Anda di halaman 1dari 6

HIDROMETER

1. Deskripsi Alat Ukur


Hidrometer adalah alat yang dipakai untuk mengukur massa jenis cairan. Nilai massa jenis cairan
dapat kita ketahui dengan membaca skala pada hidrometer. Misalnya, dengan mengetahui massa
jenis susu, maka dapat ditentukan kadar lemak dalam susu, dan dengan mengetahui massa jenis
zat cairan anggur, dapat ditentukan kadar air keras dalam cairan anggur. Hidrometer umumnya
digunakan untuk memeriksa muatan aki mobil. Hidrometer terbuat dari tabung kaca dan
desainnya memiliki tiga bagian. Satuan Hidrometer yaitu g.cm-3.
Hidrometer terbuat dari tabung kaca. Hidrometer sering juga disebut aerometer. Hidrometer atau
aerometer yang mempunyai skala yang dapat langsung menunjukkan massa jenis zat cair disebut
densimeter. Supaya tabung kaca terapung tegak dalam zat cair, bagian bawah tabung dibebani
dengan butiran timbal. Diameter bagian bawah tabung kaca dibuat lebih besar supaya volume zat
cair yang dipindahkan hidrometer lebih besar. Jadi, gaya apung yang dihasilkan menjadi lebih
besar sehingga hidrometer dapat mengapung di dalam zat cair.
Tangkai tabung kaca hidrometer didesain supaya perubahan kecil dalam massa benda yang
dipindahkan (sama artinya dengan perubahan kecil dalam massa jenis zat cair) menghasilkan
perubahan besar pada kedalaman tangki yang tercelup di dalam zat cair. Artinya perbedaan
bacaan pada skala untuk berbagai jenis zat cair menjadi lebih jelas.

Gambar Hidrometer Manual

Gambar Hidrometer Digital

2. Fungsi Hidrometer
Pada umumnya fungsi Hidrometer yaitu digunakan untuk menguji atau mengetahui kapasitas
baterai dengan cara mengukur kandungan asam elektrolitnya. Makin tinggi asam elektrolit,
makin besar kapasitas baterainya. Selain itu, hidrometer juga dapat mengetahui massa jenis
elektrolit baterai. Massa jenis adalah perbandingan antara massa satu satuan volume asam
dengan massa satu satuan volume air. Air mempunyai massa jenis 1. Jika baterai diisi penuh
dengan air (massa jenis = 1), maka dapat kita ketahui bahwa baterai tidak terisi arus listrik. Pada
saat kandungan asam larutan elektrolit ditingkatkan, maka massa jenisnya meningkat dan baterai
lebih banyak terisi muatan listrik.

3. Cara Pemakaian Hidrometer


Hidrometer dapat digunakan mengikuti langkah-langkah dibawah ini.
1. Tekan bola karet,
2. Masukan pipa pengambil ke dalam sel baterai,
3. Lepas penekanan balon karet dengan perlahan-lahan hingga elektrolit masuk tersedot
kedalam tabung kaca,
4. Angkat sedikit hidrometer (tabung pengambil tidak boleh keluar dari lubang sel baterai),
5. Usahakan posisi hidrometer tegak lurus, dan
6. Massa jenis elektrolit baterai sama dengan angka pada skala pelampung yang rata
dengan permukaan elektrolitnya.

4. Cara Perawatan Hidrometer


Adapun cara dalam memelihara Hidrometer yaitu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1.

Menggunakan alat Hidrometer sesuai SOP.

2.

Membaca hasil pengukuran dan membandingkan dengan spesifikasi pabrik.

3.

Mengalibrasi dan melakukan perbaikan Hidrometer.

4.

Merawat dan memelihara Hidrometer sesuai dengan prosedur.

5.

Menyimpan Hidrometer dengan baik dan benar.

5. Metode Kalibrasi Hidrometer


Hidrometer dapat dikalibrasi untuk kegunaan yang berbeda, seperti alat pengukur jumlah susu
untuk mengukur kepadatan (creaminess) dari susu, saccharometer untuk mengukur kepadatan
gula dalam cairan, atau pengukur banyaknya alkohol untuk mengukur kadar alkohol yang lebih
tinggi. Pengoperasian hidrometer didasarkan pada prinsip Archimedes bahwa suspensi pada
fluida akan didorong oleh kekuatan yang sama dengan massa fluida yang dipindahkan. Dengan
demikian, semakin rendah kerapatan zat tersebut, lebih jauh hidrometer akan tenggelam.
Dalam cairan dengan massa jenis rendah seperti minyak tanah, bensin, dan alkohol, hidrometer
akan tenggelam lebih dalam dan dalam cairan dengan massa jenis tinggi seperti air garam, susu,
dan asam hidrometer tidak akan tenggelam teralu jauh. Biasanya hidrometer memiliki dua
instrumen yang terpisah, satu untuk cairan massa, di mana tanda 1.000 untuk air sudah dekat
bagian atas batang, dan satu untuk cairan ringan, di mana tanda 1.000 sudah dekat bagian bawah.
Dalam banyak industri satu set hidrometer digunakan mencakup rentang massa jenis 1,0-0,95
dan 0,95-0,9 untuk memberikan pengukuran yang lebih tepat.

Pengoperasian hidrometer didasarkan pada prinsip Archimedes bahwa tersuspensi pada fluida
akan didukung oleh kekuatan sama dengan massa fluida yang dipindahkan. Dengan demikian,
semakin rendah kerapatan zat tersebut, lebih jauh hidrometer akan tenggelam. (Lihat juga
kepadatan relatif dan hidrometer.)
Ketika hidrometer dicelupkan ke dalam fluida, maka fluida akan memberikan gaya ke atas yang
besarnya sama dengan massa hydrometer. Gaya ini terkonversikan menjadi massa jenis zat cair
yang diukur, karena di dalam hidrometer terdapat zat cair yang massa jenisnya sudah diketahui
dan tertuang dalam skala yang tertera pada hidrometer.

Secara matematis hukum Archimedes diformulasikan:


Gaya ke atas = massa hidrometer
Vbf fg = w, w hidrometer konstan
(Ahbf) f g = mg, sebab Vbf = Ahbf
Persamaan Hidrometer :
m
hbf =

Ket :

Af

hbf = tinggi tangkai yang tercelup (m)


m = massa hidrometer (kg)
A = luas tangkai (m2)
f = massa jenis cairan (kg/m3)

Massa hidrometer m dan luas tangkai A adalah tetap, sehingga tinggi tangkai yang tercelup di
dalam cairan hbf berbanding terbalik dengan massa jenis cairan f. Jika massa jenis cairan kecil
(f kecil), tinggi hidrometer yang tercelup di dalam cairan besar (hbf besar). Akan didapat bacaan
skala yang menunjukkan angka yang lebih kecil.

Hukum

Archimedes

berlaku

untuk

semua

fluida

termasuk

gas

dan

zat

cair.

Jika benda tercelup semua maka Vbf = volume benda. Pada benda yang dimasukkan ke dalam
zat cair, akan terjadi tiga kemungkinan keadaan, yaitu terapung, melayang dan tenggelam. Ketiga
kemungkinan keadaan tersebut terjadi ditentukan oleh perbandingan massa jenis benda dengan
massa jenis fluida. Apabila massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis fluida ( b< f ) maka
benda terapung. Benda berada dalam keadaan melayang apabila massa jenis benda sama dengan
massa jenis fluida ( f = b ) dan benda dalam keadaan tenggelam apabila massa jenis benda
lebih besar dari massa jenis fluida b rata rata> f.