Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Anemia dalam kehamilan tidak hanya menjadi masalah kesehatan
masyarakat utama di negara berkembang, tetapi juga merupakan masalah
yang signifikan di negara maju. Anemia pada ibu hamil merupakan masalah
kesehatan terkait dengan insidennya yang tinggi dan komplikasi yang dapat
timbul baik pada ibu maupun pada janin. Di dunia, 34% ibu hamil dengan
anemia dimana 75% berada di negara berkembang. Di Indonesia sendiri,
63,5% ibu hamil menderita anemia. Defisiensi besi merupakan masalah
defisiensi nutrisi yang terbanyak dan merupakan penyebab anemia terbesar
di dalam kehamilan. Sebesar 20% populasi dunia diketahui menderita
defisiensi besi dan 50% individu yang menderita defisiensi besi itu berlanjut
menjadi anemia defisiensi besi.1,2,3
Ibu hamil aterm cenderung menderita anemia karena pada masa
tersebut janin menimbun cadangan besi untuk dirinya dalam rangka
persediaan segera setelah lahir. Pada ibu hamil dengan anemia terjadi
gangguan penyaluran oksigen dan zat makanan dari ibu ke plasenta dan
janin, yang mempengaruhi fungsi plasenta. Fungsi plasenta yang menurun
dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang janin. Anemia pada ibu
hamil dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang janin, abortus,
partus lama, sepsis puerperalis, kematian ibu dan janin, meningkatkan risiko
berat badan lahir rendah, asfiksia neonatorum, maupun prematuritas.4,5,6
1.2. Tujuan
Tujuan pembuatan laporan kasus ini adalah untuk mengetahui definisi,
etiologi, patofisiologi, dan penatalaksanaan anemia dalam kehamilan, serta
bertujuan untuk menganalisa kasus sesuai dengan tinjauan pustaka.

1.3. Manfaat
Penulisan

laporan

kasus

ini

diharapkan

dapat

meningkatkan

pengetahuan dan pemahaman dokter muda mengenai anemia dalam


kehamilan terutama dalam hal pengenalan faktor resiko, penegakkan
diagnosis dini, dan penatalaksanaan kasus anemia dalam kehamilan.