Anda di halaman 1dari 3

FATIMAH DIDI S (1310412033)

TEKNOLOGI SEBAGAI PENUNJANG PENDIDIKAN

1.1 Kerangka Pemikiran


Anak bangsa adalah salah satu aset dari sebuah bangsa, karena mereka adalah
penerus perjuangan generasi terdahulu dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Anak bangsa
menjadi harapan dalam setiap kemajuan suatu bangsa, anak bangsa lah yang akan
merubah pandangan dunia terhadap suatu bangsa dan menjadi andalan generasi terdahulu
untuk mengembangkan pembangunan nasional yang berdasarkan kepada nilai-nilai dan
norma yang berlaku dalam masyarakat.
Harapan dan cita-cita akan sangat berarti dengan adanya dukungan dari bidang
pendidikan, Karena pendidikan adalah dasar dari terciptanya suatu ide dan gagasan yang
nantinya akan bermanfaat bagi pembangunan nasional. Karena, pendidikan merupakan
upaya terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar
berkembang menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, dan berilmu.
Dalam era global saat ini pendidikan tidak hanya dapat diperoleh dari bangku sekolah,
tetapi dalam lingkungan pun banyak hal yang dapat diproses sebagai pembelajaran.
Dalam era tekhnologi tinggi seperti ini, cukup mudah mengakses suatu informasi
yang dibutuhkan apalagi Indonesia cukup banyak di dominasi oleh anak bangsa yang
melek akan tekhnologi. Jika hal tersebut diterapkan untuk tindakan-tindakan positif
dalam mewujudkan pembangunan nasional dampaknya akan cukup besar, begitu pula
sebaliknya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara anak bangsa dalam memanfaatkan tekhnologi sebagai bidang
pendidikan?

1.3 Contoh Kasus


1. Gayatri salah satu anak bangsa Indonesia, di usianya yang masih cukup muda 16
tahun, dia menguasai 19 bahasa asing. Diantaranya Jerman, Jepang, India, Inggris,
Perancis. Ia mengaku mempelajari bahasa tersebut melalui internet dengan
bermodalkan laptop beserta jaringan internetnya, dan kamus. Dari internet dia dapat
mengakses informasi mengenai bahasa-bahasa yang ingin dia pelajari. Untuk
menyempurnakan bahasa yang ingin dikuasai, gayatri melakukannya dengan cara
menonton tv dan mendengarkan music untuk memperjelas artikulasi dalam bahasa.
Gayatri mengaku untuk mengecek hasil pembelajarannya, dia mempraktik dengan
teman asing yang dia miliki melalui jaringan social. Berkat kemampuannya tersebut
ia sering menjadi duta Indonesia di luar negeri. Salah satunya ia pernah menjadi
duta anak tingkat ASEAN. Di samping itu Gayatri juga berprofesi sebagai
penerjemah bahasa asing.
2. Dalam kasus penyalahgunaan teknologi, cukup banyak anak yang memanfaatkan
teknologi sebagai alat kesenangan saja. Contohnya hanya memanfaatkan teknologi
sebagai alat untuk bermain, sehingga dalam 24 jam mereka bias menghabiskan
wkatu hingga 12 jam lebih lamanya untuk bermain dengan permainan yang ada di
computer ataupun alat-alat lain yang kini sudah menyediakan fasilitas permainan.

1.4 Analisa
Dalam kasus pertama, Gayatri memaksimalkan teknologi (dalam hal ini computer)
sebagai alat dalam proses pembelajarannya. Pemaksimalan Gayatri dalam teknologi
sangat tepat, karena dia melakukannya secara otodidak tanpa kursus dan teknologi
tersebut dijadikan sumber informasi yang bermanfaat disamping buku-buku yang sering
dia baca sebagai penunjang. Gayatri biasa menerjemahkan bahasa asing untuk
kepentingan forumnya, gayatri aktif di forum anak Indonesia, dalam forum tersebut
Gayatri membantu menerjemahkan bahasa untuk menunjang penyampaian informasi
bagi anggota forum tersebut. Gayatri juga kerapkali menyampaikan isu-isu dan solusi
terkait permasalahan anak. Gayatri juga menulis berbagai karya sastra yang
menginspirasi.

Dalam kasus kedua, terjadi penyalahgunaan teknologi karena kurangnya kesadaran


pengguna. Penyalahgunaan teknologi ini dapat berdampak buruk bagi anak bangsa,
karena jika terus menerus terjadi pendidikan akan dikesampingkan dan menjadi tidak
penting, menurut saya itu bias saja terjadi dikarenakan kebiasaan-kebiasaan yang
dilakukan tanpa adanya usaha untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasan tersebut.

1.5 Solusi
Menurut saya, pemberdayaan teknologi yang baik dan benar harus benar-benar
disosialisasikan, karena untuk menghindari, mencegah, atupun mendisiplinkan hal-hal
kurang baik yang sudah terjadi. Dalam kasus kedua sangat dibutuhkan peran
pengawasan masyarakat sekitar terutama pengusaha penyewa jasa teknologi yang ada
untuk tetap mengkontrol penggunaan teknologi secara benar, karena nyatanya masih
banyak tempat-tempat yang secara berlebihan dalam mengoperasikan tempat usahanya,
(secara berlebihan : buka 24 jam, berlaku untuk semua umur). sebenarnya berlebihan
tidak masalah selama itu masih berdampak baik bagi anak bangsa terutama anak-anak
yang masih di bawah umur. Tetapi, kenyataannya masih banyak pengoperasian yang
berdampak buruk. Tidak hanya masyarakat peran pemerintah pun sangat dibutuhkan
untuk memberlakukan pengawasan terhadap toko-toko penyewa jasa teknologi yang
beroperasi secara berlebihan dan berdampak kurang baik. Menurut saya cara yang
digunakan walikota Surabaya Tri Rismaharini cukup tepat, dalam hal ini, Walikota
Surabaya tersebut melakukan sidak setiap malamnya untuk mencari anak di bawah
umur yang masih berada di tempat hiburan semacam itu.
Jika penggunaan teknologi digunakan secara baik dan benar, tidak hanya gayatri
yang mampu berkarya dalam bidangnya, tetapi akan lebih banyak anak bangsa yang
mencetak berbagai karya yang membanggakan dari karya-karya yang pernah ada
sebelumnya. Gayatri hanyalah salah satu anak bangsa yang membanggakan, masih
banyak anak-anak bangsa Indonesia yang membanggakan lainnya, jika teknologi
diberdayakan secara tepat, pastinya akan lebih banyak anak bangsa yang
membanggakan.