Anda di halaman 1dari 8

PERALATAN UNTUK EVALUASI MUTU SEBAGAI BERIKUT :

1. REFRAKTOMETER

A. Persentase Brix
Menunjukkan konsentrasi (persen) dari padatan terlarut dalam contoh (larutan
yang menggunakan air). Komponen padatan terlarut adalah seluruh padatan yang larut
dalam air, seperti gula, garam, protein, dan asam. Angka hasil pengukuran dengan
refraktometer menunjukkan konsentrasi total dari seluruh padatan terlarut tersebut.
Jika refraktometer dipakai untuk mengukur larutan sukrosa maka angka
persentase brix yang diperoleh akan menunjukkan persentase sukrosa (g sukrosa/ 100 g
larutan) secara tepat. Untuk larutan tunggal yang lain diperlukan tabel konversi khusus
berikut.

Gambar 1. Skala refraktometer


Skrup pengatur skala
Pengatur lensa

Prisma

Penutup prisma
Gambar 2. Hand Refraktometer

Tabel. Konversi Persentase Brix ke Persentase g/ 100 g untuk berbagai larutan tunggal
% brix

NaCl

Glukosa

Fruktosa

Ethylene-G

Etanol

0,0

0,0

0,00

0,00

0,0

0,0

5,0

4,2

4,95

4,95

6,9

13,5

10,0

8,5

9,95

9,89

14,3

26,5

15,0

12,8

14,90

14,80

21,7

41,5

20,0

17,4

19,84

19,70

29,6

70,0

25,0

22,1

24,75

24,65

37,8

29,67

29,54

47,0

30,0

B. Kalibrasi
Hand Refractometer merupakan instrumen pengukur persentase brix suatu larutan
yang menggunakan pelarut air. Cara mengkalibrasi alat ini adalah :
1. Ukurlah persentase brix aquadest yang suhunya 20 oC
2. Bila pembacaan instrumen tidak menunjukkan angka 0, aturlah skrup pengatur
skala menggunakan obeng kecil sehingga instrumen menunjukkan pembacaan 0
3. Selanjutnya alat siap digunakan untuk mengukur contoh

C. Prosedur Pengukuran Contoh


1. Teteskan satu atau dua tetes contoh di atas prisma (contoh bisa berupa larutan
atau cairan jus buah / sayur)
2. Tutupkan penutup prisma dengan baik
3. Contoh harus menyebar ke seluruh permukaan prisma, bila tidak maka
pembacaan akan terganggu.
4. Baca persentase brix. Untuk memperjelas pembacaan putarlah pengatur lensa ke
kiri atau ke kanan sehingga batas biru dan putih terlihat tajam

D. Metode Pengukuran Persentase Brix Sederhana


1. Ukur persentase aquadest yang telah dibiarkan pada suhu ruang dalam jangka
waktu tertentu (sampai suhu aquadest sesuai dengan suhu ruang)

2. Atur skrup pengatur skala sehingga menunjukkan pembacaan 0


3. Ukur persentase brix contoh. Angka hasil pengukuran tidak perlu lagi dikoreksi
dengan tabel koreksi.

E. Catatan
1. Refraktometer merupakan alat optik, bila jatuh akan pecah dan tidak bisa
digunakan. Hindari penggunaan secara kasar
2. Permukaan prisma mudah sekali rusak, hindarkanlah dari goresan
3. Selesai penggunaan, bersihkan permukaan prisma dengan kertas tisu basah,
kemudian keringkan dengan tisu kering.
4. Jika permukaan prisma kena lemak maka akan mengganggu pengukuran. Untuk
membersihkan lemak, sekalah dengan tisu yang dibasahi larutan detergen yang
encer kemudian tisu dibasahi air dan keringkan dengan tisu kering. Jangan pernah
merendam atau menyiram alat dengan air.

2. PENETROMETER
Alat ini digunakan untuk mengukur besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk
mendorong penusuk dengan ukuran tertentu ke dalam daging buah. Ukuran tersebut
dinyatakan dalam pound atau kilogram.
Setelah buah masak akan menjadi semakin lunak. Hal ini disebabkan karena
melarutnya bagian lamela tengah dari dinding sel. Pelunakan ini dapat diamati secara
subyektif, seperti misalnya dengan pemijitan. Namun hal tersebut tidak menunjukkan
pengukuran yang pasti. Hasil pengukuran yang lebih pasti dan dinyatakan berupa angka
adalah hasil pengukuran dari alat yang disebut penetrometer. Ada beberapa model alat
pengukur kekerasan buah, angka hasil pengukuran yang diberikan oleh alat tersebut
merupakan nilai hasil ukur.
Cara penggunaan alat :
1. Iris buah dengan diameter 0,50 0,75 inch, sebagai tempat menusukkan
alat

2. Pegang buah dengan kuat pada tangan kiri, sementara alat dipegang
diantara ibu jari dan telunjuk tangan kanan
3. Tekankan penusuk pada buah hingga pangkal penusuk menyentuh bagian
luar buah
4. Penusukan dilakukan secara perlahan-lahan. Penusukan terlalu cepat dan
tiba-tiba menyebabkan hasil pengukuran tidak akurat
5. Pengukuran dilakukan dua kali pada sisi buah yang berlawanan.

Gambar 1. Penetrometer

3. SPEKTROFOTOMETER
A. Spectronic 20 D
Spectronic 20 D merupakan spektrofotometer single beam yang menggunakan
sistem digital. Alat ini dapat mengukur absorbansi pada daerah panjang gelombang dari
340 nm 600 nm. Kemampuan ini dapat ditingkatkan sampai 950 nm dengan
menambahkan filter infra merah dan mengganti fototube-nya.

Gambar 1. Spektofotometer Student

Status
Indicators
Digital Readout

Decrease

Increase

Mode
Wavelength control

Sample
Compartment

Transmittance/Absorbance
control
Power Switch/Zero
Control
Gambar 2. Spectronic 20 D

B. Prosedur Pengukuran
1. Hidupkan alat dengan memutar power switch ke kanan sampai alat menyala.
Biarkan alat hidup 15 menit untuk menstabilkan pembacaan
2. Setelah pemanasan selesai, atur panjang gelombang menggunakan wavelength
control sesuai dengan yang diinginkan
3. Sesuaikan mode ke posisi transmitas dengan jalan menekan tombol mode
berulang-ulang sampai lampu tanda transmitans menyala. Stel transmitans pada
posisi 0 menggunakan tombol zero control. Pastikan tempat sampel dalam
keadaan kosong dan tertutup rapat.
4. Isi kuvet

dengan larutan blanko dan seka dinding kuvet dengan tisu untuk

membersihkan tetesan cairan, debu atau bekas jari. Masukkan kuvet ke dalam
tempat sampel, luruskan tanda pada kuvet dengan tanda pada muka tempat
sampel. Tekan kuvet ke bawah dan tutuplah tempat sampel.
5. a. Untuk mengukur transmitans : stel nilai transmitans pada posisi 100
menggunakan transmitans/absorbance control. Angkat kuvet dari tempat sampel.
Cuci kuvet dua kali dengan larutan sampel yang akan diukur dan isilah kuvet
dengan larutan sampel. Sekalah dinding kuvet dengan tisu kemudian masukkan ke
dalam tempat sampel serta tutup. Bacalah nilai transmitans pada display.
b. Untuk mengukur absorbans : stel nilai transmitans/ absorbance control. Tekan
tombol Mode sampai lampu tanda absorbans menyala. Stel nilai absorbans pada
posisi 0.0 A. Angkat kuvet dari tempat sampel. Cuci kuvet dua kali dengan
larutan sampel yang akan diukur dan isilah kuvet dengan larutan sampel. Sekalah
dinding kuvet dengan tisu kemudian masukkan ke dalam tempat sampel serta
tutup. Bacalah nilai absorbans pada display.
6. Selesai mengukur sampel, matikan alat dengan memutar power switch ke kiri
sampai alat tidak menyala lagi.
C. Catatan
Untuk meminimalkan masalah-masalah pengukuran perhatikan hal-hal berikut :
1. Larutan sampel tidak boleh mengandung gelembung udara
2. Gunakan kuvet yang sama untuk sampel dan blanko

3. Pastikan bahwa tanda pada kuvet sudah lurus dengan tanda pada tempat kuvet
4. Pada pemakaian dalam jangka waktu yang agak lama cek ulang transmitans
blanko. Bila transmitans blanko berubah dari 100, stel alat kembali hingga
menunjukkan nilai 100.
5. Gunakan kuvet yang bersih, hindari menyentuh kuvet pada bagian di bawah garis
tanda.

4. pH METER
A. Kalibrasi
1. Tuangkan bufer pH 7,01 dan pH 4,01 atau pH 10,01 dalam gelas beaker. Bufer
pH 4,01 digunakan bila sampel yang akan diukur pHnya di bawah 7 (suasana
asam). Sedangkan bufer pH 10,01 digunakan bila sampel yang diukur pHnya di
atas 7 (suasana alkalis).
2. Supaya kalibrasi menjadi lebih akurat, gunakan dua buah beker untuk masingmasing
B. Prosedur Pengukuran pH Sampel
C. Catatan