Anda di halaman 1dari 11

SOAL :

1. Jelaskan apa yang melatarbelakangi perkembangan Administrasi Negara di


Indonesia, dan jelaskan pula point-point penting apa yang terjadi pada periode
1959-1966?
2. Jelaskan butir-butir mana saja dari sistem Administrasi Negara Perancis, Cina,
Inggris, dan AS yang sangat mempengaruhi SANRI dan bagaimanakah wujud
SANRI yag terbentuk sebelum periode reformasi?
3. Jelaskan apa yang melatarbelakangi terjadinya amandemen dan perbedaan pokok
apa saja dari Sistem Ketatanegaraan Indonesia pada saat sebelum dan sesudah
amandemen UUD 1945?
JAWAB :
1. Latar Belakang perkembangan Administrasi di Indonesia :
Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi perkembangan Administrasi Negara di
Indonesia, antara lain:
a. Dinamika masyarakat dalam segi kehidupan, di bidang ekonomi, politik,
sosial, budaya, pendidikan dsb
Perkembangan administrasi negara tidak bisa dilepaskan dengan dinamika
politik dan ekonomi yang muncul dimasyarakat. Di Indonesia sendiri
dinamika politik dan ekonomi tersebut memunculnya era baru yang
dinamakan Era Reformasi. Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi
Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat
Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan
terjadinya demonstrasi besar-besaran yang di berbagai wilayah Indonesia dan
pada akhirnya Soeharto berhasil di lengserkan. Berakhirnya pemerintahan
Orde baru tersebut mendorong munculnya perubahan pada administrasi
publik yang merupakan sarana bagi pemerintahan yang demokratis untuk
menyelenggarakan kekuasaannya berdasarkan kedaulatan rakyat. Berbeda
dengan masa sebelumnya dimana kedaulatan negara lebih menonjol, sejak
reformasi 1999 kedaulatan rakyat menjadi kata kunci dalam penyelenggaraan
administrasi.
b. Meningkatnya tuntutan masyarakat baik kuantitas maupun kualitas mutu
layanan bagi penyelenggara Negara.

UKD II Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI)

Permasalahan yang dihadapi pemerintah adalah kenyataan bahwa saat ini


dirasakan adanya penurunan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal ini
terjadi dalam banyak hal dan tidak hanya disebabkan karena rendahnya
tingkat kemampuan aparatur, akan tetapi justru terjadi sebagai akibat telah
semakin meningkatnya kebutuhan serta tuntutan masyarakat atas layanan
pemerintah. Maka dari itu pemerintah mau tidak mau akan beradaptasi
dengan perubahan tersebut yang pada akhirnya akan terbentuk peningkatan
kapasitas pelayanan oleh pemerintah.
c. Kondisi regional dan global
Perkembangan Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia juga tidak
lepas dari kondisi regional global yang melatarbelakangi perkembangan
Administrasi

Negara

di

Indonesia.

Sejarah

membuktikan

bahwa

perkembangan administrasi negara di Indonesia banyak dipengaruh dari


sistem-sistem administrasi negara yang ada di dunia seperti Perancis, Cina,
Inggris dan AS. Sangat banyak sekali contoh dimana sistem yang diterapkan
di indonesia mengadopsi dari sistem yang ada dari negara negara tersebut
misalnya saja pemisahan kekuasaan antara legislatif, eksekutif dan yudikatif.
d. Perkembangan IPTEK termasuk perkembangan ilmu Administrasi Negara
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi maka standar masyarakat
akan kebutuhan dalam penyelenggaraan negara semakin meningkat baik dari
segi kualitas maupun kuantitas. Dalam kehidupan bernegara IPTEK memiliki
peranan penting dalam mewujudkan efektifitas dan effisiensi dalam
penyelenggaraan negara. Jadi sangatlah penting

untuk mewujudkan

efektifitas dan effisiens tersebut dengan memanfaatkan perkembangan IPTEK


yang berdampak pada peubahan Sistem Administrasi Negara Republik
Indonesia.
Point-point Penting yang terjadi pada periode 1959-1966 :
a. 5 Juli 1959 dikeluarkannya Dekrit Presiden
Pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang isinya
sebagai berikut.:
1. Pembubaran konstituante
2. Tidak berlaku UUDS dan kembali ke UUD 1945
3. Dibentuk MPRS dan DPRS
b. Gong kematian demokrasi di Indonesia

UKD II Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI)

Sistem pemerintahan Indonesia berubah ke sistem demokrasi terpimpin.


Berlakunya demokrasi terpimpin dengan penafsiran bahwa presiden
memegang kepemimpinan yang tertinggi di tangannya, menjadikan dirinya
selaku Pimpinan Besar Revolusi.
c. Bergemanya slogan politik adalah panglima"
Yaitu kegiatan administrasi negara diabdikan kepada kepanglimaan politik
dengan dominasi pandangan seseorang tertentu. Pada saat itu politik adalah
segala-galanya, atau dengan kata lain politik yang menguasai sistem tata
pemerintahan pada masa itu.
d. Menunjukkan sikap konfrontasi terhadap negara tetangga terutama Malaysia
Presiden Soekarno beranggapan bahwa Federasi Malaysia adalah proyek
neokolonialisme imperialisme (nekolim) yang membahayakan revolusi
Indonesia, maka Indonesia harus mencegah berdirinya Malaysia. Untuk
kepentingan tersebut, maka Presiden Soekarno mengeluarkan komando yang
dikenal dengan Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang berisi sebagai berikut :
1. Perhebat Ketahanan Revolusi Indonesia.
2. Bantu perjuangan rakyat Malaysia untuk membebaskan diri dari Nekolim
Inggris.
e. Banyak kegiatan yang tidak ada hubungan langsung dengan tugas pokok
aparatur Negara.
f. Banyak tenaga,waktu,biaya yang digunakan untuk kegiatan penataran yang
bersifat indoktrinasi
g. Pandangan yang mengarah pada megalomania (mengkhayal hal yang
megah),tidak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan nasional. Hal tersebut
terlihat dengan banyaknya proyek pembangunan megah seperti pembangunan
Stadion GBK, Monas, Hotel Indonesia, dll yang tidak sesuai dengan kondisi
negara Indonesia. Kebijakan pembangunan proyek-royek tersebut terkenal
dengan Politik Mercusuar.
h. Indonesia menyatakan keluar dari keanggotaan PBB pada tanggal 7 Januari
1965
Penyebab indonesia keluar dari PBB adalah diterimanya Malaysia menjadi
anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Indonesia mengancam jika Malaysia
UKD II Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI)

tetap diangkat menjadi anggota dewan keamanan PBB, maka Indonesia akan
keluar dari PBB. Ternyata Malaysia tetap diangkat menjadi anggota Dewan
keamanan PBB sehingga pada tanggal 7 Januari 1965, Indonesia menyatakan
keluar dari anggota PBB. Dengan keluarnya Indonesia dari keanggotaan PBB,
maka Indonesia semakin terpencil dari pergaulan dunia.
i. Kondisi perekonomian tidak menentu
Pemerintah mengalami kegagalan dalam menanggung masalah ekonomi, hal
ini dikarenakan semua kegiatan ekonomi terpusat, sehingga kegiatan ekonomi
mengalami penurunan. Selain itu Penghasilan negara berupa devisa dan
penghasilan lainnya mengalami kemerosotan yang menyebabkan anggaran
belanja mengalami defisit yang semakin besar dan laju inflasi pun menjadi
tinggi. Hal tersebut terlihat dengan menurunnya nilai mata uang rupiah. Halhal tersebut terjadi di karenakan Pemerintah tidak mempunyai kemauan
politik untuk menahan diri dalam melakukan pengeluaran. Pemerintah terlalu
banyak menyelenggarakan proyek-proyek mercusuar seperti GANEFO
(Games of the New Emerging Forces) dan CONEFO (Conference of the New
Emerging

Forces) yang

memaksa

pemerintah

untuk

memperbesar

pengeluarannya pada setiap tahunnya.Selain itu hal tersebut juga tidak


terlepas dari dampak politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara
barat.
2. Butir-butir dari sistem Administrasi Negara Perancis, Cina, Inggris, dan AS
yang sangat mempengaruhi SANRI:
a. Butir-butir Sistem Administrasi Negara Perancis yang mempengaruhi
SANRI:
1. Konsentrasi kekuasaan pada badan Eksekutif. Di Indonesia pernah
melakukan ini pada masa orde lama dan orde baru. Di Indonesia pada
saat itu pembagian kekuasaan dilakukan oleh MPR (MPR membagi pada
lembaga tinggi negara yang lain), namun kenyataannya eksekutif mampu
menyetir MPR, hal ini sering disebut dengan distribution of power.
2. Dominasi wewenang pusat atas daerah. Pada masa orde lama dan orde
baru, wewenang kepemerintahan masih terpusat. Walaupun pada masa

UKD II Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI)

orde baru sudah dibentuk Otonomi Daerah namun kepemimpinan masih


tetap terpusat, dan justru terkesan otoriter.
b. Butir-butir Sistem Administrasi Negara China yang mempengaruhi SANRI :
Menurut Confusius, para pimpinan pemerintahan harus memahami dan
melaksanakan 6 ketentuan utama para Administrator agar dapat memerintah
negara dengan bijaksana. 6 ketentuan tersebut yaitu :
1. Memahami negaranya dengan baik dan berusaha melenyapkan sebabsebab kesusahan. Jadi apabila seorang administrator ingin memerintah
negara,

dia

harus menguasai

lingkup

bidangnya

serta

mampu

meminimalisir konflik yang meresahkan masyarakat.


2. Memegang teguh ketentuan-ketentuan di dalam mengambil keputusan
(jujur, objektif, moderat, praktis dan etis).
3. Berusaha melayani kepentingan umum dengan menghindari favoritisme
dan partisinisme. Seorang administrator harus bisa meayani kepentingan
publik dengan adil (tidak membeda-bedakan siapapun yang dia layani),
maksimal dan memuaskan, karena administrator negara akan selalu
disorot dan dinilai oleh publik.
4. Mempunyai kewajiban meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat
5. Secara tetap menyibukkan diri untuk menyelesaikan masalah-masalah
kenegaraan.
6. Berkualitas tinggi, jujur, tidak mementingkan diri sendiri, karena
tercapainya

segala

tujuan

pemerintah

tergantung

kepada

administrator/pegawai pemerintah yang berkualitas tinggi tersebut.


Selain itu mengadopsi pada Dinasti Han pengisian jabatan dengan Merit
System (Ujian dan Saingan) sesuai dengan kecakapan/ kemampuan bukan
dengan penunjukkan raja.

c. Butir-butir Sistem Administrasi Negara Inggris yang mempengaruhi SANRI :


1. Adanya pemisahan secara tegas antara lembaga Yudikatif dan Eksekutif

ke dalam departemen-departemen pemerintahan yang terpisah. Di

UKD II Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI)

Indonesia hal ini juga dilakukan untuk menghindari potensi terjadinya


perebutan kekuasaan.
2. Supremasi lembaga legislatif ditegaskan, parpol semakin memiliki

pengaruh dalam pembuatan policy. Di Indonesia lembaga legislatif dan


parpol memiliki andil yang besar terhadap pembuatan suatu kebijakan
sebagai wakil dari suara rakyat.
d. Butir-butir Sistem Administrasi Negara AS yang mempengaruhi SANRI :
1. Berdasar hukum, dan pejabat-pejabat publik bertanggung jawab sesuai
dengan rules of law kepada Pengadilan Biasa/Umum. Jadi bukan hanya
atas dasar kekuasaan saja.
2. Administrasi Negara ditentukan oleh badan-badan perwakilan dan badan
legislatif yang dipilih oleh rakyat. Di Indonesia administrasi negara
ditentukan oleh DPR yang dipilih melalui pemilu dan juga oleh
stakeholder-stakeholder yang berwenang lainnya.
3. Berjiwa demokrasi. Di Indonesia sistem administrasi negaranya juga
berjiwa demokrasi sesuai dengan sistem politik Indonesia yaitu
Demokrasi Pancasila.
4. Kegiatan Administrasi Negara dilakukan berdasarkan pada persetujuan
rakyat.
5. Tinjauan dan jiwa Administrasi Negara bersifat profesional, yaitu dalam
Administrasi Negara ada jenjang karirnya, tidak seperti politisi.
6. Struktur kepegawaian dan sudut pandangan Administrasi Negara adalah
sipil, yang dimaksud sipil disini adalah tidak bersifat militerisasi.
7. Sistem Administrasi Negara bersifat fleksible, adaptif, konstruktif; dan
tidak bertanggung jawab kepada Presiden.
8. Sistem Administrasi Negaranya bekerja dalam skala besar. Yang
dimaksud berskala besar disini yaitu bersifat nasional, misalnya di
Indonesia tidak ada Sistem Administrasi Negara Jateng, yang ada
hanyalah Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia.
Wujud Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia yang terbentuk
sebelum periode reformasi :
1. Indonesia ialah Negara yang berdasarkan hukum.
UKD II Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI)

2. Sistem Pemerintahan Presidensil


Sistem pemerintahan pada orde baru adalah presidensiil karena presiden
berkedudukan sebagai kepala negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan.
3. Sistem Konstitusional
Pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar). Sistem ini
memberikan ketegasan cara pengendalian pemerintahan negara yang dibatasi
oleh ketentuan konstitusi, dengan sendirinya juga ketentuan dalam hukum
lain yang merupakan produk konstitusional, seperti Ketetapan-Ketetapan
MPR, Undang-undang, Peraturan Pemerintah, dan sebagainya.
4. Kekuasaan negara tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Kedaulatan rakyat dipegang oleh suatu badan yang bernama MPR sebagai
penjelmaan seluruh rakyat Indonesia. Tugas MPR adalah:
a. Menetapkan Undang-Undang Dasar,
b. Menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara,
c. Mengangkat kepala negara (Presiden) dan wakil kepala negara (wakil
presiden)
5. Presiden ialah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi menurut
UUD. Dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara, tanggung jawab
penuh ada di tangan Presiden. Hal itu karena Presiden bukan saja dilantik
oleh MPR, tetapi juga dipercaya dan diberi tugas untuk melaksanakan
kebijaksanaan rakyat yang berupa Garis-garis Besar Haluan Negara ataupun
ketetapan MPR lainnya.
6. Menteri

negara

ialah

pembantu

Presiden,

menteri

negara

tidak

bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat.


7. Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas. Meskipun kepala negara tidak
bertanggung jawab kepada DPR, tetapi bukan berarti ia diktator atau tidak
terbatas. Presiden, selain harus bertanggung jawab kepada MPR, juga harus
memperhatikan sungguh-sungguh suara-suara dari DPR karena DPR berhak
mengadakan pengawasan terhadap Presiden (DPR adalah anggota MPR).
3. Latar belakang terjadinya amandemen UUD 1945:
1. UUD 1945 membentuk struktur ketatanegaraan yang bertumpu pada
kekuasaan tertinggi ditangan MPR.

UKD II Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI)

Dalam UUD 1945 sebelum diubah seolah-olah kedaulatan rakyat dipegang


atau berada ditangan suatu badan yang bernama MPR yang digadang-gadang
sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia. Padahal saat itu terlihat bahwa
jarak hubungan antara MPR dan masyarakat sangat jauh bahkan sekan-akan
hubungannya hanya bersifat vertikal satu arah saja.
2. UUD 1945 memberikan kekuasaan yang sangat

besar

kepada

Presiden/Eksekutif
Sebelum amandemen, pada diri presiden terpusat kekuasaan menjalankan
pemerintahan yang dilengkapi dengan berbagai hak konstitusional yang
disebut hak prerogatif (antara lain memberi grasi, amnesti, abolisi, dan
rehabilitasi) dan kekuasaan legislatif karena presiden memiliki kekuasaan
membentuk undang-undang. Dua kekuasaan negara yang seharusnya
dipisahkan dan dijalankan oleh lembaga negara yang berbeda tetapi nyatanya
berada di satu tangan (Presiden) yang pada akhirnya berpotensi mendorong
lahirnya kekuasaan yang otoriter.
3. UUD 1945 mengandung pasal yang terlalu luwes sehingga menimbulkan
multi tafsir
Hal tersebut dapat dilihat pada Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 (sebelum diubah) yang berbunyi Presiden
ialah orang Indonesia asli. Didalam pasal tersebut tidak diberikan penjelasan
dan arti apakah yang dimaksud dengan orang Indonesia asli. Akibatnya
rumusan itu memiliki tafsiran yang beragam, antara lain orang Indonesia asli
adalah warga negara Indonesia yang lahir di Indonesia atau warga negara
Indonesia yang orang tuanya adalah orang Indonesia.
4. UUD 1945 terlalu banyak memberikan kewenangan kepada kekuasaan
Presiden untuk mengatur hal-hal penting dengan Undang-undang.
Di dalam UUD 1945 menetapkan bahwa Presiden juga memegang kekuasaan
legislatif sehingga Presiden dapat merumuskan hal-hal penting sesuai dengan
kehendaknya dalam undang-undang. Hal itu menyebabkan terjadinya
sentralistik kekuasaan, dimana presiden bisa melakukan pengaturan dalam
bentuk pengajuan rancangan undang-undang terhadap MPR, Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR), sampai pada pemerintah daerah.
5. Rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara belum cukup
didukung ketentuan konstitusi yang memuat aturan dasar tentang kehidupan

UKD II Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI)

yang demokratis, supremasi hukum, pemberdayaan rakyat, penghormatan


HAM, dan Otoda.
Hal tersebut bisa dilihat dari tidak adanya saling mengawasi dan saling
mengimbangi (checks and balances) antarlembaga negara dan kekuasaan
terpusat pada Presiden. Kemudian Infrastruktur politik yang dibentuk, antara
lain partai politik dan organisasi masyarakat, kurang mempunyai kebebasan
berekspresi sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.Dan yang
terakhir Pemilihan umum (pemilu) diselenggarakan untuk memenuhi
persyaratan

demokrasi

formal

karena

seluruh

proses

dan

tahapan

pelaksanaannya dikuasai oleh pemerintah.


Selain itu ada beberapa pertimbangan lain dalam melakukan Amandemen UUD
1945, yaitu:
a. Buruknya penyelenggaraan negara pada saat itu
b. Kurang memadainya tegaknya demokrasi dan HAM
c. Jumlah pasal terlampau sedikit dalam pengaturan penyelenggaraan negara
d.
e.
f.
g.

(hanya 37 pasal )
Banyaknya pasal yang menimbulkan multi tafsir
Terlampau mengandalkan semangat penyelenggara negara
Terlampau besarnya kekuasaan Presiden
Tidak adanya sistem kontrol dan keseimbangan ( check and balances) yang

memadai
h. Banyak gagasan

pemikiran hukum dan ketatanegaraan seperti HAM ,

supremasi hukum belum masuk kedalam UUD 1945

Perbedaan pokok sistem ketatanegaraan Indonesia pada saat sebelum dan


sesudah amandemen UUD 1945 yaitu :
No.
Sebelum Amandemen
Sesudah Amandemen
1. Cenderung menganut supremasi MPRMenganut supremasi konstitusi (UUD 1945
(sebagai lembaga tertinggi negara).
berada pada kedudukan tertinggi dalam
negara).
2. MPR merupakan lembaga tertinggiMPR berkedudukan sebagai lembaga tinggi
negara sebagai pemegang dan pelaksananegara yang setara dengan lembaga tinggi
sepenuhnya kedaulatan rakyat.
lainnya, seperti Lembaga Kepresidenan, DPR,
DPD, BPK, MA dan MK. Atau dengan kata
lain kedudukan lembaga tertinggi.
3. Tidak
dimungkinkan checks
and Adanya sistem checks and balances antar
UKD II Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI)

4.

5.

6.

7.
8.

balances antar
cabang
kekuasaancabang kekuasaan negara.
negara.
Eksekutif memiliki kekuasaan sangatAntara lembaga eksekutif, legislatif dan
besar dalam penyelenggara negara (jikayudikatif memiliki kekuasaan yang sama
dibandingkan dengan lembaga legislatifdalam penyelenggaraan negara.
dan yudikatif).
Lembaga perwakilan terdiri dari MPRLembaga perwakilan bertambah satu menjadi
dan
DPR,
dimana
DPRMPR, DPR dan DPD, dimana kekuasaan DPR
merupakan political representative.
diperkuat menjadi lembaga negara pemegang
kekuasaan yang membentuk undang-undang.
Presiden dan wakil presiden diangkatPresiden dan wakil presiden dipilih secara
dan diberhentikan oleh MPR, serta masalangsung oleh rakyat melalui pemilu, serta
jabatannya tidak memiliki batasanmasa jabatannya memiliki batasan waktu.
waktu.
Kekuasaan presiden tidak tak terbatas. Kekuasaan presiden diatur dan dibatasi.
Belum ada lembaga DPD, MK dan KY. Dibentuk lembaga negara baru dalam rumpun
legislatif yaitu DPD, dan rumpun yudikatif
yaitu
MK
(sebagai
lembaga
yang
menyelesaikan
kasus
politik
dan
ketatanegaraan secara hukum) dan KY.

DAFTAR PUSTAKA
Is Hadri Utomo. 2014. Bahan Presentasi : Periodesasi Perkembangan Administrasi
Negara Indonesia. Universitas Sebelas Maret.
Is Hadri Utomo. 2014. Bahan Presentasi : Beberapa Perbandingan Sistem Administrasi
Negara. Universitas Sebelas Maret
Is Hadri Utomo. 2014. Bahan Presentasi : Sistem Ketatanegaraan Berdasar
Amandemen UUD 1945. Universitas Sebelas Maret
Risma. 2013. Pemerintahan Pada Demokrasi Terpimpin. Diperoleh pada 22 Oktober
2014, dari http://rismadelianinur15aini.blogspot.com/2013/03/pemerintahanpada-demokrasi-terpimpin.html
Sastrawinata, Hariz. 2012. Perbandingan Orde Lama, Orde Baru, dan Era Reformasi.
Diperoleh

pada

22

Oktober

2014,

dari

http://harizsastrawinata.blogspot.com/2012/03/perbandingan-orde-lama-ordebaru-dan.html

UKD II Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI)

10

Sekertariat Jenderal MPR RI. Latar Belakang, Dasar Pemikiran dan Tujuan Perubahan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 . Diperoleh
pada 22 Oktober 2014, dari https://www.mpr.go.id/pages/produk-mpr/panduanpemasyarakatan/bab-ii-uud-nri-tahun-1945/a-latar-belakang-dasar-pemikiran-tuj-perubahan

UKD II Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI)

11