Anda di halaman 1dari 3

Akibat Pemanasan Global

Dalam LSPB 6 bagian mitigasi bencana, salah satu pengertian bencana adalah hal yang
mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerusakan harta benda, dan
dampak psikologis. Global warming menyebabkan meningkatnya suhu global diperkirakan akan
menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya
intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibatakibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan
punahnya berbagai jenis hewan.
Selain itu dalam LSPB 6, global warming masuk ke dalam bencana yang disebabkan oleh
alam dan oleh sosial (manusia). Berikut ini merupakan dampak-dampak yang ditimbulkan dari
global warming, terdiri dari dampak terhadap lingkungan dan dampak terhadap kesehatan.
A. Dampak Terhadap Lingkungan
1. Mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan
Suhu bumi yang semakin meningkat menyebabkan banyak gunung-gunung es yang
terdapat di kutub menjadi cair. Di Greenland yang merupakan daratan terbesar di Arktik,
hampir 19 juta ton es telah mencair, sedangkan pada musim panas tahun 2007 volume
seluruh es yang ada di Arktik hanya tinggal separuh dari jumlah 4 tahun sebelumnya, bahkan
para ahli meramalkan bahwa seluruh es di Arktik akan mencair pada musim panas 2012.
Seperti halnya di Arktik, di Antartika juga mengalami hal yang serupa. Sekarang, bongkahan
es yang tersisa di antartika tinggal 1.950 kilometer persegi, ditambah 5,6 kilometer potongan
es yang berdekatan dan menghubungkan dua pulau.
2. Naiknya permukaan air laut
Dengan mencairnya gunung-gunung es di kutub secara tidak langsung menyebabkan
bertambahnya volume air di lautan, hal tersebut menyebabkan naiknya permukaan air laut.
Naiknya permukaan air laut ini akan membuat batas garis pantai menjadi semakin tertarik ke
daratan yang dapat berakibat pada berkurangnya wilayah daratan terutama pada pulau pulau
kecil seperti di Indonesia serta daratan dengan topografi yang rendah seperti Bangladesh dan
Belanda. Para ahli memperkirakan apabila seluruh es di Greenland mencair maka ketinggian
permukaan air laut akan naik sampai 7 meter, cukup untuk menenggelamkan hampir seluruh
wilayah Belanda, dan pelabuhan-pelabuhan di seluruh dunia.
3. Berubahnya iklim secara ekstrim
Naiknya temperatur permukaan air laut serta atmosfer yang dapat menjadi pemicu
terjadinya badai dan perubahan iklim secara ekstrim. Pada tenggara Atlantik misalnya, pada
dekade terakhir banyak bermunculan badai baru seperti badai Katrina, sementara di Asia
Timur, Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik serta pesisir barat Amerika Selatan muncul
fenomena El Nino serta La Nina yang menyebabkan musim menjadi tidak menentu. Di
Indonesia sendiri El nino dan La nina bisa dirasakan dengan tidak teraturnya waktu musim

hujan dan kemarau, selain itu pada musim kemarau banyak daerah yang mengalami
kekeringan sebaliknya pada musim hujan mengalami kebanjiran.
4. Rusaknya habitat flora dan fauna
Dengan adanya ketidakstabilan iklim serta suhu membuat banyak habitat flora dan fauna
menjadi rusak, terutama pada habitat terumbu karang serta daerah dingin subtropis, akibat
suhu yang meningkat dengan cepat melebihi kemampuan adaptasi dari flora serta fauna
menyebabkan banyak flora kemudian mati yang berdampak rusaknya ekosistem secara
permanen.
B. Dampak Terhadap Kesehatan
1. Dengan adanya perubahan lingkungan yang drastis maka secara tidak langsung hal
tersebut akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Kerusakan hutan, perluasan kota,
pembukaan lahan untuk pertanian, pertambangan, serta kerusakan ekosistem di kawasan
pesisir memicu munculnya patogen lama maupun baru. Berbagai penyakit yang
ditimbulkan parasit juga meningkat terutama di wilayah yang sering mengalami
kekeringan dan banjir.
o Malnutrisi mengakibatkan kematian 3,7 juta jiwa per tahun, diare mengakibatkan
kematian 1,9 juta jiwa, dan malaria mengakibatkan kematian 0,9 juta jiwa.
o Suhu yang lebih panas juga berpengaruh pada produksi makanan, ketersediaan air
dan penyebaran vektor penyakit. Badan Kesehatan Dunia (WHO)
memperingatkan bahwa pemanasan global (global warming) akan banyak
berdampak bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Perubahan temperatur dan
curah hujan yang ditimbulkan memberikan kesempatan berbagai macam virus dan
bakteri penyakit tumbuh lebih luas. WHO mengatakan, selain virus dan bakteri
penyakit berkembang pesat, secara tidak langsung pemanasan global juga dapat
menimbulkan kekeringan maupun banjir.
o Kekeringan mengakibatkan penurunan status gizi masyarakat karena panen yang
terganggu, Banjir menyebabkan meluasnya penyakit diare serta Leptospirosis.
o Kebakaran hutan, dapat mengusik ekosistem bumi, menghasilkan gas-gas rumah
kaca yang menimbulkan pemanasan global. Sedangkan asap hitamnya
menganggu secara langsung kehidupan manusia, Asap yang mengandung debu
halus dan berbagai oksida karbon itu menyebabkan gangguan pernapasan dan
infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mulai asma, bronkhitis hingga penyakit
paru obstruktif kronis (COPD). Asap tersebut juga membawa racun dioksin yang
bisa menimbulkan kanker paru dan gangguan kehamilan serta kemandulan pada
wanita.
o Pada suhu panas manusia rentan sakit ISPA, meningkatnya penyakit menular
(Malaria, DBD, Chikungunya, Penyakit yang ditularkan melalui udara dan air),
terjadinya konflik psikologi (stress), penyakit lama timbul kembali, seperti
penyakit malaria, penyakit degeneratif,penyakit jantung, penyakit paru-paru.
o Dampak pemanasan global juga mempengaruhi penipisan ozone antara lain
meningkatnya intensitas sinar ultra violet yang mencapai permukaan bumi
menyebabkan gangguan terhadap kesehatan, seperti kanker kulit, katarak,

penurunan daya tahan tubuh, dan pertumbuhan mutasi genetik., memperburuk


penyakit-penyakit umum Asma dan alergi Meningkatkan kasus-kasus
kardiovaskular, kematian yang disebabkan penyakit jantung dan stroke serta
gangguan jantung dan pembuluh darah.
2. Pemanasan global juga menyebabkan musim penyerbukan berlangsung lebih lama
sehingga meningkatkan risiko munculnya penyakit yang ditimbulkan oleh kutu di
wilayah Eropa Utara. Penyakit lain yang teridentifikasi adalah lyme, yang disebabkan
oleh semacam bakteri di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Dampak lain yang terasa
adalah nyamuk-nyamuk semakin berkembang biak terutama di Afrika dan Asia.
Pemanasan global juga berakibat pada tingginya kasus malaria dan demam berdarah
dimana pemanasan global mengakibatkan siklus perkawinan dan pertumbuhan nyamuk
dari telur menjadi larva dan nyamuk dewasa akan dipersingkat, hal tersebut terjadi karena
dengan menghangatnya suhu lingkungan dan meningkatnya kelembaban udara akan
mempermudah perkembangbiakan nyamuk, sehingga jumlah populasi nyamuk akan
cepat sekali naik
3. WHO juga menyebutkan ancaman lain dari meningkatnya suhu rata-rata global, yakni
penyakit yang menyerang saluran pernapasan, hal tersebut terjadi karena gelombang
panas menyebabkan jumlah materi dan debu di udara meningkat. Suhu udara yang
semakin hangat juga membawa penyakit alergi. Kenaikan permukaan air laut akan
mengakibatkan banjir dan erosi, terutama di kawasan pesisir, dan mencemari sumbersumber air bersih. Akibatnya adalah wabah kolera dan malaria di negara miskin.
4. Munculnya berbagai penyakit baru yang timbul akibat perubahan iklim, diantaranya
ebola, flu burung, dan berbagai penyakit zoonosis lain. Penyakit yang paling rentan
terjadi di Indonesia,menurut adalah penyakit degeneratif dan penyakit menular. Hal ini
dapat dengan cepat berkembang pada masyarakat yang kondisi gizi kurang baik dan
kondisi kesehatan lingkungan yang kurang memadai.
Dari pemaparan diatas, dampak terhadap kesehatan berhubungan dengan LSPB 6 bagian
investigasi wabah, karena terdapat penyakit baru yang timbul akibat global warming. Hal
tersebut bisa berkaitan karena penyakit yang timbul masuk dalam syarat kejadian luar biasa,
dengan unsur :
Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal.
Peningkatan kejadian penyakit terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut
menurut penyakitnya (jam, hari, minggu).
Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan
periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun).
Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau lebih bila
dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya.
Daftar Pustaka
Anonim (n.d). (2014). Pemanasan Global. From: http://ilmukesmas.com/pemanasan-global/
[diakses : 12.2.2014 11: 19 AM]