Anda di halaman 1dari 16

Contoh Kasus

Tn D adalah kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh pabrik yang mempunyai
istri Ny. W yang bekerja sebagai penjaga toko, mempunyai 2 orang anak, anak
pertama yaitu Sdri. L (25 thn), anak yang kedua Sdri. R (17 thn). Penghasilan Tn.
D sebesar Rp. 800.000,00, sedangkan penghasilan Ny. W sebesar Rp. 400.000,00.
Berdasarkan hasil wawancara tentang status kesehatan keluarga ternyata Sdri. L
menderita HIV AIDS selama 3 bulan, sedangkan anggota keluarga lainya sehat.
Riwayat kesehatan keluarga dahulu Ny. W pernah menderita thypoid. Mereka pun
jarang memeriksakan kesehatan Sdri. L dikarenkan pelayanan kesehatan yang
jaraknya jauh dari rumah mungil mereka. Tindakan keluarga terhadap Sdri L
adalah mengurung Sdri L dikamar, tidak diperbolehkan keluar dan tidak boleh
bergaul, hal ini dilakukan karena keluarga takut tertular penyakit HIV AIDS.
Mereka berusaha membatasi ruang gerak Sdri. L, sedangkan keadaan Sdri L
cemas dan bingung karena dia takut menulari keluarganya.

I. PENGKAJIAN
A. DATA UMUM
1. Nama kepala keluarga

: Tn. D

2.

: 45 tahun

Usia

3. Suku

: Jawa

4. Agama

: Islam

5. Pendidikan

: SMA

6.

Pekerja

: Buruh pabrik

7.

Tempat/Tanggal Lahir

: Purwodadi, 10 Juli 1958

8. Alamat dan no.telp

: Kepatihan/20 RT 12, RW 3

9.

Komposisi keluarga

N
o

Nam
a

Umu
r

J
K

Hub
denga
n KK

Tempat/tangga Pekerjaan
l lahir

Pendidika
n

1.

Tn.
D

45

Suami

Lamongan, 1
November
1968

Buruh pabrik
rokok

SMA

2.

Ny.
W

40

Istri

Surabaya, 25
Februari 1973

Penjaga toko

SMP

3.

Sdri.
L

25

Anak

Surabaya, 14
April 1988

Penganggura
n

D3

4.

Sdri.
R

17

Anak

Surabaya, 4
Juni 1996

Siswa

SMA

10. Genogram

=-

Tn.D 45
Thn

Sdr L 25
thn

Ny W 40
thn

Sdr R 17
thn

Keterangan :
: Meninggal

: Laki

: Meninggal

: Perempuan

: Entry Point

: Serumah

11. Status sosial ekonomi keluarga


Dalam keluarga ini yang bekerja yaitu Tuan D sebagai buruh pabrik rokok
dengan penghasilan kurang lebih Rp. 800.000/ bulan dan Ny. W sebagai
penjaga toko dengan penghasilan Rp 400.000/ bulan, barang yang dimiliki
TV bewarna 14 inci, meja kursi, 3 buah tempat tidur, 1 buah motor.
12. Aktivitas rekreasi keluarga
Keluarga Tuan D tidak mempunyai waktu dan dana tersendiri untuk pergi
ketempat rekreasi.Untuk rekreasi setiap hari adalah dengan nonton TV.

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap perkembanagan keluarga saat ini :
Keluarga ini masuk pada tahap transisi dari keluarga anak dengan remaja
ke keluarga melepas anak dewasa muda, yang terdiri dari pasangan suami
istri dengan 2 orang anak yaitu anak pertama berusia 25 th dan anak kedua
berusia 17 th.
2. Tahap perkembangan yang belum terpenuhi

Keluarga Tn. D berada pada tahap transisi, dimana belum dapat


mempertahankan hubungan sehat dalam keluarga karena Tuan D
selalu memaksakan kehendak pada istri, dan anak-anaknya.

Keluarga Tn. D kurang mampu mempertahankan keintiman


komunikasi yang kondusif.

3. Riwayat kesehatan

Dalam keluarga Tn. D tidak terdapat riwayat penyakit turunan.

Tn. D dan Ny. W tidak menderita penyakit menular & kronis,


namun perhatian dan pengetahuan terhadap kesehatan kurang
karena hidup di lingkungan yang jauh dari perkotaan.

Saat dilakukan pengkajian pada anak pertama (Sdri. L) menderita


penyakit (AIDS). Sdri L sudah mengetahui penyakitnya kurang
lebih 3 bulan, hal ini diketahui ketika Sdri. L menderita sakit diare
yang tak kunjung sembuh dan penurunan berat badan yang drastis,
lalu oleh keluarga Sdri. L dibawa ke rumah sakit daerah perkotaan
dan setelah di periksa Sdri. L terkena HIV AIDS

Saat pengkajian pada anak kedua (Sdri. R) tidak menderita


penyakit apapun.

4. Riwayat keluarga sebelumnya

Tidak ada riwayat penyakit keturunan dari Tn. D

Ny. W pernah menderita Thypoid

C. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
1) Karakteristik lingkungan rumah
Status kepemilikan rumah milik sendiri. Lantai rumah masih dari tanah,
jendela rumah ada 3 buah terletak pada tiap kamar, dinding rumah terbuat
dari kayu dengan ukuran luas rumah 3 x 6 m/segi, rumah agak rapat
dengan tetangga, keadaan lingkungan rumah kotor, keadaan udara didalam
rumah agak lembab, kamar mandi dan jamban di luar rumah, jenis air
minum yang digunakan adalah dari air sumur, jarak antara sumur dengan
jamban pembuangan 15 meter.
2) Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Keluarga Tuan D merupakan keluarga pendatang. Hubungan dengan
tetangga berlangsung baik, namun keluarga jarang terlibat dalam kegiatan
yang diselenggarakan di lingkungannya misalnya pada kebiasaan budaya
setempat membantu tetangga yang punya hajat.
3) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Sejak pernikahan keluarga tidak pernah berpisah dan mereka hidup dalam
1 rumah, kunjungan kerumah keluarga sangat jarang, terutama hanya bila
ada acara keluarga saja.
4) Sistem pendukung keluarga
Tuan D, Ny W serta anak R secara umum dalam keadaan sehat
D. STRUKTUR KELUARGA

Pola komunikasi keluarga


Pola komunikasi dalam keluarga Tn. D berlangsung kurang baik karena
Tn. D tidak pernah memperhatikan keluarga, selain itu Tn. D juga selalu
memaksakan kehendaknya kepada isteri dan anak-anaknya, dimana dalam
keluarga ini kepala keluarga sebagai pengambil keputusan tunggal. Bila
ada tamu yang datang keluarga Tn D kurang ramah.

Struktur kekuatan keluarga


Saat Sdri. L sakit kedua orang tuanya tidak langsung membawa Sdr. L ke
rumah sakit mereka hanya memebeli obat di warung saja, saudara-saudara
dari orang tua Sdri. L tidak bisa membantu.

Struktur peran
Masing-masing anggota keluarga berperilaku kurang sesuai dengan
perannya. Tuan D sebagai buruh pabrik belum dapat memenuhi kebutuhan
keluarga. Ny. W sebagai ibu rumah tangga dan patuh kepada suaminya.

Nilai atau norma keluarga


Apabila anggota keluarga ada yang saki, tidak dibawa ke puskesmas
terdekat kecuali jika anggota kelurga tersebut dalam keadaan parah.

e. Fungsi Keluarga

Fungsi afektif :
Dalam keluarga ini kurang tercipta sikap saling menghargai karena dari
suami selalu memaksakan kehendaknya kapada isteri dan anak-anaknya
serta kepala keluarga tidak pernah bisa menerima pendapat dari anggota
keluarganya.

Fungsi spesialisasi
Secara umum, interaksi atau hubungan dalam keluarga kurang baik.

Fungsi perawatan kesehatan


a. Pemenuhan kebutuhan nutrisi :
Keluarga kurang mampu mencukupi kebutuhan nutrisi dengan
makanan yang bergizi.
b. Pemenuhan kebutuhan pakaian
Keluarga mampu mencukupi kebutuhan pakaian pada seluruh anggota
keluarga meskipun secara sederhana.
c. Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
Keluarga sampai saat ini masih kurang tahu tentang penyebab dan
faktor yang mempengaruhi penyakit HIV.

d. Kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan


Keluarga tidak bisa mengambil keputusan yang tepat untuk merawat
anggota keluarga (Sdri. L).
e. Kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit :
Keluarga kurang mampu memberikan perawatan yang sesuai dengan
masalah yang dihadapi oleh anggota keluarga yang menderita (Sdri.
L).
f. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat:
Keluarga tidak mengetahui tentang pentingnya cara menjaga
kebersihan lingkungan rumahnya, terbukti keadaan rumahnya cukup
kotor dan berantakan.
g. Kemampuan keluarga dalam menggunakan fasilitas kesehatan di
masyarakat : keluarga sudah menggunakan fasilitas kesehatan yang
ada, tetapi tidak secara maksimal.

Fungsi Reproduksi :
Keluarga Tn D telah menjalankan fungsinya dengan baik yaitu
mempunyai dua orang anak. Ny. W telah mengikuti program KB dengan
baik.

Fungsi Ekonomi :
Dalam keluarga Tn D dengan gaji buruh pabrik yang di terima setiap
bulan, keluarga merasa kurang dalam memenuhi kebutuhan sandang,
pangan, dan papan untuk anggota keluarga, karena untuk kepentingan
biaya pendidikan untuk anaknya.

f. Stress dan Koping :


Keluarga Tn D saat menghadapi masalah terkadang tidak dapat
menyeleseikannya secara tuntas dengan keputusan yang di ambil oleh
kepala keluarga.

g. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik di lakukan hanya pada anggota keluarga yang sakit atau
Sdri L, hasil sebagai berikut :
1. Insfeksi : Keadaan umum : lemah
Postur tubuh : kurus
Kesadaran : Komposmentis
TB/BB : 163 cm/ 38 kg
Kepala : Normal
Leher / Dada : Normal
Abdomen : Normal
Ekstrimitas : - tidak ada luka
- gerak motorik terkoordinasi dengan baik
- tidak ada oedema
2.

Palpasi
Kepala : tidak ada benjolan atau kelainan
Leher : tidak ada pembengkakan pada tyroid dan vena jugularis
normal
Abdomen :
- Tidak ada pembesaran pada hepar
- Tidak teraba adanya massa
- Turgor kulit jelek
Ekstrimitas :
- Ekstrimitas bawah tidak ada oedema
- Simetris antara kiri dan kanan
- Pergerakan normal
Nadi : 90 kali/menit dengan frekuensi yang teratur

3.

Perkusi pada abdomen terdengar pekak

4. Pemeriksaan penunjang : lab pemeriksaan darah positif virus AIDS

Harapan keluarga
Kelarga mengharapkan adanya suatu informasi dari petugas kesehatan
tentang masalah kesehatan yang ada dalam keluarganya dan alternatif
pemecahan masalah yang terbaik yang harus di lakukan oleh keluarga.

ANALISA DATA
Nama KK : Tn D (45 th)
Alamat : Kepatihan No. 20, Surabaya Jawa Timur

No Tgl

Data Fokus

Diagnosa Keperawatan

1.

Ds :

Cemas pada Sdri. L di

15
Desember

2013

Sdri. L mengatakan
bahwa keluarganya tidak
bisa memberikan
informasi tentang
penyakitnya

Sdri. L mengatakan
bahwa dia takut dengan
penyakit yang diderita

Sdri. L mengatakan tidak


tahu apa yang harus
dilakukan

Sdri. L merasa khawatir


kalau tidak bisa
membahagiakan orang
tuanya karena penyakit
yang diderita

Sdri. L merasa menyesal


karena penyakitnya
membutuhkan biaya yang
banyak

keluarga Tn. D b/d


kurangnya pengetahuan
keluarga terkait penyakit
AIDS.

Do :

2.

15
Desember

Tugas keluarga belum


terpenuhi : saat ini Sdri. L
selaku anak tertua dalam
keluarga tersebut tidak bisa
bekerja, dan tidak bisa
membantu orang tuanya ,
karena sehari-hari Sdri.L
hanya disuruh berdiam diri
dikamar saja oleh kedua
orang tuanya.

Saat menceritakan tentang


penyakitnya sdri. L
tampak gelisah, kontak
mata tidak fokus

Terdapat kantung mata


pada sdri. L yang
menandakan bahwa sdri.
L sulit tidur

Tangan sdri.L tremor, dan


berkeringat dingin

Ds :

2013

Nutrisi kurang dari


kebutuhan pada Sdri. L di
Sdri. L mengatakan selalu
merasa mual dan muntah,
tidak nafsu makan

ketidakmampuan keluarga
dalam merawat anggota

Sdri. L mengatakan

keluarga yang menderita

semua makanan rasanya

terkait kebutuhan nutrisi.

tidak enak
Do :

keluarga Tn. D b/d

Tonus otot berada di skala


2

Sdri. L terlihat lemah

Terdapat stomatitis lebih


dari 5 dimulut sdri. L

Sdri.L tidak berminat


untuk makan

Distribusi rambut sdri. L


jarang

BB turun 12 kg dalam
waktu 3 bulan terakhir

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Cemas pada Sdri. L di keluarga Tn. D berhubungan dengan kurangnya


pengetahuan keluarga terkait penyakit AIDS.
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan pada Sdri. L di keluarga Tn. D b/d
ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang
menderita terkait kebutuhan nutrisi.

PRIORITAS MASALAH
Nama KK : Tn D (45 th)
Alamat : Kepatihan No. 20, Surabaya Jawa Timur

Cemas pada Sdri. L di keluarga Tn. D b/d kurangnya pengetahuan keluarga terkait
penyakit AIDS.
Kriteria

Skor Bobot Pembenaran

Sifat masalah
Skala :
kesehatan

1
Ancaman 2
2

Kemungkinan masalah
dapat diubah
Skala: sebagian
Potensial masalah untuk
dicegah

2
1
2

Skala : cukup
Menonjolnya masalah

1
2

Skala : masalah berat


harus ditangani

JUMLAH

4,33

Dari sudut pandang tingkat


urgensi masalah dan dampak
yang timbul, kecemasan pada
Sdri. L merupakan masalah
yang
aktual
dan
dapat
mengancam kondisi psikologis
dan kesehatan Sdri. L. Dari
dampak yang ditimbulkan oleh
masalah tersebut akan terjadi
penurunan sistem imunitas sri.
L akibat stress. Apabila
masalah tidak diselesaikan
maka
akan
menyebabkan
timbulnya beberapa masalah
terutama masalah kesehatan
yang mengancam diri Sdri. L.
Intervensi yang akan diterapkan
pada diagnosa ini diharapkan
dapat menyelesaikan masalah
kecemasan, mengoptimalkan
pengetahuan
tentang
HIV
AIDS pada seluruh angggota
keluarga Tn. D

Nutrisi kurang dari kebutuhan pada Sdri. L di keluarga Tn. D b/d


ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita
terkait kebutuhan nutrisi.
Kriteria

Skor Bobot Pembenaran

Sifat masalah
Skala
:
kesehatan

1
Ancaman 2
2

Kemungkinan masalah
dapat diubah
Skala: sebagian
Potensial masalah untuk
dicegah

2
1
1

Skala : rendah
Menonjolnya masalah

1
2

Skala : masalah berat


harus ditangani

JUMLAH

INTERVENSI
Nama KK : Tn D (45 th)
Alamat : Kepatihan No. 20, Surabaya Jawa Timur

No Dx Keperawatan

1.

Cemas pada Sdri.


L di keluarga Tn.
D b/d kurangnya
pengetahuan
keluarga terkait
penyakit AIDS.

Tujuan

Rencana Tindakan

TUM

TUK

Setelah

Setelah

dilakukan

dilakukan

1. Bangun hubungan

tindakan

tindakan

terapeutik

keperawatan

keperawatan

didasarkan pada rasa

yang

selama 3 hari, selama 3 hari, saling menghargai


kecemasan Sdri. klien
dapat dan percaya antara
L keluarga Tn. menerima
D

klien dan perawat.

berkurang keadaannya dan

atau
dengan

hilang menjalani

hangat, empati, sifat

kriteria kehidupan

hasil:
1.Sdri.L

yang tidak dibuat-

seperti

orang

tidak normal

dengan

menunjukkan

kriteria hasil:

ekspresi sedih

1.keluarga

2.Keluarga

sdri. L mampu

beserta

2. Tunjukkan sikap

sdri.L menjelaskan

dapat

pengertian

mengetahui

AIDS.

dan

buat.
3. Jelaskan prosedur
dalam

mengurangi

ansietas
mengguanakan
teknik distraksi dan
bernapas dalam.

tentang penyakit 2.keluarga dan 4. Berikan PENKES


mengenai
:
HIV AIDS
sdri. L mampu
a) Pengertian AIDS
menyebutkan
b) Tanda dan gejala
tanda dan gejala
AIDS
AIDS.
c) Faktor penyebab
3.keluarga dan
AIDS
sdri. Lmampu
d)Cara

menyebutkan

penatalaksanaan

faktor penyebab penderita AIDS


AIDS.
4.keluarga
mampu
mengambil
keputusan yang
tepat mengenai
penatalaksanaan
AIDS
4.Sdri. L dan
keluarga
mengatakan
mau menerima
atas

masalah

yang terjadi

2.

Nutrisi kurang

Setelah

Setelah

1. Berikan PENKES

dari kebutuhan

dilakukan

dilakukan

mengenai :

pada Sdri. L di

tindakan

tindakan

Cara

keperawatan

keperawatan

penatalaksanaan

selama 1 bulan,

selama 1 bulan,

masalah nutrisi

klien dapat

keluarga dalam

kurang dari

memenuhi

merawat anggota

kebutuhan

keluarga yang

teratasi dengan

menderita terkait

kriteria hasil :

keluarga Tn. D
b/d
ketidakmampuan

khususnya nutrisi
pada penderita AIDS

nutrisinya dan

2. Ajarkan

keluarga dapat

pemeberian makanan

membantu untuk

yang bernutrisi tapi

memenuhi

tidak mahal

1. Berat badan

kebutuhan

3. Ajarkan ibu untuk

bertambah 1 kg

nutrisi klien

membut catatan

dengan kriteria

makanan harian

kebutuhan nutrisi.

2. Nafsu makan

adekuat

hasil :

3. Makan 3 kali

1. keluarga

sehari

dapat

yang khusus untuk


sdri L yang

4. Tonus otot
menunkukkan
skala 3

menderita AIDS.

menyebutkan

4. Pendampingan

cara

pemberian nutrisi

penatalaksanaan pada sdri L


nutrisi bagi
penderita AIDS.
2. keluarga
mampu

5. Motivasi pasien
untuk memenuhi
kebutuhan nutrisinya

melakukan

6. Hadirkan

perawatan pada

makanan kesukaan

penderita AIDS. klien


Umum
3. Sdri L
mampu
menjelaskan
nutrisi yang
sehat bagi
tubuhnya
4.Sdri L
mengungkapkan
tekad untuk
memenuhi
nutrisi bagi
tubuhnya