Anda di halaman 1dari 1

data pengamatan sebelum minum obat :

- tekanan darah : 110/50 mmHg


- nadi : 64 x / menit
- no obat yang di minum : 54 (spironolakton)
Tekanan darah
Frekuensi nadi
Volume urin

30
100/70
68
135 ml

60
110/70
64
225 ml

90
110/65
65
262 ml

PEMBAHASAN :
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, yaitu penggunaan obat diuretik dengan metode
tersamar ganda pada orang percobaan (OP) yang dilakukan dengan cara mengukur
volume urin setiap 30 menit, 60 menit dan 90 menit serta dilakukan pengukuran tanda
vital seperti tekanan darah dan denyut nadi setiap 15 menit didapatkan bahwa tebakan
kelompok kami adalah furosemid. Tetapi setelah dicocokkan nomor obat dengan tebakan
kelompok kami ternyata obatnya adalah spironolakton. Setelah dibahas kembali ternyata
efek samping yang paling cocok adalah efek samping dari spironolakton. Dimana efek
samping yang nyata dapat dilihat yaitu penambahan frekuensi berkemih dengan sedikit
penambahan volume urin, sedikit penurunan tekanan darah dan denyut nadi. Hal tersebut
sesuai dengan efek samping spironolakton sebagai obat diuretik hemat kalium. Tetapi
efek samping lainnya seperti diare, ngantuk, dan sakit kepala tidak didapatkan oleh OP.
Kesalahan dalam menebak obat diakibatkan ketidaktahuan kelompok dalam mengetahui
efek samping obat-obat diuretik dan juga dipengaruhi oleh kemungkinan kesalahan dalam
pengukuran tekanan darah oleh karena anggota yang mengukur tekanan darah ataupun
OP yang tidak rileks karena suhu ruangan yang dingin dan sebagainya.