Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL KERJA PRAKTIK

PENGAMATAN KEGIATAN PENCUCIAN BATUBARA


DI PT. PAMAPERSADA NUSANTARA JOB SITE PT.
TELEN ORBIT PRIMA KECAMATAN KAPUAS
TENGAH KABUPATEN KAPUAS PROVINSI
KALIMANTAN TENGAH

Disusun oleh :
PITER WILTON HUTABARAT
NIM. DBD 111 0117

MAULANA SYAHRI G.
NIM. DBD 111 00

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
2012

HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL KERJA PRAKTIK

PENGAMATAN KEGIATAN PENCUCIAN BATUBARA


DI PT. PAMAPERSADA NUSANTARA JOB SITE
PT. TELEN ORBIT PRIMA KECAMATAN KAPUAS
TENGAH KABUPATEN KAPUAS PROVINSI
KALIMANTAN TENGAH
Sebagai salah satu syarat untuk melaksanakan kerja praktik
Oleh :

PITER WILTON HUTABARAT


NIM. DBD 111 0117

MAULANA SYAHRI G.
NIM. DBD 111 00

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Pertambangan,

BUDHI ETER SILAM, ST.


NIP. 132 317 928

I.

PENDAHULUAN
Kerja praktik merupakan kegiatan Mahasiswa sebagai syarat untuk

memenuhi kurikulum perkuliahan di program studi pada suatu perguruan tinggi,


dimana dituntut untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama
dibangku kuliah dengan keadaan lapangan yang sebenarnya.
Penerapan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah tersebut sering mengalami
kendala dikarenakan terbatasnya ilmu yang diperoleh di Perguruan Tinggi yang
bersangkutan, baik terbatas sarana dan prasarana sebagai penunjang kuliah yang
disediakan oleh pihak Perguruan Tinggi maupun kemampuan dari Mahasiswa itu
sendiri. Keterbatasan inilah yang diantisipasi dengan diharuskannya seorang
Mahasiswa pada akhir studinya melaksanakan Kerja Praktik (KP).
Adapun pelaksanaan Kerja Praktik (KP) tersebut dilakukan pada
perusahaan yang bergerak pada bidang usaha sesuai atau relevan dengan bidang
ilmu yang dipelajari, dalam hal ini bidang Pertambangan (sesuai bidang ilmu dan
jurusan yang dipraktikkan).
Perusahaan yang ditunjuk untuk kegiatan praktek tersebut adalah
perusahaan yang diharapkan mampu membina dan mengarahkan serta bersedia
memberikan pengalaman ilmu teori dan praktek secara langsung dilapangan
kepada Mahasiswa yang melaksanakan praktek. Hal ini penting diperhatikan,
karena melalui praktek lapangan diharapkan sumber daya manusia meningkat
hingga mendapatkan pengalaman kerja yang dapat berguna nantinya pada masa
mendatang serta dapat memberikan masukan kepada pihak perusahaan terhadap
segala analisa yang akan dilakukan.
II.

LATAR BELAKANG
Batubara pada umumnya digunakan pada industri Pembangkit Listrik

Tenaga Uap (PLTU), industri semen, industri metallurgi, industri tekstil, serta
indutri lainnya. Batubara yang akan digunakan untuk setiap industri harus
memenuhi persyaratan yang digunakan, misalnya: besar ukuran, kadar air
(moisture content), kadar abu (ash content), kadar sulfur (sulfure content),
calorific value (CV), hardgrove index (HGI), ash fusion temperature, mineral
pengotor (mineral matter), dan lain sebagainya.

Mengingat terjadinya batubara sangat erat dengan kualitas yang


dihasilkan, maka kualitas batubara sangat bervariasi dari satu tempat dengan
tempat yang lainnya. Kualitas yang bervariasi ini salah satunya disebabkan oleh
adanya inherent mineral matter yaitu berupa pengotor bawaan serta extraneous
mineral matter yaitu berupa pengotor sisipan (partings) dan pengotor yang
terbawa sewaktu penambangan.
Adakalanya mineral pengotor ini melebihi ambang batas dari persyaratan
kualitas batubara pengguna, sehingga sulit untuk dapat dijual. Oleh karena itu,
salah satu cara untuk menghilangkan mineral pengotor yang terdapat pada
batubara adalah dengan cara dilakukan pencucian batubara sehingga mineral
pengotor yang ada pada batubara tersebut akan berkurang atau akan hilang.
Sesuai dengan alasan inilah yang menjadi dasar mahasiswa memilih
tempat Kerja Praktik (KP) pada PT. PAMAPERSADA NUSANTARA. Adapun
topik yang kami ajukan adalah : Pengamatan Kegiatan Pencucian Batubara Di
PT. Pamapersada Nusantara Job Site PT. Telen Orbit Prima Kecamatan
Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.
III.

MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dan tujuan dari kegiatan Kerja Praktik (KP) ini adalah :

a. Untuk mengetahui tahapan-tahapan kegiatan pencucian batubara.


b. Untuk mengetahui peralatan yang digunakan dalam kegiatan pencucian
batubara.
IV.

RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dari kegiatan Kerja Praktik (KP) ini adalah:

a. Bagaimana tahap-tahap kegiatan pencucian batubara?


b. Apa peralatan yang digunakan dalam kegiatan pencucian batubara?
V.

BATASAN MASALAH
Dalam kegiatan Kerja Praktik ini yang dibahas adalah sesuai dengan judul

Kerja Praktik yaitu Pengamatan Kegiatan Pencucian Batubara Di PT.


Pamapersada Nusantara Job Site PT. Telen Orbit Prima, Kecamatan Kapuas

Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu tahapan-tahapan


kegiatan pencucian batubara serta peralatan-peralatan yang digunakan dalam
kegiatan pencucian batubara.
VI.

METODE PENGAMBILAN DATA


Adapun penulisan laporan ini didasarkan pada tiga ( 3 ) metode, yaitu :

a. Metode Observasi (pengamatan)


Metode ini dilakukan dengan cara pengamatan terhadap proses pekerjaan
langsung di lapangan.
b. Metode Interview (wawancara)
Metode ini dilakukan dengan cara tanya jawab kepada operator lapangan dan
staf pada PT. Pamapersada Nusantara.
c. Metode Pustaka
Metode ini dilakukan

dengan cara studi literatur baik yang menyangkut

tentang PT. Pamapersada Nusantara maupun yang berkenaan dengan topik


yang dibahas dalam laporan ini.
VII.

DASAR TEORI
Pencucian ialah usaha yang dilakakukan untuk memperbaiki kualitas

batubara, agar batubara tersebut memenuhi syarat penggunaan tertentu. Termasuk


didalamnya pembersihan untuk mengurangi impurities anorganik. Karakteristik
batubara dan impurities yang utama ditinjau dari segi pencucian secara mekanis
ialah komposisi ukuran yang disebut size consist, perbedaan berat jenis dari
material yang dipisahkan, kimia permukaan, friability relatif dari batubara dan
impuritiesnya serta kekuatan dan kekerasan.
Salah satu cara untuk membersihkan batubara adalah dengan memecah
batubara ke bongkahan yang lebih kecil dan mencucinya. Beberapa sulfur yang
ada sebagai bintik kecil di batu bara disebut sebagai "pyritic sulfur " karena ini
dikombinasikan dengan besi menjadi bentuk iron pyrite, selain itu dikenal sebagai
"fool's gold dapat dipisahkan dari batubara. Secara khusus pada proses satu kali,
bongkahan batubara dimasukkan ke dalam tangki besar yang terisi air , batubara
mengambang ke permukaan ketika kotoran sulfur tenggelam. Fasilitas pencucian

ini dinamakan "coal preparation plants" yang membersihkan batubara dari


pengotor-pengotornya.
Batubara dari tambang terbuka dan tambang dalam harus dipisahkan
terlebih dahulu dari material pengotornya yang ditimbun terlebih dahulu di Coal
Yard. Dengan bantuan Whell Looader, raw coal dimuat ke hopper, umpan dari
hopper ini dipisahkan melalui grizzly, sehingga batubara yang memiliki ukuran
diatas 75 mm akan dimuat ke Picking Belt yang selanjutnya akan dipisahkan dari
material pengotornya melalui hand picking secara manual, sedangkan batubara
yang berukuran -75 mm akan dijadikan umpan pencucian.
Macam-Macam Alat Pencucian Batubara
1. Jig
Pencucian dengan alat ini didasarkan pada perbedaan spesific gravity. Proses
yang dilakukan Jig ini adalah adanya stratifikasidalam bed sewaktu adanya air
hembusan. Kotoran cenderung tenggelam dan batubara bersih akan timbul di
atas. Basic jig, Baum jig sesuai digunakan untuk pencucian batubara ukuran
besar, walaupun Baum Jig dapat melakukan pencucian pada batubara ukuran
besar tetapi lebih efektif melakukan pencucian pada ukuran 10 35 mm
dengan spesific gravity 1,5 1,6. Modifikasi Baum jig adalah Batac jig yang
biasa digunakan untuk batubara ukuran halus. Untuk batubara ukuran sedang,
prinsipnya sama yaitu pulsing (tekanan) air hembusan berasal dari samping
atau dari bawah bed. Untuk menambah bed atau mineral keras yang digunakan
untuk meningkatkan stratifikasi dan menghindari percampuran kembali,
mineral yang digunakan biasanya adalah felspar yang berupa lump silica
dengan ukuran 60 mm.
2. Dense Medium Separator (DMS)
Dense medium ini juga dioperasikan berdasarkan perbedaan spercific gravity.
Menggunakan medium pemisahan air, yaitu campuran magnetite dan air.
Medium campuran ini mempunyai spesific gravity antara batubara dan
pengotornya. Slurry magnetite halus dalam air dapat mencapai densitas relatif
sekitar 1,8 ukuran batubara yang efektif untuk dilakukan pencucian adalah 0,5
150 mm dengan Spesific gravity 1,3 1,9 type dense-medium separator

yang digunakan dapat berupa bath cyclone dan cylindrical centrifugal. Untuk
cylinder centrifugal separator digunakan untuk pencucian batubara ukuran
besar dan sedang. Dense medium cyclone bekerja karena adanya kecepatan
dense medium, batubara dan pengotor oleh gaya centrifugal. Batubara bersih
ke luar menuju ke atas dan pengotornya menuju ke bawah. Faktor penting
dalam operasi berbagai dense medium sistem didasarkan pada magnetite dan
efisiensi recovery magnetite yang digunakan lagi.
3. Hydrocyclone
Hydrocyclone adalah water based cyclone dimana partikel-partikel berat
mengumpul dekat dengan dinding cyclone dan kemudian akan ke luar lewat
cone bagian bawah. Partikel-partikel yang ringan (partikel bersih) mennuju
pusat dan kemudian ke luar lewat vortex finder. Diameter cyclone sangat
berpengaruh terhadap efektifitas pemisahan. Kesesuaian ukuran partikel
batubara yang akan dicuci adalah 0,5 150 cm dengan spesifik gravity 1,3
1,5.
4. Concentration Tables
Proses Contentration table adalah konsentrasi dengan meja miring terdiri dari
rib-rib (tulang-tulang) bergerak ke belakang dan maju terus menerus dengan
arah yang horisontal. Partikel-partikel batubara bersih (light coal) bergerak ke
bawah table, sedangkan partikel-partikel kotor (heavy partical) merupakan
partikel yang tidak diinginkan terkumpul dalam rib dan bergerak ke bagian
akhir table. Batubara ukuran halus dapat dicuci dengan alat ini secara murah
tetapi kapasitasnya kecil dan hanya efektif untuk melakukan pencucian pada
batubara dengan spesific gravity lebih besar 1,5 dengan ukuran partikel
batubara yang dicuci 0,5 15 mm.
VIII. WAKTU PELAKSANAAN
Setelah disesuaikan dengan jadwal akademik, maka jadwal kegiatan kerja
praktik yang kami usulkan adalah kurang lebih 1 bulan. Terhitung dari tanggal
1 Oktober 2014 s/d 31 Oktober 2014.

IX.

PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi pihak

perusahaan dengan harapan dapat memudahkan pelaksanaan Kerja Praktik (KP)


nantinya. Kami menyadari bahwa dalam penulisan proposal ini banyak terdapat
kekurangan atau kekeliruan, untuk itu dimohon adanya saran konstruktif untuk
perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan Kerja Praktik (KP) ini.

Bagan Alir Pelaksanan Program Kerja Praktik

Start

Studi Literatur

Pengamatan Kegiatan

Wawancara dengan Staf


Perusahaan

Pencucian Batubara

Pengambilan Data

Pembahasan dan
Evaluasi

Pembuatan Laporan

End