Anda di halaman 1dari 1

KALA DUA MEMANJANG

Tahap ini berawal saat pembukaan serviks lengkap dan berakhir dengan keluarnya janin. Median
durasinya adalah 50 menit untuk nulipara dan 20 menit untuk multipara, terapi angka ini juga
sangat bervariasi. Pada ibu dengan paritas tinggi yang vagina dan perineumnya sudah melebar,
dua atau tiga kali usaha mengejan setelah pembukaan lengkap mungkin cukup untuk
mengeluarkan janin. Sebaliknya, pada seorang ibu dengan panggul sempit atau janin besar, atau
dengan kelainan gaya ekspulsif akibat anesthesia regional atau sedasi yang berat, maka kala dua
sangat memanjang. Kilpatrick dan Laros melaporkan bahwa rata-rata persalinan kala II, sebelum
pengeluaran janin spontan, memanjang sekitar 25 menit oleh anesthesia regional. Seperti telah
disebutkan, tahap panggul atau penurunan janin pada persalinan umumnya berlangsung setelah
pembukaan lengkap. Selain itu, kala II melibatkan banyak gerakan pokok yang penting agar
janin dapat melewati jalan lahir. Selama ini terdapat aturan-aturan yang membatasi durasi kala II.
Kala II persalinan pada nulipara dibatasi 2 jam dan diperpanjang sampai 3 jam apabila digunakan
analgesia regional. Untuk multipara satu jam adalah batasanya, diperpanjang menjadi 2 jam pada
penggunaan analgesia regional.
Pemahaman kita tentang durasi normal persalinan manusia mungkin tersamar oleh banyaknya
variable klinis yang mempengaruhi pimpinan persalinan. Klipatrick dan Laros melaporkan
bahwa rata-rata lama persalinan kala I dank ala II adalah sekitar 9 jam pada nulipara tanpa
analgesia regional, dan bahwa batas atas persentil 95 adalah 18,5 jam. Waktu yang serupa pada
ibu multipara adalah sekitar 6 jam dengan persentil 95 adalah 13,5 jam. Mereka mendefinisikan
awitan persalinan sebagai sebagai waktu sebagai waktu saat ibu mengalami kontraksi teratur
yang nyeri tiap 3 sampai 5 menit menyebabkan pembukaan serviks.
Setelah pembukaan lengkap, sebagian besar ibu tdak dapat menahan keinginan untuk mengejan
atau mendorong setiap kali uterus berkontraksi. Biasanya , mereka menarik napas dalam,
menutup glotisnya dan melakukan kontaksi otot abdmen secara berulang dengan kuat untuk
menimbulkan peningjkatan tekanan intraabdomen sepanjang kontraksi. Kombinasi gaya yang di
timbulkan oleh kontraksi uterus dan otot abdomen akan mendrong janin ke bawah. Menuntun ibu
yang bersangkutan untuk mengejan yang kuat atau membiarkan mereka mengikuti keinginan
mereka sendiri untuk mengejan dilaporkan tidak memberikan manfaat.