Anda di halaman 1dari 23

ALAT UKUR DASAR

I.

Tujuan percobaan
Adapun tujuan dari percobaan yang kami lakukan adalah :
1. Dapat mengkalibrasi/membaca alat ukur dasar
2. dapat menggunakan alat ukur dasar
3. Dapat memahami ketelitian alat ukur dasar
4. dapat membaca hasil pengukuran menggunakan alat ukur dasarAlat dan Bahan

II.

ALAT DAN BAHAN


Alat

Banyaknya

Jangka sorong

1 buah

Micrometer sekrup

1 buah

Neraca ohaus

1 buah

Neraca digital

1 buah

Basic meter

1 buah

Bahan/benda

Banyaknya

Baterai

1 buah

Lampu

1 buah

Kabel

Seukupnya

Dudukan lampu

1 buah

Kubus tembaga

1 buah

Kubus besi

1 buah

III.

LANDASAN TEORITIS DAN PRSEDUR PENGUKURAN

A. DASAR TEORI
Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup merupakan salah satu alat ukur panjang. Mikrometer sekrup
adalah alat ukur panjang yang memiliki tingkat ketelitian tertinggi. Tingkat ketelitian
mikrometersekrup mencapai 0,01 mm atau 0,001 cm. Dengan ketelitiannya yang sangat tinggi,
mikrometersekrup dapat digunakan untuk mengukur dimensi luar dari benda yang sangat kecil
maupun tipis seperti kertas, pisau silet, maupun kawat.
Secara umum, mikrometer sekrup digunakan sebagai alat ukur dalam teknik mesin
elektro untuk mengukur ketebalan secara tepat dari blok-blok, luar dan garis tengah dari
kerendahan dan batang-batang slot.Alat ini biasanya difungsikan untuk mengukur diameter
benda-benda berukuran milimeter atau beberapa centimeter saja.
Mikrometer sekrup terdiri atas rahang utama sebagai skala utama dan rahang
putar sebagai skala nonius. Skala nonius terdiri dari 50 skala. Setiap kali skala nonius diputar 1
kali, maka skala nonius bergerak maju atau mundur sejauh 0,5 mm. Ketelitian micrometer
sekrup adalah setengah dari skala terkecilnya. Satu skala nonius memiliki nilai 0,01 mm. Hal ini
dapat diketahui ketika kita memutar selubung bagian luar sebanyak satu kali putaran penuh,
akan diperoleh nilai 0,5 mm skalautama. Oleh karena itu, nilai satu skala nonius
adalah0,5/50mm = 0,01 mm.
Adapun kegunaan dari mikrometer sekrup adalah sebagai alat ukur panjang
dengan tingkat ketelitian tinggi. Dengan ketelitiannya yang sangat tinggi, mikrometersekrup
dapat digunakan untuk mengukur dimensi luar dari benda yang sangat kecil maupun tipis
seperti kertas, pisau silet, maupun kawat. Alat ini biasanya difungsikan untuk mengukur
diameter benda-benda berukuran milimeter atau beberapa centimeter saja.
Neraca Ohaus
Neraca Ohaus adalah alat ukur massa benda dengan ketelitian 0.01 gram. Neraca
dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti neraca analitis dua lengan, neraca Ohaus, neraca
lengan gantung, dan neraca digital. Neraca Analitis Dua Lengan berguna untuk mengukur massa
benda, misalnya emas, batu, kristal benda, dan lain-lain. Batas ketelitian neraca analitis dua
lengan yaitu 0,1 gram. Neraca Ohaus berguna untuk mengukur massa benda atau logam dalam
praktek laboratorium. Kapasitas beban yang ditimbang dengan menggunakan neraca ini adalah
311 gram. Batas ketelitian neraca Ohauss yaitu 0,1 gram. Neraca Lengan Gantung Neraca ini
berguna untuk menentukan massa benda, yang cara kerjanya dengan menggeser beban pemberat
di sepanjang batang. Neraca Digital Neraca diigital (neraca elektronik) di dalam penggunaanya

sangat praktis, karena besar massa benda yang diukur langsung ditunjuk dan terbaca pada
layarnya.Ketelitian neraca digital ini sampai dengan 0,001 gram. Neraca yang akan dibahas
dalam makalah ini adalah neraca Ohaus.
1. Fungsi dan Prinsip kerja Neraca Ohaus.
Alat ukur massa yang sering digunakan dalam laboratorium fisika adalah neraca Ohaus.
Tingkat ketelitian alat ini lebih baik daripada neraca pasar yang sering dijumpai di toko-toko
atau di warung. Neraca Ohaus adalah alat ukur massa benda dengan ketelitian 0.01 gram. Prinsip
kerja neraca ini adalah sekedar membanding massa benda yang akan dikur dengan anak
timbangan. Anak timbangan neraca Ohaus berada pada neraca itu sendiri. Kemampuan
pengukuran neraca ini dapat diubah dengan menggeser posisi anak timbangan sepanjang lengan.
Anak timbangan dapat digeser menjauh atau mendekati poros neraca . Massa benda dapat
diketahui dari penjumlahan masing-masing posisi anak timbangan sepanjang lengan setelah
neraca dalam keadaan setimbang. Ada juga yang mengatakan prinsip kerja massa seperti prinsip
kerja tuas.
2. Skala dalam Neraca Ohaus.
Banyaknya skala dalam neraca bergantung pada neraca lengan yang digunakan. Setiap
neraca mempunyai skala yang berbeda-beda, tergantung dengan lengan yang digunakannya.
Ketelitian neraca merupakan skala terkecil yang terdapat dalam neraca yang digunakan disaat
pengukuran. Misalnya pada neraca Ohauss dengan tiga lengan dan batas pengukuran 310 gram
mempunyai ketelitian 0,01 gram. Hal ini erat kaitannya ketika hendak menentukan besarnya
ketidakpastian dalam pengukuran. Berdasarkan referensi bahwa ketidakpastian adalah dari
ketelitian alat.Secara matematis dapat ditulis: Ketidakpastian = x skala terkecil. Misalnya
untuk neraca dengan tiga lengan dan batas ukur 310 gram mempunyai skala terkecil 0,1 gram,
sehingga diperoleh ketidakpaastian 0,1 = 0,05.
Bagian-bagian Neraca Ohaus yaitu:
Tempat beban yang digunakan untuk menempatkan benda yang akan diukur.
Tombol kalibrasi yang digunakan untuk mengkalibrasi neraca ketika neraca tidak dapat
digunakan untuk mengukur.
Lengan neraca untuk neraca 3 lengan berarti terdapat tiga lengan dan untuk neraca ohauss 4
lengan terdapat empat lengan.
d. Pemberat (anting) yang diletakkan pada masing-masing lengan yang dapat digesergeser dan sebagai penunjuk hasil pengukuran.
Titik 0 atau garis kesetimbangan, yang digunakan untuk menentukan titik kesetimbangan.
3. Kalibrasi.
Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan
rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung
dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi. Sistem
manajemen kualitas memerlukan sistem pengukuran yang efektif, termasuk di dalamnya

kalibrasi formal, periodik dan terdokumentasi, untuk semua perangkat pengukuran. ISO 9000
dan ISO 17025 memerlukan sistem kalibrasi yang efektif.
Kalibrasi diperlukan untuk:
Perangkat baru
Suatu perangkat setiap waktu tertentu
Suatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam operasi)
Ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi mengubah
kalibrasi
Ketika hasil observasi dipertanyakan
Kalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi
dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam
akurasi tertentu. Adapun teknik pengkalibrasian pada neraca ohauss adalah dengan memutar
tombol kalibrasi pada ujung neraca ohauss sehingga titik kesetimbangan lengan atau ujung
lengan tepat pada garis kesetimbanagn , namun sebelumnya pastikan semua anting pemberatnya
terletak tepat pada angka nol di masing-masing lengan.
4. Cara pengukuran massa benda dengan neraca Ohaus
Dalam mengukur massa benda dengan neraca Ohaus dua lengan atau tiga lengan sama. Ada
beberapa langkah di dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan neraca ohaus, antara
lain:
Melakukan kalibrasi terhadap neraca yang akan digunakan untuk menimbang, dengan cara
memutar sekrup yang berada disamping atas piringan neraca ke kiri atau ke kanan posisi dua
garis pada neraca sejajar;
Meletakkan benda yang akan diukur massanya;
Menggeser skalanya dimulai dari yang skala besar baru gunakan skala yang kecil. Jika
panahnya sudah berada di titik setimbang 0; dan
Jika dua garis sejajar sudah seimbang maka baru memulai membaca hasil pengukurannya.
Neraca Digital
Neraca digital merupakan alat yang sering ada dalam laboratorium yang
digunakan untuk menimbang bahan yang akan digunakan. Neraca digital berfungsi untuk
membantu mengukur berat serta cara kalkulasi fecare otomatis harganya dengan harga dasar
satuan banyak kurang. Cara kerja neraca digital hanya bisa mengeluarkan label, ada juga yang
hanya

timbul

ditampilkan

layar

LCDnya

(Mansur,

2010).

Kita mengenal neraca digital sebagai alat ukur untuk satuan berat. Dibandingkan dengan neraca
jaman dulu yang masih menggunakan neraca analog atau manual, neraca digital memiliki fungsi
lebih sebagai alat ukur, diantaranya neraca digital lebih akurat, presisi, akuntable (bisa
menyimpan

hasil

dari

setiap

penimbangan)

(Timbangandigital,

2010).

Menimbang benda adalah menimbang sesuatu yang tidak memerlukan tempat dan biasanya
tidak dipergunakan pad reaksi kimia, seperti menimbang cawan, gelas kimia dan lain-lain.
Menimbang zat adalah menimbang zat kimia yang dipergunakan untuk membuat
larutan atau akan direaksikan. Untuk menimbang zat ini diperlukan tempat penimbangan yang
dapat

digunakan

seperti

gelas

kimia,

kaca

arloji

dan

kertas

timbang

Menimbang zat dengan penimbangan selisih dilakukan jika zat yang ditimbang dikhawatirkan
akan menempel pada tempat menimbang dan sukar untuk dibilas. Pada penimbangan selisih
akan diperoleh berat zat yang masuk ke dalam tempat yang diinginkan bukan pada tempat
menimbang.
Dalam praktikum biologi neraca ini biasa digunakan untuk menimbang bahan-bahan yang
dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil. Beberapa praktikum yang sering memerlukan alat
ini yaitu praktikum mikrobiologi dan kultur jaringan, dimana neraca ini digunakan untuk
menimbang bahan yang akan digunakan untuk membuat media untuk bakteri, jamur ataupun
untuk

media

tanam

kultur

jaringan.

Selain itu dengan adanya tingkat ketelitian yang tinggi maka hal tersebut dapat meminimalkan
kesalahan dalam pengambilan media yang dibutuhkan. Jumlah media yang tidak tepat dalam
pembuatan media baik untuk kultur jaringan ataupun media bakteri tentunya akan berpengaruh
terhadap konsentrasi zat dalam media. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya kekeliruan
dalam hasil praktikum yang dilaksanakan. Neraca analitik digital merupakan salah satu neraca
yang memiliki tingkat ketelitian tinggi, neraca ini mampu menimbang zat atau benda sampai
batas 0,0001 g.
Basic Meter
Alat Lab Meter Dasar/ Basic Meter adalah alat ukur listrik selain dari mutimeter.
Basic Meter ini digunakan sebagai alat ukur arus dan tegangan DC dengan shunt dan
pengganda terpasang pada alat. Dilengkapi dengan tutup geser untuk mengubah fungsi sebagai
amperemeter atau voltmeter. Pada posisi A, alat berfungsi sebagai amperemeter dengan batas
100 mA, 1A, 5A, (DC). Pada posisi V (DC). Skala ganda, dengan batasan -10; 0; 100 dan -5; 0;
50. Hambatan dalam sekitar 1000 Ohm dengan pencegah pembebanan lebih, dilengkapi
pengatur kalibrasi jarum. Ketelitian + 2,5% pada simpangan penuh.
Alat Lab Meter Dasar/ Basic Meter ini terpasang dalam kotak plastik ABS, ukuran
sekitar 165 x 115 x 65 mm, disertai 2 konektor (merah-hitam), disertai buku manual penggunaan
alat ukur dalam bahasa Indonesia. Kabel penghubung warna hitam disambungkan ke konektor
berwarna hitam (-) yang berada ditengah basic meter. Sementara kabel penghubung warna
merah disambungkan dengan konektor di fungsi batas ukur amperemeter atau voltmeter (+).
Dilengkapi diode pengaman, soket untuk ground warnanya hitam, untuk tegangan dan arus
warnanya merah. Setiap soket tak boleh lepas (dilengkapi pengunci). Pada Alat Lab Meter
Dasar/ Basic Meter terdapat lubang soket sistem diameter 4 mm. Batang steaker harus dapat
masuk seluruhnya (tenggelam) ke soket

B.Prosedur Kegiatan
-

Alat ukur panjang


1. Menyiapkan ala ukur yang diperlukan melakukn kalibrasi
2. Mengukur benda yang telah di sediakan berturut-turut menggunakan jangka serong,
dan micrometer sekrup
3. Mencatat hasil pengukuran

Alat ukur massa


1. Menyiapkan ala ukur yang diperlukan dan melakukn kalibrasi
2. Menimbang benda yang telah disediakan menggunakan neraca ohaus dan neraca
digital
3. Mencatat hasil pengukuran yang telah dilakukan
-

Alat ukur listrik


1. Menyiapkan ala ukur yang diperlukan dan melakukn kalibrasi.
2. Mengukur tegangan (V) dan arus (I) pada rangkaian yang telah di sediakan.
3. Mencatat hasil pengukuran yang telah dilakukan

IV. Data hasil pengukuran


Hasil pengukuran panjang
Benda

Jangka sorong (cm)

Benda

Micrometer
sekrup (cm)

Kubus tembaga

X1 = 2cm

Kubus besi

X1 = 1,866 cm

X2= 2,65 cm

X2= 1,865 cm

X3 = 2cm

X3 = 1,865cm

X4= 2,2 cm

X4= 1,915 cm

X5 = 2, 125 cm

X5 = 2,01 cm

Table 1. hasil pengukuran panjang

Hasil pengukuran massa


Benda

Neraca ohaus

Benda

Neraca digital

Kubus besi

M1 = 61,54 gram

Kubus
tembaga

M1 = 66,3 gram

M2 = 61,535 gram

M2 = 66,3 gram

M3 = 61,53 gram

M3 = 66,3 gram

M4 = 61,51 gram

M4 = 66,3 gram

M5 = 61,51 gram

M5 = 66,3 gram

Table 2. hasil pengukuran massa

Hasil Pengukuran Listrik


Benda

Ampere meter

Volt meter

Baterai

I1= 0,2 A

V1= 1,2 V

I2= 0,2 A

V2= 1,2 V

I3= 0,2 A

V3= 1,2 V

I4= 0,2 A

V4= 1,2 V

I5= 0,2 A

V5= 1,2 V

Table 3. hasil pengukuran massa

IV.

Analisis Data dan Jawaban Tugas

A. Analisis data

Analisis pengukuran Panjang pada jangka sorong


Percobaan
ke-

Hasil perhitungan
Skala utama
(SU)

Skala nonius
(SN)

Ketelitian
(

Hasil
(SU + (SN x ketelitian))

1 (satu)

20 mm

0,05

20+ (0 x 0,05) = 20 mm
= 2 cm

2 (dua)

20 mm

0,05

2+ (1 x 0,05) = 20,5 mm
= 2,05

3 (tiga)

20 mm

0,05

20+ (0 x 0,05) = 20 mm
= 2 cm

4 (empat)

18 mm

0,05

18+ (8 x 0,05) = 18,4 mm


= 1,84 cm

5 (lima)

20 mm

2,5

0,05

20+ (2x 0,05) = 20,01 mm


=2,001 cm

Analisis pengukuran Panjang pada micrometer sekrup


Percobaan
ke-

Hasil perhitungan
Skala utama
(SU)

Skala nonius
(SN)

Ketelitian
(

Hasil
(SU + (SN x ketelitian))

1 (satu)

18,5 mm

16

0,01

18,5+ (16 x 0,01) = 18,66 mm


= 1,866 cm

2 (dua)

18,5 mm

15,5

0,01

18,5+ (15,5 x 0,01) = 18,655 mm


= 2,05

3 (tiga)

18,5 mm

13

0,01

18,5+ (13x 0,01) = 18,65 mm


= 1,865 cm

4 (empat)

19 mm

13

0,01

19+ (13 x 0,01) = 19,13 mm

= 1,913 cm
5 (lima)

20 mm

10

0,01

2+ (10x 0,01) = 20,1 mm


= 2,01 cm

Analisis pengukuran massa kubus besi pada neraca ohaus


Percobaan
Hasil perhitungan
keLengan
Lengan
Ketelitian
depan
tengah
(
)

Hasil
(SU + (SN x ketelitian))

1 (satu)

18,5 mm

16

0,01

18,5+ (16 x 0,01) = 18,66 mm


= 1,866 cm

2 (dua)

18,5 mm

15,5

0,01

18,5+ (15,5 x 0,01) = 18,655 mm


= 2,05

3 (tiga)

18,5 mm

13

0,01

18,5+ (13x 0,01) = 18,65 mm


= 1,865 cm

4 (empat)

19 mm

13

0,01

19+ (13 x 0,01) = 19,13 mm


= 1,913 cm

5 (lima)

20 mm

10

0,01

2+ (10x 0,01) = 20,1 mm


= 2,01 cm

Analisis pengukuran arus listrik baterai menggunakan amperemeter


Percobaan ke

Skala yang
ditunjukkan

Skala
maksimum

Batas ukur

1(satu)

10

50

2(dua)

10

50

3(tiga)

10

50

4 (empat)

11

50

Hasil perhitungan
x batas ukur

5 (lima)

10

50

Analisis pengukuran tegangan listrik baterai menggunakan voltmeter


Skala yang
ditunjukkan

Percobaan ke

Skala
maksimum

Batas ukur

1(satu)

50

10

2(dua)

50

10

3(tiga)

50

10

4 (empat)

50

10

5 (lima)

50

10

Hasil perhitungan
x batas ukur

B. TUGAS
Soal
1. Perhatikan table 1,2, dan 3 apakah hasil pengukuran yang anda peroleh
sama atau tidak? Jelaskan mengapa ?
2. Menurut anda berdasarkan tabel 1,2, dan 3, alat ukur mana yang paling
teliti ?
3. Menurut anda, apakah percobaan mengenai alat ukur dasar ini
bermanfaat bagi anda sebagai mahasiswa jurusan teknik
pertambangan?
Jawaban soal :
1. Berikut data pengukuran yang kami peroleh
Hasil pengukuran panjang
Benda

Jangka sorong (cm)

Benda

Micrometer
sekrup (cm)

Kubus tembaga

X1 = 2cm

Kubus besi

X1 = 1,866 cm

X2= 2,65 cm

X2= 1,865 cm

X3 = 2cm

X3 = 1,865cm

X4= 2,2 cm

X4= 1,915 cm

X5 = 2, 125 cm

X5 = 2,01 cm

Table 1. hasil pengukuran panjang

Hasil pengukuran massa


Benda

Neraca ohaus

Benda

Neraca digital

Kubus besi

M1 = 61,54 gram

Kubus
tembaga

M1 = 66,3 gram

M2 = 61,535 gram

M2 = 66,3 gram

M3 = 61,53 gram

M3 = 66,3 gram

M4 = 61,51 gram

M4 = 66,3 gram

M5 = 61,51 gram

M5 = 66,3 gram

Table 2. hasil pengukuran massa

Hasil Pengukuran Listrik


Benda

Ampere meter

Volt meter

I1= 0,2 A

V1= 1,2 V

I2= 0,2 A

V2= 1,2 V

I3= 0,2 A

V3= 1,2 V

I4= 0,2 A

V4= 1,2 V

I5= 0,2 A

V5= 1,2 V

Table 3. hasil pengukuran listrik


Dari ketiga table di atas, semua hasi pengkuran yang kami
peroleh berbeda pada setiap bahan dengan alat ukur yang berbeda.
Perbedaan tersebut karena benda yang diukur berbeda
2. Alat ukur yang paling teliti adalah
Pada tabel 1 : Mikrometer sekrup lebih teliti
Karena ketelitian nya 0,01 sedangkan jangka sorong hanya 0,05
Pada tabel 2 : Neraca Ohauss lebih teliti karena ketelitiannya
Pada table 3: tidak bisa diketahui alat mana yang paling teliti karena
yang diukur berbeda. Yang satu diukur arus listriknya dan satu lagi di
ukur tegangannya.
3. Sangat bermanfaat karena nantinya bisa digunakan untuk mengukur
Kristal, mengukur batuan .

V.

DISKUSI KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kendala dalam percobaan
- Alat dalam praktikum kurang memadai

B. Kesimpulan
1. Ada beberapa alat ukur dasar yang biasa digunakan dalam laboratorium
yaitu :
- Alat ukur panjang
Yaitu alat yang digunakan untuk mengukur panjang suatu benda.
Diantaranya yaitu : mistar, jangka sorong, micrometer sekrup
- Alat ukur massa
Yaitu alat untuk mengukur massa suatu benda
Diantaranya yaitu : neraca ohaus, neraca digital ,dll.
- Alat ukur listrik
a. Volt meter
Yaitu alat yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik
b. Ampere meter
Yaitu alat yang digunakan untuk mengukur arus listrik
c. Ohm meter
Yaitu alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik
2. Ketelitian yang dimiliki setiap alat ukur
Mistar 0,5 mm/ 0,05 cm ; jangka sorong 0,05 cm ; micrometer sekrup 0,01
; neraca Ohauss 0,1gr ; neraca digital 0,1 gr .
3. Cara menghitung hasil pengukuran
Jangka sorong
: skala utama + skala nonius
Micrometer sekrup : skala utama + skala nonius
Neraca ohauss
: skala lengan belakang + skala lengan tengah + skala
lengan depan
Basic meter
C. Saran

x batas ukur

Alat alat dalam laboratorium harus dilengkapi untuk mempermudah


praktikan dalam memahami dan mengenal semua jenis alat ukur dasar

Analisis pengukuran panjang


a. Pada kubus tembaga
Pada pengukuran yang kami lakukan pada kubus tembaga dengan
jangka sorong, kami memperoleh data sebagai berikut :

No

X (cm)

X2 (kuadrat)

2,05

4,2025

2,2

4,84

2,15

4,6225

(x,x2) 10.4

21,665

Berdasarkan table di atas dapat di hitung nilai ketidak pastian


mutlaknya sebagai berikut:
n
=5
x

= 10,4`

x2

= 21,665

=
= 2.08

Jadi nilai st :
(

St =

St =

)
)

( )

St =
St =
St = 0,0908
Jadi, hasil pengukuran :
X = st
= 2,08 0,0908
Ketidak pastian relative (KR)
KR

= St x 100 %
= 0,0908 x 100%
= 9,08 %

b. Pada kubus besi


Pada pengukuran kubus besi yang kami lakukan dengan micrometer
sekrup kami memperoleh data sebagai berikut :

No

X (cm)

X2 (kuadrat)

1,866

3.482

1,866

3.482

1,865

3.478

1,913

3,66

2,01

4,04

(x,x2) 9,5205

18,142

Berdasarkan table di atas dapat di hitung nilai ketidak pastian mutlaknya sebagai berikut:
n

=5

= 9,5205

x2

= 18,142

=
= 1,904

Jadi nilai st :
(

St =

)
)
(

St =

St =

)
)

( )

St =
St =
St = 0,059
Jadi, hasil pengukuran :
X = st
= 1,904 0,059
Ketidak pastian relative (KR)
KR

= St x 100 %
= 0,059 x 100%

= 5,9 %

X. LAMPIRAN
-

Analisis pengukuran massa


a. Pada kubus besi
Pada pengukuran yang kami lakukan pada kubus besi dengan neraca
ohaus, kami memperoleh data sebagai berikut :

No

m (cm)

m2 (kuadrat)

61,54

3787,1716

61,535

3786,55622

61,53

3785,9409

61,51

3783,4801

61,51

3783,4801

(m,m2) 307,625

18926,6289

Berdasarkan table di atas dapat di hitung nilai ketidak pastian


mutlaknya sebagai berikut:
n
=5
m

= 307,625

m2

= 18926,628

=
= 61,525

Jadi nilai st :
(

St =

)
)
(

St =

St =

( )

St =
St =
St = 0,015
Jadi, hasil pengukuran :
m = st
= 61,525 0,015
Ketidak pastian relative (KR)
KR

= St x 100 %
= 0,015 x 100%
= 1,5 %

b. Pada kubus tembaga


Pada pengukuran yang kami lakukan pada kubus tembaga dengan
neraca digital, kami memperoleh data sebagai berikut :

No

m (cm)

m2 (kuadrat)

66,3

4395,69

66,3

4395,69

66,3

4395,69

66,3

4395,69

66,3

4395,69

(m,m2) 331,5

21978,45

Berdasarkan table di atas dapat di hitung nilai ketidak pastian


mutlaknya sebagai berikut:
n
=5
m

= 331,5

m2

= 21978,45

=
= 66,3

Jadi nilai st :
St =

(
(

)
)
(

St =

St =

( )

St =
St =
St = 0
Jadi, hasil pengukuran :
m = st
= 66,3 0
Ketidak pastian relative (KR)
KR

= St x 100 %
= 0 x 100%
= 0%

Alat ukur listrik


1. Ampere meter
Pada pengukuran yang kami lakukan pada sebuah baterai yang telah
dihubungkan dengan lampu dengan AMPERE meter, kami memperoleh
data sebagai berikut :

No

I (cm)

I2 (kuadrat)

0,2

0,04

0,2

0,04

0,2

0,04

0,22

0,0484

0,2

0,04

(I,I2) 1,02

0,2084

Berdasarkan table di atas dapat di hitung nilai ketidak pastian


mutlaknya sebagai berikut:
n
=5
I

= 1,02

I2

= 0,2084

=
= 0,204

Jadi nilai st :
St =
St =

(
(

)
)
(

St =

( )

St =
St =
St = 0,0089
Jadi, hasil pengukuran :
I = st
= 0,204 0,0089
Ketidak pastian relative (KR)
KR

= St x 100 %
= 0,0089 x 100%
= 0,89%

2. Volt meter
Pada pengukuran yang kami lakukan pada sebuah baterai yang telah
dihubungkan dengan lampu dengan volt meter, kami memperoleh data
sebagai berikut :
No

I (cm)

I2 (kuadrat)

1,2

1,44

1,2

1,44

1,2

1,44

1,2

1,44

1,2

1,44

(v,v2) 6

7,2

Berdasarkan table di atas dapat di hitung nilai ketidak pastian


mutlaknya sebagai berikut:
n
=5

=6

v2

= 7,2

=
= 1,2

Jadi nilai st :
(

St =

( )

St =
St =

)
)

( )

St =
St =
St = 0
Jadi, hasil pengukuran :
I = st
= 1,2 0
Ketidak pastian relative (KR)
KR

= St x 100 %
= 0,0089 x 100%
= 0,89%

DAFTAR PUSTAKA
http://rikadiantoro.wordpress.com/tag/mikrometer-sekrup/ : Senin 28/4/2014 22.38
http://martinasihombing.blogspot.com/2013/12/makalah-fisika-dasar-pengukuran.htmlSENIN

28/4/2014

22.37
http://chemistry35.blogspot.com/2011/07/neraca-digital-merupakan-alat-yang.html : senin 28/4/2014 22.36