Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIKA TANAH

HORIZON,STRUKTUR DAN WARNA TANAH

Oleh :
Raden Fahmi Husaini
NIM A1H012033

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2014

I.PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Semenjak pertanian berkembang, konsep tanah yang sangat penting ada
konsep sebagai media alami bagi pertumbuhan tanaman. Bila kota-kota besar
berkembang tanah menjadi penting sebagai bahan rekayasa guna mendukung
jalan-jalan dan bangunan-bangunan. Pada saat ini tanah lebih banyak lagi
mendukung fungsi rekayasa, termasuk untuk menimbun bahan-bahan bangunan.
natural forces Konsep tanah sebagai bahan rekayasa dikaitkan dengan tanah
sebagai selimut batuan yang telah mengalami pelapukan atau regolith (Foth,
1988).
Definisi tanah menurut Foth adalah bahan mineral yang tidak pepat
(unconsolidated) pada permukaan tanah yang dipengaruhi oleh factorfaktor genetic dan lingkungan, yaitu: iklim, organisme serta topografi yang
semuanya berlangsung pada suatu periode. Tanah itu adalah tubuh alam (natural
body) yang terbentuk dan berkembang sebagai akibat bekerjanya gaya-gaya alam
() terhadap bahan-bahan alam (natural material) dipermukaan bumi (Hakim,
1986).
Sifat fisik tanah mempunyai banyak kemungkinan untuk dapat digunakan
sesuai dengan kemampuan yang dibebankan kepadanya kemampuan untuk
menjadi keras dan penyangga, kapasitas drainase dan menyimpan air, plastisitas,
kemudahan untuk ditembus akar, aerasi dan kemampuan menahan retensi unsure-

unsur hara tanaman, semuanya erat hubungannya dengan kondisi fisik tanah.
Kondisi meliputi warna tanah, tekstur tanah, konsistensi dan struktur tanah.
1.

Warna Tanah
Warna tanah merupakan ciri tanah yang paling jelas dan mudah ditentukan

dilapang. Warna tanah mencerminkan beberapa sifat tanah. Kandungan bahan


organik yang tinggi pada tanah akan menimbulkan warna lebih gelap. Tanah
dengan drainase yang jelek atau sering jenuh air berwarna kelabu. Tanah yang
mengalami dehidratasi senyawa besi akan berwarna merah.
Warna tanah akan berpengaruh pada keseimbangan panas dan kelembaban
tanah. Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman,
aktivitas organisme dan struktur tanah. Warna tanah digunakan juga dalam
penaksiran :
a. Tingkat pelapukan atau proses pembentukna tanah, semakin merah berarti
semakin lanjut pelapukannya.
b.

Kandungan bahan organik tanah.

c. Drainase tanah, warna merah atau kecoklatan, berdrainase baik ; sedang warna
kelabu menunjukan drainase yang buruk.
d. Horizon pencucian/ pengendapan, warna putih mennunjukan horizon
pencucian ; warna gelap menunjukan horizon pengendapan.
e.

Jenis mineral, warna gelap dimungkinkan mengandung kuarsa, kapur ; merah


mengandung besi ; warna gelap mengandung boron atau mangan.
Penetapan warna tanah digunakan Munsell Soil Colour Chart, yaitu :

1) Hue : Warna dominan sesuai dengan panjang gelombangnya.

2) Value : Merupakan kartu warna kearah vertikal yang menunjukkan warna tua
dan muda atau hitam dan putih.
3) Chroma : Merupakan kartu warna yang disusun horizontal yang menunjukan
Intensitas Cahaya.
2. Struktur Tanah
Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir-butir tanah.
Gumpalan struktur tanah ini terjadi karena butir-butir pasir, debu, dan liat terikat
satu sama lain oleh suatu perekat seperti bahan organik, oksida-oksida besi, dan
lain-lain.
Struktur tanah merupakan susunan ikatan partikel tanah satu sama lain.
Ikatan tanah berbentuk sebagai agregat tanah. Apabila syarat agregat tanah
terpenuhi maka dengan sendirinya tanpa sebab dari luar disebut ped, sedangkan
ikatan yang merupakan gumpalan tanah yang sudah terbentuk akibat
penggarapan tanah disebut clod. Pengamatan struktur tanah dilapang terdiri dari :
a.

Pengamatan bentuk struktur /tipe struktur

Bentuk Struktur Tanah :


Granular, yaitu struktur tanah yang berbentuk granul, bulat dan porous, struktur
ini terdapat pada horison A.
Gumpal (blocky), yaitu struktur tanah yang berbentuk gumpal membuat dan
gumpal bersudut, bentuknya menyerupai kubus dengan sudut-sudut membulat
untuk gumpal membulat dan bersudut tajam untuk gumpal bersudut, dengan
sumbu horisontal setara dengan sumbu vertikal, struktur ini terdapat pada horison
B pada

tanah iklim basah.


Prisma (prismatic), yaitu struktur tanah dengan sumbu vertical lebih besar
daripada sumbu horizontal dengan bagian atasnya rata, struktur ini terdapat pada
horison B pada tanah iklim kering.
Tiang (columnar), yaitu struktur tanah dengan sumbu vertikal lebih besar
daripada sumbu horizontal dengan bagian atasnya membulat, struktur ini terdapat
pada horison B pada tanah iklim kering.
Lempeng (platy), yaitu struktur tanah dengan sumbu vertikal lebih kecil
daripada sumbu horizontal, struktur ini ditemukan di horison A2 atau pada lapisan
padat liat.
Remah (single grain), yaitu struktur tanah dengan bentuk bulat dan sangat
porous, struktur ini terdapat pada horizon A.
b.

Besarnya agregat tanah yang dinyatakan sebagai kelas struktur

Kelas Struktur Tanah :


Sangat halus atau sangat tipis (very fine or very thin)
Halus atau tipis (fine or thin)
Sedang (medium)
Kasar atau tebal (coarse or thick)
Sangat kasar atau sangat tebal (very coarse or very thick)
c.

Pengamatan kuat lemahnya agregat tanah yang terbentuk yang dinyatakan

sebagai derajat struktur tanah


Derajat Struktur Tanah :
Tidak berstruktur (structureless)

Lemah (weak)
Sedang (moderate)
Kuat (strong)
B.Tujuan

1. Mengetahui batas dan perbedaan horizon tanah


2. Menentukan sturktur tanah
3. Menetapkan warna dasar beberapa jenis tanah dengan menggunakan buku
Munsell Soil Color Chart

II. TINJAUAN PUSTAKA

Pengenalan tanah di lapangan dilakukan dengan mengamati dan


menjelaskan sifat-sifat profil tanah. Profil tanah adalah urutan-urutan horizon
tanah, yakni lapisan-lapisan tanah yang dianggap sejajar permukaan bumi. Profil
tanah dipelajari menggali tanah dengan dinding lubang vertikal kelapisan yang
lebih bawah.
Profil tanah merupakan suatu irisan melintang pada tubuh tanah, dibuat
dengan cara membuat lubang dengan ukuran panjang dan lebar dengan kedalaman
tertentu sesuai dengan keadaan tanah dan keperluan penelitian. Tanah merupakan
tubuh alam yang terbentuk dan berkembang akibat terkena gaya-gaya alam
(natural forces) terhadap proses pembentukan mineral. Pembentukan dan
pelapukan bahan-bahan organik pertukaran ion-ion, pergerakan dan pencucian
bahan bahan koloid.
a. Horizon tanah
Penampang vertikal tanah yang menunjukkan susunan horison.

Horison

penyusun profil tanah: O; A; B dan C. Solum Tanah terdiri dari horison A dan B
Horison O: horison organik yang terbentuk di atas lapisan tanah mineral.
Horison A: horison di permukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan organik
dan bahan mineral. Merupakan horison eluviasi yaitu horison yang mengalami
pencucian (leaching)

Horison B: horison iluviasi (penimbunan) dari bahan-bahan yang tercuci di


atasnya (liat, Fe, Al, bahan organik).
Horison C: bahan induk, sedikit mengalami pelapukan
Horison R: batuan keras yang belum melapuk

b.

Warna tanah
Warna tanah merupakan gabungan berbagai warna komponen penyusun

tanah.Warna tanah berhubungan langsung secara proporsional dari total campuran


warna yang dipantulkan permukaan tanah. Warna tanah sangat ditentukan oleh
luas permukaan spesifik yang dikali dengan proporsi volumetrik masing-masing
terhadap tanah. Makin luas permukaan spesifik menyebabkan makin dominan
menentukan warna tanah, sehingga warna butir koloid tanah (koloid anorganik
dan koloid organik) yang memiliki luas permukaan spesifik yang sangat luas,
sehingga sangat mempengaruhi warna tanah(Hardjowigeno,1992).
Intensitas warna tanah dipengaruhi tiga faktor berikut:
1. Jenis mineral dan jumlahnya,
2. Kandungan bahan organik tanah,
3. Kadar air tanah dan tingkat hidratasi.
Warna tanah merupakan sifat morfologi yang bersifat nyata dan mudah di
kenali. Warna tanah dapat di gunakan sebagai petunjuk sifat-sifat tanah seperti
kandungan bahan organik, kondisi drainase, aerase serta menggunakan warna
tanah dalam mengklasifikasikan tanah dan mencirikan perbedaan horizon-horizon
dalam tanah (Hakim,dkk.,1996).

Warna tanah ditentukan dengan cara membandingkan dengan warna yang


terdapat pada buku Munsell Soil Color Chart, warna dinyatakan dalam tiga
satuan/kriteria, yaitu kilapan (hue), nilai (value) dan kroma (chrome), menurut
nama yang tercantum dalam lajur buku tersebut, kilap berhubungan erat dengan
panjang gelombang cahaya, nilai berhubungan erat dengan kebersihan suatu
warna dari pengaruh warna lain dan kroma yang kadangkadang disebut juga
dengan kejernihan yaitu kemurnian relatif dari spektrum warna.
Warna tanah diatas ditetapkan menggunakan Munsell Soil Color Chart.
Yaitu dimana dalam penetapan warna harus di catat HUE, VALUE, dan
CHROMA.
1. Hue

: warna dominan sesuai dengan panjang gelombangnya.

2. Value

: merupakan kartu warna ke arah vertikal yang menunjukkan


warna tua-muda atau hitam-putih, ditulis dibelakang nilai hue.

3. Chroma

: merupakan kartu warna yang disusun horizontal yang


menunjukkan intensitas cahaya. Ditulis dibelakang value yang
dipisahkan dengan garis miring.

B. Sruktur Tanah

Struktur tanah berhubungan dengan cara di mana, partikel pasir, debu dan
liat relatif disusun satu sama lain. Di dalam tanah dengan struktur yang baik,
partikel pasir dan debu dipegang bersama pada agregat-agregat (gumpalan kecil)
oleh liat humus dan kalsium. Ruang kosong yang besar antara agregat (makropori)
membentuk sirkulasi air dan udara juga akar tanaman untuk tumbuh ke bawah

pada tanah yang lebih dalam. Sedangkan ruangan kosong yang kecil ( mikropori)
memegang air untuk kebutuhan tanaman. Idealnya bahwa struktur disebut
granular.
Pengaruh struktur dan tekstur tanah terhadap pertumbuhan tanaman terjadi
secara langsugung. Struktur tanah yang remah (ringan) pada umumnya
menghasilkan laju pertumbuhan tanaman pakan dan produksi persatuan waktu
yang lebih tinggi dibandingkan dengan struktur tanah yang padat. Jumlah dan
panjang akar pada tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah remah
umumnya lebih banyak dibandingkan dengan akar tanaman makanan ternak yang
tumbuh pada tanah berstruktur berat. Hal ini disebabkan perkembangan akar pada
tanah berstruktur ringan/remah lebih cepat per satuan waktu dibandingkan akar
tanaman pada tanah kompak, sebagai akibat mudahnya intersepsi akar pada setiap
pori-pori tanah yang memang tersedia banyak pada tanah remah. Selain itu akar
memiliki kesempatan untuk bernafas secara maksimal pada tanah yang berpori,
dibandiangkan pada tanah yang padat. Sebaliknya bagi tanaman makanan ternak
yang tumbuh pada tanah yang bertekstur halus seperti tanah berlempung tinggi,
sulit mengembangkan akarnya karena sulit bagi akar untuk menyebar akibat
rendahnya pori-pori tanah. Akar tanaman akan mengalami kesulitan untuk
menembus struktur tanah yang padat, sehingga perakaran tidak berkembang
dengan baik. Aktifitas akar tanaman dan organisme tanah merupakan salah satu
faktor utama pembentuk agregat tanah.

III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1.

Lahan tanah

2.

Cangkul

3.

Kantong plastik

4.

Spidol

5.

Label

6.

Munsell Soil Color Chart

7.

Air

B. Prosedur Kerja

a.

Horizon tanah

1.

Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

2.

Membersihkan lahan yang digunakan untuk mendeskripsikan profil tanah


dari rerumputan maupun lumut yang ada di permukaan tiap-tiap horizon.

3.

Setelah

selesai,

membedakan

tiap-tiap

horizon

dengan

melihat

perbedaannya melalui warna (horizon O, A, AB,dan B) kemudian beri garis


antara horizon.
4.

Mengukur kedalaman tiap-tiap horizon menggunakan meteran dan catat


dalam tabel deskripsi.

b.

Warna tanah

1.

Membedakan sedikit tanah yang ada pada tiap-tiap horizon.

2.

Membandingkan dengan warna yang ada pada buku Munsell Soil Color
Chart untuk pengklasifikasian dengan spektrum warna yang dominan sesuai
panjang gelombangnya dan keadaan gelap terangnya warna sesuai dengan
banyaknya sinar yang dipantulkan, kemudian catat dalam tabel deskripsi.
c. Struktur Tanah
1. Mengambil gumpalan tanah yang sudah dalam keadaan lembab
sebesar 1 cm2.
2. Kemudian dipecah dengan cara menekan dengan ibu jari. Pecahan
gumpalan tanah tersebut merupakan agregat atau gabungan agregat.
Dan dari agregat itulah akan ditentukan bentuk, ukuran dan
kemantapannya. Kemudian catat dalam tabel deskripsi.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Tabel 1. Pengambilan contoh tanah utuh


Horizon
O
A
AB
B

Kedalaman (cm )
12
15,5
20,2
24,8

Warna tanah
10 YR 4/2
10 R 2/2
5 YR 3/4
5 R 2/2

Struktur tanah
Liat
Liat
Liat
Liat

B. Pembahasan

Persebaran tanah di permukaan bumi di pengaruhi oleh factor-faktor


pembentuk tanah, sehingga menghasilkan jenis tanah yang bervariasi antar satu
wilayah dengan wilayah yang lain. Iklim, topografi, bahan induk, organisme dan
wakt bekerja bersama-sama menghasilkan berbagai jenis tanah yang dapat kita
kenali saat ini.
Pengenalan tentang tanah dapat dilakukan terlebih dahulu dengan mengenal
morfologi tanah.Morfologi tanah bukanlah suatu ilmu namun morfologi tanah
merupakan cara yang digunakan dalam penyelidikan-penyelidikan ilmiah tentang
tanah.. Morfologi tanah menguraikan mengenai kenampakan-kenampakan, ciriciri dan sifat-sifat umum yang diperlihatkan sesuatu profil tanah. Nilai pelukisan
tanah dipengaruhi oleh pemilihan tempat kedudukan profil tanah yang harus bebas
dari berbagai pengaruh, sehingga menjadi lengkap dan jelas. Uraian yang obyektif

tentang profil tanah

yang melandasi

klasifikasi dan pemetaan tanah.

Mempelajari morfologi tanah akan memberikan fakta tentang genesa tanah, yaitu
proses pelapukan dan perkembangannya, serta ciri-ciri tertentu hasil pengaruh
berbagai faktor pembentuk tanah. Penentuan jenis tanah seringkali mendasarkan
pada ciri-ciri tertentu yang terdapat pada horizon hasil dari pengaruh iklim, bahan
induk atau faktor tanah yang lain.
Profil

tanah

adalah

penampang

tegak

lurus/vertikal

tanah

yang

menunjukkan lapisan-lapisan tanah atau horison. Horizon tanah adalah lapisanlapisan yang kurang lebih seragam di dalam profil, batas antar horizon yang
bertetangga sejajar atau hampis sejajar dengan permukaan tanah. Pengenalan awal
horizon dapat dilakukan secara visual dengan membedakan perubahan yang
terjadi dari horizon satu dengan yang lain.
Profil dari tanah yang berkembang lanjut biasanya memiliki horison-horison
sbb:
1. Horizon :
lapisan tanah yang kurang lebih sejajar dengan permukaan bumi dan
mempunyai ciri-ciri tertentu (khas)
Solum (tubuh tanah) :
tanah yang berkembang secara genetis; merupakan lapisan tanah mineral dari atas
sampai sedikit di bawah batas atas horizon C
Top Soil (Tanah Atasan) :
lapisan tanah yang paling atas yang dapat diartikan :
(1) horison Ap

(2) Horison A1
(3) Horison A seluruhnya
(4) lapisan tanah yang subur karena mengandung banyak bahan organik tanah
Subsoil (tanah bawahan) :
horizon B bagi tanah yang sudah terbentuk horizon; sedang bagi tanah yang
sedang berkembang berarti lapisan tanah di bawah tanah permukaan dimana
terdapat pertumbuhan akar yang normal
Surface Soil (tanah permukaan) :
lapisan tanah permukaan yang biasanya terpindahkan (moved by) waktu
pengolahan tanah (tebalnya 12-20 cm) yang biasanya tererosi.
Subsurface Horizon (tanah bawah permukaan) :
bagian horizon A yang terdapat dibawah surface soil
Substratum (lapisan bawah tanah) :
Lapisan dibawah solum, baik horizon C maupun horizon R.
Profil Tanah
Profil Tanah adalah irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke
batuan induk tanah. Profil dari tanah yang berkembang lanjut biasanya memiliki
horison-horison sbb:
O A E B - C R
1. Solum Tanah terdiri dari: O A E B
2. Lapisan Tanah Atas meliputi: O A
3. Lapisan Tanah Bawah : E B
O : Serasah / sisa-sisa tanaman (Oi) dan bahan organik tanah (BOT) hasil
dekomposisi serasah (Oa)

A : Horison mineral ber BOT tinggi sehingga berwarna agak gelap


E : Horison mineral yang telah tereluviasi (tercuci) sehingga kadar (BOT, silikat,
Fe dan Al) rendah tetapi pasir dan debu kuarsa (seskuoksida) dan mineral resisten
lainnya tinggi, berwarna terang
B : Horison illuvial atau horison tempat terakumulasinya bahan-bahan yang
tercuci dari harison diatasnya (akumulasi bahan eluvial).
C : Lapisan yang bahan penyusunnya masih sama dengan bahan induk (R) atau
belum terjadi perubahan
R : Bahan Induk tanah

2. Warna Tanah
Warna tanah merupakan gabungan berbagai warna komponen penyusun
tanah. Warna tanah berhubungan langsung secara proporsional dari total
campuran warna yang dipantulkan permukaan tanah. Warna tanah sangat
ditentukan oleh luas permukaan spesifik yang dikali dengan proporsi volumetrik
masing-masing terhadap tanah. Makin luas permukaan spesifik menyebabkan
makin dominan menentukan warna tanah, sehingga warna butir koloid tanah
(koloid anorganik dan koloid organik) yang memiliki luas permukaan spesifik
yang sangat luas, sehingga sangat mempengaruhi warna tanah. Warna humus, besi
oksida dan besi hidroksida menentukan warna tanah. Besi oksida berwarna merah,
agak kecoklatan atau kuning yang tergantung derajat hidrasinya. Besi tereduksi
berwarna biru hijau. Kuarsa umumnya berwarna putih. Batu kapur berwarna
putih, kelabu, dan ada kala berwarna olive-hijau. Feldspar berwarna merah. Liat

berwarna kelabu, putih, bahkan merah, ini tergantung proporsi tipe mantel
besinya.
Selain warna tanah juga ditemukan adanya warna karatan (mottling) dalam
bentuk spot-spot. Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan
beberapa komponen tanah, terutama besi dan mangan, yang terjadi selama musim
hujan, yang kemudian mengalami presipitasi (pengendapan) dan deposisi
(perubahan posisi) ketika tanah mengalami pengeringan. Hal ini terutama dipicu
oleh terjadinya: (a) reduksi besi dan mangan ke bentuk larutan, dan (b) oksidasi
yang menyebabkan terjadinya presipitasi. Karatan berwarna terang hanya sedikit
terjadi pada tanah yang rendah kadar besi dan mangannya, sedangkan karatan
berwarna gelap terbentuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami presipitasi.
Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa warna tanah berfungsi sebagai
penunjuk dari sifat tanah, karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor
yang terdapat dalam tanah tersebut. Penyebab perbedaan warna permukaan tanah
umumnya dipengaruhi oleh perbedaan kandungan bahan organik. Makin tinggi
kandungan bahan organik, warna tanah makin gelap. Sedangkan dilapisan bawah,
dimana kandungan bahan organik umumnya rendah, warna tanah banyak
dipengaruhi oleh bentuk dan banyaknya senyawa Fe dalam tanah. Di daerah
berdrainase buruk, yaitu di daerah yang selalu tergenang air, seluruh tanah
berwarna abu-abu karena senyawa Fe terdapat dalam kondisi reduksi (Fe2+). Pada
tanah yang berdrainase baik, yaitu tanah yang tidak pernah terendam air, Fe
terdapat dalam keadaan oksidasi (Fe3+) misalnya dalam senyawa Fe2O3
(hematit) yang berwarna merah, atau Fe2O3. 3 H2O (limonit) yang berwarna

kuning cokelat. Sedangkan pada tanah yang kadang-kadang basah dan kadangkadang kering, maka selain berwarna abu-abu (daerah yang tereduksi) didapat
pula becak-becak karatan merah atau kuning, yaitu di tempat-tempat dimana udara
dapat masuk, sehingga terjadi oksidasi besi ditempat tersebut. Keberadaan jenis
mineral kwarsa dapat menyebabkan warna tanah menjadi lebih terang.
Menurut Wirjodihardjo dalam Sutedjo dan Kartasapoetra (2002) bahwa
intensitas warna tanah dipengaruhi tiga faktor berikut: (1) jenis mineral dan
jumlahnya, (2) kandungan bahan organik tanah, dan (3) kadar air tanah dan
tingkat hidratasi. Tanah yang mengandung mineral feldspar, kaolin, kapur, kuarsa
dapat menyebabkan warna putih pada tanah. Jenis mineral feldspar menyebabkan
beragam warna dari putih sampai merah. Hematit dapat menyebabkan warna
tanah menjadi merah sampai merah tua. Makin tinggi kandungan bahan organik
maka warna tanah makin gelap (kelam) dan sebaliknya makin sedikit kandungan
bahan organik tanah maka warna tanah akan tampak lebih terang. Tanah dengan
kadar air yang lebih tinggi atau lebih lembab hingga basah menyebabkan warna
tanah menjadi lebih gelap (kelam). Sedangkan tingkat hidratasi berkaitan dengan
kedudukan terhadap permukaan air tanah, yang ternyata mengarah ke warna
reduksi

(gleisasi)

yaitu

warna

kelabu

biru

hingga

kelabu

hijau.

Selain itu, Hanafiah (2005) mengungkapkan bahwa warna tanah merupakan:


(1) sebagai indikator dari bahan induk untuk tanah yang beru berkembang,
(2) indikator kondisi iklim untuk tanah yang sudah berkembang lanjut, dan
(3) indikator kesuburan tanah atau kapasitas produktivitas lahan.

Secara umum dikatakan bahwa: makin gelap tanah berarti makin tinggi
produktivitasnya, selain ada berbagai pengecualian, namun secara berurutan
sebagai berikut: putih, kuning, kelabu, merah, coklat-kekelabuan, coklatkemerahan, coklat, dan hitam.
Kondisi ini merupakan integrasi dari pengaruh: (1) kandungan bahan
organik yang berwarna gelap, makin tinggi kandungan bahan organik suatu tanah
maka tanah tersebut akan berwarna makin gelap, (2) intensitas pelindihan
(pencucian dari horison bagian atas ke horison bagian bawah dalam tanah) dari
ion-ion hara pada tanah tersebut, makin intensif proses pelindihan menyebabkan
warna tanah menjadi lebih terang, seperti pada horison eluviasi, dan (3)
kandungan kuarsa yang tinggi menyebabkan tanah berwarna lebih terang.
Warna tanah ditentukan dengan membandingkan warna tanah tersebut
dengan warna standar pada buku Munsell Soil Color Chart. Diagram warna baku
ini disusun tiga variabel, yaitu: (1) hue, (2) value, dan (3) chroma. Hue adalah
warna spektrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombangnya. Value
menunjukkan gelap terangnya warna, sesuai dengan banyaknya sinar yang
dipantulkan. Chroma menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spectrum
Chroma didefiniskan juga sebagai gradasi kemurnian dari warna atau derajat
pembeda adanya perubahan warna dari kelabu atau putih netral (0) ke warna
lainnya (19).
Hue dibedakan menjadi 10 warna, yaitu: (1) Y (yellow = kuning), (2) YR
(yellow-red), (3) R (red = merah), (4) RP (red-purple), (5) P (purple = ungu), (6)
PB (purple-brown), (7) B (brown = coklat), (8) BG (grown-gray), (9) G (gray =

kelabu), dan (10) GY (gray-yellow). Selanjutnya setiap warna ini dibagi menjadi
kisaran hue sebagai berikut: (1) hue = 0 2,5; (2) hue = 2,5 5,0; (3) hue = 5,0
7,5; (4) hue = 7,5 10. Nilai hue ini dalam buku hanya ditulis: 2,5 ; 5,0 ; 7,5 ; dan
10.
Berdasarkan buku Munsell Saoil Color Chart nilai Hue dibedakan menjadi: (1) 5
R; (2) 7,5 R; (3) 10 R; (4) 2,5 YR; (5) 5 YR; (6) 7,5 YR; (7) 10 YR; (8) 2,5 Y;
dan (9) 5 Y, yaitu mujlai dari spektrum dominan paling merah (5 R) sampai
spektrum dominan paling kuning (5 Y), selain itu juga sering ditambah untuk
warna-warna tanah tereduksi (gley) yaitu: (10) 5 G; (11) 5 GY; (12) 5 BG; dan
(13) N (netral).
Value dibedakan dari 0 sampai 8, yaitu makin tinggi value menunjukkan
warna makin terang (makin banyak sinar yang dipantulkan). Nilai Value pada
lembar buku Munsell Soil Color Chart terbentang secara vertikal dari bawah ke
atas dengan urutan nilai 2; 3; 4; 5; 6; 7; dan 8. Angka 2 paling gelap dan angka 8
paling terang.
Chroma juga dibagi dari 0 sampai 8, dimana makin tinggi chroma
menunjukkan kemurnian spektrum atau kekuatan warna spektrum makin
meningkat. Nilai chroma pada lembar buku Munsell Soil Color Chart dengan
rentang horisontal dari kiri ke kanan dengan urutan nilai chroma: 1; 2; 3; 4; 6; 8.
Angka 1 warna tidak murni dan angka 8 warna spektrum paling murni.
Pencatatan warna tanah dapat menggunakan buku Munsell Soil Color Chart,
sebagai contoh:

(1)Tanah berwarna 7,5 YR 5/4 (coklat), yang berarti bahwa warna tanah
mempunyai nilai hue = 7,5 YR, value = 5, chroma = 4, yang secara
keseluruhan disebut berwarna coklat.
(2) Tanah berwarna 10 R 4/6 (merah), yang berarti bahwa warna tanah tersebut
mempunyai nilai hue =10 R, value =4 dan chroma = 6, yang secara
keseluruhan disebut berwarna merah.
Selanjutnya, jika ditemukan tanah dengan beberapa warna, maka semua
warna harus disebutkan dengan menyebutkan juga warna tanah yang dominannya.
Warna tanah akan berbeda bila tanah basah, lembab, atau kering, sehingga dalam
menentukan warna tanah perlu dicatat apakah tanah tersebut dalam keadaan
basah, lembab, atau kering.
3. Struktur Tanah
Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan
ruangan partikel-partikel tanah yang bergabung satu dengan yang lain membentuk
agregat dari hasil proses pedogenesis.
Struktur tanah berhubungan dengan cara di mana, partikel pasir, debu dan
liat relatif disusun satu sama lain. Di dalam tanah dengan struktur yang baik,
partikel pasir dan debu dipegang bersama pada agregat-agregat (gumpalan kecil)
oleh liat humus dan kalsium. Ruang kosong yang besar antara agregat (makropori)
membentuk sirkulasi air dan udara juga akar tanaman untuk tumbuh ke bawah
pada tanah yang lebih dalam. Sedangkan ruangan kosong yang kecil ( mikropori)
memegang air untuk kebutuhan tanaman. Idealnya bahwa struktur disebut
granular.

Pengaruh struktur dan tekstur tanah terhadap pertumbuhan tanaman terjadi


secara langsugung. Struktur tanah yang remah (ringan) pada umumnya
menghasilkan laju pertumbuhan tanaman pakan dan produksi persatuan waktu
yang lebih tinggi dibandingkan dengan struktur tanah yang padat. Jumlah dan
panjang akar pada tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah remah
umumnya lebih banyak dibandingkan dengan akar tanaman makanan ternak yang
tumbuh pada tanah berstruktur berat. Hal ini disebabkan perkembangan akar pada
tanah berstruktur ringan/remah lebih cepat per satuan waktu dibandingkan akar
tanaman pada tanah kompak, sebagai akibat mudahnya intersepsi akar pada setiap
pori-pori tanah yang memang tersedia banyak pada tanah remah. Selain itu akar
memiliki kesempatan untuk bernafas secara maksimal pada tanah yang berpori,
dibandiangkan pada tanah yang padat. Sebaliknya bagi tanaman makanan ternak
yang tumbuh pada tanah yang bertekstur halus seperti tanah berlempung tinggi,
sulit mengembangkan akarnya karena sulit bagi akar untuk menyebar akibat
rendahnya pori-pori tanah. Akar tanaman akan mengalami kesulitan untuk
menembus struktur tanah yang padat, sehingga perakaran tidak berkembang
dengan baik. Aktifitas akar tanaman dan organisme tanah merupakan salah satu
faktor utama pembentuk agregat tanah.
Kedalaman atau solum, tekstur, dan struktur tanah menentukan besar
kecilnya air limpasan permukaan dan laju penjenuhan tanah oleh air. Pada tanah
bersolum dalam (>90 cm), struktur gembur, dan penutupan lahan rapat, sebagian
besar air hujan terinfiltrasi ke dalam tanah dan hanya sebagian kecil yang menjadi
air limpasan permukaan (longsor). Sebaliknya, pada tanah bersolum dangkal,

struktur padat, dan penutupan lahan kurang rapat, hanya sebagian kecil air hujan
yang terinfiltrasi dan sebagian besar menjadi aliran permukaan (longsor).
Pembentukan Agregat
Menurut Gedroits (1955) ada dua tingkatan pembentuk agregat tanah,
yaitu:
(1) Kaogulasi koloid tanah (pengaruh Ca2+) kedalam agregat tanah mikro
(2) Sementasi (pengikat) agregat mikro kedalam agregat makro.
Teori pembentukan tanh berdasarkan flokulasi dapat terjadi pada tanah
yang berada dalam larutan, misal pada tanah yang agregatnya telah dihancurkan
oleh air hujan atau pada tanah sawah. Menurut utomo dan Dexter (1982)
menyatakan bahwa retakan terjadi karena pembengkakan dan pengerutan sebagai
akibat dari pembasahan dan pengeringan yang berperan penting dalam
pembentukan agregat.
Dapat diambil kesimpulan bahwa agregat tanah terbentuk sebagai akibat
adanya interaksi dari butiran tunggal, liat, oksioda besi/ almunium dan bahan
organik. Agregat yang baik terbentuk karena flokuasi maupun oleh terjadinya
retakan tanah yang kemudian dimantapkan oleh pengikat (sementasi) yang terjadi
secara kimia atau adanya aktifitas biologi.

Table 1. Ukuran masing-masing kelas menurut bentuk struktur tanah


Kelas

Tipe
lempeng

Tipe tiang

Tipe
gumpal

Remah/kers
ai

Sangat halus (VF)


Halus (F)
Sedang (M)
Kasar (C)
Sangat kasar (VC)

< 1 mm
1-2 mm
2-5 mm
5-10 mm
>10 mm

< 10 mm
10-20 mm
20-50 mm
50-100 mm
>100 mm

< 5 mm
5-10 mm
10-20 mm
20-50 mm
>50 mm

< 1 mm
1-2 mm
2-5 mm
5-10 mm
>10 mm

A. Table 2. Penetapan kelas tekstur tanah di lapang


No
1
2
3
4

Kelas tekstur
Pasir (S)
Pasar berlempung (LS)
Lempung berpasir (SL)
Lempung (L)

Lempung berdebu (SiL)

Debu (Si)

Lempung berliat (CL)

10

Lempung liat berpasir


(SCL)
Lempung liat berdebu
(SiCL)
Liat berpasir (CS)

11

Liat berdebu (SiC)

12

Liat (C)

Rasa dan sifat tanah


sangat kasar,tidak membentuk
bola/gulungan,tdk melekat
sangat kasar,bola terbentuk mudah hancur,
agak lekat
agak kasar, bola agak keras tetapi mudah
hancur, melakat
rasa tidak kasar, tidak licin, bola teguh, dapat
sedikit digulung dengan permukaan mengkilat
serat melekat
licin membentuk bola teguh, sedikit digulung,
permukaan mengkilat dan melekat
rasa licin sekali, bola teguh, sedikit digulung,
permukaan mengkilat dan agak melekat
rasa agak kasar, bola agak teguh (kering),
membentuk gulungan tetapi mudah hancur,
melekat sedang
rasa kasar agak jelas, bola agak teguh (kering),
membentuk gulungan tetapi mudah hancur,
melekat
rasa licin jelas, bola teguh, gulungan mengkilat,
melekat

licin agak kasar, membentuk bola dalam


keadaan kering sukar dipijit, mudah digulung
serta melekat sekali
rasa agak licin, membentuk bola dalam
keadaan kering sukar dipijit, mudah digulung
serta melekat
rasa berat, bola sangat teguh, sangat lekat,
kering sangat
Warna tanah ditentukan dengan cara membandingkan dengan warna yang
terdapat pada buku Munsell Soil Color Chart, warna dinyatakan dalam tiga
satuan/kriteria, yaitu kilapan (hue), nilai (value) dan kroma (chrome), menurut

nama yang tercantum dalam lajur buku tersebut, kilap berhubungan erat dengan
panjang gelombang cahaya, nilai berhubungan erat dengan kebersihan suatu
warna dari pengaruh warna lain dan kroma yang kadangkadang disebut juga
dengan kejernihan yaitu kemurnian relatif dari spektrum warna.
Tanah dengan drainase yang terhambat biasanya banyak mengandung bahan
organik pada lapisan atas (top soil), sehingga berwarna gelap. Tanah bagian
bawah memiliki sedikit bahan organik sehingga berwarna kelabu muda. Bila
drainase agak baik, air dan suhu menguntungkan untuk peristiwa kimia, besi (Fe)
dalam tanah teroksidasi sehingga menjadi senyawa yang berwarna merah dan
kuning (Foth D, 1998).
Warna tanah dapat di tentukan dengan buku warna standar dari Munsell Soil
Colour Chart (MSCC), maliputi penentuan warna dasar (matriks). Warna bidang
struktur selaput tanah liat . Warna karatan atau konkresi, warna jalit, dan warna
humus (Foth D,1998).
Pada pengamatan tanah dengan indra, warna tanah mencerminkan beberapa
sifat tanah, diantaranya yaitu kandungan bahan organic, drainase. Warna tanah
sangat dipengaruhi oleh kadar lengas didalamnya. Tanah yang kering warnanya
lebih muda dibandingkan dengan tanh yang basah, ini karena bahan koloid yang
kehilangan air.
Warna tanah diatas ditetapkan menggunakan Munsell Soil Color Chart. Yaitu
dimana dalam penetapan warna harus di catat HUE, VALUE, dan CHROMA.
1. Hue : warna dominan sesuai dengan panjang gelombangnya.
2. Value : - merupakan kartu warna ke arah vertikal yang menunjukkan warna

ditulis dibelakang nilai hue.


- menunjukkan kecerahan suatu warna
- berkisar dari 0 (hitam) sampai 10 (putih)

Gambar 1. value pada buku munsell soil chart


3.

Chroma : - merupakan kartu warna yang disusun horizontal yang


menunjukkan intensitas cahaya.
- ditulis dibelakang value yang dipisahkan dengan garis miring.
- menunjukkan derajad perubahan warna dari warne netral pada
value yang sama
- batas bawah adalah 0, tapi tidak ada batas atas
- dalam tanah, Chroma jarang melampaui 8.

Gambar 2. chroma dalam munsell soil chart

Gambar 3. Munsell soil chips


Kegiatan organisme tanah berpengaruh terhadap: akumulasi bahan
organik, siklus unsur hara, pembentukan struktur tanah yang stabil. Unsur N dapat
diikat ke dalam tanah dari udara oleh bakteri penambat N, baik yang simbiosis
maupun yang non simbiosis. Vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut dapat
digunakan sebagai pencegah erosi tanah, contohnya Tanaman berdaun sedikit,
misal cemara, pinus menyebabkan tanah bereaksi masam, sebaliknya tanaman
berdaun lebat seperti jati menyebabkan tanah bereaksi basa, karena seresah
tanaman jati banyak mengandung basa-basa. Tanah di bawah pohon pinus
biasanya lebih masam daripada tanah di bawah pohon jati. Pencucian basa-basa
lebih intensif pada tanah di bawah pohon pinus.

Praktikum mengenai Horizon, warna dan struktur tanah yang kemarin telah
dilaksanakan memiliki beberapa kendala seperti kurangnya alat praktikum seperti
aplikasi Munsell soil chart. Namun kekurangan alat di lapangan tidak begitu
berarti dikarenakan kelancarnya praktikum kali ini. Dari praktikum didapat

beberapa hasil seperti warna, struktur dan berapa kedalaman suatu horizon seperti
yang telah ada pada halaman sebelumnya. Dari hasil yang didapat diperoleh
kesimpulan bahwa semakin dalamnya horizon tanah maka warnanya akan
semakin gelap, namun kedalaman tanah tidak begitu mempengaruhi strukturnya
seperti yang terjadi pada horizon A dan B yang memiliki struktur yang sama yaitu
agak kasar.

Praktikum tentang horizon, warna dan struktur tanah dilakukan dengan


membuat profil tanah sedalam satu meter. Dari profil tanah yang dibuat digunakan
untuk menentukan horizon tanah, warna dastruktur tanah. Horizon tanah dari hasil
praktikum diketahui bahwa horizon O berada dalam kedalaman 12 cm dengan
warna 10 YR 4/2 atau berwarna coklat dengan stuktur liat, Horizon A pada
kedalaman 15,5 cm dengan warna 10 R 2/2 dengan struktur liat, horizon
selanjutnya horizon AB memiliki kedalaman 20,2 cm dengan warna tanah 5 YR
3/4 dengan struktur liat dan horizon B memiliki kedalaman 24,8 cm dengan warna
5 R 2/2 dengan struktur liat. Kendala dalam plaksanaan praktikum acara horizon,
struktur dan warna tanah adalah tidak ada ketersediaan buku Munsell Soil Color
Cart sehingga penentuan warna menggunakan aplikasi Color Chart yang terdapat
pada smartphone serta karena penentuan struktur tanah dilakukan diluar
praktikum dan tanpa pengawasan oleh asisten yang dapat menyebabkan data tidak
akurat.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

1)

Warna tanah sangat ditentukan oleh luas permukaan spesifik yang dikali
dengan proporsi volumetrik masing-masing terhadap tanah. Makin luas
permukaan spesifik menyebabkan makin dominan menentukan warna
tanah, sehingga warna butir koloid tanah (koloid anorganik dan koloid
organik) yang memiliki luas permukaan spesifik yang sangat luas,
sehingga sangat mempengaruhi warna tanah.

2)

Pada pengamatan tanah dengan indra, warna tanah mencerminkan


beberapa sifat tanah, diantaranya yaitu kandungan bahan organic,
drainase. Warna tanah sangat dipengaruhi oleh kadar lengas
didalamnya. Tanah yang kering warnanya lebih muda dibandingkan
dengan tanh yang basah, ini karena bahan koloid yang kehilangan air.

B. Saran

Sebaiknya praktikum acara ini ditambah lagi alat alat penunjang praktikum,
seperti buku Munsell Soil Chart dan pacul atau sekop.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Stuktur Tanah


Anonim. 2013. Morfologi dan Sifat Fisik Tanah
Apriyanti. 2011. Pengamatan Tanah Dengan Indera.
Ardiansyah. 2012. Sifat sifat Fisik dan Morfologi Tanah.
Baver, L.D. 1961. Soil Physics. John Wiley & Sons Inc. New york.
Foth, Henry D. 1988. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta
Widjaya Krisanndi. 2012. Proses Pembentukan Tanah.

Beri Nilai