Anda di halaman 1dari 3

Pembahasan

Pada praktikum ini digunakan bahan berupa tumbuhan kecambah kacang hijau
(Phaseolus radiatus), dimana pada praktikumnya dengan tiga perlakuan yang berbeda
yaitu tanaman dipotong pucuknya, diolesi lanolin, dan tanaman kontrol. Lanolin
berfungsi untuk mengetahui pertumbuhan lateralnya maka tujuan dari pengamatan ini
meneliti pengaruh auksin terhadap pertumbuhan tunas lateral pada tumbuhan
tersebut.
Pada praktikum ini meneliti tentang hormon auksin yaitu suatu hormon yang
sangat

berperan penting terhadap pertumbuhan tanaman dan

berdasarkan

konsentrasinya auksin tersebut dapat merangsang maupun menghambat pertumbuhan.


Auksin sendiri dihasilkan dibagian pucuk apikal tumbuhan oleh sebab itu pada
percobaan kali ini tanaman dipotong pada bagian pucuknya untuk menghilangkan
auksin dan kemudian diolesi dengan lanolin yang berperan sebagai pengganti hormon
auksin tersebut.
Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh selama 4 hari pengamatan yakni
tanggal 16, 18, 20 dan 22 September 2014, tanaman terong yang diberi lanolin
semakin bertambah panjang dengan penambahan panjang sebesar 1 cm tiap satu kali
pengukuran dilakukan. Tanaman tomat dan cabai yang diberi lanolin juga mengalami
pertambahan panjang yang cukup mencolok pada kuncup aksilar. Berdasarkan data
tersebut dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan panjang yang mencolok
diakibatkan oleh adanya lanolin yang merupakan jenis auksin yang dioleskan pada
pucuk kecambah mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tunas lateral pada
tanaman dan sebaliknya memacu pertumbuhan dari tunas apikal sehingga tanaman
cepat bertambah panjang. Jadi lanolin yang sejenis auksin tersebut memacu terjadinya
dominansi apikal menurut (Dahlia, 2001) bahwa dominasi apikal disebabkan oleh
auksin yang di difusikan tunas pucuk ke bawah (polar) dan ditimbun pada tunas
lateral. Hal ini akan menghambat pertumbuhan tunas lateral karena konsentrasinya
masih terlalu tinggi.
Tanaman terong yang dipotong pucuknya mengalami pertumbuhan yang tidak
stabil, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya ketelitian

praktikan dalam memberi perlakuan maupun pada saat pengukuran. Sedangkan untuk
tanaman tomat dan cabai yang dipotong pucuknya mengalami pertambahan panjang
yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa tidak adanya pucuk membuat tunas
lateral tumbuh dengan baik, hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan Hilman,
1984 bahwa selama masih ada tunas pucuk, pertumbuhan tunas lateral akan
terhambat sampai jarak tertentu dari pucuk. Pada batang sebagian besar, kuncup
apikal memberi pengaruh yang menghambat kuncup terhadap tunas lateral dengan
mencegah atau menghambat perkembangannya.
Tanaman terong kontrol mengalami pertambahan panjang yakni pengukuran
tanggal 16 dan 18 September 2014 tanaman tersebut panjangnya sama sebesar 16,5
cm sedangkan untuk tanggal 20 September mengalami pertambahan panjang 2cm dan
tanggal 22 September panjangnya tetap. Hal ini juga terjadi pada tanaman tomat dan
cabai. pertumbuhan panjang tanaman kontrol jauh lebih rendah dibandingkan pada
tanaman yang diolesi lanolin. Hal ini menunjukkan peran penting dari auksin dalam
memicu terjadinya dominansi apikal.
Jadi, berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan hormon auksin terbukti
memberi pengaruh terhadap pertumbuhan tunas lateral maupun terjadinya dominansi
apikal pada suatu tanaman. Konsentrasi hormon auksin yang rendah mengakibatkan
pertumbuhan tunas lateral lebih cepat sedangkan konsentrasi hormon akusin yang
lebih tinggi memicu terjadinya dominansi apikal pada tumbuhan. Dan dari data yang
diperoleh, pertumbuhan panjang tanaman yang diolesi lanolin jauh lebih tinggi dari
perkembangan panjang kecambah yang dijadikan sebagai control dan dipotong
pucuknya.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan hormon auksin terbukti memberi
pengaruh terhadap pertumbuhan tunas lateral maupun terjadinya dominansi apikal
pada suatu tanaman. Konsentrasi hormon auksin yang rendah mengakibatkan
pertumbuhan tunas lateral lebih cepat sedangkan konsentrasi hormon akusin yang
lebih tinggi memicu terjadinya dominansi apikal pada tumbuhan. Dan dari data yang

diperoleh, pertumbuhan panjang tanaman yang diolesi lanolin jauh lebih tinggi dari
perkembangan panjang kecambah yang dijadikan sebagai control dan dipotong
pucuknya.