Anda di halaman 1dari 9

TUGAS BOTANI FARMASI

ANNISA KARIMAH
1111012092

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2012

GLUKOSA DAN SISTEMATIKA PADA KARBOHIDRAT

Glukosa adalah adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga
bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi
respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan.

Karbohidrat glukosa merupakan karbohidrat terpenting dalam kaitannya dengan penyediaan


energi di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena semua jenis karbohidrat baik monosakarida,
disakarida maupun polisakarida yang dikonsumsi oleh manusia akan terkonversi menjadi
glukosa di dalam hati. Glukosa ini kemudian akan berperan sebagai salah satu molekul utama
bagi pembentukan energi di dalam tubuh.

Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya
membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon
enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksildan hidrogen kecuali
atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus
CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif.

B. PENGGOLONGAN KARBOHIDRAT
1. MONOSAKARIDA
Pembagian Monosakarida
Monosakarida merupakan gula sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi menjadi
bagian yang lebih kecil. Kebanyakan monosakarida rasanya manis, tidak berwarna, berupa
kristal padat yang bebas larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut nonpolar. Monosakarida
terdiri dari satu unit polihidrosi aldehida atau keton.
Kerangka monosakarida berupa rantai karbon berikatan tunggal yang tidak bercabang.
Satu diantara atom karbon berikatan ganda terhadap suatu atom oksigen, membentuk gugus
karbonil; masing-masing atom karbon lainnya berikatan dengan gugus hidroksil. Berdasarkan
gugus fungsi inilah monosakarida digolongkan menjadi dua jenis yaitu aldosa dan ketosa. Suatu
monosakarida disebut aldosa jika gugus karbonilnya berada pada ujung rantai karbon, dan
disebut ketosa jika gugus karbonnya berada pada tempat lain. Contoh monosakarida yang sering
dijumpai adalah heksosa.

D-Glukosa, suatu aldoheksos

D- Fruktosa, suatu ketoheksosa

Rumus umum monosakarida sesuai dengan nama karbohidrat yaitu (CH2O)n, di mana
jumlah n sesuai dengan jumlah atom karbon yang dimiliki. Berdasarkan jumlah atom karbon
tersebut, monosakarida dibagai menjadi beberapa bagian yaitu, triosa (C3H6O3), tetrosa
(C4H8O4), pentosa (C5H12O5), heksosa (C6H12O6), dan heptosa (C7H12O7).

2. OLIGOSAKARIDA
Disakarida
Disakarida merupakan gabungan dua unit monosakarida yang berikatan kovalen terhadap
sesamanya. Ikatan ini disebut ikatan glikosida yang dibentuk jika gugus hidroksil pada salah satu
gula bereaksi dengan karbon anomer pada gula yang kedua. Disakarida yang banyak ditemukan
di alam yaitu laktosa, sukrosa, dan maltosa.
a. Laktosa
Laktosa sering juga disebut gula susu karena hanya terdapat dalam susu. Bila dihidrolisis,
laktosa akan menghasilkan D-galaktosa dan D-glukosa. Laktosa memiliki satu atom karbon
hemiasetal dan mempunyai gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa
sehingga laktosa termasuk disakarida pereduksi.
b. Sukrosa
Sukrosa atau gula tebu merupakan disakarida yang paling manis yang terdiri dari glukosa
dan fruktosa. Sukrosa bukan merupakan gula pereduksi karena sukrosa tidak mempunyai
atom karbon hemiasetal dan hemiaketal. Sukrosa tidak memilliki atom karbon monomer
bebas karena karbon anomer glukosa dan fruktosa berikatan satu dengan yang lain. Sukrosa
juga mudah dihidrolisis menjadi D-glukosa dan D-fruktosa. Sumber-sumber sukrosa yang
terdapat di alam antara lain: tebu (100% mengandung sukrosa), bit, gula nira (50%), dan
jelly.
c.

Maltosa
Maltosa merupakan disakarida yang paling sederhana. Maltosa terdiri dari dua residu Dglukosa yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Sebuah molekul glukosa dihubungkan
melalui atom karbonnya yang pertama dengan gugus hidroksil atom karbon keempat pada
molekul glukosa yang lainnya. Kedua residu glukosa tersebut berada dalam bentuk piranosa.
Maltosa memilliki gugus karbonil yang berpotensi bebas yang dapat dioksidasi, sehingga
maltosa mempunyai sifat gula pereduksi. Di dalam tubuh, maltosa didapat dari hasil
pemecahan amilum yang lebih mudah dicerna. Maltosa banyak terdapat kecambah, susu dan
pada serealia, misalnya beras.

3. POLISAKARIDA
Polisakarida adalah senyawa karbohidrat kompleks. Bila dihidrolisis, polisakarida akan
menghasilkan banyak unit monosakarida. Polisakarida terdiri atas dua jenis

yaitu

homopolisakarida (mengandung hanya satu jenis unit monomer) dan heteropolisakarida


(mengandung dua atau lebih jenis unit monosakarida yang berbeda). Polisakarida biasanya tidak
berasa, tidak larut dalam air, dan memiliki berat molekul yang tinggi. Contoh homopolisakarida
adalah pati yang hanya mengandung unit-unit D-glukosa, sedangkan asam hialuronat pada
jaringan pengikat mengandung residu dari dua jenis unit gula secara berganti-ganti merupakan
contoh dari heteropolisakarida.

ENZIM AMILASE
Secara umum, amilase dibedakan menjadi tiga berdasarkan hasil pemecahan dan letak
ikatan yang dipecah yaitu :
-

alfa-amilase
Enzim alfa-amilase merupakan endoenzim yang memotong ikatan alfa-1,4 amilosa
dan amilopektin dengan cepat pada larutan pati kental yang telah mengalami
gelatinisasi. Proses ini juga dikenal dengan nama proses likuifikasi pati. Produk akhir
yang dihasilkan dari aktivitasnya adalah dekstrin beserta sejumlah kecil glukosa dan
maltosa. Alfa-amilase akan menghidrolisis ikatan alfa-1-4 glikosida pada polisakarida
dengan hasil degradasi secara acak di bagian tengah atau bagian dalam molekul.

beta-amilase
Enzim beta-amilase atau disebut juga alfa-l,4-glukanmaltohidrolas E.C. 3.2.1.2.
bekerja pada ikatan alfa-1,4-glikosida dengan menginversi konfigurasi posisi atom
C(l) atau C nomor 1 molekul glukosa dari alfa menjadi beta. Enzim ini memutus
ikatan amilosa maupun amilopektin dari luar molekul dan menghasilkan unit-unit
maltosa dari ujung nonpe-reduksi pada rantai polisakarida. Bila tiba pada ikatan alfa1,6 glikosida aktivitas enzim ini akan berhenti.

glukoamilase.
Glukoamilase dikenal dengan nama lain alfa-1,4- glukan glukohidro-lase atau EC
3.2.1.3. Enzim ini menghidrolisis ikatan glukosida alfa-1,4, tetapi hasilnya betaglukosa yang mempunyai konfigurasi berlawanan dengan hasil hidrolisis oleh enzim
a-amilase. Selain itu, enzim ini dapat pula menghidrolisis ikatan glikosida alfa-1,6
dan alfa-1,3 tetapi dengan laju yang lebih lambat dibandingkan dengan hidrolisis
ikatan glikosida a-1,4 (Biogen, 2008).

SIKLUS KREBS

Berfungsi mengoksidasi hasil glikolisis mjd CO2 dan juga menyimpan energi ke
bentuk molekul berenergi tinggi spt ATP, NADH, FADH2
Sentral dalam siklus oksidatif dlm respirasi dimana semua makromolekul
dikatabolis (Karbohidrat, Lipid dan Protein)
Untuk kelangsungannya membutuhkan : NAD, FAD, ADP, Pyr dan OAA
Menghasilkan senyawa intermediet yg penting asetil Co A, KG & OAA
Merupakan prekursor untuk biosintesis makromolekul makromolekul

Dalam setiap siklus:


1 gugus asetil ( molekul 2C) masuk dan keluar sebagai 2 molekul CO2
Dalam setiap siklus : OAA digunakan untuk membentuk sitrat setelah
mengalami reaksi yang panjang kembali diperoleh OAA
Terdiri dari 8 reaksi : 4 merupakan oksidasi dimana energi digunakan
untuk mereduksi NAD dan FAD
Dihasilkan: 2 ATP, 8 NADH, 2 FADH2
Tidak diperlukan O2 pada TCA, tetapi digunakan pada Fosforilasi oksidatif untuk
memberi pasokan NAD, shg piruvat dapat di ubah menjadi Asetil Co A .
Siklus asam sitrat
Siklus ini juga sering disebut sebagai siklus Krebs dan siklus asam trikarboksilat dan
berlangsung di dalam mitokondria. Siklus asam sitrat merupakan jalur bersama oksidasi
karbohidrat,lipid dan protein.
Siklus asam sitrat merupakan rangkaian reaksi yang menyebabkan katabolisme asetil KoA,
dengan membebaskan sejumlah ekuivalen hidrogen yang pada oksidasi menyebabkan pelepasan
dan penangkapan sebagaian besar energi yang tersedia dari bahan baker jaringan, dalam bentuk
ATP. Residu asetil ini berada dalam bentuk asetil-KoA (CH3-CO KoA, asetat aktif), suatu ester
koenzim A. Ko-A mengandung vitamin asam pantotenat.
Fungsi utama siklus asam sitrat adalah sebagai lintasan akhir bersama untuk oksidasi
karbohidrat,lipid dan protein. Hal ini terjadi karena glukosa, asam lemak dan banyak asam amino
dimetabolisir menjadi asetil KoA atau intermediat yang ada dalam siklus tersebut.
Selama proses oksidasi asetil KoA di dalam siklus, akan terbentuk ekuivalen pereduksi dalam
bentuk hidrogen atau elektron sebagai hasil kegiatan enzim dehidrogenase spesifik. Unsur
ekuivalen pereduksi ini kemudian memasuki rantai respirasi tempat sejumlah besar ATP
dihasilkan dalam proses fosforilasi oksidatif. Pada keadaan tanpa oksigen (anoksia) atau
kekurangan oksigen (hipoksia) terjadi hambatan total pada siklus tersebut.

Enzim-enzim siklus asam sitrat terletak di dalam matriks mitokondria, baik dalam bentuk bebas
ataupun melekat pada permukaan dalam membran interna mitokondria sehingga memfasilitasi
pemindahan unsur ekuivalen pereduksi ke enzim terdekat pada rantai respirasi, yang bertempat
di dalam membran internal mitokondria.

METABOLIT SEKUNDER
Metabolit sekunder adalah berbagai macam reaksi yang produknya tidak secara langsung terlibat
dalam pertumbuhan normal. Dalam hal ini metabolit sekunder berbeda dengan bahan metabolit
intermediet yang memang merupakan produk dari metabolisme normal.

KLOROFIL
Klorofil adalah kelompok pigmen fotosintesis yang terdapat dalam tumbuhan, menyerap
cahaya merah, biru dan ungu, serta merefleksikan cahaya hijau yang menyebabkan tumbuhan
memperoleh ciri warnanya. Terdapat dalam kloroplas dan memanfaatkan cahaya yang diserap
sebagai energi untuk reaksi-reaksi cahaya dalam proses fotosintesis.

Dalam proses fotosintesis, terdapat 3 fungsi utama dari klorofil yaitu


-

memanfaatkan energi matahari,


memicu fiksasi CO2 menjadi karbohidrat
menyediakan dasar energetik bagi ekosistem secara keseluruhan. Dan karbohidrat
yang dihasilkan fotosintesis melalui proses anabolisme diubah menjadi protein,
lemak, asam nukleat dan molekul organik lainnya.

Klorofil menyerap cahaya berupa radiasi elektromagnetik pada spektrum kasat mata (visible).
Misalnya, cahaya matahari mengandung semua warna spektrum kasat mata dari merah sampai
violet, tetapi seluruh panjang gelombang unsurnya tidak diserap dengan baik secara merata oleh
klorofil. Klorofil dapat menampung energi cahaya yang diserap oleh pigmen cahaya atau pigmen
lainnya melalui fotosintesis, sehingga klorofil disebut sebagai pigmen pusat reaksi fotosintesis.
Dalam proses fotosintesis tumbuhan hanya dapat memanfaatkan sinar dengan panjang
gelombang
antara
400-700
nm
(Gobel
dkk.,
2006).
Pada tanaman tingkat tinggi ada 2 macam klorofil yaitu :
- klorofil-a (C55H72O5N4Mg) yang berwarna hijau tua
- klorofil-b (C55H70O6N4Mg) yang berwarna hijau muda.
Klorofil-a dan b paling kuat menyerap cahaya di bagian merah (600-700 nm), sedangkan yang
paling sedikit cahaya hijau (500-600 nm) . Sedangkan cahaya berwarna biru dari spektrum
tersebutdiserap oleh karotenoid.
Karotenoid ternyata berperan membantu mengabsorpsi cahaya sehingga spektrum
matahari dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Energi yang diserap karotenoid diteruskan
kepada klorofil-a untuk diserap digunakan dalam proses fotosintesis, demikian pula dengan
klorofil-b. Klorofil A merupakan salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada semua tumbuhan
autotrof. Klorofil B terdapat pada ganggang hijau chlorophyta dan tumbuhan darat. Akibat
adanya klorofil, tumbuhan dapat menyusun makanannya sendiri dengan bantuan cahaya
matahari.

Struktur Klorofil A

Struktur Klorofil B