Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

CERMIN
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fisika Terapan
Yang Diampu Oleh Bapak ...........

Disusun Oleh:
Anggi Budi Wirawan
NIT: 13.49.1030

PROGRAM STUDI NAUTIKA


AKADEMI PELAYARAN NIAGA SEMARANG
2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat
dan pertolongan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Fisika yang berjudul
CERMIN ini dengan baik. Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisika
Terapan. Penyusunan makalah ini berdasarkan sumber-sumber informasi yang relevan baik
dari media cetak seperti buku dan media elektronik seperti internet. Kami mengharapkan
tulisan pada makalah ini dapat menambah wawasan kami sebagai taruna mengenai kajian dan
penerapan ilmu-ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari.
Makalah ini tersusun dengan baik atas bantuan dan dukungan dari berbagai pihak
yag terlibat secara langsug maupun tidak langsung. Oleh karena itu, kami mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. Semoga
Allah SWT memberikan balasan yan terbaik. Aamiin.
Kami menyadari makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, oleh karenanya kami
senantiasa menerima kritik dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan makalah
selanjutnya. Akhirnya, semoga makalah yang sederhana ini dapat memberiakn manfaat bagi
kita semua. Aamiin.

Semarang, 22 November 2013

Penyusun

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 2

DAFTAR ISI

Halaman Judul......................................................................................................... 1
Kata Pengantar......................................................................................................... 2
Daftar Isi.................................................................................................................. 3

Bab 1 Pendahuluan
A. Latar Belakang.............................................................................................. 4
B. Rumusan Masalah......................................................................................... 4
C. Tujuan............................................................................................................ 4

Bab 2 Pembahasan
A. Konsep tentang Cahaya................................................................................. 5
B. Cermin dan Jenisnya..................................................................................... 8
C. Proses Pembentukan Bayangan pada Cermin............................................

D. Aplikasi Cermin dalam Kehidupan Sehari-hari........................................... 17

Bab 3 Penutup
A. Kesimpulan................................................................................................... 18
B. Saran.............................................................................................................. 18

Daftar Pustaka........................................................................................................... 19

Lampiran (Contoh Soal dan Pembahasan).............................................................

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

20

Page 3

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap harinya manusia tidak terlepas dari bendabenda yang dapat memantulkan cahaya atau yan lebih dikenal sebagi cermin. Cermin
merupakan benda bening/mengkilap yang dapat memantulkan cahaya sehingga
terbentuk bayangan. Cermin memanfaatkan salah satu sifat cahaya yakni cahaya dapat
dipantulkan.
Di sekitar kita terdapat beberapa jenis cermin yang memiliki karakteristik dan
fungsi yang berbeda-beda. Makalah ini disusun atas dasar pentinnya pengetahuan
tentang cermin dengan jenisnya yang berbeda-beda tersebut sehingga keberadaan
cermin dapat dimanfaatkan dengan seefektif dan seefisien mungkin.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep tentang cahaya?
2. Bagaimana konsep tentang cermin dan jenis, dan fungsinya?
3. Bagaimana pembentukan bayangan pada cermin?
4. Bagaimana aplikasi/pemanfaatan cermin pada kehidupan sehari-hari?

C. Tujuan
1. Menjelaskan konsep tentang cahaya.
2. Menjelaskan konsep tentang cermin dan jenisnya.
3. Menjelaskan proses pembentukan bayangan pada cermin.
4. Menjelaskan aplikasi/pemanfaatan cermin pada kehidupan sehari-hari?

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 4

BAB 2
PEMBAHASAN
A. Konsep tentang Cahaya
Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik (electromagnetic
waves) yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380750 nm. Pada
bidang fisika,

cahaya

adalah

radiasi

elektromagnetik,

baik

dengan panjang

gelombang kasat mata maupun yang tidak. Selain itu, cahaya adalah paket partikel
yang disebut foton. Kedua definisi tersebut merupakan sifat yang ditunjukkan cahaya
secara bersamaan sehingga disebut "dualisme gelombang-partikel". Paket cahaya yang
disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan
sebagai warna. Bidang studi cahaya dikenal dengan sebutan optika, merupakan area
riset yang penting pada fisika modern.

Gambar A.1 Gelombang Cahaya

Berdasarkan jenisnya, cahaya dibedakan menjadi cahaya yang tampak dan


cahaya yang tidak tampak. Cahaya tampak adalah cahaya yang jika mengenai benda
maka benda tersebut akan dapat dilihat oleh manusia, contoh cahaya matahari. Cahaya
tak tampak adalah cahaya yang bila mengenai benda tidak akan tampak lebih terang
atau masih sama sebelum terkena cahaya. Contoh cahaya tak tampak adalah sinar
inframerah dan sinar X. Cahaya tampak dibagi menjadi 2 yaitu monokromatik dan
polikromatik. Monokromatik adalah satu cahaya yang terdiri dari satu warna,
contohnya merah. Sedangkan polikromatik adalah satu cahaya yang terdiri dari
beberapa warna, contohnya ungu, merupakan kombinasi antara merah dan biru
(Tugino, 2012).

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 5

Cahaya mem[unyai sifat-sifat yang banyak dimanfaatkan dalam kehidupan


sehari-hari. Sifat-sifat cahaya adalah sebagai berikut:
1. Cahaya merambat lurus
Saat berjalan di kegelapan, kita memerlukan
senter. Cahaya dari lampu senter arah rambatannya
menurut garis lurus. Atau ketika kita melihat
cahaya matahari yang menerobos masuk melalui
genting. Kedua hal tersebut membuktikan bahwa
cahaya merambat lurus. Kegiatan yang dapat untuk
membuktikan bahwa cahaya merambat lurus adalah dengan menggunakan
karton yang diberi lubang seperti gambar di samping. Ketika lobang karton
disusun lurus kita dapat melihat cahaya lilin, namun ketika salah satu lobang
digeser kita tidak bisa lagi melihat cahaya tersebut. Sifat cahaya yang selalu
merambat lurus ini dimanfaatkan manusia pada pembuatan lampu senter dan
lampu kendaraan bermotor.
2. Cahaya dapat menembus benda bening
Berdasrkan dapat atau tidaknya suatu benda ditembus cahaya, bendabenda digolongkan menjadi 3, yakni:
a. Opaque atau benda tidak tembus cahaya, adalah benda gelap yang
tidak dapat ditembus oleh cahaya sama sekali. Opaque memantulkan
semua cahay yang mengenainya.
b. Benda Bening, yakni benda-benda yang dapat ditembus cahaya. Benda
bening juga sering disebut sebagi benda transparant. Benda transparan
meneruskan semua cahaya yang menegnainya.
c. Benda Transluent, adalah benda yang meneruskan sebagian cahaya
yang datang dan menyebarkan sebagian cahaya lainnya

3. Cahaya dapat dipantulkan


Pemantulan (refleksi) atau pencerminan adalah proses terpancarnya
kembali cahaya dari permukaan benda yang terkena cahaya. Contoh peristiwa
pemantulan cahaya adalah saat kita bercermin. Bayangan tubuh kita akan
terlihat di cermin, karena cahaya yang dipantulkan tubuh kita, saat mengenai
Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 6

permukaan cermin, dipantulkan, atau dipancarkan kembali hingga masuk ke


mata kita. Pemantulan pada cermin, termasuk pemantulan teratur. Pemantulan
teratur terjadi pada benda yang permukaannya rata dan mengkilap/licin. Pada
benda semacam ini, cahaya dipantulkan dengan arah yang sejajar, sehingga
dapat membentuk bayangan benda dengan sangat baik. Pada benda yang
permukaannya tidak rata, cahaya yang datang dipantulkan dengan arah yang
tidak

beraturan.

Pemantulan

semacam

ini

disebut pemantulan

baur,

atau pemantulan difus.


Cermin merupakan salah satu benda yang memantulkan cahaya.
Berdasarkan bentuk permukaannya ada cermin datar dan cermin lengkung.
Cermin lengkung ada dua macam, yaitu cermin cembung dan cermin cekung.

4. Cahaya dapat dibiaskan


Pembiasan adalah pembelokan arah rambat cahaya, saat melewati dua
medium yang berbeda kerapatannya. Pembiasan cahaya dimanfaatkan manusia
dalam pembuatan berbagai alat optik. Apabila cahaya merambat dari zat yang
kurangrapat ke zat yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis
normal. Misalnya cahaya merambat dari udara ke air. Sebaliknya, apabila
cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat, cahaya
akan dibiaskan menjauhi garis normal. Misalnya cahaya merambat dari air ke
udara.
Pembiasan

cahaya

sering

jumpai

dalam

kehidupan sehari-hari.

Misalnya dasar kolam terlihat lebih dangkal daripada kedalaman sebenarnya.


Gejala pembiasan juga dapat dilihat pada pensil yang dimasukkan ke dalam
gelas yang berisi air. Pensil tersebut akan tampak patah.

5. Cahaya dapat dihamburkan


Cahaya putih seperti cahaya matahari termasuk jenis cahaya
polikromatik. Cahaya polikromatik adalah cahaya yang tersusun atas beberapa
komponen warna. Cahaya putih tersusun atas spektrum-spektrum cahaya yang
berwarna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Spektrum warna
yang tidak dapat diuraikan lagi disebut cahaya monokromatik. Cahaya putih
dapat diuraikan. Saat melewati prisma, cahaya putih akan mengalami dispersi
Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 7

(penguraian). Contoh peristiwa dispersi cahaya yang terjadi secara alami


adalah peristiwa terbentuknya pelangi. Pelangi terbentuk dari cahaya matahari
yang diuraikan oleh titik-titik air hujan di langit. Cahaya matahari yang kita
lihat berwarna putih. Namun, sebenarnya cahaya matahari tersusun atas
banyak cahaya berwarna.
B. Cermin dan Jenis-jenis Cermin
Cermin adalah permukaan yang licin dan dapat menciptakan pantulan sehingga
membentuk bayangan. Kepantulan pelapisan cermin bergantung pada panjang
gelombang cahaya dan juga pada logam itu sendiri, hal ini digunakan dalam
kerja optik untuk menghasilkan cermin sejukdan panas. Cermin sejuk dihasilkan
dengan menggunakan substrat transparan dan bahan pelapisan yang memantulkan
lebih banyak cahaya nampak dan merambatkan kurang cahayainframerah. Cermin
panas adalah kebalikannya, lebih memantulkan cahaya inframerah.
Pada umumnya, cermin dibedakan menjadi tiga jenis, yakni cermin datar,
cermin cekung, dan cermin cembung.
1. Cermin Datar
Sejalan dengan namanya, cermin datar adalah cermin yang berbentuk
rata (tidak lengkung). Cermin datar banyak digunakan untuk berhias maupun
dijadikan komponen alat-alat tertentu seperti periskop dan peralatan yang
lainnya. Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar adalah maya, tegak,
dan sama besar.

2. Cermin Cekung
Cermin cekung atau dalam bahasa inggrisnya Concave mirror adalah
cermin yang permukaannya lengkung seperti bola (sferis) yang mengkilap
bagian dalamnya. Cermin ini disebut juga cermin positif, karena mempunyai
jari-jari yang nyata. Cermin cekung ini bersifat konvergen (mengumpulkan
sinar). Sinar-sinar istimewa cermin cekung yaitu:
a. Jika sinar datang sejajar sumbu utama, dipantulkan melalui focus
b. Jika sinar datang melalui focus, dipantulkan sejajar sumbu utama
c. Jika sinar datang melalui pusat kelengkungan cermin, akan
dikembalikan
Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 8

3. Cermin Cembung
Cermin cembung atau dalam bahasa Inggrisnya adalah convex mirror
adalah cermin yang permukaan lengkung seperti bola (sferis) yang mengkilap
bagian luarnya. Cermin ini juga disebut cermin negative karena mempunyai
jari-jari maya (di belakang cermin). Cermin cembung itu bersifat divergen
(menyebarkan sinar).
Seperti halnya cermin cekung, sinar-sinar istimewa ini dapat digunakan
untuk melukiskan serta menentukan sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin
cembung. Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung adalah maya,
tegak, diperkecil. Penggunaan cermin cembung misalnya pada kaca spion
kendaraan.Sinar-sinar istimewa cermin cembung yaitu :

a. Jika sinar datang sejajar sumbu utama, dipantulkan seolah-olah dari titik
focus

b. Jika sinar datang melalui focus, dipantulkan sejajar sumbu utama


c. Jika sinar datang melalui pusat kelengkungan cermin, akan dikembalikan.
C. Proses pembentukan Bayangan Pada Cermin
Proses pemnentukan bayangan pada cermin berbeda-beda tergantung dari
jenis cermin yang digunakan.
1. Proses Pembentukan Bayangan pada Cermin Datar
Pembentukan bayangan oleh cermin datar adalah dibentuk oleh
perpotongan perpanjangan dari sinar-sinar pantul. Hukum pemantulan cahaya
menurut Snellius adalah sebagai berikut :
a. Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada bidang datar
b.

Sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (r)

Gambar C.1 Hukum Pemantulan

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 9

Proses pembentukan Bayangan pada cermin datar mengikuti kaidahkaidah sebagai berikut:

1)

Benda di depan cermin datar.

2)

Berlaku hukum pemantulan.

3)

Sinar datang pertama (biru muda) melalui ujung benda dan mengenai
cermin, akan dipantulkan oleh cermin, sinar pantul diperpanjang putusputus (biru muda).

4)

Sinar datang kedua (merah) melalui ujung benda dan mengenai cermin,
akan dipantulkan oleh cermin, sinar pantul diperpanjang putus-putus
(merah).

5)

Perpotongan perpanjangan sinar pantul pertama dan kedua (biru muda


dan merah putus-putus) berpotongan, dan itu merupakan bayangan
ujung benda.

6)

Sinar ke tiga (kuning) melalui pangkal benda dan mengenai cermin,


akan dipantulkan oleh cermin, sinar pantul diperpanjang putus-putus
(kuning), merupakan bayangan pangkal benda.

7)

Terbentuklah bayangan benda oleh cermin datar.

Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar adalah :


1) Jarak bayangan ke cermin (s) = jarak benda ke cermin (s)
2) Tinggi bayangan (h) = tinggi benda (h)
3) Sama besar dan berlawanan arah (perbesarannya = 1 kali)
4)

Bayangan bersifat maya (di belakang cermin)

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 10

Untuk mendapatkan seluruh bayangan benda pada cermin datar, kita


harus menggunakan cermin yang panjangnya minimal dari tinggi bendanya.

L = panjang minimal cermin (m)


h = tinggi benda (m)
Agar bayangan dapat terlihat keseluruhan, maka cermin harus diletakkan
dari lantai setinggi;

H = tinggi cermin dari ujung bawah cermin


h = tinggi orang / benda (m)
x = jarak mata ke ujung kepala
Jika dua buah cermin datar diletakkan membentuk sudut , maka jumlah
bayangan yang dibentuk oleh dua cermin datar dari sebuah benda adalah :

n = jumlah bayangan
= sudut apit kedua cermin datar

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 11

2. Proses Pembentukan Bayangan pada Cermin Cekung


Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung tergantung dari posisi
bendanya. Berikut rangkuman singkat untuk menentukan bayangan pada
cermin cekung:
1. Jumlah ruang letak benda dan letak bayangan selalu = 5
2. Jika ruang bayangan > ruang benda maka sifat bayangannya
diperbesar.
3. Jika ruang bayangan < ruang benda maka sifat bayangannya
diperkecil
4. Hanya bayangan di ruang 4 yang bersifat maya dan tegak selebihnya
bersifat nyata dan terbalik.
Sifat cahaya (sinar istimewa) yg dipantulkan cermin cekung adalah
sebagai berikut:
1. Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan
melalui fokus.

2. Sinar datang yang melewati fokus akan dipantulkann sejajar dengan


sumbu utama.

3. Sinar datang yang melalui titik lengkung (R) akan dipantulkan


kembali ke arah yang sama.

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 12

Langkah-langkah untuk melukis bayangan pada cermin cekung adalah


sebagai berikut:
1. Benda berada jauh tak terhingga
Sinar-sinar yang berasal dari
benda yang jauh tak terhingga
datang ke cermin berupa sinar-sinar
sejajar dan oleh cermin sinar-sinar
ini akan dikumpulkan di fokus utama sehingga bayangan benda
yang terbentuk berupa titik di titik fokus cermin.

2. Benda berada di titik pusat kelengkungan cermin (titik C)


Benda AB berada di titik pusat
kelengkungan

cermin

menghasilkan

bayangan

cekung

akan

yang

tepat

berada di titik pusat kelengkungan


cermin pula.
3. Benda berada di ruang 1
Bila benda berada di ruang I,
bayangan yang terbentuk merupakan
perpotongan dari perpanjangan sinarsinar

pantul,

sehingga

bayangan

berada di belakang cermin.

4. Benda berada di ruang 2


Benda AB berada di ruang II
cermin cekung akan menghasilkan
bayangan di ruang III.

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 13

5. Benda berada di ruang 3


Benda AB terletak di ruang
III

cermin

cekung

akan

menghasilkan bayangan di ruang


II.

6. Benda berada di titik fokus


Benda AB tepat di titik
fokus

maka

sinar-sinar

yang

datang dari benda dipantulkan oleh


cermin

cekung

sejajar

sumbu

utama sehingga tidak terbentuk


bayangan, atau sering juga dikatakan bahwa bayangan benda
berada di jauh tak terhingga.
Rumus-rumus pada cermin cekung
Cermin Cekung berfokus positif. Jika sobat mempunyai benda dengan
jarak S dari cermin maka untuk mencari jarak bayangannya menggunakan
rumus

f = fokus cermin
s = jarak benda dari cermin
s = jarak bayangan
Sedangkan perbesaran bayangannya menggunakan rumus

s = jarak benda dari cermin


s = jarak bayangan
h = tinggi bayangan
h = tinggi benda

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 14

3. Proses Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung


Proses pembentukan bayangan pada cermin cembung dimulai dari
mengidentifikasi sinar-sinar istimewa yang mengenai benda sebagai berikut:
1. Sinar datang yang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolaholah dari fokus

2. Sinar datang yang menuju R akan dipantulkan kembali dari R

3. Sinar datang yang menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar


dengan sumbu utama

Ketentuan sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung


adalah sebagi berikut:
1. Jumlah nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan selalu sama
dengan lima.
2. Benda yang terletak di ruang I dan II selalu menghasilkan bayangan
yang terbalik terhadap bendanya. Sedangkan benda-benda yang
Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 15

berada di ruang I dan IV akan selalu menghasilkan bayangan yang


sama tegak dengan bendanya.
3. Jika nomor ruang bayangan lebih besar daripada nomor ruang
benda, bayanagn selalu lebih besar daripada bendanya (diperbesar)
4. Jika nomor ruang bayangan lebih kecil daripada nomor ruang
bendanya, maka bayangan sellau lebih kecil dari bendanya
(diperkecil).
Salah satu contoh melukis bayangan benda pada cermin cembung
adalah sebagai berikut:
Seperti halnya pada cermin
cekung, melukis bayangan pada
cermin cembung juga diperlukan
minimal dua sinar istimewa. Karena
depan cermin adalah ruang IV maka
berapapun jarak benda nyata dari cermin tetap berada di ruang IV . Dengan
demikian bayangan yang terbentuk berada di ruang I cermin cembung dan
bersifat maya, diperkecil.
Proses pembentukan bayangan pada cermin cembung. Bayangan dari
benda nyata selalu di ruang I cermin, bersifat maya, diperkecil dan sama tegak
dengan bendanya. Itulah sebabnya bayangan yang terlihat di dalam kaca spion
dari benda-benda nyata di depan kaca spion tampak mengecil dan spion mampu
mengamati ruang yang lebih luas.

Rumus-rumus pada cermin cembung


Rumus atau persamaan cermin cembung mirip seperti cermin cekung
hanya saja nilai fokusnya (F) negatif.
f = fokus cermin
s = jarak benda dari cermin
s = jarak bayangan
Untuk rumus perbesaran (M) cermin cembung seperti cermin cekung, yakni:
h = tinggi bayangan; h = tinggi benda
Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 16

D. Aplikasi/Pemanfaatan Cermin pada Kehidupan Sehari-hari


dalam kehidupan sehari-hari, cermin banyak dimanfaatkan manusia,
diantaranya adaah sebagai berikut:
a. Penggunaan cermin datar
Cermin yang biasanya dipasang dirumah-rumah
b. Penggunaan cermin cekung
Kaca rias
Cermin cekung dengan fokus yang besar dapat dijadikan kaca rias,
karena menghasilkan bayangan yang diperbesar
Parabola
Cermin cekung banyak digunakan sebagai parabola karena sifatnya yang
mengumpulkan gelombang
Teropong
Cermin cekung digunakan pada teropong pantul pengganti lensa okuler
Pemantul pada lampu sorot mobil/senter
Pengumpul sinar matahari pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya
c. Cermin Cembung
Kaca spion pada kendaraan
Kaca pengintai pada supermarket
Kaca spion pada tikungan jalan

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 17

BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, kesimpulannya adalah sebagai
berikut:
1) Cahaya merupakan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang
salah satunya memiliki sifat dapat dipantulkan (diaplikasikan pada cermin)
2) Cermin adalah permukaan bening/mengkilap yang dapat memantulkan
cahaya sehingga terbentuk bayangan. Terdapat tiga jenis cermin, yaitu
cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung.
3) Proses pembentukan bayangan pada cermin berbeda-beda sesuai dengan
sinar-sinar istimewa yang mengenai masing-masing jenis cermin, letak
benda (di depan atau dibelakang cermin), serta tinggi benda.
4) Aplikasi/pemanfaatan cermin dalam kehidupan sehari-hari diantaranya
cermin datar biasa dipasang dirumah-rumahsebagai kaca rias, cermin cekung
digunakan sebagai parabola, serta cermin cembung yang digunakan sebagi
kaca spion.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan tersebut, saran yang dapat penulis berikan adalah
memanfaatkan sifat-sifat yang dimiliki oleh cermin (datar/cekung/cembung) seefektif
dan seefisien mungkin sehingga semakin banyak aplikasi dari adanya cermin.

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 18

DAFTAR PUSTAKA

Bueche Frederick J. 2006. Fisika Universitas. Edisi Kesepuluh. Jakarta : Erlangga


Douglas C Giancoli.2001. Fisika.Edisi 5.Jakarta:Erlangga
Gamjanti, Aby Sarojo. 2011. Gelombang dan Optik . Jakarta: Salemba Teknika
Halliday. David .1997. Fisika. Jilid 2. Edisi ketiga. Jakarta : Erlangga
Searz dan Zemensky. 2003. Fisika Universitas. Edisi kesepuluh. Jilid 2 . Jakarta :
Erlangga
Sutrisno. 1979. Fisika Dasar Gelombang & Optik. Bandung : ITB
Tipler. 2001. Fisika untuk Sains dan Teknik. Edisi ketiga jild 2. Jakarta : Erlangga
Zemensky Sears.1991.Fisika untuk Universitas 3 Optik Fisika Moderen. Jakarta :
Trimitra Mandiri

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 19

LAMPIRAN
CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN
A. Contoh Soal dan Pembahasan untuk Cermin Datar
1. Sebuah benda berada 200 cm di depan sebuah cermin datar. Tentukan:
a. jarak bayangan
b. jarak benda dengan bayangan
c. perbesaran bayangan
d.sifat bayangan

Penyelesaian:
a. Jarak bayangan pada cermin datar berlaku: Jarak Benda = Jarak Bayangan
Sehingga, jarak bayangan adalah 200 cm dari cermin datar.
b. Jarak benda dengan bayangan.
Jarak benda dengan bayangan = jarak bayangan dari cermin + jarak benda
dari cermin = 200 cm + 200 cm = 400 cm.
c. Perbesaran bayangan.
Perbesaran bayangan pada cermin datar adalah 1 kali (besar bayangan sama
dengan besar bendanya)
d. Sifat bayangan yang terbentuk pleh cermin datar adalah maya, tegak, dan
sama besar.
2. Seorang anak memiiki tinggi 160 cm. Berapakah ketinggian cermin datar yang
diperlukan agar anak tersebut dapat melihat bayangan seluruh tubuhnya?
Penyelesaian:
Untuk melihat bayangan benda setinggi h, diperlukan cermin datar setinggi L
dimana L= h. Sehingga L= x 160 cm = 80 cm
3. Dua buah cermin disusun hingga membentuk sudut 600. Tentukan jumlah bayangan
benda yang terbentuk oleh susunan cermin tersebut!
Penyelesaian: Diketahui:

= 600 ,. n = ?

sehingga

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 20

B. Contoh Soal dan Pembahasan untuk Cermin Cekung


1. Diberikan sebuah cermin cekung dengan jarak titik fokus 12 cm dan jari-jari
kelengkungan 24 cm, sebuah benda yang tingginya 4 cm diletakkan pada jarak 18
cm didepan cermin. Tentukan:
a. Jarak bayangan yang terbentuk oleh cermin
b.Perbesaran bayangan
c. Tinggi bayangan
d.Sifat bayangan
e. Proses pembentukan bayangan oleh
sinar-sinar istimewa
Penyelesaian:
a. Jarak bayangan (s)
1/f

= 1/ s + 1/s'

1/12 = 1/18 + 1/s'


1/s' = 1/12 1/18
1/s' = 3/36 2/36
1/s' = 1/36
s'

= 36/1 = 36 cm

b. Perbesaran bayangan (M)


M = |s'/s|
M = |36/18|
M = 2 kali
c. Tinggi bayangan (h)
h' = M x h
h' = 2 x 4
h' = 8 cm
d. Sifat bayangan: nyata, terbalik, diperbesar
e. Gambar pembentukan bayangan

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 21

C. Contoh Soal dan Pembahasan untuk Cermin Cembung

1. Sebuah benda setinggi 6 cm diletakkan di depan sebuah Cermin Cembung pada


jarak fokusnya 10 cm, jarak benda 25 cm, Tentukan :
a. Letak/Jarak bayangan
b. Perbesaran bayangan
c.

Tinggi bayangan

d. Sifat bayangan
Penyelesaian:
a. Jarak bayangan (s)
-1/f = 1/ s + 1/s'
-1/10= 1/25 + 1/s'
1/s' = -1/25 1/10
1/s' = -4/100 10/100
1/s' = -14/100
s'

= -100/14 = - 7,14 cm

b. Perbesaran bayangan (M)


M = |s'/s|
M = |7,14/25|
M = 0,3 kali
c. Tinggi bayangan (h)
h' = M x h
h' = 0,3 x 6 cm
h' = 1,8 cm
d. Sifat bayangan: nyata, tegak, diperkecil

Makalah Fisika Terapan_CERMIN_Anggi Budi Wirawan_13.49.1030_Nautika

Page 22