Anda di halaman 1dari 12

PENGENDALIAN

PENYAKIT DIARE
DI PUSKESMAS
Oleh : Dr INDAH RACHMAWATI

TUJUAN
Umum :
Menurunkan angka kesakitan dan
kematian
Khusus :
1. Tercapainya penurunan angka
kesakitan
2. Terlaksananya tatalaksana diare sesuai
standard

3. Diketahuinya situasi epidimiologi dan


besarnya masalah penyakit diare di
masyarakat,sehingga dapat dibuat
perencanaan dalam
pencegahan,penanggulangan maupun
pemberantasannya pada semua jenjang
pelayanan

4. Terwujudnya masyarakat yang mengerti,


menghayati dan melaksanakan hidup sehat
melalui promosi kesehatan kegiatan
pencegahan sehingga kesakitan dan
kematian karena diare dapat dicegah

5. Tersusunya rencana kegiatan pengendalian


penyakit diare di suatu wilayah kerja yang
meliputi target,kebutuhan logistik dan
pengelolaanya

TATALAKSANA DIARE PADA ANAK


Prinsip LINTAS Diare (Lima Langkah
Tuntaskan Diare ), terdiri atas :
1. Oralit Osmolaritas Rendah
2. Zinc
3. Pemberian ASI/makanan
4. Pemberian Antibiotik atas indikasi
5. Pemberian Nasihat

Prosedur
1. Riwayat penyakit
2. Menilai Derajat Dehidrasi
3. Menentukan Rencana Pengobatan :
Rencana terapi A ,penderita tanpa
dehidrasi
Rencana terapi B, dehidrasi ringan sedang
Rencana terapi C,deidrasi berat

Diare bermasalah
Diare berdarah
Kolera
Diare berkepanjangan
Diare persisten/Kronik
Diare dengan gizi buruk
Diare dengan penyakit penyerta

Jumlah oralit yang diberikan dalam 3 jam


pertama di sarana kesehatan :
75 ml x Berat Badan anak
Bila BB tidak diketahui :
umur < 1 tahun : 300 ml oralit
umur 1-4 tahun : 600 ml oralit
umur >5 tahun : 1200 ml oralit

Sarana Rehidrasi : Pojok Oralit


Fungsi :
a) mempromosikan upaya-upaya rehidrasi
oral
b) memberi pelayanan penderita diare
c) memberikan pelatihan kader posyandu

PROSEDUR SURVEILANS

Cara pengumpulan data diare :


1. Laporan Rutin : mingguan /W2,
bulanan/LB
2. Laporan KLB/wabah : W1 dalam 24 jam
3. Pengumpulan data melalui studi kasus

Manajemen KLB DIARE


Pra KLB /Wabah
B. Saat KLB/Wabah
C. Paska KLB
A.

EVALUASI
Indikator :
1. Target penemuan penderita (semua
umur dan balita)
2. Cakupan pelayanan (semua umur dan
balita)
3. Kualitas pelayanan ( penggunaan
oralit,infus,kematian pada saat KLB dll )
4. Menganalisa hasil pemantauan/supervisi

Anda mungkin juga menyukai