Anda di halaman 1dari 2

Disentri basiler

Prinsip dalam melakukan tindakan pengobatan adalah


istirahat,
mencegah atau memperbaiki dehidrasi dan pada
kasus yang berat
diberikan antibiotika.
Cairan dan elektrolit
Dehidrasi ringan sampai sedang dapat dikoreksi
dengan cairan
rehidrasi oral. Jika frekuensi buang air besar terlalu sering, dehidrasi akan
terjadi dan berat badan penderita turun. Dalam keadaan ini perlu
diberikan
cairan melalui infus untuk menggantikan cairan yang hilang.
Akan tetapi
jika penderita tidak muntah, cairan dapat diberikan melalui minuman
atau
pemberian air kaldu atau oralit. Bila penderita berangsur
sembuh, susu
tanpa gula mulai dapat diberikan.
Diet
Diberikan makanan lunak sampai frekuensi berak kurang dari
5
kali/hari, kemudian diberikan makanan ringan biasa bila ada kemajuan.
Pengobatan spesifik
Menurut pedoman WHO, bila telah terdiagnosis shigelosis
pasien
diobati dengan antibiotika. Jika setelah 2 hari pengobatan
menunjukkan
perbaikan, terapi diteruskan selama 5 hari. Bila tidak
ada perbaikan,
antibiotika diganti dengan jenis yang lain.
Resistensi terhadap sulfonamid, streptomisin, kloramfenikol
dan
tetrasiklin hampir universal terjadi. Kuman Shigella
biasanya resisten
terhadap ampisilin, namun apabila ternyata dalam uji
resistensi kuman.
terhadap ampisilin masih peka, maka masih dapat digunakan dengan
dosis
4 x 500 mg/hari selama 5 hari. Begitu pula
dengan trimetoprimsulfametoksazol, dosis yang diberikan 2 x 960 mg/hari selama

3-5 hari.
Amoksisilin tidak dianjurkan dalam pengobatan disentri
basiler karena
tidak efektif.
Pemakaian jangka pendek dengan dosis tunggal fluorokuinolon
seperti siprofloksasin atau makrolide azithromisin ternyata
berhasil baik
untuk
pengobatan
disentri
b a s i l e r.
Dosis
siprofloksasin yang dipakai
adalah 2 x 500 mg/hari selama 3 hari sedangkan azithromisin diberikan 1
gram dosis tunggal dan sefiksim 400 mg/hari selama 5 hari.
Pemberian
siprofloksasin merupakan kontraindikasi terhadap anak -anak
dan wanita
hamil.
Di negara-negara berkembang di mana
terdapat kuman
S.dysentriae tipe 1 yang multiresisten terhadap obat-obat, diberikan asam
nalidiksik dengan dosis 3 x 1 gram/hari
selama 5 hari. Tidak ada
antibiotika yang dianjurkan dalam pengobatan stadium carrier
disentri
basiler.
Disentri amuba
Asimtomatik atau carrier :
Iodoquinol (diidohydroxiquin
) 650 mg tiga kali
perhari selama 20 hari.
Amebiasis intestinal ringan atau sedang : tetrasiklin 500 mg
empat kali
selama 5 hari.
Amebiasis intestinal berat, menggunakan 3 obat :
Metronidazol 750 mg
tiga kali sehari selama 5-10 hari, tetrasiklin 500 mg empat kali selama
5 hari, dan emetin 1 mg/kgBB/hari/IM selama 10 hari.
Amebiasis ektraintestinal, menggunakan 3 obat : Metonidazol
750 mg
tiga kali sehari selama 5-10 hari, kloroquin fosfat 1
gram perhari
selama 2 hari dilanjutkan 500 mg/hari selama 4 minggu, dan emetin 1
mg/kgBB/hari/IM selama 10 hari.
(6)