Anda di halaman 1dari 12

KELAINAN LIANG TELINGA

SERUMEN
a. Pengertian serumen
Serumen ialah hasil produksi kelenjar sebasea dan kelenjar
serumen

yang

terdapat

telinga.konsistensinya

dikulit

biasanya

sepertiga

lunak,tetapi

luar

liang

kadang-kadang

padat,terutama di pengaruhi oleh factor keturunan disamping factor


lain,seperti iklim dan usia.
b. Etiologi
walaupun tidak mempunyai epek anti bakteri ataupun anti
jamur,serumen mempunyai epek proteksi,sebab membantu membawa
kotoran yang ada diliang telinga,sperti pengelepasan kulit yang
biasanya terdapat pada orang tua,maupun dengan kolesteatosis atau
keratosis obturans.
Pada keadaan normal serumen tidak akan tertumpuk di liang
telinga.serumen itu akan keluar sendiri pada waktu mengunya,dan
setelah sampai diluar liang telinga akan menguap oleh panas.
c. Manifestasi klinik
a. Menyebabkan impaksi
b. Menyebabkan otalgia
c. Rasa penuh dalam telinga

d. Menyebabkan kehilangan pendengaran.


d. patofisiologi
Serumen yang menumpuk di liang telinga disamping akan
menimbulkan gangguan pendengaran,juga bila liang telinga kemasukan
air serumen akan mengembang,sehingga akan menyebabkan rasa
tertekan yang menggangu diliang telinga.
Membersihkan serumen dari liang telinga tergantung pada
konsistensi serumen itu.bila serumen cair,maka dibersihkan dengan
mempergunakan kapas yang dililitkan pada pelilit kapas.serumen yang
keras dikeluarkan dengan pengait atau kuret,sedangkan apabila dengan
cara ini sukar dikeluarkan,dapat diberikan karbogliserin 10% dulu
selama tiga hari untuk melunakkanya.atau dengan melakukanya irigasi
telinga dengan air yang suhunya sesuai dengan suhu tubuh. Perlu
diperhatikan sebelum melakukan irigasi telinga,riwayat tentang adanya
perforasi membran timpani,oleh karena pada keadaan demikian irigasi
telinga oleh pengelupasan kulit sebainya dibersihkan secara manual
dengan kapas yang dililitkan pada pelilit kapas dari pada dengan irigasi
BENDA ASING DI LIANG TELINGA
a. pengertian
Kadang-kadang benda dapat masuk tampa sengaja kedalam
telinga orang dewasa yang mencobah membersihkan kanalis

eksternus atau mengurangi gatal,atau dengan sengaja pada anakanak yang memasukkan benda tersebut kedalam telinga sendiri.
a. Etiologi
Benda asing yang di temukan diliang telinga berpariasi sekali.
Bisa berupa benda mati atau benda hidup,binatang,komponen
tumbuh-tumbuhan atau mineral. Pada anak kecil sering di temukan
kacang hijau, karet penghapus. Pada orang dewasa yang relatip
sering

ditemukan

adalah

potongan

korek

api,kadang-kadang

ditemukan binatang seperti kecoa,semut atau nyamuk. Usaha


mengeluarkan benda asing sering kali malah lebih mendorongnya
kedalam.
a. Manifestasi klinik
-

Nyeri berat

Penurunan pendengaran

Laserasi kulit

b. Patofisiologi
Edema liang telinga dapat terjadi karena trauma sehingga
akan menyulitkan untuk mengeluarkanya lagi. Benda organic akan
mengembung bila didiamkan terperangkap lama. Mengeluarkan
benda asing harus dilakukan dengan hati-hati. Bila pasien tidak
kooperatif dan ada resiko merusak gendang telinga atau atruktur
telinga tenga,maka sebaiknya tindakan di lakukab dengan anestisia

umum. Pada kebanyakan kasus tindakan tersebut dapat dilakukan


tampa anestisia umum. Anak harus dipegang sehingga kepalanya
tidak dapat bergerak. Binatang di liang telinga harus di matikan
lebih

dahulu

sebelum

di

keluarkan.

Biasanya

cukup

dengan

memasukkan tampon basah keliang telinga lalu meneteskan cairan,


misalnya larutan repanol di telinga lebih kurang 10 menit, kemudian
benda asing tersebut di irigasi dengan cairan bersih untuk
mengeluarkanya, atau dengan pingset atau kapas (yang dililitkan
pada pelilit kapas).
Benda asing yang besar dapat di tarik dengan pengait
serumen,yang kecil bias di ambil dengan cunam atau pengait.
Ada tiga metode standar pengambilan benda asing yaitu
irigasi,pengisapan,dan

instrumentasi.

(kerikil,mainan,manik-manik,penghapus)
irigasi

kecuali

Namun,benda

ada

asing

riwayat
tumbuhan

Banyak
dapat

perforasi

di

benda
ambil

membrane

(biji-bijian,kacang

asing
dengan
timpane.

polong)

dan

serangga cenderung membengkak,maka irigasi merupakan kontra


indikasi. Bila digunakan instrumentasi kanalis harus terlihat secara
langsung untuk menghindari kerusakan.

OTITIS EKSTERNA
a. pengertian
Yang dimaksud dengan otitis eksterna adalah radang liang
telinga akut maupun kronis yang disebabkan oleh bakteri . di klinik
sering kali sukar di bedakan peradangan yang disebabkan oleh
penyebab lain seperti jamur,alergi (eksim) atau virus,sebab sering
kali timbul bersama-sama. Factor yang mempermuda radang telinga
luar ialah pH diliang telinga. Biasanya normal atau asam. Bila pH
menjadi basah,proteksi terhadap infeksi menurun.
Pada keadaan udara yang hangat dan lembab,kuman dan
jamur mudah tumbuh. Hal lain adalah trauma ringan (ketika
mengorek telinga) atau karena berenang yang menyebabkan
perubahan kulit karena kena air.
INPAKSI SERUMEN
Secara normal serumen dapat tertimbung dalam kanalis
eksternus dan di dalam jumlah dan warna yang bervariasi. Meskipun
biasanya tidak perlu di keluarkan,kadang-kadang dapat mengalami
impaksi,menyebabkan otalgien,rasa penuh dalam telinga,dan/atau
kehilangan pendengaran. Penumpukan serumen terutama bermakna
pada populasi gereatrik sebagai penyebab deposit pendengaran
usaha membersihkan kanalis auditorius dengan batang korek
api,jepit rambut atau alat lain bias berbahaya karena trauma

terhadap kulit dapat mengakibatkan infeksi atau kerusakan


gendang telinga.
Penatalaksanakan. Serumen dapat di ambil dengan irigasi
pengisapan,atau instrumentasi. Kecuali bila ada riwayat perporasi
membrane timpani atau terdapat inplamasi telinga luar (otitis
eksternal),irigasi lembut merupakan prosedur yang dapat di terima
untuk mengambil serumen yang terimpaksi. Tehnik ini efektif bila
serumen tidak terlalu merekat dalam kanalis aoditorius eksternus.
Pengambilan serumen yang berhasil dengan irigasi hanya dapat di
capai bila aliran air dapat mencapai belakan serumen yang
menyumbat agar dapat mendorongnya ke lateral dan keluar dari
kanalus.

Meskipun

irrigator

pic

air

biasanya

aman,namaun

instrument ini berhubungan dengasn perporasi membrane timpane


dan bahkan cedera otologik yang lebih serius. Maka harus di
gunakan tekanan serendah mungkin yang di gunakan untuk mencegah
trauma mekanik.
Bila sebelumnya sudah terdapat porporasi membrana timpane
dibelakang inpaksi serumen,air dapat memasuki ruang telinga
tengah.masuknya

air

dingin

kedalam

telings

tengah

dapat

mengakibatkan vertigo akut dengan cara menginduksi arus konpeksi


termal dalam kanalis semi sirkularis. Memasukkan air kedalam
rongga telinga tenga dapat juga meningkatkan resiko infeksi,irigasi
kanalis juga terbukti mengakibatkan otitis eksterna maligna

(osteomielitis tulang temporal) pada manula penderita diabetes.


Harus

digunakan

larutan

steriil.

Bila

irigasi

tidak

berhasil

sempurnah atau bila impaksi serumen tidak sempurna,maka dapat di


lakukan pengankatan secara mekanis,dengan pandangan langsung
pada pasien yang kooperatip oleh tenaga propesional yang terlatih.
Serumen

juga

dapat

di

lunakkan

dengan

meneteskan

beberapa tetes gliseril hangat,minyak mineral atau hydrogen


proksida perbandungan selama 30 menit sebelum pengankatan.
Bahan seruminolitik,seperti proksida dalam gliseril (depbrox) atau
cerumenes juga tersedia: namun, senyawa ini dapat menyebabkan
reaksi alergi dalam bentuk dermatitis. Pemakaian larutan ini dua
sampai tiga kali sehari selama beberapa hari biasanya sudah
mencukupi untuk memudahkan pengankatan infaksi. Bila infaksi
serumen tak dapat di lepaskan dengan cara ini,dapat dianggap oleh
petugas perawatan kesehatan dengan instrument khusus seperti
kuret serumen dan pengisap aural yang menggunakan mikroscop
binokuler untuk pembesaran.
Pengkajian
Riwayat kesehatan meliputi penggambaran lengkap masalah
telinga, termasuk inspeksi, otalgia, otoria, kehilangan pendengaran.
Data dikumpulkan mengenai durasi dan intensitas masalahnya,
penyebab, dan penanganan sebelumnya. Informasi perlu diperoleh

mengenai masalah kesehatan lain dan semua obat yang diminum


pasien selain itu, pertanyaan mengenai alergi obat dan riwayat
keluarga penyakit telinga harus ditanyakan.
Pengkajian fisik meliputi observasi adanya eritema, edema,
otoria, lesi, dan bau cairan yang keluar. Hasil audiogram harus
dikaji,
Diagnosa keperawatan
Berdasar pada data pengkajian diagnosa keperawatan utama
pasien meliputi :
1. Ansietas yang berhubungan dengan prosedur pembedahan,
potensial kehilangan pendengaran, potensial gangguan pengecap,
dan potensial kehilangan gerakan pasial.
2. Nyeri akut yang berhubungan dengan pembedahan mastoid
3. Resiko

terhadap

mastoidektomi,

infeksi

yang

pemsangan graft,

berhubungan

dengan

protesis dan elektroda,

trauma bedah terhadap jaringan dan struktur disekitarnya


4. Perubahan persepsi sensori auditoris yang berhubungan dengan
kelainan telinga/ pembedahan telinga/ penyumpulan telinga
5. Resiko terhadap trauma yang berhubungan dengan kesulitan
keseimbangan atau vertigo selama periode pasca operatif
segera.

6. Perubahan persepsi sensori yang berhubungan dengan potensial


kerusakan nervus facialis (nervus cranialis 7) dan saraf forda
timpani.
7. Kerusakan

integritas

kulit

yang

berhubungan

debgan

pembedahan telinga, insisi, dan tempat graft.


8. Kurang pengetahuan mengenai penyakit matoid, prosedur bedah,
dan asuhan pasca operatif dan harapan.
Diagnosa Intevensi Keperawatan
1. Ansietas yang berhubungan dengan prosedur pembedahan,
potensial kehilangan pendengaran, potensial gangguan pengecap,
dan potensial kehilangan gerakan pasial.
Tujuannya meredahkan ansietas
Intervensi
Interpensi Pasien didorong untuk mendiskusikan setiap
ansietas dan keprihatinan mengenai pembedahan
2. Nyeri akut yang berhubungan dengan pembedahan mastoid
Tujuanya peredaan nyeri.
Interpensi
Pasian meminum analgetik yang di resepkan selama 24 jam
paska operasi .

3. Resiko

terhadap

mastoidektomi,

infeksi

yang

pemsangan graft,

berhubungan

dengan

protesis dan elektroda,

trauma bedah terhadap jaringan dan struktur disekitarnya.


Tujuanya pencegahan inpeksi.
Intervensi
Antibiotika propilaksis di berikan sesuai resep dan pasien di
instruksikan untuk mencegah air memasuki kanalis audiotorius
eksternus
4. Perubahan persepsi sensori auditoris yang berhubungan dengan
kelainan telinga/ pembedahan telinga/ penyumpulan telinga
Tujuan memperbaiki komuniaksi
Intervensi
Mengurangi kegaduhan lingkungan,memandang pasiae ketika
berbicara,berbicara
berteriak,memberikan

jelas

dan

pencahayaan

tegas
yang

memadai

tampa
dan

menggunakan tanda non perbal


5. Resiko terhadap trauma yang berhubungan dengan kesulitan
keseimbangan atau vertigo selama periode pasca operatif
segera.
Tujuan mencegah cederah

Intervensi
Perawat harus memantau pasien mengenai adanya epek obat
untuk melihat apakah hasil yang di inginkan telah tercapai atau
bilah terjadi epek yang tak di harapkan.
6. Perubahan persepsi sensori yang berhubungan dengan potensial
kerusakan nervus facialis (nervus cranialis 7) dan saraf forda
timpani.
Tujuan mencega ganguan persepsi sensori
Intervensi
Pasien di instruksikan untuk segera melaporkan bila ada
tanda kelemahan nervus fasialis.
7. Kerusakan

integritas

kulit

yang

berhubungan

debgan

pembedahan telinga, insisi, dan tempat graft.


Tujuan penyembuhan luka
intervensi
pasien

di

beri

tahu

untuk

menghindari

mengangkat

berat,mengejang,dan meniup hidung selama 2 hingga 3 minggu


selama pembedahan.
8. Kurang pengetahuan mengenai penyakit matoid, prosedur bedah,
dan asuhan pasca operatif dan harapan.

Tujuan meningkatkan pengetahuan


Intervensi
Mendiskusiokan harapan paska operasi dapat membantu
mengurangi ansietas mengenai hal-hal yang tidak di ketahui.