Anda di halaman 1dari 5

Nadilla Izzati

201211173
C

Apa definisi dari pit dan fissure sealant?


Menurut J.H. Nunn et al, 2000, Fissure sealant merupakan bahan yang
diletakkan pada pit dan fisura gigidengan tujuan untuk mencegah proses karies
gigi. Fissure sealant adalah suatu komponen dari bahan tumpatan komposit resin yang
mengandung polimer organic yang berfungsi membantu memberikan retensi untuk
penutupan pada permukaan email didaerah pit dan fissure. Pit dan fissure sealant
adalah suatu cara untuk mencegah terjadinya karies pada permukaan oklusal gigi yang
rentan terhadap karies yaitu dengan melapisi atau memasukkan resin kedalam pit dan
fissure gigi.

Pada gigi mana dilakukan Fissure sealant?


Fissure sealant dilakukan pada gigi dengan permukaan yang utuh dimana permukaan
kontralateral dari gigi telah mengalami karies atau direstorasi, oleh karena gigi pada
posisi yang berlawanan dalam rongga mulut biasanya cenderung mengalami karies
yang sama. Selain itu, fissure sealant juga dapat dilakukan pada gigi molar dan
premolar yang bebas karies dengan adanya fissure oklusal yang dalam.
Siapa yang diindikasikan untuk dilakukan fissure sealant?
Fissure sealant diindikasikan pada pasien yang tidak mampu memelihara kebersihan
rongga mulutnya, misalnya pada anak-anak cacat. Pasien dengan adanya garis coklat
tipis pada fissure tanpa adanya kerusakan-kerusakan dan perubahan-perubahan yang
tampak pada dinding fissure juga merupakan indikasi dilakukannya fissure sealant.
Kapan dilakukan fissure sealant?
Fissure sealant dilakukan setelah gigi molar erupsi sempurna. Biasanya di gunakan
untuk menggantikan GICsealant digunakan resin sealant.
Kenapa gigi harus di fissure sealant?
Pit dan fissure merupakan daerah yang sangat sukar dibersihkan dan paling sedikt
dipengaruhi flour sehingga makanan yang tertimbun dalm pi dan fissure dapat
memberikan kondisi yang lebih mudah untuk terjadinya karies. Berbagai upaya
pencegahan karies telah dilakukan . salah satunya adalah fit dan fissure sealant

Bagaimana teknik pengaplikasiannya?


Langkah-langkah dalam melakukan pit dan fissure sealant dengan menggunakan
bahan resin sebagai berikut :
1. Membersihkan permukaan gigi
Pit dan fisur pada permukaan gigi terlebih dahulu harus dibersihkan dengan pumis
dan air menggunakan brush berkecepatan rendah. Kemudian debris dan sisa-sisa
pumis harus dibersihkan dari permukaan pit dan fisur dengan semprotan udara dan
air, lalu sonde digerakkan di sepanjang fisur. Cara ini dilakukan untuk
menghilangkan plak pada daerah yang lebih dalam yang tidak dapat dibersihkan
dengan penyikatan, permukaan pit dan fisur yang sudah bersih dikeringkan
2. Isolasi dan pengeringan gigi
Isolasi daerah kerja merupakan tahap yang paling penting. Isolasi gigi dapat
dilakukan dengan menggunakan rubber dam,cotton roll, gulungan kapas atau kasa
penyerap. Permukaan gigi dikeringkan dengan semprotan udara dan posisi ejector,
kapas atau kasa tetap dipertahankan samapai perwatan selesai
3. Etsa email
Bila permukaan gigi sudah kering , permukaan oklusal gigi dietsa dengan asam
posfat 37 % selama 30 detik dengan gulungan kapas kecil atau kuas kecil. Akhirakhir ini lamanya aplikasi bahan etsa lebih pendek , karena itu sudah cukup untuk
menghasilkan ikatan yang setara dengan yang dihasilkan lamanya etsa 60 detik
yang rutin dilakukan beberapa tahun yang lalu. Keuntungan waktu etsa lebih
pendek adalah hal tersebut memberikan kekuatan ikatan yang dapat diterima
dalam segala keadaan, dan juga melindungi email serta menghemat waktu.
Perluasan yang cukup dari daerah yang dietsa diperlukan untuk menjamin tepi
sealant terletak pada email yang sudah dietsa. Perluasan daerah etsa dilakukan
pada permukaan oklusal gigi melewati fisur sampai keujung cusp.
Selama 30 detik email dijaga agar tetap basah oleh larutan asam posfat dan bebas
dari kontaminasi saliva. Jika permukaan email yang dietsa terkontaminasi
sebaiknya dilakukan pengetsaan kembali.
4. Pencucian dan pengeringan permukaan gigi
Permukaan gigi yang telah dietsa dibersihkan dengan semprotan air secra
menyeluruh selam 15 detik. Kapas yang basah dikeluarkan diganti dengan kapas
yang baru. Kemudian permukaan gigi yang sudah dietsa seluruhnya dikeringkan

dengan semprotan udara selama 15 detik. Prosedur ini sangat penting karena jika
ada kelembaban pada permukaan yang sudah dietsa maka akan menghalangi
penetrsi resin ke email. Apabila permukaan gigi telah dibersihkan dan dietsa
denga baik maka akan terlihat permukaan oklusal berwarna putih. Apabila
permukaan gigi tidak terlihat adanya warna putih, sebaiknya permukaan gigi
dietsa kembali
5. Aplikasi sealant
Pencampuran bahan sealant dilakukan sesuai dengan petunjuk pabrik dan
diaplikasikan dengan menggunakan kuas kecil yang sudah disediakan oleh pabrik.
Aplikasi sealant dilakukan pada salah satu ujung fisur dan dibiarkan mengalir
keseluruh fisur. Penambahan bahan sealant pada fisur perlu dilakukan sampai
fisur tertutup seluruhnya dan tepi sealant kira kira dua millimeter diatas bidang
insisal cusp.
Pertahankan isolasi sampai waktu polimerisasi selesai dan bahan sealant
mengeras. Jika digunnakan light cured resin berikan penyinaran sesuai dengan
waktu yang dianjurkan. Penting sekali untuk melakukan penyinaran sesuai dengan
waktu yang ditentukan , karena pengerasan yang tidak lengkap akan menimbulkan
kegagalan. Penyinaran biasanya dilakukan selama 60 detik dimana sinar
diarahkan langsung diatasnya.
6. Pemeriksaan oklusi
Setelah sealant mengeras , permukaan oklusal harus diperiksa dengan memakai
ujung sonde tumpul diatas permukaan sealant untuk memeriksa apakah seluruh
permukaan fisur sudah tertutup. Jika ada permukaan atau bagian fisur yang belum
tertutup sealant, maka harus ditambahkan sealant dengan segera dan biarkan
berpolimerisasi.
Pemeriksaan oklusi dilakukan dengan kertas artikulasi. Pada penggunaan bahan
resin yang tidak berpartikel pengisi dapat dibiarkan adanya peninggian pada gigi
yang dianggap akan abrasi sendiri, maka pada penggunaan bahan yang lebih baru
yang mengandung partikel pengisi, akan lebih baik kalau bagian yang meninggi
pada permukaan oklusal dihilangkan dengan menggunakan bur.

Apa yang dimaksud dengan surface protection?


Surface protection adalah suatu tindakan pencegahan dan perlindungan gigi dari
karies dengan mengaplikasikan suatu bahan pada fit dan fissure pada gigi molar
permanen yang baru tumbuh/ Biasanya digunakan GIC (fuji TRIAGE). Tehnik ini
mudah dilakukan dan aman.
Pada gigi mana dilakukan surface protection?
Surface protection dilakukan pada gigi Molar yang baru erupsi selama setahun (belum
erupsi sempurna).
Kapan dilakukan surface protection?
Surface protection dilakukan sesegera mungkin setelah gigi molar tetap pertama
erupsi(muncul sebagian mahkotanya).
Siapa yang harus dilakukan surface protection?
Anak-anak dengan resiko karies yang tinggi merupakan indikasi dari dilakukannya
surface protection.
Kenapa harus dilakukan surface protection pada gigi molar?
Molar pertama adalah gigi permanen yang pertama kali tumbuh, pada anak anak
sangat sulit bagi mereka untuk menjaga kebersihan mulut. Surface protection penting
dilakukan selama fase ketika permukaan oklusal molar sangat rentan terhadap
kerusakan. Bagi mereka yang memiliki fissure dalam sangat sulit bagi bulu sikat
untuk dapat menjangkau fissure yang dalam tersebut. Diberikan perlindungan Sampai
mahkota erupsi sempurna.
Kenapa digunakan GIC ? sebab GIC mengandung fluor, dapat memproteksi gigi dari
karies yang dikarenakan asam dan bakteri.
Bagaimana pengaplikasian nya? Pengaplikasian GIC Fuji Triage tidak memerlukan
etsa,isolasi,dan pengeringan gigi.
Langkah-langkahnya :
- Oleskan conditioner selama 15 detik
- Bilas sampai conditioner bersih
- Dan keringkan
- Oleskan FUJI TRIAGE (tunggu kira kira 2,5 menit untuk setting)

PERBEDAAN ANTARA SURFACE PROTECTION DAN FISSURE SEALANT


Surface protection
Fit and fissure sealant
Molar yang belum erupsi
Molar yang sudah erupsi
Indikasi
sempurna.
sempurna,anakanak.remaja,dewasa muda.
Kontra indikasi
Gigi dengan karies
Gigi dengan karies
bahan pelapis
GIC
resin
Kandungan bahan
Mengandung flour
Tidak mengandung flour
Kekuatan bahan
Tidak kuat terhadap
Kuat terhadap tekanan
tekanan kunyah
kunyah

Sealent harus ditempatkan secara selektif pada pasien yang berisiko karies tinggi.
Prioritas tertinggi diberikan pada molar pertama permanen di antara usia 6-8 tahun.
Molar kedua permanen usia 11-12 tahun. Perioritas juga di lakukan pada gigi
premolar permanen.

Sumber:
1. https://www.scribd.com/doc/159929847/95927702-Fissure-Sealent-1
2. https://www.scribd.com/doc/233313765/Fissure-Sealant-Dea
3. https://www.scribd.com/doc/248940145/perbedaan-surface-protection-danfissure-sealant?secret_password=i3kBGkDRJF6FlwaOu5Hm

Anda mungkin juga menyukai