Anda di halaman 1dari 38

Mastarie S Rasan

Bagian Farmakologi FK-UKI

1. DEFINISI
ANTIMIKROBA (AM)
adl obat pembasmi mikroba (tidak tmasuk kel.
parasit), khususnya yg merugikan manusia

ANTIBIOTIKA
adl zat yg dhslkn (terut. fungi), yg dpt
mhamb/membasmi mikroba jenis lain; sdh banyak yg
dibuat sec semisintetik m/p sintetik (yg sintetik tdk
diturunkan dr produk mikroba: Sulfonamid dan
Quinolon)

Khemoterapetika
Adl produk sintetik yg diperoleh melalui proses kimiawi
(bukan dari produk mikroba), yg dgnkn utk th/
berbagai penyakit infeksi o/ mikroba m/p parasit,
virus, jamur, dan kanker

Pertama kali diperkenalkan oleh PAUL ERHLICH (Bapak


Khemoterapi), adl pengobatan sec sistemik thd peny.
infeksi dg mgunakan bhn kimia
Menurut Paul Erhlich: khemoterapeutika yg ideal adl
PARASITOTROPIK maksimal & ORGANOTROPIK minimal
(prinsip toksisitas selektif)

Asal kata Khemoterapi:


CHYMEIA dari bahasa Yunani CHYMOS,
artinya perasan buah

THERAPEIA dari bahasa Yunani, artinya


pengobatan

Alexander Fleming mengemukakan bhw:


batasan yg o/ Paul Erhlich tsd tlalu sempit SEBAB
pobatan dg antiseptika jg digolkan sbg khemoterapi
yg bsf topikal/lokal.
Shg skrg definisi khemoterapi adalah:

USAHA PENCEGAHAN m/p PENGOBATAN suatu INFEKSI a


NEOPLASMA dg bahan kimia, yg akan bereaksi dg tubuh
hospes sbg ANTISEPTIK dg sedikit mbulkan efek toksik
kpd hospes

Jenis-jenis khemoterapetika:
Antimikroba (bakteri, jamur, basil)

Antiprotozoa (malaria, amoeba, lesmania, trypanosoma,

trikhomonas)

Antiviral dan Antiferon


Anthelmintik
Antineoplasma
Immunosupresan

Sejarah Khemoterapi
Ada 3 (tiga) masa perkembangan:
1.

MASA ALKALOID. Th 1916 adl pertama kali pgunaan ekstrak


KULIT KINA utk mobati malaria, yg diderita oleh isteri sorg
gubernur Peru, kerajaan Spanyol . Pd masa itu jg ditemukan
alkaloid lainnya (emetin: utk terapi infeksi Disentri amoeba)

2. MASA OBAT SINTETIS. Dipelopori oleh peneliti Jerman, pgunaan


Salvarsan utk penyakit Sifilis oleh P. Erhlich pd thn 1906, kmd th
1935 dtemuk Prontosil yg mendahului penemuan Sulfonamid,
sgt bermanfaat utk th/ infeksi bakteri

3. MASA ANTIBIOTIKA. Th 1929 A. Fleming menemukan antibiotika


Penisilin. Selanjutnya th 1940 Cain dan Florey Penisilin mulai
dgn dalam utk pengobn infeksi bakteri

Dikenal 2 jenis sel mahluk hidup:


1. PROKARYOTES (contoh: sel bakteri)

* mempunyai dinding sel


* tidak mempunyai inti

2. EUKARYOTES (cont: sel tunggal fungi, protozoa; sel


multiseluler helminthes, hospes)
* tdk mempunyai dinding sel
* mempunyai inti

Catatan:
SEL VIRUS:
tdk mempunyai mesin biokimia utk membentuk energi
atau msintesa sst, shg sgt tgtg dari mesin metabolisme
sel hospes
SEL KANKER/NEOPLASMA:
mrp sel hospes yg berubah sifat menjadi ganas
(menyimpang dr regulasi pembelahan sel yg normal)

Catatan:
SEL PARASIT:

mempunyai banyak persamaan dg sel hospes, shg


sukar mendapatkan toksisitas selektif dalam
penggunaan obat-obat antiparasit

2. Aktivitas & Spektrum


Berdasarkan toksisitas selektif, dikenal istilah:
AKTIVITAS BAKTERIOSTATIK

Adl Antimikroba yg bsf mhamb ptumbuhan mikroba

AKTIVITAS BAKTERISID

Adl antimikroba yg bersifat membunuh mikroba

Konsentrasi Antimikroba (AM)


Kadar Hambat Minimal (KHM)

adl kadar/konsentrasi minimal yg diperlukan utk mhamb


pertumbuhan mikroba
Kadar Bunuh Minimal (KBM)

adl kadar/konsentrasi minimal yg diperlukan utk membunuh


mikroba

Catatan: AM tertentu aktivitasnya dpt meningkat dari

bakteriostatik menjadi bakterisid bila kadar AM nya


ditingkatkan melebihi KHM

Perbedaan Aktivitas AM
AM berspektrum LUAS:
yg aktif thd mikroba Gram positif m/p negatif serta bbrp mikroba spesifik &
virus besar (Tetrasiklin & Kloramfenikol)
AM berspektrum SEMPIT:
aktif thd mikroba Gram positif & negatif saja (benzil-penisilin dan streptomisin)
SUPERINFEKSI (drug induce infection):
st kead. di mana mikroba yg tdpt secara komensal (endogenous microflora;
dlm kead normal memang ada ttp tdk mbab gangguan; tdk sensitif thd
antimikroba), tp krn pberian AM, mikroba komensal ini tmbuh sec. Blbhn &
mbulk peny/gangguan

3. Berdasarkan Mekanisme Kerja


AM, terbagi 5 gol:
1. Mhambt sintesa asam folat (mhambt metabolisme
intermedier) sel mikroba (Sulfonamid, Sulfon,

ParaAmino Salisilat =PAS)


2. Mhambt sintesa protein sel mikroba (Tetrasiklin,

Kloramfenikol, Aminoglikosida, Makrolida, Linkomisin,


dan Spiramisin)

3. Mhambt sintesa a merusak asam Nucleat sel mikroba

(Rifampisin, Gol. Kuinolon, Iso-Nikotin Hidrazid=INH, obat


antiviral & bbrp obat antineoplasma)
4. Mhambt sintesa dinding sel mikroba (Penisilin, Sefalosporin,

Sikloserin, Ristosetin, Basitrasin, dan Vankomisin)


5. Pengganggu permeabilitas membran sel mikroba

(Polimiksin dan gol. Polien)

4. R e s i s t e n s i
Resistensi sel mikroba adl suatu sifat tidak terganggunya

kehidupan sel mikroba oleh AM


Dikenal 3 pola resistensi dan sensitivitas:

Pola I: blm pernah terjadi resistensi bermakna yg mbulkan


kesulitan di klinik (Streptokokus pyogenes grup A thd
Penisilin)

Pola II: mikroba yg semula peka berubah menjadi kurang


peka thd AM, ttp belum terjadi resistensi yg sepenuhnya
(Gonokokus bukan penghasil penisilinase thd Penisilin)

Pola III: Resistensi pd taraf yg lebih tinggi, shg menimbulkan masalah klinis (spesies ttentu
Stafilokokus penghasil betalaktamase, dpt menjadi resisten thd penisilin-G

Ada 5 mekanisme resistensi:


1. Perubahan tempat kerja obat pd sel mikroba
2. Mikroba mrunkan permeabilitasnya shg AM sukar masuk ke dalam sel
3. Inaktivasi obat oleh mikroba
4. Mikroba mbtk jalan pintas utk mhindari tahap yg dihambat oleh AM
5. Meningkatkan produksi enzim yg dihambat oleh AM

5. Efek Samping
Efek samping pgunaan AM:

1. Reaksi Alergi
2. Reaksi Idiosinkrasi

3. Reaksi Toksik
4. Perubahan Biologik & Metabolik

Ad 1. Reaksi Alergi
Dpt terjadi pd semua antibiotik

Melibatkan sistim imun

Tjd tdk tgtg besar/kecil dosis

Manifestasi gejala & derajad beratnya reaksi bervariasi

Ad 2. Reaksi Idiosikrasi
Merupakan reaksi abnormal yg
diturunkan secara genetik
Contoh: 10% pria berkulit hitam akan

mengalami anemia haemolitik bila


diberikan PRIMAKUIN (sebab tubuh mereka
kekurangan enzim G6PD)

Ad 3. Reaksi Toksik
AM b/ bsifat toksik-selektif, yg sifatnya relatif
Efek toksik pd hospes dpt timbul o/ semua jenis
AM
AM yg dianggap relatif krg toksik adl Penisilin
Msg2 AM memiliki predileksi thd organ/sistim
ttentu pd tubuh hospes (gol. Aminoglikosida

umumnya toksik thd N. VIII; Gol. Tetrasiklin


mganggu ptmbuhn tulang & gigi & dlm dosis
besar bsf hepatotoksik

Ad 4. Perubahan Biologik & Metabolik


Pgnn AM bspektrum lebar dpt mggu keseimbangan
ekologik mikroflora komensal shg tjd pgkatan populasi &
dpt mjadi patogen

Mikroflora normal tubuh tdpt di GIT, RT, genital, dan kulit

Perub. keseimbangan ekologik mikroflora ini disebut dg


SUPERINFEKSI (adl suatu infeksi baru yg terjadi akibat

terapi infeksi primer dg suatu AM)

Yg memudahkan terjadinya superinfeksi

1. Penyakit dg penurunan daya


tahan pasien
2. Lamanya AM digunakan
3. Luasnya spektrum aktivitas AM,
baik tunggal m/p kombinasi

Tindakan mengatasi superinfeksi

1. Mhentikan pemberian AM
1. Mlakukn biakan mikroba pbab
1. Mberikn AM yg efektif thd mikroba

Perubahan Metabolik
Pgunaan AM dpt mbulkn gguan
nutrisi & metabolisme
Contoh: gangguan absorpsi makanan

krn pberian NEOMISIN

6. Farmakodinamik & Farmakokinetik


Selain akts AM sendiri, berbagai faktor pd p/ dpt
mpengaruhi hasil terapi:
1. UMUR
Neonatus: organ blm berfs dg baik (fs glukuronidasi blm
lancar shg mdh terjadi efek toksik oleh kloramfenikol); fs
ekskresi ginjal blm lancar shg blm mampu meliminasi AM

Manula: fs organ/sistim malami kemunduran Catatan: utk


kedua usia tsd perlu penyesuaian posologi

2. Kehamilan
Wanita hamil umumnya lebih sensitif thd pengaruh
obat tmsk AM
Pertimbangkan kemungkinan terjadinya efek
samping pd foetus berdasarkan sf farmakokinetik
obat yg diberikan
Contoh: Streptomisin pd wanita hamil tua dpt

mbulkan ketulian pd bayi yg dilahirkan; sdgkan


pberian AM tertentu pd trimester pertama dpt
bersifat teratogenik

3. Genetik
Perbedaan Ras, mempengaruhi reaksi thd obat

Contoh: pd org Negro (def G6PD) pd pemberian


sulfonamid, kloramfenikol, dapson, dan
nitrofurantoin dpt mbul haemeolisis
Sifat Atopik, mudah terjadi alergi dg pberian obat

4. Keadaan Patologik tubuh hospes


Keadaan patologik dpt mubah sf farmakodinamik & farmakokinetik
st obat
Perlu diketahui fs hati & ginjal sebelum pberian obat sebab kedua
organ tsb berpengaruh besar thd farmakokinetik obat:
Sirosis hepatis/gangguan fs hepar berat

* mgkatkan toksisitas tetrasiklin


* mperpj T1/2 eliminasi linkomisin
* mgkatkan kadar kloramfenikol darah

Ggguan fs ginjal dpt mbabk kumulasi obat


dlm tubuh:
* obat yg ekskresinya terut oleh ginjal:
streptomisin, kanamisin, (penisilin: w/p tdk seberat intoksikasi
oleh streptomisin & kanamisin)

7. Sebab Kegagalan Terapi AM


1.

Dosis yg tidak adekuat

2.

Masa terapi yang kurang

3.

Adanya faktor mekanik (abses, benda asing, jaringan nekrotik, dll)

4.

Kesalahan menetapkan etiologi

5.

Faktor farmakokinetik

6.

Pilihan AM yg tidak tepat (hasil resistensi test)

7.

Faktor pasien (keadaan umum yg buruk & gangguan sistim imun)

8. INDIKASI (mpertimbangkan)
1. Gambaran klinik infeksi
2. Efek th/ AM pd peny. infeksi diperoleh sbg
kerja AM thd biomekanisme mikroba, bukan
dari tubuh pasien
3. AM dikatakan BUKAN sbg obat penyembuh
dlm arti kata yg sebenarnya, ttp hanya
meppersingkat wkt penyembuhan

9. PEMILIHAN AM & POSOLOGI


Secara teoritis pedoman pemilihan obat adl
berdasarkan hsl biakan bakteriologis & test
resistensi
Pd infeksi yg berat & membutuhkan pertolongan
sedini mungkin, pemilihan obat adl berdasarkan
gejala2 klinis & sebaiknya diberikan obat yg
berspektrum luas, sambil menunggu hsl lab.

POSOLOGI
Efek th/ optimal sgt dipengaruhi oleh
tercapainya kadar th/ optimal AM yg
diberikan pd tempat infeksi
Penentuan dosis adl berdasarkan: umur, BB,
fungsi ginjal, fungsi hati, dll

10. Pemberian K O M B I N A S I
HANYA utk keadaan:

1. Infeksi campuran yg tdk dpt ditanggulangi dg satu jenis


obat
2. Pengobatan awal pd infeksi berat yg membahayakan jiwa
& etiologi belum diketahui
3. Utk meperlambat kemungkinan tjd resistensi terut pd
pgunaan obat jangka panjang & pgn obat yg mudah
resisten (cont: pgn obat anti-TB)
4. Mdptkn efek sinergi (tikarsilin/karbenisilin +
aminoglikosida)

11. Antimikroba sbg profilaksis


1. Hrs dibedakan pgunaan AM utk terapi pd kasus2 bedah
2. Indikasi hanya utk tindakan bedah ttt

3. Hrs sesuai dg jenis kuman yg potensial mbulk infeksi


pascabedah

4. Cara pemberian IV atau IM


5. Pemberian dilakukan pd induksi anestesi (tdk dibenarkan

pberian tll dini dan/atau lbh dari 24 jam)

Tujuan Profilaksis Bedah:


1. Melindungi org yg terpajan mikroba tertentu
2. Mencegah infeksi sekunder pd pasien yg sdg
menderita penyakit lain
3. Mencegah endokarditis pd pasien kelainan
katub atau struktur jantung lain yg akan
menempuh prosedur yg srg mbulk bakteremia