Anda di halaman 1dari 22

Expertise

Pembimbing :
dr. Rachmat Mulyana Memet, Sp. Rad
Disusun oleh :
Pandu Anggoro

Posisi foto PA, Ny. Tati hayati/ 65 thn


24 September 2014, Marker R
1.
Trakea berada di tengah
2.
Cor CTR < 50 %
3.
Aorta normal
4.
- Sinus kostoprenikus kanan dan kiri
lancip
-diafragma kanan dan kiri licin
Pulmo
kanan:
hilus
melebar,
corakan
bronkovaskular
bertambah,
bagian
apex dan basal terdapat perselubungan
Kiri:
hilus
melebar,
corakan
bronkovaskular
bertambah,
bagian
apex dan basal terdapat perselubungan
Mediastinum
Letak
di
tengah
tidak
tedapat
pergeseran
Tulang dan soft tissue
clavikula,
skalpula
dan
vertebrae
normal, tidak terdapat adanya massa
pada soft tissue
Kesan : cor tidak membesar
TB paru duplex

Definisi
Tuberkulosis Paru adalah penyakit infeksi
bakteri kronik yang disebabkan oleh
Mycobacterium Tuberculosis.

Epidemiologi TB di Indonesia
Indonesia
adalah
negeri
dengan
prevalensi TB ke-3 tertinggi di dunia
setelah China dan India.
TB menempati ranking nomor 3 sebagai
penyebab kematian tertinggi di Indonesia

Patogenesis Tuberkulosis Paru


Tuberkulosis Primer

Droplet
nuklei
Terisap/terhirup

Reaksi
hipersensitivitas
selular (lambat)

Menetap di
jaringan paru&
berkembang biak
di sitoplasma
makrofag
Sarang
primer
(fokus
ghon)

Partikel mati/
dibersihkan
keluar oleh
makrofag

Akan timbul
peradangan
jaringan getah
bening&
pembesaran
jaringan getah
bening hilus

1. Sembuh sama
sekali tanpa
meninggalkan
cacat
2. Sembuh dengan
meninggalkan
sedikit bekas
berupa garis
fibrotik&
kalsifikasi di
hilus,(kuman
dorman)
3. Berkomplikasi &
menyebar

Kompleks
primer

Patogenesis Tuberkulosis Paru


Tuberkulosis Pasca
Primer

Kuman yg
dorman pd
tuberkulosis
primer

Infeksi
endog
en

Imunitas
menurun
Berlokasi di regio atas paru(bagian
apikal posterior lobus superior atau
inferior
Sarang dini
Tuberkel
1. Meluas
kembali
&
menimbulkan
sarang
pnemonia baru
2. Memadat
&
membungkus
diri
menjadi tuberkuloma
3. Bersih
&
menyembuh
(open healed cavity)

Tuberkulosis
sekunder

Granuloma berkembang
menghancurkan jaringan ikat
sekitarnya& bagian tengahnya
mengalami nekrosis
Membentuk
Jaringan keju

Cavitas
sklerotik

cavitas

Pengertian TB Milier
TB
Milier
merupakan
penyakit
LimfoHematogen
sistemik
akibat
penyebaran
kuman M. tuberkulosis dari kompleks primer
yang biasanya terjadi dalam waktu 2-6 bulan
pertama setelah infeksi awal
Gambaran radiologis TB milier sangat khas,
berupa tuberkel halus (millii) yang tersebar
merata (difus) di seluruh lapangan paru,
dengan bentuk yang khas dan ukuran yang
hampir seragam (1-3 mm).

NORMAL

NORMAL

TB Aktif
Bayangan berawan / nodular di segmen
apikal dan posterior lobus atas paru dan
segmen superior lobus bawah.
Kavitas terutama lebih dari satu, dikelilingi
oleh bayangan opak berawan atau nodular.
Bayangan bercak milier.
Efusi pleura unilateral (umumnya) atau
bilateral (jarang).

PRIMARY TB (anak)

GHON FOCUS & RANKE COMPLEX

Fokus Ghon

Ranke Komplek

Limfadenitis

TB sekunder (dewasa)

CAVITY

INHOMOGENEOUS OPACITY

TB INACTIVE
Fibrotik
Kalsifikasi
Schwarte atau penebalan pleura

INACTIVE (OLD) TBC: FIBROSIS & CALCIFICATION

OLD / INACTIVE TBC

TBC COMPLICATION : MILIAR TBC

Pemfis :

Konjungtiva mata/kulit
pucat
Suhu demam/ subfebril
BB kurus atau menurun

Diagnosis TB Paru
menurut WHO 1991

Pasien dengan sputum


BTA (+)
1. Pasien pada pemeriksaan
sputum ditemukan
sekurangnya 2X
2.Satu sediaan sputum +
Kelainan radiologi sesuai dgn
tb aktif
3. Satu sediaan sputum +
disertai biakan +

Diagnosis TB paru
Diagnosis TB paru
menurut WHO 1991

Pasien dengan sputum BTA (-)

1. Pasien yang pada pemeriksaan


sputumnya secara mikroskopik tidak
ditemukan BTA dlm 2x pemeriksaan
tetapi gambaran radiologis sesuai TB
aktif.
2. BTA (-) tetapi biakan (+)
Pemeriksaan laboratorium darah : hasilnya tidak
sensitif & tidak spesifik
Diagnosis tb paru pada
anak

Uji tuberkulin
(mantoux test)

Indurasi > 10 mm (+)

Pemeriksaan Radiologi

Lokasi lesi tuberkulosis umumnya di daerah


apeks paru, lobus bawah (bagian inferior), hilus
yang menyerupai tumor paru.
Pada gambaran radiologi berupa bercak bercak
seperti awan dan batas yang tidak tegas.
Tuberkuloma Bila lesi sudah diliputi jaringan
ikat maka bayangan terlihat berupa bulatan
dengan batas yang tegas.
Pada kavitas bayangannya berupa cincin yang
mula-mula berdinding tipis sklerotik dan
terlihat menebal.
Pada fibrosis bila terlihat bayangan bergarisgaris.
Pada kalsifikasi tampak bercak-bercak padat
dengan densitas tinggi.

Gambaran tb milier berupa bercak bercak


halus tersebar merata pada seluruh lapangan
paru.
Gambaran tb lanjut tampak infiltrat, garisgaris fibrotik, kalsifikasi,kavitas, maupun
atelektasis dan emfisema.
Gambaran infiltrat dan tuberkuloma
menunjukkan pneumonia, mikosis paru,
karsinoma bronkus atau karsinoma metastasis.
Gambaran kavitas menunjukkan abses paru.
Gambaran radiologi lain penebalan pleura
(pleuritis), massa cairan di bagian bawah paru
(efusi paru/empiema), bayangan radio lusen di
pinggir paru/pleura (pneumotoraks).

Komplikasi & preventif


Komplikasi

Komplikasi dini : pleuritis, efusi


pleura, empiema,laringitis, tb
usus.
Komplikasi lanjut : obstruksi
jalan naps (Sindrom Obstruksi
Pasca Tuberkulosis) ,
kerusakan parenkim berat
(SOPT) ,ARDS

Preventif

1. Mengobati pasien TB Paru BTA positif, sebagai sumber


penularan hingga sembuh, untuk memutuskan rantai
penularan.
2. Menganjurkan kepada penderita untuk menutup hidung dan
mulut bila batuk dan bersin.
3. Jika batuk berdahak, agar dahaknya ditampung dalam pot
berisi lisol 5% atau dahaknya ditimbun dengan tanah.
4. Tidak membuang dahak di lantai atau sembarang tempat.
5. Meningkatkan kondisi perumahan danlingkungan.
6. Penderita TB dianjurkan tidak satu kamar dengan
keluarganya, terutama selama 2 bulan pengobatan pertama.
b. Upaya untuk mencegah terjadinya penyakit TB:
1. Meningkatkan gizi.
2. Memberikan imunisasi BCG pada bayi.
3. Memberikan pengobatan pencegahan pada anak balita yang
tidak mempunyai gejala TB tetapi mempunyai anggota
keluarga yang menderita TB Paru BTA positif