Anda di halaman 1dari 4

ABSTRAKSI

Kinerja suatu motor DC dapat dikatakan baik jika torsi yang dihasilkan besar danregulasi tegangan yang baik. Motor
Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt.Pada motor kompon, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan
secara paralel dan seridengan gulungan dinamo (A). Sehingga, motor kompon memiliki torque penyalaan awal yangbagus
dan kecepatan yang stabil. Makin tinggi persentase penggabungan (yakni persentasegulungan medan yang dihubungkan
secara seri), makin tinggi pula torque penyalaan awal yangdapat ditangani oleh motor ini.
Contoh, penggabungan 40-50% menjadikan motor ini cocok untuk alat pengangkat hoist dan derek, sedangkan motor
kompon yang standar (12%) tidak cocok.
Motor Kompon
Sekilas tentang motor DC1.
Pengertian Motor DCMotor DC merupakan salah satu jenis dari motor listrik dimana fungsi dasarnya
adalahsebagaiperangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrikmenjadi energi mekanik.Energimekanik ini digunakan
untuk, misalnya memutar
impeller
pompa,
fan
atau
blower
, menggerakankompresor, mengangkat bahan,dll. Motorlistrik digunakan juga di rumah (
mixer
, bor listrik,
fan
angin) dan di
industri. Motorlistrik kadangkala disebut kuda kerja nya industri sebab diperkirakan
bahwa motormotormenggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.Motor DC memerlukan suplai tegangan yang
searah pada kumparan medan untukdiubah menjadienergi mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator
(bagianyang tidak berputar) dankumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jikaterjadi putaran pada kumparan
jangkardalam pada medan magnet, maka akan timbultegangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada setiapsetengah putaran,
sehinggamerupakan tegangan bolak-balik. Prinsip kerja dari arus searah adalahmembalik phasategangan dari gelombang
yang mempunyai nilai positif dengan menggunakankomutator,dengan demikian arus yang berbalik arah dengan kumparan
jangkar yang berputar dalammedan magnet. Bentuk motor paling sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang
bisaberputarbebas di antara kutub-kutub magnet permanen.
Gambar 1. Motor D.C Sederhana

Catu tegangan dc dari baterai menuju ke lilitan melalui sikat


yang menyentuh komutator,dua segmenyang terhubung
dengan dua ujung lilitan.Kumparan satu lilitan pada gambar di
atas disebut angkerdinamo. Angker dinamo adalah sebutan
untuk komponen yangberputar di antara medan magnet.
2.Prinsip Dasar Cara Kerja Motor DCJika arus lewat pada
suatu konduktor, timbul medan magnet di sekitar konduktor.
Arahmedan magnetditentukan oleh arah aliran arus pada
konduktor.Aturan Genggaman Tangan Kanan bisa
dipakaiuntuk menentukan arah garis fluks disekitar
konduktor. Genggam konduktor dengan tangan kanandengan
jempol mengarahpada arah aliran arus, maka jari-jari anda
akan menunjukkan arah garisfluks.
Gambar 2.
Medan magnet yang membawa arus mengelilingi konduktor .
Medan magnet hanya terjadi di sekitar sebuah konduktor jika
ada arus mengalir pada konduktortersebut.Pada motor listrik
konduktor berbentuk U disebut angker dinamo.Jika konduktor
berbentuk U (angker dinamo) diletakkan di antara kutub
uatara danselatan yang kuat medan magnet konduktorakan
berinteraksi dengan medan magnetkutub.
Gambar 3.Reaksi garis fluks.
Lingkaran bertanda A dan B merupakan ujung konduktor
yang dilengkungkan (
loopedconductor
).Arus mengalir masuk melalui ujung A dan keluar melalui
ujung B.Medan konduktor A yang searah jarum jam akan
menambah medan pada kutub danmenimbulkan medan yang
kuat di bawahkonduktor. Konduktor akan berusaha
bergerakke atas untuk keluar dari medan kuat ini.
Medankonduktor B yang berlawanan arahjarum jam akan

menambah medan pada kutub dan menimbulkanmedan yang


kuat di ataskonduktor. Konduktor akan berusaha untuk
bergerak turun agar keluar darimedan yangkuat tersebut.
Gaya-gaya tersebut akan membuat angker dinamo berputar
searah jarum jam.Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor
secara umum :
Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.

Gambar 5. Rangkaian Motor shunt


Pada motor penguat shunt, kumparan medan dihubungkan paralel dengan angker.2.2 Motor serimerupakan
motor arus searah yang mempunyai putaran kecapatan yang tidak konstan, jika bebantinggi maka putaran akan
lambat.
Gambar 5. Rangkaian Motor seri
Pada motor penguat seri, kumparan medan dihubungkan seri dengan angker.2.3 Motor KomponMotor kompon
ini mempunyai sifat seperti motor seri dan shunt, tergantung lilitan mana yang kuat(kumparan seri atau shunt).

Gambar 5. Rangkaian Motor kompon panjang


Pada motor kompon mempunyai dua buah kumparan medan dihubungkan seri dan paralel denganangker. Bila
motor seri diberi penguat shunt tambahan seperti gambar diatas disebut motor komponshunt panjang.
Gambar 5. Rangkaian Motor kompon pendek
Motor kompon mempunyai dua buah kumparan medan dihubungkan seri dan paralel dengan angker.Bila motor
shunt diberi tambahan penguat seri seperti gambar diatas disebut motor kompon shuntpendek.Penjelasan Motor
Kompon1.
Karakteristik putaran Motor kompon

Putaran pada motor dengan penguat terpisah relatif konstan, penurunan kecepatan akibat perubahanbeban
sangatkecil. Hal ini disebabkan karena fluks medan pada motor relatif konstan dan tahanan jangkar Ra sangat
kecil,sehingga penurunan kecepatan antara tanpa beban dan beban penuh adalahkecil sehingga motor bisa
dikatagorikansebagai motor yang mempunyai kecepatantetap.Karakteristik motor kompon berada diantara
karakteristik motor seri dan motor shunt,sedangkan berdasarkanarah melilit penguat medannya motorkompon
bisa dibagi atas KomponLawan dan Kompon Bantu.2.
Karakteristik torsi Motor komponTorsi pada motor DC bekerja jika tegangan terminal V konstan maka arus ke
lilitan medan penguat juga akan konstan, sehingga fluks yangditimbulkan medan akan konstan.Dengan
demikian torsi padamotor dengan penguat terpisah hanya tergantungpada arus jangkar atau perubahan torsi
berbandinglurus dengan arus jangkar.Akibat adanya fluks medan seri dan shunt pada motor kompon yang
salingmempengaruhi, maka karakteristik. Torsi yang terjadi merupakan gabungan dari karakteristik motorseri
dan shunt. Pada saat beban normal dengannaiknya la, maka pertambahan. Torsi motor shuntlebih besar bila

dibandingkan motor seri dan karakteristikmotor kompon berada diantara keduakarakteristik tersebut, demikian
juga pada saat beban besar.3.
Karakteristik MekanisSalah satu faktor yang mengakibatkan kenaikkan Torsi adalah naiknya arus jangkar
Ia
, dan akibatnaiknya arus jangkar maka kecepatan akan turun dengan asumsi fluks kons-tan. Khusus untuk
motordengan penguatterpisah yang memiliki Ra kecil penurunan kecepatan tidak terlalu besar.4.
Karakteristik perbandingan kecepatan Motor dan Torsi pada Motor kompon
Gambar 5.Perbandingan rate Kecepatan vs Torsi. Motor shunt(kiri),Motor seri(tengah),Motor kompon(kanan)
Motor shunt
kecepatan pada prakteknya konstan tidak tergantung pada beban (hingga torquetertentu setelah kecepatannya
berkurang, lihat Gambar 5 dan oleh karena itu cocok untukpenggunaankomersial dengan beban awal yang
rendah, seperti peralatan mesin.Kecepatan dapat dikendalikandengan cara memasang tahanan dalam susunan
seri dengan dinamo (kecepatan berkurang) ataudengan memasang tahanan pada arus medan(kecepatan
bertambah).