Anda di halaman 1dari 6

1.

LATAR BELAKANG

Proses penyusunan dan pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang


Penjaga Laut dan Pantai atau Sea and Coast Guard menuju kepada tahap pengesahan
belum menunjukan tanda-tanda yang menggembirakan, meskipun langkah-langkah yang
telah ditempuh oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan
dalam proses pembahasan RPP dimaksud telah memenuhi kelaziman dan ketentuan
yang berlaku, serta telah mendapatkan persetujuan (paraf) dari Menteri Perhubungan,
Menteri Pertahanan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Menteri Kelautan dan
Perikanan, Kepala Kepolisian Negara RI dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, akan tetapi
belum bisa ditindaklanjuti karena masih menunggu pembahasan internal di Kementerian
Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, sebagaimana dimaksud pada surat
Menteri Sekretaris Negara Nomor: B-875/M.Sesneg/D-4/PU.02/07/2013 tanggal 25 Juli
2013 tentang Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penjaga Laut dan Pantai (Sea
and Coast Guard).

Disamping itu, upaya-upaya revitalisasi Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla)


menjadi Badan Keamanan Laut (Bakamla) melalui revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun
1996 tentang Perairan dan usulan Rancangan Undang-Undang Kelautan menambah
referensi bahwa tampaknya belum ada komitmen yang kuat untuk mempercepat
pembentukan Badan Penjaga Laut dan Pantai (Sea and Coast Guard).

Mensikapi perkembangan yang belum pasti ini, alangkah baiknya pembenahan internal
dilakukan terhadap potensi Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) yang dimiliki saat
ini secara bertahap. Pengembangan pangkalan PLP dipersiapkan dengan langkahlangkah alternatif yang pantas diaplikasi. Oleh karena itu, Direktorat Kesatuan Penjagaan
Laut dan Pantai (KPLP) kemudian menyusun suatu telahaan yang diberi judul

Bab 1

KAJIAN/STUDI REVITALISASI PANGKALAN PLP, Melalui Pengembangan Pangkalan


Penjagaan Laut Dan Pantai.
1.2

DASAR HUKUM

Dasar hukum pelaksanaan studi ini mengacu pada perundang-undangan yang berlaku
diantaranya:
1. Undang-Undang

Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2008) Tanggal 7 Mei 2008 dan Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4849;
2. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 65 Tahun 2002 Tentang Organisasi
Dan Tata Kerja Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai;
3. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: KM 60 Tahun 2010 Tentang Organisasi Dan
Tata Kerja Kementerian Perhubungan;
4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 62 Tahun 2010 tentang Organisasi Dan
Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan;
5. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 60 Tahun 2011 tentang Pedoman
Penataan Organisasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
6. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 34 Tahun 2012 tentang Organisasi Dan
Tata Kerja Kantor Kesyahbandaran Utama;
7. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 36 Tahun 2012 tentang Organisasi Dan
Tata Kerja Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan;
1.3

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud pelaksanaan studi ini adalah untuk memberikan langkah-langkah alternatif


untuk revitalisasi Direktorat KPLP Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui
pengembangan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) sebagai potensi internal yang
dimiliki.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan bahan masukan kepada pimpinan
untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam mengantisipasi hasil akhir dari proses
pembahasan RPP Penjaga Laut dan Pantai (Sea and Coast Guard).

Bab 1

1.4

LINGKUP PEKERJAAN

Ruang lingkup kajian ini akan mencakup langkah-langkah pengembangan Pangkalan PLP
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, melalui kaji ulang terhadap klasifikasi, jumlah,
penataan jalur komando dan koordinasi dan masalah sumber daya manusia pangkalan
PLP.
1. Klasifikasi Pangkalan PLP,
a. Kondisi eksisting terkait alur pelayaran di luar batas dlkp/dlkr
b. Data primer
c. Data sekunder
d. Rencana
2. Penyesuaian Jumah Pangkalan PLP dan Instalasinya.
a. Data primer
b. Data sekunder
c. Efektivitas jumlah pangkalan
d. Kebutuhan jumlah pangkalan dan instalasi
3. Penataan Jalur Komando dan Koordinasi.
a. Audit perundang-undangan terkait
b. Data primer
c. Efektivitas kelembagaan
4. Pemenuhan Sumber Daya Manusia.
a. Data Primer
b. Data sekunder
c. Efektivitas sdm
d. Kebutuhan sdm
1.5
1.5.1

KELUARAN
Indikator Keluaran (Kualitatif)

Hasil Kajian langkah-langkah pengembangan Pangkalan PLP.


1. Rencana klasifikasi pangkalan
2. Kebutuhan jumlah pangkalan dan instalasi
3. Efektivitas kelembagaan
4. Optimalisasi SDM

Bab 1

1.5.2

Keluaran (Kuantitatif)

Laporan Konsep Revitalisasi Pangkalan PLP. Laporan terdiri dari:


1. Laporan Pendahuluan. Antara lain memuat:
Review Kerangka Acuan Kerja, metodologi, Jadwal Pelaksanaan Kegiatan,
Mobilisasi

Personil,

Organisasi

Pelaksanaan

Kegiatan dan Rencana Kerja

selanjutnya. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kerja


sejak SPMK diterbitkan sebanyak 25 (dua puluh lima) buku laporan.

2. Laporan Antara. Antara lain memuat:


Hasil kegiatan survei, hasil identifikasi data dan perencanaan program awal yang
menggambarkan hasil sementara pelaksanaan kegiatan. Laporan harus diserahkan
selambat-lambatnya 65 (enam puluh lima) bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak
25 (dua puluh lima) buku laporan.

3. Konsep Laporan Akhir. Memuat:


Semua hasil pelaksanaan kegiatan sesuai dengan yang diisyaratkan dalam
kontrak. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 85 (delapan puluh lima0
sejak SPMK diterbitkan sebanyak 25 (dua puluh lima) buku laporan dan penyimpan
multimedia

4. Laporan Akhir
Laporan Akhir memuat semua

hasil

pelaksanaan

yang telah diperbaiki/

disempurnakan sesuai hasil masukan dalam laporan draft akhir. Laporan harus
diserahkan selambat-lambatnya 100 (seratus) hari kerja sejak SPMK diterbitkan
sebanyak 25 (dua puluh lima) buku laporan dan penyimpan multimedia (jika
diperlukan)

5. Ringkasan Eksekutif
Memuat ringkasan/resume hasil pelaksanaan. Laporan harus diserahkan selambatlambatnya 105 (seratus lima) hari kerja sejak SPMK diterbitkan sebanyak 25 (dua
puluh lima) buku laporan dan penyimpan multimedia.

Bab 1

1.6

LOKASI KEGIATAN

Kegiatan ini dilakukan di lokasi Wilayah operasional Pangkalan PLP:


1. Wilayah Indonesia Barat di Tanjung Priok (Provinsi DKI Jakarta) dan Tanjung Uban
(Provinsi Kepulauan Riau)
2. Wilayah Indonesia Tengah di Tanjung Perak (Provinsi Jawa Timur)
3. Wilayah Indonesia Timur di Bitung (Provinsi Sulawesi Utara) dan Tual (Provinsi
Maluku).

Bab 1

Gambar 1.1 Lokasi Kegiatan


Bab 1