Anda di halaman 1dari 1

Hubungan antara Kurva permintaan, Hasil penjualan total (TR) dan Hasil Penjualan Marginal (MR).

Harga (P) adalah sama dengan permintaan rata-rata (AR). Kurva permintaan (D) juga merupakan
kurva AR bagi perusahaan monopolis. Untuk menaikan penjualannya (sebanyak satu unit),
perusahaan harus menurunkan harga (P) untuk seluruh jumlah yang dijualnya, akibatnya MR adalah
lebih kecil dari P. Sehingga dalam menggambarkannya, kurva penerimaan marginal (MR) terletak
dibawah kurva AR=D. Jika kurva permintaan berupa garis lurus (linear) maka kurva MR tepat
memotong jarak pertengahan jumlah yang diminta pada harga nol. Jadi kurva MR juga merupakan
kurva yang turun dari kiri atas kekanan bahwa dan mempunyai kecuraman dua kali kecuraman kurva
D
Konsep Pasar Monopoli
Pasar monopoli timbul akibat adanya praktek monopoli, yaitu pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu
pelaku usaha/penjual yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan
jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan
umum.
Berarti yang dimaksud dengan pasar monopoli adalah suatu bentuk hubungan antara permintaan dan
penawaran yang dikuasai oleh satu pelaku ekonomi terhadap permintaan seluruh konsumen. Di dalam
pasal 1 angka 1 UU Antimonopoli, monopoli didefinisikan suatu penguasaan atas produksi dan/atau
pemasaran barang dan/atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu
kelompok usaha.
Walaupun di pasar monopoli penjual tidak memiliki saingan, belum tentu ia dapat memperoleh
keuntungan yang besar, hal ini mungkin saja terjadi bila biaya produksi berada di atas harga pasar.
Sehingga kurva permintaan yang ada di monopoli sama dengan kurva permintaan pasar. Di mana
pada kurva permintaan pasar, kurva penerimaan rata-rata (AR) dan kurva penerimaan marginal (MR)
dapat ditentukan. Bagi perusahaan monopolis, kurva penerimaan marginal (MR) lebih rendah dari
harga, karena penjual harus menurunkan harga dengan tujuan barangnya dapat terjual.