Anda di halaman 1dari 16

Ayudyah Mustika Arimbi

Dimas Prakoso
Indah Dewi Safitri
Novelsa Chintya P
Tri Wicaksono

P17430213046
P17430213053
P17430213060
P17430213067
P17430213075

Stroke adalah gangguan fungsi saraf


yang disebabkan oleh gangguan
aliran darah dalam otak yang dapat
timbul secara mendadak dimana
suatu kondisi yang terjadi ketika
pasokan darah ke suatu bagian otak
tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan
otak, kurangnya aliran darah
menyebabkan serangkaian reaksi
biokimia, yang dapat merusakkan
atau mematikan sel-sel saraf di otak.
Kematian jaringan otak dapat
menyebabkan hilangnya fungsi yang
dikendalikan oleh jaringan itu.

CT scan menunjukkan adanya


iskemik di penampang
melintang otak

Stroke dibagi menjadi 2, yaitu:


Haemorragic
Stroke karena pendarahan
Non Haemorragic/Iskemik
Stroke bukan karena
pendarahan
20%
Iskemik
Haemorragic

80%

Stroke Hemoragik yaitu penyakit


stroke yang terjadi oleh karena
pecahnya pembuluh darah di otak
terdiri dari perdarahan intraserebral,
perdarahan subarakhnoid.
Pada stroke haemorragic pembulih darah
pecah sehingga menghambat aliran
darah yang normal dan darah merembes
kedalam suatu daerah diotak dan
merusaknya. Hampir 70% kasus stroke
ini terjadi pada penderita hipertensi.

Stroke Iskemik yaitu penyakit stroke yang


terjadi oleh karena suplai darah ke otak
terhambat atau berhenti.
Pada Stroke Iskemik, aliran darah ke otak
terhenti karena atheroklerosis (penumpukan
kolesterol pada dinding pembuluh darah)
atau bekuan darah yang telah menyumbat
suatu pembuluh darah ke otak.

ICD-9 adalah sebuah publikasi oleh WHO pada


tahun 1977, pada saat ini, National Center for
Health Statistics di Amerika Serikat telah
membuat ekstensi dari kelanjutan sistim ini
yang dapat lebih berdaya guna untuk
dipergunakan dalam masalah data
morbiditas dan bagian dari procedure codes
telah ada.
Penyakit stroke diklasifikasikan pada Kode 320359 yaitu Penyakit pada sistem saraf.

Penggolongan faktor risiko stroke


didasarkan pada dapat atau tidaknya risiko
tersebut ditanggulangi/ diubah :

Faktor risiko yang tak dapat diubah atau


dicegah / dimodifikasi
Faktor risiko yang dapat dimodifikasi
Faktor risiko yang sangat dapat dimodifikasi

Umur
Jenis kelamin
Berat lahir rendah
Ras
Faktor keturunan

Hipertensi/tekanan darah tinggi


Merokok
Diabetes
Penyakit jantung/atrial fibrilation
Kenaikan kadar kolesterol/lemak darah.
Penyempitan pembuluh darah karotis
Diet dan nutrisi
Latihan fisik
Kegemukan

Metabolik Sindrom
Pemakaian Alkohol
Berlebihan.
Drug Abuse/ Narkoba
Pemakaian Obat-Obat Kontrasepsi (OC)
Gangguan Pola Tidur
Kenaikkan Homocystein
Kenaikkan Lipoprotein.

Hindari stress.
Kurangi minum soda.
Kurangi kadar homosistein.
Konsumsi teh putih.
Jauhi asap rokok.
Aerobik.
Vaksin flu
Minum air.

Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang disebabkan


oleh gangguan aliran darah dalam otak
Di Indonesia stroke merupakan penyebab kematian
tertinggi untuk kategori penyakit tidak menular.
Tetapi masyarakat dapat mencegah stroke dengan
berperilaku sehat yakni dengan tidak merokok, tidak
minum alkohol, dan mengurangi konsumsi makanan
berlemak dengan memperbanyak makan sayuran dan
buah.
Perilaku sehat adalah cara mencegah penyakit stroke
yang mudah dan murah.