuk
dengan lancar tidak
terjadi muntah

Dwi
Wahyu

per Oral melalui


OGT - Kafein
5mg/kg/12 jam
10mg/24 jam

Satria I
6

09.15 Mengobservasi
TTV

S: O: Tidak ada bagian


yang odema
RR: 30 x/menit
S: 37,0 oC,
HR: 168x/menit

10.00 Memberikan
injeksi ampicillin
2 x 100 ml = 1 cc
10.02 Injeksi gentamicin
1 x 8 mg = 0,2 cc
Injeksi
10.03 dexametason 1 x
0,5 mg = 0,1 cc

S: O: Obat masuk melalui


IV, tidak ada oedema

10.30 Mengobservasi
masukan infus

S:
O: : Infus jenis KAEN
4B Kecepatan 1ml/jm

11.00 Mengobservasi
TTV

S: O: RR: 40 x/menit
S: 36,8 oC,
HR: 165x/menit

Satria I

11.20 Memberikan ASI


kepada bayi

S:
O: Bayi minum ASI 55
ml melalui OGT

Fanita

12.00 Mengganti popok


bayi

12.20 Menimbang popok


bayi

S:
SatriaI
O: popok sudah diganti
terdapat bekas cairan
urine dalam pempers
S:
Dwi
O: berat popok 70grx1ml Wahyu
: 70ml

12.30 Menghitung

Fanita

6
6

Fanita

S: -

Dwi

balance cairan per


8 jam

O: Input: 122.3 ml
Infus KAEN 4B :

Wahyu

7ml
ASI : 114 ml
Injeksi : 1.3 ml
Output: 122.2 ml
Urine: 50 ml
Muntah : 0 ml
BAB :50 ml
IWL : 22,2 ml
BC= + 0.1 ml
Deurisis :
3.75ml/KgBB/jm
S:
O: Tangan tampak bersih
dan bebas dari kuman
6

14.00 Mencuci tangan


sebelum kontak
dengan bayi

S:

Satria I

O: bayi Nampak tenang


dan tidur. S: 37.0c
Saturasi O2 96%
Satria I

EVALUASI
Hari/tgl

No
DX

14:05 Mengobservasi
TTV

Evaluasi

Paraf

Senin, 10
Nov 2014

S:
O : - terpasang ventilator mekanik dengan mode SMV O2
conc 25% PEEP 5 cmH2O SIMV rate 40b/min. PC
Above PEEP 8 cmH2O
- Terdapat wheezing pada paru kanan dan kiri
lobus atas
- Bayi menagis tidak kuat
- Terdapat hipersaliva di daerah OGT
A : Masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Manajemen Airways

S:
O: - Terdapt retraksi dinding dada
- Bayi menggunakan alat bantu ventilator mekanik
dengan mode SMV O2 conc 25% PEEP 5
cmH2O SIMV rate 40b/min. PC Above PEEP 8
cmH2O
- RR :40 x/menit
- HR :186 x/menit
- Napas dangkal
- Bayi mengalami kesulitan bernapas
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
- Observasi adanya sianosis
- Observasi RR, HR
- Observasi penggunaan Ventilator

3
S:
O: - Reflek hisap bayi masih lemah
- Terpasang OGT
- ASI 108 ml/8 jam
- Lingkar perut 26 cm
- Keadaan umum bayi lemah
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
- Beri ASI sesuai kebutuhan bayi
4
S:
O: - Balance cairan -19.1 ml
- Deurisis : 3.75ml/KgBB/jam
- S : 37.4 0C
- Reflek hisap tidak adekuat
- HCT : 35.8 %
- Turgor kulit baik
- Keadaan bayi lemah
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
- Monitor balance cairan
- Pertahankan suhu incubator
5
S:
O: - Bayi masih dirawat dalam inkubator
- Suhu 37.4 0 C
- HR : 186x/menit
- Keadaan umum bayi lemah
- Kapilarirefil 2 detik

A: Masalah belum teratasi


P: Lanjutkan intervensi
- Observasi suhu inkubator sesuai kebutuhan
- Monitor tanda tanda hipotermi
- Ganti pakaian bayi setiap basah
6
S:
O: - tidak terdapat tanda tanda terjadi infeksi
- Terpasang OGT
- Terpasang ET
- Leukosit 24.4 ribu/uL
- Tanda tanda vital
HR : 186x/menit
Suhu 37,4 0 C
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
- Observasi tanda tanda infeksi
- Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan
bayi
- Menjaga teknik aseptic jika melakukan tindakan
Selasa, 11
Nov 2014

S:
O : - terpasang ventilator mekanik dengan mode SMV
O2 conc 25% PEEP 5 cmH2O SIMV rate
40b/min. PC Above PEEP 8 cmH2O
- Terdapat wheezing pada paru kanan dan kiri
lobus atas
- Bayi menagis tidak kuat
- Terdapat hipersaliva di daerah OGT
A : Masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Manajemen Airways
S:
O: - Terdapt retraksi dinding dada
- Bayi menggunakan alat bantu ventilator mekanik
dengan mode SMV O2 conc 25% PEEP 5
cmH2O SIMV rate 40b/min. PC Above PEEP 8
cmH2O
- RR :40 x/menit
- HR :184 x/menit
- Bayi masih mengalami kesulitan bernapas
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
- Observasi adanya sianosis
- Observasi RR, HR
- Observasi penggunaan Ventilator

3
S:
O: - Reflek hisap bayi masih lemah
- Terpasang OGT
- ASI 109 ml/8 jam
- Lingkar perut 27 cm
- Keadaan umum bayi lemah
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
- Beri ASI sesuai kebutuhan bayi
4

S:
O: - Balance cairan +43.1 ml
- Deurisis : 4.5ml/KgBB/jam
- S : 37.0 0C
- Reflek hisap tidak adekuat
- Turgor kulit baik
- Keadaan bayi lemah
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
- Monitor balance cairan
- Pertahankan suhu incubator
5
S:
O: - Bayi masih dirawat dalam inkubator
- Suhu 37.0 0 C
- HR : 184x/menit
- Keadaan umum bayi lemah
- Kapilarirefil 2 detik
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
- Observasi suhu inkubator sesuai kebutuhan
- Monitor tanda tanda hipotermi
- Ganti pakaian bayi setiap basah
6
S:
O: - tidak terdapat tanda tanda terjadi infeksi
- Terpasang OGT
- Terpasang ET
- Tanda tanda vital
HR : 184x/menit
Suhu 37,0 0 C
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
- Observasi tanda tanda infeksi
- Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan
bayi
- Menjaga teknik aseptic jika melakukan tindakan
Rabu, 12
Nov 2014

S:
O : - terpasang ventilator mekanik dengan mode SMV
O2 conc 25% PEEP 5 cmH2O SIMV rate
40b/min. PC Above PEEP 8 cmH2O
- Terdapat wheezing pada paru kanan dan kiri
lobus atas
- Bayi menagis tidak kuat
- Terdapat hipersaliva di daerah OGT
A : Masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Manajemen Airways

S:
O: - Terdapt retraksi dinding dada
- Bayi menggunakan alat bantu ventilator mekanik
dengan mode SMV O2 conc 25% PEEP 5
cmH2O SIMV rate 40b/min. PC Above PEEP 8
cmH2O
- RR :40 x/menit

- HR :165 x/menit
- Bayi masih mengalami kesulitan bernapas

A: masalah belum teratasi


P: lanjutkan intervensi
- Observasi adanya sianosis
- Observasi RR, HR
- Observasi penggunaan Ventilator
3
S:
O: - Reflek hisap bayi masih lemah
- Terpasang OGT
- ASI 114 ml/8 jam
- Lingkar perut 27 cm
- Keadaan umum bayi lemah
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
- Beri ASI sesuai kebutuhan bayi
4

S:
O: - Balance cairan +0.1 ml
- Deurisis : 3.75ml/KgBB/jam
- S : 37.0 0C
- Reflek hisap tidak adekuat
- Turgor kulit baik
- Keadaan bayi lemah
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
- Monitor balance cairan
- Pertahankan suhu incubator
S:
O: - Bayi masih dirawat dalam inkubator
- Suhu 37.0 0 C
- HR : 165x/menit
- Keadaan umum bayi lemah
- Kapilarirefil 2 detik
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
- Observasi suhu inkubator sesuai kebutuhan
- Monitor tanda tanda hipotermi
- Ganti pakaian bayi setiap basah
S:
O: - tidak terdapat tanda tanda terjadi infeksi
- Terpasang OGT
- Terpasang ET
- Tanda tanda vital
HR : 165x/menit
Suhu 37,0 0 C
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
- Observasi tanda tanda infeksi
- Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan
bayi
- Menjaga teknik aseptic jika melakukan tindakan