Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PRODUKSI KUDA

MANAJEMEN PERKANDANGAN KUDA

Disusun Oleh :

Thaufan Maulana

200110100082

Fariez Wiryawan

200110100231

Burhannudin Kamil

200110100269

Abdul Gofur

200110100285

Kelas B

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2014

I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kuda

digolongkan

kedalam

filum Chordata (bertulang

belakang),

kelas Mamalia (menyusui anaknya), ordo Perssodactyla, famili Equidae, dan


spesies Equus Cabalus (Blakely dan Blade). Kuda berasal dari spesies Equus
caballus yang dahulu merupakan bangsa dari jenis kuda yang liar, kini kuda sudah
menjadi hewan yang didomestikasi dan secara ekonomi memegang peranan
penting bagi kehidupan manusia terutama dalam pengangkutan barang dan orang
selama ribuan tahun. Kuda dapat ditunggangi manusia dengan menggunakan sadel
dan dapat pula digunakan untuk menarik sesuatu seperti kendaraan beroda, atau
bajak. Pada beberapa daerah, kuda digunakan sebagai sumber pangan. Walaupun
peternakan kuda diperkirakan telah dimulai sejaktahun 4.500 SM, bukti-bukti
penggunaan kuda untuk manusia baru ditemukan sejak 2.000 SM (Wikipedia,
2009).

II
PEMBAHASAN

3.1 Sistem perkandangan


Perkandangan dan peralatan merupakan bagian terpenting dalam suatu
peternakan. Kandang merupakan tempat hidup ternak, tempat perlindungan
dari pengaruh lingkungan sekitar. Kandang yang baik adalah kandang yang
sesuai dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam pembangunan lokasi kandang ialah :
a. Lokasi kandang
Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan sumber air yang bersih,
padang penggembalaan yang subur, jauh dari keramaian, dan terdapat
sarana transportasi dan penerangan listrik yang memadai serta fasilitas
komunikasi yang berfungsi untuk mengetahui kondisi dari tiap kandang
kuda tersebut. Letak bangunan kandang yang satu dengan kandang yang
lainnya sedapat mungkin tidak saling berjauhan, hal ini dimaksudkan
untuk mempermudah dalam sistem pengawasan. Khusus kandang pejantan
sebaiknya dibangun agak jauh dari kandang betina agar tidak selalu
terganggu lawan jenisnya (Octari 1990).
b. Daerah Umbaran
Halaman rumput yang terdapat di sekitar kandang tau yang dikenal
dengan umbaran merupakan arel yang sangat penting keberadaannya,
karena umbaran ini berfungsi sebagai tempat merumput tahu bermain bagi
kuda. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan pada areal umbaran, yaitu :

Pagar umbaran sebaiknya terbuat dari kayu atau besi yang kuat dan
kokoh.

Areal umbaran diusahakan terbebas dari benda-benda tajam atau keras


yang bisa mengakibatkan kuda cedera.

Pintu pagar harus selalu tertutup. Hal ini dimaksudkan agar kuda tidak
lepas dan pindah ke daerah lain yang dapat mengakibatkan kesulitan
dalam pengawasannya. Disamping itu perkawinan liar juga dapat
terjadi jika kuda lepas dari pengawasannya.

Tanah umbaran harus rata serta tidak berlobang untuk menjaga agar
kaki kuda tidak terkilir atau patah tulang punggung.

Terdapat tempat minum disekitar umbaran.

Tempat umbaran harus bisa menampung udara terbuka serta sinar


matahari mulai dari pagi sampai menjelang sore.

Untuk menahan kerasnya tiupan angin kencang atau tempat-tempat


berteduh pada waktu musim panas, dapat ditanam pohon pelindung
sekeliling pagar.

c. Bahan Bangunan
Menurut Edwards (1991) dan Hawcroft (1995) dalam Widyanata
(2000), pemeliharaan kuda dalam kandang diperlukan untuk menjaga kuda
agar selalu dalam kondisi prima serta melindungi kuda dari panas dan
dingin yang ekstrim. Bahan bangunan yang akan digunakan, hindarilah
bahan bangunan yang bersipat sintetis khusus di bagian bawah kandang
terutama dinding dan tempat pakan ternak, bila itu satu-satunya pilihan
maka sebaiknya sterilisasi seluruh bahan bangunan tersebut.

d. Desain Kandang
Ukuran kandang yang diperlukan berhubungan langsung dengan
ukuran kuda yang akan menempati kandang tersebut. kandang meliputi
desain kandang kuda anak, kuda remaja, kuda induk, kuda pejantan dan
karantina. Beberapa macam kandang diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Kuda Pejantan
-

Kandang kuda jantan dibuat terpisah dengan kuda lainnya (khusus


untuk menampung kuda jantan).

Ukuran lokal dibuat 4 x 4 m.

Kandang dibuat tidak saling berhadapan untuk menjaga agar kuda


pejantan tidak berkelahi.

Tinggi kandang 3 m untuk menjamin sirkulasi udara dapat berjalan


dengan baik.

Jendela yang ada pada tiap lokal harus berada sejajar dengan leher
kuda.

Terdapat pelepasan yang terpisah dari kuda lainnya, karena kuda


pejantan lebih agresif.

Konstruksi kandang harus kuat dan kokoh karena kuda pejantan


memiliki tenaga yang lebih besar.

b. Kuda Remaja
-

Kandang kuda remaja dibuat khusus terpisah dengan kandang kuda


lainnya.

Kandang kuda remaja yang jantan dan betina dipisahkan untuk


menghindari adanya perkawinan yang tidak terprogram.

Apabila dibuat perlokal ukurannya adalah 3 x 4 m.

Tinggi kandang 3 m untuk menjamin sirkulasi udara (ventilasi)


dapat berjalan dengan baik.

Jendela yang ada pada tiap lokal harus berada pada posisi sejajar
dengan leher kuda.

Terdapat pelepasan yang cukup luas agar kuda remaja dapat


bergerak bebas jika dilepaskan dan tidak tercampur dengan kuda
lainnya.

c. Kuda Karantina
Kandang karantina adalah kandang khusus untuk kudakuda yang dikarantina, biasanya kuda-kuda yang ditempatkan
dikandang ini adalah kuda yang mengalami sakit tertentu agar tidak
menular atau sedang dalam perawatan. Kandang karantina letaknya
terpisah dari kadang lain dan jaraknya tidak berdekatan untuk
mencegah terjadinya penularan penyakit. Hal yang harus diperhatikan
dalam mendesain kandang karantina adalah sebagai berikut :
-

Kandang karantina dibuat terpisah dari kandang lain untuk


menghindari penyebaran penyakit yang diderita oleh kuda yang
masih dalam perawatan.

Ukuran lokal dibuat 4 x 4 m.

Tinggi kandang 3-3,5 m, untuk menjamin sirkulasi udara dapat


berjalan dengan baik.

Jendela yang ada pada setiap kandang harus sejajar dengan leher
kuda.

Tempat pelepasan harus terpisah dari kuda lainnya.

d. Kuda Induk
-

Kandang induk dibuat terpisah dari kandang lainnya (ukurannya


dibuat khusus untuk menampung kuda induk).

Ukuran lokal dibuat 4 x 4,3 m.

Tinggi kandang 3 m untuk menjamin sirkulasi udara (ventilasi)


dapat berjalan dengan baik.

Jendela yang ada pada tiap lokal harus berada pada posisi sejajar
dengan leher kuda.

Terdapat pintu lokal untuk kuda induk yang melahirkan agar anak
yang baru lahir tetap di dalam lokal.

e. Kuda Anak
Kandang kuda anak adalah kandang yang digunakan untuk
menempatkan kuda anak beserta induknya, hal ini disebabkan kuda
anak masih memerlukan perawatan dan pengawasan dari induknya.
Hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain kandang kuda anak
adalah :
-

Kuda anak yang ditempatkan beserta induknya haruslah dipisahkan


dari kandang kuda yang lainnya, terutama kandang kuda jantan.

Kandang yang dibuat lebih lebar dari kandang yang lain sehingga
memiliki fungsi agar anak kuda dapat bergerak bebas.

Kandang minimal memiliki ukuran 4 x 4,5 m.

Tinggi kandang minimal 3 m, memiliki pintu masuk dengan lebar


1,5 m dan memiliki ventilasi/jendela untuk menjamin sirkulasi
udara dapat berjalan dengan baik.

Terdapat pelepasan yang cukup luas di sekitar kandang dan pagar


agar kuda induk dan anak dapat bebas berkeliaran di dalam
pelepasan.

e. Lantai Kandang
Lantai kandang yang baik adalah lantai yang dapat memberikan
daya cengkraman pada kaki kuda sehingga kuda tidak terpeleset, rata,
tidak licin dan mudah untuk menyerap air. Persyaratan pembuatan lantai
kandang antara lain :
1. Dasar lantai keras dengan tujuan untuk menghindari lantai amblas,
becek, berair, licin, berlubang, yang dapat mengganggu kenyamanan
dan kesehatan kuda.
2. Dapat menyerap air jika permukaan lantai rata dan terbuat dari beton
maka desain lantai dibuat miring agar air mudah mengalir.
3. Permukaan lantai rata dan tidak licin, dibuat agak kasar (seperti kotakkotak kecil) untuk menahan kaki kuda pada saat berjalan.

f. Pembuangan Kotoran
Pembuangan kotoran dari lokal harus dilakukan setiap hari dan
setiap saat, kotoran kuda dikumpulkan ditempat yang jauh dari kandang
kuda, apabila di sekitar kandang dibuat tempat penampungan kotoran
sementara, maka kotoran yang sudah terkumpul harus diangkut ke tempat
pembuangan akhir. Syarat-syarat tempat pembuangan kotoran sementara
di kandang adalah sebagai berikut :
1. Jarak antara kandang ke tempat pembuangan kotoran 10 m.
2. Dibuat bak penampungan sehingga kotoran tidak berceceran.
3. Kotoran yang sudah terkumpul dibersihkan secara rutin untuk menjaga
agar disekitar kandang tetap bersih (2 sampai dengan 3 hari kotoran
diangkut ketempat pembuangan akhir).
4. Bila memungkinkan bak penampungan kotoran diberi tutup.

g. Tempat Makan dan Minum Kuda


Tempat makan dan minum kuda permanen adalah tempat makan
dan minum kuda yang dibuat secara permanen. Biasanya temoat makan
dan minum kuda permanen dibuat menyatu langsung dengan kandangnya
dan tidak bisa dipindah-pindahkan lagi. Biasanya tempat makan dan
minum kuda terbuat dari beton dan dilapisi keramik/porselen.
-

Keuntungan:
a. Pembuatan tempat makan dan minum hanya satu kali.
b. Tidak mudah rusak oleh kuda.
c. Tahan lama.

d. Makanan dan minuman kuda tidak mudah tumpah.


-

Kerugian:
a. Bila tidak dibersihkan tempat makan dan minum kuda akan mudah
berjamur.
b. Tidak dapat dipindah-pindahkan.
c. Pembersihan lebih rumit terutama bagian bawahnya.
d. Bila terjadi retak/keropos maka pasir-pasir dan semen yang
berjatuhan akan termakan bersama makanan kuda.

h. Sinar Matahari dan Ventilasi


Kandang harus dapat memperoleh sinar matahari langsung
sehingga kandang atau ruang kandang harus selalu terang, kering, dan
tidak lembab. Hal ini untuk mencegah berkembangnya mikroorganisme
yang dapat mengganggu kondisi kesehatan kuda yang menempati kandang
tersebut.
Adanya pertukaran aliran udara atau sistem ventilasi yang baik
dalam kandang sangat dibutuhkan agar gas amonia yang terbentuk akibat
eksresi urine dapat mengalami pertukaran dengan udara bersih melalui
lubang-lubang udara yang ada, sehingga kondisi dalam kandang tidak
terlalu menimbulkan bau yang menyengat dan tetap terjaga kesegarannya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Octari (1990), usahakan agar kandang tidak
tertutup rapat, sehingga pertukaran udara bisa berjalan teratur dan tidak
menimbulkan hawa panas didalamnya. Kandang yang agak tertutup
biasanya dibuatkan untuk kuda yang melahirkan, yaitu untuk menjaga
kesehatan anaknya.

III
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan mengenai sistem perkandangan, maka dapat


diambil kesimpulan bahwa dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan
manajemen kandang tersebut diperlukan pembekalan kemampuan bagi peternak
yang meliputi desain kandang, tipe kandang, sanitasi kandang, tempat makan dan
minum kuda, pelepasan kuda dan perawatan kuda. Sesuai dengan tuntutan tugas
dan tanggung jawabnya.

DAFTAR PUSTAKA

Jacoebs,T.N. 1994.Budidaya Ternak Kuda.Kanisius.Yogyakarta


Kavaleri TNI-Angkatan Darat. 2008. Artikel militer detasemen kavaleri kuda
TNIAD.
McBane, S. 1994. Modern Stables Management. Ward Lock.United Kingdom.
McBane, S. 1991. Horse care Ridding a Thinking Approach. Papperback.
United Kingdom.
Wikipedia. http://id.wikipedia.org/wiki/Kandang_kuda (diakses pada tanggal 18
Mei 2014)