Anda di halaman 1dari 2

G.

Pembahasan
Percobaan yang kita lakukan kali ini yaitu berjudul tentang Kinetika Saponifikasi
Etilasetat. Dan Percobaan ini bertujuan untuk menentukan orde reaksi, konstanta laju
reaksi, energi aktivasi, dan faktor pre-eksonensial dari reaksi saponifikasi ester dengan
metode konduktometri.
Prinsip kerja yang dilakukan yaitu melakukan pengenceran NaOH dan larutan
CH3COOC2H5.Kemudian kedua larutan yang sudah diencerkan dicampurkan dan
diamati daya hantarnya dengan konduktometri. Pengukuran ini dilakukan dengan
beberapa variasi suhu yaitu 30C, 40C, 50C, dan 60C. Pencampuran kedua larutan
ini menjelaskan prinsip dari saponifikasi yaitu hidrolisis asam lemah (CH 3COOC2H5)
oleh adanya basa lemah (NaOH). Reaksi yang terjadi yaitu :
CH3COO2H5 + NaOH
CH3COONa + CH3CH2OH
Berdasarkan hasil percobaan yang kami dapatkan pada tabel percobaan pada
suhu30C, 40C, 50C, dan 60C, diperelah grafik yang berbentuk linear yang yang
menendakan bahwa persamaan tersebut berada pada orde kedua, dimana semakin
banyak waktu (t) yang diperlukan maka akan semakin meningkat juga nilai 1/[A]t,
sehingga antara 1/[A]t dengan t berbanding lurus. Hasil percobaan pada suhu 40C,
50C, dan 60C, grafik yang diperoleh linear tetapi tidak sempurna ini dapat disebabkan
karena sulitnya menjaga agar suhu tetap konstan sehingga daya hantar listrik yang di
hasilkan menjadi naik turun tidak tetap dan cenderung mempunyai keneikan yang
berfariasi.
Persamaan garis yang diperoleh dari hasil percobaan yaitu :
pada suhu 30C (y=0,0859X+0,9753),
pada suhu 40C (y=0,0512X+0,874),
pada suhu 50C (y=0,0433X+0,8465),dan
pada suhu 60C (y=0,0237X+0,837).
Setelah dihitung keempat suhu tersebut maka akan diperoleh masing-masing nilai
Kr.NilaiKr ini Kemudian akan digunakan untuk menghitung penentuan nilai energi
aktifasi dan faktor pre-eksonensial. Penentuan energi aktivasi (Ea) dan faktor preeksonensial diperoleh dengan diketahuinya nilai T dan Kr. Nilai Kr diperoleh
berdasarkan persamaan garis yang diperoleh pada grafik yaang terakhir yaitu grafik
tentang perbandingan persamaan suhu.Grafik hubungan ln Kr vs 1/T diperoleh
persamaan y=2270X-10,078.
Untuk perhitungan energi aktivasi (Ea), akan dicari nilainya dari persamaan garis
yang di ketahui pada grafik yang terahir. pada persamaan garis tersebut diketahui nilai
Ea/R adalah 2270. Sehingga dari persamaan tersebut dapat diperoleh nilai Ea yaitu= 18872,78, sedangkan nilai pre-eksonensial (A) diperoleh dari nilai ln A = - 0,078. karena
nilai A pada persamaan garis tersebut masih dalam bentuk ln A maka dikembalikan
menjadi -10,078 , sehingga hasil yang diperoleh yaitu 4,200X10-5.

Pada persamaan Arhenius diatas minus untuk eksponen Ea/RT, maka konstanta laju
menurun seiring dengan meningkatnya energi aktivasi dan meningkat dengan
meningkatnya suhu

Anda mungkin juga menyukai