Anda di halaman 1dari 24

Manajemen Bisnis ITS

Produksi Global,

Pengalihdayaan, dan Logistik


Bisnis Internasional

Nadya Nurul F.P.


[2512101006]
Luthfiyah Azzahra
[2512101017]
Rita Amanda Andriana [2512101019]
Indira Nadya Muttahara [2512101021]

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

I. Studi Kasus
Li & Fung adalah sebuah perusahaan berbasis di Hong Kong yang didirikan pada
tahun 1960. Li & Fung merupakan perusahaan perdagangan multinasional yang
terbesar di negara berkembang. Perusahaan ini didirikan oleh Victor dan William
Fung, saat ini dikelola oleh cucu mereka. Li & Fung merupakan perusahaan
business to business dimana konsumen dari Li & Fung adalah berbagai macam
industri mulai dari ritel pakaian hingga perusahaan elektronik. Contoh dari
konsumennya ialah The Limited, Inc.
Li & Fung bergerak pada bidang logistik dan rantai pasok untuk barang-barang
dalam jumlah banyak. Li & Fung berperan sebagai penghubung dari vendorvendor konsumen yang berada di berbagai negara. Seperti contohnya The
Limited, Inc. yang merupakan sebuah perusahaan retail fashion di Amerika
Serikat.
Untuk membuat produknya The Limited, Inc. memiliki berbagai vendor di
berbagai negara. Li & Fung, dalam alur bisnisnya, akan mengambil konsep
produk pesanan dari The Limited, Inc. lalu meneliti pasar untuk memperoleh
material-material yang sesuai untuk produk tersebut. Lalu Li & Fung akan
memberikan prototipe pada The Limited, Inc. Setelah disetujui maka Li & fung
akan memulai proses produksi dalam jumlah banyak.
Proses produksi tidak dilakukan oleh Li & Fung sendiri. Proses ini dijalankan di
berbagai negara seperti contohnya benang rajutan yang dibeli di Korea dan akan
ditenun dan diwarnai di taiwan. Lalu membeli ritsleting dari produsen di Jepang
dan membawa seluruh material ke Thailand untuk dijahit.
Untuk menjalankan operasional, Li & Fung membagi perusahaannya dalam
beberapa divisi kecil dimana masing-masing divisi fokus terhadap satu klien.
Cotohnya ialah divisi Warner Brothers, divisi Gyomboree, dan divisi The
Limited, Inc.

II. Pendahuluan
Terdapat lima masalah yang sering dihadapi perusahaan dalam menghadapi
berkembanya pasar global. Pertama, lokasi produksi, dengan pertimbangan

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

perbedaan antarnegara dalam hal fakror biaya, hambatan tarif, risiko politik, dan
lainnya. Kedua, peran strategis jangka panjang lokasi produksi luar negeri jika
faktor berubah. Ketiga, produksi yang dilakukan sendiri atau dilakukan dengan
pengalihdayaan. Keempat, pengelolaan rantai pasok global. Dan kelima,
pengelolaan logistik global.
Li & Fung, perusahaan yang dibahas dalam studi kasus di atas merupakan salah
satu alternatif dari permasalahan-permasalahan pasar global tersebut. Li & Fung
memindai jaringan global sekitar 7,500 pemasok yang berlokasi di 40 negara. Li
& Fung dalam bisnisnya memutuskan lokasi yang tepat untuk memproduksi suatu
barang dan kuantitasnya. Dalam mengambil keputusan ini terdapat beberapa
faktor

yang

mempengaruhi

diantaranya

biaya

tenaga

kerja,

hambatan

perdagangan, biaya transportasi, dan kualitas produk.

III.

Strategi, Produksi, dan Logistik

Terdapat dua alasan mengapa produksi dan logistik dilakukan secara


internasional. Pertama, untuk menurunkan biaya peciptaan nilai, dan kedua, untuk
menambah nilai dengan melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih baik.
Produksi meliputi baik layanan maupun kegiatan manufakturing yang akan
menghasilkan jasa atau produk fisik. Sedangkan logistik adalah kegiatan yang
mengendalikan perpindahan bahan fisik melalui rantai nilai, dari pengadaan ke
produksi dan ke dalam distribusi. Kedua hal ini berkaitan erat karena kemampuan
perusahaan untuk melakukan kegiatan produksi secara efisien bergantung pada
pasokan tepat waktu atas input bahan berkualitas tinggi, dimana yang bertanggung
jawab adalah logistik.
Fungsi produksi dan logistik perusahaan internasional memiliki sejumlah tujuan
strategis. Pertama, untuk menurunkan biaya dengan menyebarkan kegiatan
produksi ke berbagai lokasi di seluruh dunia di mana setiap keguatan dapat
dilakukan secara efisien sehingga dapat menurunkan biaya. Biaya juga dapat
dipotong dengan mengurangi jumlah persediaan dan meningkatkan jumlah
perputaran persediaan.

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

Tujuan kedua ialah untuk meningkatkan mutu produk dengan menghilangkan


produk cacat dari rantai pasok dan proses manufakturing. Tujuan ini dicapai
dengan peningkatan kendai mutu dengan cara:

Meningkatkan produktivitas karena waktu tidak terbuang memproduksi


produk-produk berkualitas rendah yang tidak dapat dijual, sehingga biaya
per unit akan berkurang.

Menurunkan biaya pembuatan ulang dan biaya sisa yang berkaitan dengan
produk cacat.

Mengurangi biaya garansi dan waktu yang terkait dengan memperbaiki


produk cacat.

Alat utama yang saat ini marak digunakan untuk peningkatan mutu produk adalah
metodologi six sigma. Metodologi ini adalah turunan langsung dari falsadah
manajemen kualitas total atau dikenal dengan total quality management (TQM).
Dalam TQM telah diidentifikasi sejumlah langkah yang harus menjadi bagian dari
setiap program. Manajemen harus mengakui falsafah bahwa kesalahan, cacat,dan
bahan-bahan berkualitas rendah tidak dapat diterima dan harus dihilangkan.
Standar kerja dalam TQM tidak hanya didefinisikan sebagai angka atau kuota,
tetapi juga mencakup standar kualitas untuk meningkatkan output produksi yang
bebas cacat.
Adapun hubungan antara kualitas dan biaya digambarkan di bawah ini.

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

Gambar 1.1 Hubungan antara Kualitas dan Biaya

Six Sigma adalah falsafah berbasis statistik yang bertujuan untuk mengurangi
cacat, meningkatkan produktivitas, menghilangkan pemborosan, dan memotong
seluruh biaya perusahaan. Pada six sigma, proses produksi akan 99.99966 persen
akurat, dengan hanya 3.4 unit cacat per 1 juta unit. Standar kesempurnaan kualitas
six sigma adalah tujuan yang berusaha dicapai untuk mencoba meningkatkan
kualitas produk dan produktivitasnya. Selain six sigma terdapat standar lain untuk
mendefinisikan mutu. Salah satunya adalah ISO 9000 yang diterapkan di Uni
Eropa.
Selain menurunkan biaya dan meningkatkan kualitas, fungsi produksi dan logistik
memiliki tujuan lain. Tujuan tersebut adalah pertama, untuk memenuhi tuntutan
tanggapan lokal. Yaitu tekanan untuk mendesentralisasikan kegiatan produksi ke
pasar nasional atau regional utama di mana perusahaan melakukan bisnis atau
melaksanakan proses manufakturing yang fleksibel yang memungkinkan
perusahaan untuk meyesuaikan produk yang keluar dari pabrik sesuai dengan
pasar di mana barang tersebut dijual.
Kedua, ialah merespon dengan cepat perubahan permintaan pelanggan. Ketika
permintaan konsumen rentan terhadap pergeseran yang besar dan tak terduga,

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

perusahaan yang dapat beradaptasi paling cepat menanggapi pergeseran ini akan
mendapat keuntungan.

IV.Menentukan Lokasi Produksi


Menentukan lokasi dalam bisnis internasional merupakan salah satu pertimbangan
penting yang harus ditentukan. Lokasi produksi yang tepat dapat meminimalkan
biaya sehingga meningkatkan kualitas produk. Beberapa faktor yang harus
dipertimbangkan dalam menentukan lokas produk: faktor Negara, faktor
teknologi, dan faktor produk.
Faktor Negara
Menentukan lokasi produksi yang tepat, perusahaan harus mempertimbangkan
beberapa aspek, seperti ekonomi politik, budaya, dan biaya faktor relatif yang
berbeda setiap negara. Perusahaan harus dapat mempertimbangkan secara detail,
dimana menentukan lokasi produksi yang bersifat kondusif untuk kinerja
kegiatan.
Hal yang juga penting pada industri tertentu adalah adanya konsentrasi global
dari kegiatan dari kegiata-kegiatan di lokasi tertentu. Peran eksternalitas lokasi
dalam memengaruhi keputusan investasi asing langung.. Ekesternalitas tersebut
dapat memainkan peran penting dalam menentukan tempat untuk melakukan
kegiatan

manufacturing.

Misalnya,

karena

adanya

kelompok

pabrik

semikonduktor di Taiwan, jumlah tenaga kerja dengan pengalaman dalam bisnis


semikonduktor di Taiwan, jumlah tenaga kerja dengan pengalaman dalam bisnis
semikonduktor telah berkembang. Selain itu, pabrik telah menarik sejumlah
industry pendukung, seperti produsen modal peralatan semikonduktor dan silicon,
yang telah mendirikan fasilitas di Taiwan agar berada dekat dengan pelanggannya.
Perbedaan faktor biaya relatif, ekonomi politik, budaya dan eksternalitas lokasi
adalah hal yang penting, teteapi ada beberapa faktor yang memiliki pengaruh
besar dalam menentukan lokasi produk. Biaya transportasi dan aturan perundangundagan mengenai investasi langsung luar negeri dapat memperngaruhi dalam
penentuan lokasi. Selain itu, pergerakan nilai mata uang pada masa depan juga
dapat mempengaruhi dalam penentuan lokasi. Perubahan negative dalam nilai

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

tukar dapat dengan cepat mengubah daya tarik suatu negara sebagai basis
manufacturing. Apresiasi mata uang dapat mengubah lokasi murah menjadi lokasi
berbiaya tinggi. Sebagai contoh, banyak perusahaan Jepang menghadapi masalah
pada tahun 1990an-2000an. Nilai yen yang relatif rendah di pasar valuta asing
pada tahun 1950-1980 memperkuat posisi Jepang sebagai lokasi produksi yang
murah. Tetapi, pada 1980-1990an, apresiasi stabil yen terhadap dolar AS
meningkatkan biaya dolar per produk yang diekspor ke Jepang, membuat Jepang
menjadi kurang menarik sebagai lokasi manufacturing. Oleh karena itu, banyak
perusahaan Jepang memindahkan lokasi manufacturing mereka ke Negara-negara
di Asia Timur untuk menurunkan biaya.

Faktor Teknologi
Teknologi merupakan salah satu faktor penting dalam memutuskan penetuan
suatu lokasi produk. Misalnya keterbatasan teknologi, perusahaan memiliki
keterbatasn untuk melakukan manufacturing. Atau dengan teknologi, menjadika
suatu perusahaan dapat meningkatkan produksi sehingga dapat meminimalkan
biaya dan memaksimalkan value dari produknya. Terdapat tiga karakteristik
teknologi manufacturing: tingkat biaya tetap, skala efisien minimum, dan
fleksibilitas teknologi.
Biaya Tetap
Biaya tetap mendirikan pabrik yang tinggi menjadikan suatu perusahaan harus
melayani pasar dunia yang hanya dari satu lokasi atau sedikit lokasi. Sebaliknya,
tingkay biaya tetap yang relative rendah dapat membuat aktivitas produksi di
beberapa lokasi sekaligus menjadi ekonomis untuk dilakukan. Hal ini
memungkinkan perusahaan untuk lebih mengakomodasi tuntutan untuk tanggapan
lokal. Berproduksi di beberapa lokasi juga dapat membantu perusahaan terhindar
dari terlalu bergantung pada satu lokasi. Menjadi terlalu bergantung pada satu
lokasi sangat berisiko dalam dunia dengan kurs mengambang. Banyak perusahaan
menyebarkan pabrik mereka ke lokasi yang berbeda sebagai lindung nilai nyata
terhadap gerakan mata uang yang berpotensi merugikan.

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

Skala Efisien Minimum


Skala efisien minimum (minimum efficient scale) adalah tingkat skala output
dimana suatu pabrik harus beroperasi untuk mewujudkan seluruh ekonomi skala
utama tingkat pabrik.

Gambar

Implikasi dari konsep ini: Semakin besar skala efisien minimum suatu pabrik
relatif terhadap total permintaan global, semakin besar alasan untuk melakukan
sentralisasi produksi dalam satu lokasi atau sedikit lokasi. Atau ketika skala
efisien minimum produksi relative rendah terhadap perminaan global, akan lebih
ekonomis jika berproduksi di beberapa lokasi. Misalnya, skala efisien minimum
suatu pabrik untuk memproduksi computer pribadi adalah sekitar 250.000 unit per
tahun, sedangkan total permintaan global melebihi 35 juta unit per tahun.
Rendahnya tingkat skala efisien minimum dalam kaitannya dengan total
permintaan global membuatnya layak secara ekonomis bagi perusahaan seperti
perusahaan Dell untuk memproduksi PC di berbagai lokasi.
Manufakturing Fleksibel dan Kustomisasi Massal
Istilah teknologi manufacturing fleksibel (flexible manufacturing technology) atau
yang sering disebut produk ramping (lean production) mencakup berbagai
teknologi manufakturing yang dirancang untuk

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

1. Mengurangi waktu persiapan untuk peralatan yang rumit


2. Meningkatkan pemanfaatan tiap-tiap mesin melalui penjadwalan yang
lebih baik
3. Meningkatkan kendali mutu pada semua tahap proses manufacturing
Teknologi manufacturing fleksibel ini memungkinkan perusahaan untuk
menghasilkan lebih banyak variasi produksi akhir dengan biaya per unit pada satu
waktu dapat dicapai melalui produksi massal output yang terstandarisasi. Adopsi
teknologi manufacturing yang fleksibel sebenernya dapat meningkatkan efisiensi
dan menurunkan biaya per unit disbanding produksi massal output terstandarisasi.
Istilah kustomisasi massal
menggambarkan

(mass customization) telah diciptakan untuk

kemampuan

perusahaan

untuk

menggunakan

teknologi

manufacturing yang fleksibel untuk merekonsiliasi dua tujuan yang pernah


dianggap tidak kompatibel yakni biaya rendah dan kustomisasi produk
Salah satu contoh teknologi manufacturing yang fleksibel yang paling terkenal,
system produksi Toyota. Sistem ini menjadikan Toyota menjadi perusahaan mobil
paling efisien di dunia. Ohno Taiichi salah satu insinyur Toyota pengembang
system manufacturing fleksibel menyatakan bahwa produksi massal yang
diterapkan dalam membuat mobil adalah

kurang tepat. Dia melihat banyak

masalah dengan produksi massal yakni,


1. Tahap produksi yang panjang membuat persediaan menjadi melimpah
yang harus disimpang di gudang
2. Jika terjadi kesalahan pengaturan pada mesin pada awal tahapan, proses
produksi yang panjang mengakibatkan cacat produksi dalam jumlah besar
3. Sistem produksi massal tidak dapat mengakomodasi preferensi konsumen
untuk keragaman produk
Toyota dengan menerapkan lean production membuat produksi kecil berjalan
ekonomis, yang memungkinkan Toyota untuk merespon lebih baik terhadap
kebutuhan konsumen untuk keragaman produk. Volume produksi kecil juga
menghilangkan

kebutuhan

untuk

pengadaan

persediaan

besar

sehingga

mengurangi biaya pergudangan. Volume produk kecil dan berkurangnya

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

persediaan berarti bahwa suku cadang yang cacat produksi hanya terjadi dalam
jumlah kecil dan segera memasuki proses perakitan. Hal ini mengurangi sampah
dan membantu menelusuri kembali jejak cacat ke sumbernya untuk memperbaiki
permasalahan yang menyebabkannya.
Sel mesin fleksibel (flexible machine cells) adalah teknologi manufaktur fleksibel
lain yang umum digunakan. Sebuah sel mesin fleksibel adalah pengelompokan
berbagai jenis mesin, penanganan bahan umum, dan pengendali sel terpusat
(komputer).
Manfaat utama dari sel mesin fleksibel adalah peningkatan utilitas dan
pengurangan barang setengah jadi (yaitu, stok produk sebagian jadi work in
progress). Peningkatan utilitas kapasitas timbul daripengurangan waktu persiapan
dan dari aliran produksi terkoordinasi yang dikendalikan computer antarmesin
produksi, yang menghilangkan kemacetan. Ketatnya koordinasi antarmesin juga
mengurangi persediaan barang setengah jadi. Hal ini meningkatkan efisiensi dan
menghasilkan biaya yang lebih rendah.
Sistem teknologi manufacturing fleksibel sangat menguntungkan untuk bisnis
internasional karena mambantu perusahaan untuk menyesuaikan produk untuk
pasar di berbagai Negara yang berbeda. Pentingnya keuntungan ini tidak dapat
dilebih-lebihkan. Ketika teknologi manufacturing fleksibel tersedia, perusahaan
dapat memproduksi produksi yang disesuaikan untuk berbagai pasar nasioanl
dengan satu pabrik yang bertempat di lokasi yang optimal. Dan ini dapat
dilakukan tanpa menyerap penalty biaya yang signifikan. Dengan demikian,
perusahaan tidak perlu lagi membangun fasilitas manufacturing di setiap pasar
Negara yang besar untuk menyediakan produk yang memenuhi selera dan
preferensi konsumen tertentu, bagian dari strategi lokalisasi.
Faktor Produk
Rasio nilai terhadap berat ( value to weight )produk memengaruhi terhadap biaya
transportasi. Terdapat dua kategori, pertama, dimana barang tersebut mahal dan
tidak berbobot terlalu banyak - obat-obatan, komponen elektronik memiliki
persentase biaya transportasi yang relative kecil terhadap biaya total. Kedua,

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

produk yang relative murah dengan memiliki bobot yang berat gula halus, bahan
kimia tertentu, produk minyak bumi - sehingga jika ada pengiriman memiliki
persentase biaya transportasi yang relative tinggi terhadap biaya total.
Selain itu, fitur produk yang universal juga memengaruhi dalam penentuan lokasi,
apakah produk melayani kebutuhan yang universal, kebutuhan yang sama di
seluruh dunia. Hal ini meningkatkan daya tarik untuk memusatkan produksi di
lokasi yang optimal.
Menentukan Lokasi Fasilitas Produksi
Terdapat dua strategi dasar untuk mencari fasilitas produksi: memusatkannya di
satu lokasi dan melayani pasar dunia dari sana, atau mendesentralisasikannya di
berbagai lokasi regional atau nasional yang dekat dengan pasar utama.
Tabel

Konsentrasi produk terjadi ketika:

Perbedaan antarnegara pada biaya faktor, ekonomi politik, dan budaya


memiliki dampak besar pada biaya manufacturing di berbagai Negara

Hambatan perdagangan rendah

Eksternalitas yang muncul dari pemusatan seperti kesukaan perusahaan di


lokasi tertentu

10

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

Nilai tukar mata uang yang dianggap penting diharapkan tetap relative
stabil

Teknologi produksi memiliki biaya tetap yang tinggi dan skala efisien
minimum yang relative tinggi terhadap permintaan global, atau teknologi
manufacturing fleksibel yang ada

Rasio nilai terhadap berat produk yang cukup tinggi

Produk menyajikan kebutuhan universal

Sebaliknya, desentralisasi produksi akan tepat ketika:

Perbedaan antarnegara pada biaya faktor, ekonomi politik , dan budaya


tidak memiliki dampak besar pada biaya manufacturing di berbagai
Negara

Hambatan perdagangan yang tinggi

Lokasi eksternalitas tidak penting

Diperkirakann terjadi volatilitas nilai tukar mata uang yang dianggap


penting

Teknologi produksi memiliki biaya tetap rendah dan skal efisien minimum
yang rendah, dan teknologi manufacturing fleksibel tidak tersedia

Rasio nilai terhadap berat produk cukup rendah

Produk tidak melayani kebutuhan yang universal (yaitu, terdapat


perbedaan yang signifikan dalam selera dan pereferensi konsumen
antarnegara)

V. Peran Strategis Pabrik Asing


Awalnya, banyak pabrik asing didirikan di tempat yang memiliki biaya tenaga
kerja yang rendah. Peran strategis mereka biasanya adalaah untuk menghasilkan
produk padat karya dengan biaya serendah mungkin. Misalnya, pada 1970-an,
banyak perusahaan komputer dan bisnis peralatan telekomunikasi AS mendirikan
pabrik di sepanjang Asia Tenggara untuk memproduksi komponen elektronik,
seperti papan sirkuit dan semikonduktor, dengan biaya serendah mungkin. Mereka
meletakkan pabrik-pabrik mereka di negara-negara, dseperti Malaysia, Thailand,

11

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

dan Singapura justru karena masig-masing negara menawarkn kombinasi menarik


dari biaya tenaga kerja rendah, infrastruktur yang memadai, dan rezim pajak serta
perdagangan yang menguntungkan. Awalnya, komponen yang diproduksi oleh
pabrik-pabrik ini dirancang di tempat lain dan produk akhir dirakit ditempat lain.
Akan tetapi, seiring waktu berjalan, peran strategis dari beberapa pabrik ini telah
berkembang mereka telah menajdi pusat penting untuk desain dan perakitan akhir
dari suatu produk pasar global. Berikut adalah salah satu contoh masalah dari
peran strategis pabrik asing yang dilakukan oleh perusahaan Hewlett-Packard
Amerika Serikat.
Pada akhir tahun 1960-an, HP sedang mencari lokasi berbiaya murah di sekitar
Asia untuk memprodukasi komponen elektronik menggunakan proses padat
karya. Perusahaan melihat beberapa lokasi di Asia dan akirnya memilih Singapura
srebagai lokasi pabrik pertamanya pada 1970. Meskipun Singapura tidak memiliki
biaya tenaga kerja terendah di kawasan ini, biaya tersebut relatif rendah
dibandingkan Amerika Utara. Ditambah lagi, lokasinya Singapura memiliki
beberapa manfaat lagiyang tidak dapat ditemukan di banyak lokasi lain di Asia,
tingkat oendidikan tenaga kerja lokalnya tinggim bahasa inggris digunakan secara
luas, pemerintah Singapura tamoat stabil dan berkomitmen untuk pembangunan
ekonomi serta negara-kota tersebut memiliki salah satu infrastruktur yang lebih
baik di wilayah Asia, termasuk jaringan komunikasi dan transportasi yang baik
dan perkembangan yang pesat pada industri dan perdagangan. HP juga
mengambil keuntungan dari pemerintah Singapura mengenai paja, tarif, dan
subsidi. Pada awal 1973, HP mengalihkan salah satu basis, pembuatan kalkulator
genggamnya dari Amerika Serikat ke Singapura. Tujuannya adalah untuk
mengurangi biaya produksi, yang dapat dilakukan oleh pabrik Singapura dengan
cepat. Pada tahun 1980-an HP mengalihkan produksi kalkulator genggam HP41C
ke Singapura. Para manajer di pabrik Singapura diberi tujuan substansial, yaitu
mengurangi biaya produksi. Mereka berargumen bahwa pengurangan biaya dapat
dicapai hanya jika mereka diizinkan untuk mendesain ulang produk sehingga
dapat diproduksi dengan biaya yang lebih rendah secara keseluruha. Manajemen
pusat HP setuju, dan 20 insinyur dari fasilitas Singapura dipindahkan ke Amerika
Serikat selama satu tahun untuk belajar bagaimana merancang aplikadi-spesifik

12

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

sirkuit terpadu. Mereka kemudian membawa keahlian ini kembali ke Singapura


dan mulai mendesain ulang HP41C. Hasilnya sukses besar, dengan mendesain
ulang produk, insinyur Singapura mengurangi biaya manufakturing untuk
HP41Csebesar 50%. Sehingga manajer perusahaan HP sangat terkesan dengan
kemajuan yang dibuat pabrik mereka sehingga seluruh lini produksi kalkulator
dialihkan ke Singapura pada tahun 1983. Dalam semua kasus, pabrik tersebut
mendesain ulang produk dan sering kali dapat mengurangi biaya per unit produksi
lebih dari 30%. Bagaimanapun juga, pengembangan dan desain awal dari semua
produk ini masih terjadi di Amerika Serikat. Sekarang, pabrok tersebut dipandang
sebagai pabrik utama dalam jaringan global HP, dengan tanggung jawab utama
tidak hanya untuk manufakturing,tetapi juga untuk pengembangan dan desain dari
keluarga ink-jet printer kecil yang ditargetkan untuk pasar Asia.
Migrasi naik seperti ini terjadi pada peran strategis pabrik-pabrik asing mecuat
karena banyak pabrik asing yang meningkatkan kemamouan mereka sendiri.
Peningkatan ini berasal dari dua sumber. Pertama, tekanan dari pusat untuk
memperbaiki struktur biaya pabrik dan/ atau menyesuaikan produk dengan
tuntutan konsumen di negara tertentu bisa memulai rantai peristiwa yang akhirnya
mengarah pada pengenmabangan kemampuan tambahan di pabrik itu. Sumber
kedua dari peningkatan kemampuan pabrik asing adalah meningkatnya faktor
yang mendorong kemauan produksi di negara di mana pabrik berada. Banyak
negara yang dianggap terbelakang dalam bidang ekonomi satu generasi yang lalau
telah mengalami perkembangan ekonomi yang pesat selama 20 tahun terakhir.
Infrastruktur komunikasi dan transportasi serta tingkat pendidikan penduduk
meningkat. Ketika negara-negara tersebut tidak memiliki infrastruktur canggih
dibutuhkan untuk mendukung desain canggih, pengembangan, dan operasi
manufakturing, sering kali hal ini tidak terjadi. Hal tersebut telah mempermudah
pabrik-pabrik yang berbasis di negara-negara ini untuk mengambil peran strategis
yang lebih besar. Karena perkembangan tersebut, banyak perusahaan internasional
yang bergerak menjauhi sistem yang memandang pabrik-pabrik asing mereka
tidak lebih dari fasilitas manufakturing murah dan menuju sistem yang
memandang pabrik-pabrik asing sebagai pusat keunggulan peran utama untuk
mendesain dan membuat produk untuk melayani pasar nasional atau regional yang

13

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

14

penting atau bahkan pasar global. Pabrik-pabrik asing yang meningkatkan


kemampuan mereka dari waktu ke waktu membuat pengetahuan mereka berharga
yang mungkin bermanfaat bagi seluruh perusahaan. Manajer bisnis internasional
perlu mengingat bahwa pabrik-pabrik asing dapat memperbaiki kemampuan
mereka dari waktu ke waktu; dan ini dapat menjadi manfaat strategis yang besar
bagi perusahaan. Daripada melihat pabrik-pabrik asing hanya sebagai sweatshop
di mana tenaga kerja tidak terampil memproduksi barang murah, manajer perlu
melihat sebagai pusat potensi keunggulan dan untuk mendorong dan
menumbuhkan upaya manajer lokal untuk memutakhirkan kemampuan pabrik
mereka, dan dengan demikian dapat meningkatkan posisi strategis mereka dalam
korporasi. Dengan demikian, ketika meninjau lokasi fasilitas produksi, manajer
internasional harus mempertimbangkan keterampilan berharga yang mungkin
telah terakumulasi diberbagai lokasi, dan dampak keterampilan pada faktor-faktor
seperti produktivitas dan desain produk.

VI.Produksi Pengalihdayaan: Keputusan Membuat-atau-Membeli


Bisnis internasipnal sering menghadapi keputusan membuat atau membeli (make
or buy decisions), keputusan tentang apakan mereka harus melakukan aktivitas
pencipataan nilai tertentu sendiri atau melakukan pengalihdayaan ke entitas lain.
Secara historis, kebanyakan keputusan pengalihdayaan telah melibatkan
pembuatan

produksi

fisik.Dalam

beberapa

tahun

terakhir,

keputusan

penngalihdayaan telah melampaui pembuatan produk fisik dan merangkul


kegiatan produksi jasa. Keputusan pengalihdayaan menimbulkan banyak masalah
untuk bisnis yang murni domestik dan lebih banyak lagi bagi bisnis internasional.
Keputusan ini di arena internasional diperumit oleh volatilitas ekonomi politik
negara tersebut, pergerakkan nilai tukar, perubahan biaya faktor relatif, dan lainlain. Pada bagian ini, kita akan menganalisis mana yang lebih baik membuat atau
membeli dengan mempertimbangkan trade-off yang terlibat dalam keputuwan
tersebut.
KEUNTUNGAN MEMBUAT
Argumen yang mendukung membuat sendiri semua atau sebagian suatu produk
integrasi vertikal ada empat hal. Integrasi vertikal dapat dikaikan dengan biaya

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

15

yang lebih rendah, memfasilitasi investasi pada aset yang sangat khusus,
melindungi keeksklusifan teknologi produk, dan kemudahan penjadwalan atas
proses yang berdekatan.Mari kita bahas satu-satu empat argumen yang
mendukung membuat.
1. Menurunkan biaya
Perusahaan akan menuai hasil jika terus memprodukasi kesesluruhan
produk atau komponen bagiannya sendiri jika perusahaan lebih efisien
dalam kegiatan produksi daripada perusahaan lainnya. Contoh kasusnya
adalah perusahaan Boeing, mereka memutuskan untuk melakukan alih
daya produksi beberapa bagian komponen, tetapi tetap mendesin dan
menyusun integrasi akhir pesawat. Alasan Boeing adalah bahwa ia
memiliki kompetensi inti dalam integrasi yang besar, dan lebih efisien
dalam kegiatan ini dariapada perusahaan sebangding lain di dunia. Oleh
karena itu, masuk akal bagi Boeing hanya melakukan pengalihdayaan pada
sebagian kegiatan produksi.
2. Memfasilitasi Investasi Khusus
Terkadangan perusahaan harus berinvestasi dalam aset khusus untuk
melakukan bisnis dengan perusahaan lain. Aset khusus (Specialized asset)
merupakan aset yang nilai nya bergantung pada keberlanjutan hubungan
tertentu. Sebagai contoh, Ford Eropa telah mengembangkan rancangan
sistem injeksi bahan bakar yang baru, performa tinggi, berkualitas tinggi,
dan unik. Peningkatan efisiensi bahan bakar akan membuat mobil Ford
mudah terjual. Ford harus memutuskan apaka akan membuat sistem
produksi mandiri atau mengontrak perusahaan menufakturing lain sebagai
pemasok

independen.

Merakit

sistem

yang

dirancang

unik

in

membutuhkan investasi dalam peralatan khusus yang dapat digunakan


hanya untuk tujuan ini, tetapi tidak dapat digunakana untuk membuat
sistem injeksi bahan bakar untuk setiap mobil di perusahaan lain. Dalam
situasi ini, ketika perusahaan harus berinvestasi dalam aset khusus untuk
memasok perusahaa lain, terciptalah kebergantungan timbal balik. Dalam
keadaan seperti itu, masing-masing pihak mungkin takut yang lain akan
menyalahgunakan hubungan dengan mencari kontrak yang lebih

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

menguntungkan. Dilihat dari sisi perusahaan pemasok injeksi bahan bakar


yang telah diminta Ford untuk membuat investasi ini, akan terjadi
ketakutan yaitu memungkinkan Ford menggunakannya untuk menekan
harga sistem menjadi semakin rendah karena Ford merupakan satu-satunya
pelanggan yang mungkin membeli peralatan ini. Dengan risiko seperti ini,
makan pemasok menolak untuk melakukan investasi dalam peralatan
khusus. Dilihat dari sisi Ford, Ford mungkin beralasan bahwa menjalin
kontrak produksi sistem ini kepada pemasok independen, mungkin Ford
menjadi terlalu bergantung pada pemasok untuk suatu input penting.
Dengan demikian, kebergantungan timbal balik yang diciptakan
pengalihdayaan membuat Ford gugup dan menakuti pemasok potensial.
Masalahnya, disini kurang kepercayaan. Tidak satu pihak pun benar-benar
memercayai pihak lain akan bermain adil. Akibatnya, Ford mungkin
beralasan bahwa satu-satunya cara yang aman untuk mendapatkan sistem
injeksi bahan bakar baru adalah dengan memproduksi mereka sendiri.
Perusahaan mungkin tidak dapat membujuk satu pun pemasok independen
untuk memproduksinya. Dengan demikian, Ford memutuskan untuk
membuat daripada membeli. Secara umum, kita dapat memprediksi bahwa
ketika diperlukan investasi bersar dalam aset khusus untuk membuat suatu
komponen, perusahaan akan memilih untuk membuat komponen
internaldaripada memberikan kontrak itu kepada pemasok.
3. Melindungi Teknologi Produk Eksekutif
Teknologi produk eksekutif adalah unuk bagi suatu perusahaan. Jika hal
tersebut memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan produk yang
mengandung fitur unggulan, teknolohi eksklusif dapat memberikan
keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Perusahaan tidak ingin pesaing
mendapatkan teknologi ini. Jadi untuk mempertahankan kendali atas
teknologi, perusahaan mungkin lebi memilih untuk membuat produk atau
komponen tersebut secara mandiri.
4. Meningkatkan Penjadwalan
Argumen lain untuk memproduksi semua atau sebagian dari produk secara
mandiri adalah penghematan biaya produksi karena perencanaan,

16

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

17

koordinasi dan penjadwalan proses yang berdekatan menjadi lebih mudah.


Hal ini sangat penting dalam perusahaan dengan sistem persediaan tepat
waktu (just-in-time). Namun, kepemilikkan fasilitas produksi hulu tidak
masala di sini, dengan menggunakan teknologi informasi, perusahaan
dapat mencapai koordinasi yang erat antara berbagai tahap dalam proses
produksi.
KEUNTUNGAN MEMBELI
Membeli komponen, atau seluruh produk, dari pemasok independen dapat
memberikan fleksibilitas yang lebih besar perusahaan, dapat membantu
menurunkan struktur biaya perusahaan, dan dapat membantu menerima pesanan
dari pelanggan internasional.
1. Fleksibilitas Startegis
Keuntungan besar membeli satu komponen, atau bahkan seluruh produk,
dari

pemasok

independen

adalah

bahwa

perusahaan

dapat

mempertahankan fleksibilitas dengan mengalihkan pesanan ke pemasok


lain apabila keadaan memaksa. Hal ini sangat penting secara internasional,
di mana perubahan nilai tukar dan hambatan perdagangan dapat mengubah
daya tarik sumber pasokan. Memasok produk dari pemasok independen
juga dapa menguntungkan bila lokasi optimal untuk pembuatan suatu
produk dilanda risiko politik, dalam keadaan seperti itu investasi langsung
luar negeri untuk mendirikan operasi manufakturing komponen di neara
itu akan membuat perusahaan dapat terkena risiko tersebut. Perusahaan
dapat menghindari banyak risiko ini dengan membeli dari pemasok
independen di negara itu, dengan ini mempertahankan fleksibilitas untuk
beralih sumber ke negara lain jika terjadi perang, revolusi, atau perubahan
politik lainnya yang mengubah daya tarik negara sumber pasokan tersebut.
Namun, mempertahankan fleksibilitas strategis memiliki sisi negatif. Jika
pemasok meresakan bahwa perusahaan akan berganti pemasok dalam
menanggapi perubahan nilai tukar, hambatan perdagangan, atau politik
umum, pemasok tidak mungkin bersedia melakukan investasi pada pabrik

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

18

dan peralatan khusus yang pada akhirnya akan menguntungkan


perusahaan.
2. Biaya yang Lebih Rendah
Membuat semua atau sebagian dari produk buatan sendiri meningkatkan
lingkup organisasi, dan hasil peningkatan kompleksitas organisasi dapat
meningkatkan struktur biaya perusahaa. Ada tiga alasan untuk ini:
Pertama, semakin besar jumlah subunit dalam organisasi, semakin banyak
masalah dalam mengoordinasikan dan mengendalikan unit-unit ini.
Manajemen puncak perlu memproses sejumlah besar informasi tentang
kegiatan semua subunit untuk mengoordinasikan dan mengendalikan
seluruh subunit, semakin banyak informasi yang harus di proses
manajemen pouncak dan akan semakin sulit untuk melakukannya dengan
baik. Hal ini sangant serius dalam bisnis internasional, di mana jarak,
perbedaan

waktu,

bahasa,

dan

budaya

memperburuk

masalah

pengendalian subunit.
Kedua, perusahaan yang terintegrasi secara vertikal ke pembuatan bagian
komponen produk mungkin menemukan bahwa mereka kekurangan
insentif untuk mengurangi biaya karena pemasok internal memiliki
pelanggan pasti di perusahaan. Fakta bahwa mereka tidak harus bersaing
untuk mendapat pesaman dengan pemasok lain dapat menimbulkan biaya
operasi tinggi.
Ketiga, perusahaan yang terintegrasi secara vertikal harus menentukan
harga yang sesuai untuk barang yang dikirimkan ke subunit dalam
perusahaan. Ini merupakan tantangan di setiap perusahaan, tetapi bahkan
lebih kompleks dalam bisnis internasional. Rezim pajak yang berbeda,
pergerakan nilai tukar, dan kepedulian kantor pusat tentang kondisi lokal
akan meningkatkan kompleksitas keputusan harga transfer.
Perusahaan yang membeli komponennya dari pemasok independen dapt
menghindari semua masalah dan biaya yang terkait dengan hal tersebut.
Perusahaan yang memasok dari pemasok independen memiliki sedikit
subunit yang perlu dikendalikan. Singkatnya, membeli komponen dari
pemasok independen menghindari inefisiensi birokrasi dan biaya yang

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

19

dihasilkan yang dapat timbul ketika perusahaan mengintegrasikan secara


vertikal ke belakang dan memproduksi komponen sendiri.
3. Offset
Alasan

lain

dari

melakukan

pengalihdayaan

beberapa

produk

manufakturing kepada pemasok independen yang berbasis di negaranegara lain adalah bahwa hal itu dapat membantu perusahaan menangkap
lebih banyak pesanan dari negara itu. Misalnya, sebelum Air India
melakukan pemesanan besar kepada Boeing, pemerintah India mungkin
meminta

Boeing

untuk

mengajukan

beberapa

pekerjaan

kepada

subkontrak ke produsen India. Ini bukannya tidak lazim lagi di dunia


bisnis internasional.
4. Aliansi Strategis dengan Pemasok
Beberapa perusahaan internasional telah mencoba untuk memanfaatkan
integrasi vertikal tanpa terkena masalah organisasi dengan melakukan
aliansi strategis dengan pemasok penting. Misalnya, terjadi aliansi antara
Kodak dan Canon, dimana Canon memproduksi mesin fotokopi untuk
dijual oleh Kodak; aliansi antara Apple dan Sony, di mana Sony
memproduksi komputer laptop untuk Apple; dan aliansi antara Microsoft
dan Flextronics, di mana Flextronics memproduksi Xbox untuk Microsoft.
Aliansi strategis membangun kepercayaan antara perusahaan dan
pemasoknya. Kepercayaan terjadi ketika perusahaan membuat komitmen
yang kredibel untuk terus membeli dari pemasok dengan persyaratan yang
layak. Sebagai contoh, perusahaan dapat menginvestasikan sebagian uang
kepada pemasok-mungkin dengan pemegang saham minoritas-untuk
menandakan bahwa perusahaan telah berniat untuk membangun hubungan
jangkan panjang yang produktif dan saling menguntungkan. Secara umum,
tren sistem persediaan tepat waktu (JIT), desain berbantuan komputer
(Computer-aided design-CAD),

dan manufaktur berbantuan komputer

(Computer-aided machine-CAM) tampaknya dampak meningkatkan


tekanan bagi perusahaan untuk membangun hubungan jangka panjang
dengan pemasok mereka. Sistem JIT, CAD, dan CAM kesemuanya
bergantung pada kaitan erat antara perusahaan dan pemasok mereka yang

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

didukutng oleh investasi khusus subtansial dalam peralatan dan perangkat


keras sistem informasi. Untuk menjadikan pemasok setuju mengadopsi
suatu sistem, perusahaan harus membuat komitmen yang kredibel atas
hubungan yang abadi dengan pemasok-harus membangun kepercayaan
dengan pemasok. Hal ini dapat dilakukan dalam kerangka aliansi strategis.
Aliansi tidak selalu baik. Seperti integrasi vertikal formal, sebuah
perusahaan yang melakukan aliansi jangka panjang dapat membatas
fleksibilitas strategis akibat membuat komitmern dengan mitra aliansi.

VII.

MENGELOLA RANTAI PASOKAN GLOBAL


Logistik merupakan keseluruhan kegiatan dalam rangka memperoleh

bahan mentah dari pemasok (supplier), dilanjutkan dengan kegiatan proses


produksi melalui proses manufacturing, kemudian menjadi produk jadi dan
diteruskan dengan pengiriman kepada konsumen melalui sistem distribusi melalui
distributor. Dalam bisnis internasional, logistik berfungsi untuk mengelola rantai
pasokan global dalam suatu perusahaan dengan biaya yang serendah mungkin dan
membantu perusahaan membangun keunggulan kompetitif melalui layanan
pelanggan yang unggul. Fungsi logistic menjadi rumit dalam bisnis internasional
dengan jarak, waktu, nilai, tukar, hambatan budaya, dan lain-lain. Dalam skala
global, maka perluasan rantai pasokan yang dimiliki menjadi suatu tantangan
strategis bagi perusahaan agar dapat mengelola rantai pasokan dengan baik.
Perusahaan dapat mengurangi biaya melalui logistic yang lebih efisien dan efektif
karena pengurangan sekecil apapun akan memiliki dampak besar pada
profitabilitas.
Tujuan dari mengelola rantai pasokan adalah untuk mengontrol dan
menjamin logistic berada pada tempat dan waktu yang tepat agar memberikan
keuntungan yang terbaik dan layanan yang unggul bagi pelanggan. Keuntungan
dari mengelola rantai pasokan yang efektif dan efisien adalah untuk mendapatkan
kecepatan yang maksimal pada saat proses dan dapat menurunkan biaya, serta
meningkatkan nilai tambah untuk melayani pelanggan. Pada saat ini rantai
pasokan didorong oleh proses pada manufaktur untuk memastikan biaya produksi

20

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

yang lebih rendah. Selain itu, pengiriman produk harus lebih cepat untuk
menjamin retailer dapat memenuhi permintaan pasar yang selalu berubah cepat.
Peran Persediaan Tepat Waktu (JIT)
Sistem persediaan tepat waktu (just-in-time inventory system) awalnya
dipelopori perusahaan-perusahaan dari Jepang sekitar tahun 1950-an dan 1960-an.
Fungsi menggunakan system JIT dalam mengelola rantai pasokan global adalah
untuk menghemat biaya yang besar dari mengurangi biaya penggudangan dan
penyimpanan persediaan dengan membuat bahan yang tiba di pabrik secara tepat
waktu untuk memasuki proses produksi, sehingga dapat mengurangi kelebihan
persediaan.

Penghematan biaya yang besar berasal untuk mempercepat

perputaran persediaan. Sehingga perusahaan dapat mengurangi jumlah modal


kerja yang dibutuhkan untuk persediaan dan pengurangan modal dapat digunakan
untuk hal lainnya. Selain itu, system JIT memiliki fungsi untuk membantu
perusahaan meningkatkan kualitas produk.
Kelemahan dari system JIT adalah membuat perusahaan tidak memiliki
persediaan cadangan. Sehingga perusahaan akan kehilangan kemampuan untuk
merespon dengan cepat terhadap kenaikan permintaan pasar dan akan kesulitan
jika terjadi gejolak perusahaan atas kekurangan yang ditimbulkan oleh gangguan
dari pemasok. Hal ini pernah terjadi setelah adanya serangan 11 September 2001
di World Trade Center di Amerika Serikat, dengan diiringi oleh berhentinya
perjalanan dan pengiriman udara internasional dan menjadikan perusahaanperusahaan yang menggantungkan dan pengelolaan pasokan rantai tepat waktu
tanpa cadangan persediaan terhambat.
Adapun cara untuk mengurangi risiko yang terkait dengan kebergantungan
pada satu pemasok untuk input produksi, yaitu perusahaan dapat memasok input
produksi dari beberapa pemasok yang berlokasi di Negara berbeda.
Peran Teknologi Informasi dan Internet
Dalam mengelola rantai pasokan global, teknologi informasi dan internet
sangat dibutuhkan untuk mendukung dalam manajemen material modern. Sistem

21

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

informasi memiliki fungsi membantu perusahaan untuk mengoptimalkan


penjadwalan produksi yang bertepatan saat komponen yang diharapkan tiba di
lokasi perakitan. Sistem informasi yang baik dapat membuat perusahaan memiliki
peluang untuk mempercepat proses produksi dengan adanya rantai pasokan yang
terintegrasi dengan teratur.
Teknologi yang digunakan dalam mengelola rantai pasokan adalah EDI
(electronic data intercharge). EDI memiliki peran utama dalam manajemen bahan
untuk mengoordinasikan aliran bahan baku ke proses produksi melalui proses
manufacturing, dan keluar untuk dikirim kepada pelanggan. Selain itu, EDI
memfasilitasi untuk pelacakan input dan memungkinkan perusahaan untuk
mengoptimalkan jadwal produksi.
Sistem EDI ini membutuhkan hubungan computer antara perusahaan,
pemasok, dan pengirimnya. Sambungan elektronik ini digunakan untuk
mengajukan pemesanan kepada pemasok, mendaftar komponen yang dikirim
pemasok, melacak komponen saat dalam perjalanan dikirim menuju pabrik, dan
mendaftar kedatangan pasokan. Sambungan EDI biasanya digunakan pemasok
untuk mengirim faktur kepada perusahaan pembeli. Konsekuensi dari penggunaan
system EDI adalah para pemasok, pengirim, dan perusahaan pembeli dapat
berkomunikasi tanpa ada halangan waktu, sehingga dapat meningkatkan
fleksibelitas dan respon yang cepat dari seluruh system pasokan global, dan dapat
menghilangkan dokumen diantara mereka. Sistem EDI yang baik dapat
mendesentralisasikan manajemen dalam membantu memberikan informasi kepada
manajer tingkat korporat untuk mengoordinasikan kelompok manajemen material.

22

Produksi Global, Pengalihdayaan, dan Logistik

Daftar Pustaka

Hill, Charles W.L., Udayasankar, Krishna dan Wee, Chow-Hou. 2014.


Bisnis Internasional Buku 2. Jakarta. Salemba Empat.

Janat, Shah. 2009. Supply Chain Management. Delhi. Dorling Kindersley


Pvt. Ltd.

Tenant, Geoff. 2001. Six Sigma: SPC and TQM in manufacturing and
services. Burlington. Gower Publishing Company.

23