Anda di halaman 1dari 15

1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...

SILO DAN SYSTEM


BLOWER DAN HEATER
FAN DAN HEATER.
DISTRIBUTION BOX..
EXHAUST FAN DISTRIBUTION BOX.
CHAIN CONVEYOR

CONDITIONING UNLOADER...
DRY UNLOADER CHUTE..
FLY ASH BELT CONVEYOR.
C.O.V DAN CONTROL VALVE.
CARA PEMBUANGAN DENGAN CONVEYOR..
CARA PEMBUANGAN DENGAN TRUCK...
CARA PEMBUANGAN DENGAN TRUCK CAPSUL..
TABEL CARA PENGOPERASIAN.
TABEL ALARM...
GAMBAR : CONTROL PANEL SILO
GAMBAR : FLOW DIAGRAM SILO.
PENUTUP.

SILO DAN SYSTEM


Silo adalah sebuah penampung sementara abu terbang dari Unit 5 6
dan 7 (dan dari Unit 3 4 /tambahan) yang terbuat dari beton. Dengan
kapasitas masing-masing 2500 m3.
* Peralatan bantunya adalah :
1. Exhaust Fan Top Silo dan Filter
2. Blower dan heater
3. Fan dan heater
4. Distribution Box
5. Exhaust Fan Distribution
6. Chain Conveyor
7. Conditioning Unloader
8. Dry Unloader
9. Fly Ash Belt Conveyor (FA BC)
10.Cut Off Valve (COV)
11.Control Valve
* Fungsi dari masing masing Peralatan bantu tersebut adalah :
1. Exhaust Fan Silo dan Filter
1.1.Exhaust Fan Top Silo (2 buah, Silo A dan B)
Berfungsi sebagai pembuat tekanan Vacuum dalam Silo bila ada
pengisian abu dari Jumbo Transporter #567 maupun Transporter
#34 atau membuang tekanan yang berasal dari Jumbo Transporter
#567 dan Transporter #34, sehingga memperlancar proses
transporting.
1.2.Filter.
Berfungsi sebagai penyaring udara yang bercampur abu kering
sebelum dihisap Exhaust Fan, sehinggga udara yang keluar ke
atmosfir dalam keadaan bersih.
Filter tersebut mempunyai alat pembersih yang beroperasi secara
otomatis (secara periodic).Pembersih Filter tersebut secara periodic
membersihkan filter dengan media udara.
2. Blower dan Heater.
2.1.Blower.
Masing masing Silo memiliki 2 buah Blower dan heater.
Blower menghasilkan tekanan untuk mengaduk/mengabut abu dari
Silo, melalui COV dan Control Valve yang akan mengalir ke
Distributin Box, sehingga abu yang diperkirakan menggumpal akan
mudah mengalir.
2.2.Heater Blower.
Masing masing Blower memiliki 1 buah heater yang berfungsi
sebagai pemanas udara yang akan dihembuskan ke dalam Silo, COV

3
dan Control Valve, sehingga abu akan mudah mengalir dan tidak
lembab/menggumpal.

3. Fan dan heater.


3.1.Fan.
Setiap Silo memiliki 2 buah Fan dan heater yang menghasilkan
tekanan sebagai bantalan pada LINE yang akan dilalui abu kering
dari Silo ke Distribution Box, dari dari Distribution Box ke Chain
Conveyor, ke Conditioning Unloader maupun ke Dry Unloader,
sehingga abu kering tersebut dengan mudah akan mengalir karena
beratnnya sendiri.
LINE yang akan dilalui abu kering tersebut terbagi dalam 2 bagian
yang dipisahkan oleh lapisan membran. Bagian bawah untuk udara
dari Fan dan bagian atas tempat mengalirnya abu kering.
3.2.Heater.
Udara yang akan digunakan sebagai bantalan terlebih dahulu
dipanaskan sehingga abu menjadi kering dan tidak akan
mengggumpal sehingga abu kering tersebut mudah mengalir.
4. Distribution Box.
Distribution Box berfungsi sebagai penampung abu kering dari
Silo yang akan di salurkan ke Chain Conveyor, Conditioning Unloader
atau ke Dry Unloader.Pada bagian bawah juga dilengkapi bantalan udara
dari Fan.Distribution Box juga dilengkapi dengan Exhaust Fan yang
berfungsi menghisap udara berlebihan yang berasal dari Blower maupun
Fan.Sebelum dibuang ke atmosfir, udara tersebut melalui filter.
5. Exhaust Fan Distribution Box.
Seperti penjelasan pada Distribution Box, Exhaust Fan berfungsi
menghisap udara berlebihan dalam Distribution Box yang berasal dari
Fan dan Blower ke Atmosfir.
6. Chain Conveyor.
Chain Conveyor berfungsi sebagai penyalur abu kering dari
Distribution Box ke Conditioner Unloader.Selain dilengkapi dengan Pull
Cord dan Over Load protection juga dilengkapi dengan Speed Switch
protection.
7. Conditioning Unloader.
Conditioning Unloader berfungsi sebagai mixer, yaitu mengaduk
abu kering dengan air sebelum disalurkan ke Conveyor atau ke Truck,
sehingga abu tersebut tidak berhamburan (polusi).

8. Dry Unloader Chute.


Dry Unloader Chute berfungsi menyalurkan abu kering dari
Distribution Box ke truck Capsul sehingga abu tersebut tidak
berhamburan (polusi). Dry Unloader Chute dilengkapi dengan Level
switch dan Position Switch.
Bila level Truck Capsul sudah terpenuhi secara otomatis pengisian akan
terhenti, sedangkan Position sw. fungsinya adalah apabila posisi Dry
Unloader Chute tidak tepat berada di lubang pengisian Truck secara
otomatis pengisian tidak dapat dilakukan.
9. Fly Ash Belt Conveyor (FA BC).
FA BC adalah belt berjalan yang mengangkut abu basah dari
Conditioning Unloader ke Conveyor lain dan dibuang ke pembuangan
terakhir Ash Valley. FA BC ada 2 buah, masing-masing melayani Silo A
dan Silo B. FA BC dilengkapi dengan Over load Protection, Pull Cord,
Speed switch, Belt Sway switch dan Chute Plug.
10. Cut Off Valve (COV) dan Kontrol Valve.
COV adalah valve yang akan menyalurkan abu dari Silo (ada 3
pasang) ke Distribution Box dan dari Distribution Box ke Conditioning
Unloader 1/2 , dari Distribution Box ke Dry Unloader, maing masing 1
buah.COV tersebut system pembukaannya adalah Close atau Open (0%
atau 100%). Valve tersebut digerakan oleh Piston (Udara)
Sedangkan Kontrol Valve adalah valve yang mengatur besarnya
atau banyaknya abu yang akan disalurkan ke Distribution Box dari Silo
(masing masing Silo ada 3 pasang) dan ke Conditioning Unloader atau
Dry Unloader dari Distribution Box.
Pembukaannya dapat diatur dari 0% hingga 100%.Kontrol Valve
digerakan dengan motor listrik.

Dari Silo abu terbang disalurkan ke pembuangan terakhir di Ash Valley


melalui 2 buah Conveyor berupa abu basah atau dengan bantuan Truck berupa
abu basah dan juga dengan Truck berupa abu kering.
* Jadi Silo mempunyai 3 cara pembuangan, yaitu :
1. Pembuangan dengan Conveyor (melalui Conditioning Unloader 2 berupa
abu basah)
2. Pembuangan dengan Truck (melalui Conditioning Unloader 1 berupa
abu basah)
3. Pembuangan dengan Truck Capsul (melalui Dry Unloader berupa abu
kering)

1. CARA PEMBUANGAN DENGAN CONVEYOR


1.1. Peralatan Bantu yang beroperasi adalah :
Fly Ash Belt Conveyor
Conditioning Unloader 2
Chain Conveyor
COV dan Control Valve Distribution Box
Exhaust Fan dan Filter Distribution Box
COV dan Control Valve Silo
Blower dan heater
Fan dan Heater
1.2. Cara mengoperasikan Pembuangan Abu dengan Conveyor adalah sebagai
berikut
1.2.1. Cara Remote (Seharusnya/normal)
Cara ini hanya bisa dilakukan dari Control Room Ash Handling
#567
Sebelum mengoperasikan Pembuangan abu dengan Conveyor,
Operator Lokal Silo melaksanakan hal-hal sebagai berikut :
Pertama :
Periksa semua peralatan yang akan dioperasikan.
Pastikan bahwa semua peralatan yang akan dioperasikan dalam
keadaan siap, baik dari segi mekanis ataupun elektris.
Kedua :
Persiapan di Control Room Silo adalah Posisikan selector sesuai
dengan peralatan yang akan dioperasikan.
Exhaust Fan Distribution Box posisikan REMOTE
Fan dan Heater posisikan REMOTE dan Selector diarahkan pada
Fan yang akan dioperasikan.
Blower dan Heater posisikan REMOTE dan Selector diarahkan pada
Blower yang akan dioperasikan.
COV yang akan digunaklan posisikan REMOTE.
Ketiga :
Persiapan di Control Room Ash Handling #567 adalah
Selector UNLOADING MODE posisikan CONT.
Selector FA BC posisikan REMOTE dan tekan tombol START
Selector CHAIN CONV. DAN CONDITIONING UNLOADER
posisikan REMOTE dan tekan tombol START, pada saat CU
running tekan tombol OPEN untuk WATER KONTROL VALVE
sampai -/+ 30%.

6
Pembukaan WATER CONTROL VALVE jangan sampai
terlambat/telat karena interlock dengan CU.
CU akan stop bila WATER CONTROL VALVE tidak dibuka.
Urut urutan peralatan yang running bila CHAIN CONV. DAN
CONDITIONING UNLOADER di start adalah :
CU 2 running (open WATER CONTROL VALVE 30%)
CHAIN CONVEYOR running
EXHAUST FAN DAN FILTER DISTRIBUTION BOX running
COV DISTRIBUTION BOX open
FAN/HEATER running
COV SILO open
BLOWER/HEATER running (Komplit)
Secara auto COV DISTRIBUTION BOX dan COV SILO akan open 30%,
untuk menghindari terjadinya HIGH pada DISTRIBUTION BOX open
CHAIN CONV. FLOW CONTROL VALVE 100%.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

PEMBUANGAN ABU DENGAN CONVEYOR telah dimulai, selanjutnya Petugas


Operator Lokal Silo memonitor di lokal, untuk menambah atau mengurangi
banyaknya abu yang keluar dari CONDITIONING UNLOADER dapat diatur dari
pembukaan SILO FLOW CONTROL VALVE di Control Room Ash Handling #567,
tentu saja dengan sepengetahuan Operator Lokal.
1.2.2. Cara Lokal.
Cara local hanya dilakukan bila dalam keadaan darurat atau dalam
rangka perbaikan oleh Petugas Maintenance, karena peralatan Silo A
atau B tidak dilengkapi fasilitas untuk running lokal.
1.2.3. Stop.
Untuk stop system pembuangan ini adalah tekan tombol STOP pada
Selector CHAIN CONV. Dan CONDITIONING UNLOADER di CR Ash
57.
Secara berurutan peralatan akan stop mulai dari :

2.

COV dan Control Valve Silo close


Blower dan heater stop
COV dan Control Valve Distribution Box close
Fan dan Heater stop
Exhaust Fan dan Filter Distribution Box stop
Chain Conveyor stop
CU 2 stop
Tekan tombol STOP untuk FA Belt Conveyor

CARA PEMBUANGAN DENGAN TRUCK (ABU BASAH)

7
Pembuangan dengan Truck hanya dilakukan bila system
pembuangan dengan Conveyor terjadi ganggguan dalam waktu lama
dan apabila Level Silo telah high (penuh).
2.1.

Peralatan bantu yang operasi :


CU 1
Exhaust Fan Distribution Box dan Filter
Fan dan heater
COV dan Flow Control Valve
Blower dan Heater
2.2. Cara mengoperasikan Pembuangan dengan Truck (abu basah)
2.2.1. Cara remote.
Cara remote hanya bisa dilakukan di Control Room Silo. Sebelum
mengoperasikan Pembuangan abu dengan Truck, Operator Lokal
Silo melaksanakan hal-hal sebagai berikut :
Pertama :
Periksa semua peralatan yang akan dioperasikan.
Pastikan bahwa semua peralatan yang akan dioperasikan dalam
keadaan siap, baik dari segi mekanis ataupun elektris.Selain
peralatan yang harus dipersiapkan, Truck beserta pengemudi juga
sudah harus siap menerima curahan abu.

Kedua :
Persiapan di Control Room Silo adalah Posisikan selector sesuai
dengan peralatan yang akan dioperasikan.
Exhaust Fan Distribution Box posisikan REMOTE
Fan dan Heater posisikan REMOTE dan Selector diarahkan pada
Fan yang akan dioperasikan.
Blower dan Heater posisikan REMOTE dan Selector diarahkan pada
Blower yang akan dioperasikan.
COV yang akan digunakan posisikan REMOTE.
Ketiga :
Sebelum mengoperasikan pemabuangan dengan Truck (abu basah)
Selector UNLOADING MODE di CR ash 57 diposisikan INTER.
Selector di CR SILO posisikan CU 1
Tekan tombol START dan Urutan peralatan yang running adalah :
1. CU 1
2. Exhaust Fan Dist. Box
3. Fan dan Heater
4. COV dan Control Valve Silo
5. Blower dan Heater
Selanjutnya pengaturan pembukaan Flow Control Valve dan Water
Control Valve untuk mengatur pengeluaran dan komposisi abu

8
dengan air spray dilaksanakan dengan koordinasi Petugas Operator
Lokal.
2.2.2. Cara Lokal.
Cara inipun hanya dilakukan apabila dalam keadaan darurat
atau dalam pengetestan oleh Petugas Maint.
Cara Lokal bisa dilaksanakan dengan mengoperasikan peralatan
dengan urutan sesuai dengan cara remote, hanya bedanya setiap
peralatan dioperasikan dari Lokal.
2.2.3. Stop.
Untuk men Stop system ini adalah menekan tombol STOP di
CR Silo
dan peralatan akan stop secara berurutan mulai
dari :
COV Silo dan Control Valve Close
Blower dan Heater stop
Fan dan heater stop
Exhaust Fan Dist. Box stop
CU 1 stop.

2.3.

CARA PEMBUANGAN (PENGISIAN) ABU DENGAN TRUCK CAPSUL


(ABU KERING)

Pembuangan dengan Truck Kapsul hanya dilakukan bila system


pembuangan dengan Conveyor maupun pada system pembuangan dengan
Truck (abu basah) terjadi ganggguan dalam waktu lama dan apabila Level Silo
telah high (penuh). System ini biasanya hanya dioperasikan bila melayani
permintaan abu kering untuk konsumen.
2.3.1.

Peralatan bantu yang operasi bila mengoperasikan cara ini


adalah :
Dry Unloading Chute
Exhaust Fan Distribution Box dan Filter
Fan dan heater
COV dan Flow Control Valve Silo
Blower dan Heater
2.3.2. Cara mengoperasikan Pembuangan (pengisian) abu dengan Truck
Kapsul.
2.3.2.1. Cara Remote
Cara ini hanya bisa dilaksanakan dari CR Silo
Pertama :
Periksa semua peralatan yang akan dioperasikan.
Pastikan bahwa semua peralatan yang akan dioperasikan dalam
keadaan siap, baik dari segi mekanis ataupun elektris.Selain peralatan yang

9
harus dipersiapkan, Truck beserta pengemudi juga sudah harus siap
menerima curahan abu.
Kedua :
Persiapan di Control Room Silo adalah

Posisikan selector sesuai dengan peralatan yang


akan dioperasikan.
Exhaust Fan Distribution Box posisikan REMOTE
Fan dan Heater posisikan REMOTE dan Selector diarahkan pada Fan yang
akan dioperasikan.
Blower dan Heater posisikan REMOTE dan Selector diarahkan pada Blower
yang akan dioperasikan.
COV yang akan digunakan posisikan REMOTE.
Ketiga :
Pelaksanaan Pengisian (hanya bisa dilaksanakan di CR Silo) adalah sebagai
berikut :
Selector UNLOADING MODE di CR Ash 5-7 diposisikan INTER.
Selector UNLOADING SELECT. Di CR Silo diposisikan posisikan DU
Selector DU posisikan REMOTE dan Turunkan Chute DU ke arah lobang
pengisisan Truck dengan menekan Tombol DOWN sampai indikator POSITION
REACHED menyala (merah)
Tekan Tombol START pada Selector UNLOADING SELECT.
Peralatan yang akan running adalah :
1. Exhaust Fan Distribution Box
2. Fan dan Heater
3. COV/Control Valve Silo open
4. Blower/heater
Pengaturan banyaknya abu yang turun ke truck diatur dari pembukaan
FLOW CONTROL VALVE (persentase pembukaan dapat dilihat di flow indikator)
sambil diperhatikan kondisi di lapangan yang dapat dilihat dari jendela.
Secara auto system akan stop bila truck kapsul sudah penuh, karena di
Chute Dry Unloading dilengkapi dengan level switch. Atau tekan tombol STOP
pada Selector UNLOADING SELECT. Bila Petugas Truck menghendaki stop,
meskipun abu pada Truck Kapsul belum menyentuh Level sw.
Secara berurutan peralatan akan stop mulai dari :
COV/Control Valve Silo close
Blower/heater stop
Fan dan Heater stop
Chute Dry Unloading akan naik
Exhaust Fan Distribution Box stop

10

2.3.2.2. Cara lokal.


Cara ini hanya digunakan apabila dala keadaan darurat atau
dalam rangka pengetestan.

PERALATAN BANTU
SILO

SYSTEM PEMBUANGAN/PENGISIAN
Via Conveyor
(Abu Basah)

Exhaust Fan Top Silo

//

FA Belt Conveyor
Dry Unloading

Via Truck
(Abu Basah)

Via Truck
(Abu Kering)

//

//

//

Sb

Sb

Sb

Sb

//

Conditioning Unloader 1
Conditioning Unloader 2
Chain Conveyor

Sb
//

//
Sb

Sb
Sb

//

Sb

Sb

Exhaust Fan Distribution Box


Cut Off Valve/ Flow Control Valve
Distribution Box
Fan/Heater

//

//

//

Open

Open

Open

//

//

//

Open

Open

Open

//

//

//

Cut Off Valve / Flow Control Valve Silo


Blower/Heater

NO.

ALARM

KEMUNGKINAN
PENYEBAB

PERIKSA
(CHECK)

Blower Manual Valve NotManual Valve Blower 1 atau 2, tidak


Position
close atau tidak open

Blower/heater temperatur
Heater rusak
LOW
Temperatur switch rusak

Pastikan Manual Valve


yang akan //- open,
stop- close
Laporkan Petugas Maint.
Lihat indicator temperatur
Periksa Heater

Blower/heater temperatur
Filter Blower kotor
HIGH
Line dari COV Silo block
Temperatur sw. rusak

Bersihkan Filter yang kotor


Periksa Line COV dari Silo
Perhatikan Indikator Temp.

Blower/heater fault

MCC Blower/h overload

11

Blower Air Flow Low

Filter Blower kotor


Air slide Block/mampet
Flow sw. rusak.

Fan Manual Valve Not


Position

Manual Valve Fan 3


close atau tidak open

Fan/heater temperatur LOW

Fan/heater temperatur HIGH

Fan/heater fault

ALARM

NO.
10

Fan Air Flow Low

11

Dry Unloading Fault

12

CU 1A Fault

13

CU Speed sw. Fault

14

COV Fault

15

Vent Valve Fault

16

Water Inlet Valve Fault

17

Water
Fault

Flow

Control

atau 4, tidak

KEMUNGKINAN
PENYEBAB

Valve

PERIKSA
(CHECK)

12

18

Water press. Low

19

Inst. Air Press. Low

20

Aeration Valve Fault

ALARM

NO.
21

Distribution Box Fan Fault

22

Distribution Box Fan Filter


Fault

23

Silo COV 135 Fault

24

Silo COV 246 Fault

25

Silo Flow Conrol Valve 135


Fault

26

Silo Flow Conrol Valve 246


Fault

27

Aeration Blower valve Fault

28

Aeration Fan valve Fault

29

CU fault

KEMUNGKINAN
PENYEBAB

PERIKSA
(CHECK)

13

Silo Control
Valve 1

Silo Control
Valve 2

Silo Control
Valve 3

Distribution Box
& Filter
Remote
Lokal

Remote

Silo Control
Valve 4

Lokal

Silo Control
Valve 5

Remote

Silo Control
Valve 6

Lokal Remote Lokal

Aeration Blower
Duty Sel. Sw.
1A 2A
Silo Outlet
Valve 1
Open

Silo Outlet
Valve 2
open

Silo Outlet
Valve 3
open

Remote- Lokal
Flow Control
Valve 1
Close

DU - CU

Flow Control
Valve 3
close

Remote Lokal

DU

Start

stop

Remote Lokal

Aeration Fan
Duty Sel. Sw.
3A 4A

Silo Outlet
Valve 4
open

Silo Outlet
Valve 5

start

stop

Remote Lokal

Flow Control
Valve 4
close

Remote Lokal

Silo Outlet
Valve 6
open

open

Remote - Lokal
Flow Control
Valve 2
close

Water Control
Valve

Flow Control
Valve 5
close

Remote Lokal

CU-1

Water Control
Valve

start

open

GAMBAR : CONTROL PANEL SILO A

close

Flow Control
Valve 6
close

MIMIC TEST

LAMP TEST -RESET

ASK

14

E.Fan

Silo A : 2500 m3

cov 3 4
cov 5 6
cov 1 2
Ex.fan Dis.Box

Blower/h

DISTRIBUTION BOX

Fan/h

Chain Conv.
CU - 1
CU 2

FA BC A
PT
SD

Conv. 7

Conv. 8

15
Service water for Spray wate

Gambar : Flow Diagram Silo

Anda mungkin juga menyukai