Anda di halaman 1dari 3

3.1.

Dasar Teori
Kebersihan merupakan syarat bagi terjaganya kesehatan. Berbagai
mikroorganisme patogen banyak hidup di udara, tanah, air, maupun permukaan kulit
manusia. Bahkan beberapa senyawa kimia berbahaya seperti pestisida juga sering
dijumpai disekitar kita.
Semenjak zaman dahulu, manusia sudah berusaha untuk menjaga kesehatan
badan, misalnya dengan mengonsumsi makanan bergizi atau berolahraga. Namun,
semenjak prinsip sanitasi dikenal oleh manusia, tingkat harapan hidup manusia
meningkat dengan drastis. Kita dapat membandingkan antara kesehatan masyarakat
yang tinggal di lingkungan kumuh dengan masyarakat yang sudah mengenal
bangunan MCK (Mandi, Cuci, Kakus).
Berbagai cara telah ditemukan untuk meningkatkan kebersihan tubuh dan
lingkungan, misalnya dengan mengunakan bahan pembersih tubuh seperti sabun dan
sampo.

3.3. Sampo
Sampo merupakan produk kosmetika yang digunakan sebagai pembersih dan
perawat rambut. Berbeda dari sabun, sampo mengandung bahan-bahan pelembut
sehingga tidak membuat rambut menjadi kusam, kasar dan kering. Daya pembersihan
sampo tergantung pada senyawa surfaktan yang dipilih sebagai komposisinya.
Surfaktan adalah suatu senyawa yang memiliki gugus polar dan non-polar
sekaligus sehingga dapat berikatan dengan air (polar) dan minyak (non-polar). Dalam
pembuatan sampo, dipilih senyawa surfaktan anionik (tidak menghasilkan ion bila
terlarut dalam air) agar tidak pedih di mata. Agar daya pembersihnya semakin kuat,
biasanya digunakan lebih dari satu jenis surfaktan dalam pembuatan sampo. Senyawa
surfaktan yang utama disebut surfaktan primer, sedangkan surfaktan yang lain disebut
surfaktan sekunder/ pelengkap.
Banyak cara dan komposisi berbeda untuk membuat sampo. Dalam praktikum
ini, akan digunakan tiga jenis surfaktan untuk membuat sampo, yaitu Ultra SLES
(Sodium Lauryl Ether Sulphate) sebagai surfaktan primer, Foam Booster (Coconut
Dietanolamine) dan Lexaine C (Coco Amico Propyl Betain) sebagai surfaktan
sekunder. Penambahan surfaktan sekunder di atas, selain meningkatkan kemampuan
pembersih sampo dan mengurangi iritasi kulit, juga memberikan busa yang berukuran
lebih kecil jika busa-busa yang besar sudah habis.
a. Ultra SLES memiliki sifat yang sukar larut dalam air tetapi dapat membuat
gelembung berukuran besar, pHnya yang basah dapat membuat rambut menjadi
kering.
b. Foam Booster membuat busa berukuran sedang serta lembut di kulit.
c. Lexaine C merupakan surfaktan yang lebih lembut dan dapat mengurangi iritasi
kulit serta menghasilkan busa kecil.
Selain surfaktan, bahan-bahan lain yang ditambahkan adalah garam NaCl, asam
karboksilat, trilon, akuades, polyquat, dan Lexgard P.
a. NaCl berfungsi untuk melarutkan Ultra SLES dan mengentalkan sampo.
b. Carboxylic acid berfungsi mengatur pH sampo agar sesuai dengan pH kulit
(sekitar 5-6).
c. Trilon berfungsi menjernihkan air dari logam yang menyebabkan keruhnya
sampo.
d. Polyquat adalah pelembut rambut.

e. Lexgard P adalah pengawet kosmetik yang musah larut dalam air.


Sampo yang menarik konsumen bukan hanya sampo yang baik untuk
membersihkan rambut, tetapi juga yang indah dilihat serta dicium. Oleh sebab itu,
digunakan juga beberapa bahan yang dapat memperindah sampo. Pearl concentrate
digunakan untuk membuat warna sampo menjadi kental dan berkilau. Pewarna yang
digunakan sebaiknya adalah pewarna makanan atau pewarna sampo yang aman untuk
kulit. Demikian pula dengan pemberi aroma (parfum) yang dipilih, sebaiknya yang
sesuai dengan standar untuk makanan, obat-obatan, dan kosmetik.
3.4. Hand Soap
Hand Soap merupakan salah satu bentuk modifikasi sabun yang berbentuk
cairan. Kelebihan hand soap dibandingkan sabun batang adalah tidak ada perpindahan
kotoran dari tangan pengguna sebelumnya ke tangan pengguna sesudahnya sehingga
menjadi lebih higienis. Selain itu, hand soap lebih mudah dikemas serta dituang.
Surfaktan yang digunakan adalah Ultra SLES, Foam Booster, dan LAS. Selain
itu, juga digunakan NaCl, Na2SO4, asam karboksilat, Trilon, aquadest, pewarna,
parfum, dan Dewisil Liquid.
LAS memiliki warna putih dan bersifat lebih keras daripada Ultra SLES. Kulit
tangan yang lebih kotor dibandingkan bagian tubuh lainnya memerlukan bahan yang
lebih baik untuk membersihkan kotoran.
Dewisil Liquid adalah senyawa pengawet sabun. Hand soap yang sifatnya cair
tetap mudah ditumbuhi oleh mikroorganisme yang tahan hidup dalam kondisi ekstrim
sehingga tetap memerlukan pengawet.
Sodium sulfat berfungsi untuk mempermudah pelarutan LAS serta membantu
pengentalan hand soap. Senyawa ini tidak dapat langsung dicampurkan pada LAS
karena dapat membuat hand soap menjadi keruh.

2.2. Sampo
Alat
a. Peralatan Non-Food
b. Corong + Wadah Botol ( 100mL)
Bahan
a. Ultra Sles
: 70 g
b. NaCl : 10 g + 10 g
c. Aquadest
: 350 mL + 25 mL + 125 mL
d. Foam Booster
: 10 g
e. Lexaine-C
: 15 mL
f. Polyquat
: 25 mL
g. Pearl Concentrate : 10 g
h. Trilon : 0,15 g
i. Carboxylic Acid : 0,2 g
j. Lexgard P
: 1,3 mL
k. Pewarna
: tergantung kekentalan pewarna yang digunakan
l. Parfum: 3-5 mL
Skema Kerja
Ultra SLES + NaCl1
1 = Aquadest1
2 = Foam Booster
3 = Lexaine-C + Polyquat
4 = Pearl Concentrate
5 = Lexgard P
6 = Carboxylic Acid +
Aquadest2
Parfum
Pewarna

Aduk Putih
Pengadukan I-VI
Pengadukan VII
Sedikit2 kental
Pengadukan VIII
Penyaringan
Shampoo

Aquadest3 + Trilon
Pelarutan
NaCl2