Anda di halaman 1dari 335

Implementasi Kurikulum 2013

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


2013
1

ASPEK UTAMA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013:

A PERUBAHAN MIND SET


B KETERAMPILAN DAN KOMPETENSI GURU
C

KEPEMIMPINAN, KULTUR DAN MANAJEMEN


SEKOLAH

INTEGRASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013


PADA PLPG 2013 :

KOMPOSISI SUBSTANSI KAJIAN


STRATEGI : PERUBAHAN MIND SET
PERUBAHAN POLA PEMBELAJARAN YANG
RELEVAN DENGAN KURIKULUM 2013
(AKTIVITAS PEROLEHAN DAN PENGUATAN
KOMPETENSI SPESIFIK BAGI PESERTA PLPG)
SISTEM EVALUASI

A
PERUBAHAN MINDSET
....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

PERGESERAN POLA PIKIR

Berpikir linier sistemik


Berpikir parsial holistik
Berpikir objek konektivitas (keterkaitan)
Berpikir hierarkhis jaringan (networking)
Berpikir struktur proses

Mindset Guru sebagai Profesi


Bekerja pragmatis paradigma ibadah

POLA PIKIR
Sumber : Kemdikbud, 2012.

MEMPENGARUHI
KEPUTUSAN

WUJUD TINDAKAN :
MENGIKUTI
TOKOH PANUTAN

Meyakinkan
mengapa harus
berubah mindset?
(Mengapa orang
sukses ? Sebab
mindset diset
menjadi orang
sukses
(mencapai
kesuksesan)
Bagaimana
melakukannya ?
Insiatif
memerlukan
kesdaran Guru
Pengaruh
eskternal
memerlukan
TOKOH
PANUTAN
HABIT/
BUDAYA

FAKTA PERUBAHAN KURIKULUM

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

Perkembangan Kurikulum di Indonesia


1975
Kurikulum
Sekolah Dasar

1947
Rencana Pelajaran
Dirinci dalam
Rencana Pelajaran
Terurai
1968

1994
Kurikulum
1994

Kurikulum
Sekolah Dasar

1945 1955

1965

1964
Rencana
Pendidikan
Sekolah Dasar
Sumber : Kemdikbud, 2012.

1975

1973
Kurikulum
Proyek Perintis
Sekolah
Pembangunan
(PPSP)

1985

1995

1984
Kurikulum
1984

2004
Rintisan
Kurikulum
Berbasis
Kompetensi
(KBK)

2013

Kurikulum 2013

2005

2015

2006
Kurikulum
Tingkat
Satuan
Pendidikan
(KTSP)

1997
Revisi Kurikulum
1994

SAAT INI :2013


KURIKULUM
PT
SMA/K

SMP
SD
Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960).

RAPOR SAAT INI HANYA


MELAPORKAN KOMPETENSI
PENGETAHUAN (KECUALI
SEKOLAH TERTENTU).

Kompetensi yang
seharusnya dimiliki siswa :
SIKAP, PENGETAHUAN DAN
KETERAMPILAN

akibatnya

AKTIVITAS PEMBELAJARAN
DIREDUKSI MENJADI
KEGIATAN PENGETAHUAN
SAJA

PENILAIAN JUGA DIREDUKSI


MENJADI HANYA
MENGANDALKAN TES

Tidak memotivasi siswa


GAGAL MEMBANGUN
KREATIVITAS LULUSAN
DAYA SAING LULUSAN
DAN BANGSA

Tidak memberi efek terhadap


perbaikan pembelajaran

Tidak memberi informasi yang


akurat bagi stakeholders (orang
tua, dunia kerja dan masyarakat)
9

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013


PERANCANGAN
PROSES PEROLEHAN
KOMPETENSI
(PROSES BELAJAR)
DAN MATERI

ARSITEKTUR
INSTRUMEN
PENILAIAN
KOMPETENSI

RANCANGAN PROSES
PENILAIAN
PENGADMINSTRASIAN

PELAPORAN
KOMPETENSI
SISWA (RAPOR)

PERUBAHAN MANAJEMEN SEKOLAH :


JADWAL, KALENDER PENDIDIKAN, POLA SUPERVISI, SISTEM PERENCANAAN,
PEMINATAN, KULTUR, AKTIVITAS PENGENDALIAN, REVITALISASI KEGIATAN
EKSTRAKURIKULER, DSB.

PELATIHAN GURU, KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS:


PENETAPAN DESAIN : PERUBAHAN MIND SET KETERAMPILAN
MENERAPKAN KURIKULUM 2013
PENETAPAN MATERI
PENETAPAN PESERTA, NS, IN, GI dan GS
SISTEM EVALUASI dan PENJAMINAN MUTU

10

RAPOR SEKOLAH DASAR ...1/3

1. Pengetahuan

Aspek

Mengingat dan
memahami
pengetahuan faktual
dan konseptual
berdasarkan rasa
ingin tahu tentang:
- dirinya,
- makhluk ciptaan
Tuhan dan
kegiatannya
- benda-benda lain di
sekitarnya

Catatan

Diisi oleh guru dalam


kalimat positif tentang
apa yang menonjol
terkait kemampuan anak
dalam tiap muatan
pelajaran dan apa yang
perlu usaha-usaha
pengembangan untuk
mencapai kompetensi
yang ditetapkan pada
kelas yang diikutinya.
11

RAPOR SEKOLAH DASAR ...2/3

2. Keterampilan

Aspek

Menyajikan kemampuan
mengamati, menanya, dan
mencoba dalam:
- bahasa yang jelas, logis
dan sistematis
- karya yang estetis
- gerakan anak sehat
- tindakan anak beriman
dan berakhlak mulia

Catatan

Diisi oleh guru


dalam kalimat
positif tentang apa
yang menonjol dan
apa yang perlu
usaha-usaha
pengembangan
untuk mencapai
kompetensi yang
ditetapkan pada
kelas yang
diikutinya.
12

RAPOR SEKOLAH DASAR ...3/3

3. Sikap
Aspek

Menerima,
menjalankan, dan
menghargai ajaran
agama yang
dianutnya.

Catatan

Diisi oleh guru dalam kalimat


positif tentang apa yang
menonjol dan apa yang perlu
usaha-usaha pengembangan
untuk mencapai kompetensi
yang ditetapkan pada kelas yang
diikutinya.
Menunjukkan
Diisi oleh guru dalam kalimat
perilaku jujur,
positif tentang apa yang
disiplin, tanggung
menonjol dan apa yang perlu
jawab, santun,
usaha-usaha pengembangan
peduli, percaya diri, untuk mencapai kompetensi
dan cinta tanah air yang ditetapkan pada kelas yang
diikutinya.
13

RAPOR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA...1/4

Capaian
No

Mapel

Pengetahuan Keterampilan

Sikap Sosial dan


Spiritual
Dalam
Mapel

Antarmapel

Kelompok A
1

2
3
4
5
6
7

Pendidikan Agama dan Budi


Pekerti
(Nama guru)
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (Nama guru)
Bahasa Indonesia (Nama guru)

1 4 (kelipatan
0,33)

1 4 (kelipatan
0,33)

SB, B, C, K
(diisi oleh
Guru)

Matematika (Nama guru)


Ilmu Pengetahuan Alam(Nama
guru)
Ilmu Pengetahuan Sosial (Nama
guru)
Bahasa Inggris (Nama guru)
Catatan:
SB : Sangat Baik

B : Baik

C: Cukup

K: Kurang

Disimpulkan
secara utuh
dari sikap
peserta
didik dalam
Mapel
(Deskripsi
Koherensi)
(diisi oleh
Wali Kelas
didahului
diskusi
dengan
semua guru)

14

RAPOR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA...2/4

Capaian :
No

Mapel

Pengetahuan

Keterampilan

Seni Budaya (Nama


guru)
Pendidikan Jasmani,
Olah Raga, dan
Kesehatan (Nama
guru)
Prakarya (Nama
guru)

Catatan:
SB : Sangat Baik

Dalam
Mapel

Antarmapel
Disimpulkan
secara utuh
dari sikap
peserta didik
dalam Mapel
(Deskripsi
Koherensi)
(diisi oleh Wali
Kelas
didahului
diskusi dengan
semua guru)

Kelompok B
1

Sikap Sosial dan


Spiritual

B : Baik

C: Cukup

K: Kurang

15

RAPOR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ...3/4


Deskripsi :
No.
Mapel
Kelompok A
1 Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti
2

Pendidikan Pancasila dan


Kewarganegaraan

Bahasa Indonesia

Matematika

Kompetensi

Catatan

Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Aljabarnya lemah,
perlu ditingkatkan
dalam hal
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual

16

RAPOR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ...4/4

Deskripsi :
No.
Mapel
Kelompok B
1
Seni Budaya

Pendidikan Jasmani,
Olahj Raga, dan
Kesehatan
Prakarya

Kompetensi

Catatan

Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual

Catatan:
Untuk mata pelajaran yang belum tuntas pada semester berjalan, dituntaskan melalui
pembelajaran remedi sebelum memasuki semester berikutnya.
Dinyatakan tidak naik kelas bila terdapat 3 mata pelajaran atau lebih, pada kompetensi
pengetahuan, keterampilan,dan/atau sikap belum tuntas/belum baik.
17

Creating

Characterizing/
Actualizing

Communicating

Evaluating

Organizing/
Internalizing

Associating

Analyzing

Valuing

Experimenting

Applying

Responding

Questioning

Understanding

Accepting

Observing

Knowing

Attitude
(Krathwohl)
Sumber : Kemdikbud, 2012.

Skill
(Dyers)

Knowledge
(Bloom)
18

Buku berbasis aktivitas untuk semua jenjang


sekolah, terutama untuk SD/MI
Tiap pembahasan menggunakan pendekatan
kontekstual (idealnya transdisipliner)
Mengajak siswa untuk mencari tahu berdasarkan
konteks pembahasannya
Pendekatan terpadu untuk buku SD/MI dan IPA-IPS
SMP/MTs
Tiap pembahasan mencakup tiga ranah
kompetensi: pengetahuan, keterampilan, sikap
Tiap bab/tema memuat satu atau lebih projek
untuk dikerjakan dan disajikan siswa
Sumber : Kemdikbud, 2012.

19

Memuat kompetensi, isi, proses dan penilaian (self


explain dan siswa dapat melakukan self assesment)
Bukan content based tetapi activity based
Memuat penilaian capaian pembelajaran secara
bertahap mulai review [ulasan], exercise [latihan],
problem [pemecahan masalah], challenge
[tantangan yang membutuhkan pemikiran
mendalam], dan project [kegiatan bersama dalam
memecahkan permasalahan yang membutuhkan
dukungan sumber lainnya].
Menekankan penggunaan bahasa yang jelas, logis,
sistematis.
Keterampilan tidak selalu dalam ranah abstrak,
tetapi juga harus konkret dalam bentuk tindakan
nyata
Sumber : Kemdikbud, 2012.

20

HAKIKAT PERUBAHAN KURIKULUM

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

21

1 Mempersiapkan Generasi Emas 100 Tahun Indonesia Merdeka

Kelompok umur

Struktur Penduduk Indonesia


Tahun 2010
90+
80-89
70-79
60-69
50-59
40-49
30-39
20-29
10-19
0-9

Periode Bonus Demografi


2010-2035

0.28
1.58
5.43

Pendidikan Menengah Universal


Pendidikan Tinggi yang berkualitas dan berdaya saing
Pendidikan Dasar berkualitas dan merata
Pendidikan karakter
Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah

10.75
20.01
30.57
38.34
41.20

10.00

20.00

30.00

40.00

90+
80-89
70-79
60-69
50-59
40-49
30-39
20-29
10-19
0-9

0.2
0.9
3.1
5.6

Perempuan

9.7

0.1
0.7
2.4
5.2
10.3

15.2
19.0
20.7
21.3
22.3
30

20

10

35-44 tahun

50.00

Paudisasi
Pendidikan Dasar berkualitas dan merata
Pendidikan karakter
Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah

Jumlah Penduduk (juta)

Laki-laki

15.4
19.3
20.5
22.3
23.6
0

10

20

Generasi yang secara aktif


mampu mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara serta dunia secara global.

30

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011

Sasaran Kelompok
Strategis

Manusia yang beriman dan


bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta
bertanggung jawab (Psl 3 UU 20)

45-54 tahun

43.55
45.93

0.00

Generasi 100 thn Merdeka


(Usia pada tahun 2045)

Strategi
Pembangunan
Pendidikan

Generasi yang
cerdas komprehensif: a.l
produktif, inovatif, damai dlm
interaksi sosialnya, sehat dan
menyehatkan dalam
interaksi alamnya, dan
berperadaban unggul

22

Bonus Demografi Sebagai Modal Indonesia 2045

SDM
Usia Produktif
Melimpah
Sumber : Kemdikbud, 2012.

Kompeten

Modal
Pembangunan

Transformasi Melalui Pendidikan


Tidak Kompeten

Beban
Pembangunan

100 tahun kemerdekaan

-Kurikulum
- PTK
-Sarpras
-Pendanaan
-Pengelolaan

8 SNP

"Bonus Demografi"

23

DIMENSI PENGEMBANGAN KURIKULUM


ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAAN
Perrenialism
Essentialism
Progressivism
RPJMN 2010-2014
Reconstructionism
PENDIDIKAN
EVALUASI KURIKULUM:
Penetapan Konteks dan
Tujuan
Pemilihan Model
Pelaksanaan
Revisi Kurikulum

NO

STANDAR

SEKTOR

Perubahan metodologi
pembelajaran
Penataan kurikulum
INPRES NOMOR 1 TAHUN
2010
Percepatan Pelaksanaan
Prioritas Pembangunan
Nasional:
Penyempurnaan
kurikulum dan metode
pembelajaran aktif
berdasarkan nilai-nilai
Budaya bangsa untuk
membentuk daya saing
dan karakter bangsa

FILOSOFI KURIKULUM 2013 : UU Sisdiknas


Pasal 1 Butir 1 dan 2 : Hakikat Pendidikan : peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kompetensi yang berakar pada nilainilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan
tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

TEORI PENGEMBANGAN KURIKULUM : UU Sisdiknas

Pasal 4 : azas, prinsip, sistem, proses, budaya,


pola, dan pengendalian mutu.
Pasal 3 : fungsi (mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa)
Teori berbasis Kecakapan pekerjaan organisasi isi
dan kompetensi sebagai pribadi yang dewasa
kepemilikan sikap, keterampilan, pengetahuan
secara holistik, atau formal, valuasional dan
praksiologi.

URAIAN

1.

KOMPETENSI
LULUSAN

Dikembangkan sesuai tuntutan


kekinian Indonesia dan masa depan
sesuai kebutuhan.

2.

ISI

Diurai atas kecukupan dan kesesuaian


dengan kompetensi.

3.

PROSES

Dirancang berbasis kompetensi dengan


pendekatan scientific

4.

PENILAIAN

Berbasis proses dan output dengan


teknik tes dan non tes (portfolio).

KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM


DIKEMBANGKAN BERDASARKAN ASPEK
RELEVANSI (Pasal 38 UU Sisdiknas)

KURIKULUM 2013 (KBK): Penyempurnaan


Standar : KOMPETENSI LULUSAN, ISI,
PROSES, dan PENILAIAN
24

....Indonesias economy has enormous promise...


.... Indonesias recent impressive economic performance is not widely understood ....

Perlu dipersiapkan
social engineering

Perlu peningkatan
akses, kualitas dan
relevansi
pendidikan

Sumber: Archipelago Economy: Unleashing Indonesias Potential (McKinsey Global Institute, 2012)

25

Pengaruh Kualitas Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Indonesia

World Bank, Education Quality and Economic Growth, 2009

Kualitas pendidikan
berpengaruh positif thd
pertumbuhan ekonomi
dengan koefisen
kontribusi hampir 2 kali
Untuk negara dengan PDB
/Kapita dibawah rata-rata
dunia, koefisien ini
bernilai lebih tinggi yaitu
2.28
Kualitas pendidikan
berpengaruh terhadap
produktivitas tenaga kerja

26

Pergeseran Paradigma Pembangunan


s/d Dekade 1980an

Dekade 1990an-2010an

Dekade 2020an dst

Pembangunan
Ekonomi Berbasis
Sumberdaya

Pembangunan
Ekonomi Berbasis
Pengetahuan

Pembangunan
Kesejahteraan
Berbasis Peradaban

Sumber Daya Alam


sebagai
Modal Pembangunan

Pengetahuan sebagai
Modal Pembangunan

Peradaban sebagai
Modal Pembangunan

Kekayaan
Pengetahuan

SDM Berpengetahuan
sebagai
Modal Pembangunan
Penduduk Sebagai
Pelaku/Kontributor

Kekayaan
Pengetahuan

Pendidikan

Penduduk Sebagai
Pasar/Pengguna

Pendidikan

Sumber Daya
Manusia sebagai
Beban Pembangunan

SDM Beradab
sebagai
Modal Pembangunan
Penduduk Sebagai
Kreator/Disiminator

Kekayaan
Peradaban

Pendidikan, dalam jangka panjang, adalah faktor tunggal paling menentukan melebarnya
jurang kesenjangan, oleh karena itu investasi dalam bidang pendidikan adalah cara logis
untuk menghilangkan kesenjangan tersebut
27

Pembangunan Kesejahteraan Berbasis Peradaban

Modal SosialBudaya
Modal Sistem
Pemerintahan

Modal
Peradaban

Modal
SDM
-Sikap
-Keterampilan
-pengetahuan

Pembangunan
Kesejahteraan

Modal Individu

Modal
Pengetahuan/
Keterampilan
Global Prosperity Index menempatkan Indonesia pada
urutan ke 63, dengan modal sosial-budaya menempati
urutan ke 27
Sumber : Kemdikbud, 2012.

Terwujud Melalui
Keutuhan ASK

28

Pendidikan, Bahasa, dan Kebudayaan


Utuh

Alam

-Logika
-Etika
-Estetika
- Spiritua
lita

Budaya

Bahasa

Eksistensi

-Pikiran
-Perasaan

IPTEK
Ekspresi

Manusia

Pengetahuan

Seni

Peradaban

Pendidikan
Abstraksi

Masyarakat

(pengalaman) Interaksi

Tuhan

Internalisasi

Pembudayaan
Aktualisasi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Membentuk Insan Indonesia yang Beradab


Kompetensi Inti IV (SD/MI): Menyajikan Pengetahuan yang dimiliki dengan bahasa
yang jelas, logis, sistematis, dengan karya yang estetis, dan dengan tindakan yang
mencerminkan anak beriman dan berakhlak mulia
29
Sumber : Kemdikbud, 2012.

Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21


Ciri Abad 21

Informasi
(tersedia dimana saja, kapan saja)

Komputasi
(lebih cepat memakai mesin)

Otomasi
(menjangkau segala pekerjaan rutin)

Komunikasi
(dari mana saja, ke mana saja)

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Model Pembelajaran
Pembelajaran diarahkan untuk mendorong
peserta didik mencari tahu dari berbagai
sumber observasi, bukan diberi tahu
Pembelajaran diarahkan untuk mampu
merumuskan masalah [menanya], bukan
hanya menyelesaikan masalah [menjawab]
Pembelajaran diarahkan untuk melatih
berfikir analitis [pengambilan keputusan]
bukan berfikir mekanistis [rutin]

Pembelajaran menekankan pentingnya


kerjasama dan kolaborasi dalam
menyelesaikan masalah

30

Kerangka Kompetensi Abad 21


Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008
Kehidupan dan Karir
Fleksibel dan adaptif
Berinisiatif dan mandiri
Keterampilan sosial dan budaya
Produktif dan akuntabel
Kepemimpinan&tanggung jawab

Pembelajaran dan Inovasi


Kreatif dan inovasi
Berfikir kritis menyelesaikan masalah
Komunikasi dan kolaborasi

Informasi, Media and


Teknologi
Melek informasi
Melek Media
Melek TIK

Kerangka ini menunjukkan


bahwa berpengetahuan
[melalui core subjects] saja
tidak cukup, harus dilengkapi:
-Berkemampuan kreatif - kritis
-Berkarakter kuat [bertanggung
jawab, sosial, toleran,
produktif, adaptif,...]
Disamping itu didukung dengan
kemampuan memanfaatkan
informasi dan berkomunikasi
Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,...

31

Kerangka Kompetensi Abad 21


Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008
Mendukung Keseimbangan
penilaian: tes standar serta
penilaian normatif dan sumatif
Menekankan pada pemanfaatan
umpan balik berdasarkan kinerja
peserta didik
Membolehkan pengembangan
portofolio siswa

Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang tidak


hanya tes saja, tetapi dilengkapi dengan penilaian lain
termasuk portofolio siswa. Disamping itu dierlukan
dukungan lingkungan pendidikan yang memadai

Menciptakan latihan pembelajaran,


dukungan SDM dan infrastruktur
Memungkinkan pendidik untuk
berkolaborasi, berbagi pengalaman
dan integrasinya di kelas
Memungkinkan peserta didik untuk
belajar yang relevan dengan konteks
dunia
Mendukung perluasan keterlibatan
komunitas dalam pembelajaran, baik
langsung maupun online

32

Grafik Hubungan Inovasi dan Daya Saing


7
6

Competitiveness Score

Indonesia
5
4
3

y = 0,051x + 1,6176
Koef Korelasi = 0,91

GCI: Global Competitiveness Index


ICI: Innovation Capability Index

1
0
0
Sumber:

10

20

30

40
50
Innovation Score

60

World Economic Forum. The Global Competitiveness Report 20122013.


Augusto Lpez-Claros. The Innovation for Development Report 20102011.

70

80

90

33

Koef Korelasi = 0,84

Source: Martin Prosperity Institute. 2011. Creativity and Prosperity: The Global Creativity Index.

34

ESENSI PERUBAHAN KURIKULUM

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

35

ESENSI KURIKULUM 2013: ...1/4


SAAT BERTINDAK :

SIKAP

MEMANDU

PROSES PEMBENTUKAN :

PENGETAHUAN KETERAMPILAN

MENDAHULUI PEMBENTUKAN
(DIINTEGRASIKAN DALAM
AKTIVITAS PENGETAHUAN
DAN KETERAMPILAN

PENGETAHUAN KETERAMPILAN

SIKAP

DIBIASAKAN (DIBUDAYAKAN)
DAN DIAMATI ATAU DINILAI

DITUANGKAN DALAM RPP DAN


DILAKUKAN DALAM PEMBELAJARAN

Pembentukan Kompetensi Melalui


Pembelajaran dan Pemanfaatannya
Belajar
Bagaimana
Belajar
Mengapa

Keterampilan

Belajar Apa

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Pembelajaran K-S-A
Sumber : Alkaff, 2012.

Pengetahuan

Sikap
Pemanfaatan A-S-K

37

ESENSI KURIKULUM 2013: ...2/4


KONDISI SAAT INI
Kompetensi : sikap,
pengetahuan dan keterampilan
belum secara jelas diurai ,
bahkan cenderung dipersepsi
menjadi kognitif, afektif, dan
psikomotorik saja. Tidak
digunakan memandu materi
ajar.

Dominan pada pengetahuan


Aktivitas pembelajaran hanya
domain pengetahuan
Penilain dominan
menggunakan tes

Rapor cendrung hanya


melaporkan
kompetensi bidang
pengetahuan

menuju

KURIKULUM 2013
Kompetensi : sikap, pengethuan
dan keterampilan diurai menjadi
KI-1, KI-2, KI-3 dan KI-4, yang
memandu penetapan materi
Perpaduan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan
Aktivitas pembelajaran didesain
pada 3 ranah sikap, pengetahuan
dan keterampilan

Penilain menggunakan tes,


obervasi, portfolio dan penilaian
sikap
Rapor berisi komponen sikap,
pengetahuan dan keterampilan
yang dilengkapi dengan deskripsi
kualitiatif
38

ESENSI KURIKULUM 2013: ...3/4


KONDISI SAAT INI
Di SD diajarkan berbasis mata
pelajaran, padahal tidak didukung
oleh terori pendidikan dan teori
psikologi yang berlaku
Di SMP diajarkan kelompok IPA dan
IPS secara parsial
Tidak tampak integrasi antar jenjang
pendidikan sehingga jenjang
sebelumnya seolah-olah bukan
prasyarat untuk jenjang berikutmya.
Bahasa tidak mampu memandu mapel
yang lain sebab kompetensi terpenting
dalam bahasa tidak dilatihkan secara
memadai
Meninggalkan kaidah metodologi
ilmiah dan tidak kokoh berpijak pada
kaidah pendidikan sehingga pemilihan
model tidak akurat

menuju

KURIKULUM 2013
SD : tematik terpadu, SMP
tematika terpadu + Mapel,
SMA/SMK : berbasis mapel
(tematik boleh saja sampai PT)
IPA dan IPS masih menggunakan pola tematik terpadu
Kompetensi antar jenjang
diintegrasikan sehingga tampak
berkesinambungan

Pembelajaran bahasa yang


berbasis teks akan mendorong
kemampuan berbahasa sejak
dini
Mengutamakan pendekatan
saintifik yang mengantarkan siswa
tidak berhenti pada pengetahuan
tetapi berlanjut ke keterampilan
dan pembentukan sikap.
39

KETERPADUAN ANTAR JENJANG


dan TEMATIK TERPADU

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

40

4/4
....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang
terpadu antara (1) rekonstruksi kompetensi
lulusam, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi
pembelajaran dan (4) reformasi penilaian.......

PT

SMA/K

SMP
SD
TEMATIK
TERPADU

(Semua Muatan
kecuali agama)

TEMATIK
TERPADU
(IPA dan IPS)
+
MAPEL

TEMATIK
+
MAPEL
(Integrasi
Pendidikan
Menengah
SMA dan
SMK)

TEMATIK
+
MATA
KULIAH

41

PENTINGNYA TEMATIK TERPADU : 1/3


Pendidik dan peneliti meyakini bahwa anak melihat dunia
sebagai suatu keutuhan yang terhubung, bukannya
penggalan-penggalan yang lepas dan terpisah. [Departemen
Pendidikan Alberta, Kanada]
Walaupun sekolah dasar dirancang dengan menggunakan
mata pelajaran dengan definisi kompetensi yang berbeda satu
dengan yang lain [seperti pada KBK 2004 dan KTSP 2006],
mapel tertentu akan menghasilkan keluaran-keluaran yang
sama dengan mapel lainnya. [Departemen Pendidikan
Alberta, Kanada]
Mapel-mapel yang berbeda tersebut, ternyata sangat banyak
keterkaitan satu sama lain [sebagaimana tampak pada
rumusan kompetensi dasar KTSP 2006]. Dengan demikian
keterpaduan konten pada berbagai mapel dan arahan bagi
siswa untuk dapat membuat keterkaitan antar mapel akan
memperkuat pembelajaran siswa. [Departemen Pendidikan
Alberta, Kanada]
Sumber : Kemdikbud, 2012.

42

PENTINGNYA TEMATIK TERPADU : 2/3


Kurikulum terpadu sebagai panutan dalam tematik terpadu
adalah salah satu pendekatan pembelajaran dimana kompetensi
[pengetahuan, keterampilan, dan sikap] dari berbagai mapel
digabungkan menjadi satu untuk merumuskan pemahaman
yang lebih mendalam dan mendasar tentang apa yang harus
dikuasai siswa.
Telah banyak peneliti pendidikan yang menekankan pentingnya
pembelajaran terpadu seperti Susan Drake, Heidi Hayes Jacobs,
James Beane and Gordon Vars, dll yang menyatakan bahwa
kurikulum adalah terkait, terpadu, lintas disiplin, holistik,
dan berbagai istilah lain yang memiliki arti yang sama.

James Beane lebih jauh menekankan When we are confronted


in real life with a compelling problem or puzzling situation,
we dont ask which part is mathematics, which part is
science, which part is history, and so on. Instead we draw on
or seek out knowledge and skill from any and all sources that
might be helpful

Sumber : Kemdikbud, 2012.

43

PENTINGNYA TEMATIK TERPADU : 3/3


Bagi sekolah dasar yang menganut sistem guru kelas, tematik
terpadu akan memberikan banyak keuntungan antara lain:
Fleksibilitas pemanfaatan waktu dan menyesuaikannya dengan
kebutuhan siswa

Menyatukan pembelajaran siswa, konvergensi pemahaman


yang diperolehnya sambil mencegah terjadinya inkonsistensi
antar mata pelajaran
Merefleksikan dunia nyata yang dihadapi anak di rumah dan
lingkungannya
Selaras dengan cara anak berfikir, dimana menurut penelitian
otak mendukung teori pedagogi dan psikologi bahwa anak
menerima banyak hal dan mengolah dan merangkumnya
menjadi satu. Sehingga mengajarkan secara holistik terpadu
adalah sejalan dengan bagaimana otak anak mengolah
informasi.

Sumber : Kemdikbud, 2012.

44

Sruktur Kurikulum

45

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): ...1/15

Struktur Kurikulum merupakan


pengorganisasian Kompetensi

Inti, Kompetensi Dasar, muatan


Pembelajaran, mata pelajaran,
dan beban belajar pada setiap

satuan pendidikan dan program


pendidikan.

46

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): ... 2/15


PAUDNI
PENDIDIKAN DASAR
SD/MI/SDLB
SMP/MTs/SMPLB
PENDIDIKAN MENENGAH :
SMA/MA/SMALB/SMK/MAK
PENDIDIKAN NON FORMAL

47

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 3/15


PAUDNI : berisi program pengembangan pribadi

anak.
SATUAN PENDIDIKAN DASAR : berisi muatan

umum
(muatan nasional untuk satuan
pendidikan; dan
muatan lokal untuk satuan pendidikan sesuai
dengan potensi dan keunikan lokal)
SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH terdiri atas:
a. muatan umum (muatan nasional untuk satuan
pendidikan; dan muatan lokal untuk satuan
pendidikan sesuai dengan potensi dan keunikan
lokal)
b. muatan peminatan akademik;
c. muatan peminatan kejuruan; dan
d. muatan pilihan lintas minat/pendalaman minat.
PENDIDIKAN NONFORMAL : berisi program
pengembangan kecakapan hidup.

48

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): ... 4/15


SD/MI, SDLB atau bentuk lain yang
sederajat
terdiri atas muatan:
1. Pendidikan Agama;
2. Pendidikan Kewarganegaraan;
3. Bahasa;
4. Matematika;
5. Ilmu Pengetahuan Alam;
6. Ilmu Pengetahuan Sosial;
7. Seni Dan Budaya;
8. Pendidikan Jasmani Dan Olahraga;
9. Keterampilan/Kejuruan; Dan
10.Muatan Lokal.
(dapat diorganisasikan dalam satu atau lebih mata
pelajaran sesuai dengan kebutuhan satuan
pendidikan dan program pendidikan).

49

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): ... 5/15


SMP/MTs, SMPLB atau bentuk lain yang

sederajat terdiri atas muatan :


1. pendidikan agama;
2. pendidikan kewarganegaraan;
3. bahasa;
4. matematika;
5. ilmu pengetahuan alam;
6. ilmu pengetahuan sosial;
7. seni dan budaya;
8. pendidikan jasmani dan olahraga;
9. keterampilan/kejuruan; dan
10.muatan lokal.
(dapat diorganisasikan dalam satu atau lebih
mata pelajaran sesuai dengan kebutuhan satuan
pendidikan dan program pendidikan).
50

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): ... 6/15

PENDIDIKAN MENENGAH
terdiri atas :

a. muatan umum untuk SMA/MA,


SMALB dan SMK/MAK;
b. muatan peminatan akademik
SMA/MA dan SMK/MAK;
c. muatan pilihan lintas minat atau
pendalaman minat untuk
SMA/MA, SMALB;
d. muatan peminatan kejuruan
untuk SMK/MAK; dan
e. muatan pilihan lintas minat atau
pendalaman minat untuk
SMK/MAK.
51

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): ... 7/15


PENDIDIKAN MENENGAH terdiri atas :

a. muatan umum untuk SMA/MA,


SMALB dan SMK/MAK; terdiri atas
muatan :
1. pendidikan agama;
2. pendidikan kewarganegaraan;
3. bahasa;
4. matematika;
5. ilmu pengetahuan alam;
6. ilmu pengetahuan sosial;
7. seni dan budaya;
8. pendidikan jasmani dan olahraga;
9. keterampilan/kejuruan; dan
10. muatan lokal
52

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): ... 8/15


PENDIDIKAN MENENGAH
terdiri atas :
b. Muatan peminatan akademik

SMA/MA atau bentuk lain yang


sederajat terdiri atas:

1. matematika dan ilmu


pengetahuan alam;
2. ilmu pengetahuan sosial;
3. bahasa dan budaya; atau
4. peminatan lainnya.

53

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): ... 9/15


PENDIDIKAN MENENGAH terdiri atas :
Muatan peminatan kejuruan SMK/MAK bentuk
lain yang sederajat terdiri atas:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

teknologi dan rekayasa;


kesehatan;
seni, kerajinan, dan pariwisata;
teknologi informasi dan
komunikasi;
agribisnis dan agroteknologi;
bisnis dan manajemen;
perikanan dan kelautan; atau
peminatan lain yang diperlukan
masyarakat.

(Ketentuan lebih lanjut mengenai muatan peminatan


akademik dan muatan pilihan lintas minat atau
pendalaman minat SMA/MA, SMALB serta muatan
peminatan kejuruan dan pilihan lintas minat atau
pendalaman minat untuk SMK/MAK diatur dalam
Peraturan Menteri).

54

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): ... 10/15


PENDIDIKAN NONFORMAL terdiri atas :
a. Struktur Kurikulum pendidikan
nonformal berisi program
pengembangan kecakapan hidup
yang mencakup keterampilan
fungsional, sikap dan kepribadian
profesional, dan jiwa wirausaha
mandiri, serta Kompetensi dalam
bidang tertentu.
b. Struktur Kurikulum pendidikan
nonformal terdiri atas struktur
kurikulum:
1. satuan pendidikan nonformal; dan
2. program pendidikan nonformal.
(Ketentuan lebih lanjut mengenai Struktur Kurikulum
pendidikan nonformal diatur dalam Peraturan Menteri)

55

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): ... 11/15


Kompetensi Inti merupakan tingkat
kemampuan untuk mencapai Standar
Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki
seorang Peserta Didik pada setiap
tingkat kelas atau program yang menjadi
landasan Pengembangan Kompetensi
dasar.
Kompetensi Inti dimaksud pada
mencakup: sikap spiritual, sikap sosial,
pengetahuan, dan keterampilan yang
berfungsi sebagai pengintegrasi muatan
Pembelajaran, mata pelajaran atau
program dalam mencapai Standar
Kompetensi Lulusan.
56

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): ... 12/15

Kompetensi Dasar merupakan


tingkat kemampuan dalam
konteks muatan Pembelajaran,
pengalaman belajar, atau mata
pelajaran yang mengacu pada
Kompetensi inti.
Kompetensi Dasar
dikembangkan dalam konteks
muatan Pembelajaran,
pengalaman belajar, mata
pelajaran atau mata kuliah
sesuai dengan Kompetensi inti.
57

FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): ... 13/15


Beban belajar memuat:
1. jumlah jam belajar yang dialokasikan
untuk Pembelajaran suatu tema,
gabungan tema, mata pelajaran; atau
2. keseluruhan kegiatan yang harus
diikuti Peserta Didik dalam satu
minggu, semester, dan satu tahun
pelajaran.
(2) Beban belajar sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) meliputi:
a. kegiatan tatap muka;

b. kegiatan terstruktur; dan


c. kegiatan mandiri.

58

KETERPADUAN PENDIDIKAN MENENGAH:

... 14/15

PENDIDIKAN MENENGAH :
Keterpaduan antar jenjang
Keterpaduan dalam Pendidikan Menengah

SMA/MA
/SMALB

SMK/
MAK

MUATAN UMUM
(SEBAGAI COMMON
GROUND)
59

KETERPADUAN PENDIDIKAN MENENGAH: ... 15/15


SIKAP

PENDIDIKAN MENENGAH:
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti,
Pendidikan Kewrganegaraan, Bahasa,
Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya,
Penjasor, Keterampilan/ Kejuruan dan
Muatan Lokal.

PENGETAHUAN

SMA/MA
1

PEMINATAN SMA/MA

KETERAMPILAN

SMK/MAK
4

1 2 3 4 5 6 7 8

PEMINATAN SMK/MAK

60

Dasar Pertimbangan Penetapan


Struktur Kurikulum 2013

61

SD

SMP

SMA/SMK

Semua muatan
pelajaran diajarkan
dengan pendekatan
yang sama [saintifik]
melalui mengamati,
menanya, mencoba,
menalar,....

Tiap mata pelajaran


mendukung semua
kompetensi [sikap,
keterampilan,
pengetahuan]

Tiap mata pelajaran


mendukung semua
kompetensi [sikap,
keterampilan,
pengetahuan] dengan
penekanan yang berbeda

Bermacam jenis
konten pembelajaran
diajarkan terkait dan
terpadu satu sama
lain [cross curriculum
atau integrated
curriculum]

Mata pelajaran
dirancang terkait satu
dengan yang lain dan
memiliki kompetensi
dasar yang diikat oleh
kompetensi inti tiap
kelas

Mata pelajaran dirancang


terkait satu dengan yang
lain dan memiliki
kompetensi dasar yang
diikat oleh kompetensi
inti tiap kelas

Sumber : Kemdikbud, 2012.

62

SD

SMP

SMA/SMK

Konten ilmu
pengetahuan
diintegrasikan dan
dijadikan penggerak
konten pembelajaran
lainnya

Bahasa Indonesia
sebagai alat
komunikasi dan
carrier of knowledge

Bahasa Indonesia sebagai


alat komunikasi dan
carrier of knowledge

Tematik Terpadu
untuk Kelas I VI

Semua mata pelajaran


diajarkan dengan
pendekatan yang
sama, yaitu
pendekatan saintifik
melalui mengamati,
menanya, mencoba,
menalar,....

Semua mata pelajaran


diajarkan dengan pendekatan yang sama, yaitu
pendekatan saintifik
melalui mengamati,
menanya, mencoba,
menalar,....

Sumber : Kemdikbud, 2012.

63

SD

SMP

TIK merupakan sarana


pembelajaran,
dipergunakan sebagai
media pembelajaran mata
pelajaran lain

SMA/SMK

SMA dan SMK memiliki


mata pelajaran wajib
yang sama terkait dasardasar pengetahuan,
keterampilan, dan sikap.
Penjurusan di SMK tidak
terlalu detil [sampai
bidang studi], didalamnya
terdapat
pengelompokkan
peminatan dan
pendalaman

Sumber : Kemdikbud, 2012.

64

PENGEMBANGAN STRUKTUR KURIKULUM SD 2013


Struktur Kurikulum Sekarang
No Komponen

I II III IV V VI

A Matapelajaran
1 Pend. Agama

3 3 3

2 Pend. Kewarganegaraan

2 2 2

3 Bahasa Indonesia

5 5 5

4 Matematika

5 5 5

5 IPA

4 4 4

6 IPS

3 3 3

7 Seni Budaya & Ketrpln.


Pend. Jasmani, OR &
8
Kes.
B Muatan Lokal

4 4 4

C Pengembangan Diri

2 2 2

Jumlah

Sumber : Kemdikbud, 2012.

4 4 4
2 2 2
26 27 28 32 32 32

Usulan: Pemisahan IPA dan IPS (Kelas IV-VI)


No Komponen
A Kelompok A
1 Pend. Agama
2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 IPA
6 IPS
B Kelompok B
1 Seni Budaya & Prakarya
2 Pend. Jasmani, OR & Kes.
Jumlah

II

III IV

4
5
8
5
-

4 4 3
6 6 4
8 10 7
6 6 6
- - 3
- - 3

V VI

Tematik
3
4
7
6
3
3

3
4
7
6
3
3

4 4 4 6 6 6
4 4 4 4 4 4
30 32 34 36 36 36

Usulan: Pemisahan IPA dan IPS (Kelas V-VI)


No Komponen
A Kelompok A
1 Pend. Agama
2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 IPA
6 IPS
B Kelompok B
1 Seni Budaya & Prakarya
2 Pend. Jasmani, OR & Kes.
Jumlah

II

III IV

4
5
8
5
-

4 4 4
6 6 6
8 10 10
6 6 6
- - - - -

V VI

Tematik
3
4
7
6
3
3

3
4
7
6
3
3

4 4 4 6 6 6
4 4 4 4 4 4
30 32 34 36 36 36

65

MATERI KURIKULUM SD/MI Tahun 1994 2013

Sumber : Kemdikbud, 2012.

I
2

II
2

III
2

IV
2

V
2

VI
2

10 10 10 8 8 8
10 10 10 8 8 8
- 3 6 6 6
- 3 5 5 5
2 2 2 2 2 2
2 2 2 2 2 2
2 2 4 5 7 7
- 30 30 38 40 42 42
I

II

III

IV
3
2
5
5
4
Pendekatan
3
TEMATIK
4

V
3
2
5
5
4
3

VI
3
2
5
5
4
3

4 4 4
2 2 2
2 2 2
26 27 28 32 32 32

Struktur Kurikulum 2004


No Komponen
1 Pend. Agama
2 Pend. Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 IPA
6 IPS
7 Ker. Tangan & Kesenian
8 Pend. Jasmani, OR & Kes.
9 Muatan Lokal
10 Pengembangan Diri
Jumlah
Struktur Kurikulum 2013
No Komponen
1 Pend. Agama
Pend. Pancasila &
2
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 IPA
6 IPS
7 Seni Budaya & Prakarya
8 Pend. Jasmani, OR & Kes.
9 Muatan Lokal
10 Pengembangan Diri
Jumlah

II

III

IV

VI

3
5
5
4
4
4
4
2
31

Pendekatan TEMATIK

Struktur Kurikulum 1994


No Komponen
1 Pend. Agama
Pend. Pancasila dan
2
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 IPA
6 IPS
7 Ker. Tangan & Kesenian
8 Pend. Jasmani & Kes.
9 Muatan Lokal
10 Pengembangan Diri
Jumlah
Struktur Kurikulum 2006
No Komponen
1 Pend. Agama
2 Pend. Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 IPA
6 IPS
Seni Budaya &
7
Keterampilan
8 Pend. Jasmani, OR & Kes.
9 Muatan Lokal
10 Pengembangan Diri
Jumlah

27

I
4

II
4

III
4

IV
4

V
4

VI
4

8 8 10 10 10 10
5 6 6 6 6 6
- - 4 4 4 6 6 6
4 4 4 4 4 4
- - 30 32 34 36 36 36

66

MATERI KURIKULUM SMP/MTs Tahun 1994 2013


Struktur Kurikulum 1994
No Komponen
VII VIII IX
1 Pend. Agama
2
2
2
2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan 2
2
2
3 Bahasa Indonesia
6
6
6
4 Matematika
6
6
6
5 IPA
6
6
6
6 IPS
6
6
6
7 Bahasa Inggris
4
4
4
8 Ker. Tangan & Kesenian
2
2
2
9 Pend. Jasmani & Kes.
2
2
2
10 Muatan Lokal
6
6
6
Jumlah
42 42 42
Struktur Kurikulum 2006
No Komponen
1 Pend. Agama
2 Pend. Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 IPA
6 IPS
7 Bahasa Inggris
8 Seni Budaya
9 Pend. Jasmani, OR & Kesehatan
10 Keterampilan / TIK
11 Muatan Lokal
12 Pengembangan Diri
Jumlah
Sumber
: Kemdikbud, 2012.

VII VIII IX
2
2
2
2
2
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2* 2* 2*
32 32 32

Struktur Kurikulum 2004


No Komponen
1 Pend. Agama
2 Pend. Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 IPA
6 IPS
7 Bahasa Inggris
8 Kesenian
9 Pend. Jasmani
10 TIK / Keterampilan
Jumlah
Struktur Kurikulum 2013
No Komponen
1 Pendidikan Agama
Pendidikan Pancasila &
2
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 Ilmu Pengetahuan Alam
6 Ilmu Pengetahuan Sosial
7 Bahasa Inggris
8 Seni Budaya (termasuk mulok)
Pend. Jasmani, OR & Kesehatan
9
(termasuk mulok)
10 Prakarya (termasuk mulok)
Jumlah

VII VIII IX
2
2
2
2
2
2
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
4
4
4
2
2
2
3
3
3
2
2
2
35 35 35
VII VIII IX
3
3
3

6
5
5
4
4
3

6
5
5
4
4
3

6
5
5
4
4
3

2
38

2
38

2
38

67

Struktur Kurikulum 2013


(sesuai Permendikbud)

68

Dasar Pemikiran Perancangan Struktur Kurikulum SD


No
1

Permasalahan
Capaian pembelajaran
disusun berdasarkan materi
pelajaran bukan kompetensi
yang harus dimiliki peserta
didik
Kompetensi diturunkan dari
pengetahuan yang diperoleh
dari mata pelajaran
Walaupun kelas I III
menerapkan pembelajaran
tematik, tidak ada
kompetensi inti yang
mengikat semua mata
pelajaran

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Penyelesaian
Perlunya ditetapkan standar
kompetensi kelulusan dan standar
kompetensi kelas untuk
menyatakan capaian
pembelajaran
Kompetensi dirumuskan dalam
tiga domain, yaitu sikap,
keterampilan, dan pengetahuan
Perlunya merumuskan
kompetensi inti untuk masingmasing kelas

69

Dasar Pemikiran Perancangan Struktur Kurikulum SD


No

Permasalahan

Walaupun kelas I-III


menerapkan pembelajaran
tematik, tetapi warna mata
pelajaran sangat kental
bahkan berjalan sendirisendiri dan saling
mengabaikan
Kompetensi siswa hanya
diukur dari kompetensi
pengetahuan yang
diperolehnya melalui
penilaian berbasis tes
tertulis
Penilaian hanya berdasarkan
kompetensi dasar saja

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Penyelesaian

Mata pelajaran harus


dipergunakan sebagai sumber
kompetensi bukan yang yang
diajarkan

Penilaian terhadap semua


domain kompetensi
menggunakan penilaian otentik
[proses dan hasil]
Penilaian berdasarkan
kompetensi dasar dan
kompetensi inti
70

Standar Kompetensi Lulusan: Domain Keterampilan


No
Permasalahan
7
Peserta didik pada jenjang
satuan sekolah dasar belum
perlu diajak berfikir
tersegmentasi dalam mata
pelajaran-mata pelajaran
terpisah karena masih berfikir
utuh
8
Banyak sekolah alternatif yang
menerapkan sistem
pembelajaran integratif
berbasis tema yang
menujukkan hasil
menggembirakan
9
Adanya keluhan banyaknya
buku yang harus dibawa oleh
anak sekolah dasar sesuai
dengan banyaknya mata
pelajaran

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Penyelesaian
Perlunya proses pembelajaran
yang menyuguhkan keutuhan
pada peserta didik melalui
pemilihan tema

Perlunya menerapkan sistem


pembelajaran integratif berbasis
tema

Perlunya penyederhanaan mata


pelajaran

71

Standar Kompetensi Lulusan: Domain Keterampilan


No

10

11

Permasalahan

Penyelesaian

Indonesia menerapkan sistem


guru kelas dimana semua
mata pelajaran [kecuali
agama, seni budaya, dan
pendidikan jasmani] diampu
oleh satu orang guru

Perlunya membantu
memudahkan tugas guru dalam
menyampaikan pelajaran sebagai
suatu keutuhan dengan
meminimumkan jumlah mata
pelajaran tanpa melanggar
ketentuan konstitusi [idealnya
tanpa mata pelajaran sama]
Banyak negara menerapkan
Dapat dipergunakan sebagai
sistem pembelajaran berbasis acuan dalam usaha meringankan
tematik-terpadu sampai SD
beban guru kelas yang harus
kelas VI, seperti Finlandia,
mengampu sejumlah mata
England, Jerman, Scotland,
pelajaran
Perancis, Amerika Serikat
(sebagian), Korea Selatan,
Australia, Singapura, New
Zealand,, Hongkong, Filipina

Sumber : Kemdikbud, 2012.

72

Rancangan Struktur Kurikulum SD


No
1
2
3

4
5

Komponen Rancangan
Berbasis tematik-terpadu sampai kelas VI
Menggunakan kompetensi lulusan untuk merumuskan kompetensi inti pada
tiap kelas
Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran [mengamati,
menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta] semua
mata pelajaran
Menggunakan IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata
pelajaran
Meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 10 dapat dikurangai
menjadi 6 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran:

-IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia , Matematika, dll


-IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll
-Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

-Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran

Sumber : Kemdikbud, 2012.

73

Rancangan Struktur Kurikulum SD


No
6

Komponen Rancangan
Menempatkan IPA dan IPS pada posisi sewajarnya bagi
anak SD yaitu bukan sebagai disiplin ilmu melainkan
sebagai sumber kompetensi untuk membentuk sikap
ilmuwan dan kepedulian dalam berinteraksi sosial dan
dengan alam secara bertanggung jawab.
Perbedaan antara IPA/IPS dipisah atau diintegrasikan
hanyalah pada apakah buku teksnya terpisah atau jadi
satu. Tetapi bila dipisah dapat berakibat beratnya
beban guru, kesulitan bagi bahasa Indonesia untuk
mencari materi pembahasan yang kontekstual, berjalan
sendiri melampaui kemampuan berbahasa peserta
didiknya seperti yang terjadi saat ini, dll
Menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat
perubahan proses pembelajaran dan penilaian

Sumber : Kemdikbud, 2012.

74

Rasional IPA dan IPS di Sekolah Dasar


Masalah fokus pembelajaran: ada istilah-istilah IPA yang
memiliki arti berbeda dengan istilah-istilah umum pada
matapelajaran Bahasa Indonesia, misalnya: gaya, usaha,
daya, dll.
Tiap matapelajaran memiliki indikator pencapaian masingmasing. Jika indikator Bahasa Indonesia dan IPA digabung,
maka pelajaran Bahasa Indonesia menjadi IPA.
Jika materi IPA dipaksakan bergabung dengan Bahasa
Indonesia, akan terjadi pendangkalan materi IPA (terhapusnya
beberapa bagian materi IPA), dampak negatifnya:
Prestasi kita di TIMSS dan PISA akan menurun
Anak tidak banyak mengerti istilah-istilah IPA, sehingga
tidak suka membaca surat kabar/majalah yang mempunyai
kolom sains.

Sumber : Kemdikbud, 2012.

75

Rasional IPA dan IPS di Sekolah Dasar

Peserta didik kelas IV VI (usia 10 12


tahun) sudah masuk pada tahap berpikir
abstrak (operasi formal ), sehingga sudah
mampu memahami konsep-konsep
keilmuan secara sederhana
Dengan matapelajaran IPA/IPS yang
terpisah, proses pembelajaran di SD tetap
dapat dilaksanakan dengan pendekatan
tematik-terpadu.

76

STRUKTUR KURIKULUM SD
No

Komponen
I
Kelompok A
1 Pendidikan Agama dan Budi
4
Pekerti
2 PPKN
5
3 Bahasa Indonesia
8
4 Matematika
5
5 IPA
6 IPS
Kelompok B
7 Seni Budaya & Prakarya (termasuk 4
muatan lokal*)
8 Pend. Jasmani, OR & Kes
4
(termasuk muatan lokal).
Jumlah
30

II

III

IV

VI

5
9
6

6
10
6

5
7
6
3
3

5
7
6
3
3

5
7
6
3
3

32

34

36

36

36

Catatan:
1. Muatan lokal* dapat memuat Bahasa Daerah
2. IPA2012.
dan IPS kelas I s.d. Kelas III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya
Sumber : Kemdikbud,

77

No

Komponen

VII

VIII

IX

3
3
6
5
5
4
4

3
3
6
5
5
4
4

3
3
6
5
5
4
4

2
38

2
38

2
38

Kelompok A
1
2
3
4
5
6
7

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti


Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia
Matematika
Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Sosial
Bahasa Inggris

Kelompok B
8 Seni Budaya (termasuk mulok)*
Pend. Jasmani, OR & Kesehatan
9
(termasuk mulok)
10 Prakarya (termasuk mulok)
Jumlah
* Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah
Sumber : Kemdikbud, 2012.

78

Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah


Mata Pelajaran

Kelas
X

XI

XII

Kelompok A (Wajib)

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Bahasa Indonesia

Matematika

Sejarah Indonesia

Bahasa Inggris

Kelompok B (Wajib)

Seni Budaya

Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan

Prakarya dan Kewirausahaan

24

24

24

Matapelajaran peminatan akademik (untuk SMA)

18

20

20

Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi (untuk SMA)

24

24

24

Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu (SMA)

42

44

44

Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu (SMK)

48

48

48
79

Jumlah jam pelajaran Kelompok A dan B per minggu

Kelompok C Peminatan

Sumber : Kemdikbud, 2012.

79

Struktur Kurikulum Peminatan SMA


MATA PELAJARAN
Kelompok A dan B (Wajib)
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Matematika dan Iilmu Alam
I
Matematika
1
Biologi
2
Fisika
3
Kimia
4
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
II
Geografi
1
Sejarah
2
Sosiologi & Antropologi
3
Ekonomi
4
Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya
III
Bahasa dan Sastra Indonesia
1
Bahasa dan Sastra Inggeris
2
Bahasa dan Sastra Asing lainnya
3
Antropologi
4
Mata Pelajaran Pilihan
Pilihan Lintas Kelompok Peminatan atau Pendalaman Minat
Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu
Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per minggu
Sumber : Kemdikbud, 2012.

X
24

Kelas
XI
24

XII
24

3
3
3
3

4
4
4
4

4
4
4
4

3
3
3
3

4
4
4
4

4
4
4
4

3
3
3
3

4
4
4
4

4
4
4
4

6
68
42

4
72
44

4
72
44

80

MATA PELAJARAN

KELAS
XI

XII

Kelompok A (Wajib)
1.

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

2.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

3.

Bahasa Indonesia

4.

Matematika

5.

Sejarah Indonesia

6.

Bahasa Inggris

Kelompok B (Wajib)
7.

Seni Budaya

8.

Prakarya dan Kewirausahaan

9.

Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan

24

24

24

24

24

24

48

48

48

Jumlah kelompok A dan B


Kelompok C (Peminatan)
Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi
TOTAL
Sumber : Kemdikbud, 2012.

81

KARAKTERISTIK KURIKULUM 2013: 1/3


1. Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan
sikap (keagamaan dan sosial), rasa ingin tahu, kreativitas,
kerja sama dengan kemampuan intelektual dan
psikomotorik
2. Sekolah tidak terpisah dari masyarakat karena kurikulum
memberikan pengalaman belajar terencana dimana
peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah
ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai
sumber belajar.
3. Mengembangkan ketrampilan menerapkan untuk setiap
pengetahuan yang dipelajari di kelas dalam berbagai
situasi di sekolah dan masyarakat sehingga memiliki
kesempatan yang luas untuk menghilangkan verbalisme.
4. Sederhana dalam struktur kurikulum, dalam jumlah mata
pelajaran dan KD yang harus dipelajari peserta didik tetapi
memberi waktu yang cukup leluasa untuk
mengembangkan berbagai sikap dan keterampilan.
Sumber : Kemdikbud, 2012.

82

KARAKTERISTIK KURIKULUM 2013: 2/3


5.Isi kurikulum yaitu kompetensi dinyatakan dalam bentuk
Kompetensi Inti (KI) kelas dan dirinci lebih lanjut dalam
Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran.
6.Kompetensi Inti (KI) bukan merupakan gambaran
kategorial tetapi interaktif mengenai kompetensi dalam
aspek sikap, pengetahuan, dan ketrampilan (kognitif dan
psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk
suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
Kompetensi Inti adalah kualitas yang harus dimiliki seorang
peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran KD
yang diorganisasikan dalam proses pembelajaran siswa
aktif.
7.Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang
dipelajari peserta didik untuk suatu tema di SD/MI, dan
untuk materi pokok suatu mata pelajaran di kelas tertentu
di SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK.

Sumber : Kemdikbud, 2012.

83

KARAKTERISTIK KURIKULUM 2013: 3/3


8. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar di jenjang
pendidikan dasar diutamakan pada ranah sikap sedangkan
pada jenjang pendidikan menengah berimbang dengan
pada kemampuan intelektual (kemampuan kognitif tinggi).
9. Kompetensi Inti menjadi unsur pengorganisasi
(organizing elements) Kompetensi Dasar dimana semua
KD dan proses pembelajaran dikembangkan untuk
mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam Kompetensi
Inti.
10.Kompetensi Dasar dikembangkan didasarkan pada
prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan
memperkaya (enriched) antar mata pelajaran dan jenjang
pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
11.Silabus dikembangkan sebagai rancangan belajar untuk
satu tema (SD/MI). Dalam silabus tercantum seluruh KD
untuk tema atau mata pelajaran di kelas tersebut. Setiap
tema terdiri atas beberapa sub-tema.
Sumber : Kemdikbud, 2012.

84

MSILESTONE PENGUATAN
PROFESI GURU di INDONESIA

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

85

1. Terbitnya Peraturan
Pemerintah nomor 74
tahun 2008 tentang Guru
2. Pembayaran Tunjangan
Profesi Pendidik bagi
guru-guru yang sudah
disertifikasi.

1. Terbitnya Permendiknas nomor


27 tahun 2010 tentang program
induksi bagi guru pemula
2. Terbitnya Permendiknas nomor
35 tahun 2010 tentang Petunjuk
teknis Jabatan Fungsional
Guru dan Angka kreditnya

2015: MILESTONE BARU :


KUOTA NASIONAL, SISTEM SELEKSI
MAHASISWA CALON GURU,
REKONSTRUKSI
PENDIDIKAN
GURU,
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012??
REKRUITMEN CALON GURU, SISTEM
DISRIBUSI DAN SISTEM PEMBINAAN
PROFESI TERPADU

Pencanangan Guru
sebagai Profesi
4 Desember 2004

1.Terbitnya UndangUndang nomor 14


tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen
2.Terbitnya Peraturan
Pemerintah nomor 19
tahun 2005 tentang
Standar Nasional
Pendidikan

Pelaksanaan
Sertifikasi Guru
untuk Kuota
Tahun 2006 dan
2007

1. Terbitnya PP no 41 th 2009
tentang Tunjangan Profesi
Guru dan Dosen, Tunjangan
Khusus Guru dan Dosen,
serta Tunjangan Kehormatan
Profesor
2. Terbitnya PerMenneg PAN dan
RB nomor 16 tahun 2009
tentang Jabatan Fungsional
Guru dan Angka kreditnya

Terbitnya Peraturan
Bersama Mendiknas,
Men PAN&RB,
Mendagri, Menkeu,
dan Menag tentang
Penataan dan
Pemerataan guru PNS

1
KUOTA NASIONAL,
STANDAR DAN POLA
REKRUTMEN
MAHASISWA CALON
GURU
(DEMAND DRIVEN)
INTELEKTUAL,
MINAT, BAKAT, SIKAP, dan
PHISIK
STANDARISASI
INPUT DAN KUOTA
NASIONAL
BELUM ADA ??

REKONSTRUKSI
PENDIDIKAN
AKADEMIK,
PROFESI GURU dan
PENATAAN LPTK

PERENCANAAN
KEBUTUHAN,
REKRUITMEN,
DISTRIBUSI
KUANTITAS
DAN KUALITAS

STANDARISASI LULUSAN
LPTK MASIH
TERKENDALA ?

GURU KURANG
TETAPI LEBIH ??

4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

KUALIFIKASI
KOMPETENSI
KINERJA
KENAIKAN PANGKAT
KARIR
PKBG
HARLINDUNG
TUNJANGAN

KINERJA GURU
PROFESONAL
BELUM OPTIMAL

DOMAIN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

DOMAIN PEMKAB/PEMKO
(Diperlukan Standar Minimal
Yang Berlaku Untuk Semua
Kab /Kota)
87

UJI
KOMPETENSI

N SM

DIKLAT MANDIRI
(MENDIDIK DIRI
SENDIRI)

N SM

INTERNALLY &
EKSTERNALLY
DRIVEN

N SM

PK

N SM

Pembinaan karier dan


kepangkatan

Memastikan guru
melaksanakan tugas
profesional

Menjamin bahwa guru


memberi layanan
pendidikan yang
berkualitas

(KEPASTIAN, KEMANFAATAN
dan KEADILAN)

DIKLAT DASAR
DIKLAT LANJUTAN

INDIKATOR UTAMA

DIKLAT
PENGEMBANGAN

GURU
PROFESIONAL

1.

KENAIKAN PANGKAT/
JABATAN

2.

PROMOSI

3.

TUNJANGAN PROFESI

No.

1.

SM : Standar Minimal

PKB : Pembinaan Keprofesian


Berkelanjutan
PK

: Penilaian Kinerja

1.

Kompetensi Lulusan, Hasil Belajar Siswa (Nilai Rapor, UN dan Hasil Tes
Standar Lainnya)

2.

Karya Prestatif Siswa dalam berbagai kompetisi Lokal, Nasional dan


Internasional

3.

Kesinambungan Prestasi Siswa di PT atau bekerja melalui Penelusuran


Alumni.

4.

Rekognisi Pihak Eksternal terhadap kualitas Siswa

Disiplin Guru (waktu,


nilai, kehadiran, ethos kerja)

2.

Efisiensi dan Efektivitas


pembelajaran
(Kapasitas transformasi
ilmu ke siswa)

3.

Keteladanan Guru

DAMPAK /INDIKATOR

Isu Strategis :
1. SOP
2. Alat Ukur
3. Permendikbud

INDIKATOR

(berbicara, bersikap dan


berperilaku)

4.

Motivasi Belajar
Siswa

MILESTONE PEMBINAAN PROFESI GURU:


Telah berhasil
menaikkan minat
lulusan Pendidikan
Menengah menjadi guru
(69,4 % peserta SBMPTN
2013 memilih menjadi
Guru) meski belum
signifikan meningkatkan
kinerja profesional guru

Dibutukan komitmen
nasional berupa sistem
yang mampu
mendorong kinerja
profesional guru berupa
penguatan impelmentasi
sistemik dari UKG, PKG,
PKB, Pangkat dan Karir
Guru dengan TPG.

2016

2005
SERTIFIKASI
GURU DALAM
JABATAN

PPG DALAM
JABATAN
PPG PRAJABATAN

BENCHMARK dengan BERBAGAI NEGARA

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

90

Rasionalitas Penambahan Jam Pelajaran


No
Rasionalitas
1 Perubahan proses pembelajaran [dari siswa diberi tahu menjadi
siswa mencari tahu] dan proses penilaian [dari berfokus pada
pengetahuan melalui penilaian output menjadi berbasis
kemampuan melalui penilaian proses dan output] memerlukan
penambahan jam pelajaran
2 Kecenderungan akhir-akhir ini banyak negara menambah jam
pelajaran [KIPP (Knowledge Is Power Program) dan MELT
(Massachusetts Extended Learning Time) di AS, Korea Selatan]
3 Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam
pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat
4 Walaupun pembelajaran tatap muka di Finlandia relatif singkat,
tetapi didukung dengan pembelajaran tutorial

Sumber : Kemdikbud, 2012.

91

Total number of intended instruction hours

Jumlah Jam Belajar di Sekolah Negeri untuk Usia 7-14 Tahun


10 000
9 000

Ages 12 to 14
Ages 9 to 11
Ages 7 to 8

8 000
7 000

= 15%

6 000
5 000
4 000
3 000
2 000

1 000
Chile
Australia
Israel
Belgium (Fr.)3
Netherlands
Italy
Spain
Mexico
France
Canada
Ireland
Luxembourg
Portugal
England
Iceland
Belgium (Fl.)
Turkey
OECD average
Austria
Denmark
Japan
Slovak Republic
Germany
Greece
Norway
Poland
Hungary
Indonesia
Sweden2
Korea
Czech Republic1
Slovenia
Russian Federation
Finland
Estonia

1. Minimum number of hours per year.


2. Estimated because breakdown by age is not available.
3. "Ages 12-14" covers ages 12-13 only.
Countries are ranked in descending order of the total number of intended instruction hours.
Source: OECD. Table D1.1. See Annex 3 for notes (www.oecd.org/edu/eag2012).

92

UNS
RPP : mengintegrasikan ASK pada pembelajaran ?
Kompetensi, indikator, tujuan?
Bagaimana indikator sikap diturunkan ?
Bagaimana menilainya ?
BK : pengembanan potensi secara holistik UU
Sisdiknas Psl 1 : dimulai dari pengetahuan dan
keterampilan dan berujung pada sikap ??
Sikap : tingkat keberterimaan : bagaimana
implementasi kurikulum ini : penyederhanaan
mata pelajaran : IPA dan IPS tidak ada ? Kognitif,
afektif dan psikomotor ? Sikap dari pengetahuan?

UNS:
Kur yang ditulis, yang dilaksanakan, yang
diserap, dan yang dinilai konsistensi
implementasi
Hasil riset :
hasil kur 1994, para guru belum pernah membaca
dokumen kurikulum secara lengkap
Sebagian besar guru hanya membaca standar isi
karena itu KK 2013 mewajibkan guru dilatih
Apakah KTSP berbasis kompetensi ?

Instruction time per subject as a percentage of total


compulsory instruction time for 12-14 year-olds (2010)
Reading, writing and literature
Modern foreign languages

Mathematics
Other compulsory core curriculum

Science
Compulsory flexible curriculum

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
Japan

Portugal

Slovenia

England

Indonesia

Finland

Korea

Austria

Germany

Belgium (Fl.)

Iceland

Estonia

Mexico

Russian Federation

Chile

OECD average4

Slovak Republic

Argentina3

Turkey

France

Norway

Hungary

Poland

Belgium (Fr.)1

Spain

Luxembourg2

Greece

Canada

Israel

Denmark

Italy1

Ireland

0%

Bahasa 13%=4 jam,


Matematika 13%=4 jam
IPA 12%=4 jam

Rata-rata OECD adalah Bahasa 16%, Matematika


13%, IPA 12%. Dengan 38 jam pelajaran
perminggu menjadi: Bahasa 6 jam, Matematika 5
jam,
IPA 4,6
Countries
arejam
ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading, writing and literature.
Source: OECD. Table D1.2c. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme). See Annex 3
for
notes (www.oecd.org/edu/eag2012).
95

Instruction time per subject as a percentage of total


compulsory instruction time for 7-8 year-olds (2010)

Rata-rata OECD dengan 30 jam pelajaran perminggu adalah: Bahasa 9 jam, Matematika 6 jam, IPA 2 jam
Countries are ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading, writing and literature.
Source: OECD. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme). Table D1.2a. See Annex 3 for
notes (www.oecd.org/edu/eag2012).

96

Instruction time per subject as a percentage of total


compulsory instruction time for 9-11 year-olds (2010)
Reading, writing and literature

Mathematics

Science

Modern foreign languages

Other compulsory core curriculum

Compulsory flexible curriculum

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%

Rata-rata OECD dengan 36 jam pelajaran per minggu adalah:


Bahasa 8 jam, Matematika 5 jam, IPA 3 jam

England1

Indonesia5

Chile

Iceland

Germany

Slovenia

Japan

Turkey

Korea

Poland5

Argentina4

Portugal

Finland

Estonia

Israel

Belgium (Fl.)3

Slovak Republic

Italy

OECD average3

Norway

Greece

Spain

Austria

Luxembourg2

Canada

Denmark

Russian Federation

Hungary

France

Mexico

Ireland

Netherlands1

0%

Bahasa. = 15% = 5 jam


Matematika : 15% = 5 jam
IPA : 12% = 4 jam

Countries are ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading, writing and literature.
Source: OECD. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme). Table D1.2b. See Annex 3 for
97
notes (www.oecd.org/edu/eag2012).

Percentage of Eight Grade Students Taught The TIMSS Science Topics


All Science
(20 Topics)
91

Biology
(7 Topics)
82

Chemistry
(4 Topics)
98

Physics
(5 Topics)
98

Earth Science
(4 Topics)
91

Turkey

89

93

99

97

63

Saudi Arabia

88

86

91

85

92

Thailand

74

69

92

67

72

Chinese Taipei

68

92

98

59

Indonesia

67

73

82

79

27

Singapore

65

63

80

83

31

Malaysia

63

61

80

72

38

Morocco

57

56

59

55

62

Japan

57

35

86

76

41

Korea, Rep.Of

54

38

42

79

64

Iran

Walaupun hampir semua materi IPA ada pada kurikulum, tetapi tidak semua memperoleh
pelajaran tersebut. Menunjukkan banyak materi kurikulum yang tidak diajarkan . Hal ini
sangat mungkin terkait dengan kemampuan profesi guru, mengajarkan apa yang mereka
pahami, dan melompati yang mereka merasa kurang paham
Source: TIMSS 2011 International Science Report.

98

Percentage Of Eight Grade StudentsTaught The TIMSS


Mathematics Topics

Turkey

All
Mathematics
(19 Topics)
94

Number
(5 Topics)

Algebra
(5 Topics)

Geometry
(6 Topics)

100

92

89

Data and
Chance
(3 Topics)
98

Korea, Rep.Of

92

100

91

92

81

Saudi Arabia

92

99

85

93

88

Japan

91

99

92

93

75

Singapore

88

99

94

75

83

Malaysia

84

98

73

93

63

Iran

80

100

74

81

58

Chinese Taipei

79

99

97

84

Thailand

77

98

62

80

65

Indonesia

69

97

84

61

12

Morocco

62

97

61

46

35

Mengingat tidak semua materi matematika TIMSS terdapat pada kurikulum, sehingga wajar
apabila persentase siswa yang telah diajar materi TIMSS adalah rendah
Source: TIMSS 2011 International Mathematics Report.

99

Perbandingan Kurikulum Matematika SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS

Domain Topics
Number

1.
2.
3.
4.
5.

Computing, estimating, or approximating with whole numbers


Concepts of fractions and computing with fractions
Concepts of decimals and computing with decimals
Representing, comparing, ordering, and computing with integers
Problem solving involving percents and proportions

Algebra

1.
2.
3.
4.
5.

Numeric, algebraic, and geometric patterns or sequences


Simplifying and evaluating algebraic expressions
Simple linear equations and inequalities
Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII
Simultaneous (two variables equations)
Representation of functions as ordered pairs, tables, graphs, words, or equations

Geometry

1.
2.
3.
4.

Data &
Chances

1. Reading and displaying data using tables, pictographs, bar, pie, and line graphs
2. Interpreting data sets
3. Judging, predicting, and determining the chances of possible outcomes

Geometric properties of angles and geometric shapes


Congruent figures and similar triangles
Relationship between three-dimensional shapes and their two-dimensional represent.
Using appropriate measurement formulas for perimeters, circumferences, areas,
surface areas, and volumes
5. Points on the Cartesian plane
6. Translation, reflection, and rotation

Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi
siswa
kelas VIII
Sumber
: Kemdikbud,
2012. yang mengikuti TIMSS
100

Tingkat Kesulitan Pelajaran


PPKN KTSP 2006 Kelas IV

Menggambarkan struktur organisasi


kabupaten, kota, dan provinsi
Mengenal lembaga-lembaga negara
dalam susunan pemerintahan
tingkat pusat, seperti MPR, DPR,
Presiden, MA, MK dan BPK
Menyebutkan organisasi
pemerintahan tingkat pusat, seperti
Presiden, Wakil Presiden dan para
Menteri

PPKN KTSP 2006 Kelas V

Memberikan contoh peraturan


perundang- undangan tingkat pusat
dan daerah, seperti pajak, anti korupsi,
lalu lintas, larangan merokok
Mendeskripsikan pengertian
organisasi, contoh organisasi di
lingkungan sekolah dan masyarakat
Menampilkan peran serta dalam
memilih organisasi di sekolah

Mengenal bentuk-bentuk keputusan


bersama

Mengidentifikasi jenis budaya


Indonesia yang pernah ditampilkan
dalam misi kebudayaan internasional Mematuhi keputusan bersama

Memberikan contoh sederhana


pengaruh globalisasi di
lingkungannya
Menentukan sikap terhadap
pengaruh globalisasi yang terjadi di

Warna merah: terlalu berat bagi siswa SD

lingkungannya

Sumber : Kemdikbud, 2012.

101

Tingkat Kesulitan Pelajaran


IPA KELAS IV
Semester 1
Mendeskripsikan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan
fungsinya
Menerapkan cara memelihara kesehatan kerangka tubuh
Mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indera dengan fungsinya
hubungan struktur dengan fungsi terlalu tinggi
Menerapkan cara memelihara kesehatan panca indera
Menjelaskan hubungan antara struktur akar tumbuhan dengan fungsinya
(hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)
Menjelaskan hubungan antara struktur batang tumbuhan dengan fungsinya
(hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)
Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan fungsinya
(hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)
Menjelaskan hubungan antara bunga dengan fungsinya (hubungan struktur
dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)
Sumber : Kemdikbud, 2012.

102

Refleksi dari Hasil PISA 2009


100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Matematika

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Level 6
Level 5
Level 4

IPA

Level 3
Level 2
Level 1
Below Level 1

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Level 6
Level 5
Level 4

Bahasa

Level 3
Level 2
Level 1b
Level 1a

Hampir semua siswa Indonesia hanya


menguasai pelajaran sampai level 3 saja,
sementara negara lain banyak yang sampai
level 4, 5, bahkan 6. Dengan keyakinan
bahwa semua manusia diciptakan sama,
interpretasi dari hasil ini hanya satu, yaitu:
yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan
zaman penyesuaian kurikulum
10

Hasil TIMSS Matematika SMP/MTs Kelas VIII


2007
Very Low

Low

2011

Intermediate

High

Advance

Low

Intermediate

High

Advance

Indonesia

Morocco

Saudi Arabia

Iran

Thailand

Malaysia

Turkey

Japan

Korea, Rep. of

Singapore

Chinese Taipei

Saudi Arabia

Morocco

Indonesia

Iran

Malaysia

Thailand

Turkey

Japan

Singapore

Korea, Rep. of

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Chinese Taipei

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Very Low

Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara
hampir 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan
keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang
diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
10

Hasil TIMSS IPA SMP/MTs Kelas VIII


2007
Very Low

Low

2011

Intermediate

High

Advance

Low

Intermediate

High

Advance

Morocco

Indonesia

Saudi Arabia

Thailand

Malaysia

Iran

Turkey

Japan

Korea, Rep. of

Chinese Taipei

Singapore

Saudi Arabia

Morocco

Indonesia

Iran

Turkey

Thailand

Malaysia

Korea, Rep. of

Japan

Chinese Taipei

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Singapore

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Very Low

Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara
hampir 40% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan
keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang
diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
10

Hasil TIMSS Membaca SD/MI Kelas IV


2006
Very Low

Low

Intermediate

2011
High

Advance

Low

Intermediate

High

Advance

Morocco

Indonesia

Saudi Arabia

Iran

Chinese Taipei

Singapore

Morocco

Indonesia

Iran

Chinese Taipei

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Singapore

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Very Low

Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara lebih
dari 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan
bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di
Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
10

Advanced International Benchmark Mathematics: Number

Source: TIMSS 2011 International Mathematics Report.

107

PISA Released Test (Math Literacy)

Pendidikan Sains dan Matematika ~


@iwanpranoto
Sumber : Kemdikbud, 2012.

108

Model Soal TIMSS


TIMSS dan PIRLS membagi soal-soalnya
menjadi empat katagori:
Low mengukur kemampuan sampai level
knowing
Intermediate mengukur kemampuan sampai
level applying
High mengukur kemampuan sampai level
reasoning
Advance mengukur kemampuan sampai level
reasoning with incomplete information
Sumber : Kemdikbud, 2012.

109

Beberapa Pertanyaan: 1/4


1. Dimanakah posisi guru penjaskes di SD? karena materi
penjaskes sudah terintegrasi ke dalam tema
pembelajaran.
2. Video pembelajaran tidak up to date, dan belum ada video
yang menggambarkan karakteristik pembelajaran
kurikulum 2013.
3. Seandainya sekolah akan menambah jam pelajaran lebih
dari 38 jam pelajaran, berapa batasan maksimum yang
diakui.
4. Bagaimana legalitas pemendiknas yang lama terkait
dengan standar isi, proses, dan penilaian setelah lahirnya
permendiknas yang baru, karena masih banyak sekolah
yang menggunakan permendiknas yang lama tersebut.
5. Bagaimana pelaksanaan penilaian otentik agar tiga ranah
dapat dinilai dengan baik.
6. Bagaimana model jadwal pelajaran di SD disusun,
sementara berdasarkan permen masih muncul mata
pelajaran.
110

Beberapa Pertanyaan: 2/4


7.

Bagaimana penanganan peserta yang sudah menyerah untuk melakukan


aktivitas individual, tetapi masih berusaha mengikuti diklat sampai
selesai, sekalipun hanya sebatas pendengar.

8.

Bagaimana mengklarifikasi ketidaksesuaian contoh RPP dalam buku


materi pelatihan dengan ketentuan dalam permendikbud nomor 65
tahun 2013 tentang standar proses, seperti sistematika dan komponen
RPP. Tindakan yang dilakukan adalah memberikan revisi sesuai dengan
standar proses.

9.

Terdapat ketidaksesuaian KI dan KD yang ada di buku guru dan siswa


dengan di standar isi

10. Buku guru terlalu simple, tidak ada contoh rubrik, diusulkan agar ada
contoh untuk dibuku guru.
Dibuku hanya ada contoh singkat, seperti pada buku matematika SMA
Pada buku bahasa Indonesia SMA membahas tentang IPA, tetapi
redaksinya merujuk pada sumber tahun 1984 yang konsepnya tidak
sesuai.
11. Apakah dibolehkan anggota masyarakat membuat dan memperkaya
buku yang diterbitkan pemerintah.
111

Beberapa Pertanyaan: 3/4


12. Disarankan adanya pedoman pelaksanaan untuk
menindaklanjuti permendikbud

13. Bagaimana mekanisme sekolah yang akan


menerapkan Kurikulum 2013 secara mandiri
14. Apakah di RPP harus mencantumkan 5 M,
(Mengamati, Menanya, dst)
15. Kapan silabus dapat diterbitkan, karena
penyusunan RPP merujuk pada silabus.
16. Apakah ada contoh RPP yang sesuai dengan
karakteristik kurikulum 2013
17. Apakah sekolah boleh memfoto copy atau
menggandakan sendiri buku guru dan siswa

112

Beberapa Pertanyaan: 4/4


18. Mohon kajian lebih lanjut terkait buku guru dan
siswa, karena ditemukan beberapa kesalahan
konsep seperti pada mata pelajaran matematika
SMA.
19. Penilaian otentik perlu diekspose dan ada buku
panduan tersendiri agar lebih jelas dan mudah
diterapkan.
20. Perlunya panduan penyusunan RPP beserta
contoh-contoh untuk masing-masing mata
pelajaran dan pembelajaran tematik terpadu.
21. Fungsi guru BK dalam pelaksanaan Kurikulum
2013 seperti apa? Terkait juga dengan posisi
guru BK.

113

ANATOMI MASALAH IMPLEMENTASI:


SEBAGAI GURU :

Bagaiaman saya harus mengelola pembelajaran sesuai roh


kurikulum 2013 ?
Langkah-langkah apa yang saya akan lalui untuk tematik terpadu,
pendekatan saintifik, inquiry, discovery learning, project based
learning ?
Bagaimana cara menilainya ? Seperti apa menerapkan authentic,
portfolio ?? Dan bagaimana itu saya tuangkan kedalam rapor, yang
akan berisi sikap, pengetahuan dan keterampilan ?

SEBAGAI KEPALA SEKOLAH :


PADA SKALA
IMPLEMENTASI
PERTANYAAN
KRUSIALNYA
ADALAH:

Bagaimana menyusun jadwal ?


Bagaimana dengan peminatan, lintas peminatan dsb.
Manual prosedur, atau borang apa saja yang harus disiapkan ?
Bagaimana menumbuhkan kultur sekolah melalui pola
kepemimpinan yang kuat dan strategi supervisi yang memadai ?

SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH :

Perubahan apa yang harus kami lakukan dalam menjalankan


fungsi kami sebagai pengawas ?

SEBAGAI AKADEMISI:

Bagaimana kurikulum LPTK, bagaimana peran kurikulum ini


dalam rangka membangun generassi emas 2045.

SEBAGAI MASYARAKAT:
Adakah jaminan dengan Kurikulum 2013 maka pendidikan di
Indonesia lebih terjangkau, berkualitas dan menjamin bahwa
anak-anak Negeri bisa bekerja dan survive di negeri ini ?
114

B
Kunci Utama Implementasi:

INTEGRITAS, KOMPETENSI dan KINERJA GURU

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

115

Amanat UUD, UU Sisdiknas, PP 19


Daya Saing, Daya Sanding, Dan
Kapasitas Adaptasi
Kompetensi Abad 21
Bonus Demografi
Filosofi Pendidikan
Filosofi Kurikulum
Teori Pengembangan Kurikulum
Psikologi Perkembangan
Data-data Empirik: TIMMS, PISA,
PIRLS

PENGEMBANGAN
KURIKULUM 2013

Pengembangan dan
Penguatan:
Kompetensi Lulusan
Isi
Proses
Penilaian

Model Pelatihan Guru:


Mengamati, menilai,
mengevaluasi
Menyusun,
Mengembangkan
Menghasilkan dan
Menyajikan
Melakukan dan
mensimulasikan

Penyiapan Buku
Penyiapan Guru
IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013

Dukungan Berbagai Pihak


Fakta Kompetensi Guru : UKG, PKG
dan PKB
Suasana Pembelajaran
Rekruitmen dan Pengadaan Guru
Kesesuaian Sistem Penilaian
Dukungan Sarana dan Prasarana

Video Pembelajaran :
Contoh dan Bukan
Contoh
Tematik Terpadu
Pendekatan Scientific
Inquiry/Discovery
Learning
Problem Based
Learning
Project Based
Learning

PENDAMPINGAN DAN
EVALUASI
KURIKULUM 2013

Skenario dan Script yang


utuh
Guru Model yang
memahami:
Filosofi Kurikulum 2013
Buku Ajar
Model dan Pendekatan
Belajar sesuai
Kurikulum 2013

116

HASIL
LAYANAN
KOMPONEN UTAMA
PE LAYANAN

KOMPETENSI LULUSAN
SIKAP

ISI
1. EVALUASI RUANG LINGKUP
2. EVALUASI KESESUAIAN,
KECUKUPAN, KEDALAMAN
DAN KELUASAN (STUDI
BANDING INTERNASIONAL:
REASONING)

PTK
1.KOMPETENSI GURU,
KS ,PS.
2.KINERJA GURU, KS, PS
3.PEMBINAAN
BERKELANJUTAN
4. REKRUT., PPA dan PPG

PENGETAHUAN

KETERAMPILAN

PROSES
1. TEMATIK TERPADU
2. PENDEKATAN SAINTIFIK
3. INQIURY & DISCOVERY
LEARNING
4. PROJECT BASED LEARNING
5. BAHASA SEBAGAI PENGHELA

SARPRAS
1. KECUKUPAN DAN
KESESUAIAN (USB, REHAB,
PERAALATAN, PERPUST., )
2. PEMANFAATAN
3. RESOURCE SHARING

1. AUTHENTIC
2. MENGUKUR TINGKAT
BERPIKIR DARI RENDAH
HINGGA TINGGI
3. MENGUKUR PROSES KERJA
SISWA
4. TES DAN PORTFOLIO

PEMBIAYAAN
1. UNIT COST
2. SUMBER PENDANAAN
3. KECUKUPAN BOS,
BSM, BOPTN
4. EFISIENSI
PEMANFAATAN

PENGELOLAAN
1. MANAJEMEN PERUBAHAN
2. POLA KEPEMIMPINAN
3. POLA SUPERVISI

Sumber : Kemdikbud, 2012.

PENILAIAN

117

KOMPONEN UTAMA KURIKULUM 2013


Silabus merupakan
rencana Pembelajaran
pada mata pelajaran
atau tema tertentu
berisi:
a. Kompetensi inti;
b. Kompetensi dasar;
c. materi pembelajaran;
d. kegiatan
pembelajaran;
e. penilaian;
f. alokasi waktu; dan
g. sumber belajar.

Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
Muatan Pembelajaran
Mata Pelajaran
Beban Belajar

Pengembangan
Implementasi
Monitoring dan
Evaluasi

Landasan Filosofis
Sosiologis
Psikopedagogis
Yuridis

Acuan Pengembangan

Struktur di tingkat nasional

Muatan Lokal di tingkat daerah

KTSP

Kompetensi
Materi
Media
Skenario
Pembelajaran
Penilaian

KURIKULUM 2013

KERANGKA DASAR

STRUKTUR

SILABUS

RPP

118

PERUBAHAN KURIKULUM 2013 WUJUD PADA:

Konstruski yang
holistik
Didukung oleh Semua
Materi atau Mapel
Terintegrasi secara
Vertikal maupun
Horizontal

Berorientasi pada karakteristik


kompetensi:

Dikembangkan
Berbasis Kompetensi
sehingga Memenuhi
Aspek Kesesuaian dan
Kecukupan
Mengakomodasi
Content Lokal,
Nasional dan
Internasional (antara
lain TIMMS, PISA,
PIRLS)

Sikap (Krathwohl) : Menerima +


Menjalankan + Menghargai +
Menghayati + Mengamalkan
Keterampilan (Dyers) : Mengamati
+ Menanya + Mencoba + Menalar +
Menyaji + Mencipta
Pengetahuan (Bloom & Anderson):
Mengetahui + Memahami +
Menerapkan + Menganalisa +
Mengevaluasi +Mencipta

Menggunakan Pendekatan
Saintifik, Karakteristik
Kompetensi sesuai Jenjang (SD:
Tematik Terpadu, SMP: Tematik
Terpadu-IPA & IPS- dan Mapel,
SMA : Tematik dan Mapel
Mengutamakan Discovery
Learning dan Project Based
Learning

Berbasis Tes
dan Non Tes
(porfolio)
Menilai Proses
dan Output
dengan
menggunakan
authentic
assesment
Rapor memuat
penilaian
kuantitatif
tentang
pengetahuan
dan deskripsi
kualitatif
tentang sikap
dan
keterampilan
Kecukupan

119

REKONSTRUKSI KOMPETENSI:
Kemampuan Analisis KI & KD

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

120

Perubahan yang Mempengaruhi Pola Pikir


No
1
2

3
4
5

Rumusan Kurikulum Baru


Keterampilan ditekankan pada keterampilan berfikir
menuju terbentuknya kreativitas. Kemampuan
psikomotorik adalah penunjang keterampilan.
Bahasa Indonesia sebagai penghela pengetahuan
diawali dan diakhiri dengan penguatan Bahasa
Indonesia
Keterampilan berbahasa (semi formal dan formal)
harus didahulukan dari keterampilan lainnya
Keterampilan dapat berbentuk penyajian dan tindakan
Memberi motivasi, membuat siswa menggemari
pelajaran dan pembelajarannya
Siswa memiliki kekhasan masing-masing

Sumber : Kemdikbud, 2012.

121

PT

SMA/K

SMP
SD
Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960).

122

STRATEGI PENGEMBANGAN BUKU KURIKULUM 2013

SKL
MATERI
AJAR

PROSES
BELAJAR

KOMPETEN
SI INTI
PENILAIAN
KOMPETENSI
DASAR

123

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINGKAS


DOMAIN

SD

SMP

SMA-SMK

Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati +


Mengamalkan
SIKAP

KETERAMPILAN

PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG


JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,
ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA

Mengamati + Menanya + Mencoba + Menalar + Menyaji +


Mencipta
PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG PRODUKTIF DAN
KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET

PENGETAHUAN

Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa +


Mengevaluasi +Mencipta
PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN
BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN

Gradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan:


1. Perkembangan psikologis anak
2. Lingkup dan kedalaman materi
3. Kesinambungan
4. Fungsi satuan pendidikan
5. Lingkungan

Sumber : Kemdikbud, 2012.

124

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)


SKL
SIKAP DAN PERILAKU: Menerima +
Menjalankan + Menghargai +
Menghayati + Mengamalkan
1.
2.
3.

Beriman, berakhlak mulia (jujur, disiplin,


tanggung jawab, peduli, santun), rasa ingin
tahu, estetika, percaya diri, motivasi internal
Toleransi, gotong royong, kerjasama, dan
musyawarah
Pola hidup sehat, ramah lingkungan, patriotik,
dan cinta perdamaian

KETERAMPILAN: Mengamati + Menanya


+ Mencoba + Mengolah + Menyaji +
Menalar + Mencipta
1.
2.

Membaca, menulis, menghitung, menggambar,


mengarang
Menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, membuat, mencipta

PENGETAHUAN: Mengetahui +
Memahami + Menerapkan +
Menganalisa + Mengevaluasi
1.

Ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya

2. Manusia, bangsa, negara, tanah air, dan


dunia
Sumber : Kemdikbud, 2012.

KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama,
cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami dan menerapkan
pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan.
125

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 1/4


Sikap

SEKOLAH DASAR
Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai,
menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan
sikap orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli,
disiplin, demokratis], percaya diri, dan bertanggung jawab
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam , di sekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain

Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,


menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak
yang produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret
sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya.
Pengetahuan Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual dan
konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah,
dan tempat bermain

Sumber : Kemdikbud, 2012.

126

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 2/4


SMP
Sikap

Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai,


menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin,
demokratis], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulannya

Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,


menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan
yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis
Pengetahuan Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi,seni, budaya dalam wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan
kejadian yang tampak mata
Sumber : Kemdikbud, 2012.

127

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 3/4


SMA
Sikap

Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai,


menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin,
demokratis, patriotik], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,
menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri [pada
bidang kajian spesifik] sesuai dengan bakat dan minatnya
Pengetahuan Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan prosedural dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi,seni, budaya dalam wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian [pada bidang kajian spesifik] sesuai bakat
Sumber : Kemdikbud, 2012. dan minatnya
128

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 4/4


SMK
Sikap

Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai,


menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin,
demokratis, patriotik], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia

Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,


menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri
[pada bidang kerja spesifik] sesuai dengan bakat dan minatnya
Pengetahuan Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan prosedural dan
metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, budaya
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian [pada bidang
kerja spesifik] sesuai bakat dan minatnya
Sumber : Kemdikbud, 2012.

129

Contoh Kompetensi Inti Kelas I SD


Ranah
Kompetensi
Sikap Spiritual
Sikap Sosial
Pengetahuan

Keterampilan

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Kompetensi Inti
Menerima dan menjalankan ajaran agama yang
dianutnya.
Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi
dengan keluarga, teman, dan guru.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara
mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan
menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,
makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan bendabenda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang
jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam
gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam
tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman,
berakhlak mulia, dan berilmu
130

ARSITEKTUR KI-1, KI-2, KI-3 dan KI-4:


KI 3.Memahami pengetahuan faktual dan

KI 1:
Menerima,
menghargai,
dan
menjalankan
ajaran agama
yang
dianutnya

(Sumber : Udin, 2013)

konseptual dengan cara mengamati dan


mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta
menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara
kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yang
dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat
bermain.

KI-4

Menyajikan pengetahuan faktual


dan konseptual dalam bahasa yang jelas,
logis, dan sistematis, dalam karya yang
estetis dalam gerakan yang mencerminkan
anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan
berakhlak mulia.

KI 2:Memiliki
perilaku jujur,
disiplin,
tanggung
jawab, santun,
peduli,
percaya diri,
dan cinta
tanah air
dalam
berinteraksi
dengan
keluarga,
teman,
tetangga, dan
guru.

131
131

http://www.scotland.gov.uk/Publications/2004/11/20178/45862

13

HASIL PENGAMATAN :
Kemampuan Guru menganalisis KI & KD

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

133

ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...1/9


Mengapa urutan KI mulai dari Sikap Spritual (KI-1), Sikap
Sosial (KI-2), Pengetahuan (KI-3) dan Keterampilan (KI-4) ?
(amati Pembukaan UUD 45, Pancasila, UU Sisdiknas)
Mengapa urutan perancangan dan pelaksanaan pembelajaran
mulai dari KI-3 menuju KI-4 ? Keterampilan hanya dapat
dibangun dengan hasil yang baik melalui pengetahuan
(pelukis, penyanyi, olahragawan pasti memiliki pengetahuan
yang memadai tentang keterampilan yang ditekuninya).
Keterampilan yang tidak melalui proses pengetahuan (KI-3)
tidak akan menghasilkan karya yang baik.
Dalam proses perolehan pengetahuan dan keterampilan sikap
diintegrasikan sehingga seluruh mata pelajaran diorientasikan
memiliki kontribusi terhadap pembentukan sikap
Tidak berhenti pada pengetahuan tetapi berlanjut sampai
pada keterampilan dan pembentukan sikap
134

ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...2/9

Dalam proses perancangan dan pembelajaran


alur yang digunakan adalah : bermula KI-3 KI
4 dan selanjutnya memberikan dampak
terhadap terbentuknya KD pada KI-2 dan KI-1
Setelah KI-3 dan KI-4 tuntas dianalisis, lalu
diturunkan materi yang relevan dan rancangan
skenario pembelajaran termasuk penugasan
dan penilaian.
Berdasarkan aktivitas belajar dan penugasan
tersebut dirancang indikator KD pada KI-1 dan
KI-2 diintegrasikan
135

ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...3/9

Contoh: Bahasa Indonesia:


Mulai dari KD kelompok KI-3 : Memahami
konvensi penulisan karya ilmiah

Indikator :
Memahami struktur karya ilmiah
Memahami ciri kebahasaan karya ilmiah
Memhami ciri isi karya ilmiah

136

ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...4/9

Contoh: Bahasa Indonesia:


Menuju KD kelompok KI-4 :
Mampu menulis atau menghasilkan karya ilmiah

Indikator :
Karya yang memenuhi struktur, ciri kebahasaan, dan
ciri isi karya ilmiah
Karya yang memenuhi originalitas dilihat dari sumber
yang digunakan atau diacu
Mempertahankan dan menjelaskan karya ilmiah
tersebut

137

ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...5/9

Contoh: Bahasa Indonesia:


KD dari KI 2 yang diintegrasikan:

Kejujuran, rasa ingin tau,


tanggung jawab, kritis, rasional
Santun, empati, peduli,

138

ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...6/9

Contoh: Matematika:

Mulai dari KD dari KI-3 : memahami sifat-sifat


grafik fungsi eksponensial dan logaritma

Indikator :

Membuktikan sifat
Menurunkan sifat
Menenetukan kecukupan dan keperluan
grafik

139

ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...7/9

Contoh: Matematika:
Menuju KD dari KI-4: Mampu menggambar atau
menyajikan grafik fungsi eksponensial dan logaritma

Indikator :

Menentukan titik potong


Menentukan nilai maksimum dan minimum
Melukiskan grafik
Membaca dan menerjemahkan grafik sesuai
sifat2nya
Menganalisis grafik untuk menentukan persamaan
atau sebaliknya
140

ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...8/9

Contoh: Matematika:
Menuju KD dari KI-4: Mampu menyelesaikan masalah
nyata dengan menggunakan grafik fungsi eksponensial
dan logaritma

Indikator :
Menggunakan grafik untuk menentukan :
Perkembangan Bakteri
Pertumbuhan Penduduk
Bunga Uang

141

ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...9/9

Contoh: Matematika:
KD dari KI-2: Disiplin, tanggung jawab,
kerjasama, kecermatan

Indikator :
Konsistensi terhadap waktu
Konsitensi terhadap panduan
Konsistensi terhadap norma atau nilai yang
telah ditetapkan sebelumnya
Frekuensi ketepatan dan kebenaran
tindakan
142

ANALISIS KESESUAIAN & KECUKPUAN


SERTA KELUASAN DAN KEDALAMAN :
Kemampuan Guru Menganalisis Materi Ajar

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

143

Perubahan Pola Pikir Pembelajaran SD/MI


No

Rumusan Kurikulum Baru

Tidak mengenal mata pelajaran:


-Merujuk kepada kompetensi inti yang bebas mata pelajaran
-Pembelajaran terpadu

Matematika bukan berhitung: ada pola, bentuk, dll, PJOK-SBK


juga bukan keterampilan psikomotorik, ....
IPS dan IPA tidak mengenal bidang ilmu turunannya, diajarkan
sebagai satu kesatuan dengan pembahasan yang kontekstual:
-IPS melalui pemilihan tema modal pembangunan: SDL-I, SDA,
SDM, SDS-B...
-IPA melalui pemilihan tema objek IPA: klasifikasi, transformasi,
interaksi,

Sumber : Kemdikbud, 2012.

144

Matematika ...1/2
No Kurikulum Lama
1

Langsung masuk ke
materi abstrak

Banyak rumus yang


harus dihafal untuk
menyelesaikan
permasalahan
(hanya bisa
menggunakan)
Permasalahan
matematika selalu
diasosiasikan
dengan [direduksi
menjadi] angka

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Kurikulum Baru
Mulai dari pengamatan permasalahan
konkret, kemudian ke semi konkret,
dan akhirnya abstraksi permasalahan
Rumus diturunkan oleh siswa dan
permasalahan yang diajukan harus
dapat dikerjakan siswa hanya dengan
rumus-rumus dan pengertian dasar
(tidak hanya bisa mnggunakan tetapi
juga memahami asal-usulnya)
Perimbangan antara matematika
dengan angka dan tanpa angka
[gambar, grafik, pola, dsb]

145

Matematika ...2/2
No
4

5
6

Kurikulum Lama
Tidak membiasakan
siswa untuk berfikir
kritis [hanya
mekanistis]
Metode penyelesaian
masalah yang tidak
terstruktur
Data dan statistik
dikenalkan di kelas IX
saja

Matematika adalah
eksak

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Kurikulum Baru
Dirancang supaya siswa harus
berfikir kritis untuk menyelesaikan
permasalahan yang diajukan
Membiasakan siswa berfikir
algoritmis
Memperluas materi mencakup
peluang, pengolahan data, dan
statistik sejak kelas VII serta materi
lain sesuai dengan standar
internasional
Mengenalkan konsep pendekatan
dan perkiraan
146

Ilmu Pengetahuan Alam ...1/2


No
1

Kurikulum Lama
Materi disajikan
terpisah antara
Fisika, Kimia, dan
Biologi
Tidak ada
platform, semua
kajian berdiri
sejajar

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Kurikulum Baru
Materi disajikan terpadu, tidak
dipisah dalam kelompok Fisika,
Kimia, Biologi
Menggunakan Biologi sebagai
platform kajian dengan
pertimbangan semua kejadian dan
fenomena alam terkait dengan
benda beserta interaksi diantara
benda-benda tersebut. Tujuannya
adalah menekankan pentingnya
interaksi biologi, fisika, kimia dan
kombinasinya dalam membentuk
ikatan yang stabil.
147

Ilmu Pengetahuan Alam ...2/2


No

Kurikulum Lama

Kurikulum Baru

Materi ilmu bumi dan anta- Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan
riksa masih belum
antariksa sesuai dengan standar internasional
memadai [sebagian
dibahas di IPS]

Materi kurang mendalam


dan cenderung hafalan

Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa


untuk berfikir kritis dan analitis sesuai dengan
standar internasional

Diajarkan oleh guru


berbeda (team teaching)
dengan sertifikasi
berdasarkan mata kajian

Diajarkan oleh satu orang guru yang


memberikan wawasan terpadu antar mata
kajian tersebut sehingga siswa dapat
memahami pentingnya keterpaduan antar
mata kajian tersebut sebelum mendalaminya
secara terpisah dan lebih mendalam pada
jenjang selanjutnya

Sumber : Kemdikbud, 2012.

148

Ilmu Pengetahuan Sosial


No

Kurikulum Lama

Kurikulum Baru

Materi disajikan terpisah


menjadi Geografi, Sejarah,
Ekonomi, Sosiologi

Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok


Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi.

Tidak ada platform, semua


kajian berdiri sejajar

Menggunakan Geografi sebagai platform kajian dengan


pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikat
dengan lokasi. Tujuannya adalah menekankan
pentingnya konektivitas ruang dalam memperkokoh
NKRI. Kajian sejarah, sosiologi, budaya, dan ekonomi
disajikan untuk mendukung terbentuknya konektivitas
yang lebih kokoh.

Diajarkan oleh guru


berbeda (team teaching)
dengan sertifikasi
berdasarkan mata kajian

Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan


wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga
siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar
mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara
terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya

Sumber : Kemdikbud, 2012.

149

Bahasa Indonesia/Inggris ...1/2


No Kurikulum Lama
1

Materi yang diajarkan


ditekankan pada
tatabahasa/struktur
bahasa
Siswa tidak dibiasakan
membaca dan
memahami makna
teks yang disajikan
Siswa tidak dibiasakan
menyusun teks yang
sistematis, logis, dan
efektif

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Kurikulum Baru
Materi yang dijarkan ditekankan pada
kompetensi berbahasa sebagai alat
komunikasi untuk menyampaikan
gagasan dan pengetahuan
Siswa dibiasakan membaca dan
memahami makna teks serta meringkas
dan menyajikan ulang dengan bahasa
sendiri
Siswa dibiasakan menyusun teks yang
sistematis, logis, dan efektif melalui
latihan-latihan penyusunan teks

150

Bahasa Indonesia/Inggris ...2/2


No Kurikulum Lama
4

Kurikulum Baru

Siswa tidak
dikenalkan tentang
aturan-aturan teks
yang sesuai dengan
kebutuhan

Siswa dikenalkan dengan aturanaturan teks yang sesuai sehingga


tidak rancu dalam proses
penyusunan teks (sesuai dengan
situasi dan kondisi: siapa, apa,
dimana)
Kurang
Siswa dibiasakan untuk dapat
menekankan pada mengekspresikan dirinya dan
pentingnya ekspresi pengetahuannya dengan bahasa
dan spontanitas
yang meyakinkan secara spontan
dalam berbahasa

Sumber : Kemdikbud, 2012.

151

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran ...1/2


No Kurikulum Lama
Materi disajikan
1
berdasarkan
empat pilar
dengan
pembahasan yang
terpisah-pisah
2

Kurikulum Baru
Materi disajikan tidak
berdasarkan pada
pengelompokkan menurut empat
pilar kebangsaan tetapi
berdasarkan keterpaduan empat
pilar dalam pembentukan
karakter bangsa
Materi disajikan
Materi disajikan berdasarkan
berdasarkan
kebutuhan untuk menjadi warga
pasokan yang ada negara yang bertanggung jawab
pada empat pilar (taat norma, asas, dan aturan)
kebangsaan

Sumber : Kemdikbud, 2012.

152

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran ...2/2


No Kurikulum Lama
3
Tidak ada
penekanan pada
tindakan nyata
sebagai warga
negara yang baik
4
Pancasila dan
Kewarganegaraan
disajikan sebagai
pengetahuan yang
harus dihafal

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Kurikulum Baru
Adanya kompetensi yang
dituntut dari siswa untuk
melakukan tindakan nyata
sebagai warga negara yang baik
Pancasila dan Kewarganegaraan
bukan hanya pengetahuan,
tetapi ditunjukkan melalui
tindakan nyata dan sikap
keseharian.
153

ANALISIS DAN PENGUATAN MATERI: 1/4

MP

Konsep Kurikulum SMP/MTs (I)

IPS

Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok Geografi,


Sejarah, Ekonomi, Sosiologi. Geografi sebagai paltform untuk
menunjukkan keberagaman sehingga terbentuk konektivitas yang
menghubungkan pasokan dan kebutuhan. Pembahasan berdasarkan
macam-macam sumberdaya pembangunan. Geologi bukan bagian IPS

IPA

Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam fisika, kimia, biologi.


Biologi sebagai platform, dipergunakan untuk menjelaskan bidang
ilmu lain. Merujuk pada standar internasional (PISA, TIMSS) baik
keluasan maupun kedalaman, sehingga IPA juga mencakup Ilmu Bumi
dan Antariksa. Pembahasan berdasarkan prinsip-prinsip dasar
kehidupan di alam semesta [interaksi, energi, transformasi, dll].
Menghindari perhitungan [dengan rumus], menekankan penguasaan
konsep dan percobaan.

Sumber : Kemdikbud, 2012.

154

ANALISIS DAN PENGUATAN MATERI: 2/4


MP
Matematika

Konsep Kurikulum SMP/MTs (I)


Merujuk pada standar internasional (PISA, TIMSS,) baik keluasan
maupun kedalaman. Dimulai dengan permasalahan konkret berangsur
dibawa ke bentuk abstrak (model). Menekankan pentingnya prosedur
[algoritma] dalam pemecahan masalah. Memuat berimbang antara
bilangan, aljabar, bangun, data dan peluang pada tiap kelas. Tidak
selalu dihitung. Menekankan penguasaan pola [angka, bangun,
aljabar,..] Tidak selalu eksak, bisa kira-kira. Tidak selalu memiliki
informasi yang lengkap untuk diselesaikan.

Bhs Indonesia Merujuk pada standar internasional (PIRL,). Berbasis teks, seimbang
antara tulis dan lisan. Menekankan pentingnya bahasa sebagai alat
komunikasi untuk menyampaikan gagasan dan pengetahuan.
Menguasai kompetensi terkait teks: menyusun [melalaui pemahaman
terhadap kaidah, struktur, dan konteks], membedakan, menilai,
menyunting, menangkap makna, meringkas, menyajikan ulang dlm
bahasa sendiri,.. Menekankan ekspresi dan spontanitas dalam
berbahasa. Pengetahuan sbg konten

Sumber : Kemdikbud, 2012.

155

ANALISIS DAN PENGUATAN MATERI: 3/4

MP
PPKN

Bahasa
Inggris

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Konsep Kurikulum SMP/MTs (II)


Disajikan terpadu, tidak berdasarkan pada
pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan
tetapi berdasarkan keterpaduan empat pilar dalam
pembentukan karakter bangsa. Materi disajikan
berdasarkan kebutuhan untuk menjadi warga negara
yang bertanggung jawab (taat norma, asas, dan aturan).
Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk
melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang
baik [terlibat aktif dalam pengembangan masyarakat].
Idem Bahasa Indonesia dengan penekanan pada
conversation, reading, writing practices.
Mengasumsikan anak belum pernah belajar bahasa
Inggris secara formal pada saat masuk Kelas VII.
156

ANALISIS DAN PENGUATAN MATERI: 4/4

MP
Seni
Budaya

Konsep Kurikulum SMP/MTs (II)


Diberikan pengetahuan dan penguasaaan teknik dasar yang cukup
supaya gemar berkesenian yang berbudaya untuk meningkatkan
kepekaan dan apresiasi terhadap produk dan nilai seni budaya.
Memahami keberagaman dan keunikan dari setiap aspek seni agar
dapat merasakan keindahan produk dan nilai seni budaya.

Prakarya Dibekali pengetahuan yang cukup tentang material, proses, dan


alat beserta sumberdaya yang diperlukan untuk menghasilkan
sebuah karya. Menerapkan pengetahuan tersebut untuk terampil
dalam berkarya dengan cara yang efektif dan efisien dengan cara
menganalisis material, proses, dan alat yang diperlukan
PJOK

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Integrasi antara pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.


Bukan hanya keterampilan, tetapi harus ada pengetahuan yang
mendasarinya, serta sikap yang harus dapat dibentuk melalui PJOK.
Mengedepankan permainan yang menarik bukan aturan olahraga
yang ketat.
157

Konsep Umum Buku Kurikulum 2013 ..1/2


Mengacu pada kompetensi inti yang telah
dirumuskan untuk kelas dimana buku tersebut
ditulis
Menjelaskan pengetahuan sebagai input kepada
siswa untuk menghasilkan output berupa
keterampilan siswa dan bermuara pada
pembentukan sikap siswa sebagai outcome
pembelajaran
Menggunakan pendekatan saintifik melalui
mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan
menyaji
Menggiring siswa untuk menemukan konsep yang
sedang dipelajari melalui deduksi [discovery
learning]. Siswa sebisa mungkin diajak untuk
mencari tahu, bukan langsung diberi tahu.
Sumber : Kemdikbud, 2012.

158

Konsep Umum Buku Kurikulum 2013 ..2/2


Memuat penilaian capaian pembelajaran
secara bertahap mulai review [ulasan],
exercise [latihan], problem [pemecahan
masalah], challenge [tantangan yang
membutuhkan pemikiran mendalam], dan
project [kegiatan bersama dalam
memecahkan permasalahan yang
membutuhkan dukungan sumber lainnya].
Menekankan penggunaan bahasa yang jelas,
logis, sistematis.
Keterampilan tidak selalu dalam ranah
abstrak, tetapi juga harus konkret dalam
bentuk tindakan nyata
Sumber : Kemdikbud, 2012.

159

Buku Sekolah Dasar...1/2


Berupa buku pembelajaran tematik terpadu
Berbasis aktivitas, memuat rencana kegiatan harian
Merupakan buku kerja siswa [pada akhir tema menjadi
portofolio siswa?]
Tiap rangkaian pembelajaran (sub-tema) dimulai dengan
ajakan untuk mengamati dan menanya tentang sekitarnya
sesuai dengan sub-tema yang dibahas (disusun dalam
bentuk teks yang jelas, logis, dan sistematis)
Selanjutnya diawali dengan pembelajaran teks bahasa
[tulis/lisan] yang jelas sesuai subtema dan materi-materi
yang akan dibahas
Anak kelas I SD/MI dianggap masih belum baca tulis hitung
Membiasakan mengamati pola [angka, bangun] dan
memahami aturan pembentukannya
Sumber : Kemdikbud, 2012.

160

Buku Sekolah Dasar...1/2


Pemahaman bahasa harus didahulukan terhadap
materi lainnya
Pengetahuan dijadikan sebagai topik dalam memahami
bahasa, sehingga siswa dapat memahami bahasa dan
ilmu pengetahuan sekaligus
Menunjukkan pentingnya data dan penyajiannya
Matematika tidak selalu berkaitan dengan angka dan
perhitungan
PJOK dan SBP dikaitkan materi pengetahuan yang
dibahas (Mat, IPA, dll)
Keterampilan juga harus berbentuk tindakan nyata
(konkret) bukan hanya abstrak
Tiap tema diakhiri dengan project
Sumber : Kemdikbud, 2012.

161

Buku SMP/MTs Menurut Kurikulum 2013


No
Kurikulum 2013
1 Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap,
keterampilan, pengetahuan]
2 Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan
memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti
tiap kelas
3 Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang
sama, yaitu pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya,
mencoba, menalar, menyajikan, mencipta.
4
5
6

Tugas dikaitkan dengan keterampilan yang harus dikuasai


siswa
Pembahasan berdasarkan tema akan lebih baik
TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai
media pembelajaran semua mata pelajaran

Sumber : Kemdikbud, 2012.

162

REKONSTRUKSI PROSES PEMBELAJARAN :


Kemampuan Guru Memilih dan Menerapkan
Model Belajar :

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

163

Perubahan yang Mempengaruhi Pola Pikir: Proses


No

Rumusan Kurikulum Baru

Pembelajaran disusun seimbang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan


keterampilan

Lintasan yang berbeda untuk proses pembentukan tiap kompetensi

Pembelajaran melalui pendekatan scientific:


-Mengamati
-Menanya
-Mencoba
-Menalar
-Mengkomunikasikan
(berlaku untuk semua mapel/tema)

Model Pembelajaran:
-Discovery learning
-Project based learning
-Collaborative learning

Sumber : Kemdikbud, 2012.

164

Perubahan Pola Pikir Pembelajaran SMP/MTs: proses


No

Rumusan Kurikulum Baru

Penguatan pengetahuan prosedural. Semua mata pelajaran menekankan


pentingnya prosedur: detil, logis, sistematis algoritmis. Kebenaran prosedur
lebih penting dari kebenaran hasil

Transisi dari konkret ke abstrak. Semua mata pelajaran berangkat dari


pengamatan terhadap benda/kejadian/kegiatan konkret kemudian dibahas
melalui abstraksinya

Semua mapel meminta siswa mempraktekkan pengetahuan yang telah


dipelajarinya

Diawali dengan mengajak siswa untuk mengamati dan menanya:


-Menahan diri untuk memberitahu
-Menahan diri untuk tidak banyak bertanya, mengajak siswa untuk bertanya

Sumber : Kemdikbud, 2012.

165

Perubahan Pola Pikir :


No
1

2
3
4
5
6
7
8

Pola Pikir
Guru dan Buku Teks bukan satu-satunya sumber
belajar
Kelas bukan satu-satunya tempat belajar
Belajar dapat dari lingkungan sekitar
Mengajak siswa mencari tahu, bukan diberi tahu
Membuat siswa suka bertanya, bukan guru yang sering
bertanya
Menekankan pentingnya kolaborasi Guru dan siswa
adalah rekan belajar
Proses nomer satu, hasil nomer dua
Teaching Tutoring

Sumber : Kemdikbud, 2012.

166

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINGKAS


DOMAIN

SD

SMP

SMA-SMK

Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati +


Mengamalkan
SIKAP

KETERAMPILAN

PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG


JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,
ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA

Mengamati + Menanya + Mencoba + Menalar + Menyaji +


Mencipta
PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG PRODUKTIF DAN
KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET

PENGETAHUAN

Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa +


Mengevaluasi +Mencipta
PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN
BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN

Gradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan:


1. Perkembangan psikologis anak
2. Lingkup dan kedalaman materi
3. Kesinambungan
4. Fungsi satuan pendidikan
5. Lingkungan

Sumber : Kemdikbud, 2012.

167

STRATEGI PENGEMBANGAN BUKU KURIKULUM 2013

SKL
MATERI
AJAR

PROSES
BELAJAR

KOMPETEN
SI INTI
PENILAIAN
KOMPETENSI
DASAR

168

Creating

Characterizing/
Actualizing

Communicating

Evaluating

Organizing/
Internalizing

Associating

Analyzing

Valuing

Experimenting

Applying

Responding

Questioning

Understanding

Accepting

Observing

Knowing

Attitude
(Krathwohl)
Sumber : Kemdikbud, 2012.

Skill
(Dyers)

Knowledge
(Bloom)
169

PENGUATAN PROSES

KOMPETENSI LULUSAN
LEARNING
ACTIVITIES

LEARNING
OUTPUT

LEARNING
OUTCOMES

LEARNING
RESOURCE

LEARNING
ASSESMENT

KULTUR SEKOLAH

170

PENGUATAN PROSES:
ACTIVITY BASED
BUKAN SEKEDAR
CONTENT BASED

KOMPETENSI LULUSAN

BUKU SISWA

BUKU GURU

CONTOH RPP

VIDEO

STANDAR PROSES
PENILAIAN
PROSES REMEDI
PENGAYAAN
PEDOMAN INTERAKSI

KOMPETENSI DASAR,
INDIKATOR DAN TUJUAN
PEMBELAJARAN
ANALISIS DAN PEMILIHAN
MATERI AJAR
PEMILIHAN MODEL, MEDIA
DAN SUMBER BELAJAR
PERANCANGAN SKENARION
PEMBELAJARAN
PENILAIAN

PEMBELAJARAN
171

PENGUATAN PROSES:
NO

1.
2.
3.
4.
5.
6.

PENDEKATAN/MODEL BELAJAR

MODUL PELATIHAN

Tematik Terpadu
Pendekatan Scientific
Discovery/Inquiry
Learning
Problem Based Learning
Project Based Learning
Cooperative Learning

Konsep Dasar
Succes Story/Fakta
Empirik Penerapannya
Langkaah Operasional
Penerapan
Evaluasi Yang Digunakan
Video Pembelajarannya

172

BUKU KELAS I
Kelas

SISWA

KELAS I

GURU

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Judul Buku
1. Diriku
2. Kegemaranku
3. Kegiatanku
4. Keluargaku
TEMATIK
5. Pengalamanku
6. Lingkungan Bersih, Sehat dan Asri
7. Benda, Binatang, dan Tanaman di sekitarku
8. Peristiwa Alam
9. Agama Islam dan Budi Pekerti
10. Agama Kristen dan Budi Pekerti
11. Agama Katholik dan Budi Pekerti
AGAMA
12. Agama Hindu dan Budi Pekerti
13. Agama Budha dan Budi Pekerti
14. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Buku guru dilengkapi dengan:
1. Pedoman Proses Pembelajaran
2. Pedoman Penilaian
3. Pedoman Pelaksanaan Remedi
4. Materi Pengayaan
5. Pedoman Interaksi Guru, Siswa dan Orang Tua
173

BUKU KELAS IV
Kelas

SISWA

KELAS IV

GURU

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Judul Buku
1. Indahnya Kebersamaan
2. Selalu Berhemat Energi
3. Peduli terhadap Makhluk Hidup
4. Berbagai Pekerjaan
TEMATIK
5. Menghargai Jasa Pahlawan
6. Indahnya Negeriku
7. Cita-Citaku
8. Daerah Tempat Tinggalku
9. Makanan Sehat dan Bergizi
10. Agama Islam dan Budi Pekerti
11. Agama Kristen dan Budi Pekerti
12. Agama Katholik dan Budi Pekerti
AGAMA
13. Agama Hindu dan Budi Pekerti
14. Agama Budha dan Budi Pekerti
15. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Buku guru dilengkapi dengan:
1. Pedoman Proses Pembelajaran
2. Pedoman Penilaian
3. Pedoman Pelaksanaan Remedi
4. Materi Pengayaan
5. Pedoman Interaksi Guru, Siswa dan Orang Tua

174

BUKU KELAS VII


Kelas

SISWA

KELAS VII

GURU

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Judul Buku

1. PPKn
2. Bahasa Indonesia
3. Matematika
4. IPA
MAPEL
5. IPS
6. Bahasa Inggris
7. Penjasorkes
8. Seni Budaya
9. Prakarya
10. Agama Islam dan Budi Pekerti
11. Agama Kristen dan Budi Pekerti
12. Agama Katholik dan Budi Pekerti
AGAMA
13. Agama Hindu dan Budi Pekerti
14. Agama Budha dan Budi Pekerti
15. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Buku guru dilengkapi dengan:
1. Pedoman Proses Pembelajaran
2. Pedoman Penilaian
3. Pedoman Pelaksanaan Remedi
4. Materi Pengayaan
5. Pedoman Interaksi Guru, Siswa dan Orang Tua

175

BUKU MAPEL WAJIB KELAS X


Kelas

SISWA

KELAS X

GURU

Judul Buku
1. PPKn
2. Bahasa Indonesia (Prioritas)
3. Matematika (Prioritas)
4. Sejarah Indonesia (Prioritas)
MAPEL
5. Bahasa Inggris
6. Penjasorkes
7. Seni Budaya
8. Prakarya
9. Agama Islam dan Budi Pekerti
10. Agama Kristen dan Budi Pekerti
11. Agama Katholik dan Budi Pekerti
AGAMA
12. Agama Hindu dan Budi Pekerti
13. Agama Budha dan Budi Pekerti
14. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Buku guru dilengkapi dengan:
1. Pedoman Proses Pembelajaran
2. Pedoman Penilaian
3. Pedoman Pelaksanaan Remedi
4. Materi Pengayaan
5. Pedoman Interaksi Guru, Siswa dan Orang Tua

Catatan : Buku yang disediakan pemerintah adalah buku mapel wajib. Khusus tahun 2013 buku yang
176
disediakan hanya Bahasa Indonesia, Matematika dan Sejarah Indonesia Sumber : Kemdikbud, 2012.

ALOKASI WAKTU DALAM KALENDER PENDIDIKAN:


No

1.
2.
3.

Kegiatan
Minggu efektif belajar

Alokasi Waktu
Minimum 34 minggu dan
maksimum 38 minggu

Keterangan
Digunakan untuk kegiatan pembelajaran
efektif pada setiap satuan pendidikan

Jeda tengah semester

Maksimum 2 minggu

Satu minggu setiap semester

Jeda antar semester

Maksimum 2 minggu

Antara semester I dan II

Libur akhir tahun pelajaran

Maksimum 3 minggu

Hari libur keagamaan

2 4 minggu

Hari libur umum/nasional

Maksimum 2 minggu

Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan


administrasi akhir dan awal tahun
pelajaran
Daerah khusus yang memerlukan libur
keagamaan lebih panjang dapat
mengaturnya sendiri tanpa mengurangi
jumlah minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif
Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah

Hari libur khusus

Maksimum 1 minggu

Untuk satuan pendidikan sesuai dengan


ciri kekhususan masing-masing

Kegiatan khusus
sekolah/madrasah

Maksimum 3 minggu

Digunakan untuk kegiatan yang


diprogramkan secara khusus oleh
sekolah/madrasah tanpa mengurangi
jumlah minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif

4.

5.
6.
7.

8.

Sumber : Kemdikbud, 2012.

177

REKONSTRUKSI PENILAIAN:
Kompetensi Guru untuk Memilih dan
Menerapkan Sistem Penilaian yang sesuai.

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

178

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINGKAS


DOMAIN

SD

SMP

SMA-SMK

Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati +


Mengamalkan
SIKAP

KETERAMPILAN

PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG


JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,
ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA

Mengamati + Menanya + Mencoba + Menalar + Menyaji +


Mencipta
PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG PRODUKTIF DAN
KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET

PENGETAHUAN

Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa +


Mengevaluasi +Mencipta
PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN
BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN

Gradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan:


1. Perkembangan psikologis anak
2. Lingkup dan kedalaman materi
3. Kesinambungan
4. Fungsi satuan pendidikan
5. Lingkungan

Sumber : Kemdikbud, 2012.

179

Sistem Penilaian Kurikulum 2013...1/2


N
o
1
2
3
4
5

Jenis Penilaian
Penilaian otentik
Penilaian diri

Pelaku
Guru
Siswa

Waktu

Berkelanjutan
Tiap kali sebelum
ulangan harian.
Penilaian projek
Guru
Tiap akhir bab atau
tema pelajaran
Ulangan harian (dapat Guru
terintegrasi dengan
berbentuk penugasan)
proses pembelajaran
Ulangan Tengah dan
Guru (di bawah Semesteran
Akhir Semester
koord. satuan
pendidikan)
Merah: cara penilaian baru, Hitam: cara penilaian konvensional

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Sistem Penilaian Kurikulum 2013...1/2


No

Jenis Penilaian

Pelaku

Waktu

Ujian Tingkat Kompetensi

Sekolah (kisi-kisi
dari Pemerintah)

Tiap tingkat kompetensi


yang tidak bersamaan
dengan UN

Ujian Mutu Tingkat


Kompetensi

Pemerintah
(dengan metode
survei)

Tiap akhir tingkat


kompetensi (yang bukan
akhir jenjang sekolah)

Ujian Sekolah

Sekolah (sesuai
Akhir jenjang sekolah
dengan peraturan)

Ujian Nasional sebagai


Ujian Tingkat Kompetensi
pada akhir jenjang satuan
pendidikan.

Pemerintah (sesuai Akhir jenjang sekolah


dengan peraturan)

Merah: cara penilaian baru, Hitam: cara penilaian konvensional

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Sistem Penilaian Kurikulum 2013


1. Penilaian Otentik
Waktu: terus menerus
2. Penilaian Projek
Waktu: Akhir Bab/Tema
3. Ulangan Harian
Waktu: Sesuai rencana
4. UTS/AUS
Waktu: Semesteran

1. Ujian Tingkat Kompetensi (yang


bukan UN)
Waktu: Tiap tingkat kompetensi
2. Ujian Sekolah
Waktu: Akhir jenjang sekolah

Guru

Pemerintah
1. Ujian Tingkat Kompetensi (UN)
Waktu: Akhir jenjang sekolah
2. Ujian mutu Tingkat Kompetensi
Waktu: Tiap akhir tingkat kompetensi
Sumber : Kemdikbud, 2012.

Sekolah

Siswa
Penilaian Diri
Waktu: Sebelum ulangan
harian
18

Standar Penilaian : ...1/2


Standar Penilaian yang bertujuan untuk menjamin:

a. Perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan


kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan
prinsip-prinsip penilaian.

b. Pelaksanaan penilaian peserta didik secara


profesional, terbuka, edukatif,efektif, efisien, dan

sesuai dengan konteks sosial budaya.


c. Pelaporan hasil penilaian peserta didik secara
objektif, akuntabel, dan informatif.
Sumber : Kemdikbud, 2012.

183

Standar Penilaian: ...1/2


Cakupan :
1.Penilaian otentik.
2.Penilaian diri.
3.Portofolio
4.Tes
5.Ulangan.
6.Ujian Tingkat Kompetensi
Sumber : Kemdikbud, 2012.

184

Prinsip dan Pendekatan Penilaian:


1. Objektif, berarti penilaian berbasis pada standardan tidak
dipengaruhi faktor subjektivitas penilai.

2. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara


terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan
berkesinambungan.

3. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam


perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.

4. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian,

dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua


pihak.

5. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan


kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk
aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.

6. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik


dan guru.

Sumber : Kemdikbud, 2012.

185

Penilaian Kompetensi Pengetahuan :


1. Tes Tertulis berupa soal pilihan ganda,
isian, jawaban singkat, benar-salah,
menjodohkan, dan uraian. Tes Uraian
dilengkapi pedoman penskoran.

2. Tes Lisan berupa daftar pertanyaan.


3. Penugasan berupa pekerjaan rumah
dan/atau projek yang dikerjakan secara
individu atau kelompok sesuai dengan
karakteristik tugas.
Sumber : Kemdikbud, 2012.

186

Penilaian Kompetensi Sikap :


1. Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara
berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung
maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang
berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.

2.Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta


peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya
dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa
lembar penilaian diri.

3.Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian


dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan
pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar
penilaian antarpeserta didik.

4.Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi
informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik
yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
Sumber : Kemdikbud, 2012.

187

Penilaian Keterampilan :
1.Tes praktik adalah penilaian keterampilan melakukan suatu
aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.

2.Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang


meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan
secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.

3.Portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara


menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang
tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui
minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta
didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat
berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian
peserta didik terhadap lingkungannya.

Sumber : Kemdikbud, 2012.

188

KONDISI OBJEKTIF GURU:


Fakta Empirik Kekinian Guru Kita :

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

189

HASIL UJI KOMPETENSI:


Latar Pengetahuan : UKA 2012 : 42,25 UKG 2012: 45,82 UKG 2013: 47,84
Hasil Pelatihan Instruktur Nasional: Pretest 55,01 Posttest
66,97 (naik 11,96 atau 21,73 %) terdiri dari :
1. Konsep Kurikulum : 50,5573,56 (naik 23,01 atau 45,52 %)
2. Analisis Materi Ajar : 58,7465,12 (naik 6,38 atau 10,85 %)
3. Perancangan Pembelajaran dan Pelaksanaannya: 56,6962,74 (naik 6,65 atau 11,86 %)

Hasil Pelatihan Guru Inti Pretest: 43,03 Posttest 55,19 (naik


12,16 atau 28,26 %) terdiri dari :
1. Konsep Kurikulum : 36,44 61,60 (naik 25,16 atau 69,05 %)
2. Analisis Materi Ajar : 46,36 54,62 (naik 8,26 atau 17,82 %),
3. Perancangan Pembelajaran dan Pengetahuan Praktik : 45,10 50,09 (naik 4,99 atau
11,06 %).

Hasil Pelatihan Guru Sasaran Pretest 40,01 Postest 52,62


(naik 12,61 atau 31,52 %,) terdiri dari :
1. Konsep Kurikulum : 33,98 58,02 (naik 70,75 %)Analisis
2. Materi Ajar : 43,51 52,46 (naik 20,57%,)
3. Perancangan Pembelajaran dan Pengetahuan Praktik : 41,28 48,06 (naik 16,42 %).

190

HASIL PRE DAN POST TEST PELATIHAN INSTRUKTUR NASIONAL (IN)

23.01
[45.52%]

6.38
[10.86%]

Naik 11.96
[21.73%]
6.65
[11.86%]

HASIL PRE DAN POST TEST PELATIHAN GURU INTI (GI)

25.16
[69.05%]

8.26
[17.82%]

Naik 12.16
[28.26%]
4.99
[11.06%]

HASIL PRE DAN POST TEST PELATIHAN GURU SASARAN (GS)

24.04
[70.75%]

8.95
[20.57%]

Naik 12.61
[31.52%]
6.78
[16.42%]

HASIL PRETEST DAN POSTEST IN


PRE TEST

POST TEST

Pre Test
Min
Max
Rataan
Stdev

17,50
85,00
55,01
10,67

RATAAN :
55.01

Post Test
Rata
66,97
Min
45,00
Max
97,50
Stdev
8,83

RATAAN :
66.97

HASIL PRETEST DAN POSTEST GI


PRE TEST

Pre Test
Min
Max
Rataan
Stdev

2,50
80,00
43,03
10,92

RATAAN :
43.03

POST TEST

Post Test
Min
Max
Rataan
Stdev

RATAAN :
55.19

17,50
87,50
55,19
11,06

HASIL PRETEST DAN POSTEST GS

PRE TEST

Pre Test
Min
Max
Rataan
Stdev

2,50
80,00
40,01
10,39

RATAAN :
40.01

POST TEST

Post Test
Min
Max
Rataan
Stdev

2,50
97,50
52,62
11,10

RATAAN :
52.62

Hasil Uji Kompetensi Awal 2012


Distribusi Nilai Nasional
50,000

< 30,0

40,000

Mengikuti
pembinaan

Distribusi Nilai Per Provinsi


30,0
Melanjutkan ke Pendidikan
dan Latihan
248.733 peserta (88,5%)

32.286 peserta
(11,5%)

30,000
Passing
grade = 30,0

20,000

Nilai Tertinggi

97,0

Nilai Terendah

1,0

Rata-rata

42,25

Standar Deviasi

12,72

10,000
0
0

25

50

75

100

Hasil Uji Kompetensi Berdasarkan Tempat Bertugas


100

Rata-rata Nasional = 42,25

90.0

90.0

87.5

80

97.0

72.0
58.9
51.3

46.1

40

50.0

49.1

36.9

32.6

20
13.0

11.0
TK

Standar
Deviasi

3.0

1.0

11,82

4.0

1.0

SD

SMP

SMA

9,27

11,36

12,86

SMK

12,07

Rata-rata
Nasional = 42,25

19/33

95.0

80.0

60

DI YOGYAKARTA
DKI JAKARTA
BALI
JAWA TIMUR
JAWA TENGAH
JAWA BARAT
KEPULAUAN RIAU
SUMATERA BARAT
PAPUA
BANTEN
KALIMANTAN TIMUR
NUSA TENGGARA BARAT
SULAWESI SELATAN
KALIMANTAN SELATAN
RIAU
PAPUA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
BENGKULU
GORONTALO
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI UTARA
SUMATERA SELATAN
BANGKA BELITUNG
SULAWESI TENGAH
SUMATERA UTARA
LAMPUNG
SULAWESI BARAT
ACEH
JAMBI
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN BARAT
MALUKU UTARA
MALUKU

2.0
SLB

PENGAWAS

16,71

8,83

10

20

30

50.1
49.2
48.9
47.1
45.2
44.0
43.8
42.7
41.1
41.1
40.5
39.9
39.4
39.2
39.1
39.0
38.8
38.6
38.6
38.5
38.3
38.2
38.2
37.6
37.4
37.2
36.9
36.1
35.7
35.5
35.4
34.8
34.5
40

197

50

197

Distribusi Nilai UKG (Menurut Usia..1)


Rerata Nilai Kompetensi Pedagogi
Menurut Kelompok Usia
48.08
46.26

Rerata Nilai Kompetensi Profesional


49.25 Menurut Kelompok Usia
46.92

39.50
Tot avg:
43.20

<35 th

Usia

Tot avg:
44.45

avg

35-50 th

40.55

>50 th

Min

Stdev

<35 th
Usia

>50 th
Min

Stdev

14,673

12.18

35-50 th

264,551

11.93

>50 th

238,802

10.41

Total

518026

11.73

14,673

13.30

<35 th

35-50 th

264,551

12.96

>50 th

238,802

Total

518026

12.22
13.09

<35 th

35-50 th

avg

198

Hasil UKA 2012 Berdasarkan Kab/Kota


60

Rerata Nasional
42,25

Kab. Gresik

Kota Blitar

Kab. Sukabumi

55

50

154 Kab/Kota
45

40

337 Kab/Kota
35

30

Kab. Barito Utara


Kab. Dogiyai

25

Kab. Mentawai

Standar Deviasi :
12,72

20
0

50

100

150

200

250

300

350

400

450

199500

199

Hasil UKG 2012: Gabungan Kompetensi Pedagogi & Profesional


35000

Rata-rata = 45.82

UKG

30000

Maks
Min
Rata
Stdev
N

25000
20000

96.25
45.82
11.67
878,525

15000
10000

5000

100

95

90

85

80

75

70

65

60

55

50

45

40

35

30

25

20

15

10

100

96.25

95

94.00

93.00

90

86.25

85

81.00

80
75

24/33

Rata-rata
Nasional =

70

45.82

65
60
55

51.23

50

49.75

47.70

45.84

45

42.05

40
35
30

TK

SD

SMP

YOGYA
JATENG
BABEL
DKI
JATIM
SUMBAR
JABAR
KEPRI
BALI
BANTEN
KALSEL
PAPUA
RIAU
KALBAR
NTB
KALTIM
BENGKULU
PAPUA BARAT
SUMSEL
LAMPUNG
JAMBI
SUMUT
SULTRA
GORONTALO
SULBAR
SULUT
SULTENG
SULSEL
KALTENG
NTT
MALUKU
ACEH
MALUT

SMA

SMK

Rata-rata
Nasional :

45.82

53.60
50.41
48.25
47.93
47.89
47.21
46.81
45.68
45.50
44.96
44.37
44.24
43.86
43.72
43.69
43.65
43.28
42.52
42.30
42.27
42.10
42.06
41.86
41.79
41.59
41.53
41.45
41.18
41.14
41.05
40.00
38.88
38.02

200

Hasil UKG 2013: Gabungan Kompetensi Pedagogi & Profesional


18000

UKG

Rata-rata =
47.84

16000

Maks
Min
Rata
Stdev
N

14000
12000
10000

100,00
1,00
47,84
12,77
561.856

8000
6000
4000

2000
4
8
12
16
20
24
28
32
36
40
44
48
52
56
60
64
68
72
76
80
84
88
92
96
100

100.00

100
95

96.25

93.00

90

96.25

93.00

85

82.50

80
75
70

25/33

Rata-rata
Nasional =

65

47.84

60
55

54.38

52.77

50.22

50
45

51.09
46.47

43.68

40
35
30

TK

SD

SMP

SMA

YOGYA
JATENG
DKI
JATIM
BALI
JABAR
SUMBAR
KEPRI
KALSEL
BABEL
BANTEN
KALTIM
NTB
BENGKULU
KALBAR
LAMPUNG
SULSEL
RIAU
JAMBI
KALTENG
SUMUT
PAPUA
SUMSEL
SULTRA
GORONTALO
SULUT
NTT
SULBAR
NAD
PAPUA BARAT
SULTENG
MALUKU
MALUT

SMK

SDLB

57.28
55.14
53.43
52.75
52.68
51.74
49.70
48.69
48.57
48.10
47.14
47.01
45.93
45.30
45.25
45.18
44.83
44.76
Rata-rata
44.27
Nasional :
44.00
47.84
43.57
42.44
42.16
42.15
42.05
42.02
41.60
41.24
40.91
40.66
40.01
37.97
36.19

201

No No Soal
Indikator
Jlh Benar
Pedagogi
20
17 Mengurutkan langkah PTK
2,605
Menyeleksi metode pembelajaran yang sesuai dengan
21
61
2,570
pengetahuan awal peserta didik
22
64 Menentukan jenis pertanyaan
2,218
23
63 menjelaskan prinsip pengembangan kurikulum
1,529
menentukan langkah-langkah pembelajaran untuk
24
62
1,493
mencapai tujuan pembelajaran
Profesional
Menggunakan hukum pemantulan cermin dalam
52
49
2,302
perhitungan
Menganalisis hubungan proses fotosintesis dan
53
29
2,295
respirasi
Merumuskan hipotesis dari percobaan faktor yang
54
34
2,265
mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan
Menggunakan hukum pemantulan dan pembiasan
55
78
1,825
dalam menentukan arah lintasan cahaya
56
69 Menganalisis rantai makanan
1,212
Jlh Soal = 80; Pd = 24, Pr = 56; Peserta: 8.631 org

% Serap

Kategori

30.18

SK

29.78

SK

25.70
17.72

SK
SS

17.30

SS

26.67

SK

26.59

SK

26.24

SK

21.14

SK

14.04

SS

202

N0 No Soal
Pedagogi
26

15

27

28

10

29

30

30

Indikator
Disajikan beberapa pernyataan tentang berbagai pendekatan pembelajaran IPS
terpadu, guru dapat mengidentifikasi pendekatan pembelajaran iPS terpadu yang
mendorong peserta didikmemahami generalisasi atau hubungan antar konsep
Disajikan rumusan kompetensi dasar matapelajaran IPS, guru dapat
mengidentifikasi indikator yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Disajikanrumusan SK dan KD, guru dapat mendeskripsikan penyusunanrancangan
pembelajaran yang lengkap untuk kegiatan di dalam kelas
menguraikanprosedur sistemik penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran matapelajaran IPS
mengidentifikasi prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik sesuai
dengan Permendiknas No 41 Tahun 2007 tentang standard proses

Jlh Benar

% Serap Kategori

2,419

25.92

SK

2,111

22.62

SK

2,017

21.61

SK

1,963

21.03

SK

1,878

20.12

SK

1,558

16.69

SS

1,218

13.05

SS

1,044

11.19

SS

246

2.64

SS

19

0.20

SS

Profesional
96

97

97

68

98

51

99

46

100

71

menguraikan peran Indonesia dalam kerjasamadengan lembaga-lembaga


internasional dalam aspek politik
Disajikan indicator kelangkaan ekonomi,Guru mampumengidentifikasi hubungan
antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas
mendeskripsikan perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa
madya (Islam) dalam aspek sosial-politik
mendeskripsikan pembuatan sketsa dan peta wilayah yang mengambarkan objek
geografi
mendeskripsikan peristiwa Rengasdengkloksebagai peristiwa sejarah yang
mendorong terwujudnya proklamasi kemerdekaan RI sebagai deklarasi
terbentuknya NKRI
Jlh Soal = 100; Pd = 30, Pr = 70; Peserta: 9.333 org

203

N0 No Soal

Indikator

Jlh Benar % Serap

Kategori

Pedagogi

20

75

21

67

22

70

23

69

24

74

Disajikan sebuah KDtertentuguru dapat menentukan sumber belajar yang


tepat.
Disajikan KDmenulis guru dapat memilih materi pembelajaran yang tepat
Disajikan konteks pembelajaran menulis dengan KD tertentu guru
dapatmemilih metode dan merancang pelaksanaan pembelajaran dengan
benar.
Disajikan gambar-gambar media pembelajaran menulis guru dapat
menentukan KD yang sesuai dengan rancangan media tersebut.
Disajikan konteks pembelajaran berbicara sastra dengan KD tertentu guru
dapat menganalisis rancangan pembelajaran yang sesuai dengan KD
tersebut.

2,702

28.72

SK

2,669

28.37

SK

2,507

26.65

SK

2,135

22.70

SK

2,108

22.41

SK

2,261

24.04

SK

2,132

22.66

SK

2,110

22.43

SK

1,772

18.84

SS

893

9.49

SS

Profesional
76

77

78

14

79

13

80

Disajikan penggalan pidato, guru dapat menentukan jenis komponen pidato


yang sesuai dengan penggalan tersebut.
Disajikan sebuah konteks diskusi, guru dapat memilih komponen diskusi yang
seharusnya ada.
Disajikan sebuah konteks penulisan karya ilmiah, guru dapat menentukan
penulisan judul yang tepat.
Disajikan tema sebuah karangan, guru dapat menentukan komponen isi
karangan secara tepat.
Disajikan konteks kelembagaan pembuat surat, guru dapat memilih
penulisan kepala surat yang tepat.
Jlh Soal = 100; Pd = 24, Pr = 56; Peserta: 9.407 org

204

N0 No Soal
Pedagogi
20

62

21

63

22

60

23

58

24

59

Indikator

Diberikan suatu rumusan KD, indikator atau tujuan pembelajaran bahasa Inggris
tertentu, guru dapat menentukan pendekatan, strategi, metode, atau teknik
pembelajaran.
Diberi pertanyaan tentang prinsip pengembangan kurikulum, guru dapat
menentukan pilihan yang bukan termasuk prinsip-prinsip pengembangan
kurikulum.
Diberi contoh tulisan siswa yang mengandung kesalahan tertentu, guru dapat
menentukan kesulitan peserta didik dalam mempelajari keterampilan berbahasa
Inggris
Diberi suatu topik pembelajaran bahasa Inggris untuk pembelajaran teks tertentu,
guru dapat menentukan bekal-ajar awal peserta didik yang diperlukan.
Diberi contoh tulisan siswa yang mengandung kesalahan tertentu, guru dapat
menentukan kesulitan peserta didik dalam mempelajari keterampilan berbahasa
Inggris

Jlh Benar

% Serap

Kategori

4,222

36.82

SK

4,134

36.05

SK

3,514

30.64

SK

3,324

28.99

SK

2,570

22.41

SK

3,248

28.32

SK

2,553

22.26

SK

2,532

22.08

SK

2,332

20.34

SK

1,093

9.53

SS

Profesional
76

49

77

44

78

79

80

Diberi sebuah teks rumpang, guru dapat melengkapi teks tersebut dengan 3 kalimat
yang tepat
Diberi sebuah teks rumpang, guru dapat melengkapi teks tersebut dengan 5 kata
yang tepat
Diberi teks tertulis fungsional pendek berbentuk announcement, guru dapat
menentukan,gambaran umu,informasi tertentu, informasi rinci tersurat,informasi
rinci tersirat, makna kata
Diberi teks tertulis fungsional pendek berbentuk announcement, guru dapat
menentukan,gambaran umu,informasi tertentu, informasi rinci tersurat,informasi
rinci tersirat, makna kata
Diberi teks tertulis fungsional pendek berbentuk letter, memo, guru dapat
menentukan, gambaran umum, informasi tertentu,makna kata, tujuan komunikatif
teks tersebut
Jlh Soal = 80; Pd = 24, Pr = 56; Peserta: 11.467 org

205

N0 No Soal
Indikator
Pedagogi
26
8 Menentukan langkah-langkah penyusunan silabus (SMP)
Menentukan teknik penilaian proses dan hasil belajar
27
23
padaperistiwakegiatan pembelajaran (SMP/SMA)
Menentukan macam bahan yang dapat digunakan untuk melakukan
28
29 refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan pada satu
kompetensi dasar (KD) (SMA/SMA)
Mengidenfikifasi kemampuan awal yang dibutuhkan siswa dalam
29
3
pembelajaran suatu topik/konsep matematika (SMP)
30

27

Menentukan komponen pembelajaranyang perlu diperbaiki berdasarkan


hasil dari analisis hasil ulangan harian matematika (SMP/SMA)

Jlh Benar % Serap Kategori


2,584

26.51

SK

2,133

21.89

SK

1,370

14.06

SS

998

10.24

SS

275

2.82

SS

2,188

22.45

SK

2,174

22.31

SK

1,963

20.14

SK

1,437

14.74

SS

1,413

14.50

SS

Profesional
96

44

97

77

98

60

99

56

100

66

Dapat menggunakan konsep rata-rata untuk menyelesaikan masalah


(SMP)
Menentukan keberadaan standar kompetensi, kompetensi dasar, atau
indikator berdasarkan KTSP (SMP)
Menentukan banyaknya bilangan dengan menerapkan aturan/kaidah
pencacahan (SMP)
Menganalisisgrafik fungsi gradien dari suatu fungsi yang diketahui
grafiknya (SMA)
Menggunakan nilai maksimum fungsi trigonometri dalam menyelesaikan
masalah (SMA)
Jlh Soal = 100; Pd = 30, Pr = 70; Peserta: 9.746 org

206

N0 No Soal
Pedagogi
14

59

15

53

16

55

17

50

18

46

Indikator
Menentukan tahapan dari langkah-langkah PTK, berdasarkan materi
diskusi yang dilakukan oleh seorang guru dengan rekan sejawatnya.
Menentukan saat yang tepat untuk mengambil keputusan
memodifikasi strategi pembelajaran yang telah direncanakan dalam
RPP.
Menjelaskan salah satu prinsip penilaian hasil belajar pada jenjang
pendidikan dasar danmenengah
Menjelaskan prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik.
Menjelaskan alasan yang melandasi perlunya diterapkan
pendekatan keterampilan proses dalam kegiatan pembelajaran.

Jlh Benar % Serap Kategori


279

17.50

SS

268

16.81

SS

158

9.91

SS

125

7.84

SS

62

3.89

SS

384

24.09

SK

350

21.96

SK

338

21.20

SK

329

20.64

SK

133

8.34

SS

Profesional
56

57

15

58

59

60

42

Menentukan percepatan rata-rata gerak seekor serangga yang


bergerak setengah lingkaran dengan kelajuan yang konstan.
Menjelaskan pengaruh tekanan terhadap titik lebur, titik beku, titik
didih, dan titik embun, berdasarkan diagram PT.
Menjelaskan kemungkinan gerak benda yang memiliki percepatan
tetap.
Menggambar grafik hubungan antara besar gaya Archimides dengan
kedalaman dari sebuah batu yang dijatuhkan ke dalam air.
Mengurutkan empat langkah pokok dalam PTKdengan benar.
Jlh Soal = 60; Pd = 18, Pr = 42; Peserta: 1.594 org

207

N0 No Soal
Pedagogi
10

10

11

11

12

13

13

14
8
Profesional
66

70

67

34

68

57

69

59

70

32

Indikator
Memfasilitasi berbagai kegiatan pembelajaran untuk
mendorong peserta didik mencapai prestasi optimal.
Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses
hasil belajar kimia
Mengetahui kesulitan belajar siswa dalam pelajaran kimia
Menentukaninstrumen penilaian dan evaluasi proses dan
hasil belajar.
Memahami komponen-komponen dalam RPP.

Kategori

Jlh Benar

% Serap

884

50.57

SD

783

44.79

SD

732

41.88

SD

720

41.19

SD

678

38.79

SK

28.60

SK

20.82

SK

18.31

SS

15.27

SS

5.66

SS

Mengolah materi pelajaran kimia secara kreatif sesuai


500
dengan SKKD
Memahami konsep/hukum/teori yang terkait dengan
364
termodinamika kimia dan sel elektrokimia
Menggunakan representasi simbolik dalam
320
mendeskripsikan proses kimia
Memahami struktur ilmu kimia dalam kaitannya dengan
267
ilmu alam yang lain.
Memahami konsep/hukum/teori yang terkait dengan
99
termodinamika kimia dan sel elektrokimia
Jlh Soal = 70; Pd = 14, Pr = 56; Peserta: 1.748 org

208

N0 No Soal
Pedagogi
13

17

14

15

10

16

13

17

Indikator
Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran
Mampu menentukan pengalaman belajar dalam Biologi
yang harus diberikan pada siswa berdasarkan tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan
Menunjukkan fakor-faktor yang harus diperhatikan ketika
mengajukan pertanyaan kepada siswa
Melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar secara
berkesinambungan dengan mengunakan berbagai
instrumen
Memahami beberapa teori belajar dalam membelajarkan
biologi

Kategori

Jlh Benar

% Serap

751

40.05

SD

704

37.55

SK

656

34.99

SK

515

27.47

SK

423

22.56

SK

30.40

SK

29.23

SK

28.27

SK

27.04

SK

20.85

SK

Profesional
71

70

72

56

73

71

74

63

75

46

menganalisis fenomena yang terjadi berkaitan dengan


faktor abiotik dan pengaruhnya terhadap proses
570
fotosintesis
Menunjukkan komponen-komponen darah manusia
548
beserta fungsinya
menganalisis mekanisme gerak pada hewan vertebrata
530
Mendeskripsikan struktur jaringan hewan Vertebrata dan
507
mengaitkannya dengan fungsinya
Menerapkan pengertian gamet, genotip dan fenotip
391
Jlh Soal = 75; Pd = 17, Pr = 58; Peserta: 1.875 org

209

N0 No Soal
Pedagogi
26

13

27

21

28

30

29

12

30

11

Indikator
memanfaatkan TI K dalampembelajaranmatapelajaranGeografidenganbenar
menyususuninstrumenpenilaiandanevaluasi proses
pembelajarandalammatapelajaranGeografidenganbenar
menyusunprososal
PTKuntukmeningkatkankualitaspembelajaranmatapelajaranGeografidenganbenar
menggunakansumberbelajar yang
relevandengankarakteristikpesertadidikuntukmatapelajaranGeografidalamrangka
mencapaitujuanpembelajaransecarautuhdenganbenar
melaksanakanpembelajaranmatapelajaranGeografi di
dalamkelassesuaidenganrancanganpembelajaran (RPP) yang
mendidikberdasarkanPermenDiknas No. 41/2007 tentangstandar Proses
denganbenar

Jlh Benar

% Serap

Kategori

117

17.51

SS

114

17.07

SS

103

15.42

SS

83

12.43

SS

56

8.38

SS

158

23.65

SK

137

20.51

SK

134

20.06

SK

57

8.53

SS

36

5.39

SS

Profesional
96

75

97

42

98

58

99

61

100

95

Dideskripsikan objek pada peta, guru dapat menjelaskan jenissimbol yang


digunakan untuk menggambarkan objek pada peta
Disajikan informasi tentang bencana alam, guru dapat mendeskripsikan mitigasi
bencana alam.
Disajikan beberapa jenis penggunaan lahan, guru mengevaluasi jenis
penggunaan lahan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya
pemanasan global.
Mengidentifikasi karakteristik morfologi dasar laut berdasarkan kedalamannya
melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan secara
berkelanjutan dengan tepat
Jlh Soal = 100; Pd = 30, Pr = 70; Peserta: 668 org

210

N0

No Soal

Indikator

Jlh Benar % Serap

Kategori

Pedaogi
26

99

27

78

28

100

29

73

30

79

menyusun rumusan masalah dengan disajikan uraian permasalahan


dalam pembelajaran ekonomi
Disajikan beberapa komponen , guru dapat menentukan yang termasuk
komponen dalam format penyusunan RPP
mengidentifikasi kegunaan dari kajin pustaka pada PTK, dengan
disajikan beberapa uraian tentang kegunaan dari komponen PTK.
memilih contoh aplikasi pembelajaran kontekstual, dengan disajikan 5
contoh aplikasi pembelajaran ekonomi.
membedakan pengertian konfirmasi, elaborasi melalui disajikan contoh
aplikasinya masingdalam pembelajaran ekonomi.

716

35.32

SK

694

34.24

SK

688

33.94

SK

474

23.38

SK

459

22.64

SK

545

26.89

SK

399

19.68

SS

376

18.55

SS

342

16.87

SS

310

15.29

SS

Profesional
96

68

97

48

98

23

99

39

100

14

Disajikan data jasa anggota, jasa modal, simpanan pokok, simpanan


wajib, simpanan sukarela, pembelian dan penjualan koperasi, guru
dapat menghitung sisa hasil usaha anggotanya
Disajikan pernyataan tentang buku besar, guru dapat menentukan
pernyataan yang merupakan fungsi buku besar
Disajikan beberapa kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, guru dapat
menentukan yang termasuk kebijakan moneter
Disajikan data neraca pembayaran , guru dapat menentukan neraca
pembayaran defisit atau surplus
Disajikan masalah yang dihadapi pemerintah (masalah
kemiskinan/pemerataan pendapatan) di bidang ekonomi, guru dapat
menentukan penyebab terjadinya masalah tersebut
Jlh Soal = 100; Pd = 30, Pr = 70; Peserta: 2.027 org

211

N0 No Soal
Pedagogi
26

23

27

25

28

10

29

30
5
Profesional
96

78

97

34

98

67

99

80

100

39

Indikator
Disajikan wacana, guru melakukan evaluasi prosespembelajaran
dengan benar
Disajikan data, guru dapat menggunakan informasi hasil penilaian
dan evaluasi untuk merancang program remedial sesuai dengan
panduan BSNP
Disajikan pernyataan, guru dapat memilihpengalaman belajar yang
sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran sosiologi dengan benar

Disajikan pernyataan, guru dapat menerapkanberbagai teknik


pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran
sosiologi dengan benar
menjelaskan pendekatan pembelajaran dengan benar
Disajikan wacana, guru dapat menjelaskan pengertian globalisasi
secara teoritis
Disajikan wacana, guru dapat mengidentifikasi perubahan sosial
dalam masyarakat sesuai dengan teori sosial
menjelaskan masyarakat multicultural dengan benar
Disajikan wacana, guru dapat mengidentifikasi tujuan lembaga sosial
dengan benar
Disajikan wacana, guru dapat menjelaskan fungsi norma dalam
masyarakat secara tepat
Jlh Soal = 100; Pd = 30, Pr = 70; Peserta: 766 org

Jlh Benar

% Serap

Kategori

187

24.10

SK

137

17.65

SS

122

15.72

SS

113

14.56

SS

65

8.38

SS

167

21.52

SK

150

19.33

SS

99

12.76

SS

66

8.51

SS

57

7.35

SS

212

N0 No Soal
Pedagogi

19

22

20

95

21

22

64

23

Indikator
Membuat tes proses pembelajaran tentang sikap
nasionalisme
Menyesuaikan materi pembelajaran yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran IPS
Memperjelas perencanaan dan pelaksanaan penilaian dan
evaluasi dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Menggabungkan beragam asessmen dalam mengevaluasi
tujuan pembelajaran IPA (produk, proses, dan sikap ilmiah)
Memilih berbagai metode pembelajaran menulis permulaan
yang dapat mengembangkan kemampuan dan kegemaran
menulis siswa.

Jlh Benar

% Serap

Kriteria

33,465

22.38

SK

32,214

21.54

SK

29,885

19.98

SS

28,582

19.11

SS

13,820

9.24

SS

13.62

SS

13.19

SS

11.68

SS

11.22
2.32

SS
SS

Profesional
96

56

97

54

98

99
100

19
1

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu, jarak,


20,367
dan kecepatan
Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat segiempat
19,727
Merumuskan hakikat (pengertian, tujuan, jenis, dan
17,464
manfaat) membaca, dan menulis.
Menilai prosa
16,777
Menganalisis karakteristik perkembangan bahasa anak usia SD
3,464
Jlh Soal = 100; Pd = 30, Pr = 70; Peserta: 149.547 org

213

N0

No Soal

Indikator

Jlh Benar

% Serap

Kriteria

6,295

25.99

SK

5,987
5,640

24.72
23.29

SK
SK

4,812

19.87

SS

4,383

18.10

SS

6,228

25.72

SK

5,602

23.13

SK

4,796

19.80

SS

4,316

17.82

SS

3,873

15.99

SS

Pedagogi
25

15

26
27

29
23

28

29

Mengurutkan tahapan bermain peran dalam kegiatan


pengembangan di TK/PAUD.
Merinci karakteristik PTK
Menjelaskan jenis-jenis penilaian di PAUD
Memberi contoh kesulitan anak TK dalam bidang
pengembangan nilai-nilai agama dan moral, fisik, bahasa,
dan sosial-emosional.
Memberikan contoh aplikasi prinsip belajar dengan
bermain yang terkait dengan berbagai bidang
pengembangan

Profesional
96

62

97

65

98

66

99

31

100

26

Menganalisis standar tingkat pencapaian perkembangan


kognitif anak TK
Menganalisis standar tingkat pencapaian perkembangan
sosial-emosional anak TK
Menganalisis standar tingkat pencapaian perkembangan
sosial-emosional anak TK
Menganalisis pembelajaran matematika bagi anak usia
dini
Menerapkan metode komunikasi dengan peserta didik

Jlh Soal = 100; Pd = 30, Pr = 70; Peserta: 24.218 org

214

No

IPA
Prov

IPS
DS

Prov

1
56.38

DIY

2
53.41

53.12

4
52.91

2
1

46.12
DKI

51.65

DKI

NAD

40.03

Sulut

Sulteng

39.84

Pabar

Sulut

39.66 Maluku

Maluku

37.44

NAD

Malut

36.59

Malut

NAD

36.94

Sulut
Goront
35.40
l
35.12
32.53

48.92

48.47

Malut
Maluku

47.65

37.57

Sultra
Goront
37.16
l
37.10
35.24
34.18

Malut
Sulbar
Maluku

38.56
36.39
36.30
33.43

53.63

Jateng

46.29

Jabar

43.77

Sumbar

43.72

Banten

43.00

Maluku

32.37

Sulbar

30.24

Pabar

29.86

Kalsel

28.97

Malut

28.79

44.11
DKI

38.94

Bali

44.15
Jatim

Jatim

DS

44.24

DIY

Jateng

Jatim

37.23

Jateng

DKI

Prov

45.33

48.98

49.00

DS

FISIKA

51.25

49.28

49.69

DKI

Prov
Bali

DIY

Bali

Jatim

DS

MATEMATIKA

51.25

50.21

46.60
Jatim

Prov
Bali

Jateng

Jateng

B.INGG

50.61

47.82

DIY

DS

Babel

Bali

Prov

47.99
Jateng

DS
48.46

Bali

B.INDO

NTT
Sultra
Jambi
Maluku
Malut

37.23
37.02
36.64
36.29
35.26

215

KIMIA

BIOLOGI

GEOGRAFI

EKONOMI

SOSIOLOGI

No

Prov

DS

Prov

DS

Prov

DS

Prov

DS

Prov

DS

Kepri

69.38

Bali

63.85

Kalsel

62.38

Babel

70.00 Gorontl

66.19

Bali

68.03

DIY

60.37

Bali

56.28 Sumbar

64.81

Bali

61.49

Jateng

63.36

DKI

57.49

Jateng

55.83

Bali

64.12

Jateng

61.28

DKI

62.82

Kalbar

57.34

DIY

55.77

Jateng

63.31

Lampg

60.54

Jatim

58.84

Sulbar

56.35

Jabar

54.27

Jabar

63.20

DIY

60.26

Malut

39.78

Pabar

44.51

Sulut

40.21 Maluku

49.57 Sulteng

50.24

4 Gorontl

38.99 Sulteng

44.13

Papua

40.17

Malut

49.14

Malut

49.45

Babel

35.50 Gorontl

42.89 Maluku

38.77

Pabar

49.12

Jambi

46.48

Sulbar

34.53

42.79

Malut

37.19

Sulut

46.87

Babel

43.34

Sulut

31.09 Maluku

40.31

Jambi

34.45

Jambi

39.90

NAD

41.59

Malut

216

ARSITEKTUR dan MATERI PELATIHAN


GURU

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

217

6.1

ARSITEKTUR PELATIHAN

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

218

SEGMENTASI KEGIATAN PELATIHAN :


.....menghindari ceramah, tetapi mengandalkan diskusi, bekerja, mengevaluasi dan simulasi ........

MENILAI ATAU
MENGEVALUASI HASIL
YANG PERNAH DILAKUKAN
SEBELUMNYA (termasuk
menganalisis tayangan
video dan materi ajar)

Setiap peserta diklat wajib membawa :


Guru membawa beberapa RPP yang
pernah disusun dan digunakan di
sekolah
Pengawas dan Kepala sekolah
membawa hasil supervisi akademik
dan manajerial yang dilakukan
selama ini

BERDISKUSI ATAU
MENGEMUKAKAN HASIL
EVALUASI SERTA BEKERJA
MENYUSUN YANG TERBAIK
SESUAI HASIL DISKUSI

Pemaparan PP oleh
Instruktur diintegrasikan
pada saat diksui sesuai
konteks dan kebutuhan.

SIMULASI ATAU
MENYAJIKAN HASIL
SESUAI HASIL DISKUSI

Para Instruktur dan peserta


secara voluntir dan atas
penunjukan selalu berupaya
melakukan simulasi
(menunjukkan contoh dan
bukan contoh)

219

SKEMA KEGIATAN PELATIHAN GURU


Tayangan Video Pembelajaran
(contoh dan bukan contoh
pembelajaran kreatif
Simulasi: tematik
terpadu, pendekatan
scientific, Project Based
Learning, dsb

Menganalisis dan diskusi


tayangan
Tayangan Video:
Perubahan Mind set
tentang Kurikulum
oleh Mendikbud

Paparan : 1. Pendekatan
Scientific, Discovery Learning,
Project Based Learning; 2.
Evaluasi: tes dan portofolio;
penilaian proses dan output

Analisis dan Diskusi


hasil simulasi

Diskusi

Analisis dan Diskusi


RPP untuk
menemukan RPP
terbaik

Kerja Kelompok

Kerja Kelompok
menganalisis buku,
menyusun tes dan
portfolio

Kerja Kelompok
menyusun RPP

Peer Teaching;
membiasakan guru
untuk bertanya dan
membangkitkan
kemampuan siswa
untuk bertanya

Presentasi Hasil

Presentasi Hasil

Presentasi Hasil

Refleksi

Paparan
Diskusi

PreTest

Menilai RPP yang


telah disusun guru
sebelumnya

Konsep
Konsep
Kurikulum
Kurikulum

Analisis Materi Ajar


(12 Jam Pel.)

(4 (4
Jam
Pel.)
Jam
Pel.)

Rasional
Pengembangan
Kurikulum 2013
Elemen Perubahan
SKL, KI, dan KD
Strategi
Implementasi

SKL, KI, dan KD


Buku Siswa
Buku Guru
Panduan Analisis
Lembar Kerja Analisis
Buku

Rancangan
Pembelajaran
(8 Jam Pel.)

Panduan telaah
RPP
Panduan
Penyusunan RPP
Konsep Scientific
Aproach, Discovery
Learning, Project
Based Learning

Praktik
Terbimbing
(24 Jam Pel.)

RPP
Instrumen
Penilaian Kinerja
Guru
Panduan Peer
Teaching

Guru Inspiratif
yang mampu
melakukan
pembelajaran
kontekstual
untuk
Post mengembangka
n siswa yang
Test
produktif,
kreatif, inovatif,
afektif (mampu
menerapkan
kurikulum 2013)

220

NARA SUMBER NASIONAL, INSTRUKTUR NASIONAL, GURU INTI, DAN GURU SASARAN

JAKARTA

NS

Pejabat
Kemdikbud
Ahli Pendidikan
Praktisi
Pendidikan
Unsur lain

WI
PPPPTK - LPMP
(Penulis Bahan
Pelatihan)

DOSEN
Penulis Bahan Ajar
Non Penulis Bahan
Ajar

JAKARTA

IN

GURU IN

(Guru sasaran yang


terpilih sebagai
Instruktur Nasional)

WI
PPPPTK - LPMP
(Penulis dan Non
Bahan Pelatihan)

GI

GURU IN
(Guru sasaran yang
terpilih sebagai
Instruktur Nasional)

GURU INTI
(Guru sasaran
yang terpilih
sebagai Guru Inti)

DOSEN
Penulis Bahan
Ajar

LPMP PPPPTK

6
REGION

MASTER TRAINING
(Mengawasi, Memantau, Mensupervisi
Klinis dan Melaporkan Proses
Pelatihan

GS
GURU
SASARAN
GURU IN
(Guru sasaran
yang terpilih
sebagai Instruktur
Nasional)

GURU INTI
(Guru sasaran
yang terpilih
sebagai Guru Inti)

GURU YANG MENGIMPLEMENTASIKAN


KURIKULUM 2013

221

NARA SUMBER NASIONAL, INSTRUKTUR NASIONAL, KS/PS SASARAN


JAKARTA

NS

IN
Pejabat Kemdikbud
Ahli Pendidikan
Praktisi Pendidikan
Unsur lain

WI
PPPPTK LPMP
Dan
KS/PS
(Penulis Bahan Pelatihan)

DOSEN
Penulis Bahan Ajar
Non Penulis Bahan Ajar

LPMP PPPPTK

JAKARTA

KS/PS IN
(KS/PS sasaran yang
terpilih sebagai Instruktur
Nasional)

WI
PPPPTK LPMP

KS/PS
SASARAN

KS/PS Terpilih
berdasarkan
sasaran
Sekolah

(Penulis dan Non Bahan


Pelatihan)

DOSEN
Penulis Bahan Ajar

222

Tiga tujuan utama, yakni (1) bagaimana cara mengubah sikap guru pada pelatihan ini, (2) pengetahuan apa
saja yang harus dikuasai, dan (3) keterampilan apa saja yang harus dilatihkan
Bagaimana cara
mengubah sikap guru
? PERUBAHAN SIKAP
(MINDSET)

KETERAMPILAN
MERANCANG RPP

KETERAMPILAN
MELAKUKAN
PEMBELAJARAN

KETERAMPILAN
MELAKUKAN
EVALUASI

INDIKATOR

Menunjukkan perlilaku
mendukung kurikulum 2013
Berinsiatif untuk berkreasi
dalam menrancang
impelementasi kuriukulum
2013
Berinsiatif untuk melakukan
sosialisasi kurikulum 2013

Memilih model belajar yang


relevan
Memilih media belajar yang
relevan
Menetapkan output belajar
untuk mendukung
kompetensi siswa
Menetapkan alat evaluasi yg
relevan

Menerapkan pendekatan
saintifik
Menerapkan pendekatan
project based, problem
based, inquiry learning
Menerapkan penggunaan
alat evaluasi dengan
benar

Menerapkan authentic
assesment
Menerapkan alat
evaluasi yang sesuai

MATERI

Perubahan Mindset
Pemutaran berbagai best
practice pembelajaran yg
inspiratif
Filosofi Perubahan
Kurikulum, Standar Nasional
Pendidikan, dan Konsep
Kurikulum 2013

Latihan menerapkan
pendekatan saintifik
Latihan menerapkan
pendekatan project
based, problem based,
inquiry learning

Latihan menerapkan
authentic assesment

Pemutaran video
Diskusi dan tanya jawab
Kerja Kelompok

Menilai RPP guru lain


Diskusi rambu-rambu
penyusunan RPP
Identifikasi dan diskusi SKL,
KI, KD
Menyusun RPP

Mengalisis tayangan
video
Melaksanakan simulasi,
peer teaching
Observasi menggunakan
APKG
Melakukan refleksi

Diskusi
Pengembangan Alat
Evaluasi
Menganalisis hasil
penilaian

PROSES/
AKTIVITAS

Standar Kompetensi Lulusan


Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian
Dokumen SKL, KI, KD

223

Kualitas
Implementasi
Kur
ikulum2013

Kualitas
Proses

Kompetensi
Keterampilan
Guru

Kemauan Dan
Kegigihan Melatih
Diri Selama
Pelatihan
Merancang
Melaksanakan
Mengevaluasi

Perubahan
Sikap

Rancangan
Aktifitas
(5 Hari)

Tingkat Keberhasilan
Guru
Recieving
Responding
Valuing
Organizing
Characthing

224

JENIS KOMPONEN DALAM UNSUR TINGKATAN PELATIHAN KURIKULUM 2013


NO

KOMPONEN

NARA SUMBER

INSTRUKTUR
NASIONAL

GURU INTI

GURU
SASARAN

Jumlah 1 Tim

3 Orang

3 Orang

3 Orang

Komposisi

Dosen, Penulis
Buku, dan
Penulis Bahan
Pelatihan

Dosen, Penulis
Buku, Penulis
Bahan Pelatihan,
dan Guru (Guru
Sasaran yg dipilih
sebagai IN)

Guru Inti (Guru Guru Sasaran


Sasaran yang
dippilih dari
Guru Sasaran
sesuai Kriteria)

NO

KOMPONEN

40 Org/Kls

JENJANG
SD

SMP

SMA

SMK

Pendekatan
Pembelajaran

Tematik
Terpadu

Tematik Terpadu + Mapel


Mapel

Mapel

Karakteristik Keahlian

Tematik
Terpadu

Tematik Terpadu + Mapel


Mapel

Mapel

225

PELATIHAN INSTRUKTUR NASIONAL


Peserta

Pengarah

588 orang 1.Mendikbud


Calon
2.Wamen Bidang
Instruktur
Pendidikan
Nasional 3.Kepala
Balitbang
4.Kepala
BPSDMPK &
PMP
5.Tim
Pengembang
Kurikulum
Waktu Pelaksanaan
Tempat
Pembukaan
Penilaian Peserta
Sertifikat

Pelatih

Materi

Kepanitiaan

1.Motivator
2.Ahli BK
3.Tim Pengembang
Kurikulum
4.Tim Penulis Buku
Siswa/Guru
5.Tim Penelaah
Buku
6.Tim Pengembang
Bahan Pelatihan

1.Kebijakan Kurikulum
2013
2.Analisis Materi Ajar
3.Perancangan Model
Pembelajaran
4.Praktek
Pembelajaran
Terbimbing

Pusbangprodik
dengan aktivitas:
1.Mencari
tempat
pelatihan
2.Mengundang
peserta,
pengarah, dan
narasumber
3.Memfasilitasi
kegiatan

: 29 Juni 3 Juli 2013


: Hotel di Jakarta
: oleh Mendikbud
: oleh Narasumber Nasional dengan predikat Lulus dan Tidak Lulus
: Ditandatangani oleh Mendikbud

226

PELATIHAN GURU INTI


Peserta

Pengarah

4731 orang
Calon Guru
Inti

1. Kepala Pusat
di Lingkungan
Badan
PSDMPKPMP
2. Kepala
PPPPTK

Waktu Pelaksanaan
Tempat
Pembukaan
Penilaian Peserta
Sertifikat

Narasumber/
Instruktur

Instruktur Nasional

Materi

1. Kebijakan Kurikulum 2013


2. Analisis Materi Ajar
3. Perancangan Model
Pembelajaran
4. Praktek Pembelajaran
Terbimbing

Kepanitiaan

LPMP
Penyelenggara di 6
Region dengan
aktivitas:
1. Mencari tempat
pelatihan
2. Mengundang
peserta,
pengarah, dan
narasumber
3. Memfasilitasi
kegiatan

: 4 8 Juli 2013
: di 6 Regional (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makasar)
: oleh Eselon 2 di Lingkungan Badan PSDMPKPMP
: oleh Instruktur Nasional dengan predikat Lulus dan Tidak Lulus
: Ditandatangani oleh Kepala Badan PSDMPKPMP

227

PELATIHAN GURU SASARAN


Peserta

Pengarah

55.762
orang
Guru
Sasaran

1.Kepala
Dinas
Pendidikan
Kab/Kota
2.Kepala
PPPPTK
3.Kepala
LPMP

Waktu Pelaksanaan
Tempat
Pembukaan
Penilaian Peserta
Sertifikat

Narasumber/
Instruktur
Guru Inti

Materi
1.Kebijakan Kurikulum 2013
2.Analisis Materi Ajar
3.Perancangan Model
Pembelajaran
4.Praktek Pembelajaran
Terbimbing

Kepanitiaan
Pusbangprodik
dengan aktivitas:
1.Mencari
tempat
pelatihan
2.Mengundang
peserta,
pengarah, dan
narasumber
3.Memfasilitasi
kegiatan

: 9 -13 Juli 2013


: di LPMP Provinsi
: oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota
: oleh Guru Inti
: Ditandatangani oleh Penyelenggara Pelatihan (LPMP dan P4TK)
228

6.1

MATERI PELATIHAN

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

229

STRUKTUR MATERI PELATIHAN GURU:


Konsep Kurikulum
Perubahan Mindset
Rasional dan Elemen Perubahan
SKL, KI, KD
Strategi Implementasi

PERUBAHAN
POLA PIKIR
(MINDSET)

Analisis Materi Ajar


Konsep Pendekata Scientific
Model Pembelajaran (Project Based Learning,
Discovery/Inquiry Learning)
Konsep Penilaian Autentik pada Proses danHasil Belajar
Analisis Buku Guru dan Buku SIswa

Model Rancangan Pembelajaran


Penyusunan RPP
Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil
Belajar
Praktik Pembelajaran Terbimbing
Simulasi Pembelajaran
Peer Teaching
Pendampingan

230

BAHAN PELATIHAN GURU:


Buku 1

Pedoman Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Buku 2

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013:

Jenjang SD

Kelas I
Kelas IV

Jenjang SMP

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)


Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Matematika
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Pendidikan Jasmani dan Olah Raga (PJOK)
Seni Budaya
Prakarya

Jenjang SMA dan SMK

Bahasa Indonesia
Sejarah
Matematika

231

BAHAN PELATIHAN GURU:


Buku 3 Pedoman Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013
Buku 4 Pedoman Pelayanan Arah Peminatan Peserta Didik Oleh
Guru BK/Konselor
Buku 5 Pedoman Operasional Standar (POS) Pelatihan Guru dalam
Implementasi Kurikulum 2013
A.Pelatihan Instruktur Nasional
B.Pelatihan Guru Inti
C.Pelatihan Guru Sasaran
Buku 6 Panduan Pelaksanaan Pelatihan
A.Instruktur Nasional
B.Guru Inti
C.Guru Sasaran
Buku Guru
Buku Siswa
232

Bahan Pelatihan Kepala Sekolah


(untuk Instruktur/Fasilitator)
1. KS-1:

2.
3.
4.
5.
6.

KS-2:
KS-3:
KS-4:
KS-5:
KS/PS-1:

7. KS/PS-2:
8. KS/PS-3:
9. KS/PS-4:

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) PENYELENGGARAAN


PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 UNTUK KEPALA
SEKOLAH
PEDOMAN PENYELENGGARAAN PELATIHAN KEPALA SEKOLAH
KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
MANAJEMEN PERUBAHAN
BUDAYA SEKOLAH
BUKU PEDOMAN KEGIATAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
BAHAN AJAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF
BAHAN AJAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN
TERPADU
BAHAN AJAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN
PEMINATAN

233

BAHAN PELATIHAN GURU:


Buku 3
Buku 4

Pedoman Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013


Pedoman Pelayanan Arah Peminatan Peserta Didik
Oleh Guru BK/Konselor
Buku 5 Pedoman Operasional Standar (POS) Pelatihan Guru
dalam Implementasi Kurikulum 2013
A.Pelatihan Instruktur Nasional
B.Pelatihan Guru Inti
C.Pelatihan Guru Sasaran
Buku 6 Panduan Pelaksanaan Pelatihan
A.Instruktur Nasional
B.Guru Inti
C.Guru Sasaran
Buku Guru
Buku Siswa
234

Bahan Pelatihan Kepala Sekolah


(untuk Peserta)
1. PEDOMAN PENYELENGGARAAN PELATIHAN IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013 UNTUK PELATIHAN KEPALA SEKOLAH
2. KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
3. MANAJEMEN PERUBAHAN
4. BUDAYA SEKOLAH
5. PEDOMAN KEGIATAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM
2013
6. BAHAN AJAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF
7. BAHAN AJAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN
TERPADU
8. BAHAN AJAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN
PEMINATAN

235

Bahan Pelatihan Pengawas Sekolah


(untuk Instruktur/Fasilitator)
1. PS-1:

2. PS-2:
3. PS-3:
4. KS/PS-1:
5. KS/PS-2:
6. KS/PS-3:
7. KS/PS-4:

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) PENYELENGGARAAN


PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 UNTUK
PENGAWAS SEKOLAH
PEDOMAN PENYELENGGARAAN PELATIHAN PELATIHAN
PENGAWAS SEKOLAH
SUPERVISI PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM 2013 TERHADAP
GURU DAN KEPALA SEKOLAH
BUKU PEDOMAN KEGIATAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
BAHAN AJAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN TEMATIK
INTEGRATIF
BAHAN AJAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
DAN TERPADU
BAHAN AJAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN
PEMINATAN
236

Bahan Pelatihan Pengawas Sekolah


(untuk Peserta)
1. PEDOMAN PENYELENGGARAAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
UNTUK PENGAWAS SEKOLAH
2. SUPERVISI PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM 2013 TERHADAP GURU DAN
KEPALA SEKOLAH
3. PEDOMAN KEGIATAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
4. BAHAN AJAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF
5. BAHAN AJAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN TERPADU
6. BAHAN AJAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN PEMINATAN

237

6.3

SISTEM TERI PENILAIAN

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

238

Skenario Penilaian Guru dan KS/PS


KS/PS
GURU

Pre Tes
(Materi Umum Kur)

Post Tes
(Materi Umum Kur)
dan
Pre Tes
(Materi KS/PS)

Post Tes
(Materi KS/PS)

Penilaian Proses
(Sikap, keterampilan, pengetahuan)
Penilaian Proses
(Sikap, keterampilan, pengetahuan)
239

SEBARAN DAN JUMLAH BUTIR SOAL PELATIHAN


No
1.

Mata Pelatihan
Konsep Kurikulum 2013

2.

Analisis Materi Ajar [Jenjang


SD/MI]

3.

Materi Pelatihan
1.
2.
3.
4.

Rasional
Elemen Perubahan Kurikulum
SKL, KI dan KD
Strategi Implementasi Kurikulum 2013

1.

Konsep Pembelajaran Tematik Terintegrasi

2.

Konsep Pendekatan Scientific

3.

Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar

4.

Analisis Buku Guru dan Buku Siswa

1.

Konsep Pendekatan Scientific

Analisis Materi Ajar [Jenjang


2.
SMP/MTs dan SMA/MA/SMK]
3.
1.
Model Rancangan
2.
Pembelajaran

Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar

Analisis Buku Guru dan Buku Siswa


Penyusunan RPP
Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil
Belajar
Jumlah Butir Tes

Jumlah Butir
12 butir

12 butir

12 butir

16 butir
40 butir

240

LINGKUP PENILAIAN PROSES TERDIRI DARI PENILAIAN SIKAP DAN KETERAMPILAN

Keterampilan peserta pelatihan yang dinilai mencakup indikator kinerja


esensial yang terdiri atas:
1) menganalisis keterkaitan SKL, KI, dan KD;
2) melaporkan hasil diskusi;
3) menganalisis keterkaitan antara jaringan tema, silabus, RPP, dan RKH;

4) membuat contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran


tematik terintegrasi;
5) menganalisis buku guru dan buku siswa;

6) menyusun RPP pembelajaran tematik terintegrasi dengan pendekatan


scientific;
7) merancang penilaian otentik pada pembelajaran tematik terintegrasi;

8) mengamati dan menganalisis tayangan video;


9) praktik pembelajaran tematik yang menerapkan pendekatan scientific.
241

DASAR PEMBERIAN SKOR UNTUK GURU KELAS DAN GURU MATA PELAJARAN

No

Pencapaian Indikator

1.

Indikator keterampilan dicapai hanya melalui proses


mengamati, mencontoh, dan meniru; maka dinilai:
Indikator keterampilan dicapai melalui proses
berdiskusi, berdialog, dan bertanya jawab; maka dinilai:
Indikator keterampilan dicapai melalui proses
bereksperimen, ujicoba, dan pembuktian; maka dinilai:
Indikator keterampilan dicapai melalui proses kegiatan
perbaikan dan koordinasi dengan beragam sumber;
maka dinilai:
Indikator keterampilan dicapai melalui proses kegiatan
menyusun, membuat, dan menghasilkan produk secara
natural; maka dinilai:

2.
3.
4.

5.

skor
59
60 69
70 79
80 89

90 100

242

PENILAIAN SIKAP
Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sikap peserta
pelatihan dalam berbagai aspek diantaranya: sikap
menerima dan menghargai pendapat orang lain, ketelitian,
keseriusan (bersunguh-sungguh), kreatifitas, komunikasi
dengan orang lain, tanggunjawab dan kerja sama dengan
orang lain.
Aspek sikap yang dinilai:
1. Kerjasama
2. Disiplin
3. Tanggungjawab
Indikator penilaian:
1. Menerima materi pelatihan.
2. Melaksanakan tugas individu dan kelompok.
3. Berinteraksi dengan narasumber/ fasilitator.
4. Berinteraksi dengan teman sejawat.
5. Mengemukakan pendapat, bertanya, dan menjawab

243

TABEL PREDIKAT NILAI SIKAP INSTRUKTUR NASIONAL DAN GURU INTI

Skala Nilai

Skala Angka

ST (Selalu Terlihat)

90 - 100

SM (Sering Memperlihatkan)

80 89

MT (Mulai Tampak)

70 79

BT (Belum Tampak)

60 69

244

PREDIKAT NILAI AKHIR UNTUK PESERTA PELATIHAN INSTRUKTUR NASIONAL,


GURU INTI, GURU/KS/PS SASARAN

Sekor
85 100
75 84
65 74
64

Predikat
Baik Sekali
Baik
Cukup
Kurang

245

REKAPITULASI NILAI AKHIR


Nilai Akhir
Penentuan Nilai Akhir (NA) untuk menentukan kelulusan peserta pelatihan ditetapkan dengan
ketentuan sebagai berikut.

Nilai kelulusan ditentukan oleh nilai sikap, nilai keterampilan dan nilai pengetahuan.
Pembobotan nilai dilakukan dengan cara sebagai berikut.
Nilai Akhir Kelulusan
a. Batas kelulusan untuk peserta pelatihan instruktur nasional dan guru inti adalah 75.

b. Guru , KS dan PS sasaran dikelompokkan berdasarkan jenjang perolehan kompetensi


Penghitungan skor akhir kelulusan dilakukan dengan rumus sebagai berikut.
NA = {(NS x 40%) + (NK x 60%)} x 70% + (TA x 30%)
Keterangan:
NA
NS
NK
TA

:
:
:
:

Kategori Nilai
Nilai Sikap (NS)
Nilai Keterampilan (NK)
Nilai Pengetahuan

Bobot
30%
40%
30%

Nilai Akhir
Rerata Nilai Sikap dari semua mata pelatihan
Rerata Nilai Keterampilan dari semua mata pelatihan
Nilai Tes Akhir (Tes Pengetahuan)
246

KELULUSAN
Instruktur Nasional dan Guru Inti yang memenuhi
syarat kelulusan menerima sertifikat kelulusan
yang dikeluarkan oleh Badan PSDMPK dan PMP.

Batas kelulusan adalah sebagai berikut:


a. Batas kelulusan untuk peserta pelatihan
instruktur nasional dan guru inti adalah 75.
b. Guru, KS dan PS sasaran dikelompokkan
berdasarkan jenjang perolehan kompetensi
247

6.4

PENDAMPINGAN

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

248

DESAIN PENDAMPINGAN

249

Peran Pendamping dalam Implementasi Kurikulum

KS Sasaran

Guru Inti

Melakukan
Pendampingan

KS/Guru yang masih memerlukan


peningkatan pemahaman terhadap
implementasi kurikulum 2013

PS Sasaran

250

ALUR PELATIHAN & PENDAMPINGAN IMPELEMENTASI


KURIKULUM 2013
NARA SUMBER
IN

IN

PI
PS
S

Alur Pendampingan
IN = Instruktur Nasional GI = Guru Inti
GI = Guru Sasaran PI = Pengawas Inti

IN

GI
KS
S

GS

Alur Pelatihan
PSS = Pengawas Sekolah Sasaran
KSS = Kepala Sekolah Sasaran

251

RENCANA PENDAMPINGAN

PENGAWAS SEKOLAH

IN 1
JULI

ON
JULI SEPT

KEPALA SEKOLAH

IN 1
JULI

ON
JULI-SEPT

Pendampingan

IN 2

ON

OKT

OKT - DES

Pendampingan

IN 2
OKT

ON
OKT - DES

252

6.5

PEMINATAN

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

253

KONSEP PEMINATAN
Kelompok peminatan dimulai pada awal masuk
kelas X.
Peminatan tidak sama dengan penjurusan.
Guru BK/Konselor sebagai pendidik yang bertugas
membantu peserta didik mencapai perkembangan
yang optimal dipandang mempunyai tanggung jawab
yang lebih terhadap peminatan peserta didik.

254

LINGKUP PEMINATAN
PESERTA DIDIK

SMA
3. Kelompok Mata Pelajaran
C = 16 JP
(PEMINATAN AKADEMIK)
a. Matematika dan Ilmu
Alam
b. Ilmu Sosial
c. Bahasa
4. Matapelajaran pilihan
pendalaman dan atau
perluasan = 6 JP

SMK
3.Kelompok Mata Pelajaran
C=28 JP
PEMINATAN AKADEMIK DAN
VOKASI)
Bidang studi keahlian = 8
Program studi keahlian =45
Kompetensi
keahlian =141
4. Tahapan dan Penanggulangan Disiplin

255

1. KETERSEDIAAN GURU DAN SARANA


(DAYA TAMPUNG)

KRITERIA PEMINATAN
PESERTA DIDIK

2. NILAI UJIAN NASIONAL

3. MINAT PESERTA DIDIK


256

MEKANISME DAN PROSEDUR PEMINATAN


Setelah mempertimbangkan daya tampung sekolah maka
mekanisme dan prosedur peminatan dilakukan sebagai berikut:
1. Pada hari pertama sekolah Guru BK memandu siswa untuk
mengisi foormulir yang akan dikonsultasukan dengan orang
tua
2. Sekolah melakukan pengolahan data nilai dan minat siswa
3. Berdasarkan hasil pengelohaan data nilai dan minat siswa
diperoleh kemungkinan:
a. Jika nilai UN peminatan sejalan dengan minat pilihan siswa
maka siswa ditempatkan pada kelompok minatnya
b. Jika nilai UN peminatan tidak sesuai dengan minat maka
penetapan peminatan dikonsultasikan dengan guru BK

257

C
KEPEMIMPINAN, KULTUR dan
MANAJEMEN SEKOLAH
....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

258

Skala Implementasi
No
1

Jenjang
Satuan

Kelas

SD

2013
2%

II

Tahun
2014
100%

100%

100%

100%

III

IV

100%

2%

100%

100%

100%

100%

VI

SMP

VII

100%

4%

VIII

100%

100%

100%

100%

IX
3

SMA/SMK

X
XI
XII

2015

100%
10%

100%

100%

100%

100%
100%
259

GURU

MBS DAN
KEPEMIMPINAN
SEKOLAH

SEKOLAH SBG
PUSAT
PERADABAN
BAGI SISWA

EVALUASI DIRI
SEKOLAH (EDS)

PROSES BELAJAR

Tematik Terpadu
Pendekatan Scientific
Problem dan Project
Based learning

IKLIM DAN
KULTUR SEKOLAH

SISTEM EVALUASI

PROSES STANDARISASI :
Kriteria
Instrumentasi
Kewilayahan
BENCMARK

Quality Control
Motivator
Accountability
Seleksi
Diagnostik
Legitimasi
260

Indikator Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013


No

Entitas
Pendidikan

Peserta Didik

Indikator Keberhasilan
Lebih produktif, kreatif, inovatif, afektif

Lebih senang belajar


2

Pendidik dan Lebih bergairah dalam melakukan proses pembelajaran


Tenaga
Lebih mudah dalam memenuhi ketentuan 24 jam per
Kependidikan minggu

Manajemen
Satuan
Pendidikan

Lebih mengedepankan layanan pembelajaran termasuk


bimbingan dan penyuluhan

Negara dan
Bangsa

Reputasi internasional pendidikannya menjadi lebih baik

Masyarakat
Umum

Memperoleh lulusan sekolah yang lebih kompeten

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Terjadinya proses pembelajaran yang lebih variatif di sekolah


Memiliki daya saing yang lebih tinggi, sehingga lebih menarik
bagi investor
Dapat berharap kebutuhan pendidikan akan dipenuhi oleh
sekolah (tidak perlu kursus tambahan)

261

Manajemen Monitoring Implementasi Kurikulum

Dinas Pendidikan
Prov. & Kab/Kota

membina

Kemdikbud

Sumber : Kemdikbud, 2012.

UIK Pusat

Sekolah+Guru

memantau

melapor

melapor
Pendampingan
memantau

Guru Inti

LPMP: Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan

UIK Provinsi
di LPMP

melapor

UIK : Unit Implementasi Kurikulum

26

Ruang Lingkup Monitoring


Fisik: jadwal, kuantitas, kualitas
Substansi: Kebenaran,
Kelengkapan, Kesesuaian, Keterbacaan,

Dokumen

Buku

Sekolah

Guru

Fisik: jadwal, kuantitas, kualitas


Substansi: administrasi,
pengaturan fasilitas,
manajemen, budaya

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Fisik: jadwal, kuantitas, kualitas


Substansi: Kebenaran,
Kelengkapan, Kesesuaian, Keterbacaan,
Estetika

Pelatihan:
jadwal, kuantitas,
kualitas
Pemahaman: materi, aktivitas,
pembelajaran,
penilaian
26

Ruang Lingkup Evaluasi


Evaluasi

Sumber : Kemdikbud, 2012.

Siswa

Peningkatan
Kompetensi (3)

Guru

Perubahan Pola
Pikir +
Peningkatan
Kompetensi
(4+1)

Sekolah

Perbaikan
Budaya dan
Manajemen

Publik

Hasil

Guru

Administrasi dan
Manajemen

Produk

Pelatihan &
Supervisi (model,
waktu, materi,
Instruktur)

Sekolah

Kelengkapan, Kesesuian, Kebenaran,


Keterbacaan,
Estetika

Buku

Kelengkapan,
Kebenaran,
Keterbacaan

Sumatif
Jangka Panjang
Soft Evidence

Dokumen

Formatif
Jangka Pendek
Hard Evidence

Produktif, Kreatif,
Inovatif, Afektif

264

6.6

Pesan Penutup:
1.MENJADI MODEL BAGI GURU
2.MEMPERBANYAK CONTOH UNTUK
DITIRU DAN DIKEMBANGKAN GURU

....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......

265

LEMBAR KERJA
ANALISIS PEMBELAJARAN

266

LEMBAR KERJA: ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN ...1/8


Aspek yang Diamati
Kegiatan Pendahuluan
Melakukan apersepsi dan motivasi.
a Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik
dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
b Mengaitkan materi pembelajaran sekarang
dengan pengalaman peserta didik dalam
perjalanan menuju sekolah atau dengan
tema sebelumnya.
c Mengajukan pertanyaan yang ada
keterkaitan dengan tema yang akan
dibelajarkan.
d Mengajak peserta didik
berdinamika/melakukan sesuatu kegiatan
yang terkait dengan materi.

Ya Tidak Catatan

267

LEMBAR KERJA: ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN ...2/8


Aspek yang Diamati

Ya Tidak Catatan

Kegiatan Inti
Guru menguasai materi yang diajarkan.
a. Kemampuan menyesuaikan materi dengan
tujuan pembelajaran.
b. Kemampuan mengkaitkan materi dengan
pengetahuan lain yang diintegrasikan secara
relevan dengan perkembangan IPTEK dan
kehidupan nyata .
c. Menyajikan materi dalam tema secara
sistematis dan gradual (dari yang mudah ke
sulit, dari konkrit ke abstrak)

268

LEMBAR KERJA: ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN...3/8


Aspek yang Diamati

Ya

Tidak

Catatan

Guru menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik.


a. Melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan kompetensi yang akan dicapai.
b. Melaksanakan pembelajaran secara
runtut.
c. Menguasai kelas dengan baik.
d. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat
kontekstual.
e. Melaksanakan pembelajaran yang
memungkinkan tumbuhnya kebiasaan
positif (nurturant effect).
f. Melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan alokasi waktu yang direncanakan.
269

LEMBAR KERJA: ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN ...4/8

a
b
c
d
f
g.

Guru menerapkan pendekatan scientific.


Memberikan pertanyaan mengapa dan
bagaimana.
Memancing peserta didik untuk peserta didik
bertanya.
Menyajikan kegiatan peserta didik untuk
keterampilan mengamati.
Menyajikan kegiatan peserta didik untuk
keterampilan menganalisis.
Menyajikan kegiatan peserta didik untuk
keterampilan mengkomunikasikan.
Melaksanakan tindak lanjut dengan
memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas
sebagai bagian remidi/pengayaan.

270

LEMBAR KERJA: ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN ...5/8

Guru melaksanakan penilaian


autentik.
a Mengamati sikap dan perilaku peserta
didik dalam mengikuti pelajaran.
b Melakukan penilaian keterampilan peserta
didik dalam melakukan aktifitas
individu/kelompok.
c Mendokumentasikan hasil pengamatan
skap, perilaku dan keterampilan peserta
didik.

271

LEMBAR KERJA: ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN ...6/8

Guru memanfaatKan sumber


belajar/media dalam pembelajaran.
a. Menunjukkan keterampilan dalam
penggunaan sumber belajar
pembelajaran.
b. Menunjukkan keterampilan dalam
penggunaan media pembelajaran.
c. Menghasilkan pesan yang menarik.
d. Melibatkan peserta didik dalam
pemanfaatan sumber belajar
pembelajaran.
e. Melibatkan peserta didik dalam
pemanfaatan media pembelajaran.
272

LEMBAR KERJA: ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN ...7/8

a.
b.
c.
d.

e.

Guru memicu dan/atau memelihara


keterlibatan peserta didik dalam
pembelajaran.
Menumbuhkan partisipasi aktif peserta
didik melalui interaksi guru, peserta didik,
sumber belajar.
Merespon positif partisipasi peserta didik,
Menunjukkan sikap terbuka terhadap
respons peserta didik,
Menunjukkan hubungan antar pribadi yang
kondusif.
Menumbuhkan keceriaan dan antusisme
peserta didik dalam belajar.

273

LEMBAR KERJA: ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN ...8/8


Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat
dalam pembelajaran
a. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar.
b. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar.
c. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai.
Penutup Pembelajaran
Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif
a. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman
dengan melibatkan peserta didik.
b. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan
arahan, atau kegiatan, atau tugas sebagai bagian
remidi/pengayaan.

274

PROJECT BASED LEARNING

275

PROJECT BASED LEARNING ...1/10

Karakteristik :
peserta didik membuat keputusan tentang sebuah
kerangka kerja;
adanya permasalahan atau tantangan yang
diajukan kepada peserta didik;
peserta didik mendesain proses untuk menentukan
solusi atas permasalahan atau tantangan yang
diajukan;
peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab
untuk mengakses dan mengelola informasi untuk
memecahkan permasalahan;
276

PROJECT BASED LEARNING ...2/10

Karakteristik :
Proses evaluasi dijalankan secara kontinyu;
Peserta didik secara berkala melakukan
refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan;
Produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi
secara kualitatif; dan
Situasi pembelajaran sangat toleran terhadap
kesalahan dan perubahan.

277

PROJECT BASED LEARNING ...3/10

Beberapa hambatan implementasi :


Pembelajaran Berbasis Proyekmemerlukan banyak
waktu yang harus disediakan untuk menyelesaikan
permasalahan yang komplek.
Banyak orang tua peserta didik yang merasa dirugikan,
karena menambah biaya untuk memasuki system baru.
Banyak instruktur merasa nyaman dengan kelas
tradisional ,dimana instruktur memegang peran utama
di kelas. Ini merupakan suatu transisi yang sulit,
terutama bagi instruktur yang kurang atau tidak
menguasai teknologi.
Banyaknya peralatan yang harus disediakan, sehingga
kebutuhan listrik bertambah.
278

PROJECT BASED LEARNING ...4/10

Keunggulan :
Meningkatkan motivasi belajar, mendorong kemampuan untuk melakukan
pekerjaan penting.

Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.


Membuat peserta didik lebih aktif dan berhasil memecahkan masalah
kompleks.
Meningkatkan kolaborasi.
Mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi.
Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber.
Memberikan pengalaman mengorganisasi proyek, alokasi waktu dan
sumber-sumber lain untuk menyelesaikan tugas.
Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara
kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata.
Melibatkan para peserta didik untuk belajar mengumpul informasi
,mengolah sesuai pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan
dengan dunia nyata.
Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan.

279

PROJECT BASED LEARNING ...5/10

Kelemahan:
Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah.
Membutuhkan biaya yang cukup banyak.
Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas
tradisional, di mana instruktur memegang peran utama di
kelas.
Banyaknya peralatan yang harus disediakan.
Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan
dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan.
Ada kemungkinanpeserta didikyang kurang aktif dalam
kerja kelompok.
Ketika topik yang diberikan kepada masing-masing
kelompok berbeda, dikhawatirkan peserta didik tidak bisa
memahami topik secara keseluruhan
280

PROJECT BASED LEARNING ...6/10

Langkah Operasional:

281

PROJECT BASED LEARNING ...7/10


PEMETAAN PERAN:

SISWA
Menggunakan kemampuan
bertanya dan berpikir.

GURU
Merencanakan dan mendesain
pembelajaran.

Melakukan riset sederhana.

Membuat strategi pembelajaran.

Mempelajari ide dan konsep baru.

Belajar mengatur waktu dengan


baik.

Membayangkan interaksi yang


akan terjadi antara guru dan siswa.

Mencari keunikan siswa.

Melakukan kegiatan belajar


sendiri/kelompok.

Mengaplikasikan hasil belajar


melalui tindakan.

Menilai siswa dengan cara


transparan dan berbagai macam
penilaian.

Melakukan interaksi sosial


(wawancara, survey, observasi, dll).

Membuat portofolio pekerjaan


siswa.

282

PROJECT BASED LEARNING ...8/10


SISTEM PENILAIAN
Dilakukan secara menyeluruh terhadap sikap, pengetahuan dan
keterampilan yang diperoleh siswa dalam melaksanakan pembelajaran
berbasis proyek.
Penilaian Proyek
Pada penilaian proyek setidaknya ada 3 hal yang perlu
dipertimbangkan yaitu:
Kemampuan pengelolaan : kemampuan peserta didik dalam
memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu
pengumpulan data serta penulisan laporan.
Relevansi : Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan
mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan
keterampilan dalam pembelajaran.
Keaslian : Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan
hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa
petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.

283

PROJECT BASED LEARNING ...9/10


Contoh Teknik Penilaian Proyek:
Mata Pelajaran
:
Nama Proyek
:
Alokasi Waktu
:
Guru Pembimbing :
Nama
:
NIS
:
Kelas
:
No.
ASPEK
1
PERENCANAAN :
a. Persiapan
b. Rumusan Judul
2
PELAKSANAAN :
a. Sistematika Penulisan
b. Keakuratan Sumber Data / Informasi
c. Kuantitas Sumber Data
d. Analisis Data
e. Penarikan Kesimpulan
3
LAPORAN PROYEK :
a. Performans
b. Presentasi / Penguasaan
TOTAL SKOR

SKOR (1 - 5)

284

PROJECT BASED LEARNING ...10/10


Contoh Penilaian Produk :
Mata Ajar
:
Nama Proyek
:
Alokasi Waktu
:
Nama Peserta didik:
Kelas/SMT
:
No.
Tahapan
Skor ( 1 5 )*
1 Tahap Perencanaan Bahan
2 Tahap Proses Pembuatan
a. Persiapan Alat dan Bahan
b. Teknik Pengolahan
c. K3 (Keselamatan kerja, Keamanan dan Kebersihan)
3 Tahap Akhir (Hasil Produk)
a. Bentuk Fisik
b. Inovasi
TOTAL SKOR
Catatan : *) Skor diberikan dengan rentang skor 1 sampai dengan 5, dengan ketentuan
semakin lengkap jawaban dan ketepatan dalam proses pembuatan maka
semakin tinggi nilainya
285

PENDEKATAN SCIENTIFIC

286

KOMPETENSI DAN KEGIATAN BELAJAR: ...1/3


Langkah Pembelajaran

Kegiatan Belajar

Kompetensi Yang
Dikembangkan
Mengamati (observe)
Membaca, mendengar, Melatih kesungguhan,
menyimak, dan melihat kesabaran, ketelitian dan
(tanpa atau dengan alat) kemampuan
membedakan informasi
yang umum dan khusus,
kemampuan berpikir
analitis, kritis, deduktif,
dan komprehensif
Menanya (question/ask) Mengajukan pertanyaan Mengembangkan
tentang informasi yang kreativitas, rasa ingin
tidak dipahami dari apa tahu, kemampuan
yang diamati atau
merumuskan pertanyaan
pertanyaan untuk
untuk membentuk
mendapatkan informasi critical minds yang perlu
tambahan tentang apa
untuk hidup cerdas dan
yang diamati
belajar sepanjang hayat
(dimulai dari pertanyaan
faktual sampai ke
pertanyaan yang bersifat
hipotetik)
287

KOMPETENSI DAN KEGIATAN BELAJAR: ...2/3


Langkah Pembelajaran

Kegiatan Belajar

Kompetensi Yang
Dikembangkan

Mengumpulkan informasi
(experiment/ explore)

-Melakukan eksperimen
-membaca sumber lain selain buku
teks
-mengamati objek/kejadian/
aktivitas
-wawancara dengan nara sumber

Mengasosiasikan/
mengolah informasi
(analyze/ associate)

Mengolah informasi yang sudah


dikumpulkan baik terbatas dari
hasil kegiatan
mengumpulkan/eksperimen
maupun hasil dari kegiatan
mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi.
Pengolahan informasi yang
dikumpulkan dari yang bersifat
menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang
bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang memiliki
pendapat yang berbeda sampai
kepada yang bertentangan

Mengembangkan sikap teliti,


jujur, sopan, menghargai
pendapat orang lain,
kemampuan berkomunikasi,
menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi
melalui berbagai cara yang
dipelajari, mengembangkan
kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.
Mengembangkan sikap jujur,
teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan
prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif
dalam menyimpulkan.

288

KOMPETENSI DAN KEGIATAN BELAJAR: ...3/3


Langkah
Pembelajaran
Mengkomunikasikan
(communicate)

Mencipta

Kegiatan Belajar Kompetensi Yang


Dikembangkan
-Menyampaikan hasil
pengamatan, kesimpulan
berdasarkan hasil analisis
secara lisan, tertulis, atau
media lainnya

Mengembangkan sikap
jujur, teliti, toleransi,
kemampuan berpikir
sistematis,
mengungkapkan
pendapat dengan singkat
dan jelas, dan
mengembangkan
kemampuan berbahasa
yang baik dan benar.
Memodifikasi, menyusun Kreativitas dan kejujuran
kembali untuk
serta apresiasi terhadap
menemukan yang baru, karya orang lain dan
dan menemukan yang
bangsa lain
baru secara original

289

Tematik di Sekolah Dasar

290

Menelaah KD untuk
mengidentifikasi tema
yg dibutuhkan tema

Alur Kerja Pengembangan Silabus


Pembelajaran Tematik

Daftar tema yang


dibutuhkan di setiap
mata pelajaran

DAFTAR TEMA

Memilih tema untuk


setiap kelas sesuai
kriteria pemilihan tema
Merumuskan tema
dengan frasa yang
menarik
Memilih KD dari setiap mata pelajaran yang
sesuai dengan tema yang ditetapkan

Menyusun Silabus (merumuskan kegiatan


pembelajaran, indikator, penilaian dan
alokasi waktu)

Menyusun Contoh Rencana Pelaksanaan


Pembelajaran (RPP)

PETA KOMPETENSI DASAR


(JARINGAN TEMA)

SILABUS

CONTOH RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

DAFTAR TEMA DAN ALOKASI WAKTU

DAFTAR TEMA DAN ALOKASI WAKTU

Contoh Jaringan Tema SD Kelas IV


Tema : Indahnya Kebersamaan
Matematika
Mengemukakan kembali dengan kalimat
sendiri , menyatakan kalimat
matematika dan memecahkan masalah
dengan efektif permasalahan yang
berkaitan dengan KPK dan FPB, satuan
kuantitas, decimal dan persen terkait
dengan aktivitas sehari-hari di rumah,
sekolah, atau tempat bermain serta
memeriksa kebenarannya (K4)

Pendidikan Seni Budaya dan Desain


Menyanyikan lagu dengan gerak tangan
dan badan sesuai dengan tinggi rendah
nada. (KI 4)

Bahasa Indonesia
Membaca teks tentang berbagai topik,
membuat pertanyaan, dan menuliskan
gagasan pokok (KI 3)
Membaca dan menemukan makna
kata dalam kamus /ensiklopedia (KI 3)

Pendidikan Seni Budaya dan Desain


Mengagumi ciri khas keindahan karya
seni dan karya kreatif masing-masing
daerah sebagai anugrah tuhan (K1)
Menggambar alam berdasarkan
pengamatan keindahan alam (KI 4)

Indahnya
Kebersamaan

Matematika
Menaksir jumlah uang untuk berbelanja
atau jumlah dan jenis benda yang
diperlukan untuk suatu kegiatan amal
sehingga sesuai kebutuhan (K2)

Bahasa Indonesia
Mendengarkan penggunaan bahasa
Indonesia yang baik untuk berdoa
(sesuai agama yang dianutnya) di
sekolah dan di rumah (KI 1)
Mengucapkan doa dengan bahasa
yang baik sesuai dengan agama yang
dianutnya (KI 1)
Menyapa dan menyampaikan ucapan
selamat, terima kasih atau
permohonan maaf sesuai dengan
konteksnya (KI 2)

Penjasorkes
Menunjukkan disiplin, kerjasama,
toleransi, belajar menerima kekalahan
dan kemenangan, sportif dan yanggung
jawab, menghargai perbedaan (KI 2)

PPKn
Menghargai kebhinnekatunggalikaan
dan keragaman agama, suku bangsa
(pakaian tradisional, bahasa, rumah
adat, makanan khas, dan upacara adat),
sosial ekonomi di lingkungan rumah,
sekolah dan masyarakat sekitar. (KI 1)

Contoh Silabus SD Kelas IV


Tema : Indahnya Kebersamaan

Contoh Silabus SD Kelas IV (lanjutan)

Contoh Silabus SD Kelas IV (lanjutan)

Contoh Silabus SD Kelas IV (lanjutan)

Contoh Silabus SD Kelas IV (lanjutan)

Contoh Silabus SD Kelas IV (lanjutan)

Contoh Silabus SD Kelas IV (lanjutan)

FKIP: Unila
Implementasi KK-2013: sangat tergantung dengan kondisi
daerah keutuhan informasi KK-2013
Kunci Keberhasilan : Guru, KS dan PS sayangnya
rekruitmen KS dn PS belum berbasis kompetensi (ada grand
design sesuai Permen)
Sikap : thinking skill creative thinking
Pengaruh sikap di luar sekolah setting dunia anak
:rumah, sekolah masyarakat di negara liberal akan lebih
mudah mengajarkan hal-hal yg berkenaan dengan
liberalisme seberapa besar dampak masyarakat ??
Model pelatihan : bagaimana jika guru diberikan hak untuk
menentukan keinginannya ? Dalam konteks
implementasi, dapatkah kita melakukan survey untuk
menentukan apa yang secara objektif dibutuhkan oleh guru

FKIP : Unpas
Konsekuensi perubahan KK-2013 terhadap
kurikulum LPTK misalnya LPTK tidak
menghasilkan guru IPA dan IPS
Buku siswa IPA : masih parsial sehingga guru
belum mampu mengintegrasikan temanya
belum pas
Kurikulum sebagai dokumen vs implementasi
bagimana dengan intervensi politik KK2013, political driven kah atau quality driven ?

FKIP: UNS
IPS terpadu tetapi praktiknya tetap terpisah
meski guru sudah dilatih tetap mengalami
kesulitan untuk mengintegrasikan IPS
Bagaimana penilaian sikap ?? Misalnya
pengetahuan PPKN baik tetapi sikapnya tidak
baik, bagaimana ?

UNM
Esensi KK-2013: ada pada KK sebelumnya
sebagai resep yg ditentukan oleh koki
kegagalan ada pada gurumassiv (bagaimana
menjadikannya menjadi kebiasaan)
pendampingan menjadi wajib

Unes:
Tingkat penerimaan terhadap kurikulum 2013:
cara membangun keberterimaan: beberapa
tulisan di koran justru berseberangan
mencerdaskan atau mengkritisi sayangnya
jika menerima lebih dahulu informasi itu
seolah-olah benar usul : perlu ada tulisan
dari badan untuk semua media cetak di
daerah

UPI :
PLPG : kompetensi inti atau output PLPG itu
apa ? Bagaimana jika penilaian PLPG diperkuat
tanpa ada intervensi oleh siapapun ?
Akhirnya guru justru tidak menunjukkan sikap
sebagai guru?? Bagaimana kriteria secara
nasional ??

UNY :
KK-2013 : perubahan kurikulum
mengakibatkan guru kagetan?? Fakta TIMSS
menunjukkan guru belum mampu (sedikit
pesimistik)
Usul : pelatihan yang masih sangat minim dan
sangat temporer ? perlu pelatihan yang
berkelanjutan memberdayakan LPMP dan
LPTK

UNY :
Kesulitan guru : menampilkan 3 kompetensi di
kelas (perubahan guru kebiasaan
budaya). Mampukah guru menampilkan
ketiganya di kelas
Bagaimana model monevnya ?

IKIP PGRI Semarang:


KK 2013 dan karakter bangsa tidak sinkron
antara yang diberikan disekolah, rumah dan di
masyarakat dunia luar sekolah tidak
mendukung perolehan di sekolah
Usul : perlu ada upaya bersama untuk secara
bersama-sama terlibat mendidik anak
KK 2013 sukses dengan catatan :

KS benar memiliki kapasitas mengawal di sekolah


Kapan pelatihan guru selesai
Kapan KK dilakukan secara menyeluruh
Guru dilatih oleh orang yang kompeten (guru belum
benar-benar dilatih sistem pengimbasan tidak
relevan

Univ Borneo Tarakan


Kurikulum itu adalah guru : karena itu sangat
tergantung dengan situasi pembelajaran di
kelas biasanya tidak terjadi perubahan
disekolah pasca pelatihan guru akibat didukung
oleh KS, PS dan Dinas
Sudah saatnya TK untuk dikembangkan
kurikulumnya ? SD mempersyaratkan calistung
akibatnya TK unggul jika menyelenggarakan
Calistung ???
Penegasan konsep pembelajaran tematik
terpadu?? (masih terjadi perdebatan di LPTK)

FKIP UNS
Dynamic curriculum : keniscayaan untuk guru
profesional perlu dukungan media massa
karena itu pemerintah perlu menjelaskan tentang
filosofi dst perlu ada proteksi regulasi (minimal
PP, jika mungkin UU) sehingga tidak mudah untuk
diubah
Perlu kerjasama Badan dengan LPTK untuk
mengembangkan berbagai proses pembelajaran
yang kreatif untuk mendukung KK-2013
Strategi PLPG yang membangkitkan semangat
dan motivasi guruJika tingkat kelulusan PLPG
semakin rendah, bagaimana sikap kita ?

FKIP Univ Sanata Dharma


Kekhawatiran : kebijakan baru selalu ditumpangi
kepentingan politik, sehingga timbul berbagai kontroversi,
lalu guru bagaimana ??
Persoalan kurikulum : jika content based selalu persoalan
waktu, untuk 2013, kira-kira apa kendala utamanya ???
Guru tidak mampu bertanya untuk membangkitkan
kreativitas anak ??
Implementasi active learning ?? Tematik terpadu sudah
dilakukan ?? Anak-anak fun tetapi tdk ada sesuatu yang
melekat ?? (langkah awal memang membuat anak gemar)
Transaksi untuk kepentingan anak selalu dikalahkan
transaksi antara guru dan KS, Dinas dll
Dilema guru : pelayanan ke KS atau yang lain lebih penting
dibanding dengan KS (apa, bagaimana dan mengapa belum
memperoleh porsi yang memadai)

UNILA
Ujian Nasional : apakah KK 2013 msh
memberlakukan UN ? UN harus memenuhi
semua aspek
Prodi Kimia : KK 2013 mengarah pd
pembangunan kreativitas ? Mampukah guru kita
? Memerlukan guru yang inspiratif, mampu
membangun imajinasi siswa ?
Perubahan kurikulum : hanya menyerahkan set
nya saja, mind nya tidak. Usul : berbicaralah
dengan bahasa kalbu, bagaimana jika diubah
sekuensnya ?
Dampak otonomi pendidikan apa upaya ?

UNP
UKG : tidak mencapai standar minimal: 60 % guru SD belum
layak, 40 % SMP dan SMA
Apakah ada peta kompetensi berdasarkan lembaga asal
penghasil guru ?
Catt : prestasi UNP
Dampak otonomi terhadap pendidikan (pengangkatan KS,
PS, Guru) sentralisasi atau dekonsentrasi
Alam takambang jadi guru : apakah instruktur kapabel ?
Apa bedanya dengan standar proses dengan yang
sebelumnya ?
Urutan pengembangan dimulai KI 3 atau KI 4 ? Apa
bedanya dengan kurikulum yang lama ?
Penilaian : (kognitif, afektif, dan psikomotor versus ASK)

UNP:

KK 2013 : rekonstruksi 4 SNP : kaitan antara 24 jam


dengan impelementasi KK
Kurikulum SD : tematik terpadu sampai kelas VI, ada
tema tidak dapat diintegrasikan : mis IPA kelas IV ?
Kelas V : bermain dengan benda sekitar
Semakin kelas tinggi temanya semakin berkurang ? Ada
KD yang sulit dikaitkan dengan tema
B Inggris dihapuskan kah ???
Tematik sampai kelas VI, kapan mendudukkan konsep ?
Apakah mungkin dibatalkan semua buku yang beredar
saat ini ?
Kemdikbud : perlu diselaraskan dengan siaran media
elektronik

Univ Bung Hatta:


Konstruksi Kompetensi : pemetaan dengan
agama : sikap spiritual dan sikap sosial
Kompetensi guru : langkah apa ?

UNP
Sosialisasinya terasa lambat
Penilaian Pend Kejuruan : unjuk kerja
memerlukan waktu cukup lama : bagaimana
evaluasi pendidikan kejuruan