Anda di halaman 1dari 8

I.

KIAT SUKSES MENJADI WIRAUSAHA

Aburizal Bakrie
bisnis itu tidak ditentukan oleh modal atau uang, tetapi oleh ide
Chairul Tanjung
Seorang pengusaha harus optimis, seperti kue donat, orang optimis akan mendapat kuenya
sementara orang pesimis akan mendapatkan bolongnya.
Bob Sadino
kunci sukses adalah tidak mudah menyerah dan jangan takut untuk gagal. "Dengan
kegagalan, kita bisa belajar bagaimana ke depan lebih baik lagi.

1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi


Sebelum manusia bisa mendarat di bulan, tak pernah ada yang berfikir bahwa hal itu adalah
sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan
pernah terwujud. Namun impian dan imajinasi itu akhirnya berubah menjadi kenyataan ketika
seseorang telah membuktikannya dengan pendaratan manusia pertama kali ke bulan. Yang perlu
diingat adalah segala sesuatu keberhasilan itu bermula dari impian dan keyakinan dengan
didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika anda mempunyai impian untuk menjadi
seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun
dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan.
Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam
produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak
mampu.
2. Semangat dan Kegigihan
Antusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah
perjuangan baru untuk mencapai keberhasilan. Bila anda loyo, tidak bersemangat dan dan
bermalasan, yakinlah tidak lama lagi anda akan segera mengalami kegagalan total. Carilah

motivasi usaha anda itu dengan mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sukses
pendahulu anda.
3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis
Tanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah
kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada
sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan
orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan
pengalaman dan siap sukses.
4. Berani Mengambil Resiko
Setiap sesuatu yang kita usahakan tentu akan ada resikonya. Semakin besar hasil yang ingin
dicapai, tentu kemungkinan resiko yang akan dialami apabila mengalami kegagalan juga besar.
Orang yang berani mengambil resiko adalah calon orang yang sukses. Jangan takut akan
kegagalan, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.
5.

Kerja Keras
Hanya dengan bekerja keraslah sebuah usaha akan mengalami kemajuan dan kesuksesan.
Bohong apabila ada yang mengatakan dia meraih keberhasilan yang gemilang hanya dengan
duduk beberapa saat di tempat kerja seperti yang sering dikatakan pengiklan di internet.
Sebenarnya awal mula mereka merintis usahanya itu adalah dengan kerja keras tanpa mengenal
putus asa dan banyak berkorban waktu dan tenaga.
6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain
Pepatah mengatakan: Pengalaman adalah guru yang terbaik. Seorang calon pengusaha yang
sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman
seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga
sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya.
7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain
Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai
sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal
akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang
membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai
kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki
kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.
8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain
Betapapun pandainya seseorang itu, apabila dia bekerja sendiri maka perjuangannya itu hanya
akan sia-sia belaka. Tidak ada seorang pebisnis pun yang mampu bekerja sendiri. Kerjasama
dengan rekan, teman, mitra kerja dan klien sangat penting bagi perkembangan suatu bisnis.
Merekalah yang akan memberi masukan, saran dan kritik dan membantu di saat-saat sulit.
Seorang pebisnis harus mampu menjalin kerjasama dan bergaul untuk menjalin relasi bisnis

dengan seluas-luasnya.

9. Berani Menghadapi Kegagalan


Jangan dikira para pebisnis yang telah mapan dan maju tidak pernah mengalami kegagalan.
Bahkan mereka pun suatu waktu pernah mengalaminya. Hanya saja mereka tidak pernah putus
asa dan terus berusaha sampai sukses. Orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang
tidak berani melakukan apapun dan kerjanya hanya menghayal saja.

10. Tidak Suka Menunda


Seperti kata pepapatah: Time is money! Oleh karena janganlah suka menunda-nunda suatu
pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan
berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat anda menyesal.

II.

Studi kelayakan bisnis


Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para

investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan
fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu
berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat
keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang
diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi
tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.
Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan
pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang
harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk
memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan
dibatalkan. Hal tersebut di atas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan
banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom,
hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.
Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada
orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud

adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada
laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan
dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.
PENGERTIAN
Jadi pengertian studi kelayakan peroyek atau bisnis adalah penelitihan yang menyangkut
berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran,
aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya, dimana itu semua
digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan
apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan bahkan ditadak dijalankan.

RUANG LINGKUP
Aspek yang terdapat pada studi kelayakan proyek atau bisnis yang terdiri dari berbagai aspek
yang sudah disebutkan di atas antara lain :
1. Aspek hukum
Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi ketentuan
hukum yang berlaku termasuk :

a. Perijinan :
i) Izin lokasi :
sertifikat (akte tanah),
bukti pembayaran PBB yang terakhir,
rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan
ii) Izin usaha :
Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
NPWP (nomor pokok wajib pajak)
Surat tanda daftar perusahaan
Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
Surat tanda rekanan dari pemda setempat
SIUP setempat
Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan

2. Aspek sosial ekonomi dan budaya


Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek tersebut :
a. Dari sisi budaya
Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat, kebiasaan
adat setempat.
b. Dari sudut ekonomi
Apakah proyek dapat mengubah atau justru mengurangi income per capita panduduk setempat.
Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah ratarata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.
c. Dan dari segi sosial
Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai, lalulintas semakin lancar, adanya
jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat.

Untuk mendapatkan itu semua dengan cara wawancara, kuesioner, dokumen, dll. Untuk melihat
apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau
pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.

3. Aspek pasar dan pemasaran


Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu proyek
tersebut :
Potensi pasar
Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :
Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku,
kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.
Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial
atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.
4. Aspek teknis dan teknologi

Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek, jenis mesin, atau peralatan lainnya yang sesuai dengan
kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.
5. Aspek manajemen
Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek dan operasionalnya.
6. Aspek keuangan
Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat
biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.
Tahapan dalam Studi Kelayakan Bisnis
1. Penemuan Ide
Agar dapat menghasilkan ide proyek yang dapat menghasilak produk laku untuk dijual dan
menguntungkan diperlukan penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumber daya
yang memadai. Jika ide proyek lebih dari satu, dipilih dengan memperhatikan:
ide proyek sesuai dengan kata hatinya
pengambil keputusan mampu melibatkan diri dalam hal-hal yang sifatnya teknis
keyakinan akan kemampuan proyek menghasilkan laba.
2. Tahap Penelitian
Setelah ide proyek terpilih, dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan metode ilmiah:
mengumpulkan data
mengolah data
menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan data
menyimpulkan hasil
membuat laporan hasil
3. Tahap Evaluasi.
Evaluasi yaitu membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau kriteria yang bersifat
kuantitatif atau kualitatif. Ada 3 macam evaluasi:
mengevaluasi usaha proyek yang akan didirikan
mengevaluasi proyek yang akan dibangun
mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin
Dalam evaluasi bisnis yang akan dibandingkan adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh
usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang akan diperkirakan akan diperoleh.
4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak
Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak, perlu dilakukan pemilihan
rencana bisnis yang mempunyai skor tertinggi jika dibanding usulan lain berdasar kriteria penilaian
yang telah ditentukan.
5. Tahap Rencana Pelaksanaan
Setelah rencana bisnis dipilih perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek. Mulai
dari penentuan jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga perencana, ketersediaan dana dan
sumber daya lain serta kesiapan manajemen.

6. Tahap Pelaksanaan
Dalam realisasi pembangunan proyek diperlukan manajemen proyek. Setelah proyek selesai
dikerjakan tahap selanjutnya adalah melaksanakan operasional bisnis secara rutin. Agar selalu bekerja
secaa efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan, dalam operasional perlu kajiankajian untuk mengevaluasi bisnis dari fungsi keuangan, pemasaran, produksi dan operasi.
Hasil Studi Kelayakan Bisnis
Hasil studi kelayakan bisnis berupa dokumentasi lengkap dalam bentuk tertulis yang diperlihatkan
bagaimana rencana bisnis memiliki nilai-nilai positif bagi aspek-aspek yang diteliti, sehingga akan
dinyatakan sebagai proyek bisnis yang layak.
Etika dalam Studi Kelayakan Bisnis
Aspek moral dan etika dalam bisnis, khususnya dalam studi kelayakan bisnis (SKB) menjadi hal yang
penting. Perilaku etis mengacu pada norma-norma atau standar-standar moral pribadi dalam
hubungannya dengan orang lain agar dapat terjamin tidak seorangpun yang akan dirugikan.
1. Etika peneliti pada responden
Dalam pengumpulan data dari para responden, perlu diingat hak atas kebebasan pribadi sehingga
responden tidak akan dirugikan baik secara fisik maupun mental.
2. Etika peneliti pada klien
Dalam suatu studi kelayakan bisnis pertimbangan-pertimabangan etis terhadap klien perlu
diperhatikan. Karena klien mempunyai hak atas penelitian yang dilakukan secara etis.
3. Etika peneliti pada asisten
Peneliti biasanya asisten peneliti, tidak etis jika menugaskan seorang asisten melakukan suatu
wawancara yang bisa membahayakan.
4. Etika klien
Sering terjadi peneliti kelayakan bisnis diminta oleh kliennya untuk mengubah data, mengartikan data
dari segi yang menguntungkan atau menghilangkan bagian-bagian dari hasil analisis yang dianggap
merugikan, kalau peneliti menuruti keinginan tersebut bisa jadi profesi peneliti akan hancur.
Manfaat studi kelayakan bisnis
1. Pihak Investor
Sebelum menanamkan modalnya di perusahaan yang akan dijalankan investor akan mempelajari
laporan studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, karena investor memiliki kepentingan langsung
tentang keuntungan yang akan diperoleh dan jaminan modal yang akan ditanamkan.
2. Pihak Kreditor
Sebelum memberikan kredit pihak bank perlu mengkaji studi kelayakan bisnis dan
mempertimbangkan bonafiditas dan tersedianya agunan yang dimilliki.
3. Pihak Manajemen Perusahaan
Sebagai leader manajemen perusahaan jugap memerlukan studi kelayakan bisnis untuk mengetahui

dana yang dibutuhkan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri, rencana pendanaan dari investor
dan kreditor
4. Pihak Pemerintah dan Masyarakat
Perusahaan yang akan berdiri harus memperhatikan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan
oleh pemerintah agar dapat diprioritaskan untuk dibantu oleh pemerintah.
5. Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi
Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu dianalisis manfaat yang akan didapat dan biaya yang
ditimbulkan proyek terhadap perekonomian nasional, karena sedapat mungkin proyek dibuat demi
tercapainya tujuan-tujuan nasional.