Anda di halaman 1dari 11

Abstrak

Laporan ini menjelaskan mengenai dasar-dasar dan prinsip kerja generator DC penguat
terpisah. Pada penelitian ini di kaji karakteristik generator DC eksitasi terpisah. Dasar

generator DC ialah sebuah kumparan akan menghasilkan GGL (Gaya Gerak Listrik) induksi
apabila jumlah garis gaya magnet yang dilingkupi oleh kumparan tersebut berubah-ubah.
Generator DC merupakan mesin DC yang digunakan untuk mengubah energi mekanik

menjadi energi listrik. Secara umum generator DC adalah tidak berbeda dengan motor DC
kecuali pada arah aliran daya. Berdasarkan cara memberikan fluks pada kumparan

medannya, generator DC dikelompokkan menjadi dua yaitu generator berpenguatan bebas


dan generator berpenguatan sendiri. Generator DC berpenguatan bebas merupakan

generator yang mana arus medannya di suplai dari sumber DC eksternal. Dalam hal ini
penulis akan membahas tentang salah satu jenis generator DC yaitu generator DC
eksitasi/penguat terpisah. Generator DC eksitasi/penguat terpisah hanya dipakai dalam

keadaan tertentu. Dengan terpisahnya sumber arus kemagnetan dari generator, berarti
besar kecilnya arus kemagnetan tidak terpengaruh oleh nilai-nilai arus ataupun tegangan
generator. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa generator DC penguat terpisah
mempunyai 2 jenis yaitu penguat elektromagnetik dan penguat permanen, sedangkan

karakteristiknya adalah karakteristik jenuh tanpa beban dan karakteristik jenuh berbeban

TEORI DASAR
Generator adalah suatu mesin yang dapat mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik.
Tenaga mekanik di sini digunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar dalam medan
magnet ataupun sebaliknya memutar magnet diantara medan kunparan kawat penghantar.
Tenaga mekanik dapat berasal dari tenaga panas, tenaga potensial air, motor diesel, motor
bensin bahkan ada yang berasal dari motor listrik.
Generator DC penguata terpisah adalah generator yang lilitan medannya dihubungkan ke
sumber DC yang secara listrik tidak tergantung pada mesin. Tegangan searah yang
dipasangkan pada kumparan medan yang mempunyai tahanan Rf akan menghasilkan arus If
dan menimbulkan fluks pada kedua kutub.

GAMBAR RANGKAIAN

ALAT DAN BAHAN :

No.

Nama alat dan bahan

Jumlah

Motor DC

1 buah

Generator DC

1 buah

Power Suply

2 buah

Rheostat (Rh)

2 buah

Thacometer

1 buah

Voltmeter DC (VG)

1 buah

Ampermter DC (IL)

1 buah

Milliampermeter DC (Im)

1 buah

Beban resistif (RL)

1 buah

10

Kabel penghubung

Secukupnya

LANGKAH KERJA
1.

Untuk karakteristik beban nol generator DC penguat terpisah VG = f(Im) dimana n = konstan
dan IL = 0

a.

Membangun rangkaian pengawatan seperti pada rangkaian percobaan.

b.

Mengatur power suplay 1sampai mencapai putaran (n) nominal, gunakan tachometer untuk
mengukur putaran (n) (rpm).

c.

Memposisikan hambatan medan (rheostad = Rhm) maksimum, masukan sakelar S sakelar


pada beban RL set belom di-on-kan.

d.

Mengatur power suply 2 atau hambatan medan (Rh) secara bertahap, catat tegangan
generator (VG) dan arus medan (Im) dengan menjaga putaran (n) konstan pada table tabulasi.

e.

Membuat karakteristik, analisa data dan kesimpulan.

2.

Untuk karakteristik beban nol generator DC penguat terpisah (VG) = f (Im) dimana n dan IL
= konstan

a. Membangun rangkaian pengawatan seperti pada rangkaian percobaan.


b. Mengatur power suplay 1 sampai mencapai putaran (n) nominal, gunakan tachometer
untuk mengukur putaran (n) (rpm).
c. Pada posisi hambatan medan (rheostad = Rhm) maksimum, masukan sakelar S.

d. Mengatur beban RL set dengan dengan memasukkan sakelar satu demi satu sampai
diperoleh arus beban (IL) konstan.
e. Mengatur power suply 2 atau hambatan medan (Rh) secara bertahap, catat tegangan
generator (VG) dan arus medan (Im) dengan menjaga putaran (n) konstan pada table
tabulasi.
f. Membuat karakteristik, analisis data dan kesimpulan.
3. Untuk karakteristik beban nol generator DC penguat terpisah VG = f(IL) dimana n dan
Im = konstan
a. Membanagun rangkaian pengawatan seperti pada rangkaian percobaan.
b. Mengatur power suplay 1 sampai mencapai putaran (n) nominal, gunakan tachometer
untuk mengukur putaran (n) (rpm).
c. Pada posisi hambatan medan (rheostad = Rhm) maksimum, masukan sakelar S.
d. Mengatur power suply 2 atau rheostat sampai diperoleh arus medan konstan.
e.

Mengatur power supply 2 atau hambatan medan (Rh) secara bertahap, catat tegangan
generator (VG) dan arus medan (Im) dengan menjaga putaran (n) konstan pada table
tabulasi.

f.

Membuat karakteristik, analisa data dan kesimpulan.

TABULASI DATA
1. Tabel Pengamatan
a. Untuk karakteritik beban nol generator DC penguatan terpisah, VG = f(Im) dimana n =
1400 rpm (konstan) dan IL = 0 Amper
Tahap

VG (volt)

Im (Milliampere)

70

25

90

50

130

75

145

100

175

125

185

150

220

175

230

200

240

225

b. Untuk karakteristik berbeban generator DC penguat terpisah VG = f(Im), dimana n =


1400 rpm dan IL = 0, 5 Ampere (konstan)
Tahap

VG (volt)

Im (Milliampere)

55

25

90

50

120

75

130

100

160

125

175

150

210

175

225

200

230

225

c. Untuk karakteristik luar generator DC penguat terpisah, VG = f(IL) dimana n = 1400


rpm dan Im = 250 Milliampere (konstan)

Tahap

VG (volt)

Im (Milliampere)

249

0, 5

248

0, 9

240

1, 5

230

1, 6

229

228

2, 4

227

2, 9

226

3, 1

225

3, 5

10

224

2. Gambar Karakteristik
a. Untuk karakteristik beban nol, VG = f (Im)

b. Untuk karakteristik berbeban, VG = f (Im)

c. Untuk Karakteristik luar, VG = f (I)

ANALILIS DATA
1. Untuk karakteristik beban nol generator DC penguat kompon panjang

VG = f(Im),

berdasarkan hasil percobaan, ketika rheostad (Rh) diatur secara bertahap, arus medan
(Im) meningkat dan tegangan (VG) yang dihasilkan oleh generator juga semakin besar.
Ini menunjukkan behawa tegangan (VG) yang dihasilkan oleh generator dalam
keadaan tidak berbeban dan putaran (n) yang konstan berbanding lurus dengan arus
medan (Im).
2. Untuk karakteristik berbeban generator DC penguat kompon panjang

VG = f(Im),

berdasarkan hasil percobaan, setelah generator diberi beban (konstan) kemudian


rheostad diatur secara bertahap, arus medan (Im) menjadi semakin besar dan tegangan
(VG) yang dihasilkan oleh generator juga semakin besar. Ini menunjukkan behawa
dalam keadaan berbeban (konstan) dan putaran (n) yang konstan pula, tegangan (VG)
yang dihasilkan oleh generator berbanding lurus dengan arus medan (Im).

3.

Untuk karakteristik luar generator DC penguat kompon panjang

V G = f(IL),

berdasarkan hasil percobaan, setelah generator diberi beban secara bertahap maka arus
beban (IL) semakin besar dan tegangan (VG) yang dihasilkan oleh generator menjadi
semakin kecil. Ini menunjukkan behawa, tegangan (VG) yang dihasilkan oleh
generator berbanding terbalik dengan arus beban luar (IL).
KESIMPULAN
1. Untuk karakteristik beban nol generator DC penguat kompon panjang

VG = f(Im),

berdasarkan hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa dalam keadaan tidak berbeban
dan putaran (n) yang konstan, semakin besar arus medan (Im) maka tegangan (VG)
yang dihasilkan oleh generator juga semakin besar.
2. Untuk karakteristik berbeban generator DC penguat kompon panjang

VG = f(Im),

berdasarkan hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa dalam keadaan berbeban


(konstan) dan putaran (n) yang konstan pula, semakin besar arus medan (I m) maka
tegangan (VG) yang dihasilkan oleh generator juga semakin besar

3. Untuk karakteristik luar generator DC penguat kompon panjang

V G = f(IL),

berdasarkan hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa semakin besar beban generator
maka arus beban (IL) juga semakin besar dan tegangan (VG) yang dihasilkan oleh
generator akan semakin kecil.

DAFTARA PUSTAKA

http://ahmadelc.blogspot.com/2013/03/generator-dc-penguat-terpisah.html

TUGAS MAKALAH

GENERATOR DC PENGUAT TERPISAH

Di susun oleh
INDRA ASTA PRATAMA POAPA
E1D1 10 033
UNIVERSITAS HALU OLEO
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN S1 TEKNIK ELEKTRO
KENDARI
2014