Anda di halaman 1dari 72

GANGGUAN

KEPRIBADIAN
Kelompok 6:
Cut Radhiah S
Diamanda Aziza
Rinda Putri A
Pembimbing:
dr. Safyuni, Sp.Kj

Definisi kepribadian
Kepribadian (kaplan):sebagai totalitas sifat emosional dan perilaku
yang menandai kehidupan seseorang dari hari ke hari dalam kondisi
yang biasanya; kepribadian relatif stabil dan dapat diramalkan.
Pembentukan Kepribadian
1. Pengalaman yg umumdialami oleh tiap-tiap individu dalam
kebudayaan tertentu
2. Pengalaman yang khusus yg khusus dialami individu sendiri
Teori Kepribadian
1. Teori kepribadian psikoanalisis
2. Teori sifat (trait)
3. Teori kepribadian behaviorisme
4. Teori psikoligi kognitif

GANGGUAN KEPRIBADIAN
Definisi
Gangguan kepribadian (Aksis II pada
DSM-IV) suatu ciri kepribadian yang
menetap, kronis, dapat terjadi pada
hampir semua keadaan, menyimpang
secara jelas dari norma-norma budaya
dan maladaptif serta menyebabkan fungsi
kehidupan yang buruk, tidak fleksibel dan
biasanya terjadi pada akhir masa remaja
atau awal masa dewasa.

Etiologi
1. Faktor Genetik
Penelitian gangguan psikiatrik pada 15.000
pasangan kembar di Amerika SerikatDiantara
kembar monozigotik, angka kesesuaian untuk
gangguan kepribadian adalah beberapa kali
lebih tinggi dibandingkan kembar dizigotik
2. Faktor Temperamental
Faktor temperamental yang diidentifikasi pada
masa anak-anak mungkin berhubungan dengan
gangguan kepribadian pada masa dewasa.

3. Faktor Biologis
HormonOrang yang menunjukkan sifat
impulsive : peningkatan kadar testosterone, 17estradiol dan estrone
4. Faktor Psikoanalitik
Sigmund Freud menyatakan bahwa sifat
kepribadian berhubungan dengan fiksasi pada
salah satu stadium perkembangan psikoseksual.

Menurut PPDGJ:
Gangguan kepribadian khas
gangguan kepribadian paranoid
gangguan kepribadian skizoid
gangguan kepribadian dissosial
gangguan kepribadian emosional tak stabil
gangguan kepribadian histrionik
gangguan kepribadian anankastik
gangguan kepribadian cemas
gangguan kepribadian dependen
gangguan kepribadian khas lainnya
gangguan kepribadian YTT
Gangguan kepribadian campuran dan lainnya
gangguan kepribadian campuran
gangguan kepribadian yang bermasalah

Klasifikasi gangguan kepribadian


Menurut DSM-IV:
Kelompok A: gangguan kepribadian paranoid,
skizoid dan skizotipikal.
b. Kelompok B: gangguan kepribadian
antisosial, ambang, histrionik dan narsistik.
c. Kelompok C: gangguan kepribadian
menghindar, dependen dan obsesif-kompulsif,
dan satu kategori yang dinamakan gangguan
kepribadian yang tidak ditentukan (contohnya
adalah gangguan kepribadian pasif-agresif dan
gangguan kepribadian depresif).

Gangguan Kepribadian Paranoid


(DSM-IV : Kelompok A)
Epidemiologi
Prevalensi gangguan kepribadian paranoid adalah 0,5 sampai
2,5%. Lebih sering tjd pada laki-laki dibandingkan wanita.
Gejala Klinis
- adanya perasaan curiga yang berlebihan
- menolak tanggung jawab atas perasaan mereka sendiri dan
melemparkan tanggung jawab pada orang lain
- Mereka seringkali bersikap bermusuhan, mudah tersinggung
dan marah termasuk pasangan yang cemburu secara
patologis.
- Mereka seringkali bertanya tanpa pertimbangan, tentang
loyalitas dan kejujuran teman atau teman kerjanya atau
cemburu dengan bertanya-tanya tanpa pertimbangan tentang
kesetiaan pasangan atau mitra seksualnya.

Kriteria Diagnostik Gangguan Paranoid :


A. Ketidakpercayaan dan kecurigaan yang pervasif kepada orang lain
sehingga motif mereka dianggap sebagai berhati dengki, dimulai pada
masa dewasa awal dan tampak dalam berbagai konteks, seperti yang
ditunjukkan oleh empat (atau lebih) berikut :
Menduga, tanpa dasar yang cukup, bahwa orang lain memanfaatkan,
membabayakan, atau menghianati dirinya.
Preokupasi dengan keraguan yang tidak pada tempatnya tentang
loyalitas atau kejujuran teman atau rekan kerja.
Enggan untuk menceritakan rahasianya kepada orang lain karena rasa
takut yang tidak perlu bahwa informasi akan digunakan secara jahat
melawan dirinya.
Membaca arti merendahkan atau mengancam yang tersembunyi dari
ucapan atau kejadian yang biasa.

Secara persisten menanggung dendam, yaitu tidak


memaafkan kerugian, cedera, atau kelalaian.
Merasakan serangan terhadap karakter atau reputasinya
yang tidak tampak bagi orang lain dan dengan cepat
bereaksi secara marah atau balas menyerang.
Memiliki kecurigaan yang berlulang, tanpa pertimbangan,
tentang kesetiaan pasangan atau mitra seksual.
B. Tidak terjadi semata-mata selama perjalanan skizofrenia,
suatu gangguan mood dengan ciri psikotik, atau gangguan
psikotik lain dan bukan karena efek fisiologis langsung dari
kondisi medis umum.

Diagnosa Banding
Skizofrenia paranoid : karena halusinasi dan fikiran
formal tidak ditemukan pada gangguan kepribadian
paranoid.
Gangguan kepribadian ambang : karena pasien
paranoid jarang mampu terlibat secara berlebihan dan
rusuh dalam persahabatan dengan orang lain seperti
pasien ambang. Pasien paranoid tidak memiliki
karakter antisosial sepanjang riwayat perilaku
antisosial.
Gangguan schizoid : adalah menarik dan menjauhkan
diri tetapi tidak memiliki gagasan paranoid

Perjalanan penyakit dan prognosis


Pada beberapa orang gangguan
kepribadian paranoid adalah terjadi
seumur hidup.
Pada orang lain, gangguan ini adalah
tanda dari skizofrenia.
Pada orang lain lagi, saat mereka menjadi
semakin matang dan stres menghilang,
sifat paranoid memberikan jalan untuk
pembentukan reaksi, perhatian yang tepat
terhadap moralitas dan perhatian altruist

Terapi :
Psikoterapi.
Pasien paranoid tidak bekerja baik dalam
psikoterapi kelompok. Ahli terapi harus
berhadapan langsung dalam menghadapi
pasien
Farmakoterapi
Berguna dalam menghadapi agitasi dan
kecemasan. Pada sebagian besar kasus,
obat antiansietas seperti diazepam (Valium)
atau anti psikotik, seperti thioridazine
(Mellaril) atau haloperidol (Haldol), dalam
dosis kecil dan dalam periode singkat untuk
menangani agitasi parah atau pikiran yang
sangat delusional.

Gangguan Kepribadian Skizoid


(DSM-IV : Kelompok A)
Epidemiologi
Prevalensi tdk ditentukan secara jelas.
Gangguan mungkin mengenai 7,5% populasi
umum. Rasio jenis kelamin untuk gangguan
adalah tidak diketahui.
Gejala klinis
memberi kesan dingin dan mengucilkan diri,
tampak menjauhkan diri dan tidak ingin terlibat
dengan peristiwa sehari-hari dan
permasalahan orang lain.
tampak tenang, jauh, menutup diri dan tidak
dapat bersosialisasi.

Kriteria diagnostik untuk kepribadian schizoid


Pola pervasif pelepasan dari hubungan sosial dan
rentang pengalaman
emosi yang terbatas dalam lingkungan interpersonal,
dimulai pada masa dewasa awal dan ditemukan dalam
berbagai korteks, seperti yang dinyatakan oleh empat
(atau lebih) berikut:
1. Tidak memiliki minat ataupun menikmati hubungan
dekat, termasuk menjadi bagian dari keluarga.
2. Hampir selalu memilih kegiatan secara sendirian.
3. Memiliki sedikit, jika ada, rasa tertarik untuk melakukan
pengalaman seksual dengan orang lain.
4. Merasakan kesenangan dalam sedikit, jika ada aktifitas.

5. Tidak memiliki teman dekat atau orang yang dipercaya


selain sanak saudara derajat pertama.
6. Tampak tidak acuh terhadap pujian atau kritik orang
lain.
7. Menunjukkan kedinginan emosi, pelepasan atau
pendataran afektivitas.
8. Tidak terjadi semata-mata selama perjalanan
skizofrenia , gangguan , suatu gangguan mood dengan ciri
psikotik , gangguan psikotik lain atau suatu gangguan
perkembangan pervasif , dan bukan karena efek fisiologis
langsung dari kondisi medis umum

Perjalanan penyakit dan diagnosis


Onset biasanya pada masa anak-anak awal.
Gangguan kepribadian skizoid adalah
berlangsung lama tetapi tidak selalu seumur
hidup.
Terapi
- Psikoterapi: Terapi pasien gangguan kepribadian
skizoid adalah mirip dengan terapi pasien
gangguan kepribadian paranoid. Dalam
lingkungan terapi kelompok, pasien gangguan
kepribadian skizoid mungkin diam untuk jangka
waktu yang lama, namun suatu waktu mereka
akan ikut terlibat
- Farmakoterapi : antipsikotik dosis kecil,
antidepresan dan psikostimulan telah efektif pada
beberapa pasien.

Gangguan Kepribadian Skizotipikal


(DSM-IV: Kelompok A)
Gejala klinis
-

Pikiran dan komunikasi terganggu.


tidak mengetahui perasaan mereka sendiri; malah mereka
sangat peka dalam mendeteksi perasaan orang lain, khususnya
afek negatif seperti kemarahan.
Mereka percaya bahwa mereka memiliki kekuatan pikiran dan
tilikan yang khusus.
Walaupun tidak ada gangguan berpikir yang jelas,
pembicaraan mereka mungkin sering memerlukan interpretasi.
Pembicaraan
aneh atau janggal dan hanya memiliki arti bagi diri mereka
sendiri.
Mereka menunjukkan hubungan interpersonal yang buruk dan
mungkin berkelakuan secara tidak sesuai

Kriteria Diagnostik Gangguan Kepribadian Skizotipal


A. Pola pervasif deficit sosial dan interpersonal yang ditandai oleh ketidak
senangan akut dengan, dan penurunan kapasitas untuk, hubungan erat dan
juga oleh peyimpangan kognitif atau persepsi dan perilaku eksentrik,
dimulai pada masa dewasa awal dan tampak dalam berbagai konteks ,
seperti yang ditunjukkan oleh lima (atau lebih) berikut:
Gagasan yang menyangkut diri sendiri (ideas of reference) kecuali waham
yang menyangkut diri sendiri.
Keyakinan aneh atau pikiran magis yang mempengaruhi perilaku dan tidak
konsisten dengan norma cultural (misalnya, percaya takhyul),
(superstitiousness), percaya dapat melihat apa yang akan terjadi
(clairvoyance), telepati, atau indera keenam, pada anak-anak dan remaja
khayalan atau preokupasi yang kacau)
Pengalaman persepsi yang tidak lazim, termasuk ilusi tubuh.
Pikiran dan bicara yang aneh (misalnya, samar-samar, sirkumstansialitas,
metaforik, terlalu berbelit-belit, atau stereotipik )

Kecurigaan atau ide paranoid.


Afek yang tidak sesuai atau terbatas.
Perilaku atau penampilan yang aneh, eksentrik atau
janggal.
Tidak memiliki teman akrab atau orang yang dipercaya
selain sanak saudara derajat pertama
Kecemasan sosial yang bertebihan yang tidak
menghilang dengan keakraban dan cenderung disertai
dengan ketakutan paranoid ketimbang pertimbangan
negative tentang diri sendiri.
B. Tidak terjadi semata- mata selama perjalanan
skizofrenia , suatu gangguan mood dengan ciri psikotik
lain , atau suatu gangguan perkembangan pervasif

Diagnosa Banding
Pasien gangguan kepribadian skizotipal
dapat dibedakan dari pasien skizofrenik
oleh tidak adanya psikosis. Jika psikosis
memang ditemukan, gejala tersebut
adalah singkat dan terpecah.
Pasien gangguan kepribadian paranoid
ditandai oleh kecurigaan, tetapi tidak
memiliki perilaku yang aneh seperti pada
pasien gangguan kepribadian skizotipal.

Terapi :
Psikoterapi
Farmakoterapi : medikasi antipsikotik
berguna untuk mengatasi gagasan
mengenai diri sendiri, waham, dan gejala
lain dari gangguan dan dapat digunakan
bersama-sama dengan psikoterapi.

Gangguan Kepribadian Anti Soslal


(DSM-IV: Kelompok B)
Epidemiologi
Prevalensi : 3 % laki-laki dan 1 % wanita. Onset
gangguan adalah sebelum usia 15 tahun.
Gejala klinis
- ditandai oleh tindakan antisosial atau kriminal
- seringkali menunjukkan kesan luar yang normal dan
bahkan hangat dan mengambil muka
- Menurut David & Neale: muncul sebelum usia 15
tahun yang ditandai dengan perilaku nakal, lari diri dari
rumah, sering berbohong, mencuri, membakar, atau
merusak dengan cara lain.Pola ini akan berlanjut
hingga dewasa yang ditandai dengan tidak memiliki
tanggung jawab, bekerja tidak konsisten, melawan
hukum, agresif, gegabah, impulsif,dan gagal dalam
merencanakan sesuatu .

Kriteria Diagnostik Gangguan Kelpribadian Anti Sosial


A. Terdapat pola pervasif tidak menghargai dan melanggar hak orang lain yang
terjadi sejak usia 45 tahun , seperti yang ditunjukkan oleh tiga ( atau lebih )
berikut :

Gagal untuk mematuhi norma sosial dengan menghormati perilaku sesuai


hukum
Ketidakjujuran,
Impulsivitas atau tidak dapat merencanakan masa depan
Iritabilitas dan agresivitas,
Secara sembrono mengabaikan keselamatan diri sendiri atau orang lain.
Terus menerus tidak bertanggung jawab

Tidak adanya penyesalan,


B. Individu sekurang-kurangnya berusia 18 tahun.
C. Terdapat tanda-tanda gangguan konduksi dengan onset sebelum usia 15 tahun.
D. Terjadinya perilaku antisosial tidak semata-mata selama perjalanan
skizofrenia atau suatu episode manik.

Terapi
- Psikoterapi
- Farmakoterapi
digunakan untuk menghadapi gejala yang
diperkirakan akan timbul seperti
kecemasan, penyerangan, dan depresi

Gangguan Kepribadian Ambang


(DSM-IV: Kelompok B)
Epidemiologi
Tidak ada penelitian prevalensi yang tersedia, tetapi
diperkirakan 1-2 % populasi dan dua kali lebih sering
pada wanita dibandingkan laki-laki
Gejala klinis
- Perbatasan antara neurosis dan psikosis dan
ditandai oleh afek, mood, perilaku, hubungan objek,
dan cinta dari yang sangat tidak stabil
- Perilaku pasien gangguan kepribadian ambang
sangat tidak bisa diramalkan
- Sifatmenyakitkan : dicerminkan oleh tindakan
merusak diri sendiri yang berulang
- merasakan ketergantungan dan permusuhan:
memiliki hubungan interpersonal yang tidak baik

Kriteria Diagnostik Gangguan Kepribadian Ambang


Pola pervasif ketidakstabilan hubungan interpersonal, citra diri,
dan afek, dan impulsivitas yang jelas pada dewasa awal dan
ditemukan dalam berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan
oleh lima (atau lebih) berikut :
Usaha mati-matian untuk menghindari ketinggalan yang nyata
atau khayalan.
Pola hubungan interpersonal yang tidak stabil dan kuat yang
ditandai oleh perubahan antara ekstrim-ekstrim idealisasi dan
devaluasi.
Gangguan identitas : citra diri atau perasaan diri sendiri yang
tidak stabil secara jelas dan persisten

lmpulsivitas pada sekurangnya dua bidang yang potensial


membahayakan diri sendiri
Perilaku, isyarat, atau ancaman bunuh diri yang berulang kali,
atau perilaku mutilasi diri.
Ketidakstabilan afektif karena reaktivitas mood yang jelas
(misalnya, disforia episodik kuat, iritabilitas atau kecemasan
biasanya berlangsung beberapa jam dan jarang lebih dari
beberapa hari).
Perasaan kosong yang kronis.
Kemarahan yang kuat dan tidak pada tempatnya atau kesulitan
dalam mengendalikan kemarahan (misalnya, sering
menunjukkan temper, marah terus menerus, perkelahian fisik
berulang kali).
Ide paranoid yang transien dan berhubungan dengan stress,
atau gejala disosiatif yang parah.

Diagnosis Banding
Pembedaan dari skizofrenia dilakukan berdasarkan tidak adanya
episode psikotik, gangguan pikiran, atau tanda skizofrenia klasik
lainnya yang berkepanjangan yang dimiliki pasien ambang.
Pasien gangguan kepribadian skizotipal menunjukkan pikiran
yang sangat aneh, gagasan yang aneh, dan gagasan
menyangkut diri sendiri yang rekuren.
Pasien gangguan kepribadian paranoid ditandai oleh kecurigaan
yang ekstrim.

Pada umumnya, pasien gangguan kepribadian ambang


menunjukkan perasaan kekosongan yang kronis, impulsivitas,
mutilasi diri, episode psikotik singkat, usaha bunuh diri
manipulatif, dan biasanya keterlibatan yang menuntut dalam
hubungan erat.
Perjalanan penyakit dan prognosis
Penelitian longitudinal tidak menunjukkan perkembangan ke
arah skizofrenia, tetapi pasien memiliki insidensi tinggi untuk
mengalami episode gangguan depresif berat. Diagnosis
biasanya dibuat sebelum usia 40 tahun.

Terapi
Psikoterapi :
Pendekatan berorientasi realitas lebih efektif
dibandingkan interpretasi bawah sadar secara
mendalam.
Terapi perilaku untuk mengendalikan impuls
dan ledakan kemarahan dan untuk menurunkan
kepekaan terhadap kritik dan penolakan.
Farmakoterapi :
Antidepresan memperbaiki mood yang
terdepresi.
MAOI :efektif dalam memodulasi perilaku
impulsif pada beberapa pasien.
Antikonvulsan seperti karbamazepin, padat
meningkatkan fungsi global pada beberapa
pasien.

Gangguan Kepribadian Histrionik


(DSM-IV:Kelompok B)
Epidemiologi
prevalensi : kira-kira 2 sampai 3 %. Keadaan
ini lebih sering didiagnosis pada wanita
dibandingkan laki-laki.
Gejala klinis
- ditandai oleh perilaku yang bermacammacam, dramatik, ekstovert pada orang yang
meluap-luap dan emosional
- menunjukkan perilaku mencari perhatian
yang tinggi
- memperbesar pikiran dan perasaan mereka

Kriteria Diagnostik Gangguan Kepribadian Histrionik


Pola pervasif emosionalitas dan mencari perhatian yang
berlebihan, dimulai pada masa dewasa muda dan tampak dalam
berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan oleh lima ( atau
lebih) berikut :
Tidak merasa nyaman dalam situasi dimana ia tidak merupakan
pusat perhatian.
Interaksi dengan orang lain sering ditandai oleh godaan seksual
yang tidak pada tempatnya atau perilaku provokatif.
Menunjukkan pergeseran emosi yang cepat dan ekspresi emosi
yang dangkal.
Secara terus menerus menggunakan penampilan fisik untuk
menarik perhatian kepada dirinya.

Memiliki gaya bicara yang sangat impresionistik dan


tidak memiliki perincian.
Menunjukkan dramitasi diri, teatrikal, dan ekspresi
emosi yang berlebihan.
Mudah disugesti, yaitu mudah dipengaruhi oleh orang
lain atau situasi.
Menganggap hubungan menjadi lebih intim
ketimbang keadaan sebenarnya

Diagnosis Banding
Perbedaan antara gangguan kepribadian histrionik
dan gangguan kepribadian ambang adalah sukar.
Pada gangguan kepribadian ambang, usaha bunuh
diri, difusi identitas dan episode psikotik singkat
adalah lebih sering.

Terapi
Psikoterapi : Psikoterapi berorientasi psikoanalisis,
baik dalam kelompok atau individual, adalah terapi
yang terpilih untuk gangguan kepribadian histrionik.
Farmakoterapi : dapat ditambahkan jika gejala adalah
menjadi sasarannya seperti penggunaan
antidepresan untuk depresi dan keluhan somatik, obat
antiansietas untuk kecermasan dan antipsikotik untuk
derealisasi dan ilusi.

Gangguan Kepribadian Narsistik


(DSM-IV:Kelompok B)
Epidemiologi
Menurut DSM IV, perkiraan prevalensi: 2 - 16
% dalam populasi klinis.
Gejala klinis
- Meningkatnya rasa kepentingan dan
perasaan kebesaran yang unik
- Tidak mampu menunjukkan empati, dan
berpura-pura simpati hanya untuk mencapai
kepentingan mereka sendiri.
- Memiliki harga diri yang rapuh dan rentan
terhadap depresi.

Kriteria Diagnostik Gangguan Kepribadian Narsistik

Pola perfasif kebesaran (dalam khayalan atau perilaku),


membutuhkan kebanggaan, dan tidak ada empati, dimulai
pada masa dewasa awal dan tampak dalam berbagai
konteks, seperti yang ditunjukkan oleh lima (atau lebih)
berikut :
Memiliki rasa kepentingan diri yang besar
Preokupasi dengan khayalan akan keberhasilan, kekuatan,
kecerdasan, kecantikan, atau cinta ideal yang tidak terbatas.
Yakin bahwa ia adalah khusus dan unik dan dapat
dimengerti hanya oleh atau harus berhubungan dengan
orang lain (atau institusi) yang khusus atau memiliki status
tinggi.
Membutuhkan kebanggaan yang berlebihan

Memiliki perasaan bernama besar, yaitu harapan yang tidak


beralasan akan perlakuan khusus atau kepatuhan otomatis
sesuai harapannya.
Eksploatif secara interpersonal, yaitu mengambil
keuntungan dari orang lain untuk mencapai tujuannya
sendiri.
Tidak memiliki tempat, tidak mau mengenali atau
mengetahui perasaan dan kebutuhan orang lain.
Sering cemburu terhadap orang lain dan merasa orang lain
juga cemburu kepada dirinya.
Memperlihatkan kesombongan, sikap congkak dan sombong

Diagnosis Banding
Gangguan kepribadian ambang, histrionik dan antisosial sering
ditemukan bersama-sama dengan gangguan kepribadian narsistik:
diagnosis banding adalah sukar. Pasien dengan gangguan
kepribadian narsistik memiliki kecemasan yang lebih keci daripada
pasien dengan gangguan kepribadian ambang dan kehidupan
mereka cenderung kurang kacau.
Usaha bunuh diri juga lebih mungkin berhubungan dengan pasien
gangguan kepribadian ambang dibandingkan pasien gangguan
kepribadian narsistik
Pasien gangguan kepribadian antisosial memberikan riwayat
perilaku impulsif, seringkali disertai dengan penyalahgunaan alkohol
atau zat lain, hal tersebut seringkali menyebabkan mereka
mendapatkan masalah dengan hukum.
Dan pasien gangguan kepribadian histrionic menunjukkan ciri-ciri
ekshibisionisme dan manipulativitas interpersonal yang mirip dengan
pasien gangguan kepribadian narsitik

Perjalanan penyakit dan prognosis


Gangguan kepribadian narsistik : kronis dan sukar
untuk diobati. Pasien dengan gangguan harus
secara terus menerus berhadapan dengan aliran
narsisme mereka yang diakibatkan oleh perilaku
mereka sendiri atau dari pengalaman hidup
Terapi :
Psikoterapi : Mengobati gangguan kepribadian
narsistik sukarpasien harus meninggalkan
narsismenya jika ingin mendapatkan kemajuan.
Farmakoterapi : Pasien gangguan kepribadian
narsistik rentan terhadap depresi, suatu anti
depresan mungkin juga digunakan

Gangguan Kepribadian Menghindar


(DSM-IV: Kelompok C)
Epidemiologi
Prevalensi adalah 1 -10 %
Gejala klinis
Hipersensitivitas terhadap penolakan oleh
orang lain.
Saat berbicara dengan seseorang,
mereka mengekspresikan ketidakpastian
dan tidak memiliki kepercayaan diri dan
mungkin berbicara dalam cara yang
merendahkan diri sendiri.

Kriteria Diagnostik Gangguan kepribadian Menghindar.


Pola perfasiv hambatan sosial, perasaan tidak cakap,
dan kepekaan berlebihan terhadap penilaian negatif,
dimulai pada masa dewasa awal dan tampak dalam
berbagai koteks, seperti yang ditunjukkan oleh empat
(atau lebih) berikut :
Mengindari aktivitas pekerjaan yang memerlukan
kontak interpersonal yang bermakna karena takut akan
kritik, celaan dan penolakan.
Tidak mau terlibat dengan orang lain kecuali merasa
yakin akan disenangi.
Menunjukkan keterbatasan dalam hubungan intim
karena rasa takut dipermalukan atau ditertawai

Preokupasi dengan sedang dikritik atau ditolak


dalam situasi sosial
Terhambat dalam situasi interpersonal yang baru
karena perasaan tidak ada kuat
Memandang diri sendiri tidak layak secara sosial
karena merasa dirinya tidak menarik atau lebih
rendah dari orang lain.
Tidak biasanya enggan untuk mengambil resiko
pribadi atau melakukan aktivitas baru karena
dapat membuktikan penghinaan

Diagnosis Banding
Pasien gangguan kepribadian menghindar
menginginkan interaksi sosial, dibandingkan
dengan pasien gangguan kepribadian skizoid
yang ingin sendirian.
Pasien gangguan kepribadian menghindar adalah
tidak menuntut, tidak mudah marah, atau tidak
dapat diramalkan seperti pasien gangguan
kepribadian ambang dan histrionic
Gangguan kepribadian menghindar dan gangguan
kepribadian dependen adalah serupa. Pasien
gangguan kepribadian dependen dianggap
memiliki ketakutan yang lebih tinggi akan
penelantaran atau tidak dicintai dibandingkan
pasien gangguan kepribadian menghindar, tetapi
gambaran klinisnya mungkin tidak dapat
dibedakan

Perjalanan penyakit dan


prognosis
Banyak pasien gangguan menghindar
mampu untuk berfungsi, asalkan mereka
dalam lingkungan yang terlindungi.

Terapi
Psikoterapi : Melatih ketegasan adalah
bentuk terapi perilaku yang dapat
mengajarkan pasien untuk
mengekspresikan kebutuhan mereka
secara terbuka dan untuk meningkatkan
harga diri mereka.
Farmakoterapi : untuk mengatasi
hiperaktivitas sistem saraf beta blocker

Gangguan Kepribadian Dependen


(DSM-IV: Kelompok C)
Epidemiologi
wanita > laki-laki.
Anak kecil > anak yang lebih besar.

Gejala klinis
menempatkan kebutuhan mereka sendiri dibawah kebutuhan orang
lain
Meminta orang lain untuk mengambil tanggung jawab untuk
masalah besar dalam kehidupan mereka,
Tidak memiliki kepercayaan diri
Mengalami rasa tidak nyaman yang kuat jika sedang sendirian lebih
dari suatu periode yang singkat
Ditandai oleh ketergantungan yang pervasif dan perilaku patuh
Keraguan diri, pasivitas, dan ketakutan untuk mengekspresikan
perasaan seksual dan agresif

Kriteria Diagnostik Gangguan Kepribadian Dependen


Kebutuhan yang perpasiv dan berlebihan untuk diasuh, yang
menyebarkan perilaku tunduk dan menggantung dan rasa
takut akan perpisahan, dimulai pada masa dewasa awal dan
tampak dalam berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan
oleh lima (atau lebih) berikut :
Memiliki kesulitan dalam mengambil keputusan setiap hari
tanpa sejumlah besar nasehat dan penenteraman dari orang
lain.
Membutuhkan orang lain untuk menerima tanggung jawab
dalam sebagian besar bidang utama kehidupannya.
Memiliki kesulitan dalam mengekspresikan ketidaksetujuan
pada orang lain. Catatan : tidak termasuk rasa takut yang
realistic akan ganti rugi.

Memiliki kesulitan dalam memulai proyek atau melakukan hal


dengan dirinya sendiri (karena tidak memiliki keyakinan diri
dalam pertimbangan atau kemampuan ketimbang tidak
memiliki motivasi atau energi )
Berusaha berlebihan untuk mendapatkan asuhan dan
dukungan dari orang lain, sampai pada titik secara sukarela
melakukan hal yang tidak meyenangkan.
Merasa tidak nyaman atau tidak berdaya jika sendirian karena
timbulnya rasa takut tidak mampu merawat diri sendiri.
Segera mencari hubungan dengan orang lain sebagai sumber
pengasuhan dan dukungan jika hubungan dekatnya berakhir.
Secara tidak realistic terpreokupasi dengan rasa takut
ditinggal untuk merawat dirinya sendiri

Diagnosis Banding
Faktor yang menonjol pada pasien gangguan
kepribadian histrionic dan
ambangKetergantungan
Gangguan kepribadian dependen memiliki
hubungan jangka panjang dengan orang
pada siapa mereka tergantung
Perilaku ketergantungan dapat terjadi pada
pasien dengan agoraphobia, tetapi pasiep
agorafobik cenderung memiliki tingkat
kecemasan yang jelas atau bahkan panik.

Perjalanan penyakit dan


prognosis
Terdapat kecendrungan untuk
mengganggu fungsi pekerjaan, karena
pasien memiliki ketidakmampuan untuk
bertindak secara mandiri dan tanpa
pengawasan dari dekat. Tetapi, prognosis
dengan pengobatan adalah cukup baik

Terapi
Psikoterapi : Terapi gangguan kepribadian
dependen seringkali berhasil, yaitu
dengan proses kognitif-behavioral,Terapi
perilaku, terapi keluarga dan terapi
kelompok
Farmakoterapi : digunakan untuk
mengatasi gejala spesifik seperti
kecemasan dan depresi, yang sering
merupakan gambaran penyerta gangguan
kepribadian dependen.

Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif


(DSM-IV:Kelompok C)
Epidemiologi
Prevalensi : Tidak diketahui.
laki-laki>wanita
Gejala klinis
memiliki keasikan dengan aturan, peraturan,
ketertiban, kebersihan, perincian dan
pencapaian kesempurnaan. Keterampilan
interpersonal pasien terbatas.
ditandai oleh penyempitan emosional,
ketertiban, kekerasan hati, sikap keras
kepala dan kebimbangan

Kriteria Diagnostik Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif


Pola pervasif preokupasi dengan urutan, perfeksionisme, dan
pengendalian mental dan interpersonal, dengan
mengorbankan fleksibilitas, keterbukaan, dan efisiensi, dimulai
pada masa dewasa awal dan tampak dalam berbagai konteks,
seperti yang ditunjukkan oleh empat (atau lebih) berikut :
Terpreokupasi dengan perincian, aturan, daftar, urutan,
susunan atau jadwal sampai tingkat dimana aktivitas sesama
hilang.
Menunjukkan perfeksionisme yang mengganggu penyelesaian
tugas misalnya, tidak mampu menyelesaikan suatu proyek
Secara berlebihan setia kepada pekerjaan dan produktivitas
sampai mengabaikan aktivitas waktu luang dan persahabatan.

Terlalu berhati-hati, teliti, dan tidak fleksibel tentang


masalah moralitas, etika atau nilai-nilai (tidak disebabkan
oleh identifikasi kultural atau religius)
Tidak mampu membuang benda-benda yang usang atau
tidak berguna walaupun tidak memiliki nilai sentimental.
Enggan untuk mendelegasikan tugas atau untuk bekerja
dengan orang lain kecuali mereka tunduk dengan tepat
caranya mengerjakan hal
Memiliki gaya belanja yang kikir baik untuk dirinya sendiri
maupun orang lain, uang dipandang sebagai sesuatu yang
harus ditimbun untuk rencana dimasa depan.
Menunjukkan kekacauan dan keras kepala.

Diagnosis Banding
Pembedaan yang paling sukar adalah
antara pasien rawat jalan dengan sifat
obsesif-kompulsif dan pasien dengan
gangguan kepribadian obsesif-kompulsif.
Diagnosis gangguan kepribadian
bermakna dalam efektivitas pekerjaan
atau sosialnya.
Perjalanan penyakit dan prognosis
Perjalanan bervariasi dan tidak dapat
diramalkan.

Terapi
Psikoterapi : Terapi kelompok dan terapi
perilaku biasanya memberikan manfaat
tertentu.
Farmakoterapi :
Clonazepam (klonopin) menurunkan
gejala pada pasien dengan gangguan
kepribadian obsesif-kompulsif parah
Clomipramine (anafranil) dan obat
serotonergik tertentu seperti fluoxetine
mungkin berguna jika tanda dan gejala
obsesif-kompulsif timbul

Gangguan Kepribadian Yang Tidak


Ditentukan (DSM-IV:Kelompok C)
Kategori :
untuk gangguan-gangguan fungsi
kepribadian yang tidak memenuhi
kriteria untuk gangguan kepribadian
spesifik
jika klinis menganggap bahwa suatu
gangguan kepribadian spesifik yang
tidak dimasukkan kedalam klasifikasi ini
adalah sesuai.

A. Gangguan Kepribadian Pasif - Agresif


Gambaran klinis
ditandai oleh obstruksionisme (senang
menghalang-halangi), menunda-nunda,
sikap keras kepala dan tidak efisien
tidak menerima permintaan untuk kinerja
yang optimal, tidak bersedia meminta
maaf, dan cenderung untuk mencari
kesalahan pada diri orang lain
tidak memiliki kepercayaan pada diri
sendiri

Karakteristik pasien gangguan kepribadian pasif agresif


adalah:
A. Pola perpasif sikap negatifistik dan resistensi pasif
terhadap tuntutan akan kinerja yang adekuat , dimulai
pada masa dewasa awal dan tampak dalam berbagai
konteks, seperti yang ditunjukkan oleh empat (atau
lebih) berikut:
Secara pasif menolak memenuhi tugas sosial dan
pekerjaan rutin.
Mengeluh tidak dimengerti dan tidak dihargai oleh
orang lain.
Cemberut dan argumentative
Tanpa alasan mengkritik dan mencemooh atasan

Menunjukkan rasa cemburu dan kebencian


terhadap mereka yang tampaknya lebih
beruntung.
Suara yang diperkeras dan keluhan terusmenerus atas ketidak beruntungan dirinya
Berganti-ganti antara tantangan permusuhan dan
perasaan dosa

B. Tidak terjadi semata-mata selama episode


depresif berat dan tidak diterangkan lebih baik
oleh gangguan distimik

Diagnosis Banding
Gangguan kepribadian pasif-agresif perlu
dibedakan dari gangguan kepribadian
histrionik dan ambang.
Pasien gangguan kepribadian pasif-agresif
adalah dramatik, afektif dan agresif secara
terbuka dibandingkan dengan pasien
gangguan kepribadian histrionik dan
ambang.

Terapi
Psikoterapi : pasien gangguan kepribadian
pasif-agresif yang mendapatkan
psikoterapi suportif memiliki hasil yang
baik.
Farmakoterapi : antidepresan harus
diresepkan hanya jika ada indikasi klinis
depresi dan kemungkinan bunuh diri.

B. Gangguan Kepribadian Depresif


Epidemiologi
Laki-laki ~ perempuan
Terjadi pada keluarga dimana gangguan depresif ditemukan
Gambaran Klinis
Tenang, introvert, pasif tidak sombong.
Bermuram durja, pesimistik, serius, dan tidak dapat
merasakan kegembiraan.
Mengkritik diri sendiri, menyalahkan diri sendiri dan menghina
diri sendiri.
Bersifat ragu-ragu, kritik orang lain , sukar untuk memaafkan.
Berhati-hati, bertanggung jawab dan disiplin diri
Memikirkan hal sedih dan pasien merasa cemas
Asyik dengan peristiwa negatif, perasaan tidak berdaya dan
kelemahan pribadi

Diagnosis Banding
Gangguan distimik fluktuasi besar dalam
mood dibandingkan yang ditemukan pada
gangguan kepribadian depresif,Episodic,
dapat terjadi pada setiap waktu, dan
biasanya memiliki stressor pencetus.
Gangguan kepribadian depresif kronis dan
seumur hidup.
Pasien gangguan kepribadian menghindar:
introvert dan tergantung, lebih merasa
cemas dibandingkan orang dengan
kepribadian depresif

Perjalanan penyakit dan prognosis


Orang dengan gangguan kepribadian depresif mungkin
berada dalam resiko yang tinggi untuk mengalami gangguan
distimik dan gangguan depresif berat
Terapi
Psikoterapi :
Pasien berespon terhadap psikoterapi berorientasi tilikan.
Terapi kognitif membantu pasien mengerti manifestasi kognitif
dari perasaan rendah diri dan pesimisme mereka. Jenis
psikoterapi lain yang berguna adalah psikoterapi kelompok
dan terapi interpersonal.
Psikofarmakologi : pemakaian medikasi anti depresan.
Beberapa pasien berespon terhadap dosis kecil psikostimulan,
seperti amfetamin, 5-10 mg sehari.

C. Gangguan kepribadian sadomasokistik


Sadisme ;Marquis de Sade: keinginan untuk
menyebabkan rasa sakit pada orang lain
baik secara penyiksaan seksual atau fisik
atau penyiksaan psikologi pada umumnya
Masokisme ;Leopold von Sacher-Masoch, :
pencapaian pemuasan seksual dengan
menyiksa diri sendiri
Terapi
Psikoterapi:Terapi psikoanalisis efektif
pada beberapa kasus.

D. Gangguan kepribadian sadistik


Orang dengan kepribadian sadistik
menunjukkan pola kekejaman yang
perpasif, merendahkan dan prilaku
agresif, yang dimulai sejak masa anakanak awal dan diarahkan kepada orang
lain

E. Perubahan Kepribadian karena kondisi


medis umum
Etiologi
Kerusakan struktural pada otak
Diagnosis & gambaran klinis
Gangguan pengendalian ekspresi emosi dan impuls
Secara karakteristik emosi labil dan dangkal walaupun
euforia dan apati menonjol
Diagnosis harus di curigai pada pasien yang
menunjukkan perubahan yang nyata dalam prilaku atau
kepribadian termasuk labilitas emosional dan gangguan
kepribadian impuls, yang tidak memiliki riwayat mental
dan yang perubahan kepribadiannya terjadi secara tibatiba atau selama periode yang relatif singkat

Perjalanan Penyakit dan Prognosis


Perjalanan penyakit dan prognosis perubahna kepribadian
karena kondisi medis umum tergantung pada penyebabnya.
Jika gangguan terjadi akibat gangguan struktural otak,
gangguan cenderung menetap.

Terapi
Penatalaksanaan gangguan perubahan kepribadian
melibatkan terapi kondisi organik dasar jika kondisi itu dapat
diobati.
Terapi psikofarmakologis untuk gejala spesifik mungkin di
indikasikan pada beberapa kasus seperti Imipramin dan
fluxetin untuk depresi.
Pasien dengan gangguan kognitif yang parah atau
pengendalian prilaku yang melemah mungkin memerlukan
konseling untuk membantu menghindari kesulitan dalam
pekerjaan atau mencegah keadaan memalukan sosial. Intinya
adalah dukungan keluarga pasien (Kaplan, 1997).

F Perubahan Kepribadian selamanya setelah


pengalaman menakutkan
perubahan kepribadian harus berlansung lama dan muncul
sebagai gambaran yang tidak fleksibel, maladaptif yang menjurus
kepada kegagalan dalam fungsi interpersonal, sosial dan
pekerjaan.
Untuk menegakkan diagnosis adalah esensial untuk memastikan
gambaran yang tidak tampak sebelumnya, seperti:
sikap bermusuhan dan tidak percaya menghadapi dunia
Penarikan diri dari masyarakat
Perasaan kosong dan putus asa
Perasaan terpojok yang kronis seperti terancam terus menerus
Keterasingan
Perubahan kepribadian ini harus sudah ada selama minimal 2
tahun dan harus tidak disebabkan oleh gangguan kepribadian
yang sebelumnya ada atau karena suatu gangguan jiwa selain
gangguan stres pasca trauma.

G. Perubahan Kepribadian Selamanya


Setelah Penyakit psikiatrik
Tanda diagnostik harus mencakup gambaran klinis sebagai berikut:
sikap ketergantungan dan sikap menuntut dari orang lain yang
berlebihan
tuduhan bahwa dirinya berubah atau cacat oleh karena penyakit,
menjurus ketidakmampuan membentuk dan memperthakan hubungan
pribadi yang dekat dan terpercaya serta isolasi sosial.
Pasif, minat berkurang dan menurunya keterlibatan dalam aktivitas
rekreasi.
Selalu menegeluh sakit, yang mungkin disertai dengan keluhan
hipokondrik dan prilaku sakit
Disforia atau suasana peraan yang labil, yang tidak disebabkan oleh
adanya gangguan jiwa saat ini atau gangguan jiwa sebelumnya dengan
gejala afektif residual
Hendaya yang bermakna dalam fungsi sosial dan pekerjaan
dibandingkan dengan keadaan sebelum sakit.
Manifestasi tersebut diatas harus sudah ada selama kurun waktu 2
tahun atau lebih Perubahan bukan terjadi karena kerusakan otak berat.
Adanya diagnosis skizofrenia sebelumnya tidak meningkirkan
kemungkinan diagnosis ini.

TERIMA
KASIH