Anda di halaman 1dari 9

Diet

Penyakit Hati

Hati merupakan salah satu alat tubuh penting yang berperan dalam
metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Kelainan atau kerusakan pada
hati berpengaruh terhadap fungsi saluran cerna dan penggunaan makanan
dalam tubuh sehingga sering menyebabkan gangguan gizi

Hepatitis

Sirosis Hati

Hepatitis adalah peradangan hati


yang disebabkan oleh keracunan
toksin tertentu atau karena infeksi
virus

Sirosis Hati adalah kerusakan hati yang


menetap disebabkan oleh Hepatitis Kronis,
alkohol, penyumbatan saluran empedu dan
berbagai kelainan metabolic

Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal tanpa


memberatkan fungsi hati.
Meringankan beban fungsi hati.
Meningkatkan regenerasi jaringan hati dan mencegah kerusakan
lebih lanjut dan meningkatkan fungsi jaringan hati yang tersisa.
Mencegah katabolisme protein
Mencegah atau mengurangi asites, varises esophagus dan
hipertensi portal.
Mencegah koma hepatic.

Syarat Diet Hati


Energi tinggi untuk mencegah
pemecahan protein, yang diberikan
bertahap sesuai kemampuan pasien.
Lemak sedang yaitu 20-25% dari
kebutuhan energi total, bila pasien
mengalami steatorea gunakan
lemak dengan asam lemak rantai
sedang.
Protein tinggi agar terjadi
anabolisme protein. Diutamakan
berasal dari protein yang bernilai
biologis tinggi, seperti daging sapi,
ikan, ayam, telur ayam.

Vitamin dan mineral diberikan sesuai


dengan tingkat defisiensi. Bila perlu,
diberikan suplemen vitamin B
kompleks, Vitamin C dan Vitamin K
serta mineral Zn dan Fe bila ada
anemia.
Rendah garam bila ada oedema dan
acites.
Hindari bahan makanan yang
menimbulkan gas, seperti kol, sawi,
lobak, nangka, durian.
Bentuk makanan lunak untuk
meringankan kerja hati.

Bahan Makanan yang Dianjurkan


Sumber karbohidrat seperti nasi, kentang, roti, mie, makaroni, bihun, gula.
Sumber protein hewani seperti, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan.
Sumber protein nabati, seperti tahu, tempe, kacang-kacangan lain yang diolah
dengan cara direbus atau dikukus.
Sayuran yang tidak terlalu banyak serat, seperti: bayam, wortel, labu siam, labu
kuning yang dimasak sampai lunak.
Mentega dan margarin dalam jumlah yang dibatasi.
Semua buah-buahan kecuali yang dilarang.
Teh dan kopi yang encer, sirup.
Bumbu-bumbu dapur masih dapat dipergunakan asal pemakaiannya
diperhatikan dan tidak menimbulkan rangsangan seperti: Bawang merah,
bawang putih, ladam kunyit, jahe, salam, sereh, kayu manis dan ketumbar.

Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan


Ubi, tape, kue yang terlalu gurih seperti: cake dan tarcis.
Daging yang berlemak seperti: daging kambing, jerohan, daging babi, daging ayam
berkulit dan daging yang diawetkan seperti: sosis, korned dan sarden.
Sayuran yang menimbulkan gas seperti: kool, sawi, lobak
Sayuran yang terlalu tinggi serat seperti: daun singkong, daun papaya, selada air,
nangka muda, genjer, sayuran kalengan dan sayuran yang diasinkan.
Buah-buahan yang terlalu merangsang seperti: nangka, nanas, kedongdong,
durian, alpukat dan salak.
Semua makanan yang diolah dengan pengolahan deep frying, santan yang kental
dan kelapa.
Minuman yang mengandung alcohol atau minuman kemasan.
Bumbu seperti: cabe, petis, tauco, vetsin, kecap asin.

Pilihlah teknik memasak dengan cara


merebus, mengukus, memanggang,
mengungkep, pepes.
Hindari makanan yang digoreng.
Dianjurkan menumis dengan mengunakan
minyak kedele atau minyak jagung.
Sayuran dimasak sampai matang.
Hindari penggunaan santan kental pada
masakan.

Contoh
Menu

Pagi

Siang

Malam

Nasi Tim

Nasi Tim

Daging bb lapis

Ikan panggang bb kecap Oseng ayam cb hijau

Pepes tahu

Tempe kukus saos tomat Tahu bb kuning

Setup sayuran

Sayur bening bayam

Cah sayuran

(Buncis + Wortel)

Buah: Pepaya

Buah: Jeruk manis

Buah: Melon
Jam 10.00 (Selingan)

Roti

panggang

pisang strawberry

Jam 16.00 (Selingan)

isi Pudding Maizena saus


jeruk

Nasi Tim

Terima Kasih