Anda di halaman 1dari 1

Bandung, 2 November 2014, 9 Muharam 1436 H

Bagi seorang melankolis, membuat sebuah keputusan terkadang sulit. Bukan karena plin plan tetapi
terlalu banyak yang dipertimbangkan. Bisa jadi karena rasa sayang, rasa adil atau bisa jadi karena
sebuah kebencian. Separah itukah? Ini hanya kesimpulan saya sebagai seorang melankolis yang
mencoba memahami karakter diri.
Rasa nyaman dan sayang-lah yang membuat saya sangat berat untuk memutuskan hal ini.
Sebuah keputusan untuk keluar dari Grup ODOJ 87. Bagi sebagian orang dengan mudah untuk left
dari grup ODOJ. Tapi bagi saya sangat sulit. Alasan terberat adalah saudari2 yang selalu
meneguhkan, mengingatkan saya. Kami belum pernah bertemu sekalipun, dengan yang di luar
Bandung tentunya belum. Hehe. Keterikatan ukhuwah begitu kentara diantara kami. Bagaimana
tidak, siang malam kami selalu berjumpa walau hanya di dunia maya atau jika sempat kami saling
menelpon.
Kini saya memutuskan untuk keluar.
Berbulan-bulan lamanya, seorang sahabat mengingatkan Apakah kau tilawah dengan tartil? Hanya
sebaris kalimat retoris itu yang membuat saya merenung berbulan-bulan, meyakini bahwa yang saya
pilih adalah yang terbaik.
Saya yang dulu memang hanya mampu tilawah perlembar saja sehari, kini mampu tilawah berjuzjuz. Karena ODOJ yang melecut saya untuk mencintai Al-Quran. Tetapi apakah mencintai Al-Quran
hanya dengan tilawah seadaanya tanpa memperhatikan hak-hak kalimah dalam Al-Quran?
Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, saya ingin meluruskan terlebih dahulu bahwa saya tidak
menyalahkan program ODOJ. Tapi hanya merenungi diri ini yang tidak dapat memaksimalkan
kesempatan yang Allah berikan.
Mengejar kata KHOLAS setiap harinya membuat saya lelah dan saya takutkan hal buruk ini
menyebar pada saudari saya yang lain. Niat yang dulu tilawah hanya untuk Allah kini berbelok hanya
untuk memberi laporan ke grup. Sungguh memalukan diri ini. Begitu rendahnya.
Dan hari ini, 9 Muharram 1436 H saya memutuskan untuk keluar dari grup ODOJ.
Semoga apapun yang kita pilih semakin memperbaiki amalan harian kita. Kitalah yang paling tahu
kemampuan diri.