Anda di halaman 1dari 13

KEPUTUSAN

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA


NOMOR : 169 TAHUN 1996
TENTANG
PETUNJUK PENYELENGGARAAN KORPS PELATIH
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,
Menimbang

: a. Bahwa untuk mencapai Gerakan Pramuka perlu dilakukan berbagai


usaha, diantaranya melalui peningkatan mutu peserta didik dan anggota
dewasa, yang diharapkan menjadi Kader Gerakan Pramuka;
b. Bahwa untuk itu diperlukan adanya suatu Lembaga Pendidikan Kader
Gerakan Pramuka (Lemdika) yang dilengkapi dengan tenaga Pelatih
Pembina Pramuka;
c. Bahwa untuk mengusahakan agar para Pelatih tersebut dapat
dimanfaatkan secara berdayaguna dan tepatguna, perlu adanya wadah
guna membina jiwa kesatuan di antara mereka;
d. Bahwa oleh karenanya perlu dibentuk suatu korps, yang diatur dengan
petunjuk penyelenggaraan tertentu.

Mengingat

: 1. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka;


2. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka;
3. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 064 Tahun 1995
tentang Petunjuk Penyelenggaraan Lembaga Pendidikan Kader Gerakan
Pramuka tingkat Nasional, juncto Keputusan Kwartir Nasional Gerakan
Pramuka Nomor 029 tahun 1996 tentang Penyempurnaan Struktur
Organisasi Lemdikanas;
4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 090 tahun 1994
tentang Rencana Strategi Gerakan Pramuka tahun 1994-1999 (Sapta
Karsa Utama Menuju Tahun 2000);

Mendengar

: 1. Saran-saran Andalan Nasional Gerakan Pramuka;


2. Saran-saran
Kelompok
Kerja
Penyempurnaan
Penyelenggaraan Korps Pelatih.

Petunjuk

M E M U T U S K AN :
Menetapkan

Pertama

: Mencabut Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 052


Tahun 1982 dan menyatakan Petunjuk Penyelenggaraan Korps Pelatih
Pembina Pramuka pada lampiran keputusan tersebut, tidak berlaku lagi.

Kedua

: Mengesahkan Petunjuk Penyelenggaraan Korps Pelatih Pembina Pramuka


seperti tercantum dalam Lampiran I Keputusan ini;

Ketiga

: Mengesahkan Struktur Organisasi Korps Pelatih seperti tercantum dalam


Lampiran II Keputusan ini;

Keempat

: Menginstruksikan kepada semua Kwartir dengan bantuan Majelis


Pembimbing yang bersangkutan, untuk melaksanakan isi petunjuk
penyelenggaraan ini.
Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkannya.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 26 Desember 1997
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,
Ketua,

H. Himawan Soetanto.

LAMPIRAN I KEPUTUSAN
KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR : 169 TAHUN 1996
TENTANG
PETUNJUK PENYELENGGARAAN KORPS PELATIH

BAB I
PENDAHULUAN
1.

Umum
a. Pendidikan Pembina Pramuka sebagai pendidkan bagi anggota dewasa, bersifat
dinamis dan harus merupakan proses belajar yang aktif dan meningkat, serta
berlangsung tersu menerus sepanjang hayat.
b.

Penyelenggaraan pendidikan Pembina Pramuka diarahkan untuk meningkatkan jumlah


dan mutu Pembina Pramuka, sehingga lebih banyak anak dan pemuda Indonesia
memperoleh latihan kepramukaan yang lebih baik.

c.

Untuk melaksanakan pendidikan Pembina Pramuka dibentuklah Lembaga Pendidikan


Kader Gerakan Pramuka yang dilengkapi dengan sarana pendidikan termasuk personil
terutama Pelatih Pembina Pramuka yang berkualitas.

d.

Untuk meningkatkan kemampuan, pengabdian dan kesejahteraan serta mendorong


para Pelatih agar menjaga nama baik dan kehormatannya sebagai anggota Gerakan
Pramuka, maka di Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka dibentuk Korps
Pelaith sebagai ikatan persaudaraan dan wadah pembinaan jiwa korsa.

e.

Petunjuk Penyelenggaraan ini dimaksudkan untuk memberi pedoman bagi kwartir


dalam membina para Pelatih Pembina Pramuka dengan memanfaatkan Korps Pelatih,
sehingga dapat meningkatkan peran Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka
secara optimal.

2.

Tata Urut
Petunjuk Penyelenggaraan ini disusun dengan tata urut sebagai berikut :
a. Pendahuluan
b. Maksud, tujuan dan fungsi
c. Struktur organisasi
d. Keanggotaan
e. Surat Hak Latih dan Surat Pengangkatan
f. Kesejahteraan
g. Penutup

3.

Pengertian
a. Korps Pelatih adalah ikatan persaudaraan dan wadah pembinaan para Pelatih
Pembina Pramuka yang berpangkalan di Lembaga Pendidikan Kader Gerakan
Pramuka.
b.

Pelatih Pembina Pramuka atau disingkat Pelatih adalah seorang Pembina Pramuka
Mahir yang telah lulus kursus Pelatih dan diangkat oleh Kwartir Cabangnya.

c.

Pembina Pramuka Mahir disingkat Pembina Mahir adalah anggota dewasa Gerakan
Pramuka yang telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir, dengan sukarela dan aktif
menjalankan tugas dan kewajibannya di satuan Pramuka.

d.

Kwartir dalam Petunjuk Penyelenggaraan ini adalah Kwartir Nasional, Kwartir


Daerah dan Kwartir Cabang.

e.

Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka disingkat Lemdika dalam Petunjuk


Penyelenggaraan ini adalah badan pelaksana pendidikan di tingkat nasional, daerah
dan cabang yang bertugas menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi orang
dewasa dan peserta didik Gerakan Pramuka.

f.

Surat Pengangkatan Pelatih disingkat SPL adalah surat keputusan Kwartir Cabang
tentang pengangkatan pelatih.
Surat Hak Latih disingkat SHL adalah tanda kewenangan melatih yang dikeluarkan
oleh Kwartir Cabang berdasarkan SPL.

g.

BAB II
MAKSUD, TUJUAN DAN FUNGSI
4.

Maksud dan Tujuan


a. Maksud pembentukan Korps Pelatih adalah untuk memberi wadah kegiatan bagi
pembinaan jiwa korsa dan pengabdian para Pelatih.
b.

Tujuan pembentukan Korps Pelatih adalah untuk meningkatkan jiwa korsa dan
kesejahteraan Pelatih guna mendorong para Pelatih menjaga nama baik dan
kehormatannya sebagai anggota Gerakan Pramuka, meningkatkan pengetahuan,
kemampuan, kecakapan dan wawasannya secara terus menerus, agar dapat
melaksanakan pengabdiannya secara ikhlas sebagai nara sumber, sehingga dapat
meningkatkan citra dan mutu Gerakan Pramuka.

5.

Fungsi
Fungsi Korps Pelatih adalah :
a. Kelengkapan Lemdika dalam melaksanakan tugasnya meningkatkan kader Gerakan
Pramuka.
b.

Perangkat Kerja Lemdika di dalam Kwartir yang bersangkutan untuk


menyelenggarakan pendidikan bagi anggota Gerakan Pramuka pada umumnya, dan
anggota dewasa pada khususnya.

c.

Penyebar hasil pengolahan informasi, data dan bahan/materi pendidikan dan pelatihan.

d.

Pembina jiwa korsa bagi para Pelatih.

e.

Pembina kesejahteraan anggota Korps Pelatih.

BAB III
STRUKTUR ORGANISASI
6.

Kedudukan
Korps Pelatih berkedudukan di Lemdika.

7.

Pengorganisasian
Semua Pelatih tergabung dalam Korps Pelatih yang memiliki Pengurus dan mekanisme
kerja sebagai berikut :
a.

Organisasi Korps Pelatih


1) Struktur Organisasi Korps Pelatih terlampir.
2) Jumlah seksinya disesuaikan dengan keadaan dan kepentingan Lemdika.
3) Anggota Pengurus Korps Pelatih berjumlah sebanyak-banyaknya 9 (sembilan)
orang terdiri atas pria dan wanita dan terdapat semua unsur golongan kemahiran.

b.

Pengurus Korps Pelatih di tiap Kwartir terdiri atas :


1) Seorang Ketua yang dijabat secara ex-officio oleh Kepala Lemdika setempat,
merangkap anggota.
2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota.
3) Satu atau dua orang Sekretaris, merangkap anggota.
4) Seorang Bendahara, merangkap anggota.
5) Beberapa orang anggota.

c.

Pengurus Korps Pelatih mempunyai tugas membantu Kalemdika dalam memikirkan


pembinaan Pelatih dan membantu pengelolaan pendidikan dan pelatihan bagi anggota
dewasa dan peserta didik untuk meningkatkan mutu anggota Gerakan Pramuka.

d.

Pengurus Korps Pelatih bertanggungjawab kepada Kepala Lemdika (Kalemdika) yang


bersangkutan.
Hubungan antar Korps Pelatih yang berlainan wilayah kerjanya dilakukan oleh
Lemdika.

e.

f.
8.

Hubungan keluar dari Korps Pelatih dalam rangka pelaksanaan teknis pendidikan
dilakukan oleh Lemdika.

Pemilihan Pengurus Korps Pelatih dan Masa Bakti


a. Pemilihan Pengurus
1) Persyaratan
Anggota Pengurus Korps Pelatih adalah mereka yang memenuhi syarat :
a) Anggota Korps Pelatih.
b) Telah menjadi Pelatih yang aktif selama sedikitnya 3 tahun.
c) Mendapat ijin dari Kwartirnya.
2) Anggota pengurus Korps Pelatih dipilih oleh Kalemdika dari anggota Korps
Pelatih yang ada di wilayah kerja kwartir yang bersangkutan dan selanjutnya
disarankan kepada kwartir untuk diangkat.
a) Anggota pengurus Korps Pelatih cabang dipilih oleh Kalemdika cabang
dengan mempertimbangkan saran dari anggota Korps Pelatih cabang.
b) Anggota pengurus Korps Pelatih daerah dipilih oleh Kalemdika daerah
dengan mempertimbangkan saran Kalemdika cabang dan Ketua Kwartir
Cabang yang bersangkutan.
c) Anggota pengurus Korps Pelatih nasional dipilih oleh Kalemdika tingkat
Nasional dengan mempertimbangkan saran Kalemdika daerah dan Ketua
Kwartir Daerah yang bersangkutan.
b.

Masa Bakti
Masa bakti anggota Pengurus Korps Pelatih untuk semua tingkat kwartir disesuaikan
dengan masa bakti kwartirnya, dan setiap pertengahan masa bakti kwartir, setengah
jumlah anggota pengurus itu diganti dengan anggota pengurus baru.

BAB IV
KEANGGOTAAN
9.

Keanggotaan
a. Semua Pelatih secara otomatis menjadi anggota Korps Pelatih, yang tergabung di
Lemdika di tempat masing-masing.
b.

10.

Syarat-syarat Keanggotaan
Anggota Korps Pelatih adalah mereka yang memenuhi syarat :
a. Pembina Mahir yang telah lulus Kursus Pelatih dan aktif membina Satuan Pramuka.
b.

11.

Semua Pelatih yang aktif di suatu wilayah Kwartir Cabang dan masih mendapatkan
SHL dari Kwartir Cabang merupakan anggota Korps Pelatih di Lemdika di tingkat
Cabang itu.

Telah diangkat oleh Kwartir Cabangnya sebagai Pelatih dengan Surat Keputusan.

Pengangkatan dan Pemberhentian


a. Anggota Korps Pelatih diangkat dan diberhentikan oleh kwartir yang bersangkutan
dengan memberi dan mencabut SPL.
b. Seorang Pelatih dinyatakan berhenti dari keanggotaan Korps Pelatih karena :

1) Meninggal dunia
2) Usul Pengurus Korps Pelatih
3) Permintaan sendiri

BAB V
SURAT PENGANGKATAN DAN SURAT HAK LATIH
12.

Surat Pengangkatan Pelatih (SPL)


a. SPL merupakan surat keputusan Kwartir Cabang yang bersangkutan tentang
pengangkatan pelatih dan oleh karenanya yang bersangkutan diberi wewenang
melakukan tugas sebagai Pelatih di Kwartir Cabangnya.
b. Surat Pengangkatan Pelatih dicabut dengan Surat Keputusan Kwartir yang
bersangkutan jika si pemegang dinyatakan berhenti sebagai pelatih berdasarkan saran
dari Kalemdika/Ketua Pengurus Korps Pelatih.
c.

13.

Pengangkatan dan pemberhentian Pelatih dinyatakan dengan Surat Keputusan Kwartir


Cabang yang bersangkutan berdasarkan saran dari Kalemdika/Ketua Pengurus Korps
Pelatih.

Surat Hak Latih (SHL)


a. SHL berbentuk Kartu Tanda Pelatih yang dikeluarkan oleh Kwartir Cabang
berdasarkan surat keputusan pengangkatannya sebagai Pelatih.
b.

Surat Hak Latih sekaligus berfungsi sebagai tanda anggota Korps Pelatih.

c.

Syarat untuk memperoleh SHL adalah :


1) Pembina Mahir yang telah lulus Kursus Pelatih dengan baik.
2) Dinilai layak untuk menjadi Pelatih oleh Kwartir Cabangnya ditinjau dari segi
sikap, kepribadian, pengetahuan dan keterampilannya, dengan lebih dahulu
mendengar saran dari Kalemdika.

d.

SHL dinyataan tidak berlaku lagi dengan Surat Keputusan Kwartir Cabang tentang
pencabutan surat pengangkatan Pelatih.

e.

Masa laku SHL adalah 3 tahun dan setiap tahun diadakan peninjauan kembali. Apabila
yang bersangkutan masih aktif, maka pada SHL diberikan pernyataan perpanjangan
yang ditandatangani oleh Ketua Kwartir dan diberi cap Kwartir berdasarkan surat dari
Kalemdika.

BAB VI
KESEJAHTERAAN
14.

Kesejahteraan
Untuk menarik minat, memberi motivasi agar para Pelatih tetap bersedia membaktikan
dirinya sebagai Pelatih perlu adanya upaya mewujudkan kesejahteraan dengan :
a. Memberi
kepuasan
kerja,
kesempatan
mengembangkan
potensi
dan
mengaktualisasikan pengetahuan, pengalaman dan penerapan teknologi baru.

b.
c.
d.

Memberi penghargaan terhadap kecakapan dan prestasinya serta kesetiaan dalam


tugasnya sebagai Pelatih.
Menciptakan suasana persaudaraan dan kebersamaan.
Memperhatikan peningkatan kehidupan sosial ekonominya.

BAB VII
PENUTUP
15.

Penutup
a. Penjelasan Petunjuk Penyelenggaraan Korps Pelatih terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari Petunjuk Penyelenggaraan ini.
b.

Hal-hal lain yang belum diatur dalam petunjuk penyelenggaraan ini, akan diatur lebih
lanjut oleh Kwartir Cabang Nasional Gerakan Pramuka.

Jakarta, 26 Desember 1996


Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,
Ketua,

H. Himawan Soetanto.
Disalin sesuai aslinya
Kwartir Cabang Kota Semarang
Sekretaris,
TTD
Gunawan Surendro
NTA. 113300098

LAMPIRAN II KEPUTUSAN
KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR 169 TAHUN 1996
STRUKTUR ORGANISASI KORPS PELATIH

NASIONAL
LEMDIKANAS

KORPS PELATIH
Tingkat Nasional

LEMDIKADA

KORPS PELATIH
Tingkat Daerah

LEMDIKACAB

KORPS PELATIH
Tingkat Cabang

DAERAH

CABANG

RANTING

Jakarta, 26 Desember 1996


Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,
Ketua,

GUGUS DEPAN

Garis Pengendalian
Garis Konsultasi
Garis Pembinaan

H. Himawan Soetanto.

LAMPIRAN III KEPUTUSAN


KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR 169 TAHUN 1996
PENJELASAN PETUNJUK PENYELENGGARAAN KORPS
PELATIH

BAB I
PENDAHULUAN
1.

Umum
a. Cukup jelas
b. Cukup jelas
c. Cukup jelas
d. Cukup jelas
e. Cukup jelas

2.

Tata Urut
a. Cukup jelas
b. Cukup jelas
c. Cukup jelas
d. Cukup jelas
e. Cukup jelas
f. Cukup jelas
g. Cukup jelas

3.

Pengertian
a. Cukup jelas
b. Yang dimaksud dengan Kursus Pelatih di sini ialah KPD dan/atau KPL.
c. Yang dimaksud dengan Kursus Pembina Pramuka Mahir ialah keseluruhan kursus
Pembina Mahir, baik tingkat Dasar maupun tingkat Lanjutan termasuk Masa
Pengembangan dan Pemantapannya.
d. Cukup jelas
e. Cukup jelas
f. Cukup jelas
g. Cukup jelas

BAB II
MAKSUD, TUJUAN DAN FUNGSI
4.

Maksud dan Tujuan


a. Cukup jelas

b.

5.

Yang dimaksud Ikhlas ialah pengamalan dari motto Ikhlas Bakti Bina Bangsa Ber
Budi Bawa Laksana maksudnya secara ikhlas membaktikan dirinya membina bangsa
dengan melimpahkan (ber berasal dari kata luber artinya meluap) pengalaman dan
pengetahuan/ilmunya kepada orang lain.

Fungsi
a. Yang dimaksud kelengkapan Lemdika yakni wadah tenaga Pelatih yang melaksanakan
tugas pendidikan dan pelatihan non formal dan informal guna melengkapi pendidikan
dan latihan formal yang dilakukan oleh Lemdika.
b. Yang dimaksud perangkat kerja adalah sumber tenaga Pelatih yang siap
menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sewaktu-waktu diperlukan.
c. Cukup jelas
d. Cukup jelas
e. Cukup jelas

BAB III
STRUKTUR ORGANISASI
6.

Kedudukan
Cukup jelas

7.

Pengorganisasian
a. 1) Cukup jelas
2) Jumlah seksi dan pembagian tugas diatur oleh Kalemdika yang bersangkutan
3) Yang dimaksud dengan golongan kemahiran yakni Mahir Siaga, Mahir
Penggalang, Mahir Penegak dan Mahir Pandega.
b.

1)
2)
3)
4)
5)

c.
d.
e.
f.
8.

Jika Ketua dijabat oleh seorang pria, maka wakilnya diusahakan seorang wanita
begitu pula sebaliknya.
Cukup jelas
Cukup jelas
Cukup jelas
Cukup jelas

Cukup jelas
Cukup jelas
Cukup jelas
Cukup jelas

Pemilihan Pengurus Korps Pelatih dan Masa Bakti


a. Pemilihan Pengurus
1) Persyaratan
a) Cukup jelas

b) Ketentuan sedikitnya 3 tahun, dimaksudkan agar memberi keleluasaan


kepada kwartir untuk menentukan syarat lebih dari 3 tahun sesuai dengan
situasi dan kondisi setempat.
c) Cukup jelas
2) a) Cukup jelas
b) Cukup jelas
c) Cukup jelas
b.

Kebijaksanaan tentang penggantian separuh jumlah anggota pengurus pada


pertengahan masa bakti kwartir dimaksudkan untuk kaderisasi dan pengamanan
kelangsungan kebijaksanaan Korps Pelatih/kwartir yang sedang berjalan.
Bagi pengurus Korps Pelatih yang pertama kali melaksanakan Petunjuk
Penyelenggaraan ini dibenarkan separuh jumlah anggota pengurus bekerja
sampai habis masa bakti kwartir yang bersangkutan habis dan separuh lainnya
diberi kesempatan memperpanjang setengah masa bakti kwartir berikutnya.

BAB IV
KEANGGOTAAN
9.

Keanggotaan
a. Cukup jelas
b. Cukup jelas

10.

Syarat-syarat Keanggotaan
a. Yang dimaksud satuan Pramuka ialah :
1) Gugus depan Pramuka
2) Perindukan Siaga
3) Pasukan Penggalang
4) Ambalan Penegak dan/atau
5) Racana Pandega
6) Satuan Karya Pramuka dengan kridanya.
b.

11.

Cukup jelas

Pengangkatan dan Pemberhentian


a. Cukup jelas
b. Cukup jelas
1) Cukup jelas
2) Usul Pengurus Korps Pelatih berdasar :
a) pertimbangan DKL
b) dengan persetujuan Kalemdika
3) Cukup jelas

BAB V
SURAT PENGANGKATAN DAN SURAT HAK LATIH
12.

Surat Pengangkatan
a. Cukup jelas
b. Cukup jelas
c. Cukup jelas

13.

Surat Hak Latih


a. Cukup jelas
b. Cukup jelas
c. Cukup jelas
1) Cukup jelas
2) Cukup jelas
d.
e.

Cukup jelas
Cukup jelas

BAB VI
KESEJAHTERAAN
14.

Kesejahteraan
Pelatih pada dasarnya tidak menuntut kesejahteraan sesuai dengan semboyan pelatih yaitu
ikhlas bakti bina bangsa ber budi bawa laksana, tetapi kwartir dan pengurus Korps
Pelatih harus memikirkan kesejahteraan bagi para anggotanya.
a.

Bagi yang berpotensi tinggi diusahakan untuk diikutsertakan dalam berbagai


pendidikan/kursus, baik yang diselenggarakan oleh Gerapan Pramuka, WOSM,
WAGGGS maupun pihak lain agar potensinya dapat berkembang dengan sebaikbaiknya.

b.

Kwartir perlu memikirkan karier bagi Pelatih yang telah menunjukkan kecakapan dan
prestasinya (dengan menyusun tingkatan Pelatih, yaitu Purwa, Madya dan Utama) dan
memikirkan adanya tanda penghargaan bagi pelatih yang telah menunjukkan prestasi
dan kesetiaannya terhadap tugas dengan mengeluarkan tanda penghargaan khusus bagi
Pelatih.

BAB VII
PENUTUP
15.

Penutup
a. Cukup jelas
b. Cukup jelas

Jakarta, 26 Desember 1996


Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,
Ketua,
Ttd
H. Himawan Soetanto.

Disalin sesuai dengan aslinya


Kwartir Cabang Kota Semarang
Sekretaris,
TTD
Gunawan Surendro
NTA. 113300098