Anda di halaman 1dari 4

ANAMNESIS KELAINAN MATA (INFEKSI MATA, KELAINAN REFRAKSI DAN

KEGANASAN)
A. SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu:
Melakukan anamnesis kelainan mata:
a. Menanyakan keluhan utama
b. Menanyakan keluhan tambahan
c. Menanyakan gejala lain untuk menyingkirkan diagnosis banding
d. Menanyakan faktor risiko
e. Menanyakan riwayat penyakit dahulu
f. Menanyakan riwayat penyakit keluarga
B. PELAKSANAAN
1. PANDUAN BELAJAR ANAMNESIS KELAINAN MATA
1.1 Landasan Teori
Anamnesis adalah kesimpulan hasil wawancara mengenai penyakitnya dengan
pasien dan atau orang lain yang mengetahui tentang sakitnya (autoanamnesa dan
alloanamnesa). Berikut ini adalah langkah-langkah anamnesis mengenai beberapa
kelainan mata yang sering dijumpai di masyarakat.
Pada dasarnya pola pertumbuhan sel yang abnormal terbagi atas dua macam,yaitu
non neoplastik dan neoplastik. Non neoplastik adalah pertumbuhan sel yangabnormal
yang tidak dapat berubah menjadi sel yang baru atau orang biasanyamenyebutnya tumor,
sedangkan neoplastik adalah pertumbuhan sel abnormal yangdapat berubah menjadi sel
baru yang biasanya disebut kanker.
1.2 Media Pembelajaran
1. Penuntun LKK 1 Blok XV FK UMP
2. Pasien simulasi
3. Ruang periksa dokter
1.3 Langkah Kerja
Melakukan komunikasi dengan pasien, baik secara verbal maupun non verbal.
1.
2.
3.
4.

Mengucapkan salam
Memperkenalkan diri
Menanyakan identitas pasien
Memohon izin untuk melakukan anamnesis mata

Lakukan role play dokter dan pasien dengan contoh kasus sebagai berikut:
A. Katarak
1. Menggali keluhan utama:
- keluhan utama (mata kabur)
- durasi serangan (sejak 1 tahun yang lalu)
- kronisitas (semakin lama semakin berat)
2. Menanyakan keluhan tambahan:
- silau
- sakit
- mata merah
- penglihatan kembar

- lebih nyaman melihat ditempat yang teduh


3. Menanyakan gejala lain untuk menyingkirkan diagnosis banding, misalnya tunnel
vision, retinopati, kelainan refraksi
4. Menanyakan faktor-faktor risiko.
- Faktor usia (60 tahun)
- konsumsi obat-obatan (steroid, rematik)
5. Menanyakan riwayat penyakit dahulu (misalnya: DM: sering makan, sering
kencing, badan tambah kurus, hipertensi: sakit belakang kepala terutama pagi
hari, pernah mendapat obat anti hipertensi, Asma Bronkial: sesak napas pada
saat cuaca dingin).
6. Menanyakan riwayat penyakit keluarga (misalnya: diabetes melitus, hipertensi).
B. Infeksi mata luar (konjungtivitis)
1. Menggali keluhan utama.
- keluhan utama (mata merah).
- sejak kapan timbul keluhan (sejak 2 hari yang lalu).
- apakah ada faktor pencetus, misalnya trauma, lingkungan (riwayat kontak
dengan penderita yang sama).
- Kronisitas (akut)
- riwayat pemakaian obat-obatan termasuk respon terhadap obat tersebut (tetes
mata yang dijual di warung tapi tidak berkurang).
2. Menanyakan keluhan tambahan (misalnya: sakit kepala, bengkak, silau, susah
membuka mata, rasa gatal, pandangan tidak kabur, mata berair, kotoran mata ada,
warnanya putih kekuningan).
3. Menanyakan gejala lain untuk menyingkirkan diagnosis banding (misalnya mual
muntah, bintik putih pada mata).
4. Menanyakan faktor-faktor risiko (misalnya kontak dengan penderita yang sama).
5. Menanyakan riwayat penyakit dahulu (misalnya: riwayat keluhan yang sama
berulang).
C. Glaukoma akut
1. Menggali keluhan utama
- keluhan utama (sakit pada mata).
- sejak kapan timbul keluhan (sejak 2 hari yang lalu).
- Kronisitas (akut)
- riwayat pemakaian obat-obatan termasuk respon terhadap obat tersebut (tetes
mata yang dijual di warung tapi tidak berkurang).
2. Menanyakan keluhan tambahan (misalnya: mata merah, sakit kepala, mual
muntah, pandangan kabur, mata berair, melihat lingkaran pelangi pada cahaya
lampu).
3. Menanyakan gejala lain untuk menyingkirkan diagnosis banding (misalnya rasa
gatal, pandangan kabur, mata berair dan mengganjal, bangun tidur mata terasa
lengket).
4. Menanyakan faktor-faktor risiko (misalnya riwayat keluarga, DM, Hipertensi)
dan faktor pencetus (misalnya: katarak immatur, trauma).
5. Menanyakan riwayat penyakit dahulu (misalnya: DM: sering makan, sering
kencing, badan tambah kurus, hipertensi: sakit belakang kepala terutama pagi
hari, pernah mendapat obat anti hipertensi) dan riwayat menggunakan kacamata.
6. Menanyakan riwayat penyakit keluarga (misalnya: diabetes melitus, hipertensi).

D. Miopia
1. Keluhan utama: melihat jauh kabur
2. Keluhan tambahan: sakit kepala, sering menyipitkan mata saat melihat jauh.
3. Faktor risiko: sering membaca dan menonton tv dalam jarak yang dekat, serta
lama di depan komputer.
4. Riwayat penyakit keluarga (keluarga juga ada yang memakai kacamata minus)
E. Retinoblastoma
1. Menggali keluhan utama: bintik putih pada mata
2. Perkembangan: perjalanan penyakit relatif cepat
2. Menanyakan keluhan tambahan: Mata juling (strabismus), Mata merah dan nyeri,
Gangguan penglihatan, mata menonjol
3. Menanyakan faktor-faktor risiko (Riwayat keluarga menderita penyakit yang sama)
4. Menanyakan riwayat penyakit keluarga (keluarga juga ada yang mengalami
keganansan dimata atau ditempat lain)

E. karsinoma sel basal (basalioma)


Keluhan utama : timbul koreng pada kelopak mata
Keluhan lain
: mata merah dan nyeri
Perkembangan : lambat
Faktor risiko
: usia tua, paparan sinar matahari, perokok, riwayat memiliki
keganasan ditempat lain.
Riwayat keluarga: keluarga juga ada yang mengalami keganansan dimata atau ditempat
lain
1.4 Kesimpulan
Berdasarkan hasil anamnesis, apakah pasien menderita keluhan yang mengarah kepada
Infeksi, Glukoma, katarak, ganguan refraksi atau Keganasan pada mata.