Anda di halaman 1dari 23

Salah satu upaya menyebarluaskan informasi

tentang bahaya merokok yang telah ada selama ini


adalah dengan memajang slogan antirokok pada
iklan industri rokok. Akan tetapi, karena ada di
bagian bawah dan sangat kecil, peringatan bahaya
merokok tersebut tidak mendapat perhatian dari
masyarakat. Damayanti menyimpulkan, Perhatian
lebih difokuskan pada iklan komersialnya karena
disampaikan dengan pesan dan gambar yang
menarik
dan
besar (2008: 23).
Ini dapat
dikaitkan dengan
penelitian Sulistiyono (2003)
tentang resepsi siswa di Semarang terhadap iklan
indutri rokok dan pesan antirokok. Peneliti itu
menemukan bahwa siswa lebih tertarik dan
mengingat pesan
pada iklan industri rokok
daripada pesan antirokoknya.

KUTIPAN

Pengertian:
- pinjaman kalimat atau bagian suatu teks
dalam tulisan kita

JENIS KUTIPAN
1. KUTIPAN LANGSUNG
- mengambil secara lengkap dan sama kata per kata
dari teks aslinya,
Misalnya: definisi, rumus, ayat kitab suci, pasalpasal dalam perundangan, dokumen negara

2. KUTIPAN TAK LANGSUNG


- mengambil inti sari atau ikhtisar dari teks asli dan
menuliskannya dengan kata-kata sendiri
Misalnya: pendapat, temuan/kesimpulan hasil
penelitian

JENIS KUTIPAN
1. KUTIPAN LANGSUNG
a. Kutipan langsung pendek ( 4 baris)
b. Kutipan langsung panjang (> 4 baris)
2. KUTIPAN TAK LANGSUNG
(tidak terikat oleh jumlah baris)

A. KUTIPAN LANGSUNG PENDEK ( 4 BARIS)


1. Diintegrasikan dengan teks
2. Spasi kutipan 1,5 atau 2 spasi
3. Diberi tanda kutip (.)
4. Diberi sumber kutipan
5. Dituliskan nomor halaman teks yang dikutip

CONTOH
1. Semiawan menyatakan bahwa, Pendekatan pembelajaran
yang berorientasi pada proses adalah pendekatan yang
mementingkan belajar bagaimana belajar pada siswa
(2008:6) .

2. Hal ini juga diungkapkan oleh Sudjana, yang menyatakan,

Belajar dengan pemecahan masalah merupakan tipe


belajar yang paling tinggi dan kompleks dibandingkan tipe
belajar lainnya
(2006: 6).
Jadi, penerapan metode
pemecahan masalah sangat baik untuk meningkatkan
aktivitas dan kreatifitas siswa dalam pengajaran berbahasa,
baik lisan maupun tertulis

B. KUTIPAN LANGSUNG PANJANG (>4 BARIS)

1. Dipisahkan dari teks dengan jarak 2 atau 2,5


spasi
2. Spasi antarbaris kutipan 1 spasi
3. Diberi tanda kutip, tapi boleh tidak
4. Seluruh kutipan masuk 5 atau 7 ketukan
5. Diberi sumber kutipan
6. Dituliskan nomor halaman teks yang dikutip

CONTOH
Mengenai fase prapenulisan, Tompkins dalam bukunya
yang berjudul Teaching Writing: Balancing Priocess and Product
menyatakan bahwa:
Fase prapenulisan atau persiapan merupakan langkah
awal dalam menulis yang mencakup kegiatan: (1)
menentukan dan membatasi topik tulisan, (2) merumuskan
tujuan, menentukan bentuk tulisan, dan menentukan
pembaca yang akan ditujunya, (3) memilih bahan, (4)
menentukan cara mengorganisasi pokok-pokok pikiran/ide
untuk penulisannya, serta (5) membuat kerangka karangan.
Tahap ini merupakan tahap yang amat penting dalam
kegiatan menulis, bahkan dari berbagai hasil penelitian
ditemukankan paling tidak 70% waktu menulis dihabiskan
dalam tahap prapenulisan (1995: 123).

C. KUTIPAN TAK LANGSUNG


1.
2.
3.
4.

Diintegrasikan dalam teks


Spasi kutipan 1,5 atau 2 spasi
Tidak diapit tanda kutip
Diberi sumber kutipan

CONTOH
1. Selain itu, berdasarkan penelitian Chaedar Alwasilah (2005)
diperoleh kesimpulkan bahwa lebih dari 60% mahasiswa S1, S2
maupun S3 yang belajar di PT terkemuka belum mampu
membuat tugas-tugas yang baik karena kemampuan berbahasa
tulis mereka belum memadai (Kunjana, 2008) .
KUTIPAN DARI SUMBER KEDUA
2. Fenomena tersebut sesuai dengan hasil penelitian Kounin (1996: 271)
yang menemukan bahwa kunci untuk mencegah pembelajar dari
kebosanan adalah mendesain kegiatan belajar yang memungkinkan
mereka benar-benar melihat adanya kemajuan yang telah dilakukan,
yakni dengan memberi berbagai tantangan dan menumbuhkan
keantusiasan. Oleh karena itu, para pengajar harus selalu berupaya
memberikan feedback dalam pembelajaran.

CONTOH PENGUTIPAN
Faktor pemakaian bahasa dapat memengaruhi pemahaman
siswa terhadap soal cerita. Ini dapat dikaitkan dengan penelitian Sriati
yang menemukan, ...salah satu penyebab terjadinya kesalahan dalam
menyelesaikan soal cerita adalah
siswa mengalami kesulitan
menerjemahkan bahasa soal ke dalam notasi hitung (2004:8).
Kesalahan terjemahan ini menduduki peringkat kedua dari 8 jenis
kesalahan, yakni setelah kesalahan strategi. Hal yang sama ditemukan
Purwadi dan Sumarwati (2007) bahwa penggunaan unsur linguistik
menjadi faktor utama penyebab soal cerita sulit dipahami siswa,
dibandingkan dua kriteria lain, yaitu penggunaan relasi matematika dan
simbol matematika. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa untuk
meminimalkan kesulitan pemahaman serta kesalahan terjemahan soalsoal cerita matematika
sehingga kemampuan matematika siswa
meningkat, perlu dipakai bahasa yang komunikatif sebagai media soal
cerita. Menurut Nuftall (1986) bahasa yang demikian adalah bahasa
yang selain mementingkan aspek kegramatikalan, juga memperhatikan
aspek kebermaknaan (Suyadi & Sujoko, 2000)

CONTOH PENGUTIPAN YANG SALAH


Rendahnya kemampuan berbahasa para siswa dan
mahasiswa kita sering dinyatakan banyak pihak. Sebagaimana
disampaikan Kepala Balitbang Pendidikan, Siswa maupun
mahasiswa kita kurang terdidik baik dalam menguasai bahasa
Indonesia secara produktif sehingga kemampuan berbicara
dan menulis mereka berada pada taraf yang terlalu rendah,
tidak sesuai taraf pendidikannya (Media Indonesia, 3
November 2003: h. 5). Selain itu, berdasarkan penelitian
Chaedar Alwasilah
(2002, 28) diperoleh kesimpulkan
bahwa lebih dari 60% mahasiswa S1, S2 maupun S3 yang
belajar di PT terkemuka belum mampu membuat tugas-tugas
yang baik karena kemampuan berbahasa tulis mereka belum
memadai. Oleh karena itu, para pemerhati bahasa Indonesia
menyarankan agar diadakan reorientasi dalam pengajaran
Bahasa Indonesia dari sekolah menengah hingga perguruan
tinggi (KOMPAS).

NAMA PENULIS DALAM KUTIPAN

DAFTAR PUSTAKA (BIBLIOGRAFI)


PENGERTIAN:
daftar yang berisi identitas referensi (bukubuku, artikel-artikel, dan bahan-bahan
lainnya) yang menjadi acuan penulis dan
disusun sesuai urutan alfabet.
FUNGSI :
memberikan deskripsi mengenai identitas
sebuah referensi yang acuan penulis

UNSUR DAFTAR PUSTAKA


1. Nama penulis
2. Judul pustaka (termasuk judul tambahan)
3. Data publikasi (tahun terbit, tempat terbit,
nama penerbit, edisi atau jilid bila ada)

URUTAN UNSUR
MODEL 1
Nama penulis. (Tahun terbit). Judul
Tempat terbit : Nama penerbit.

pustaka.

MODEL 2
Nama penulis. Judul pustaka. Tempat terbit :
Nama penerbit. (Tahun terbit).

Catatan :
1. Untuk artikel, tuliskan judulnya, nama jurnal/
majalah/harian/edisi, jilid, nomor, volume,
tahun, nomor halaman

2. Untuk sumber dari internet, sertakan alamat


website dan tanggal pengaksesan

SISTEM PENYUSUNAN DAFTAR


PUSTAKA
Menurut American Psychological Association (APA) Style
Nama penulis. (Tahun terbit). Judul
pustaka.
Tempat terbit : Nama penerbit.
Menurut HARVARD Style
Nama penulis, Tahun terbit. Judul
Tempat terbit : Nama penerbit.

Menurut VANCOUVER Style


Nama penulis. Judul pustaka. Tempat
Nama penerbit; Tahun terbit.

pustaka.

terbit :

PENYUSUNAN DAFTAR PUSTAKA


Buku
Arikunto, S., Suhardjono, & Supardi. (2006). Penelitian Tindakan Kelas .
Jakarta: PT Bumi Aksara.
Kementerian Pendidikan Nasional, Balitbang Pusat Kurikulum. (2010). Panduan
Pengembangan Pendekatan Belajar Aktif . Jakarta : Balitbang Pusat
Kurikulum

Artikel dari Jurnal


August, D., Carlo, M., Dressler, C., & Snow, C. (2005). The Critical Role of
Vocabulary Development for Language Learners. Journal of Learning
Disability: Research and Practice, 20 (4), 5057.
Subiyantoro, S. & Sulityo, E. (2006). Kendala-kendala Penyusunan Skripsi
pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa FKIP UNS. Paedagogia:
Jurnal Penelitian Pendidikan, 9 (2), 167-174.

Artikel dari Media Massa (Surat Kabar)


Rahman, A. (2011, 5 Oktober). Membangun Budaya Membaca.
KOMPAS , hlm. 7.

Semangat Meneliti Siswa Indonesia, Mengagumkan. (2011, 12


Oktober). MEDIA INDONESIA, hlm. 11.

Internet (pilih yang identitasnya lengkap), contoh:


Kementerian Pendidikan Nasional. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Diperoleh pada 10 Oktober
2011, dari http://www.dikti.kemdiknas.org.
Wu, H.H., (2009). Basic Skills versus Conceptual Understanding: Dichotomy in
Vocabulary Education. Diperoleh pada 11 Juli 2010, dari http://www.
aft.org/sage.publications..

NAMA PENULIS DALAM DAFTAR PUSTAKA

terima kasih