Anda di halaman 1dari 2

II.

PENCOBAAN DAN PENYELESAIAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN


1. Pencobaan Gigi Tiruan Malam
Perncobaan GT Mala mini tujuannya adalah mengajak pasien untuk memberi
pendapat atau komentar mengenai susunan gigi tiruan yang dipakainya. Tahap ini
dilakukan di depan cermin, dibawah cahaya terang (cahaya matahari), dengan
memeprhatikan warna, bentuk, susunan apakah sudah sesuai dengan sisa gigi asli
disebelahnya, oklusi dan artikulasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mencoba gigi
tiruan malam adalah:
o

Susunan gigi, panjang sayap papilla interdental, gambaran gusi seperti


normal.

o
o
o

Warna, bentuk, ukuran gigi sesuai dengan wajah pasien.


Periksa retensi gigi tiruan.
Oklusi dikoreksi dengan kertas artikulasi. Bila ada titik merah/biru
lebih tebal dari titik-titik sekitarnya, diasah dengan stone bur.

Untuk pencobaan (try in) gigi tiruan, pasien harus didudukkan dalam ruangan
dimana ia dapat merasa relax. Basis gigi tiruannya tidak harus diwax menajdi
kontur aslinya, tapi harus rapi, bersih, dan tahan terhadap displacement. Dokter
gigi dapat mencoba gigi tiruan malamnya dan memberi tahu pasien untuk tidak
mengigit. Kemudian pasien dapat diarahkan untuk menutup mulut secara perlahan
untuk memastikan tidak adanya interfrensi.
Dalam pencobaan dokter gigi harus (1) mengevaluasi posisi gigi anterior dan (2)
menilai dukungan bibir. Ada kecendrungan untuk meletakkan gigi anterior lebih
ke lingual dari posisi aslinya jika gigi sudah hilang lebih dari 6 bulan, karena
support untuk bibir telah hilang sehingga mulut akan terasa penuh jika gigi
diletakkan seperti posisi aslinya.
Panjang gigi harus dievaluasi, jika seluruh gigi anterior akan diganti dan bibir atas
panjangnya normal, maka ujung gigi insisivus sentral harus dapat terlihat ketika
bibir relax. Ketika dalam posisi senyum, kontur gingival harus terlihat.

Jika

space

untuk

peletakkan gigi kurang


dapat dilakukan dengan
sedikit rotasi atau overlap
gigi tiruan untuk alas an
estetik,

jika

space

berlebih dapat diletakkan


diastema

antar

gigi,

namun akibatnya dapat


menyebabkan
berbicara

dan

kesulitan
impaksi

makanan.
Untuk

overbite

dan

overjet, jika masih ada gigi tersisa maka overbite harus diduplikasi, jika sudah
tidak ada gigi tersisa harus hati hati. Overbite harus ditemani oleh overjet yang
mencukupi. Alignment gigi berdasarkan midline juga harus dievaluasi, hindari
deviasi yang berlebihan yang tidak baik secara estetik.
Verifikasi warna gigi juga dievaluasi. Evaluasi warna yang tepat dapat dilakukan
dengan menggunakan berbagai macam cahaya (seperti cahaya lampu, matahari,
flurescent, dll)
Setelah dokter gigi selesai mengevaluasi, pasien dapat melihat gigi tiruan
malamnya menggunakan kaca, dan jika pasien sudah setuju dengan tampilan gigi
tiruan malamnya baru perawatan selanjutnya (pembuatan gigi tiruan) dapat
dilakukan.