Anda di halaman 1dari 23

Laporan Resmi Praktikum Anatomi Hewan Chordata

I.

Judul

: Mamalia

II.

Tujuan

III.

1.

Mengetahui karakteristik spesies yang diamati (Cavia cobaya)

2.

Mengetahui organ dan system organ pada marmut (Cavia cobaya)

Dasar Teori
Mamalia adalah vertebrata yang tubuhnya tertutupi oleh rambut. Kelenjar mamae
dipunyai oleh hewan betina yang tumbuh baik untuk menyusui anaknya. Anggota gerak
depan

dapat

bermodifikasi

untuk

berlari,

menggali

lubang,

berenang

dan

terbang. Kulitnya terdapat kelenjar keringat dan kelenjar minyak (Brotoatmojo, 1990).
Mamalia tubuhnya dapat dibedakan menjadi caput, truncus dan cauda. Caput
dihubungkan dengan truncus dan leher. Cauda tidak memiliki homo sapiens ekstern,
tetapi masih dimiliki homo sapiens intern yang memiliki vertebrae yang membentuk,
walaupun jumlahnya hanya tiga yang mengalami reduksi (Radiopoetro, 1986).
Tubuh

mamalia

dilindungi

oleh

rambut-rambut.

Kulitnya

mengandung

bermacam-macam kelenjar, di dalam alveolus yang bentuk dan besarnya berbeda-beda


dalam dua induk (heterodon), menggali dan berenang. Jari kaki mempunyai cakar, kuku
atau telapak. Jantung terbagi menjadi enpat ruangan dengan sekat-sekat yang sempurna.
Lengkung aorta hanya satu, yaitu disebelah kiri. Paru-paru relatif besar dan hanya
terdapat dalam rongga dada. Sekat rongga tubuh yaitu diafragma yang terletak antara
rongga dan perut (Djuhanda, 1982).
Cavia cobaya termasuk ordo rodentia yang merupakan anggota mamalia yang
bagian caecumnya berkembang lebih baik dari semua mamalia yang ada dalam satu
spesies, jumlahnya kira-kira mencapai tiga ribu jenis (Moment, 1967).
Marmut (Cavia cobaya) merupakan hewan pentadactyl (memiliki jari-jari yang
bercakar), lengan bawah dapat pronasi dan suprinasi. Hewan ini tidak berekor
dan memilikiglandula mamae untuk menyusui anaknya. Uterusnya bertipe duplex,
merupakan tipe yang paling primitif dimana bagian kanan dan kiri uterus terpisah oleh
adanya vagina pada hewan betina (Radiopoetro, 1986).
Mamalia diduga berasal dari reptil Sinodon (periodik Triassik) yang giginya
berdiferensiasi. Ordo paling besar adalah rodentia, misalnya tandir beaver, tikus dan
hewan-hewan kecil yang mempunyai gigi seri sebagai gigi pengerat. Kelenjar pada kulit
mamalia antara lain sebacius, kelenjar keringat, kelenjar bau, dan kelenjar mamae.
Pernafasan dengan pulmo, laring mempunyai tali suara, muscullus diafragmaticus
sempurna memisahkan pulmo dan cor dengan rongga abdominalis. Ordo rodentia
mempunyai tubuh kecil, beranggota badan, berjari lima dan berkuku (Hidelbrand, 1974).

Telur mamalia berukuran sangat kecil. Sumber makanan embrio berasal dari
badan induk yang dilakukan oleh suatu organ pertukaran yaitu placenta dan tali
pusar. Sistem sirkulasi induk dengan sirkulasi embrio atau fetus tidak berhubungan
langsung. Ketika lahir, anaknya menerima secara terus menerus makanan dari induknya
dalam bentuk air susu. Pertukaran udara pada mamalia terjadi di paru-paru
disempurnakan oleh gerak rongga dada dan diagframa pada mamalia, septum jantung
bersifat sempurna, dan memberi empat kamar yang benar-benar terpisah. Atrium kanan
menerima darah miskin oksigen dari badan dan ventrikel kanan memompa darah yang
kuat ke paru-paru untuk melepaskan karbondioksida dan mengambil persedian oksigen
kembali ke atrium kiri dan dipompa keluar dengan kuat kesemua organ dan jaringan
tubuh (Kimball, 1986).
Cavia cobaya menurut Moment (1967) dan Djuhanda (1981) termasuk ordo
rodentia yang merupakan anggota mamalia yang bagian caecumnya berkembang lebih
baik dari semua mamalia yang ada dalam satu spesies, jumlahnya kira-kira mencapai tiga
ribu jenis. Sistem pernafasan yaitu trachea, glottis, laring. Glotis adalah lubang masuk
dari faring ke trachea. Pangkal trachea yang melebar seperti kotak dinamakan larings.
Bagian ini tidak hanya untuk lewatnya udara saja, tetapi juga berguna sebagai alat suara
Sistem pencernaan pada marmut antara lain terdiri atas oesophagus, lambung
dan usus, dengan oesophagus terletak di sebelah dorsal dari trachea, melewati rongga
dada kemudian menembus diafragma untuk masuk masuk ke lambung. Lambung terletak
di belakang diafragma sebelah kiri rongga abdomen, usus terletak sesudah lambung,
dapat dibedakan menjadi usus halus dan usus kasar, usus halus terdiri dari tiga bagian
yaitu duodenum, jejunum dan ileum yang batasnya tidak dapat dibedakan. Lambung dan
duodenum dihubungkan dengan suatu lubang yang disebut pilorus yang dindingnya
terdiri dari otot sfingster yang dapat membuka dan menutup, sedangkan usus kasar terdiri
dari caecum, colon dan rectum, serta berakhir pada anus (Djuhanda, 1980).
Cavia cobaya memiliki sistem urogenitalia yang terdiri dari sistem urinaria dan
sitem genitalia. Menurut Walter dan Sayles (1959) salah satu alat ekskresi pada mamalia
adalah ginjal yang disebut metanerfos. Jumlah nefron pada mamalia sangat besar, laju
metabolisme yang tinggi menghasilkan limbah yang besar. Tubulus yang menghasilkan
urin mengalir ke dalam ureter yang berkembang sebagai suatu pertumbuhan dari saluran
arkinefrik. Urutan evolusi ginjal adalah holonefros, opistonefros, dan metanefros.
Perkembangan embrio mammalia terdapat mesoderm nefrogenik (mesoderm ginjal)
timbul di sebelah dorsal sepanjang embrio, tetapi hanya bagian paling belakang yang
berkembang menjadi metanefros dewasa

Sistem genitalia Cavia cobaya jantan dibangun oleh sepasang testis yang
bentuknya bulat telur berwarna putih, terletak dalam rongga perut. Epididymis terdiri dari
caput, corpus, cauda epididymis. Ductus deferens berupa saluran berjalan disebelah
dorsal dari kantung urine dan bermuara pada ductus spermatikus yang terdapat pada
batang penis. Sepasang papilla mammae (muara glandula mammae) terletak diantara kaki
belakangnya, namun pada hewan jantan, glandula mammae tidak melakukan sekresi.
Bagian belakang penis terdapat lekuk pirenium yang merupakan lekukan yang dalam dan
nampak selalu kotor. Lekuk ini merupakan tempat bermuara kelenjar bau yang digunakan
sebagai tanda pengenal spesies dan hedonik atau pemikat lawan jenis. Sistem genitalia
betina pada marmut tersusun atas beberapa organ, yaitu ovarium, tuba falopi, oviduct
(Weichert, 1984).
Sistem urinaria dibangun oleh sepasang ginjal yang berwarna merah tua,
berbentuk seperti kacang, terletak di daerah lumbar sebelah dorsal dari rongga abdomen
dan saluran pelepasan yang merupakan bagian medial ginjal berupa hilus tempat
keluarnya urine. Kelanjutan dari ginjal adalah ureter saluran yang bermuara pada vesica
urinaria aitu tempat penampungan urine sementara yang akhirnya urin akan dikeluarkan
melalui uretra (ductus urospermatika) keluar tubuh (Jasin, 1989).
Klasifikasi

IV.

Kingdom

: Animalia

Filum

: Chordata

Sub phylum

: Vertebrata

Classis

: Mamalia

Sub classis

: Eutheria (Placentalia)

Ordo

: Rodentia

Sub ordo

: Simplicidentata

Familia

: Caviidae

Genus

: Cavia

Spesies

: Cavia cobaya

Alat dan Bahan


Alat:
1. Papan parafin (1 buah)
2. Gunting bedah (1 buah)
3. Jarum pentul (1 buah)
4. Lup
Bahan:

(1 buah)

1. Marmut (Cavia cobaya)

V.

(1 buah)

Cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan
2. Mengamati morfologi pada Cavia cobaya
3. Menyembelih marmut (Cavia cobaya), kemudian meletakkan pada papan
parafin
4. Mengamati morfologi (bentuk luar) dari Cavia cobaya
5. Membedah marmut (Cavia cobaya) dari kloaka hingga leher
6. Mengamati tiap organ dan sistem organ yang ada pada Cavia cobaya
7. Mendokumentasikan jalannya praktikum.

VI.

Data Pengamatan

Gambar : Morfologi Cavia cobaya

Keterangan :

Deskripsi : Morfologi Cavia cobaya

Tubuh marmot diliputi oleh kulit yang berambut dan berkaki empat sehingga dimasukkan
ke dalam golongan tetrapoda, dan mempunyai glandula mamae atau kelenjar air susu yang
merupakan ciri khas untuk hewan-hewan mammalia. Kecuali binatang berparuh bebek
(Ornithorynchus) yang termasuk ordo Monotremata, semua mamalia melahirkan (vivipar).
Batas antara kepala (caput), leher (cervix), badan (truncus), ekor (caudal) yang rudimenter,
dan anggota gerak (extremitas) terlihat dengan jelas.
a. Kepala (caput)
Pada bagian kepala dapat dijumpai adanya organ-organ berikut:

Celah mulut (rima oris), yang dibatasi oleh bibir (labium) dan terdiri dari bibir
atas (labium superior) yang bercelah, di atasnya ada rambut-rambut yang kaku
dan panjang yang disebut vibrissae, di tengah-tengah bibir atas ada celah
sehingga nampaklah dua dentes incisive. Selain itu terdapat bibir bawah
(labium inferior).

Sepasang lubang hidung luar (nares anteriores).

Alat penglihatan (organon visus), yang dilindungi oleh kelopak mata atas

(palpebrae superior atau frontalis) dan kelopak mata bawah (palpebrae


inferior). Pada sudut anterior mata terdapat membran nictitans, membrane ini
sudah mengalami rudimenter yang disebut plica semilunaris.

Sepasang daun telinga (pinna auricularis), sepasang yang panjang serta


mengelilingi lubang telinga (maeatus acusticus externus) dan lubang saluran
telinga luar.

b. Badan (truncus)

Bagian ini terdiri atas thorax (bagian dada), abdomen (perut), dorsum
(punggung), glutea (pantat), perineum (daerah antara alat kelamin luar dan
anus), cauda (ekor).

Pada bagian perut di daerah lipatan paha terhadap sepasang puting susu
(papilla mammae), ialah suatu tonjolan yang bermuara pada saluran ductus
lactiferous dari glandula mammae (kelenjar-kelenjar susu) terdapat di daerah
inguinal.

Memperhatikan struktur-struktur berikut: Anus, merupakan lubang pelepasan


dari saluran pencernaan makanan makanan. Lekuk perineum, terletak di depan
anus.

Tempat bermuaranya kelenjar perineum yang getahnya berbau khas dalam


merangsang birahi (hedonic).

Alat-alat kelamin sebelah luar (organ genitalia externa)


Pada hewan betina terdapat vulva, yaitu daerah alat kelamin betina
externa yang dibatasi oleh labium mayor dan labium minor; terdapat
clitoris, yang merupakan penis yang rudimenter dan pada kepalanya
terdapat lubang urine yang disebut orificium clitoridae, lubang vagina,
tempat masuknya penis pada waktu kopulasi yang tentang lewatnya
bayi pada saat melahirkan.
Pada hewan jantan, di daerah perineum terdapat: penis, sebagai alat
kopulasi. Ujung penis disebut kepala penis yang ditutupi oleh kulit
lepas yang disebut preputium. Pada ujung kepala penis terdapat lubang
untuk urine dan sperma yang disebut orificium urethrae. Scrotum atau
kantung testis baru tampak jelas bila dilakukan pemijitan pada bagian
lateral penis ke arah posterior.

c. Ekor (caudal) yang rudimenter


d. Anggota gerak (Extremitas)
Cavia memiliki anggota gerak depan (extremitas anterior atau cranialis) yang
berjari empat dan anggota gerak belakang (extremitas posterior atau caudalis) yang

berjari 3.

Extremitas cranialis terdiri dari:


Brachium (lengan atas) berupa humerus.
Antibracium (lengan bawah) berupa radius dan ulna.
Manus (tangan) berupa digiti yang berupa ossa carpalia (tulang
pergelangan tangan), ossa metacarpalia (tulang telapak tangan) dan
phalangus (ruas jari-jari).
Cingulum pelvicus berupa tulang pinggul yang menempel secara kokoh
ada sacrum dan masing-masing setengah tulang pinggul itu terdiri atas:
os ichium (sebelah posterior) dan os pubic (sebelah ventral). Pertemuan
ketiga tulang itu membentuk manglokan yang terkenal sebagai anterior
dorsalis bersatu secara senyawa, disebelah ventral dibagian vertebrae.

Extremitas caudalis terdiri dari:

Femur sebagai tungkai atas,

Crus sebagai tungkai bawah terdiri atas tulang tibia dan fibula

Pes (kaki) terdiri atas ossa tersalia (tulang pergelangan tangan), ossa
metacarpalia (telapak kaki) dan phalangus (ruas jari-jari). Jari ada yang
berfucula (cakar) dan berunggula (telacak).

Penutup tubuh berupa kulit lunak dan tipis kecuali bagian tertentu mengalami penebalan
dan cornifikasi, misalnya telapak kaki hewan tertentu, pada umumnya bulu dan rambut.
Pada tiap-tiap rambut dari papil dan dasarnya terdapat pada suatu kantong yang disebut
foliculus yang tertanam di dalam kulit dan dibatasi oleh epidermis. Masing-masing
foliculus berhubungan dengan kelenjar sebaceous yang menghasilkan sekresi (sebum)
untuk meminyaki rambut. Foliculus terletak miring dalam kulit dan terdapat musculus
erector yang menyebakan bulu berdiri jika hewan itu kedinginan atau marah. Rambut dapat
tumbuh dan kecuali bagian pangkal yang merupakan benda mati sebagian hasil dari
epidermis rambut itu pada beberapa spesies dan diganti yang baru dari foliculus yang sama.
Tiap-tiap rambut dari dalam keluar tersusun atas medulla, certex dan pembungkus sisi
reticulair. Warna bulu (rambut tergantung pada butir-butir pigmen yang terdapat dalam
cortex (hitam, coklat, merah dan kuning), warna biru sering disebabkan karena kombinasi
efek pigmen dan gejala interferensi sinar dari cortex cuticula (sisik reticulair).
Diafragma

Diafragma merupakan batas antara cavum obdimale dan cavum thoracis, berbentuk
corvex kea rah cranial, terdiri atas 2 bagian:

1. Pars muscularis; merupakan otot- otot antara lain: pars sternocostalis, origo
pada sternum dan costa.
2. Pars lumbalis, serabut ototnya berorigo pada columna vertebralis pada daerah
lumbal.

Semua serabut otot menuju daerah tengah yang disebut Centrum tendineum.

Pada diafragma terdapat beberapa lubang untuk jalan urat-urat darah, urat saraf,
oesophagus dan beberapa alat lain, lubang-lubang itu adalah:
a. Hiatus articus: dilalui aorta dan ductus thoracicus, lubang ini terletak di ventral
columna vertebralis.
b. Hiatus esophagus: dilalui esophagus dan nervus vagus, terletak di sebelah
ventral hiatus aorticus.
c. Foramen venae cavae, dilalui vena cava inferior, terletak lebih ke ventral dan
kanan

Gambar : Topografi Cavia cobaya

Keterangan :

Deskripsi :
Topografi Cavia cobaya terdiri dari:
1. Oesophagus saluran penghubung antara cavum oris dan ventriculus
2. Ventriculus memiliki dinding berwarna pucat agak kehijauan
3. Intestinum tenue memiliki 3 bagian yaitu duodenum (usus 12 jari), jejenum
(usus kosong), dan ileum (usus penyerapan), berukura panjang berkelak kelok
4. Caecum (usus buntu) batas antara usus halus dan usus besar, warna hijau
keabu-abuan.
5. Vesica felea batas antara kantong tempat penyimpanan empedu yang berwarna
kehijauan
6. Hepar (hati) berwarna coklat kemerahan, terletak disebelah caudal diafragma
dan sebagai penghasil empedu, berjumlah 5 lobus
7. Pankreas kelenjar pencernaan yang warnanya agak pucat pada mesentrium dan
dapat menghasilkan hormon auksin

8. Intestinum crassum terdiri atas 3 bagian : Taenia, Incisura, Hausta.


9. Pulmo dexter ada 3 lobus dan pulmo sinister ada 2 lobus
10. Ren (ginjal) ada sepasang yaitu kanan dan kiri, dibungkus kapsula lendir
11. Cor (jantung) ada 4 ruang., dibungkus oleh selaput pericardium
12. Ureter saluran dari ren ke vesica urinaria
13. Vesica urinaria kantong penampung urin sementara

Gambar : Sistem Digestoria Cavia cobaya

Keterangan :
1.

Labium (mulut)

2.

Pharinx

3.

Hepar

4.

Ventriculus

5.

Duodenum

6.

Jejenum

7.

Ileum

8.

Caecum

9.

Vesica fellea

10. Anus

Deskripsi :
Sistem pencernaan marmut (Cavia cobaya) terdiri dari:
A. TRACTUS DIGESTIVUS
1. Cavum oris (rongga mulut)
Rongga ini dibentuk oleh atap dan dasar. Atap rongga mulut terdiri dari palatum
durum (langit-langit keras disebelah anterior), dan palatum mole (langit-langit
lunak disebelah posterior). Tepi belakangnya disebut velum palatine. Sedangkan
dasar rongga mulut terdiri dari dentis dan lingua. Lingua ( lidah ) : berfungsi
untuk mengatur peletakan makanan di dalam mulut. Organ ini penuh dengan
bintil-bintil papillae yang mengandung gerombolan sel saraf perasa. Karena itulah
, lidah merupakan indra perasa .
2. Dentes (gigi).
o Macam-macam gigi pada Cavia cobaya:

Dens incisivus: berguna untuk mengerat, memanjang seperti pahat,


hanya pada dataran muka saja yang dilapisi dengan lapisan email. Gigi
tersebut tumbuh terus, berjumlah 4.

Dens caninus: tidak ada, jadi diantara dens incisivus dan dens premolare

ada celah tanpa gigi yang disebut diastema.

Premolare: corona mempunyai crista-crista dari email yang melintang


dan tajam, berguna untuk mengunyah pada arah muka dan ke belakang.
Berjumlah 4 buah.

Molare: terdapat di caudal premolare, corona mempunyai crista-crista,


berjumlah 12 buah.

Rumus gigi pada Cavia cobaya:


M3

P1 C0 I1 ; I1 C0 P1 M3

M3

P1 C0 I1 ; I1 C0 P1 M3

Keterangan
M : molare

C : caninus

I : incisivus

P : premolare

Angka-angka menunjukkan jumlah gigi tersebut.


Sifat gigi pada Cavia cobaya:

Heterodont : bentuk gigi tidak semua sama

Thecodont : gigi-gigi terletak dalam alveolus

Diphyodont: dentition (pembentukan gigi) terjadi 2 kali

Lopodhont : corona gigi mempunyai cristae yang melintang

3. Faring
Merupakan persimpangan jalan makanan dan jalan respirasi. Bagian bawah lidah
sebelah ventral terdapat tulang respirasi atau glotis. Bila makanan melalui lubang
ini maka akan ditutup oleh klep anterior yang disebut epiglotis.
4. Oesophagus
Oesophagus merupakan pipa musculus yang sempit sebagai lanjutan dari faring.
Gastrum pada Cavia cobaya merupakan bentuk kantong sebagai lanjutan dari
oesophagus. Lambung dapat dibedakan atas pars cardia yang merupakan tempat
muara oesophagus kemudian pars pylorica sebagai bagian akhir yang selanjutnya
bersambung dengan duodenum, dimana selain pars cardia dan pars pylorica, ada
juga fundus sebagai ruang sebelah caudal dari cardia.
5.

Ventriculus
Ventriculus merupakan kantong sebagai lanjutan dari oesopahagus. Dibedakan
menjadi pars cardia, pylorus, dan fundus.

6. Intestinum

Intestinum merupakan saluran berkelok-kelok yaitu tempat penyerapan zat-zat


makanan setelah mengalami perombakkan yang terakhir. Intestinum ada dua
yaitu:
Intestinum tenue, meliputi:
o Duodenum, berbentuk huruf U, bagian yang naik disebut pars ascendens
dan bagian yang turun disebut pars descendens
o Jejunum, merupakan lanjutan dari duodenum
o Ileum, lanjutan dari jejunum yang berkelok-kelok
intastinum crasum (haustrae, incisura, dan taenia).
Caecum (usus buntu), merupakan batas antara intestinum tenue dan intestinum
crassum. Berbentuk kantung yang sangat besar, berwarna hijau keabu-abuan
terdiri atas taenia, houstradan incisura.
7. Colon
Pangkal colon keluar dari caecum berdekatan dengan muara dari ileum. Colon
dapat dibagi menjadi :
Colon ascenden, yang mengarah ke atas.
Colon descenden, yang ,mengarah ke bawah.
Colon transverum, yang mengarah melintang.
Colon sigmoideum, yang merupakan colon terakhir.
8. Rectum
Rectum merupakan usus terakhir dan dari sini kotoran dikeluarkan melalui anus.

B. GLANDULA DIGESTORIA
Cavia cobaya mempunyai kelenjar-kelenjar pencernaan yaitu hati dan pankreas.

Hati merupakan suatu kelenjar yang besar dan berwarna merah kecoklatan yang
terbagi atas beberapa lobi (7 lobi). Tiap lobi terdapat duktus hepatikus yang
mengeluarkan sekresi ke vesica felea (kantong empedu).

Pankreas terletak antara pars ascendens dan pars descendens dari duodenum
berwarna merah muda dan bersaluran membentuk duktus pankreatikus, dimana
didalamnya terdapat sel yang disebut insulae langerhensi (Pulau Langerhans)
yang menghasilkan sekresi (hormon) berupa insulin yang langsung masuk ke
pembuluh darah. Lien ( limpa) letaknya dekat dengan lambung, berwarna merah
seperti keping biji kacang.

Juga terdapat ductus choledochus, ductus hepaticus dan ductus cysticus .

Gambar : Sistem Respirasi Cavia cobaya

Keterangan :

Deskripsi :
Sistem respirasi (sistem pernapasan) pada Cavia cobaya terdiri atas :

Cavum nasi (rongga hidung)

Nares posteriores : lubang hidung yang terdapat pada cavum oris

Larynx : suatu rongga yang terletak disebelah belakang pharynx, dibentuk oleh
cartilago-cartilago yang membentuk larynx. Rongga larynx disebut auditus laryngis.
Hubungannya dengan pharynx melalui rima glotidis. Tulang-tulang rawan yang
membentuk larynx antara lain epiglotis, cartilago thyroidea, cartilago cricoidea,
cartilago artheryoidea dan cartilago santorini

Trachea : diperkuat dengan adanya cincin tulang (annulus trachealis)

Brochus :dinding bronchus diperkuat dengan annulus bronchiolus

Pulmo : sepasang (sinister & dexter). Pulmo dexter terdiri dari 3 lobi yaitu lobus
superius, lobus medius, lobus infeerius. Pulmo sinister terrdiri dari 2 lobi yaitu : lobus
superius dan lobus inferius. Tiap-tiap lobus dimasuki oleh bronchiolus.

Alur-alur hidung mengandung tulang-tulang turbinal yang berkelok-kelok yang


memperluas permukaan olfaktori.

Laring beratap sebuah epiglottis yang mengandung pita-pita suara.

Fase aktif dalam pernapasan adalah inspirasi yang diikuti oleh depresi (perataan) dari
diafragma dan elevasi dari tulang-tulang iga (dengan gerakan melengkung keluar).

Gambar : Sistem Cardiovascular Cavia cobaya

Keterangan :
1. Jantung (Cor)
2. Arteri kanan
3. Arteri kiri
4. Vena
5. Pulmo

Deskripsi :
Sistem sirkulasi terdiri dari jantung dan pembuluh darah.
1. Jantung

Terdapat dalam cavum thoracis, terbagi menjadi 4 bagian yaitu dua atrium dan
dua ventrikel yang terpisah secara sempurna oleh septum cordis yang terdiri
atas:
Septum atriorum (memisahkan atrium dextrum dan atrium sinistrum)
Septum ventriculorum (memisahkan ventrikel dextrum dan ventrikel
sinistrum)

Cor dibungkus oleh pericardium. Pericardium terdiri atas 2 lembaran yaitu


lamina visceralis (lapisan sebelah dalam) dan lamina parietalis (lapisan
sebelah luar).

Kedua lembaran itu membatasi suatu ruangan yang disebut cavum pericardii.
Di dalam cavum pericardii terdapat cairan liquor pericardii.

2. Pembuluh darah

Atrium dextrum
Pembuluh-pembuluh darah yang bermuara disini ialah vena cava caudalis,
vena cava sinistra dan vena cava cranialis dextra.

Atrium sinistrum
Pembuluh-pembuluh darah yang bermuara disini ialah vena pulmonalis
sinistra dan vena pulmonalis dextra.

Ventrikel sinister
Dinding ventrikel lebih tebal dari pada atrium, dinding ventrikel sinister
lebih besar dari pada ventrikel dexter, yang keluar dari ventrikel sinister
ialah aorta.

Ventrikel dexter
Yang keluar dari ventrikel dexter ialah aorta pulmonalis. Antara atrium
sinistrum dan ventrikel terdapat lubang yang disebut aperture atrioventrikulare sinister sive ostium venosum sinistrum. Disini terdapat klep
yang disebut valvula bicuspidalis sive valvula mitralis. Antara atrium
dextrum dan ventrikel dextrum terdapat lubang yang disebut aperture atrio
ventriculare dexter sive ostium venosum dextrum. Disini terdapat juga klep
yang disebut valvula seilunaris.

Terdapat sirkulasi ganda (sirkuit sistemik dan pulmoner) yang terdiri atas peredaran
darah kecil dan peredaran darah besar.

Pengiriman oksigen ke seluruh tubuh akan semakin meningkat karena tidak ada
pencampuran darah yang kaya akan oksigen dengan yang miskin oksigen, jadi lebih
sempurna dari reptile.

Sebagai hewan endotermik, memerlukan lebih banyak oksigen per gram bobot tubuhnya
dibandingkan dengan vertebratalain dengan ukuran tubuh yang sama

Gambar : Sistem Urogenitale Cavia cobaya

Keterangan :

Deskripsi :
Sistem Urogenital pada Cavia cobaya terdiri dari :
A. Sistem Uropoeticum, terdiri atas :
1. Ren (metanephros) : sepasang dan dibungkus oleh lapisan kapsula lendir. Bagianbagiannya :

Cortex : bagian paling luar dan terdapat glomeruli

Medula : terdapat saluran-saluran externi

Pyramide malphigi

Pelvis renis : suatu ruangan berdinding tipis

2. Ureter : sepasang, berwarna agak pucat


3. Vesica urinaria : tunggal, sebagai muara ureter dan tempat menyimpan urin sementara
4. Uretra : saluran kelua dari vesica urinaria
B. Sistem Genital
1. Sistem Genitalia Masculina (Jantan)
a. Sistem genitalia inteerna

Testes : sepasang, berbentuk bulat telur kecil menghasilkan spermatozoon.


Terletak dalam scrotum, setelah testes mengalami descensus teticularum

(penutupan testis). Descensus teticularum adalah suatu peristiwa turunnya


testis dari cavum abdominale ke dalam scrotum sebagai usaha untuk
menyesuaikan

temperatur

optimum

pada

pembuahan/pembuatan

spermatozoon. Dinding scrotum terdiri dari 3 lapisan yaitu kulit, m.cremaster


(lanjutan otot-otot pada dinding perut) dan lanjutan peritonium

Epididimis : sebelah medial testes, melengkung dari cranial sepanjang tepi


testis. Terdiri atas caput epididimis, ductus deferens, dan ductus ejaculatorius

b. Sistem genitalia externa : penis yang tersusun atas :

Corpus cavernosus penis : sepasang dan berongga untuk mengedarkan erectio


pada waktu copulatio

Corpus convernosus uretra : tunggal diventral Corpus cavernosus penis

Praepultium : kulit longgar yang menyelubungi ujung cranial penis

c. Kelenjar-kelenjar yang terdapat pada sistem genitalia maculina

Glandula prostata : sebelah dorso caudal vesica urinaria, bermuara pada uretra,
disebelah caudal colliculus seminalis

Uterus masculinus (utriculus protaticus) atau vagina masculine : sepasang, sisa


ductus mulleri, fungsinya belum jelas

Glandula vesicalis : sepasang, bermuara dekat colliculus seminalis pada uretra

Glandula bulbo urethralis (couperi) : sepasang, secretnya bersifat basis


berguna untuk menetralkan isi vagina yang bersifat asam dan juga sisa-sisa
urin dalam uretra, pada jantan (waktu kopulasi). Secretnya juga berguna untuk
spermatozoon karena spermatozoon bergerak sangat aktif dalam suasana basis
lemah

Glandula inguinalis (glandula perinelais) : sepasang, kiri dan kanan basis


penis, mengeluarkan secret yang berbau sehingga dapat merangsang betina

Secret-secret kelenjar itu semua, bersama-sama dengan spermatozoon disebut


sperma
2. Sistem Genitalia Femina (Betina)
a. Sistem genitalia interna

Ovarium : sepasang, terletak disebelah caudal ren

Uterus : sepasang, berasal dari ductus mulleri, berkelok-kelok, bagiannya :


o Infundibulum tubae : berupa corong, terletak dekat ovarium, menerima
sel telur setelah keluar dari ovarium
o Tubae tipis : berkelok-kelok, kelanjutan dari infundibulum tubae, disini
terjadi pembuahan

o Uterus tipe biconus : dindingnya tebal, embrio melekat pada dinding


uterus dengan perantaraan plasenta
b. Sistem genitalia externa

Vagina : tunggal

Vulva : celah antara kedua labium majus, berupa muara keluar

Labium majus : sepasang

Labium minus : terletak disebelah dalam labium majus

Clitoris : suatu alat kecil, homolog dengan penis.

Gambar : Sistem Muscular Cavia cobaya

Keterangan :

Deskripsi :
Bila dibandingkan dengan vertebrata rendah mamalia memiliki musculus segmen pada
vertebrae dan costae lebih sedikit dan sehubungan dengan aktifitas yang lebih banyak pada
kepala, leher, dan extremitas berkembang baik. Anggota tubuh terproyeksi kearah ventral
tidak seperti amphibia dan reptilia (ke arah lateral). Diantara musculus yang penting bila kulit
dibuka antara lain ialah:
1. Musculus massetter, kanan kiri yang melekat pada rahang atas dan rahang bawah,
musculi ini kuat berguna untuk mengunyah.
2. Musculus sterno cephalica, kanan kiri leher memanjang, menggandeng kepala dan
sternum.
3. Musculus pectoralis, berbentuk lebar melekat pada sternum dan humerus terdiri atas
dua bagian.
4. Musculus rectus abdominalis, ditengah tengah perut, menghubungkann pelvicus
dengan sternum. Menutup ruang perut pada ventral (dibawah).
5. Musculus obliqus abdominalis, terdiri atas dua bagian yaitu musculus oblicus externa
dan interna, musculus tersebut menutup perut bagian samping.
6. Musculus tranversus abdominalis, terletak dibawah musculus oblicus interna.

7. Musculus intercostalis, terdiri atas dua bagian yaitu musculus intercostalis interna dan
musculus intercostalis externa terdapat diantara costae.
8. Musculus latisimus dorsi, terdapat di atas punggung, membujur dari leher hingga
tulang pelvicus.
9. Musculus-musculus yang terdapat pada tiap-tiap extremitas anterior dan posterior
berfungsi menggerakkan kaki dan bagian-bagianya.

VII.
1.

Kesimpulan
Marmut termasuk dalam kelas mamalia, dimana hewan ini memiliki ciri yang khas
yaitu memiliki kelenjar mammae, selain itu juga tubuhnya ditutupi oleh rambut,
kulitnya mengandung bermacam-macam kelenjar, jari kakinya memiliki cakar, kuku
dan telapak.

2.

Morfologi Marmut terdiri dari kepala (caput), leher (cervix), badan (truncus) dan
ekor yang rudimenter.

3.

Sistem pencernaan Marmut terdiri dari oesophagus, lambung dan usus. Usus pada
Marmut terdiri dari dua yaitu usus halus dan usus kasar. Usus halus terdiri dari
duodenum, jejunum dan illeum. Usus kasar terdiri dari caecum, colon dan rectum.

4.

Sistem ekskresi pada Marmut dibangun oleh sepasang ginjal, ureter, vesica urinaria,
urethra dan anus.

5.

Sistem genatalia Marmut jantan dibangun oleh sepasang testis, epididymis, ductus
defferens dan ductus spermaticus.

6.

Sistem genetalia Marmut betina dibangun oleh ovarium yang berjumlah sepasang,
oviduct, uterus dan vagina.

7.

Bila dibandingkan dengan vertebrata rendah mamalia memiliki musculus segmen


pada vertebrae dan costae lebih sedikit dan sehubungan dengan aktifitas yang lebih
banyak pada kepala, leher, dan extremitas berkembang baik. Anggota tubuh
terproyeksi kearah ventral tidak seperti amphibia dan reptilia (ke arah lateral).

VIII. Daftar Pustaka


Brotowidjoyo, M.D. 1993. Zoology Dasar. Jakarta: Erlangga
Jasin, Maskoeri. 1992. Zoologi Vertebrata. Jakarta: Sinar Wijaya
Kimball, J. W. 1991. Biologi Jilid 3. Jakara: Erlangga
Parker, T. J. and Haswell, W. A. 1978. Text Book of Zoology II Vertebrates. New
York: The Mac Millan Press
Radiopoetro. 1977. Zoologi. Jakarta : Erlangga
Saktiyono. 1997. Biologi. Jakarta: Erlangga
Sari, Dewi Puspita dan Tim Asisten. 2014. Modul Praktikum Anatomi Hewan.
Surakarta : UNS Press
Smith, E.F. 1963. General Zoology. London: WB Saunders Company
Storer, and Usinger. 1961. Elemen of Zoology. London: McGraw-Hill Book Company
Inc.

IX.

Lampiran
1 lembar foto dokumentasi Anatomi Mamalia

Surakarta, 03 Desember 2014


Asisten

Praktikan

Puji Hendarto

Mutiara Ramadhan

NIM.

NIM. K43130047