Anda di halaman 1dari 1

Nama

NIM
Kelas
Tugas

: Istiqomatul Amaliyah Izzah


: 12030204027
: Pendidikan Biologi B / 2012
: Ekologi Umum

Model-Model Ekologi
Suatu model merupakan suatu perumusan yang menirukan kejadian alam sebenarnya,
dan dengan model tersebut dapat dibuat peramalan-peramalan. Model dibagi menjadi dua sifat,
yaitu model tidak resmi (paling sederhana) berupa lisan atau grafik serta model resmi berupa
data statistik dan matematika. Model ekologi yang bersifat resmi biasa digunakan untuk
peramalan kuantitatif. Misalnya perubahan angka pada populasi serangga. Dengan menggunakan
cara tersebut jumlah populasi serangga dapat diramalkan pada waktu tertentu. Hal ini dapat
digunakan sebagai model biologi. Selain itu juga dapat bernilai ekonomi apabila diperoleh
spesies hama pada populasi tersebut.
Model yang dikerjakan dengan komputer memungkinkan peramalan hasil sementara
mengenai ukuran seluruh populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan dengan cara
mengubah model yang ada, memasukkan parameter baru atau menghilangkan parameter lama.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perumusan matematika dengan komputer dapat
digunakan untuk memperbaiki kecocokan terhadap kejadian alam sebenarnya. Hasil yang telah
diperoleh dapat memberikan petunjuk petunjuk terhadap perubahan yang diperlukan. Sehingga
ada kesempatan yang luas untuk melakukan berbagai percobaan karena seseorang dapat
memasukkan atau memperkenalkan faktor-faktor baru atau gangguan-gangguan dan melihat
bagaimana hal itu akan memperanguhi sistem.
Menurut Watt (1963), kita tidak memerlukan keterangan dalam jumlah besar mengenai
banyak sekali variabel untuk membangun model matematika yang menarik untuk dinamika
populasi. Penggunaan variabel yang relatif sedikit seringkali merupakan dasar yang cukup
untuk model-model yang efektif karena faktor-faktor kunci atau faktor-faktor integratif
seringkali mendominasi atau mengendalikan sebagian besar perlakuan dalam model. Dengan
kata lain, model-model bukan merupakan turunan-turunan yang pasti dari dunia sebenarnya,
melainkan merupakan penyederhanaan yang menunjukkan peristiwa-peristiwa kunci yang
diperlukan untuk peramalan.

Sumber:
Odum, E. P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi. (B. Srigandono, Ed., & T. Samingan, Trans.) Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.

Anda mungkin juga menyukai