Anda di halaman 1dari 13

Akuntansi Manajemen Sektor Publik

Akuntansi Pemerintahan
KELOMPOK 4 :
Jumelia Gusnita
Raisa Kirana
Raflesia Nur Dita
Zubir

DOSEN PEMBIMBING :
Prof. Dr. Ria Nelly Sari, SE, MBA, Ak, CA

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI


UNIVERSITAS RIAU
2014

A.

Pendahuluan
KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN SEKTOR PUBLIK
Akuntansi sektor publik memiliki kaitan yang erat dengan penerapan dan perlakuan
akuntansi pada domain publik.Domain publik sendiri memiliki wilayah yang lebih luas
dan kompleks dibandingkan dengan sektor swasta. Keluasan wilayah publik tidak hanya
disebabkan luasnya jenis dan bentuk organisasi yang berada di dalamnya, akan tetapi juga
karena kompleksnya lingkungan yang mempengaruhi lembaga-lembaga publik tersebut.
Secara kelembagaan, domain publik antara lain : badan-badan pemerintahan (pusat
dan daerah), BUMN dan BUMD, yayasan, organisasi politik, LSM, Universitas dan
organisasi nirlaba lainnya.
Istilah Sektor Publik sendiri memiliki pengertian yang bermacam-macam. Dari
sudut pandang ilmu ekonomi, sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas yang
aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan
publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik.
Beberapa tugas dan fungsi sektor publik dapat juga dilakukan oleh sektor swasta,
misalnya : layanan komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transportasi publik dan
sebagainya. Adapun beberapa tugas sektor publik yang tidak bisa digantikan oleh sektor
swasta, misalnya : fungsi birokrasi perintahan. Seabagi konsekuensinya, akuntansi sektor
publik dalam beberapa hal berbeda dengan akuntansi sektor swasta.
SIFAT DAN KARATERISTIK AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
Akuntansi merupakan sutau aktivitas yang memilki tujuan untuk mencapai hasil
tertentu dan hasil tersebut harus memiliki manfaat. Dalam beberapa hal, akuntansi sektor
publik berbeda dengan akuntansi pada sektor swasta. Perbedaan sifat dan karakteristik
akuntansi tersebut disebabkan karena adanya perbedaan lingkungan yang mempengaruhi.

Komponen lingkungan yang mempengaruhi organisasi sektor publik meliputi:


Faktor ekonomi meliputi antara lain :
Pertumbuhan ekonomi
Tingkat inflasi
Tenaga kerja
Nilai tukar mata uang
Infrastruktur
Pertumbuhan pendapatan per kapita (GNP/GDP)
Faktor politik meliputi antara lain :
Hubungan negara dan masyarakat
Legitimasi pemerintah

Tipe rezim yang berkuasa


Ideologi negara
Elit politik dan massa
Jaringan Internasional
Kelembagaan
Faktor kultural meliputi antara lain :
Keragaman suku, ras, agama, bahasa dan budaya
Sistem nilai di masyarakat
Historis
Sosiologi masyarakat
Karakteristik masyarakat
Tingkat pendidikan
Faktor demografi meliputi antara lain :
Pertumbuhan penduduk
Struktur usia penduduk
Migrasi
Tingkat kesehatan
Tuntutan baru muncul agar organisasi sektor publik memperhatikan value of money
dalam menjalankan aktivitasnya, dimana value of money merupakan konsep pengelolaan
organisasi sektor publik yang mendasarkan pada 3 elemen utama, yaitu :
1. Ekonomi : pemerolehan input dengan kualitas tertentu pada harga yang terendah.
2. Efisiensi : pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau
penggunaan input yang terendah untuk mencapai output tertentu.
3. Efektivitas : tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan atau
perbandingan outcome dengan ouput.
Ketiga hal tersebut merupakan pokok value of money, namun beberapa pihak
berpendapat perlu ditambah 2 elemen yaitu keadilan (equity) mengacu pada adanya
kesempatan sosial yang sama untuk mendapatkan pelayan publik yang berkualitas dan
kesejahteraan ekonomi. Pemerataan (equality)

penggunaan uang publik tidak

terkonsentrasi pada kelompok tertentu melainkan secara merata.


Manfaat implementasi value of maoney :
1. Meningkatkan pelyanan publik
2. Meningkatkan efektifitas pelayan publik, pelayan tepat sasaran.
3.
Menurunkan biaya pelayanan publik karena hilangnya inefisiensi dan
penghematan dalam penggunaan input.
Perbedaan Sifat dan Karakteristik Organisasi Sektor Publik dengan Sektor Swasta

Persamaan Sektor Publik dan Sektor Swasta


Kedua sektor merupakan bagian integral dari sistem ekonomi di suatu negara dan

menggunakan sumber daya yang sama untuk mencapai tujuan organisasi


Keduanya menghadapi masalah yang sama yaitu kelangkaan sumber daya, sehingga
dituntut untuk menggunakan sumber daya organisasi secara ekonomis, efisiensi dan

efektif
Proses pengendalian manajemen termasuk manajemen keuangan pada dasarnya sama di

kedua sektor. Sama-sama membutuhkan informasi yang handal dan relevan.


Kedua sektor terikat pada peraturan perundangan dan ketentuan hukum lain yang
diisyaratkan

Tujuan Akuntansi Sektor Publik


American Accounting Association (1970) dalam Glynn (1993) menyatakan bahwa tujuan
akuntansi pada organisasi sektor publik adalah untuk :
Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisiensi dan
ekonomis atas suatu operasi dan alokasi sumber daya yang dipercayakan kepada

organisasi. Tujuan ini terkait dengan pengendalian manajemen (management control).


Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan
tanggungjawab mengelola secara tepat dan efektif program dan penggunaan sumber daya
yang menjadi wewenangnya dan memungkinkan bagi pegawai pemerintah untuk
melaporkan kepada publik atas hasil operasi pemerintah dan penggunaan dana publik.
Tujuan ini terkait dengan akuntanbilitas (Accountability) yang merupakan Adalah
kewajiban pihak pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban,
menyajikan, melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi
taggungjawabnya kepada pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewajiban
untuk meminta pertaggungjawaban tersebut.

Akuntansi Manajemen Sektor Publik


Peran utama akuntansi manajemen sektor publik adalah menyediakan informasi akuntansi
yang akan digunakan oleh manajer publik dalam melakukan fungsi perencanaan dan
pengendalian organisasi. Informasi akuntansi diberikan sebagai alat atau saran untuk membantu

manajer menjalankan fungsi-fungsi manajemen sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Fungsi
manajemen, seperti perencanaan, pengkoordinasian, pengorganisasian, dan pengendalian tidak
dapat dilakukan tanpa informasi yang memadai. Informasi dalam sebuah sistem organisasi
merupakan perekat yang mengikat fungsi-fungsi manajemen dalam sebuah sistem sehingga
memungkinkan organisasi bertindak koheren dan harmonis antar berbagai fungsi.
Akuntansi manajemen merupakan bagian dari suatu sistem pengendalian manajemen
yang integral. Institute of Management Accountants (1981) mendefinisikan akuntansi manajemen
sebagai suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pengakumulasian, penganalisaan,
penyiapan, pengintepretasian, dan pengkomunikasian informasi finansial yang digunakan oleh
manajemen perencanaan, evaluasi, dan pengendalian organisasi serta untuk menjamin bahwa
sumber daya digunakan secara tepat dan akuntabel. Statements on Management Accounting 1A
tentang definisi akuntansi manajemen, dipaparkan sebagai berikut:
The Process of identification, measurement, accumulation, analysis, preparation,
interpretation, and communication of financial information used by management to plan,
evaluate, and control within an organization and to assure appropriate use of and accountability
for its resources.
Chartered Institute of Management Accountants (1994) dalam Jones dan Pandlebury
(1996) membuat definisi yang lebih luas daripada definisi yang dikeluarkan oleh Institute of
Management Accountants, terutama dalam hal luas informasi yang diberikan. Chartered Institute
of Management Accountants mendefinisikan akuntansi manajemen sebagai suatu bagian integral
dari manajemen yang terkait dengan pengidentifikasian, penyajian, dan pengintepretasian
informasi yang digunakan untuk:
1. Perumusan strategi
2. Perencanaan dan pengendalian aktivitas
3. Pengambilan keputusan
4. Pengoptimalan penggunaan sumber daya
5. Pengungkapan (disclosure) kepada shareholders dan pihak luar organisasi
6. Pengungkapan kepada karyawan
7. Perlindungan aset

Pada dasarnya prinsip akuntansi manajemen sektor publik tidak banyak berbeda dengan
prinsip akuntansi manajemen yang diterapkan pada sektor swasta. Akan tetapi, harus diingat
bahwa sektor publik memiliki perbedaan sifat dan karakterisitik dengan sektor swasta, sehingga
penerapan teknik akuntansi manajemen sektor swasta tidak dapat diadopsi secara langsung tanpa
modifikasi.
B. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi
Pada mulanya harus ada perencanaan untuk mengatur semua kegiatan yang akan dilakukan
organisasi agar bisa tercapai tujuan dan sasaran organisasi. Akuntansi manajemen berperan
dalam pemberian informasi historis dan prospektif untuk memfasilitasi perencanaan.
Perencanaan setiap organisasi publik berbeda, karena melihat berbagai jenis keadaan yang
dialami oleh organisasi tersebut. Kestabilan ekonomi, lingkungan, dan politik sangat
berpengaruh pada organisasi sektor publik, untuk itu tentunya dapat berpengaruh pula pada
perencanaannya. Informasi akuntansi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan
menjadi tiga kelompok, yaitu :
1. Informasi sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan yang regular, misalnya laporan
keuangan bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sementara itu, organisasi sektor
publik seringkali menghadapi masalah yang sifatnya temporer dan membutuhkan
informasi yang segera. Untuk melakukan perencanaan yang temporer, diperlukan
informasi yang sifatnya ad hoc.
2. Informasi kuantitatif ataukah kualitatif.
3. Informasi disampaikan melalui saluran formal ataukah informal
Informasi akuntansi untuk perencanaan dapat juga dibedakan berdasarkan cara
penyampaiannya. Apakah informasi akuntansi tersebut disampaikan melalui mekanisme formal
ataukah informal.
C.

Akuntansi Sebagai Alat Pengendalian Organisasi


Organisasi sektor publik tidak berorientasikan

laba, sedangkan sektor swasta

berorientasikan laba. Maka brntuk pengendaiannya pun berbeda, untuk sektor publik
menggunakan pengendalian berupa peraturan birokrasi, sedangkan sektor swasta menggunakan
pengendalian yang betrumpu pada mekanisme negosiasi.

Pengendalian organisasi diperlukan untuk menjamin bahwa organisasi tidak menyimpang


dari tujuan dan strategi organisasi yang telah ditetapkan. Pengendalian organisasi memerlukan
informasi yang lebih luas dibandingkan pengendalian keuangan.
D.

Proses Perencanaan Dan Pengendalian Manajerial Organisasi Sektor Publik


Proses perencanaan dan Pengendalian sebaiknya dipertimbangkan secara baik-baik, karena

hal itu adalah patokan yang akan mendasari berjalannya suatu organisasi. Ada perencanaan tanpa
pengendalian akan tidak akan bisa, karena tidak ada tindak lanjut untuk mengidentifikasi apakah
rencana telah dicapai. Begitu juga sebaliknya, ada pengendalian tanpa perencanaan, suatu
organisasi tidak akan berjalan, karena tujuan belum ditetapkan. Perencanaan dan pengendalian
merupalkan suatu proses yang membentuk suatu siklus, sehingga satu tahap aklan terkait dengan
tahap yang lainnya dan terintegrasi dalam satu organisasi. Jones and Pendlebury (1996) membagi
perencanaan dan pengendalian manajerial menjadi lima tahap yaitu :
1. Perencanaan tujuan dan sasaran dasar
2. Perencanaan operasional
3. Penganggaran
4. Pengendalian dan pengukuran
5. Pelaporan, analisis dan umpan balik
Gambar Proses Perencanaan dan Pengendalian
Manajerial Organisasi Sektor Publik

Perencanaan Tujuan dan


Susunan dan Dasar
Revisi/modifikasi
Tujuan dan
Sasaran Dasar

5. Pelaporan Analisis dan


Umpan Balik

2. Perencanaan
Operasional
Revisi
Perencanaan
Operasional
Revisi Anggaran
Aksi

4. Pengendalian dan
Pengukuran

E.

Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik

3. Pengangguran

Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan
informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi
perencanaan dan pengendalian organisasi. Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor
publik meliputi:
1.
Perencanaan Strategik
Pada tahap perencanaan strategik, manajemen organisasi membuat alternatif-alternatif
program yang dapat mendukung strategi organisasi. Program dipilih sesuai dengan skala prioritas
dan sumber daya yang dimiliki. Peran akuntansi manajemen adalah memberikan informasi untuk
menentukan berapa biaya program dan beberapa biaya suatu aktivitas, sehingga berdasarkan
informasi akuntansi tersebut manajer dapat menentukan berapa anggaran yang dibutuhkan
dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki.
Untuk memberikan jaminan dialokasikannya sumber daya input secara ekonomis, efisien,
dan efektif, maka diperlukan informasi akuntansi manajemen yang akurat, relevan, dan handal
untuk menghitung besarnya biaya program, aktivitas, atau proyek. Sistem informasi akuntansi
manajemen yang baik dapat mengurangi peluang terjadinya pemborosan, kobocoran dana, dan
mendeteksi program-program yang tidak layak secara ekonomi. Namun akuntansi manajemen
pada sector public dihadapkan pada permasalahan utama yaitu efisiensi biaya, kualitas produk,
dan pelayanan (cost, quality, and service).
Untuk dapat menghasilkan kualitas pelayanan public yang tinggi dengan biaya yang
murah, pemerintah harus mengadopsi sistem informasi akuntansi manajemen yang modern. Pada
dasarnya organisasi publik juga dapat menerapkan teknik akuntansi manajemen yang diterapkan
di sector swasta, seperti teknik activity based costing dan .standard costing.
a. Activity based costing
Activity based costing (perhitungan biaya berdasarkan aktivitas) adalah pendekatan
perhitungan biaya yang membebankan biaya sumber daya ke objek seperti produk, jasa,
atau pelanggan berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk objek biaya tersebut. Dasar
pemikiran pendekatan perhitungan biaya ini adalah bahwa produk atau jasa perusahaan
merupakan hasil dari aktivitas dan aktivitas tersebut menggunakan sumber daya yang
menyebabkan timbulnya biaya. Biaya dari sumber daya dibebankan ke aktivitas
berdasarkan aktivitas yang menggunakan atau mengonsumsi sumber daya dan biaya dari
aktivitas dibebankan ke objek biaya berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk objek
biaya.
b. Standar costing system

Standar costing system (sistem perhitungan biaya standar) menggunakan biaya dan jumlah
standar untuk ketiga jenis biaya produksi: bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan
overhead pabrik. Biaya standar adalah biaya yang harus dicapai perusahaan. Sistem
perhitungan biaya standar memberikan dasar untuk pengendalian biaya, evaluasi kinerja,
dan perbaikan proses.
Memang terdapat sedikit perbedaan antara sector swasta dengan sector public dalam hal
penentuan biaya produk/pelayanan (product costing). Hal tersebut disebabkan sebagian besar
biaya pada sector swasta cenderung merupakan engineered costs yang memiliki hubungan secara
langsung dengan output yang dihasilkan, sementara biaya pada sector public sebagian besar
merupakan discretionary costs yang ditetapkan di awal periode anggaran dan sering tidak
memiliki hubungan langsung antara aktivitas yang dilakukan dengan output yang dihasilkan.
Kebanyakan output yang dihasilkan di sector public merupakan intangible output yang sulit
diukur.
Karena sebagian besar biaya yang terjadi di sector public merupakan discretionary costs,
maka peran manajer public sangat penting dalam mengendalikan biaya. Akuntansi manajemen
sector public sangat erat dengan proses pemilihan program, penentuan biaya dan manfaat
program serta penganggaran. Akuntansi manajemen sector public juga berfungsi untuk
memfasilitasi dihasilkannya anggaran sector public yang efektif, efisien, dan ekonomis (value
for money budget).
2.

Pemberian informasi biaya


Biaya (costs) terjadi jika sumber daya digunakan untuk tujuan tertentu. Contohnya,

perusahaan yang memproduksi peralatan dapur, mempunyai biaya bahan baku (seperti logam dan
baut), biaya tenaga kerja, dan biaya-biaya lainnya. Sedangkan objek biaya (cost object) adalah
berbagai produk, jasa, atau unit organisasi di mana biaya dibebankan untuk beberapa tujuan
manajemen. Konsep objek biaya merupakan konsep yang luas. Konsep tersebut meliputi batch
produk, jasa, departemen dan pelanggan; pemasok; penyedia jasa telepon; dan lainnya. Setiap hal
dimana biaya dapat ditelusuri dan mempunyai peran utama dalam strategi manajemen dapat
dianggap sebagai objek biaya. Biaya dalam akuntansi sektor publik dapat dikategorikan menjadi
tiga kelompok, yaitu:
a. Biaya Input: sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan. Biaya input bisa
berupa biaya tenaga kerja dan biaya bahan baku.

b. Biaya output: biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk hingga sampai ke tangan
pelanggan. Pada organisasi sektor publik output diukur dengan berbagai cara tergantung
pada pelayanan yang dihasilkan.
c. Biaya proses: Biaya proses dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. Biaya diukur
dengan mempertimbangkan fungsi organisasi.
Proses menentuan biaya meliputi lima aktivitas, yaitu :
a. Cost Finding pemerintah mengakumulasi data tentang biaya yang dibutuhkan untuk
menghasilkan produk/jasa pelayanan.
b. Cost Recording merupakan tahap yang meliputi kegiatan pencatatan data ke dalam sistem
akuntansi organisasi.
c. Cost Analyzing tahap analisis biaya yaitu mengidentifikasi jenis dan perilaku biaya,
perubahan biaya dan volume kegiatan. Perlu ditentukan cost driver agar dapat dilakukan
strategi efisiensi biaya.
d. Strategic Cost Management merupakan strategi penghematan biaya agar tercapai Value For
Money dengan karakteristik seperti:
1. Berjangka panjang. Manajemen biaya strategik merupakan usaha jangka paanjang yang
membentuk kultur organisasi agar penurunan biaya menjadi budaya yang mampu
bertahan lama.
2. Berdasarkan kultur perbaiakan berkelanjutan dan berfokus pada pelayanan kepada
masyarakat
3. Manajemen harus bersifat proaktif dalam melakukan penghematan biaya
4. Keseriusan manajemen puncak (top manager) merupakan penentu efektifitas program
pengurangan biaya karena pada dasarnya manajemen biaya strategik merupakan tone
form the top
e. Cost Reporting merupakan Tahap terakhir adalah memeberikan informasi baiay secara
lengkap kepada pimpinan dalam bentuk internal report yang kemudian diintegrasikan ke
dalam suatu laporan yang akan disampaikan kepada pihak eksternal. Informasi manajemen
hendaknya dapat mendeteksi adanya pemborosan yanbg masih berpotensi untuk
diefisiensikan serta mencari metode atau teknik untuk penghematan biaya. Akuntansi
manajemen hendaknya dapat mendukung dan memperkuat pelaksanaan prinsip value for
money dan public accountability organisasi sektor public.
3.

Penilaian investasi
Akuntansi manajemen dibutuhkan pada saat organisasi sektor publik handak melakukan investasi,

yaitu untuk menilai kelayakan investasi secara ekonomi dan finansial. Akuntansi manajemen diperlukan

dalam penilaian investasi karena untuk dapat menilai investasi diperlukan identifikasi baiya, resiko dan
manfaat atau keuntungan dari suatu investasi. Dalam penilaian suatu investasi, faktor yang harus
fdiperhatikan oleh akuntansi manajemen adalah tingkat diskonto, tingkat inflasi, tingkat resiko dan
ketidakpastian serta sumber pendanaan untuk investasi yang akan dilakukan.
Penilaian invesatasi pada organisasi sektor publik dilakukan dengan menggunakan analisis biaya
manfaat (cost benefit analysis). Dalam praktek ini sulit dilakukan karena biaya yang diukur tidak hanya
dari sisi finansial tetapi juga dari sisi biaya sosial dan manfaat sosial yang akan diperoleh dari investasi
yang diajukan. Menentukan biaya dan manfaat sosial dalam satuan moneter sanbgat silut dilakukan.
Kemudian untuk memudahkan digunakan analisis efektifitas biaya (cost effectiveness analysis), yaitu
menekankan seberapa besar dampak yang dicapai dari suatu proyek atau investasi dengan biaya tertentu.

4.

Penganggaran
Anggaran menurut Mardiasmo (2005) adalah pernyataan mengenai estimasi kinerja yang

hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial, dan
penganggaran merupakan proses atau metode untuk mempersiapkan suatu anggaran. Akuntansi
manajemen berperan untuk memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang efektif. Terkait
dengan tiga fungsi anggaran, yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik, alat distribusi, dan
stabilisasi, maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses mengalokasikan
dan mendistribusikan sumber dana publik secara ekonomis, efisien, efektif, adil dan merata.
Untuk mencapai hal tersebut harus didukung dengan manajemen sumber daya manusia yang
handal, jika tidak akuntansi manajemen tidak akan banyak bermanfaat.
5.

Penentuan biaya pelayanan dan penentuan tarif pelayanan


Akuntansi manajemen digunakan untuk menentukan berapa biaya yang dikeluarkan untuk

memberikan pelayanan tertentu dan berapa tarif yang akan dibebankan kepada pemakai jasa
pelayanan publik, termasuk menghitung subsidi yang diberikan. Tuntutan agar pemerintah
meningkatkan mutu pelayanan dan keluhan masyarakat akan besarnya biaya pelayanan
merupakan suatu indikasi perlunya perbaikan sistem akuntansi manajemen di sektor publik.
Masyarakat menghendaki pemerintah memberikan pelayanan secara cepat, berkualitas dan
murah. Pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan, tuntutan
dan keinginan masyarakat tersebut agar kualitas hidup masyarakat menjadi semakin meningkat
dan kesejahteraan akan semakin meningkat.
Penentuan biaya pelayanan (Cost of Service) dan penentuan tarif (Charging for Service)
merupakan satu rangakaian dimana keduanya membutuhkan informasi akuntansi. Sebagai contoh
pemerintah harus dapat menentukan berapa biaya untuk membangaun terminal bus atau stasiun

kereta api yang tertib aman dan nyaman serta biaya operasioalnya. Bedasarkan informasi ini
pemerintah dapat menentukan berapa besarnya biaya tarif pelayanan yang akan dibebankan
kepada para pemakai jasa pelayanan terminal atau stasiun tsb, demikian juga untuk PDAM dsb.
Dengan informasi manajemen, sumber-sumber inefesiensi di organisasi dapat dideteksi dan
dihilangkan.
6.

Penilaian kinerja
Penilaian kinerja merupakan bagian dari sitem pengendalian. Penilaian kinerja dilakukan

untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan yang sudah
ditetapkan. Dalam tahap penilaian kinerja, akuntansi manajemen berperan dalam pembuatan
indikator kinerja kunci dan satuan ukur untuk masing-masing aktivitas yang dilakukan.
Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kinerja dilakukan dengan cara menciptakan
mekanisme reward & punishment sebagai pendorong bagi pencapaian strategi.

DAFTAR PUSTAKA

Akuntansi Sektor Publik, Mardiasmo, Andi Yogyakarta, 2010


Cost Manajemen: Blocher Chen Lin, Salemba Empat, 2000