Anda di halaman 1dari 2

BLOK 23 LBM 1

STEP 1
1. APD : Alat Pelindung Diri seperti masker, handscoon,dll.
Suatu sarana atau alat untuk meminimalisir infeksi silang.
2. Costumer focused services suatu pelayanan yang difokuskan kepada pasien untuk
meningkatkan mutu rumah sakit dalam memberi pelayanan yang terbaik untuk pasien.
Step 2 :
1. Pelayanan apa saja yang diberikan kepada pasien khususnya di rumah sakit ?
Perawatan seperti rawat inap dan rawat jalan. Untuk gawat darutat di rawat IGD, jika perlu
konsultasi lebih intensif di rujuk ke spesialis. (KOKO)
Rawat inap dan rawat jalan bisa berasal dari pasien dari ruang IGD, yang telah di eliminasi
dari Triage (yang diurutkan dari tingkat keparahan).
Triage 1 : pasien henti nafas dan henti jantung
Triage 2 : pasien bedah dan non-bedah
Triage 3 : obsetri
Triage 4 : ....
Triage 5 : untuk observasi
2. Apa yang dimaksud dengan Costumer Focused Service ?
CFS adalah suatu jenis pelayanan yang di khususkan pada kepuasan pasien dalam hal
pengamanan pasien serta mengevaluasi perkembangan suatu rumah sakit yang
memfokuskan pada SDM yang terlibat agar menghasilkan mutu yang berkualitas untuk
pasien.
3. Pelayanan apa saja yang dimaksudkan dalam CFS ?
5 dimensi kualitas Tangible (Tampilan Fisik), Realibility(Keandalan), Responsiveness(Daya
tanggap), Assurance(jaminan), Empathy(empati)...
4. Apa keuntungan bagi rumah sakit yang menggunakan Costumer Focused Service ?
Meningkatkan kepercayaan pasien dalam menggunakan jasa pelayanan
Meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit terhadap pasien
Meningkatkan kepuasan pasien..
5. Program-program yang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pasien ?
Evaluasi lembaga penjaminan mutu , lembaga akreditasi.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang terdahulu agar bisa meningkatkan kepuasan
pasien.
QA / Quality Assurance.
6. Infeksi silang infeksi yang menular dr pasien ke dokter atau sebaliknya, atau dr pasienpasien.
7. Medical error
Fokus pembahasan :

Menjelaskan konsep dasar patient safety


medical error dan contoh-contohnya
medical error adalah kesalahan-kesalahan dalam tindakan medis. Misalnya operator
melakukan malpraktek ( atau melakukan suatu tindakan tidak berdasarkan kompetensinya
(contoh:
Costumer Focused Service