Anda di halaman 1dari 2

Hipogonadisme

Hipogonadisme primer disebabkan oleh kegagalan testicular dan dikarakteristikkan


dengan testosterone serum yang rendah dan tingginya konsentrasi LH dan FSH.
Hipogonadisme

primer

juga

disebut

sebagai

hipergonadotropik

hipogonadisme.

Hipogonadisme primer dapat berasal dari luka testicular, infeksi, maupun tumor. Defek
genetik seperti sindrom Klinefelter, kemoterapi, terapi radiasi, dan penggunaan alcohol juga
dapat menjadi penyebab hipogonadisme primer.
Hipogonadisme sekunder dikarakteristikkan dengan rendahnya testosterone karena
adanya defek pada hipotalamus atau pituitari. Hal ini juga dapat berhubungan dengan
rendahnya atau rendah-normalnya FSH dan LH. Hipogonadisme sekunder dapat disebabkan
oleh faktor genetik seperti sindrom Kallmann dan sindrom Prader-Willi, tumor pituitari,
trauma kranial, terapi radiasi, dan beberapa pengobatan.
(Dandona P. and Rosenberg M.T. A Practical Guide to Male Hypogonadism in The Primary
Care

Setting.

Int

Clin

Pract.

2010;64(6):682-696.

Available

from

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2948422/ accessed on December 5th, 2014.)

Testicular Feminization
Penyebab terjadinya testicular feminization antara lain karena adanya defek pada
produksi androgen dan faktor genetik. Terjadinya defek pada produksi androgen karena
adanya mutasi pada SRY (Sex-determining Region Y), NR5A1 (Nuclear Receptor Subfamily
5A1), WT1 (Wilms tumour 1), dan pada reseptor LH. Selain itu, dapat disebabkan oleh
defisiensi enzim biosintetis seperti 17,20-liase, P450 oksidoreduktase, 17-hidroksisteroid
dehydrogenase tipe 3, dan 5-reduktase tipe 2. Dari segi faktor genetik, penyebabnya antara
lain karena sindrom Klinefelter, sindrom Smith-Lemli-Opitz, sindrom Denys-Drash, dan
sindrom Frasier.
(Hughes Ieuan, Davies John, Bunch Trevor, et al. Androgen Insensitivity Syndrome.
Department of Paediatrics, University of Cambridge. Lancet. 2012;380:1419-1428. Available
from

www.thelancet.com/pdfs/journals/lancet/PIIS0140673612600713.pdf

December 4th, 2014.)

accessed

on

Ginekomasti
Penyebab dari ginekomasti pada pria bermacam-macam, baik fisiologis maupun
patologis. Ginekomasti dapat terjadi pada pasien dengan sirosis hepar dan yang sedang dalam
pengobatan tertentu. Selain itu, dapat disebabkan oleh hipogonadisme primer seperti AIS
(Androgen Insensitivity Syndrome), defisiensi 5-reduktase, dan sindrom Klinefelter dan
hipogonadisme sekunder seperti sindrom Kallmann. Tumor adrenal dan tumor pituitari juga
dapat menjadi penyebab terjadinya ginekomasti. Adanya faktor genetik dapat menjadi faktor
risiko untuk terjadinya ginekomasti.
(Dickson Gretchen. Gynecomastia. American Family Physician. 2012;85(7):716-722.
Available from http://www.aafp.org/afp/2012/0401/p716.html accessed on December 4th,
2014.)